• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4 Senyawa Turunan Alkana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Bab 4 Senyawa Turunan Alkana"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4

BAB 4

SENYAWA

SENYAWA

TURUNAN ALKANA

TURUNAN ALKANA

4.1 Gugus Fungsi

4.1 Gugus Fungsi

4.2 Tata Nama Senyawa

4.2 Tata Nama Senyawa

T

T

urunan

urunan Alkana

Alkana

4.3 Keisomeran

4.3 Keisomeran

4.4 Reaksi-reaksi

4.4 Reaksi-reaksi Senyawa

Senyawa

Karbon

Karbon

4.5 Kegunaan dan Dampak

4.5 Kegunaan dan Dampak

Beberapa Senyawa Turunan

Beberapa Senyawa Turunan

Alkana

(2)
(3)

Senyaw

Senyaw

a

a

T

T

urunan

urunan

Alkana

Alkana

Senya

Senyawa turunan alkana wa turunan alkana adalah senyawa yang dapat dianggap berasal dariadalah senyawa yang dapat dianggap berasal dari

alkana dengan satu atau lebih atom H diganti oleh gugus

(4)

1.

1.

Me

Me

ng

ng

id

id

en

en

ti

ti

fi

fi

k

k

as

as

i g

i g

ug

ug

us

us

fu

fu

ng

ng

si

si

.

.

2.

2.

Mem

Mem

ilih

ilih

ra

ra

nt

nt

ai i

ai i

ndu

ndu

k, y

k, y

aitu

aitu

ra

ra

nt

nt

ai t

ai t

erp

erp

anj

anj

ang

ang

yan

yan

g

g

mengandung gugus fungsi.

mengandung gugus fungsi.

3.

3.

Men

Men

ulis

ulis

ka

ka

n n

n n

omo

omo

r

r

, di

, di

mula

mula

i da

i da

ri s

ri s

alah

alah

sat

sat

u uj

u uj

ung

ung

sedemikian sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor

sedemikian sehingga posisi gugus fungsi mendapat nomor

terkecil.

terkecil.

4.

4.

Men

Men

ulis

ulis

ka

ka

n n

n n

ama,

ama,

dimu

dimu

lai

lai

den

den

ga

ga

n na

n na

ma c

ma c

aba

aba

ng (

ng (

ca

ca

ban

ban

g-

g-cabang), kemudian nama rantai induk. Cabang-cabang

cabang), kemudian nama rantai induk. Cabang-cabang

sejenis digabung dan dinyatakan dengan awalan di, tri,

sejenis digabung dan dinyatakan dengan awalan di, tri,

tetra, dan seterusnya. P

tetra, dan seterusnya. P

enulisan cabang yang ber

enulisan cabang yang ber

beda

beda

diurutkan sesuai dengan urutan abjad.

diurutkan sesuai dengan urutan abjad.

Tata Nama Senyawa Turunan Alkana

Tata Nama Senyawa Turunan Alkana

(5)

T

T

ata Nama

ata Nama

Alkanol

Alkanol

(Alkohol)

(Alkohol)

a. Nama IUPAC

a. Nama IUPAC

Nama alkanol diturunkan dari nama

Nama alkanol diturunkan dari nama

alkana yang sesuai

alkana yang sesuai

dengan mengganti akhiran

dengan mengganti akhiran

a

a

menjadi

menjadi

ol 

ol 

.

.

Contoh:

Contoh:

Alkan

Alkanaa AlkanAlkanolol

CH

CH44 : : metana metana CHCH33OH : metanolOH : metanol

C

C22HH66 : : etana etana CC22HH55OH : etanolOH : etanol

Posisi gugus fungsi

(6)

Nama Lazim

Nama Lazim

Selain nama IUPAC, alkohol sederhana juga

Selain nama IUPAC, alkohol sederhana juga

mempunyai nama lazim, yaitu alkil alkohol.

(7)

T

T

ata Na

ata Na

ma Al

ma Al

k

k

oksial

oksial

kana (Eter)

kana (Eter)

Nama IUPAC

Nama IUPAC

Nama turunan

Nama turunan alkana eter adalah alkana eter adalah alkokalkoksialkana. Eter dianggap sebagaisialkana. Eter dianggap sebagai

turunan alkana dengan satu atom H alkana itu

turunan alkana dengan satu atom H alkana itu diganti oleh gugus alkoksi (diganti oleh gugus alkoksi (——OR).OR).

a.

a. JikJika gugus a gugus alkialkilnlnya bya berberbedaeda, mak, maka alkia alkil yal yang tng terkerkeciecil dial diangganggap sep sebagbagaiai

gugus alkoksi, sedangkan gugus alkil

gugus alkoksi, sedangkan gugus alkil lainnya dianggap sebagai alkanalainnya dianggap sebagai alkana

(sebagai induk).

(sebagai induk).

b.

b. PePenomnomororan dan dimuimulai dlai dari sari salaalah sath satu ujuu ujung rng rantantai inai induk sduk sedeedemikmikianian

sehingga letak gug

(8)

Nama Lazim

Nama Lazim

Eter sederhana biasanya dinamai

Eter sederhana biasanya dinamai

sebagai

sebagai

alkil alkil eter 

alkil alkil eter 

, yaitu nama kedua gugus alkil

, yaitu nama kedua gugus alkil

diikuti kata eter.

diikuti kata eter.

Contoh:

(9)

Tata Nama Alkanal

Tata Nama Alkanal

Nama IUPAC

Nama IUPAC

Nama alkanal diturunkan dari nama

Nama alkanal diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan menggantialkana yang sesuai dengan mengganti

akhiran

akhiran aa menjadimenjadi al.al.

T

Tata nama alkanal ata nama alkanal bercabang sama seperti bercabang sama seperti tata nama alkanol, tetapi posisitata nama alkanol, tetapi posisi

gugus fungsi (

gugus fungsi (——CHO) tidak perlu CHO) tidak perlu dinyadinyatakan karena selalu menjadi atomtakan karena selalu menjadi atom

karbon nomor satu.

karbon nomor satu.

Contoh:

(10)

Nama Lazim

Nama Lazim

Nama lazim aldehida diturunkan dari nama

Nama lazim aldehida diturunkan dari nama

lazim asam karboksilat yang sesuai dengan

lazim asam karboksilat yang sesuai dengan

mengganti akhiran

mengganti akhiran

at 

at 

 menjadi

 menjadi

aldehida

aldehida

 dan

 dan

membuang kata

(11)

Tata Nama Alkanon (Keton)

Tata Nama Alkanon (Keton)

Nama IUPAC

Nama IUPAC

Nama alkanon diturunkan dari nama a

Nama alkanon diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan menggantilkana yang sesuai dengan mengganti

akhiran

akhiran aa menjadimenjadi on.on.

Nama Lazim

Nama Lazim

Nama lazim keton adalah alkil al

Nama lazim keton adalah alkil al

kil keton. K

kil keton. Kedua gugus alkil

edua gugus alkil disebut

disebut

secara terpisah kemudian diak

secara terpisah kemudian diak

hiri dengan kata keton.

hiri dengan kata keton.

Contoh:

Contoh:

Contoh: Contoh:

(12)

T

T

ata Nama As

ata Nama As

am (Asa

am (Asa

m Karbonat)

m Karbonat)

Nama IUPAC

Nama IUPAC

Nama asam alkanoat diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan

Nama asam alkanoat diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan

mengganti akhiran

mengganti akhiran aa menjadi oat dan memberi awalanmenjadi oat dan memberi awalan asam. asam.

T

Tata nama asam ata nama asam alkanoat bercabang pada dasarnya sama alkanoat bercabang pada dasarnya sama seperti tata namaseperti tata nama

aldehida, yakni posisi gugus f

aldehida, yakni posisi gugus fungsi tidak perlu ungsi tidak perlu dinyadinyatakantakan

Contoh: Contoh:

Alkan

Alkana a Asam Asam alkanoatalkanoat

Metan

Metana a Asam Asam metanoatmetanoat

Etan

(13)

Nama lazim asam karboksilat didasarkan

Nama lazim asam karboksilat didasarkan

pada sumber alami asam yang bersangkutan.

pada sumber alami asam yang bersangkutan.

Misalny

Misalny

a, asam

a, asam

metanoat disebut asam

metanoat disebut asam

formiat (asam format) atau asam semut

formiat (asam format) atau asam semut

karena ditemukan pada semut

karena ditemukan pada semut formica rufa;

 formica rufa;

Nama Lazim

(14)

T

T

ata Nama Al

ata Nama Al

kil A

kil A

lkanoat (E

lkanoat (E

ster)

ster)

Ester turunan alkana diberi nama alkil alkanoat.

Ester turunan alkana diberi nama alkil alkanoat.

Y

Y

ang disebut alki

ang disebut alki

l pada nama i

l pada nama i

tu adalah gugus karbon yang

tu adalah gugus karbon yang

terikat pada atom O (gugus R),

terikat pada atom O (gugus R),

sedangkan alkanoat adalah

sedangkan alkanoat adalah

gugus R

(15)

Haloalkana adalah

Haloalkana adalah

seny

senyawa turunan alkana

awa turunan alkana

dimana satu atau lebih

dimana satu atau lebih

atom H digantik

atom H digantik

an oleh

an oleh

atom halogen.

atom halogen.

Nama halogen ditulis

Nama halogen ditulis

sebagai awalan deng

sebagai awalan dengan

an

sebutan bromo, kloro, fluoro, dan iodo.

sebutan bromo, kloro, fluoro, dan iodo.

Tata Nama Haloalkana

(16)

Aturan Penamaan Haloalkana

Aturan Penamaan Haloalkana

a.

a.

Jik

Jika t

a ter

erdap

dapat l

at l

ebih

ebih

dar

dari sej

i sej

enis

enis

hal

haloge

oge

n, ma

n, maka

ka prio

prio

rit

ritas

as

penomoran didasarkan pada kereaktifan halogen, yaitu

penomoran didasarkan pada kereaktifan halogen, yaitu

dalam urutan F

dalam urutan F

—Cl

Cl

—Br

Br

—I. Akan tetapi, penulisan nama

I. Akan tetapi, penulisan nama

tetap berdasarkan abjad. Jadi, urutan penulisan halogen

tetap berdasarkan abjad. Jadi, urutan penulisan halogen

adalah bromo, kloro (

adalah bromo, kloro (chloro), fluoro, dan iodo.

chloro), fluoro, dan iodo.

b.

b.

Jika

Jika terdapat

terdapat rantai

rantai samping

samping (cabang

(cabang alkil), mak

alkil), maka

a halogen

halogen

didahulukan.

didahulukan.

Contoh:

(17)

Keisomeran

(18)

Keisomeran Struktur

Keisomeran Struktur

a.

a.

K

K

ei

ei

so

so

me

me

r

r

an

an

K

K

er

er

an

an

gk

gk

a

a

Senyawa-senyawa yang merupakan isomer kerangka

Senyawa-senyawa yang merupakan isomer kerangka

mempuny

mempuny

ai rumus

ai rumus

molekul dan gugus fungsi

molekul dan gugus fungsi

yang

yang

sama, tetapi berbeda rantai induknya.

(19)

b. Keisomeran Posisi

b. Keisomeran Posisi

Senyawa-senyawa yang merupakan isomer posisi

Senyawa-senyawa yang merupakan isomer posisi

mempuny

mempuny

ai rumus

ai rumus

molekul dan gugus fungsi

molekul dan gugus fungsi

serta

serta

kerangka yang sama, tetapi berbeda letak (posisi)

kerangka yang sama, tetapi berbeda letak (posisi)

gugus fungsinya.

(20)

c. Keisomeran Gugus Fungsi

c. Keisomeran Gugus Fungsi

Keisomer

Keisomeran gan gugus fungsi ugus fungsi terjadi antarsenterjadi antarsenyawa dengan rumus molekul yawa dengan rumus molekul sama,sama, tetapi berbeda gugus fungsinya.

tetapi berbeda gugus fungsinya.

Terdapat 3 pasangan homolog yang mempunyai rumus umum yang sama, Terdapat 3 pasangan homolog yang mempunyai rumus umum yang sama, yaitu:

yaitu:

• Alkanol dengan alkoksialkana, keduanya mempunyai rumus umumAlkanol dengan alkoksialkana, keduanya mempunyai rumus umum CnH

CnH2n+22n+2OO.. •

• Alkanal dengan alkanon, Alkanal dengan alkanon, keduankeduanya mempunyai rumus umum CnHya mempunyai rumus umum CnH22nOnO22.. •

• Asam alkanoat dAsam alkanoat dengan alkil alkanoat, engan alkil alkanoat, keduanykeduanya mempunyai rumus umuma mempunyai rumus umum CnH

(21)

Keisomeran Ruang

Keisomeran Ruang

a

a.. KKeeiissoommereraan n GGeeoomemettrrii

Keisomeran geometris terdapat dalam senyawa yang molekulnya Keisomeran geometris terdapat dalam senyawa yang molekulnya mempuny

mempunyai bagian ai bagian yang kaku, seperti yang kaku, seperti ikatikatan an rangkap.rangkap. Keisome

Keisomeran geometri mempunyai dua bentuk ran geometri mempunyai dua bentuk yang ditandai denganyang ditandai dengan

cis dan trans. cis dan trans.

1.

1. CiCis : Gs : Gugugus sus sejejenenis tis tererleletatak padk pada sia sisi ysi yanang sg samamaa 2.

(22)

Berbagai Jenis Reaksi Senyawa Karbon

Berbagai Jenis Reaksi Senyawa Karbon

a

a.

.

S

Su

ub

bs

st

tit

itu

us

si

i

Pada reaksi substitusi, atom atau gugus atom yang

Pada reaksi substitusi, atom atau gugus atom yang

terdapat dalam suatu molekul digantikan oleh

terdapat dalam suatu molekul digantikan oleh

atom atau gugus atom lain.

(23)

Pada reaksi adisi, molekul senyawa yang

Pada reaksi adisi, molekul senyawa yang

mempunyai ikatan rangkap menyerap atom

mempunyai ikatan rangkap menyerap atom

atau gugus atom sehingga ikatan rangkap

atau gugus atom sehingga ikatan rangkap

berubah menjadi

berubah menjadi

ikat

ikatan tunggal.

an tunggal.

Adisi

Adisi

(24)

Pada reaksi eliminasi, molekul senyawa

Pada reaksi eliminasi, molekul senyawa

berikat

berikatan tunggal berubah

an tunggal berubah menjadi

menjadi

senyawa berikatan rangkap dengan

senyawa berikatan rangkap dengan

melepas molekul kecil.

melepas molekul kecil.

Eliminasi

Eliminasi

(25)

Reaksi-reaks

Reaksi-reaksi

i

Alkohol

Alkohol

a. Reaksi dengan Logam Aktif

a. Reaksi dengan Logam Aktif

Atom H dari gugus

Atom H dari gugus ——OH dapat disubstitusi oleh logam aktif seperti OH dapat disubstitusi oleh logam aktif seperti natriumnatrium dan kalium, membentuk alkoksida dan

dan kalium, membentuk alkoksida dan gas hidrogen.gas hidrogen. b. Substitusi Gugus

b. Substitusi Gugus ——OH oleh HalogenOH oleh Halogen

Gugus OH alkohol dapat disubtitusi oleh atom halogen bila

Gugus OH alkohol dapat disubtitusi oleh atom halogen bila direaksikdireaksikanan dengan HX pekat, PX3 atau PX5 (X = halogen).

dengan HX pekat, PX3 atau PX5 (X = halogen). c. Oksidasi

c. Oksidasi AlkoholAlkohol

Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan uap air.

uap air.

d. Pembentukan Ester

d. Pembentukan Ester (Esterifikasi)(Esterifikasi)

Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air. Alkohol bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester dan air. e. Dehidrasi Alkohol

e. Dehidrasi Alkohol

Jika alkohol dipanaskan bersama asam

Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalamisulfat pekat akan mengalami dehidrasi (melepas molekul air)

(26)

Reaksi-reaks

Reaksi-reaks

i

i

Eter 

Eter 

a

a.

.

P

Pe

em

mb

ba

ak

ka

ar

ra

an

n

Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan

Eter mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida dan

uap air.

uap air.

b.

b.

Reaksi

Reaksi dengan

dengan Logam

Logam Aktif

Aktif

Berbeda dengan alkohol, eter tidak bereaksi dengan logam

Berbeda dengan alkohol, eter tidak bereaksi dengan logam

natrium (logam aktif).

natrium (logam aktif).

c.

c.

Reaksi

Reaksi dengan

dengan PCl

PCl

55

Eter bereaksi dengan PCl

Eter bereaksi dengan PCl

55

, tetapi tidak membebaskan HCl.

, tetapi tidak membebaskan HCl.

d.

d.

Reaksi

Reaksi dengan

dengan Hidrogen

Hidrogen Halida

Halida (HX)

(HX)

Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI.

Eter terurai oleh asam halida, terutama oleh HI.

(27)

Membedakan Alkohol dengan Eter

Membedakan Alkohol dengan Eter

Alkohol dan eter dapat dibedakan berdasarkan reaksinya

Alkohol dan eter dapat dibedakan berdasarkan reaksinya

dengan logam natrium dan fosforus pentaklorida.

dengan logam natrium dan fosforus pentaklorida.

a.

a.

Alk

Alk

oho

oho

l b

l ber

ereak

eaksi

si

den

denga

gan l

n l

og

ogam n

am n

at

atriu

rium

m

membebaskan hidrogen, sedangkan eter tidak

membebaskan hidrogen, sedangkan eter tidak

bereaksi.

bereaksi.

b.

b.

Al

Alk

k

oh

ohol

ol

be

be

re

reak

aksi

si

de

de

ng

ng

an

an

PC

PCl

l

55

 menghasilkan gas HCl,

 menghasilkan gas HCl,

sedangkan eter bereaksi tetapi tidak menghasilkan

sedangkan eter bereaksi tetapi tidak menghasilkan

HCl.

HCl.

R

R

 –  – 

O

O

 –  – 

H + PCl

H + PCl

55 → R– → R– 

Cl + H

Cl + H

 –  – 

Cl + POCl

Cl + POCl

33

R

R

 –  – 

O

O

 –  – 

R` + PCl

R` + PCl

55 → R– → R– 

Cl + R`

Cl + R`

 –  – 

Cl + POCl

Cl + POCl

33

(28)

Reaksi-r

Reaksi-r

eaksi

eaksi Aldehida

Aldehida

a

a

.

.

O

O

k

k

s

s

i

i

d

d

a

a

s

s

i

i

1.

1.

Aldehida adalah

Aldehida adalah reduktor

reduktor kuat

kuat sehingga

sehingga dapat

dapat mereduksi

mereduksi

oksidator-oksida

oksidator-oksidator

tor lemah.

lemah.

2. Pereaksi

2. Pereaksi

Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh

Tollens dan pereaksi Fehling adalah dua contoh

oksidator lemah yang

oksidator lemah yang

merupakan pereaksi khusus untuk

merupakan pereaksi khusus untuk

mengenali aldehida.

mengenali aldehida.

3.

(29)

b. Adisi

b. Adisi Hidrogen (Re

Hidrogen (Reduksi)

duksi)

Ikatan rangkap

Ikatan rangkap

C==O dari gugus fungsi

C==O dari gugus fungsi

aldehida dapat diadisi gas hidrogen

aldehida dapat diadisi gas hidrogen

membentuk suatu alkohol primer.

membentuk suatu alkohol primer.

(30)

Reaksi-reaksi Keton

Reaksi-reaksi Keton

a

a.

.

O

Ok

ks

si

id

da

as

si

i

1.

1.

Keton

Keton

merupakan r

merupakan r

eduktor y

eduktor y

ang lebih lemah

ang lebih lemah

daripada aldehida.

daripada aldehida.

2.

2.

Zat-zat

Zat-zat

pengoksida

pengoksida

si lemah seperti

si lemah seperti

pereaksi T

pereaksi T

ollen

ollen

s

s

dan

dan

pereaksi

pereaksi

Fehling

Fehling

tidak dapa

tidak dapa

t meng

t meng

oksidasi

oksidasi

keton.

keton.

3.

3.

Oleh kar

Oleh kar

ena itu, aldehida dan k

ena itu, aldehida dan k

eton dapat

eton dapat

dibedakan dengan

dibedakan dengan

menggunakan pereaksi-pereaksi

menggunakan pereaksi-pereaksi

tersebut.

(31)

Aldehida + pereaksi Tollens → cermin perak

Aldehida + pereaksi Tollens → cermin perak

Keton + pereaksi Tollens → tidak ada reaksi

Keton + pereaksi Tollens → tidak ada reaksi

Aldehida +

Aldehida +

pereaksi F

pereaksi F

ehling

ehling

 endapan

 endapan

merah bat

merah bat

a

a

Keton + pereaksi Fehling

Keton + pereaksi Fehling

 tidak ada reaksi

 tidak ada reaksi

Reduksi keton menghasilkan alkohol sekunder.

(32)

Reaksi-reaksi Asam Karboksilat

Reaksi-reaksi Asam Karboksilat

a.

a.

R

R

ea

ea

k

k

s

s

i Pe

i Pe

ne

ne

tr

tr

al

al

an

an

Contoh:

Contoh:

Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam

Asam karboksilat bereaksi dengan basa membentuk garam

dan air.

dan air.

CH3COOH + NaOH

CH3COOH + NaOH

→ NaCH3COO + H2O→ NaCH3COO + H2O

b.

b.

R

R

ea

ea

k

k

si

si

P

P

en

en

g

g

es

es

t

t

er

er

an

an

A

A

sam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester.

sam karboksilat bereaksi dengan alkohol membentuk ester.

Reaksi ini disebut

(33)

Reaksi-reaksi Ester 

Reaksi-reaksi Ester 

a.

a.

Es

Es

te

te

r

r

dap

dap

at

at

ter

ter

hid

hid

ro

ro

lis

lis

is d

is d

eng

eng

an

an

pen

pen

ga

ga

ruh

ruh

asa

asa

m

m

membentuk alkohol dan

membentuk alkohol dan

asam karboksilat.

asam karboksilat.

b.

b.

Re

Re

ak

ak

si

si

hid

hid

r

r

oli

oli

sis

sis

mer

mer

upa

upa

ka

ka

n k

n k

eba

eba

lik

lik

an

an

dar

dar

i

i

pengesteran.

pengesteran.

Contoh:

Contoh:

Hidrolisis etil asetat menghasilkan etil alkohol

Hidrolisis etil asetat menghasilkan etil alkohol

dan asam asetat.

(34)

Reaksi-reaksi Holoalkana

Reaksi-reaksi Holoalkana

a.

a.

Sub

Sub

st

st

itu

itu

si

si

A

A

to

to

m H

m H

alog

alog

en

en

den

den

g

g

an G

an G

ugu

ugu

s

s

OH

OH

Atom halogen dari haloalkana dapat diganti oleh gugus

Atom halogen dari haloalkana dapat diganti oleh gugus

OH

OH

 jika haloalkana direaks

 jika haloalkana direaks

ika dengan sua

ika dengan sua

tu larutan basa kuat,

tu larutan basa kuat,

misalnya dengan NaOH.

misalnya dengan NaOH.

CH3

CH3

——

CH2

CH2

——

Cl

Cl +

+ NaOH

NaOH

CH3

CH3

——

CH2

CH2

——

OH + NaCl

OH + NaCl

b.

b.

Eliminasi

Eliminasi

HX

HX

Haloalkana dapat mengalami eliminasi HX

Haloalkana dapat mengalami eliminasi HX

jika dipanaskan

jika dipanaskan

bersama suatu

(35)

Kegunaan Holoalkana

Kegunaan Holoalkana

a.

a.

Ha

Ha

lo

lo

al

al

ka

ka

na

na

Se

Se

ba

ba

g

g

ai

ai

Za

Za

t A

t A

ne

ne

st

st

es

es

i

i

Kloroform (CHCl

Kloroform (CHCl33) pernah digunakan secara luas ) pernah digunakan secara luas sebagai zat anestesebagai zat anestesisi

(pembius), tetapi kini sudah diting

(pembius), tetapi kini sudah ditinggalkan Kloroegalkan Kloroetana (Ctana (C22HH55Cl) digunakanCl) digunakan

sebagai bahan anestesi lokal.

sebagai bahan anestesi lokal.

b.

b.

Haloalkana

Haloalkana

sebagai

sebagai

Antiseptik

Antiseptik

Iodoform (CHI

Iodoform (CHI33) adalah suatu zat berwarna kuning, berbau khas, dan) adalah suatu zat berwarna kuning, berbau khas, dan

digunakan sebagai antiseptik.

digunakan sebagai antiseptik.

c.

c.

Haloalkana

Haloalkana

sebagai

sebagai

Pelarut

Pelarut

Tetraklorometana (CCl

Tetraklorometana (CCl44) digunakan sebagai pelarut untuk oli dan lemak) digunakan sebagai pelarut untuk oli dan lemak

dan dalam pencucian

(36)

d.

d.

Haloalkana

Haloalkana

sebagai

sebagai

Bahan

Bahan

Pemadam

Pemadam

Api

Api

Alkana terhalogenasi sempurna, seperti karbon tetraklorida,

Alkana terhalogenasi sempurna, seperti karbon tetraklorida,

CCl

CCl

44, dan bromoklorodifluorometana (dikenal dengan nama

, dan bromoklorodifluorometana (dikenal dengan nama

BCF) dapat memadamkan api.

BCF) dapat memadamkan api.

e.

e.

Senyawa

Senyawa

Klorofluorokarbo

Klorofluorokarbo

n

n

(CFC)

(CFC)

dan

dan

Freon

Freon

Freon merupakan nama dagang bagi

Freon merupakan nama dagang bagi suatu golongan senyawsuatu golongan senyawaa

klorofluorok

klorofluorokarbon (CFC) yang arbon (CFC) yang digunakan sebagai cairan pendingindigunakan sebagai cairan pendingin

(

(refrigerant) atau sebagai propelan aerosol.refrigerant) atau sebagai propelan aerosol.

f

f

.

.

Berbagai

Berbagai

Jenis

Jenis

Senyawa

Senyawa

Haloalkena

Haloalkena

Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar pada

Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar pada

industri plastik dan

(37)

e.

e.

Senya

Senya

wa

wa Klorofluorokarbon

Klorofluorokarbon (CFC)

(CFC) dan

dan Freon

Freon

Freon merupakan nama

Freon merupakan nama

dagang bagi suatu golongan

dagang bagi suatu golongan

senyaw

senyaw

a klorofluorokarbon (CFC)

a klorofluorokarbon (CFC)

yang digunakan

yang digunakan

sebagai cairan pendingin (

sebagai cairan pendingin (

refrigerant 

refrigerant 

) atau sebagai

) atau sebagai

propelan aerosol.

propelan aerosol.

f

f

.

.

Berba

Berbagai

gai Jenis

Jenis Senyawa

Senyawa Haloa

Haloalkena

lkena

Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar

Vinilklorida dan kloroprena merupakan bahan dasar

pada industri plastik dan

(38)

Kegunaan Alkohol

Kegunaan Alkohol

a

a.

.

M

Me

et

ta

an

no

ol

l

1.

1. Sebagian Sebagian besar besar produksi produksi metanol metanol diubah diubah menjadi menjadi metanalmetanal

(formaldehida) yang digunakan untuk membuat polimer (plastik). (formaldehida) yang digunakan untuk membuat polimer (plastik). 2.

2. Metanol Metanol juga juga digunakan digunakan sebagai sebagai pelarut pelarut dan dan untuk untuk membuatmembuat senyawa organik lain, seperti ester.

senyawa organik lain, seperti ester. 3.

3. Metanol Metanol dapat dapat dicampurkan dicampurkan dengan dengan bahan bahan bakar bakar bensin bensin sampaisampai kadar 15% tanpa

kadar 15% tanpa mengubah konstruksi mesin kendaraan.mengubah konstruksi mesin kendaraan.

b

b.

.

E

Et

ta

an

no

ol

l

Dalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spiritus, Dalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spiritus, dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70% yang digunakan

dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70% yang digunakan sebagaisebagai

pembersih luka), dalam minuman beralkohol (bir, anggur, dan wiski) atau pembersih luka), dalam minuman beralkohol (bir, anggur, dan wiski) atau dalam air tape.

(39)

Kegunaan Eter 

Kegunaan Eter 

Eter yang terpenting adalah dietil eter yang dalam kehidupan

Eter yang terpenting adalah dietil eter yang dalam kehidupan

sehari-hari

sehari-hari maupun dalam

maupun dalam

perdagang

perdagang

an

an disebut

disebut eter

eter

.

.

c.

c.

Metil

Metil ters-butil

ters-butil eter

eter (MTBE)

(MTBE)

digunakan sebagai aditif

digunakan sebagai aditif

bensin, yaitu untuk

bensin, yaitu untuk

menaikkan nilai oktan.

menaikkan nilai oktan.

Kegunaan utama eter:

Kegunaan utama eter:

a

a.

.

s

se

eb

ba

ag

ga

ai p

i pe

el

la

ar

ru

ut

t

b.

b.

ob

obat

at biu

bius (

s (

an

anes

este

tesi)

si)

pa

pada

da

op

oper

eras

asi

i

dietil eter adalah obat bius yang diberikan melalui

dietil eter adalah obat bius yang diberikan melalui

pernapasan, seperti

(40)

Kegunaan Aldehida

Kegunaan Aldehida

Formaldehida merupakan aldehida yang paling banyak

Formaldehida merupakan aldehida yang paling banyak

diproduksi dan me

diproduksi dan me

mpunyai bany

mpunyai bany

ak kegunaan antara lain:

ak kegunaan antara lain:

2.

2.

Untuk

Untuk

membuat

membuat

berbagai

berbagai

jenis

jenis

plastik

plastik

termoset

termoset

(plastik

(plastik

yang tidak meleleh pada pemanasan).

yang tidak meleleh pada pemanasan).

1.

1.

Un

Un

tu

tu

k m

k m

em

em

bu

bu

a

a

t

t

f

f

or

or

ma

ma

li

li

n

n

Formalin yaitu

Formalin yaitu

larutan 40%

larutan 40%

formaldehida dalam

formaldehida dalam

air

air

.

.

Formalin digunakan untuk

Formalin digunakan untuk

mengawetk

mengawetk

an contoh biologi

an contoh biologi

dan juga mengawetkan mayat, tetapi tidak boleh

dan juga mengawetkan mayat, tetapi tidak boleh

digunakan untuk mengawetkan makanan.

(41)

Kegunaan Keton

Kegunaan Keton

Keton yang paling banyak penggunaannya adalah

Keton yang paling banyak penggunaannya adalah

propanon, yang dalam dunia perdagangan dan

propanon, yang dalam dunia perdagangan dan

k

k

ehidupan sehari-hari

ehidupan sehari-hari

disebut aseton.

disebut aseton.

Kegunaan utama aseton antara lain:

Kegunaan utama aseton antara lain:

a.

a.

seb

sebag

agai pe

ai pelar

larut, kh

ut, kh

ususn

usu

snya un

ya untuk z

tuk zat

at-z

-zat y

at y

ang

ang

kurang polar dan nonpolar.

kurang polar dan nonpolar.

b.

b.

seb

sebag

agai p

ai p

emb

ember

ersih p

sih pew

ew

arn

arna k

a kuk

uku (k

u (k

ut

utek)

ek)

c.

c.

ba

baha

han un

n untu

tuk mem

k membu

buat p

at par

arfu

fum k

m kar

aren

ena be

a be

rb

rbau

au

harum.

(42)

Beberapa Asam Karboksilat dalam

Beberapa Asam Karboksilat dalam

Kehidupan Sehari-hari

Kehidupan Sehari-hari

a.

a.

As

Asam

am

F

For

or

ma

ma

t (

t (As

Asam

am

Se

Semu

mut)

t)

1.

1.

Asam forma

Asam format adalah cair

t adalah cairan tak berw

an tak berw

arna,

arna,

berbau tajam, mudah larut dalam air, alkohol,

berbau tajam, mudah larut dalam air, alkohol,

dan

dan

eter

eter

.

.

2.

2.

Dalam jumlah k

Dalam jumlah kecil juga

ecil juga terdapa

terdapa

t dalam

t dalam

keringat.

keringat.

3.

3.

Asam forma

Asam format ter

t tergolong asam lemah, t

golong asam lemah, t

etapi

etapi

merupakan yang terkuat di antara asam

merupakan yang terkuat di antara asam

alkanoat.

(43)

Asam asetat adalah asam yang

Asam asetat adalah asam yang

terdapat dalam cuka makan.

terdapat dalam cuka makan.

Kadar asam asetat yang terdapat

Kadar asam asetat yang terdapat

dalam cuka makan sekitar 20

dalam cuka makan sekitar 20

 –

 –

25%.

25%.

b. Asam Asetat (Asam Cuka)

(44)

Ester 

Ester 

Berdasarkan jenis asam dan alkohol penyusunnya,

Berdasarkan jenis asam dan alkohol penyusunnya,

ester lazim dikelompokkan ke dalam tiga golongan

ester lazim dikelompokkan ke dalam tiga golongan

berikut.

berikut.

a.

a.

Es

Es

t

t

er

er

Bu

Bu

ah

ah

-b

-b

ua

ua

ha

ha

n

n

Ester yang memiliki sepuluh atom karbon atau

Ester yang memiliki sepuluh atom karbon atau

kurang pada suhu kamar berupa zat cair yang

kurang pada suhu kamar berupa zat cair yang

mudah menguap

mudah menguap

dan mempunyai aroma yang

dan mempunyai aroma yang

sedap.

(45)

b. Lilin

b. Lilin

Lilin (

Lilin (wax 

wax 

) adalah

) adalah

ester dari asam karboksilat

ester dari asam karboksilat

berantai panjang dengan alkohol berantai

berantai panjang dengan alkohol berantai

panjang.

panjang.

c.

c.

Lemak

Lemak dan

dan Miny

Minyak

ak

Lemak adalah ester dari gliserol dengan

Lemak adalah ester dari gliserol dengan

asam-asam karboksilat suku tinggi. Kegunaan utama

asam karboksilat suku tinggi. Kegunaan utama

lemak adalah

lemak adalah

sebagai bahan makanan (minyak

sebagai bahan makanan (minyak

goreng dan margarin) dan untuk me

goreng dan margarin) dan untuk me

mbuat

mbuat

sabun.

Referensi

Dokumen terkait

Variabel risiko sistematik tidak signifikan berpengaruh terhadap PIE ratio baik pada semua sektor, sektor aneka industri, sektor industri barang konsumsi, sektor

Transaksi leasing dalam bentuk sale and lease back ini pada prisipnya adalah pihak lessee sengaja menjual barang modalnya kepada lessor untuk kemudian dilakukan kontrak sewa

Sisi yang sempit, hanya dibahas pada masalah penelitian yang akan dijawab melelui data yang diperoleh tersebut, sedang sisi yang lebih luas, interpretasinya tidak hanya

bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah omor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah , maka Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Jayawijaya,

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Tahapan pelaksanaan pemungutan pajak kendaraan bermotor di kantor Dispenda Provinsi Sulawesi Selatan, 2)

Sudut Personal control, kasus pemasungan yang terjadi dapat disimpulkan bahwa para pelaku pemasungan terhadap penderita gangguan jiwa yang merupakan keluarganya

feedforward setiap neuron masukan

Maksud dari penelitian adalah untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh konsentrasi gula dan lama fermentasi terhadap karakteristik minuman kombucha daun cincau hijau