BAB 4
BAB 4
SENYAWA
SENYAWA
TURUNAN ALKANA
TURUNAN ALKANA
4.1 Gugus Fungsi
4.1 Gugus Fungsi
4.2 Tata Nama Senyawa
4.2 Tata Nama Senyawa
T
T
urunan
urunan Alkana
Alkana
4.3 Keisomeran
4.3 Keisomeran
4.4 Reaksi-reaksi
4.4 Reaksi-reaksi Senyawa
Senyawa
Karbon
Karbon
4.5 Kegunaan dan Dampak
4.5 Kegunaan dan Dampak
Beberapa Senyawa Turunan
Beberapa Senyawa Turunan
Alkana
Senyaw
Senyaw
a
a
T
T
urunan
urunan
Alkana
Alkana
SenyaSenyawa turunan alkana wa turunan alkana adalah senyawa yang dapat dianggap berasal dariadalah senyawa yang dapat dianggap berasal dari
alkana dengan satu atau lebih atom H diganti oleh gugus
1.
1.
Me
Me
ng
ng
id
id
en
en
ti
ti
fi
fi
k
k
as
as
i g
i g
ug
ug
us
us
fu
fu
ng
ng
si
si
.
.
2.
2.
Mem
Mem
ilih
ilih
ra
ra
nt
nt
ai i
ai i
ndu
ndu
k, y
k, y
aitu
aitu
ra
ra
nt
nt
ai t
ai t
erp
erp
anj
anj
ang
ang
yan
yan
g
g
mengandung gugus fungsi.
mengandung gugus fungsi.
3.
3.
Men
Men
ulis
ulis
ka
ka
n n
n n
omo
omo
r
r
, di
, di
mula
mula
i da
i da
ri s
ri s
alah
alah
sat
sat
u uj
u uj
ung
ung
sedemikian sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor
sedemikian sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor
terkecil.
terkecil.
4.
4.
Men
Men
ulis
ulis
ka
ka
n n
n n
ama,
ama,
dimu
dimu
lai
lai
den
den
ga
ga
n na
n na
ma c
ma c
aba
aba
ng (
ng (
ca
ca
ban
ban
g-
g-cabang), kemudian nama rantai induk. Cabang-cabang
cabang), kemudian nama rantai induk. Cabang-cabang
sejenis digabung dan dinyatakan dengan awalan di, tri,
sejenis digabung dan dinyatakan dengan awalan di, tri,
tetra, dan seterusnya. P
tetra, dan seterusnya. P
enulisan cabang yang ber
enulisan cabang yang ber
beda
beda
diurutkan sesuai dengan urutan abjad.
diurutkan sesuai dengan urutan abjad.
Tata Nama Senyawa Turunan Alkana
Tata Nama Senyawa Turunan Alkana
T
T
ata Nama
ata Nama
Alkanol
Alkanol
(Alkohol)
(Alkohol)
a. Nama IUPAC
a. Nama IUPAC
Nama alkanol diturunkan dari nama
Nama alkanol diturunkan dari nama
alkana yang sesuai
alkana yang sesuai
dengan mengganti akhiran
dengan mengganti akhiran
a
a
menjadi
menjadi
ol
ol
.
.
Contoh:
Contoh:
AlkanAlkanaa AlkanAlkanolol
CH
CH44 : : metana metana CHCH33OH : metanolOH : metanol
C
C22HH66 : : etana etana CC22HH55OH : etanolOH : etanol
Posisi gugus fungsi
Nama Lazim
Nama Lazim
Selain nama IUPAC, alkohol sederhana juga
Selain nama IUPAC, alkohol sederhana juga
mempunyai nama lazim, yaitu alkil alkohol.
T
T
ata Na
ata Na
ma Al
ma Al
k
k
oksial
oksial
kana (Eter)
kana (Eter)
Nama IUPAC
Nama IUPAC
Nama turunanNama turunan alkana eter adalah alkana eter adalah alkokalkoksialkana. Eter dianggap sebagaisialkana. Eter dianggap sebagai
turunan alkana dengan satu atom H alkana itu
turunan alkana dengan satu atom H alkana itu diganti oleh gugus alkoksi (diganti oleh gugus alkoksi (——OR).OR).
a.
a. JikJika gugus a gugus alkialkilnlnya bya berberbedaeda, mak, maka alkia alkil yal yang tng terkerkeciecil dial diangganggap sep sebagbagaiai
gugus alkoksi, sedangkan gugus alkil
gugus alkoksi, sedangkan gugus alkil lainnya dianggap sebagai alkanalainnya dianggap sebagai alkana
(sebagai induk).
(sebagai induk).
b.
b. PePenomnomororan dan dimuimulai dlai dari sari salaalah sath satu ujuu ujung rng rantantai inai induk sduk sedeedemikmikianian
sehingga letak gug
Nama Lazim
Nama Lazim
Eter sederhana biasanya dinamai
Eter sederhana biasanya dinamai
sebagai
sebagai
alkil alkil eter
alkil alkil eter
, yaitu nama kedua gugus alkil
, yaitu nama kedua gugus alkil
diikuti kata eter.
diikuti kata eter.
Contoh:
Tata Nama Alkanal
Tata Nama Alkanal
Nama IUPAC
Nama IUPAC
Nama alkanal diturunkan dari nama
Nama alkanal diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan menggantialkana yang sesuai dengan mengganti
akhiran
akhiran aa menjadimenjadi al.al.
T
Tata nama alkanal ata nama alkanal bercabang sama seperti bercabang sama seperti tata nama alkanol, tetapi posisitata nama alkanol, tetapi posisi
gugus fungsi (
gugus fungsi (——CHO) tidak perlu CHO) tidak perlu dinyadinyatakan karena selalu menjadi atomtakan karena selalu menjadi atom
karbon nomor satu.
karbon nomor satu.
Contoh:
Nama Lazim
Nama Lazim
Nama lazim aldehida diturunkan dari nama
Nama lazim aldehida diturunkan dari nama
lazim asam karboksilat yang sesuai dengan
lazim asam karboksilat yang sesuai dengan
mengganti akhiran
mengganti akhiran
at
at
menjadi
menjadi
aldehida
aldehida
dan
dan
membuang kata
Tata Nama Alkanon (Keton)
Tata Nama Alkanon (Keton)
Nama IUPAC
Nama IUPAC
Nama alkanon diturunkan dari nama a
Nama alkanon diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan menggantilkana yang sesuai dengan mengganti
akhiran
akhiran aa menjadimenjadi on.on.
Nama Lazim
Nama Lazim
Nama lazim keton adalah alkil al
Nama lazim keton adalah alkil al
kil keton. K
kil keton. Kedua gugus alkil
edua gugus alkil disebut
disebut
secara terpisah kemudian diak
secara terpisah kemudian diak
hiri dengan kata keton.
hiri dengan kata keton.
Contoh:Contoh:
Contoh: Contoh:
T
T
ata Nama As
ata Nama As
am (Asa
am (Asa
m Karbonat)
m Karbonat)
Nama IUPAC
Nama IUPAC
Nama asam alkanoat diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan
Nama asam alkanoat diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan
mengganti akhiran
mengganti akhiran aa menjadi oat dan memberi awalanmenjadi oat dan memberi awalan asam. asam.
T
Tata nama asam ata nama asam alkanoat bercabang pada dasarnya sama alkanoat bercabang pada dasarnya sama seperti tata namaseperti tata nama
aldehida, yakni posisi gugus f
aldehida, yakni posisi gugus fungsi tidak perlu ungsi tidak perlu dinyadinyatakantakan
Contoh: Contoh:
Alkan
Alkana a Asam Asam alkanoatalkanoat
Metan
Metana a Asam Asam metanoatmetanoat
Etan
Nama lazim asam karboksilat didasarkan
Nama lazim asam karboksilat didasarkan
pada sumber alami asam yang bersangkutan.
pada sumber alami asam yang bersangkutan.
Misalny
Misalny
a, asam
a, asam
metanoat disebut asam
metanoat disebut asam
formiat (asam format) atau asam semut
formiat (asam format) atau asam semut
karena ditemukan pada semut
karena ditemukan pada semut formica rufa;
formica rufa;
Nama Lazim
T
T
ata Nama Al
ata Nama Al
kil A
kil A
lkanoat (E
lkanoat (E
ster)
ster)
Ester turunan alkana diberi nama alkil alkanoat.
Ester turunan alkana diberi nama alkil alkanoat.
Y
Y
ang disebut alki
ang disebut alki
l pada nama i
l pada nama i
tu adalah gugus karbon yang
tu adalah gugus karbon yang
terikat pada atom O (gugus R),
terikat pada atom O (gugus R),
sedangkan alkanoat adalah
sedangkan alkanoat adalah
gugus R
Haloalkana adalah
Haloalkana adalah
seny
senyawa turunan alkana
awa turunan alkana
dimana satu atau lebih
dimana satu atau lebih
atom H digantik
atom H digantik
an oleh
an oleh
atom halogen.
atom halogen.
Nama halogen ditulis
Nama halogen ditulis
sebagai awalan deng
sebagai awalan dengan
an
sebutan bromo, kloro, fluoro, dan iodo.
sebutan bromo, kloro, fluoro, dan iodo.
Tata Nama Haloalkana
Aturan Penamaan Haloalkana
Aturan Penamaan Haloalkana
a.
a.
Jik
Jika t
a ter
erdap
dapat l
at l
ebih
ebih
dar
dari sej
i sej
enis
enis
hal
haloge
oge
n, ma
n, maka
ka prio
prio
rit
ritas
as
penomoran didasarkan pada kereaktifan halogen, yaitu
penomoran didasarkan pada kereaktifan halogen, yaitu
dalam urutan F
dalam urutan F
—
—Cl
Cl
—
—Br
Br
—
—I. Akan tetapi, penulisan nama
I. Akan tetapi, penulisan nama
tetap berdasarkan abjad. Jadi, urutan penulisan halogen
tetap berdasarkan abjad. Jadi, urutan penulisan halogen
adalah bromo, kloro (
adalah bromo, kloro (chloro), fluoro, dan iodo.
chloro), fluoro, dan iodo.
b.
b.
Jika
Jika terdapat
terdapat rantai
rantai samping
samping (cabang
(cabang alkil), mak
alkil), maka
a halogen
halogen
didahulukan.
didahulukan.
Contoh:
Keisomeran
Keisomeran Struktur
Keisomeran Struktur
a.
a.
K
K
ei
ei
so
so
me
me
r
r
an
an
K
K
er
er
an
an
gk
gk
a
a
Senyawa-senyawa yang merupakan isomer kerangka
Senyawa-senyawa yang merupakan isomer kerangka
mempuny
mempuny
ai rumus
ai rumus
molekul dan gugus fungsi
molekul dan gugus fungsi
yang
yang
sama, tetapi berbeda rantai induknya.
b. Keisomeran Posisi
b. Keisomeran Posisi
Senyawa-senyawa yang merupakan isomer posisi
Senyawa-senyawa yang merupakan isomer posisi
mempuny
mempuny
ai rumus
ai rumus
molekul dan gugus fungsi
molekul dan gugus fungsi
serta
serta
kerangka yang sama, tetapi berbeda letak (posisi)
kerangka yang sama, tetapi berbeda letak (posisi)
gugus fungsinya.
c. Keisomeran Gugus Fungsi
c. Keisomeran Gugus Fungsi
KeisomerKeisomeran gan gugus fungsi ugus fungsi terjadi antarsenterjadi antarsenyawa dengan rumus molekul yawa dengan rumus molekul sama,sama, tetapi berbeda gugus fungsinya.
tetapi berbeda gugus fungsinya.
Terdapat 3 pasangan homolog yang mempunyai rumus umum yang sama, Terdapat 3 pasangan homolog yang mempunyai rumus umum yang sama, yaitu:
yaitu:
•
• Alkanol dengan alkoksialkana, keduanya mempunyai rumus umumAlkanol dengan alkoksialkana, keduanya mempunyai rumus umum CnH
CnH2n+22n+2OO.. •
• Alkanal dengan alkanon, Alkanal dengan alkanon, keduankeduanya mempunyai rumus umum CnHya mempunyai rumus umum CnH22nOnO22.. •
• Asam alkanoat dAsam alkanoat dengan alkil alkanoat, engan alkil alkanoat, keduanykeduanya mempunyai rumus umuma mempunyai rumus umum CnH
Keisomeran Ruang
Keisomeran Ruang
a
a.. KKeeiissoommereraan n GGeeoomemettrrii
Keisomeran geometris terdapat dalam senyawa yang molekulnya Keisomeran geometris terdapat dalam senyawa yang molekulnya mempuny
mempunyai bagian ai bagian yang kaku, seperti yang kaku, seperti ikatikatan an rangkap.rangkap. Keisome
Keisomeran geometri mempunyai dua bentuk ran geometri mempunyai dua bentuk yang ditandai denganyang ditandai dengan
cis dan trans. cis dan trans.
1.
1. CiCis : Gs : Gugugus sus sejejenenis tis tererleletatak padk pada sia sisi ysi yanang sg samamaa 2.
Berbagai Jenis Reaksi Senyawa Karbon
Berbagai Jenis Reaksi Senyawa Karbon
a
a.
.
S
Su
ub
bs
st
tit
itu
us
si
i
Pada reaksi substitusi, atom atau gugus atom yang
Pada reaksi substitusi, atom atau gugus atom yang
terdapat dalam suatu molekul digantikan oleh
terdapat dalam suatu molekul digantikan oleh
atom atau gugus atom lain.
Pada reaksi adisi, molekul senyawa yang
Pada reaksi adisi, molekul senyawa yang
mempunyai ikatan rangkap menyerap atom
mempunyai ikatan rangkap menyerap atom
atau gugus atom sehingga ikatan rangkap
atau gugus atom sehingga ikatan rangkap
berubah menjadi
berubah menjadi
ikat
ikatan tunggal.
an tunggal.
Adisi
Adisi
Pada reaksi eliminasi, molekul senyawa
Pada reaksi eliminasi, molekul senyawa
berikat
berikatan tunggal berubah
an tunggal berubah menjadi
menjadi
senyawa berikatan rangkap dengan
senyawa berikatan rangkap dengan
melepas molekul kecil.
melepas molekul kecil.
Eliminasi
Eliminasi
Reaksi-reaks
Reaksi-reaksi
i
Alkohol
Alkohol
a. Reaksi dengan Logam Aktif
a. Reaksi dengan Logam Aktif
Atom H dari gugus
Atom H dari gugus ——OH dapat disubstitusi oleh logam aktif seperti OH dapat disubstitusi oleh logam aktif seperti natriumnatrium dan kalium, membentuk alkoksida dan
dan kalium, membentuk alkoksida dan gas hidrogen.gas hidrogen. b. Substitusi Gugus
b. Substitusi Gugus ——OH oleh HalogenOH oleh Halogen
Gugus OH alkohol dapat disubtitusi oleh atom halogen bila
Gugus OH alkohol dapat disubtitusi oleh atom halogen bila direaksikdireaksikanan dengan HX pekat, PX3 atau PX5 (X = halogen).
dengan HX pekat, PX3 atau PX5 (X = halogen). c. Oksidasi
c. Oksidasi AlkoholAlkohol
Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air.
uap air.
d. Pembentukan Ester
d. Pembentukan Ester (Esterifikasi)(Esterifikasi)
Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air. Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air. e. Dehidrasi Alkohol
e. Dehidrasi Alkohol
Jika alkohol dipanaskan bersama asam
Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalamisulfat pekat akan mengalami dehidrasi (melepas molekul air)
Reaksi-reaks
Reaksi-reaks
i
i
Eter
Eter
a
a.
.
P
Pe
em
mb
ba
ak
ka
ar
ra
an
n
Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan
Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan
uap air.
uap air.
b.
b.
Reaksi
Reaksi dengan
dengan Logam
Logam Aktif
Aktif
Berbeda dengan alkohol, eter tidak bereaksi dengan logam
Berbeda dengan alkohol, eter tidak bereaksi dengan logam
natrium (logam aktif).
natrium (logam aktif).
c.
c.
Reaksi
Reaksi dengan
dengan PCl
PCl
55Eter bereaksi dengan PCl
Eter bereaksi dengan PCl
55, tetapi tidak membebaskan HCl.
, tetapi tidak membebaskan HCl.
d.
d.
Reaksi
Reaksi dengan
dengan Hidrogen
Hidrogen Halida
Halida (HX)
(HX)
Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI.
Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI.
Membedakan Alkohol dengan Eter
Membedakan Alkohol dengan Eter
Alkohol dan eter dapat dibedakan berdasarkan reaksinya
Alkohol dan eter dapat dibedakan berdasarkan reaksinya
dengan logam natrium dan fosforus pentaklorida.
dengan logam natrium dan fosforus pentaklorida.
a.
a.
Alk
Alk
oho
oho
l b
l ber
ereak
eaksi
si
den
denga
gan l
n l
og
ogam n
am n
at
atriu
rium
m
membebaskan hidrogen, sedangkan eter tidak
membebaskan hidrogen, sedangkan eter tidak
bereaksi.
bereaksi.
b.
b.
Al
Alk
k
oh
ohol
ol
be
be
re
reak
aksi
si
de
de
ng
ng
an
an
PC
PCl
l
55menghasilkan gas HCl,
menghasilkan gas HCl,
sedangkan eter bereaksi tetapi tidak menghasilkan
sedangkan eter bereaksi tetapi tidak menghasilkan
HCl.
HCl.
R
R
– –O
O
– –H + PCl
H + PCl
55 → R– → R–Cl + H
Cl + H
– –Cl + POCl
Cl + POCl
33R
R
– –O
O
– –R` + PCl
R` + PCl
55 → R– → R–Cl + R`
Cl + R`
– –Cl + POCl
Cl + POCl
33Reaksi-r
Reaksi-r
eaksi
eaksi Aldehida
Aldehida
a
a
.
.
O
O
k
k
s
s
i
i
d
d
a
a
s
s
i
i
1.
1.
Aldehida adalah
Aldehida adalah reduktor
reduktor kuat
kuat sehingga
sehingga dapat
dapat mereduksi
mereduksi
oksidator-oksida
oksidator-oksidator
tor lemah.
lemah.
2. Pereaksi
2. Pereaksi
Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh
Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh
oksidator lemah yang
oksidator lemah yang
merupakan pereaksi khusus untuk
merupakan pereaksi khusus untuk
mengenali aldehida.
mengenali aldehida.
3.
b. Adisi
b. Adisi Hidrogen (Re
Hidrogen (Reduksi)
duksi)
Ikatan rangkap
Ikatan rangkap
—
—
C==O dari gugus fungsi
C==O dari gugus fungsi
aldehida dapat diadisi gas hidrogen
aldehida dapat diadisi gas hidrogen
membentuk suatu alkohol primer.
membentuk suatu alkohol primer.
Reaksi-reaksi Keton
Reaksi-reaksi Keton
a
a.
.
O
Ok
ks
si
id
da
as
si
i
1.
1.
Keton
Keton
merupakan r
merupakan r
eduktor y
eduktor y
ang lebih lemah
ang lebih lemah
daripada aldehida.
daripada aldehida.
2.
2.
Zat-zat
Zat-zat
pengoksida
pengoksida
si lemah seperti
si lemah seperti
pereaksi T
pereaksi T
ollen
ollen
s
s
dan
dan
pereaksi
pereaksi
Fehling
Fehling
tidak dapa
tidak dapa
t meng
t meng
oksidasi
oksidasi
keton.
keton.
3.
3.
Oleh kar
Oleh kar
ena itu, aldehida dan k
ena itu, aldehida dan k
eton dapat
eton dapat
dibedakan dengan
dibedakan dengan
menggunakan pereaksi-pereaksi
menggunakan pereaksi-pereaksi
tersebut.
Aldehida + pereaksi Tollens → cermin perak
Aldehida + pereaksi Tollens → cermin perak
Keton + pereaksi Tollens → tidak ada reaksi
Keton + pereaksi Tollens → tidak ada reaksi
Aldehida +
Aldehida +
pereaksi F
pereaksi F
ehling
ehling
→
→
endapan
endapan
merah bat
merah bat
a
a
Keton + pereaksi Fehling
Keton + pereaksi Fehling
→
→
tidak ada reaksi
tidak ada reaksi
Reduksi keton menghasilkan alkohol sekunder.
Reaksi-reaksi Asam Karboksilat
Reaksi-reaksi Asam Karboksilat
a.
a.
R
R
ea
ea
k
k
s
s
i Pe
i Pe
ne
ne
tr
tr
al
al
an
an
Contoh:
Contoh:
Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam
Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam
dan air.
dan air.
CH3COOH + NaOH
CH3COOH + NaOH
→ NaCH3COO + H2O→ NaCH3COO + H2Ob.
b.
R
R
ea
ea
k
k
si
si
P
P
en
en
g
g
es
es
t
t
er
er
an
an
A
A
sam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester.
sam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester.
Reaksi ini disebut
Reaksi-reaksi Ester
Reaksi-reaksi Ester
a.
a.
Es
Es
te
te
r
r
dap
dap
at
at
ter
ter
hid
hid
ro
ro
lis
lis
is d
is d
eng
eng
an
an
pen
pen
ga
ga
ruh
ruh
asa
asa
m
m
membentuk alkohol dan
membentuk alkohol dan
asam karboksilat.
asam karboksilat.
b.
b.
Re
Re
ak
ak
si
si
hid
hid
r
r
oli
oli
sis
sis
mer
mer
upa
upa
ka
ka
n k
n k
eba
eba
lik
lik
an
an
dar
dar
i
i
pengesteran.
pengesteran.
Contoh:
Contoh:
Hidrolisis etil asetat menghasilkan etil alkohol
Hidrolisis etil asetat menghasilkan etil alkohol
dan asam asetat.
Reaksi-reaksi Holoalkana
Reaksi-reaksi Holoalkana
a.
a.
Sub
Sub
st
st
itu
itu
si
si
A
A
to
to
m H
m H
alog
alog
en
en
den
den
g
g
an G
an G
ugu
ugu
s
s
—
—
OH
OH
Atom halogen dari haloalkana dapat diganti oleh gugus
Atom halogen dari haloalkana dapat diganti oleh gugus
—
—
OH
OH
jika haloalkana direaks
jika haloalkana direaks
ika dengan sua
ika dengan sua
tu larutan basa kuat,
tu larutan basa kuat,
misalnya dengan NaOH.
misalnya dengan NaOH.
CH3
CH3
——CH2
CH2
——Cl
Cl +
+ NaOH
NaOH
CH3
CH3
——CH2
CH2
——OH + NaCl
OH + NaCl
b.
b.
Eliminasi
Eliminasi
HX
HX
Haloalkana dapat mengalami eliminasi HX
Haloalkana dapat mengalami eliminasi HX
jika dipanaskan
jika dipanaskan
bersama suatu
Kegunaan Holoalkana
Kegunaan Holoalkana
a.
a.
Ha
Ha
lo
lo
al
al
ka
ka
na
na
Se
Se
ba
ba
g
g
ai
ai
Za
Za
t A
t A
ne
ne
st
st
es
es
i
i
Kloroform (CHClKloroform (CHCl33) pernah digunakan secara luas ) pernah digunakan secara luas sebagai zat anestesebagai zat anestesisi
(pembius), tetapi kini sudah diting
(pembius), tetapi kini sudah ditinggalkan Kloroegalkan Kloroetana (Ctana (C22HH55Cl) digunakanCl) digunakan
sebagai bahan anestesi lokal.
sebagai bahan anestesi lokal.
b.
b.
Haloalkana
Haloalkana
sebagai
sebagai
Antiseptik
Antiseptik
Iodoform (CHIIodoform (CHI33) adalah suatu zat berwarna kuning, berbau khas, dan) adalah suatu zat berwarna kuning, berbau khas, dan
digunakan sebagai antiseptik.
digunakan sebagai antiseptik.
c.
c.
Haloalkana
Haloalkana
sebagai
sebagai
Pelarut
Pelarut
Tetraklorometana (CClTetraklorometana (CCl44) digunakan sebagai pelarut untuk oli dan lemak) digunakan sebagai pelarut untuk oli dan lemak
dan dalam pencucian
d.
d.
Haloalkana
Haloalkana
sebagai
sebagai
Bahan
Bahan
Pemadam
Pemadam
Api
Api
Alkana terhalogenasi sempurna, seperti karbon tetraklorida,
Alkana terhalogenasi sempurna, seperti karbon tetraklorida,
CCl
CCl
44, dan bromoklorodifluorometana (dikenal dengan nama, dan bromoklorodifluorometana (dikenal dengan nama
BCF) dapat memadamkan api.
BCF) dapat memadamkan api.
e.
e.
Senyawa
Senyawa
Klorofluorokarbo
Klorofluorokarbo
n
n
(CFC)
(CFC)
dan
dan
Freon
Freon
Freon merupakan nama dagang bagi
Freon merupakan nama dagang bagi suatu golongan senyawsuatu golongan senyawaa
klorofluorok
klorofluorokarbon (CFC) yang arbon (CFC) yang digunakan sebagai cairan pendingindigunakan sebagai cairan pendingin
(
(refrigerant) atau sebagai propelan aerosol.refrigerant) atau sebagai propelan aerosol.
f
f
.
.
Berbagai
Berbagai
Jenis
Jenis
Senyawa
Senyawa
Haloalkena
Haloalkena
Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar pada
Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar pada
industri plastik dan
e.
e.
Senya
Senya
wa
wa Klorofluorokarbon
Klorofluorokarbon (CFC)
(CFC) dan
dan Freon
Freon
Freon merupakan nama
Freon merupakan nama
dagang bagi suatu golongan
dagang bagi suatu golongan
senyaw
senyaw
a klorofluorokarbon (CFC)
a klorofluorokarbon (CFC)
yang digunakan
yang digunakan
sebagai cairan pendingin (
sebagai cairan pendingin (
refrigerant
refrigerant
) atau sebagai
) atau sebagai
propelan aerosol.
propelan aerosol.
f
f
.
.
Berba
Berbagai
gai Jenis
Jenis Senyawa
Senyawa Haloa
Haloalkena
lkena
Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar
Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar
pada industri plastik dan
Kegunaan Alkohol
Kegunaan Alkohol
a
a.
.
M
Me
et
ta
an
no
ol
l
1.
1. Sebagian Sebagian besar besar produksi produksi metanol metanol diubah diubah menjadi menjadi metanalmetanal
(formaldehida) yang digunakan untuk membuat polimer (plastik). (formaldehida) yang digunakan untuk membuat polimer (plastik). 2.
2. Metanol Metanol juga juga digunakan digunakan sebagai sebagai pelarut pelarut dan dan untuk untuk membuatmembuat senyawa organik lain, seperti ester.
senyawa organik lain, seperti ester. 3.
3. Metanol Metanol dapat dapat dicampurkan dicampurkan dengan dengan bahan bahan bakar bakar bensin bensin sampaisampai kadar 15% tanpa
kadar 15% tanpa mengubah konstruksi mesin kendaraan.mengubah konstruksi mesin kendaraan.
b
b.
.
E
Et
ta
an
no
ol
l
Dalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spiritus, Dalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spiritus, dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70% yang digunakan
dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70% yang digunakan sebagaisebagai
pembersih luka), dalam minuman beralkohol (bir, anggur, dan wiski) atau pembersih luka), dalam minuman beralkohol (bir, anggur, dan wiski) atau dalam air tape.