• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Menghitung Data Ukur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Cara Menghitung Data Ukur"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

January 26, 2015

[XLS-SVY-22]: Rumus Excel Untuk Menghitung Konstanta Pasut (Amplitudo Dan Phase)

Dengan Metode Hitung Kuadrat Terkecil

(Lanjutan)

Filed under: Excel, Tukang Ukur — cadex @ 16:13

Referensi :

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan

VBA Excel

Plaform

:

Microsoft Excel

Lokasi File :

Uraian di bawah adalah lanjutan dari posting sebelumnya

A. Input Data Pengamatan

Data pengamatan dimasukkan dengan format table seperti di atas dengan terlebih dahulu

memasukkan tanggal pengamatan pertama di cell [C6]. Data pengamatan muka air tiap jam pada tanggal yang sama dimasukan sesuai mulai dari kolom [D:AA].

B. Konstanta Astronomis untuk 9 Konstituent

▸ Baca selengkapnya: cara menghitung lplpo

(2)

[E27]

=360/D27

Merubah periode menjadi kecepatan satuan derajat/jam

Copy rumus di [E27] ke bawah untuk menghitung kecepatan

sudut tiap konstituen

[F27]

=RADIANS(E27)

Merubah kecepatan sudut dalam satuan radian/jam

Copy rumus [F27] ke bawah untuk menghitung kecepatan sudut

di tiap konstituen

C. Membuat Persamaan Observasi dan Menghitung dengan

Hitung Kuadrat Terkecil

C.1. Matrix Observasi [L]

Cell

Rumus

(3)

[E75]

=E74*24

[AC6]

=IF(COUNT($AD$6:AD6)<=$E$75,COUNT($AD$6:AD6),NA())

[AD6]

=1

[AD7]

=AD6+($AE7=1)

(4)

[AF6]

=OFFSET($C$5,$AD6,)+OFFSET($C$5,,$AE6)

[AG6]

=OFFSET($C$5,$AD6,$AE6)

(5)

Cell

Rumus

[AI1]

=MOD(COLUMNS($AI$2:AI2),2)

[AI2]

=OFFSET($F$26,AI1,)

[AH6]

=1

[AI6]

=IF(LEFT(AI$5,1)="A",COS(AI$2*$AC6),-SIN(AI$2*$AC6))

Buat Named Range dengan properties sebagai berikut:

(6)

Cell

Rumus

[BD6] =MMULT(MMULT(MINVERSE(MMULT(TRANSPOSE(MatrixA),MatrixA))

,TRANSPOSE(MatrixA)),MatrixL)

(7)

[BG6] =BF6+AG6

D. Menghitung Amplitudo Dan Phase

Cell

Rumus

[D81]

=BD6

[E82]

=VLOOKUP(E$80&$B82,$BC$6:$BD$24,2,0)

[G81]

=D81

(8)

[H82]

=MOD(DEGREES(ATAN2(E82,F82)),360)

[I82]

=RADIANS(H82)

Dengan acuan hitungan di atas, maka untuk pengamatan 30 hari atau lebih bisa dikembangkan lebih lanjut. Demikian juga jika diperlukan untuk perhitungan konstanta pasut yang lebih atau kurang dari 9 konstituent.

Silakan download file di sini untuk dipelajari lebih lanjut. ==semoga bermanfaat==

Comments (8)

[XLS-SVY-22]: Rumus Excel Untuk Menghitung Konstanta Pasut (Amplitudo Dan Phase)

Dengan Metode Hitung Kuadrat

Terkecil

Filed under: Excel, Tukang Ukur — cadex @ 09:41

Referensi :

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan

VBA Excel

Plaform

:

Microsoft Excel

Lokasi File :

Pada posting [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut Dengan VBA Excel hitungan kontanta pasut yang terdiri dari Amplitudo dan Phase dengan metode hitung kuadrat terkecil menggunakan VBA Excel atau macro. Sedangkan pada posting kali ini akan diuraikan proses hitungan yang sama tetapi hanya dengan menggunakan rumus/fungsi Microsoft Excel tanpa menggunakan VBA Excel.

(9)

Mengacu ke Rumus-5, jika akan mencari 9 nilai Konstanta Pasut, maka nilai yang akan dicari (parameter) ada 19 parameter yaitu nilai Z0, A1, A2, …… , A9 dan B1, B2, B3, …., B9. Selanjutnya nilai masing-masing Amplitudo dan Phase dihitung dengan Rumus-6 dan Rumus-7.

Nilai ω1, ω2, ω3, ….., ω9 adalah suatu konstanta kecepatan sudut untuk masing-masing constituent yang didapat dari 5 (lima) dasar kecepatan astronomi (5 (Five) Basics astronomical speeds). Silakan baca di link berikut untuk rumus mendapatkan nilai ω1, ω2, ω3, ….., ω9 dari Five basic astronomical speeds.

Persamaan observasi untuk pengamatan muka air tiap jam selama 15 hari akan didapatkan (15 hari x 24 jam /hari )=360 jam atau 360 persamaan dengan uraian sebagai berikut:

(10)

Dengan menggunakan prinsip least square (hitung kuadrat terkecil), persamaan observasi di atas kemudian dibentuk dalam format matrix:

[L]+[V]=[A].[X]

[L] : matrix data ukuran (observasi), [V]: matrix koreksi, [A]: matrix koeffisien dan [X]: matrix parameter dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Matrix [A] dihitung dengan men-derivatifkan atau “menurunkan” tiap persamaan observasi terhadap Z0, A1, A2, …… , A9 dan B1, B2, B3, …., B9 atau terhadap parameter yang dicari

(11)

Klik di sini untuk penerapan rumus excelnya

Leave a Comment

November 2, 2013

[XLS-SVY-05]: Form Excel Untuk Perhitungan Pasut Dengan Hitung Kwadrat

Terkecil

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: Least Square, Surveying, Tidal Prediction — cadex @ 09:06

Referensi

:

[XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel

Platform

:

Excel

Lokasi File

:

download rev-2

download rev-3

Pada post [XLS-SVY-01]: Prediksi Pasut dengan VBA Excel telah dijelaskan teori perhitungan pasang surut metode least square dengan vba excel.

Kali ini akan diuraikan tahapan pengisian pada form excel yang sudah ada program macro (vba) untuk perhitungan prediksi pasang surut (Tidal Prediction)

1. Jalankan file Excel, kemudian set

security level

ke ‘

medium

’.

Untuk excel 2003, click menu ‘Tool2’>>’Macro’>>’Security’

Pilih Security ‘Medium’. Untuk excel yang lain silahkan di cari di menu help atau bisa dicari lewat om google.

2.

download rev-2

(excel 2003) formnya, kemudian extract zip filenya

3. Setelah buka file hasil download tersebut. Saat ada konfirmasi macro, click ‘

Enable Macros

4. Dalam form tersebut sudah ada contoh data hasil pengamatan pasang surut selama 29 hari (1-29 Maret 2008) dengan interval

bacaan pada peil scale (rambu ukur) pasang surut tiap 1 jam

Bacaan rambu ukur, dimasukkan dalam satuan meter.

Data ini bisa diganti jumlah harinya, asalkan interval pengamatan adalah 1 (satu) jam

(12)

Urutan pengisian adalah:

1. Isikan informasi lokasi pengamatan, jenis alat yang dipakai dan unit pengukuran di area nomer 1

2. Area Nomer 2 :

-Masukkan di cell [B10] tanggal awal pengamatan.

-Isikan bacaan pengamatan rambu ukur tiap jam di [C10:Z10] dari jam 0:00 sampai jam 23:00

-Isikan pengamatan di tanggal berikutnya di hari ke-2 sampai hari ke-29 sehingga didapat data pengamatan pasang surut sebanyal 29

hari x 24 bacaan/hari = 696 bacaan

(13)

[$C$10:$Z$38]: Data pengamatan pasang surut

[$G$67:$G$75]: Periode untuk masing-masing 9 konstituent.

kemudian click ‘OK’

4. Hasil perhitungan di Area nomer 4:

5. Grafik di Area nomer 5 akan terbentuk secara otomatis. Grafik ini terdiri dari 4 Series yaitu:

1. Posisi Mean Sea Level

2. Actual Pengamatan Pasang Surut

3. Prediksi Pasang Surut berdasarkan rumus harmonic dengan 9 parameters (9 konstituent)

4. Grafik beda elevasi antar hasil hitungan (prediksi) dan actual

(14)

6. Tabel di area nomer 6:

Update 15 November 2012:

Untuk memfasilitasi pengunjung yang menginginkan hitungan untuk data pengamatan 15hari, silahkan di download rev-2.

Cara penggunaannya sama dengan sebelumnya, hanya saja yang membedakan adalah pilihan blok data pasutnya menjadi [$C$10:$Z$24]. Dengan cara yang sama pula silahkan dicoba jika datanya lebih dari 29 hari.

Mohon tanggapannya jika ada error atau salah hitung

Update 1 September 2012:

Revisi terbaru (download rev-3) menggunakan macro di excel 2007. Pada versi ini data input dan output dimasukkan dalam sheet yang berbeda.

Sheet [Input] hanya berisi informasi data pengukuran elevasi dan informasi pendukung lainnya seperti lokasi pengamatan.

(15)

Sheet [Calculation] ada tambahan tombol [Calculate] untuk memulai menghitung setelah data dimasukkan secara lengkap di sheet [Input]

Tampilan grafik dirubah sedikit dengan menampilkan label Mean Sea Level (MSL) dan label deviasi antara harga perhitungan dan pengamatan yang mempunyai deviasi terbesar.

(16)

==selamat mencoba==

Comments (126)

May 29, 2013

[XLS-SVY-21]: Menampilkan Cross Section 3D Dengan Chart

Excel

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: cross section, rotation matrix — cadex @ 09:06

Referensi

:

Platform

: Excel 2007

Lokasi file

:

download

Sebenarnya di Excel sudah menyediakan type "Surface Chart" yang bisa menampilkan grafik dengan data input 3 dimensi (XYZ) termasuk kemampuan untuk merubah properties sudut putarnya. Surface Chart bisa menampilkan grafik atau surface 3D jika nilai data X dan Y mempunyai nilai increment yang tetap atau dengan sistem grid karena dalam Surface Chart X dan Y tidak ditampilkan sebagai data numeric sehingga bukan nilai actual X dan Y itu sendiri.

(17)

Data di atas mempunyai nilai X dan Y yang tetap.

Untuk menampilkan data cross section dimana data X dan Y nya tidak teratur, seharusnya ada type chart tambahan yaitu 3D XYZ (scattered) tetapi sampai saat ini saya belum menemukan type chart yang dimaksud. Agar tampilan cross section 2D dapat ditampilkan 3D, maka data XYZ cross section dimanipulasi dengan matrik rotasi kemudian diplotkan di grafik XY (Scattered).

Format data cross section yang dipakai untuk simulasi ini adalah sama dengan data yang pernah dibahas di posting [XLS-SVY-007]: Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCADdan [XLS-SVY-13]: Plotting Cross Section dari Excel ke AutoCAD Versi 1.1. Dalam contoh cross section terlampir terdapat 3 buah cross section 2D yang akan diplot menjadi cross 3D. Nilai koordinat X diambil dari nama station dalam bentuk numeric. Misal untuk station 0+000 dan 100+000, maka koordinat X nya berturut-turut adalah 0 dan 100. Sedangkan koordinat Y mengacu jarak dari centerline atau offset dan nilai Z mengacu ke elevasi.

Berikut adalah cuplikan data yang dimaksud berikut dengan Chart 2D :

Station/Sheet

Data & Chart 2D

(18)

50

100

(19)

Semua proses pembentukan tabel dan perhitungan menggunakan fungsi formula excel tanpa menggunakan macro.

Uratan perhitungan adalah sebagai berikut:

1. Menghitung jumlah

record dari sheet yang

akan ditamplikan di chart

3D

[A3:A5] List nama sheet dari masing-masing data 2D cross section. Diisi dengan numeric

[B3]

=COUNT(INDIRECT("’"&A3&"’!B1:B

300

"))

menghitung jumlah record di sheet A3. Maksimal record

300

Copy rumus [B3] ke bawah untuk menghitung record di sheet lainnya

[C3:C5]

cell bantu untuk menunjukkan lokasi perpindahan cross di table baru. Tabel baru adalah tabel gabungan dari

beberapa data cross

[B1]

=SUM(B3:B5)

jumlah record di tabel baru

[C1]

=COUNT(A3:A50)

jumlah sheet yang akan ditampilkan

2. Menggabungkan

record dalam satu tabel

baru

[E3]=IF(ROWS($E$2:E2)<=

$B$1

,ROWS($E$2:E2))

[F3]=LOOKUP(E3,$C$3:$C$5,$A$3:$A$5)

[G3]=OFFSET(INDIRECT("’"&$F3&"’!$B$1"),COUNTIF($F$3:$F3,$F3),)

[H3]=OFFSET(INDIRECT("’"&$F3&"’!$c$1"),COUNTIF($F$3:$F3,$F3),)

[E3] membuat nomer urut record di tabel baru. Bernilai FALSE

jika nomer urut melebihi dari hitungan jumlah record di

[F3] menampilkan angka STA (koordinat X), berdasarkan cell

bantu di cell [$C$3:$C$5]

[G3] menambil nilai offset (Y) dari berdasarkan nama sheet di

cell [F3]

[H3] menambil nilai offset (Z) dari berdasarkan nama sheet di

cell [F3]

(20)

3. Setting Matriks Rotasi

[K3],[K4]

dan [K5]

Masukkan sudut rotasi dalam satuan derajat

[L3]

=RADIANS(K3)

[L4]

=RADIANS(K4)

[L5]

=RADIANS(K5)

Buat "Named Range" rx, ry dan rz yang mengacu ke range [L3], [L4] dan [L5]

[J9]

=COS(ry)*COS(rz)

[J10]

=-COS(ry)*SIN(rz)

[J11]

=SIN(ry)

[K9]

=COS(rx)*SIN(rz)+SIN(rx)*SIN(ry)*COS(rz)

[K10]

=COS(rx)*COS(rz)-SIN(rx)*SIN(ry)*SIN(rz)

[K11]

=-SIN(rx)*COS(ry)

[L9]

=SIN(rx)*SIN(rz)-COS(rx)*SIN(ry)*COS(rz)

[L10]

=SIN(rx)*COS(rz)+COS(rx)*SIN(ry)*SIN(rz)

[L11]

=COS(rx)*COS(ry)

4. Perkalian Matrix Asal

dengan Matrix Rotasi

Matrix Asal adalah matrix yang dibentuk dari tabel baru dengan mangambil nilai X,Y dan Z. Jumlah baris di

matrix adalah=banyaknya record=[B1], sedangkan jumlah kolomnya=

adalah dimulai dari

F3

, dengan jumlah baris sebanyak

B1

ke bawah dan lebar ke kanan 3 kolom atau kalo

dinyatakan dalam rumus excel adalah =OFFSET(

$F$3

,,,

$B$1

,

3

).

Formula bawah ini named range dan formula yang dipakai untuk perhitungan perkalian matrix:

_3dCross =OFFSET($F$3,,,$B$1,3)

matrix asal

_2DPlot

=MMULT(_3dCross,TRANSPOSE($J$9:$L$10))

perkalian matrix asal ke matrix rotasi. Hasil dari perkalian ini adalah matrix dengan dimensi (n x 2), n=

jumlah record dan 2 adalah absis x dan y yang akan diplot di chart 2D xy scattered

5. Setting series untuk

chart XY Scattered

_x

=OFFSET($F$3,,,$B$1)

_sta

=OFFSET($A$3,,,$C$1)

_xPlot

=INDEX(_2DPlot,,1)

_yPlot

=INDEX(_2DPlot,,2)

__x1

=IF(_x=INDEX(_sta,1),_xPlot,NA())

__x2

=IF(_x=INDEX(_sta,2),_xPlot,NA())

__x3

=IF(_x=INDEX(_sta,3),_xPlot,NA())

(21)

__y1

=IF(_x=INDEX(_sta,1),_yPlot,NA())

__y2

=IF(_x=INDEX(_sta,2),_yPlot,NA())

__y3

=IF(_x=INDEX(_sta,3),_yPlot,NA())

Rangkuman named range yang dipakai dalam perhitungan dan chart adalah

Untuk setting chart dan bentuk box, silahkan dipelajari lebih lanjut dari file terlampir. ==selamat mencoba==

Leave a Comment

May 28, 2013

[XLS-SVY-02]: Catatan Rumus Excel Untuk Juru Ukur (Bagian

#1)

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: konversi sudut — cadex @ 12:04

Referensi

:

Platform

:

Microsoft Excel

Lokasi File

:

Note: Semua rumus yang dipakai menggunakan setting microsoft excel pemisah desimal adalah titik "."

Konversi sudut

1. Radian(misal di A1) ke Derajat =DEGREES(A1) 2. Derajat(misal di B1) ke Radian =RADIANS(B1) 3. Derajat (misal di C8) ke Derajat-Menit-Detik

(22)

Derajat =TRUNC(C8)

Menit =TRUNC((C8-TRUNC(C8))*60)

Detik =3600*(C8-TRUNC(C8))-60*TRUNC((C8-TRUNC(C8))*60) 3.a. Derajat-Menit-Detik ke Desimal

Misal nilai derajat, menit dan detik disimpan masing-masing di A1, B1, dan C1 dan hasil konversi ke desimal adalah di D1, maka rumus konevrsinya adalah

D1=A1+B1/60+B1/3600 atau D1=SUMPRODUCT(A1:C1/{1,60,3600}) 4. Derajat (misal di B1) ke Derajat-Menit-Detik dengan ‘Format Cell’ Misal hasilnya akan ditampilkan di C1, maka di C1=B1/24

1. Di cell C1, tekan CTRL+1

2. Pada ‘Format Cells’, pilih ‘Custom’ 3. Ketik ‘Custom Type’ [h]-m-s.000

4. Hasil sudut ditampilkan dalam format derajat-menit-detik. Angka untuk detik ditampilkan dalam 3 (tiga) desimal

5. Konversi format derajat, menit dan detik ke sudut d.mmss

Salah satu format sudut yang didapat hasil download Total Station adalah format d.mmss. Format sudut ini juga dipakai di Autodesk Civil 3D Survey pada saat proses perhitungan least square atau perhitungan hasil pengukuran.

Contoh:

sudut 30 derajat, 1 menit, 1 detik, dalam format d.mmss akan ditulis: 30.0101 sudut 333 derajat, 0 menit, 2.34 detik, dalam format d.mmss akan ditulis : 333.00234

Misal kolom sudut derajat,menit dan detik ada di A1, B1 dan C1, maka rumus sudut dalam format d.mmss adalah

D1=(A1 & "." & TEXT(B1,"00") & TEXT(C1*100,"00"))

6. Rumus untuk merubah type sudut d.mmss ke derajat,menit dan detik adalah:

jika E1, F1 dan G1 adalah derajat, menit dan detik hasil konversi, maka rumusnya adalah: E1=–LEFT(TEXT(D1,"000.000000"),3)

(23)

F1=–MID(TEXT(D1,"000.000000"),5,2) G1=–RIGHT(TEXT(D1,"000.000000"),4)/100 7. Rumus untuk merubah sudut d.mmss ke desimal

Jika A1 adalah sudut dalam format d.mmss dan B1 adalah hasil konversi sudut dalam desimal: B1=SUMPRODUCT(MID(TEXT(A1,"000.000000"),{1,5,7},{3,2,4})/{1,60,360000})

Hitung azimut dari dua koordinat

Jika Koordinat (X1,Y1) titik 1 adalah D19,E19 dan Koordinat (X2,Y2) titik 2 adalah D21,E21

maka rumus azimuth diexcel dalam satuan derajat adalah

=DEGREES(ATAN2((E21-E19),(D21-D19)))+IF(ATAN2((E21-E19),(D21-D19))<0,360) Pengurangan Sudut

Misal bacaan sudut ke titik#1 adalah A1, dan bacaan sudut ke titik#2 adalah B1, maka besar sudut dari A1 ke B1 adalah =B1-A1+IF(A1>B1,360) Penambahan Sudut =A1+B1-IF(A1+B1>360,360) <<bersambung>> Comments (27)

May 26, 2013

[GEN-SVY-02]: Matriks Rotasi 3

Dimensi

Filed under: Map, Tukang Ukur — Tags: Matrix Rotation, Transformasi 3D — cadex @ 11:53

Referensi

:

Rotation Matrix

Platform

:

Lokasi File

:

download penurunan rumus matriks rotasi

Matriks rotasi di bidang pemetaan banyak dipakai untuk transformasi koordinat, khususnya transformasi koordinat 3D. Sedangkan untuk aplikasi di luar pemetaan banyak dipakai untuk visualisasi 3D dan pemograman 3D.

(24)

Posting kali ini menguraikan pembuktian / menurunkan persamaan matriks rotasi dalam sistem koordinat 3 (tiga) dimensi:

Koordinat P (Xp, Yp, Zp) akan dirotasi dengan urutan

rotasi berturut-turut dengan sumbu putar di sumbu-X,

sumbu-Y dan sumbu-Z

Matrik rotasi menggunakan aturan sistem aturan tangan kanan. Dalam sistem aturantangan kanan, sudut positif adalah searah dengan lipatan jari tangan apabila ibu jari tangan kanan diarahkan ke arah positif koordinat. Sudut rotasi dengan sumbu putar sumbu-x, sumbu-y dan sumbu-z didefinisikan berturut-turut sebagai ω, φ dan κ.

Proses penurunan matriks rotasi mengikuti urutan sebagai berikut: 1. Rotasi terhadap sumbu-X (ω), kemudian

2. Rotasi terhadap sumbu-Y (φ), kemudian 3. Rotasu terhadap sumbu-Z (κ)

(25)

2. Rotasi terhadap sumbu-y (φ)

(26)

Penerapan matriks rotasi ini akan dibahas pada posting berikutnya. ==semoga bermanfaat==

Leave a Comment

April 20, 2013

[CAD-CIV-16]: Mengolah Raw Data Total Station Nikon Dengan Excel Dan Civil

3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: Civil 3D, Survey, Total Station — cadex @ 19:26

Referensi

:

Platform

:

Excel 2007 & Civil 3D

Lokasi File

:

[XLS-SVY-16]: Add-Ins Excel untuk Konversi Data Ukur Lapangan ke Fieldbook (FBK) menjelaskan metode pengolahan data hasil pengukuran topografi dengan digital theodolit dan thedolit di form excel, kemudian dirubah menjadi file FBK. Civil 3D meng-import file FBK tersebut ke Civil sehingga secara otomatis data hasil perhitungan bisa tersimpan di database civil 3D Survey.

Posting kali ini menjelaskan metode yang sama tetapi data pengukuran didapat dari Raw Data Total Station Nikkon versi "Nikon RAW data format V2.00".

(27)

Terimakasih sebesar-besarnya kepada http://www.jelajahsurvey.com/ yang telah bersedia

memberikan data hasil pengukuruan topography-nya untuk dipakai di posting ini. Pada pengukuran tersebut meliputi pengukuran poligon dan pengukuran detail situasi yang dikerjakan oleh tiga team surveyor masing-masing menggunakan Total Station Nikon dan dipimpin oleh satu orang Team Leader. Semua data hasil pengukuran dikumpulkan di Team Leader.

Secara garis besar, urutan pengolahan data raw data nikkon ke FBK adalah sebagai berikut: 1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon

2. [XLS]: Edit raw data

3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK 4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

[XLS] maksudnya adalah diproses di excel sedangkan [C3D] diproses di civil 3D. 1. [XLS]: Renumber atau pengaturan penomoran detail dan poligon

Sebaiknya proses alokasi range nomer titik dilakukan setelah dilakukan design rencana jaringan poligon dan orientasi lapangan sebelum dilakukan survey dengan Total Station. Data yang aku terima belum mengikuti kaedah design alokasi range penomoran detail. Ketika saya gabungkan pengukuran dari masing-masing team, terdapat nomer ganda (duplicate number) karena masing-masing team memulai penomoran detail dengan nomer 1.

Untuk pengolahan lebih lanjut di Civil 3D, saya design alokasi nomer detail sesuai dengan tugas dan type pekerjaan sebagai berikut:

Team 1

Team-2

Titik Kontrol

Poligon Utama

Poligon Cabang

Range Nomer Titik Poligon

1 – 50

51 – 100

Titik Detail

Detail

Detail

Range Nomor Detail

1000-4999

5000-9999

Folder dan penamaan file hasil download dari Total Station juga sebaiknya disepakati sebeleum dilakukan pengukuran. Berikut contoh folder dan nama file dari tiga team di atas:

Team

Folder

Files

Keterangan

1 Team1

1_130219.trn

Pengukuran tanggal 19 February 2013 Team

1

1_130220.trn

Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team

1

1_130221.trn

Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team

1

(28)

1

2 Team2

2_130220.trn

Pengukuran tanggal 20 February 2013 Team

2

2_130221.trn

Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team

2

2_130222.trn

Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team

2

3 Team2

3_130221.trn

Pengukuran tanggal 21 February 2013 Team

3

3_130222.trn

Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team

3

3_130222.trn

Pengukuran tanggal 22 February 2013 Team

3

Saya telah membuat program add-in, Trn2Fbk_v2.xlam, untuk mempermudah proses renumber. Silahkan download program dan file raw data total station nikon, sebelum melanjutkan langkah di bawah. Hanya data dari team1 saja yang dipakai dalam tutorial ini, pengolahan data dari team yang lain pada dasarnya adalah sama tahapannya:

Tahapan

Action

1.1. Buka file Trn2Fbk_v2.xlam

Click [Enable Macros], jika muncul pesan [Microsoft Excel Security Note]

1.2. Insert Form Edit TRN

Pilih menu [Add-Ins], pada Group [TS2FBK], pilih [Insert Form Edit TRN]

Dua sheet baru ditambahkan di workbook yang aktif yaitu sheet [LISTBM] dan [Sample]

Range [F7:AG7] berisi rumus atau formula untuk renumber, memisahkan data ukuran sudut, jarak dan

kode titik (PCODE)

1.3. Memasukkan file TRN ke Form Pada Group [TS2FBK], pilih [Buka File TRN]

Pilih File 1_130219.trn. "File ini berisi pengukuran poligon"

Hasil import TRN ke form

(29)

1.4. Setting nomer detail dan nama

Sheet

Di cell [J6], masukkan nomor awal detail. Karena data diambil dari Team-1, masukkan angka 1000

Rename nama sheet [Sample] sesuai dengan nama filenya sehingga nama sheet menjadi [1_130219]

1.5. Copy Rumus di Range [F7:AG7] Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]

1.6. Mengumpulkan PCODE berdiri

alat

Jika muncul pesan seperti di bawah, maka PCODE di kolom F (STN$) atau di kolom G (BS$) belum

dimasukkan di sheet [LISTBM]

Copy PCODE di STN$ ke sheet [LISTBM] di kolom E

1.7. Memasukkan nomor BM atau

Tempat berdiri alat

Contoh PCODE yang sudah dicopy di kolom E.

Masukkan nomor titik di kolom A, mulai dari A2 ke bawah. Nomor dimulai dari 1 karena poligon

utama

[H2] menunjukkan jumlah record

[H3] : "OK" jika tidak ditemukan nomor ganda, jika ada nomer ganda muncul pesan "NOMER

DOUBLE"

1.8. Re-Run Copy Rumus

Pindah ke sheet [1_130219]

Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]

Jika tidak muncul pesan error seperti di langkah 1.6. maka proses renumber sudah berhasil.

Kolom L adalah file TRN hasil renumber

2. [XLS]: Edit raw data

Edit raw data yang dimaksud adalah proses editing kesalahan input saat dilapangan. Kesalahan input yang biasanya terjadi adalah:

1. Tinggi Alat 2. Tinggi Target 3. PCODE

4. Point Number Berdiri Alat, Backsight dan Foresight.

Informasi dari surveyor dan sket pengukuran sangat diperlukan untuk melakukan koreksi ini. Karena saya tidak menerima skets dan informasi dari surveyor, maka proses editing data saya lakukan dengan logika pengukuran saja. Logika pengukuran misalnya untuk pengukuran poligon diantaranya adalah:

(30)

1. Nomor Titik (PCODE) berdiri alat berikutnya = Nomor Titik (PCODE) foresight titik sebelumnya

2. Jika pengukuran sudut dilakukan beberapa seri, Tinggi Target (TT) Backsight tidak berubah demikian juga dengan Tinggi Target (TT) Foresight

3. Jika pengukuran jarak dilakukan beberapa kali, Jarak Miring (SD) Backsight tidak akan berbeda jauh (<=3 mm) demikian juga dengan SD Foresight

4. Beda bacaan sudut horizontal pada posisi Biasa (B) dengan Luar Biasa (LB) mendekati 180 derahat

5. Beda bacaan sudut vertical pada posisi B dan LB adalah jika dijumlah hampir mendekati 360 derajat

Berikut hasil analisa data dari file:

proses koreksi dapat dilakukan melalui Group [TS2FBK] dengan memilih pilih [Edit Data Asli TRN..] 2.1. Edit Raw Data Poligon Saja

File

Cell di excel

Error/Kesalahan

Koreksi

1_130219.trn

[A166:A167]

PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P9

Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.429

[A237:A238]

PCODE berdiri alat = PCODE Foresight PCODE Foresight diganti menjadi P14

Tingi Target (TT) diganti menjadi 1.473

[A252:A253]

TT ke titik P15 Berubah

TT ke P15 dirubah menjadi 1.424

[A348]

dengan melihat data jarak dan tinggi

target, PCODE P23 seharusnya P25

PCODE diganti menjadi P25

[A442]

dengan melihat data jarak dan tinggi

target, PCODE P2 seharusnya P1

PCODE diganti menjadi P1

[A353:A354]

Berdiri alat tetapi tidak menembak detail

sama sekali

Beri tanda CO agar data tidak diproses

Note: Setelah dilakukan editing PCODE, Re-Run [Copy Rumus] seperti langkah 1.6. Jika ditemukan error, chek list BM apakah sudah tersedia di sheet [LISTBM]

2.2. Edit Raw Data Campuran Poligon dan Detail

Tahapan

Action

2.2.1. Insert Form Edit TRN

sama dengan langkah 1.2

(31)

2.2.3 Setting nomer detail dan nama Sheet Di cell [J6], masukkan nomor awal detail 1110. Nomer terakhir dari sheet [1_130219]

1109.

Rename nama sheet menjadi [1_130220]

2.2.4. Copy Rumus di Range [F7:AG7]

Pada Group [TS2FBK], pilih [Copy Rumus]

2.2.4. Ulangi langkah di atas untuk

file1_130221.trn

sheet [1_130221], [J6]=1628

Daftarkan atau update nama titik berdiri alat PC1 sampai PC5 di sheet [LISTBM]

Nomor titik dimulai dari nomor 32

2.2.5. Lakukan yang sama untuk

file1_130222.trn

sheet [1_130222], [J6]=2647

Daftarkan atau update nama titik berdiri alat BM3, BM3A dan PC6 di sheet [LISTBM]

Nomor titik dimulai dari nomor 37

2.2.6. Simpan file Excel

File excel disimpan sesuai dengan nama team misal team1.xlsx

3. [XLS]: Konversi Raw Data yang sudah diedit ke FBK

Tahapan

Action

3.1. Konversi sheet [1_130219] TRN ke

FBK [1_130219.fbk]

Pilih Sheet [1_130219]

Pada Group [TS2FBK], pilih [Convert TRN ke FBK]

File FBK disimpan di folder yang sama dengan file excel (team1.xlsx)

Nama file sama dengan nama sheet dengan extensi *.fbk (1_130219.fbk)

3.2. Lakukan konversi untuk sheet

[1_130220], [1_130221] dan [1_130222]

4. [C3D]: Import FBK ke Civil 3D

Tahapan

Action

4.1. Jalankan program Civil 3D

Pilih template satuan metric

4.2. Buat survey database di Civil 3D.

Misal survey databasenya adalah : TopographyAreaX

Cara setting silahkan lihat di

Polygon di Civil 3D

4.2. Buat Network sesuai dengan nama team.

Misal Nama Network : team1

Cara membuat network silahkan lihat di

Perhitungan Polygon di Civil 3D

4.3. Memasukkan koordinat sementara titik awal

informasi dari file 1_130219.trn

MP,1,,9293061.0000,767913.0000,40.0000,P0

Buka notepad, kemudian ketik di notepad:

NE SS 1 9292925.0000 767874.0000 45.0000 "P1"

NE SS 31 9293061.0000 767913.0000 40.0000 "P0"

(32)

MP,2,,9292925.0000,767874.0000,45.0000,P1

Koordinat di atas adalah koordinat sementara sebelum

didapatkan koordinat Fix dari pengukuran GPS atau perhitungan

Poligon.

Sesuai dengan list nama titik di sheet [LISTBM] Nomor titik

untuk P0 adalah 31 dan P1 adalah 1

Save file note dengan extensi *.fbk, misak

[KoordAwal.fbk]

4.5. Import koordinat pendekatan ke Civil 3D

Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]

Pilih file [KoordAwal.fbk]

click [OK]

4.6. Memasukkan azimuth pendekatan dari titik P1 ke titik P0

Click kanan [Directions]>>[New]

Masukkan:

From Point: 1

To Point: 31

Direction secara otomatis terisi

click [OK]

4.7. Import file [1_130219.fbk]

Click kanan [Team1]>>[Import]>>[Import field book]

Pilih file 1_130219.fbk

click [OK]

Saat import file tersebut, muncul pesan error :

Civil 3D menemukan nomor titik berdiri alat sama dengan

titik foresight.

Berarti pada proses edit data di langka 2.1. ada

yang terlewat.

(33)

Pada [Panorama Event] click [Browse to]

Sebelumnya

Menjadi

Tahapan

Action

4.8. Reimport FBK

Di bawah [Import Events], Click kanan [1_130219.fbk]

Pilih [Re-import]

4.8. Lakukan import FBK untuk file [1_130220.fbk], [1_130221.fbk] dan

[1_130222.fbk]

(34)

=bersambung ke analisa data poligon==

Comments (2)

March 25, 2013

[XLS-SVY-20]: Tulisan Tentang Aplikasi Excel-Solver Untuk Hitung Kuadrat

Terkecil

Filed under: Excel, Tukang Ukur — Tags: adjustment, Least Square, perataan, solver — cadex @ 11:31

Referensi

:

[XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi

Platform

:

Excel 2007

(35)

Pada tulisan [XLS-SVY-17]: Solver untuk Aplikasi Hitung Kuadrat Terkecil Metode Kondisi telah diuraikan cara menggunakan excel-solver untuk perataan hasil ukuran levelling, triangulasi, trilaterasi dan traverse (poligon). Catatan tersebut kemudian saya coba tulis dalam bahasa inggris kemudian saya coba share ke forumhttp://landsurveyorsunited.com walaupun bahasa inggris saya kurang bagus, tetapi yang penting kalo nggak dicoba, kapan lagi? Silahkan download filenya dalam format PDF. Mohon bagi pembaca yang pinter bahasa inggris untuk mengoreksinya.

Ada perubahan kecil di solver model levelling, triangulasi & trilaterasi dibandingkan dengan posting terdahulu. Khusus untuk poligon ada perubahan cukup mendasar yaitu dengan ditambahkan nilai konversi dari detik ke radian. Konversi ini diperlukan karena dalam pengukuran poligon ada dua unit yaitu unit jarak dalam satuan meter dan satuan sudut dalam satuan detik/derajat.

Silahkan download solver model terbaru untuk pengukuran levelling, triangulasi, trilaterasi dan traverse (poligon).

saya tunggu comments dan masukkannya.

Leave a Comment

January 22, 2013

[CAD-CIV-17]: Membuat Surface Dari Data LIDAR / Point Clouds Di Civil

3D

Filed under: Civil3D, Tukang Ukur — Tags: Lidar, Surface — cadex @ 19:06

Referensi

:

Platform

: Civil 3D

Lokasi File

:

Salah satu cara mengolah data Point cloud atau kumpuan titik 3D hasil survey LIDAR menjadi surface di Civil 3D adalah sebagai berikut:

1. Buat file baru di Civil 3D dengan template metric.

Contoh dalam tahapan ini, saya menggunakan _AutoCAD Civil 3D

(Metric)NCS.dwt

2. Jika Toolspace civil 3D aktif, pada tab [Prospector], click kanan [Point

Clouds] kemudian pilih [Create Point Clouds..]

[Create Point Cloud..] juga bisa diaktifkan melalui menu

group [Create Ground Data]

(36)

3. Pada kotak dialog Create Point Cloud, masukkan Nama point cloud yang

akan dibuat, kemudian pilih Point Cloud Style: LIDAR Point Classification

kemudian click [Next]

4. Pada setting source data, plih [Create a new point cloud

database].

PointCloud format : LAS

click tombol

untuk memilih file hasil scanner. Setelah

file dipilih (ekstensi *.las) click tombol [Finish]

5. Proses pembuatan point cloud database sedang dibuat.

Lama proses pembuatan database tergantung besarnya file

yang diimport. Makin besar akan semakin lama.

6. Hasil import file LAS dan membuat Point Cloud Style

Hasil impot LAS masih terdiri dari gabungan beberapa klasifikasi titik

ground, vegetasi, bangunan dan lain-lain. Agar titik bisa diproses sebagai

gorund surface, maka hanya dipilih point atau titik yang diklasifikasikan

sebagai Ground:

6.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Setting].

6.2. Click [Point Cloud], kemudian [Point Cloud Style]

6.3. Click kanan point cloud style LIDAR Point Classification , kemudian

pilih [Copy]

6.4. Masukkan nama Point Cloud Style misal : LIDAR Point Classification

[Ground]

6.5. Click tab [Classification]

6.6. Pilih hanya classification nomer 2 atau [Ground]

6.7. Kemudian click [OK]

7. Menampilkan point cloud hanya ground saja

7.1. Pada toolspace Civil 3D pilih tab [Prospector].

7.2. Click [Point Clouds]

7.3. Click kanan Point clound yang telah dibuat di langkah 5 kemudian pilih

[Point Cloud Properties].

7.4. Pilih Point Cloud Style : LIDAR Point Classification [Ground]

7.5. click [Apply] kemudian [OK]

(37)

8. Membuat surface dari ground points

8.1. Pilih object titik LIDAR yang telah dibuat stylenya menjadi LIDAR

Point Classification [Ground], kemudian click kanan untuk menampilkan

menu seperti di samping.

8.2. Pilih [Add Points to Surface..]

8.3. Masukkan Nama surface dan pilih style yang dikehendaki, kemudian

click [Finish]

9. Gambar di samping adalah contoh surface yang telah diberi kontur.

10. Jika diinginkan object Lidar tidak ditampilkan.

10.1. Buat style baru untuk Point Cloud Style seperti

langkah 6. Misalkan LIDAR Point Classification [Hidden]

10.2. Pilih tab [Display], set semua layer OFF. kemudian

click [OK]

10.3 Rubah Point Cloud Style Properties seperti di langkah 7

menjadi : LIDAR Point Classification [Hidden]

==semoga bermanfaat==

Comments (2)

January 18, 2013

[CAD-MAP-14]:Konversi Titik Format ASCII (*.Csv) Ke ESRI Shape File (*.Shp) Dengan

AutocadMap Atau

Civil3D

Filed under: Civil3D, Map, Tukang Ukur — Tags: autocad map, convert, csv, shp — cadex @ 14:57

Reference

:

Platform

: min Autocad map 2009 atau civil 3D 2009

Lokasi File

:

sample data csv

Pada posting [CAD-LIS-01]: Menulis Text dari List Koordinat telah dijelaskan langkah-langkah plotting koordinat dalam format *.csv (comma delimeted) ke file autocad, sedangkan dalam [XLS-MAP-03]: Plotting List Koordinat dari Excel ke AutoCAD dijelaskan cara plotting koordinat dari table excel ke autocad dengan menggunakan visual basic application for excel (macro). Plotting titik dari excel ke

(38)

autocad juga bisa dilakukan melalui [Data Connection] seperti diuraikan di posting [XLS-MAP-05]: Plotting Koordinat Excel ke Civil 3D.

Pada posting kali ini diperkenalkan cara lainnya sekaligus bagaimana cara meng-ekspor titik-titik tersebut ke *.shp menggunakan autocad map. atau program autodesk yang sudah ada add-on map seperti land development 2009 dan civil 3D 2009. Karena saat ini program yang terinstall di

komputerr saya adalah civil 3d 2011, maka penjelasan dan snap shot gambar akan mengacu ke program civil 3d 2011.

Berikut langkah-langkah yang dimaksud:

1. Buat file baru dengan satuan metric atau pilih template dengan satuan metric.

Contoh saya menggunakan template map2d.dwt

2. Ketikkan Command: mapimport

2.1. Pilih files of type : ASCII Point File (*.txt, *.csv, *.asc, *.nez)

2.2. Pilih lokasi file *.csv yang akan diplot titiknya. Format titik yang disimpan

dalam *.csv: pointNumber, East, North, Elevation, Description

(39)

3. Lakukan setting import point:

3.1. Select formatting : PENZD

3.2. Z-Unit: Meter

3.3. Pilih code UTM

4. Contoh hasill import.

Jika hasilnya seperti ini, rubah scale-x, scale-y dan scale-z di property blocknya:

4.1. pilih semua titik (select all)

4.2. Tekan CTRL+1 untuk menampilkan propertiesnya.

4.3. Masukkan nilai 1 atau yang sesuai dengan tampilan di Scale X, Scale Y dan

Scale Z. Contoh kali ini saya masukkan nilai 10

(40)

6. Mengeksport ke *.shp

6.1. Ketikkan Command: mapexport

6.2. Masukkan nama shape file, misal: point3D

6.3. Pilih Files of type : ESRI Shapefile (*.shp)

6.4. Pilih lokasi file (folder)

7. Setting export shp

7.1. Pilih Object Type : Point

7.2. Select Object to Export: Select manually

7.3. click icon filter

7.4. Apply to: Entire Drawings

7.5. Object Type: Block Reference

7.6. Properties: Name

7.7. Operator: = Equals

7.8. Value: Map_Survey_Point

langkah 7.2 s/d 7.8 adalah memilih semua block attribute di

gambar yang bernama Map_Survey_Point. Nama ini harus sama

dengan nama block saat import atau di langkah #3

(41)

8. Pilih data yang akan diexport ke *.shp

8.1. click tab [Data]

8.2. click [Select attributes…]

8.3. click [Block Attributes]

8.4. Pilih block : Map_Survey_Point

8.5. click [OK}

9. Tampilan setelah setting attributes

9.1. Click [OK]

(42)

Referensi

Dokumen terkait

Pada dialog box diatas pilih format sesuai dengan basis data yang dibentuk dari Microsoft Excel (PENZD), kemudian source file adalah letak basis data

Data yang diperoleh adalah data dalam bentuk data panel yaitu gabungan antara time series dan cross-section untuk masing-masing variabel..

Data ini dipakai pada pengolahan data yang selanjutnya digunakan untuk membuat blok model dan penampang cross section agar mengetahui arah sebaran endapan nikel

This chapter demonstrates how to access data—from the Web, in table format, CSV format, and JSON format—and then shape it using the Power Query editor before importing it into

Data yang diperoleh dimasukkan dalam program Microsoft Excel kemudian diolah menggunakan analisis Jaringan Syaraf Tiruan, sehingga dapat diketahui pola hubungan antara

Angle and Energy Comparisons With Other Experiments Chi Distribution Coefficients From the Data Fitting o0 and 180° Cross Secti::m 90° Cross Section Total Cross Section Magnet

Data storage Data format • In Excel, fields are separated into columns • COMMA-SEPARATED VALUES .csv The data are in a ‘flat file’ and fields are separated by a COMMA ‘,’ You can

Microsoft Excel sebenarnya sudah menyediakan fitur sorting pengurutan data , filtering penyaringan data serta subtotal pengelom pokan dan perhitungan data pada sebuah table,