Proses Petrokimia
Styrene dan Polistyrene
KELOMPOK 5 AFDHAL HANAFI 1306370751 NURUL HIDAYAH 1306371060 VINA DAMAYANTI
1306370865DEPARTEMEN TEKNIK KIMIAFAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, 2016
Sejarah Styrene dan Polystyrene
Sejarah Styrene dan Polystyrene
Sifat dan Karakteristik
Sifat dan Karakteristik
Kegunaan
Kegunaan
Proses Produksi
Proses Produksi
Pengolahan Limbah
Pengolahan Limbah
OUTLINE
Letak
Polistirena
D a l a m P o h o nLatar Belakang
meningkatny a permintaan produk – produk plastik yang menggunaka n bahan dasar stirena produksi stirena di dalam dunia belum memenuhi konsumsi dunia akibat keterbatasan kapasitas pabrik yangtelah berdiri. kesempatan lapangan
kerja baru Mendukung pabrik industri lain yang menggunaka n stirena sebagai bahan bahan baku.
1831 Styrene pertama kali diisolasi sebagai produk distilasi dari senyawa aromatik 1845 Hoffman dan Blythe : styrene dapat diubah ke dalam bentuk padat 1911 Krosein mempatenkan proses reaksi katalisis dan termal polimerisasi styrene menjadi material keras 1925, Naugatuck Chemical Co., pertama kali membangun sebuah pabrik styrene-polistyrene Dow dan I.G.
Farben mulai melakukan perkembangan secara komersial pada proses dehidrogenasi untuk menghasilkan styrene monomer. Perusahaan Monsato dan Bakelite mulai memasarkan produk Dow j. Jumlah keseluruhan polystyrene yang diproduksi oleh Amerika Serikat pada tahun 1938 mencapai 190.000 pound (85 ton). 1940, kebutuhan karet sintesis dalam Perang Dunia II menyebabkan pertambahan permintaan yang besar akan styrene monomer. Pada tahun 1950, beberapa perusahaan memproduksi styrene monomer karena terjadi perkembangan yang pesat pada
produk yang menggunakan polystryrene.
Sejarah Stirena
(C8H8) nSifat-sifat dan
Karakteristik
Polistirena merupakan senyawa dengan sifat elektris kurang baik, derajat kekerasan yang cukup tinggi, tahan terhadap panas, mudah dalam pewarnaan, permukaan yang halus dan
low toxicity.
(C
8
H
8
)
n
Rumus MolekulSifat Kimia
Memiliki daya serap air yang rendah
Fleksibel dan mudah dibentuk padatan karena kekuatan Van
der Waal yang kuat, yang ada antara rantai hidrokarbon
yang panjang.
Pada oksidasi sempurna, hanya menghasilkan karbon
dioksida dan uap air.
Sangat mudah
terbakar dengan bara api berwarna kuning
Larut dalam beberapa pelarut organik
terutama yang mengandung aseton
Inert atau tidak bereaksi dengan kebanyakan substans
Jenis-jenis Polystyrene
•
GPPS
•
HIPS
•
EP
Polystyre
ne
Polystyre
ne
General Purpose
Polystyrene
- Merupakan jenis polystyrene yang pertama kali dijual
- Mempunyai sifat mirip dengan HIPS namun sifat
mekaniknya masih di bawah HIPS. Penampakannya
bening seperti gelas, keras, dan mudah diproses.
Jenis plasitk ini dipergunakan untuk pembuatan
berbagai mainan anak-anak dan perlengkapan di
dapur.
(Sumber :
Expendable Polystyrene
- Dapat dibentuk menjadi busa setelah mengalami
pemanasan terlebih dahulu menggunakan uap air.
- Mempunyai sifat konduktivitas panas yang rendah
sehingga banyak digunakan pada bahan elektronik
seperti radio, TV, dan refrigerator.
(Sumber :
High Impact
Polystyrene
• Bahan ini mempunyai sifat mekanis yang sangat
baik. Banyak diproses dengan moulding untuk
pembuatan alat rumah tangga, bahan otomotif,
conteiner, wadah makanan, dan lain-lain.
(Sumber : kharisma-perdana.com
Perbandingan sifat fisis
GPPS EP HIPS Densitas (g/cm3) 1.05 0.9 1.04 Dielectric strength (kV/mm) 20 24 18 Elongation (%) 2 3-4 40 Thermal Conductivity (W/mK) 0.14 0.08 0.22 Ultimate Tensile Strength (MPa) 32 46-60 46 Vicat Temperature (oC) 100 90 105 Specific Heat (J/kg oK) 1250 1300 1400Produksi dan
Konsumsi
Produksi Polistirena di Indonesia
• PT. Royal Chemical
BANTEN – Kapasitas : 21.500 ton/tahun
• PT. Polychem
BANTEN – Kapasitas : 29.000 ton/tahun
• PT. Pacific Indomas Plastic Indonesia
MERAK – Kapasitas : 30.000 ton/year
Tahun Kapasitas (Ton) 2003 121072
2004 133607
2005 148554
PRODUKSI
MANCANEGARA
No Perusahaan Lokasi Kapasitas(Ton/th)
1. American Polymer USA 48.081
2. Chevron USA 21.724
3. Dow Chemical USA 171.458
4. Huntsman Chemical USA 181.437
5. BASF China 572.000
6. NOVA chemical China 413.000
7. BP China 150.000
8. Eni Chemical China 126.000
Daftar Pabrik
Stirena di Dunia
Industri Stirena di Indonesia
PT. Styrindo Mono
Indonesia (SMI)
Pabrik Indonesia yang memproduksi Styrena dari
etylbenzena
anak perusahaan dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.
Kapasitas produksi styrena
monomer sebesar 340,000 MT per tahun
Terletak di kawasan industri
Puloampel, Serang Utara, Banten, Indonesia.
KEBUTUHAN INDONESIA
No Produk 2003 2004 2005 2006 2011 2015 1. Ethylene 1197 1314 1432 1561 2147 2609 2. Propylene 750 818 892 972 1337 1625 3. Styrene Monomer 220 242 265 302 443 581 4. VinylChlorideMonomer 348 376 406 438 572 722 5. Polyethylene 783 861 947 1023 1421 1795 6. Polypropylene 720 792 871 958 1378 1703 7. Polystyrene 128 141 155 170 246 3058. Poly Vinyl Chloride 375 413 454 499 745 1024 KEBUTUHAN INDONESIA
Kebutuhan
Nasional
Data Ekspor di Negara Tujuan
Tahun Import (ton)
Malaysia Filipina Thailand 2004 43,019 66,853 27,988 2005 37,468 87,866 27,167 2006 44,781 107,026 30,167 2007 48,198 98,563 28,843
Tahun Kapasitas (Ton)
2002 6.182,44 2003 6.928,98 2004 7.393,503 2005 6.446,801 2006 5.532,667
(Sumber: BPS Import tahun 2002-2006)
Data Impor di Indonesia
PROSES PRODUKSI
Proses Petrokimia Styrene dan
Polystyrene secara garis besar:
Minyak bumi Nafta Benzana Etil benzena Stirena monomer Polystirena
Proses pembuatan :
• Reaksi Alkilasi Etilena dengan Benzena membentuk etil benzena • Dehidrogenasi dengan steam
terhadap etil benzena sehingga terbentuk monomer stirena
• Reaksi polimerisasi atas monomer stirena
Proses Petrokimia Styrene dan
Polystyrene secara garis besar:
Minyak bumi Nafta Benzana Etil benzena Stirena monomer Polystirena
Proses Petrokimia Styrene dan
Polystyrene secara garis besar:
Minyak bumi Nafta Benzena Etil benzena Stirena monomer Polystirena
Hydrotreati
ng ReformingCatalytic Separation
Tahapan Proses:
Proses Pembuatan
Benzena
Definisi
Proses penghilangan zat pengotor (impurities) pada umpan.
Cara
Penjenuhan olefin dan hidrodesulfurisasi dan hidrodenitrogenasi senyawa sulfur dan nitrogen.
Tujuan
Pretreating stream untuk mencegah keracunan katalis di downstream process, berpotensi menghambat jalannya proses, reaksi kimia, dan akan mengurangi konversi.
HYDROTREATING
HYDROTREATING
#1
Jenis Reaktor : Fixed Bed T. Operasi : 285-385oC
Tekanan : 100 – 3000 psi Katalis : Ni-Mo/Alumina Variabel Proses : T dan PH2
Definisi
Mereaksikan nafta pada katalis menghasilkan senyawa-senyawa non-aromatik dan aromatik dalam reaktor tertentu
Tujuan
Mengkonversi hidrokarbon menjadi aromatik yang reaksi utamanya adalah dehidrogenasi nafta.
CATALYTIC REFORMING
#2
Treated
Naphth
a
Catalyt
ic
Reform
er
Non Aromatik dan AromatikCATALYTIC REFORMING
#2
Reaktor : Fixed Bed Temperatur : 495-525oC
Tekanan : 100-300 psia Katalis : Pt/Alumina ->
Metal/Asam
Var. Proses : P, T, Katalis & SV
AROMATIC EXTRACTION
#3
1. Proses Sulfolan -> Sulfolan/ Etilen Glikol
Ekstraksi liquid-liquid -> benzene 99,9 % dan toluene 99,5 % ( Pemisahan aromatik dengan non aromatik)
2. Distilasi Fraksionasi
Memisahkan benzena, toluena dan xylena dengan C aromatik lain.
Proses Petrokimia Styrene dan
Polystyrene secara garis besar:
Minyak bumi Nafta Benzena Etil benzena Stirena monomer Polystirena
Proses dengan AlCl
3
•
Dikembangkan oleh Dow Chemical, Mobil Badger
dan Mosanto
•
Reaksi alkilasi dan transalkilasi dilakukan dalam
dua reaktor yang terpisah
•
Kondisi Operasi T = 300 – 350
oF, P = 70 – 150
psig
•
Aromatik cair, etilena, dan fase cair dari katalis
kompleks mengandung faktor korosi tinggi
diperlukan pemilihan alat yang baik dan tahan
karat
Proses Alkar
•
Proses ini dikenalkan oleh UOP dengan katalis
BF
3.
•
Proses ini sangat peka terhadap adanya air,
karena akan menyebabkan adanya reaksi
dengan BF
3sehingga mengurangi
aktivitas katalis.
•
Kondisi Operasi T = 200 – 450
oF, P = 400 -
Proses Mobil-Badger
•
Dikembangkan oleh UOP / Mobil Badger/ Mosanto.
•
Tidak memerlukan system recoveri katalis dan
sangat aman untuk lingkungan.
•
Berlangsung dengan menggunakan bahan baku
Etilena berkadar rendah.
•
Proses alkilasi dan transalkilasi berlangsung pada
reaktor fixed bed (FBR).
•
Kondisi operasi reaktor T = 750 – 850
oF, P = 200 –
400 psig
•
Kemurnian produk = 99,9 %; Yield > 99 %.
ZMS-5 (Zeolite Socony Mobil-5) adalah sebuah zeolite silica alumina yang merupakan keluarga pentasil dari zeolite.PT. Styrindo Mono
Indonesia (SMI)
Dua unit pabrik Ethyl Benzene dirancang dengan lisensi dari Mobil/Badger dan teknologi-teknologi Lummus. Kedua unit Ethyl Benzene tersebut terintegrasi dengan dua unit pabrik Styrene Monomer yang direkayasa menggunakan teknologi Lummus/UOP.
Metode produksi dalam fase cair menggunakan katalis zeolite pada suhu dibawah 270°C yang mampu meningkatkan kemurnian ethyl benzene. Teknologi berbasis zeolite ini dikembangkan oleh UOP dan ABB Lummus Global pada awal 1990-an.
PT. Styrindo Mono
Indonesia (SMI)
Proses Pembuatan Etil Benzena
terjadi reaksi alkilasi antara benzen dengan etilen
Benzen : etilen = 3:1 sampai 6:1 (Kirk Othmer)
Proses Pembuatan Etil Benzena
Terjadi reaksi
antara benzen sisa dan polietilbenzen
Proses Pembuatan Etil Benzena
Neutrilizer
menghilangkan katalis
Proses Pembuatan Etil Benzena
benzene di recycle untuk
dikembalikan ke reaktor alkilasi
Proses Pembuatan Etil Benzena
Kemurnian 99,7%
Bahan Baku : Ethylbenzene
Sifat Fisik Ethylbenzene
• Berat molekul = 106.167 • Density pada 25°C (gr/cm3) = 0,8671 • Titik didih (°C) = 136,19 • Titik beku (°C) = -94,975 • Temperatur kritis (°C) = 343,05 • Surface tension (dyne/cm) =
31,50
• Viskositas pada 25°C (cP) = 0,64 • Panas laten fusi (J/mol.°K) = 9,164 • Hf (25°C) (J/mol.°K) = -12,456
• Entropi pembentukan (J/mol.°K) = 255,2
• Specific heat pada 25ºC (J/mol.°K) = 185,06
Sifat Kimia Ethylbenzene
• Reaksi Dehidrogenasi C6H5CH2CH3 → C6H5 = CH2 + H2 • Reaksi Oksidasi C6H5CH2CH3 + O2 → C6H5CH(OOH)CH3 • Reaksi Hidrogenasi C6H5CH2CH3 + 3H2 → C6H11C2H5
Bahan Pendukung : Katalis Shell 105
• Wujud : Padat
• Bentuk : Pellet
• Komposisi : Fe2O3, K2O ± 35%
• Bulk Density : 2146.27 kg/cm3
• Diameter : 4.77 mm
Proses Pembuatan Stirena
90% 10%Dehidrogenasi
etilbenzena
(EB) dengan
bantuan
steam dan
basis katalis
besi oksida
Oksidasi
Etilbenzena, Dll
Oksidasi Ethylbenzene
Union
Carbide
Halcon
internation
al
C6H5CH2CH3 + O2 → C6H5COCH3 + H2O C6H5COCH3 + H2O → C6H5CH (OH )CH3 C6H5CH(OH)CH3 → C6H5CH = CH2 + H2O katalis Acetate katalis Chrome- Besi-Tembaga katalis Titania pada suhu 250 ° C.
Kekurangan : korosi pada tahap oksidasi dan produk
yang dihasilkan 10% lebih kecil dibandingkan reaksi
Halcon international
Produk
Stirena Propyleneoxide
C6H5CH2CH3 + O2 C6H5CH(OOH)CH3
C6H5CH(OOH)CH3 + CH3CH=CH2 C6H5CH(OH) CH3 +CH3CH(O)CH2
C6H5CH(OH) CH3 C6H5CH=CH2 + H2O
Tidak membutuhkan katalis 135-1600C
800-1500 kPa
Katalis dg metals ( molybdenum, tungsten, vanadium)
at 100-1300C
Dehidrogenasi Katalitik
Reaksi dehidrogenasi dari etilbenzena menjadi stirena
merupakan reaksi endotermis (ΔH = 129,4 kJ/mol)
Reaksi dehidrogenasi adalah reaksi yang menghasilkan komponen yang berkurang kejenuhannya dengan cara mengeliminasi atom
hidrogen dari suatu senyawa menghasilkan suatu senyawa yang
lebih reaktif.
katalis
Besi sebagai Fe2O3 Kromium sebagai Cr2O3
Potasium sebagai K2CO3
Perbandingan Proses Dehidrogenasi
dan Oksidasi Etilbenzena
Parameter Proses DehidrogenasiKatalitik Etilbenzena Proses OksidasiEtilbenzena Suhu reaksi 537 – 6650C 250 – 2800C
Tekanan 0,27 – 1,3 atm 8,16 – 15 atm
Hasil konversi 97 % 25 – 30 %
Selektivitas 93 – 97 % 70 %
Katalis Fe2O3 tembaga, dan titaniaAcetat, krom, besi, Kebutuhan bahan
pembantu Katalis Propilena, oksigen, hidrogen, danbermacam-macam Katalis Keuntungan tinggi, Selektivitas tinggi, Kebutuhan Tekanan rendah, Konversi lebih
bahan, pembantu sedikit Suhu reaksi rendah
Kekurangan Suhu reaksi tinggi Tekanan tinggi, Konversi lebih, Rendah, Selektivitas rendah, Kebutuhan bahan, pembantu lebih, Banyak
Proses Pembuatan
Polistirena
Reaksi Polimerisasi
1. Tahap Inisiasi : Proses pembentukan radikal bebas (Billmayer, 1970). Dipicu oleh Benzoyl peroxide (dipanaskan pada suhu 900) radikal
carboxyl yang segera terdekomposisi menjadi radikal phenyl
Radikal Phenyl akan masuk pada
Styrene lalu membentuk radikal Benzylic. Reaksi ini
menginisiasi pembentukan rantai
Reaksi Polimerisasi
2. Tahap Propagasi :
Proses propagasi adalah proses pertumbuhan
polimer sebagai akibat dari penggabungan monomer-monomer ke
dalam rantai radikal aktif (Billmayer, 1970).
3. Tahap Terminasi : Proses propagasi dilanjutkan dengan proses terminasi yang merupakan proses penghentian propagasi (Billmayer, 1970). Rantai ini akan terus memanjang dengan adisi ratusan hingga puluhan ribu unit styrene. Reaksi berantai iniakan berhenti ketika monomer habis
.
Produksi Polistirena
Polimerisasi Suspensi Batch
Produksi kristal dan High Impact Polystirene Polimerisasi Emulsi Jarang digunakan Untuk produksi kristal / HIP Polimerisasi Bulk (larutan)
Polimerisasi
massa yang umum digunakan
Proses Umum
Monomer stirena cair, etil benzena pada T=30˚C dan P=1 atm bercampur dengan
arus recycle
Ditambahkan polibutadiena dan benzoil peroksida sebagai inisiator, CSTR eksotermis
dengan jaket pendingin konversi 85%
T=150˚C, tekanan vacuum 0,5 atm, untuk memisahkan sisa pereaktan berdasarkan titik
didihnya Dikeringkan dan dipotong menjadi pellet
Limbah yang Dihasilkan dari Proses
dan Penanganannya
Limbah yang Dihasilkan dari Proses
dan Penanganannya (Cont’d)
•
Dikondensasikan dan
di-recycle sebagai
bahan baku
Sisa
pereaktan :
stirena, etil
benzena
•
Dibuang melalui
vacuum sistem
Uap dari
kondensor
Penanganan Limbah
Polistirena
Penanganan Limbah
Polistirena
Daftar pustaka
• PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, 2014, Rangkuman Pengawasan Produk ͠ : Stirena, Research & Development – PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. Diakses dari laman
http://www.chandra-asri.com/UserFiles/File/10_%20Stirena%20PSS%20(Bhs).pdf pada 2 Maret 2016.
• PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk, 2014, Kapasitas Produksi PT Chandra Asr Petrochemical. http://www.chandra-asri.com/production_capacity.php
• Anonim. Pabrik Styrene Monomer dari Ethylbenzene Menggunakan Proses Dehidrogenasi
Katalitik. Institut Teknologi Sepuluh November. Diakses pada laman
http://digilib.its.ac.id/public/ITS-NonDegree-16873-2308030084-Chapter1.pdf pada 2 Maret 2016
• Sari, Arum., C, Mellyza, 2010, Perancangan Pabrik Stirena dengan Proses Dehidrogenasi Etilbenzena Kapasitas 60.000 Ton/tahun. Universitas Negeri Sebelas Maret. Diakses pada laman
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/download/16008/MzExMDI=/Prarancangan- pabrik-stirena-dengan-proses-dehidrogenasi-etilbenzena-kapasitas-60000-tontahun-abstrak.pdf. pada 2 Maret 2016
Daftar pustaka
• Anonim. Bab I. Pendahuluan. [online] terdapat pada
http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Undergraduate-31518-9.NIM.409210005.BAB%20I.pdf diunduh pada 14 April 2015, 12.00 WIB. • Anonim.Bab II. Tinjauan Pustaka. [online] terdapat pada
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/19835/4/Chapter%20II.pdf diunduh pada 14 April 2015, 13.00 WIB.
• Listyadevi, Yuniar Luthfia. (2013). Tugas Proses Industri Kimia Polistirena. [online] terdapat pada http://www.scribd.com/doc/172553212/Polystyrene#scribd diunduh pada 15 April 2015, 16.00 WIB.
• Melati, Rina. (2008). Sintesis Dan Karakterisasi Polistirena Dengan Benzoil
Peroksida Sebagai Inisiator. [online] terdapat pada
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/627/jbptitbpp-gdl-rinamelati-31339-3-2008ts-2.pdf diunduh pada 15 April 2015, 16.30 WIB.
• Pambudi, Tulus. (2009). Perarancangan Pabrik Polistirena Dari Stirena Monomer
Proses Suspensi Polimerisasi Kapasitas 25.150 Ton/Tahun. [online] terdapat pada
http://etd.eprints.ums.ac.id/3464/1/D500040028.pdf diunduh pada 15 April 2015, 17.00 WIB.