• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Spektroskopi Inframerah Untuk Analisis Material. Ahmad Mudzakir UPI Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Metode Spektroskopi Inframerah Untuk Analisis Material. Ahmad Mudzakir UPI Bandung"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

Metode Spektroskopi Inframerah

Untuk Analisis Material

Ahmad Mudzakir UPI Bandung

(2)

Radiasi Gelombang Elektromagnetik

Visible Light (Cahaya Tampak):

(3)

Outline

Prinsip Dasar

Instrumentasi

Preparasi sampel

(4)

Pengantar

• Penentuan struktur senyawa

Metode Kimiawi

Metode Fisika

Spektroskopi

Difraksi Sinar X

• Spektroskopi

Studi antaraksi cahaya dengan atom atau molekul.

Spektroskopi Inframerah (IR)

Spektroskopi Ultraviolet-Visible (UV-VIS)

Spektroskopi Resonansi Magnetik Inti (NMR)

Spektroskopi Absorpsi Atom (AAS)

(5)

Mengapa Spektroskopi Inframerah ?

Alasan

• Material tertentu (material hasil sintesa atau material

alami menyerap radiasi inframerah.

• Spektrum serapan inframerah suatu material mempunyai

pola yang khas.

berguna untuk identifikasi material dan identifikasi

(6)

Interaksi Materi-Radiasi Inframerah

Senyawa berikatan kovalen mempunyai kemampuan

menyerap radiasi elektromagnetik dalam daerah

spektrum inframerah.

Absorpsi radiasi IR pada material tertentu berkaitan

dengan fenomena bergetarnya molekul atau atom.

(7)

Vibrasi Molekul dan Atom

Atom-atom dalam molekul selalu mengalami vibrasi (getaran

atom dalam molekul).

Getaran atom dalam molekul (frekuensi getaran) dapat

digambarkan dalam tingkat energi vibrasi.

Jika suatu molekul menyerap radiasi inframerah, maka molekul

tersebut akan tereksitasi ke tingkatan yang lebih tinggi.

Frekuensi radiasi yang diserap haruslah sama dengan frekuensi

getaran.

Molekul atau atom bergetar dengan frekuensi yang bersesuaian

dengan frekuensi radiasi inframerah.

Frekuensi getaran

Hukum Osilator Harmonik Sederhana:

= 1/2 c (k/m)

1/2

, dengan

= frekuensi getaran (cm

-1

)

c = kecepatan cahaya dalam hampa (cm detik

-1

)

m = massa yang mengecil dari atom-atom yang bergetar

(m = (m

x

m

y

) / (m

x

+m

y

)

(8)

Jenis Getaran

1. Getaran Ulur (Stretching Vibration)

Atom-atom berosilasi pada arah sumbu ikatan tanpa mengubah sudut ikatan.

2. Getaran Tekuk (Bending Vibration)

Gerakan atom menghasilkan perubahan sudut ikatan.

Gaya pemulih yang bekerja pada getaran ulur biasanya lebih besar dari pada yang dibutuhkan untuk memulihkan getaran tekuk.

Getaran ulur terjadi pada frekuensi yang lebih tinggi dari pada getaran tekuk.

(9)

Penampakan Spektrum Inframerah

Posisi pita dalam analisa inframerah dinyatakan dalam satuan frekuensi.

Frekuensi sering dinyatakan sebagai bilangan gelombang, yakni jumlah gelombang atau panjang gelombang per centimeter (cm-1).

Hubungan antara frekuensi (bilangan gelombang) dengan panjang gelombang dinyatakan sebagai:

= 104/

dengan menyatakan bilangan gelombang (cm-1) dan

sebagai panjang gelombang dalam m

Daerah yang sering dianalisa dengan spektroskopi inframerah

adalah dalam kisaran 4000-600 cm-1 (setara dengan 2,5 – 25 m)

atau lebih rendah.

Hasil analisa dicatat dalam modus pemancar (%T) atau serapan (Abs).

(10)

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 400 800 1200 1600 2000 2400 2800 3200 3600 4000 Bilangan Gelombang (cm-1) %T 3004.9 2920.0 2850.6 1743.5 717.5 1112.9 1166.9 1469.7 1417.0 1377.0 1242.1

(11)

T

ransmittanc

e

(%)

100

80

60

40

20

0

4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000

Frequency (cm

-1

)

Daerah I

3600-2700 cm

-1

Daerah II

1800-1600 cm

-1

O-H N-H C-H

alcohols phenols carboxylic acids amines amides alkynes alkenes alkanes

C=O

acid chlorides anhydrides esters ketones aldehydes carboxylic acids amides

Daerah

Sidik Jari

(bawah 1500 cm-1) C-H =C-H -C-H O=C=O C N C C C=N C=C C-F

Diagram Korelasi

(12)
(13)

Pada senyawa anorganik (misalnya lempung) terdapat getaran Al-OH dan/atau Si-O yang akan muncul di daerah antara 1400-800 cm-1.

(14)

FTIR-8400

Interferometer: Tipe Michelson

Optik: Berkas Sinar Tunggal

S/N > 20.000

Bilangan Gelombang: 7800 ~ 350 cm

-1

Detektor: DLATGS dengan Kontrol Suhu

Sumber IR: Keramik

(15)

Sumber IR dari

Ke

eramik

Detektor DLATGS (Deuterated Triglycine Sulfate Doped with L-alamine),

(16)

Prinsip FTIR

• Analisis FTIR mirip seperti

jika kita mengukur intensitas

cahaya matahari atau bulan

sebagai fungsi bilangan

gelombang. Bilangan gelombang

merupakan kebalikan dari

panjang gelombang atau warna.

• Molekul-molekul menyerap

cahaya matahari.

• Perbedaan antara spektrum

cahaya matahari yang terlihat

dari bumi dengan spektrum

sebelum mengenai atmosfir

bumi akan menunjukkan

kelimpahan gas tertentu dalam

atmosfir.

(17)
(18)

FTIR Spektrometer

• Dibandingkan sistem dispersi pada

spektrofotometer IR biasa yang

menggunakan grating atau prisma, maka FTIR

yang menggunakan „Michelson

Interferometer“ mengukur lebih cepat dan

lebih sensitif.

• „Cermin Gerak“ digerakkan pada kecepatan

tetap oleh motor yang diatur oleh komputer.

Kecepatan gerak cermin dimonitor oleh

sistem laser He-Ne (pada 632.8 nm)

• Komputer akan merubah signal dari

interferometer (interferogram) ke dalam

spektrum sinar tunggal melalui transformasi

Fourier.

(19)
(20)

Penyiapan Sampel

Sampel Gas

Dimasukkan ke dalam sel inframerah tertentu.

Sampel Cair

Dipipet, disuntikkan atau diteteskan ke dalam sel

infra-merah berjendela kristal NaCl atau KBr.

Sampel padat

• Partikel kasar cenderung menghasilkan pemencaran

radiasi inframerah.

• Padatan dihaluskan sampai kurang dari 2 m.

• Proses penghalusan dilakukan hati-hati agar tidak

merusak struktur material tertentu (mineral tertentu

seperti bentonit menjadi amorf yang cenderung

(21)

• Metode Mull

Sampel Disuspensikan ke dalam minyak mineral Nujol (hidrokarbon jenuh berantai panjang).

• Metode Pelet KBr

1-10 mg sampel dihaluskan secara hati-hati dengan 100 mg KBr dan mencetaknya menjadi cakram tipis atau pelet.

• Metode Lapis Tipis

Sampel disuspensikan dengan cara “sonifikasi”. Suspensi kemudian dipipet ke dalam sel jendela Irtran-II (kristal ZnS) atau kristal NaCl, sehingga 1-5 mg/cm2 dapat dipindahkan ke dalam sel tersebut. Sampel akan

mengering setelah didiamkan pada suhu kamar.

• Metode lapis tipis memberikan resolusi spektra inframerah yang

cenderung lebih baik dibandingkan dengan spektra yang dihasilkan metode pelet KBr.

• Metode lapis tipis membutuhkan waktu penyiapan sampel yang lebih lama dibanding pada metode pelet KBr.

(22)

Penyiapan Pelet KBr

(1). Timbang serbuk KBr halus 0,1 g.

(2). Timbang sampel padat kering (bebas air) 1% dari berat KBR.

(3). Campurkanserbuk KBr dan sampel dalam mortal agate, kemudian gerus sampai halus dan tercampur rata.

(4). Siapkan cetakan pelet, cuci bagian sample base dan tablet frame dengan klorofom.

(5). Masukkan campuran dalam set cetakan pelet.

(6). Untuk meminimalkan kadar air hubungkan dengan pompa vacum. On-kan pompa vacum 5 menit.

(7). Cetakan diletakkan pada pompa hidrolik, kemudian diberi tekanan sampai tanda 80.

(8). Matikan pompa vacum, kemudian turunkan tekanan dalam cetakan dengan cara membuka kran udara.

(9). Lepaskan pelet KBr yang sudah terbentuk.

(10). Tempatkan Pelet KBr pada tablet holder, lakukan pengukuran dengan alat FTIR (lihat prosedur pengukuran).

(23)

Penyiapan Lapis Tipis untuk Sampel Cair

(1). Teteskan sedikit cairan sampel (bebas air) yang

akan diukur pada satu bagian window KBr,

kemudian pasangkan satu bagian window KBr lagi

sehingga cairan merata pada permukaan window.

(2). Siapkan window KBr pada holder, kemudian lakukan

pengukuran dengan alat.

(24)

Cara Pengoperasian Alat FTIR-8400

Persiapan

(1). On-kan sumber arus listrik.

(2). On-kan alat.

(3). On-kan alat komputer, tunggu.

Pengukuran

(25)

(2). Tunggu beberapa saat sampai keluar “dialogbox”

kemudian klik “OK”.

(26)

(3). Pada menu “Instrument” klik “FTIR 8400”

(27)

(4). Untuk memulai pengukuran, klik “BKGStart”

Di layar akan muncul spektra berikut:

(28)

(5). Pengukuran “sampel” dilakukan dengan

menempatkan sampel siap ukur pada tempat sampel

dari alat interforometer. Ulangi langkah 3, kemudian

isi dialog box dengan identitas sample, kemudian klik

“ SampelStart”.

(29)

(6). Untuk memunculkan harga bilangan gelombang,

klik “ peak table” pada menu “Calc”, tentukan Treshold

dan Noise Level untuk mengatur pemunculan harga

bilangan gelombang.

(7). Untuk melakukan printout klik “ print” pada menu

“File”, atur tampilan kertas yang diinginkan.

Cara Mematikan Alat FTIR-8400

(1). Off-kan alat komputer.

(2). Off-kan alat inferometer.

(3). Off-kan sumber arus listrik.

(30)

CH

3

C

O

CH

2

C

O

CH

3

CH

3

C

O

CH

C

O

CH

3

H

Sampel

(31)

Sampel

Material Sintesis: Tembaga(II)Asetilasetonat

CH

3

C

O

CH

C

O

H

3

C

CH

3

C

O

CH

C

O

CH

3

Cu

(32)

C

O

NH

2

H

2

N

Urea

Sampel

Material Sintesis: Urea

(33)

Sampel

Material Sintesis: Kompleks [Cr(Urea)

6

] Cl

3

. 3H

2

O

Cr

3+

L

L

L

L

L

L

3 Cl

-3 H

2

O

[Cr(Urea)

6

]Cl

3

. 3H

2

O

L = Urea

(34)

Sampel

Material Alami: Bentonit

(35)

Daerah Frekuensi Serapan Inframerah Mineral Lempung

Daerah Gugus Fungsional

Daerah antara 4000-3000 cm-1 yang diakibatkan oleh getaran ulur dari air yang

teradsorpsi dan/atau gugus OH Oktahedral.

Daerah Sidik Jari

Daerah antara 1400-800 cm-1 yang disebabkan oleh getaran Al-OH dan/atau

(36)

Mineral Montmorilonit

Dengan teknik pelet KBr, spektrum IR Montmorilonit dicirikan oleh suatu pita lebar pada 3640 cm-1 untuk getaran ulur OH yang diikuti oleh suatu pita air

pada 3420 cm-1 dan suatu pita lebar tambahan yang dominan pada 1050 cm-1

untuk getaran Si-O.

Dengan menggunakan metode lapis tipis Irtran-II, getaran ulur OH pada 3640 cm-1 dan getaran Si-O pada 1050 cm-1 menjadi sangat kuat dan tajam.

Intensitas pita-pita pada 1150, 910, 880 dan 850 cm-1 juga meningkat dengan

tajam.

Mineral Kaolinit

Spektrum inframerah Kaolinit biasanya dicirikan oleh dua pita kuat untuk getaran ulur O-H Oktahedral antara 3800-3600 cm-1 bila disiapkan dengan

teknik pelet KBr. Dengan teknik lapis tipis akan terdapat pita ketiga pada 3670 cm-1.

Dengan teknik lapis tipis pada daerah sidik jari menunjukkan adanya pita-pita tajam pada 1150 dan 1080 cm-1 untuk getaran O-Al-OH. Juga nampak pita tajam

pada 1020 cm-1 untuk getaran Si-O dan pita-pita tajam pada 910-920 cm-1 untuk

getaran Al-OH. Dengan teknik pelet KBr pita-pita pada 1080 dan 1020 cm-1

tampak hanya sebagai pita kembar yang tersegeregasi lemah.

(37)

Interpretasi Spektrum Tiga Sampel Bentonit Turki

• Sampel Reßadiye tidak menunjukkan absorpsi pada daerah dekat 3660 cm-1 yang menunjukkan tidak adanya Al(III) Tetrahedral. Kedua

sampel lainnya menunjukkan adanya absorpsi ini. Ini menunjukkan

bahwa dalam sampel Reßadiye mineral Montmorilonit dominan, sedang pada kedua sampel lainnya mineral Beidellit lah yang dominan

(Borchard, 1989).

• Absorpsi getaran ulur utama terjadi pada 3636, 3634, and 3627 cm-1

untuk Ordu, Reßadiye dan Cankiri. Urutan ini (Köster, et al., 1999) berkaitan dengan jumlah relatif Fe(III) Oktahedral dalam sampel.

Jumlah terbesar Fe terdapat dalam sampel Cankiri, kemudian Reßadiye dan yang paling rendah terdapat pada Ordu.

• Pita-pita pada daerah 877 - 890 cm-1 untuk Al-Fe-OH Oktahedral

juga menunjukkan jumlah Fe(III) dalam ketiga sampel (Bishop et al., 1994).

• Serapan inframerah untuk O-H dan Fe-OH pada 3560 and 820 cm-1

menunjukkan serapan khas untuk Nontronit (Borchardt, 1989). Pada ketiga sampel pita-pita ini tidak muncul dan berarti pada ketiga sampel ini tidak terdapat Nontronit.

(38)

Interpretasi Spektrum Tiga Sampel Bentonit Turki (Lanjutan…)

• Kloprogge et al. (1999) menunjukkan bahwa Beidellit mempunyai serapan kuat pada 698, 779 and 799 cm-1. Hanya Cankiri yang

menunjukkan pita lemah pada 698, 781 dan 799 cm-1, yang berarti

bahwa Cankiri mempunyai karakter Beidellit yang tinggi atau berisi Beidellite pada salah satu lapisannya.

• Absorpsi sangat lemah pada 3699 and 3691 cm-1 dapat dihubungkan

dengan adanya sejumlah kecil Kaolinit dalam sampel Cankiri dan Ordu. Sedangkan pita absorpsi dekat 1444 dan 1442 cm-1 menunjukkan

adanya mineral Karbonat (Huang dan Kerr, 1960).

• Pita-pita absorpsi pada daerah 3450 dan 1630 - 1650 cm-1 dapat

dihubungkan dengan adanya getaran ulur dan tekuk dari molekul air H-O-H. Pita-pita ini akan hilang jika sampel dipanaskan sampai 200 C (Grim, 1968). Untuk ketiga sampel Reßadiye, Ordu dan Cankiri posisi pita-pita ini berturut-turut adalah 3468/1645 cm-1, 3462/1639

Referensi

Dokumen terkait

Außerdem erfährt man, warum ausgerechnet diese vom Lehrpersonal verwendet werden, sowohl als auch, wie sich die gleichen Sozialformen auf die Studierenden auswirken

5.3.17 Halaman Laporan Daftar Pembelian Halaman Laporan Daftar Pembelian ini berfungsi untuk menambahkan dan melihat data yang sesuai dengan perintah dapat kita lihat pada gambar

Murphy, (1992 :10) dalam Abduk Madjid (2009:3) menjelaskan bahwa : “Reformasi pendidikan adalah restrukturisasi pendidikan, yakni memperbaiki pola hubungan sekolah

Dalam penelitian ini yang meneliti tentang penilaian sikap di SDN Gunungsaren, guru telah melakukan penilaian sikap, dan penilaian sikap dilakukan dengan teknik

Untuk itulah penelitian ini bertujuan membuat aplikasi Kriptografi dengan menerapkan kombinasi Algoritma Hill Cipher dan RSA , Kriptografi juga disebut bahasa

1) Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode atau pendekatan dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi belajar kimia pada materi hidrokarbon dengan menerapkan model pembelajaran Peer

Berdasarkan hasil analisis terhadap teks terjemahan Alquran yang mengandung etika berbahasa, simpulan yang dapat diperoleh adalah (1) proses pemberian fokus