Laporan pendahuluan Gerontik Laporan pendahuluan Gerontik Dengan Penurunan fungsi sistem
Dengan Penurunan fungsi sistem endokrinendokrin Diabetus Melitus
Diabetus Melitus
Disusun Oleh Ani Lestari Disusun Oleh Ani Lestari
LAPORAN PENDAHULUAN DA!E"E# MELL"U# $DM% LAPORAN PENDAHULUAN DA!E"E# MELL"U# $DM%
&'
&' DefDefiniinisi si DiaDiabetbetes es MeMellillitustus
Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolisme yang kronis terjadi defisiensi Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolisme yang kronis terjadi defisiensi in
insusulilin n atatau au retretenensi si ininsusulilin, n, di di tatandndai ai dedengngan an titingnggiginynya a kekeadadaan aan glglukukososa a dadararahh (hiper
(hiperglikemglikemia) ia) dan glukosa dan glukosa dalam urine dalam urine (gluk(glukosuriaosuria) ) atau atau merupmerupakan sindroma klinisakan sindroma klinis yang
yang ditanditandai dai dengadengan n hiperhiperglikeglikemia mia kronikronik k dan dan gangggangguan uan metabmetabolisme olisme karbokarbohidrathidrat,, lemak dan protein sehubungan dengan kurangnya sekresi insulin secara absolut / relatif lemak dan protein sehubungan dengan kurangnya sekresi insulin secara absolut / relatif dan atau adanya gangguan fungsi insulin.
dan atau adanya gangguan fungsi insulin.
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam dara
kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia (Mansjoer, 200).h atau hiperglikemia (Mansjoer, 200).
Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh Diabetes mellitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai oleh kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (!runner dan "uddarth, 20#2). kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. (!runner dan "uddarth, 20#2).
Diabe
Diabetes tes mellimellitus tus merupmerupakan penyakit sistemis, akan penyakit sistemis, kronkronis, is, dan multifaktodan multifaktorial rial yangyang dicirikan dengan hiperglikemia dan
dicirikan dengan hiperglikemia dan hipoglikemia. ( Mary, 200).hipoglikemia. ( Mary, 200). (
('' EEttiioollooggii
!eberapa ahli berpendapat bah$a dengan bertambahnya umur, intoleransi terhadap !eberapa ahli berpendapat bah$a dengan bertambahnya umur, intoleransi terhadap glukosa juga meningkat, jadi untuk golongan usia lanjut diperlukan batas glukosa darah glukosa juga meningkat, jadi untuk golongan usia lanjut diperlukan batas glukosa darah yang lebih tinggi daripada orang de$asa non usia lanjut.
yang lebih tinggi daripada orang de$asa non usia lanjut.
%ada &'DDM, intoleransi glukosa pada lansia berkaitan dengan obesitas, aktiitas %ada &'DDM, intoleransi glukosa pada lansia berkaitan dengan obesitas, aktiitas fisi
fisik k yanyang g berberkurkurangang,ku,kuranrangnygnya a massmassa a otootot, t, penpenyakyakit it penpenyeryerta, ta, penpengguggunaanaaan an obaobatt oba
obatantan, , disdisampamping ing karkarena ena padpada a lanlansia sia terjterjadi adi penpenuruurunan nan seksekresi resi insinsuliulin n dan dan insinsuliulinn resisten. *ebih dari +0 lansia diatas -0 tahun yang tanpa keluhan, ditemukan hasil es resisten. *ebih dari +0 lansia diatas -0 tahun yang tanpa keluhan, ditemukan hasil es oleransi lukosa ral () yang abnormal. 'ntoleransi glukosa ini masih belum oleransi lukosa ral () yang abnormal. 'ntoleransi glukosa ini masih belum da
dapapat t didikakatatakakan n sebsebagagai ai didiababetetes. es. %a%ada da ususia ia lanlanjujut t terterjajadi di pepenunururunanan n mamaupupunun kemampuan insulin terutama pada
kemampuan insulin terutama pada post reseptor.post reseptor.
%ada lansia cenderung terjadi peningkatan berat badan, bukan karena mengkonsumsi %ada lansia cenderung terjadi peningkatan berat badan, bukan karena mengkonsumsi ka
kalolori ri beberlrlebebih ih nanamumun n kakarerena na peperurubabahahan n rarasio sio lelemamakokototot t dadan n pepenunururunanan n lalajuju met
metaboabolismlisme e basabasal. l. 1al 1al ini ini dapdapat at menmenjadjadi i fakfaktor tor prepredisdisposposisi isi terterjadjadinyinya a diadiabetbeteses mellitus.
%enyebab diabetes mellitus pada lansia secara umum dapat digolongkan ke dalam %enyebab diabetes mellitus pada lansia secara umum dapat digolongkan ke dalam dua besar
dua besar a.
a. %r%rososes es memenunua/a/kekemumundndururan an (%(%enenururununan an sensensisititifitfitas as inindrdra a pepengngececapap, , pepenunururunanann fungsi pankreas, dan penurunan kualitas insulin sehingga insulin tidak berfungsi fungsi pankreas, dan penurunan kualitas insulin sehingga insulin tidak berfungsi dengan baik).
dengan baik). b.
b. aya hidup (life aya hidup (life style) yang jelek style) yang jelek (banyak makan, jarang olahraga, (banyak makan, jarang olahraga, minum alkohol,minum alkohol, dan lainlain.)
dan lainlain.)
3eberadaan penyakit lain, sering menderita stress juga dapat menjadi penyebab 3eberadaan penyakit lain, sering menderita stress juga dapat menjadi penyebab terj
terjadiadinynya a diadiabetbetes es melmellitlitus. us. "el"elain ain itu itu perperubaubahan han funfungsi gsi fisifisik k yanyang g menmenyebyebabkabkanan kel
keletietihan han dapdapat at menmenutuutupi pi tantanda da dan dan gejgejala ala diadiabetbetes es dan dan menmenghaghalanlangi gi lanlansia sia untuntuk uk mencari bantuan medis. 3eletihan, perlu bangun pada malam hari untuk buang air kecil, mencari bantuan medis. 3eletihan, perlu bangun pada malam hari untuk buang air kecil, dan infeksi yang sering merupakan indikator diabetes yang mungkin tidak diperhatikan dan infeksi yang sering merupakan indikator diabetes yang mungkin tidak diperhatikan oleh lansia dan
oleh lansia dan anggoanggota ta keluarkeluarganya karena mereka ganya karena mereka percaypercaya a bah$a hal bah$a hal tersebutersebut t adalahadalah bagian dari proses penuaan itu sendiri.
bagian dari proses penuaan itu sendiri. )'
)' **lalassififikikasasii a.
a. DiDiababetetes mes melelititus tus tipipe 'e '
Destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut baik melalui Destruksi sel beta, umumnya menjurus ke defisiensi insulin absolut baik melalui proses imunologik maupun
proses imunologik maupun idiopatik. 3arakteristik Diabetes Melitus tipe 'idiopatik. 3arakteristik Diabetes Melitus tipe ' #.
#. MudMudah terjah terjadi ketadi ketoasoasidoidosissis 2.
2. %engo%engobatan batan harus harus dengadengan in insulinnsulin 4.
4. nnseset at akukutt 5.
5. !i!iasaasanynya kua kururuss +.
+. !iasan!iasanya terjaya terjadi paddi pada umur a umur yang yang masih mmasih mudauda -.
-. !erhu!erhubungbungan denan dengan 1*gan 1*6D74 6D74 dan D7dan D755 8.
8. DidDidapaapatkatkan antibn antibodi sel islodi sel isletet 9.
9. #0n#0nya ada rya ada ri$ayat i$ayat diabediabetes pada tes pada keluarkeluargaga b.
b. Diabetes melitus tipe '' Diabetes melitus tipe ''
!erariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin !erariasi mulai yang predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin. relatif sampai yang predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin. 3arakteristik DM tipe ''
3arakteristik DM tipe '' #.
#. "u"ukakar terr terjajadi kedi ketotoasiasidodosisiss 2.
2. %en%engogobatbatan tian tidak hdak haruarus dens dengan igan insunsulinlin 4
4.. nnsset let laammbbaatt 5.
+.
+. !ia!iasansanya tya terjaerjadi pdi pada uada umur mur : 5+ : 5+ tahtahunun -.
-. idaidak bek berhurhubunbungan gan dendengan gan 1*61*6 8.
8. ididak adak ada anta antibibododi sel ii sel islsletet 9.
9. 4040nya anya ada ri$da ri$ayaayat diabt diabeteetes pada kes pada kelualuargrgaa .
. ; #; #00 00 kemkembar bar ideidentintik tek terkerkenana +'
+' PaPatotoffisisioiolologigi
Dalam proses metabolisme, insulin memegang peranan penting yaitu memasukkan Dalam proses metabolisme, insulin memegang peranan penting yaitu memasukkan glukosa ke dalam sel yang digunakan sebagai bahan bakar. 'nsulin adalah suatu <at atau glukosa ke dalam sel yang digunakan sebagai bahan bakar. 'nsulin adalah suatu <at atau hormon yang dihasilkan oleh sel beta di pankreas. !ila insulin tidak ada maka glukosa hormon yang dihasilkan oleh sel beta di pankreas. !ila insulin tidak ada maka glukosa tidak dapat masuk sel dengan akibat glukosa akan tetap berada di pembuluh darah yang tidak dapat masuk sel dengan akibat glukosa akan tetap berada di pembuluh darah yang artinya kadar glukosa di dalam darah meningkat.
artinya kadar glukosa di dalam darah meningkat.
%ada Diabetes melitus tipe # terjadi kelainan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. %ada Diabetes melitus tipe # terjadi kelainan sekresi insulin oleh sel beta pankreas. %asien diabetes tipe ini
%asien diabetes tipe ini me$arisi kerentanan genetik yang merupakan predisposisi untuk me$arisi kerentanan genetik yang merupakan predisposisi untuk kerusakan autoimun sel beta pankreas. 7espon autoimun dipacu oleh aktiitas limfosit, kerusakan autoimun sel beta pankreas. 7espon autoimun dipacu oleh aktiitas limfosit, antibodi terhadap sel pulau langerhans dan terhadap insulin itu sendiri.
antibodi terhadap sel pulau langerhans dan terhadap insulin itu sendiri.
%ada diabetes melitus tipe 2 yang sering terjadi pada lansia, jumlah insulin normal %ada diabetes melitus tipe 2 yang sering terjadi pada lansia, jumlah insulin normal tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel yang kurang sehingga tetapi jumlah reseptor insulin yang terdapat pada permukaan sel yang kurang sehingga glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit dan glukosa dalam darah menjadi meningkat. glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit dan glukosa dalam darah menjadi meningkat.
,'
,' MaManinifefeststasasi i *l*lininisis 3el
3eluhauhan n umuumum m pasipasien en DM DM sepeseperti rti polpoliuriuria, ia, popolidlidipsipsia, ia, polpolifaifagia gia padpada a lanlansiasia umumnya tidak ada. smotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang umumnya tidak ada. smotik diuresis akibat glukosuria tertunda disebabkan ambang ginjal yang tinggi, dan dapat muncul keluhan nokturia disertai gangguan tidur, atau ginjal yang tinggi, dan dapat muncul keluhan nokturia disertai gangguan tidur, atau bahkan
bahkan inkontinensia inkontinensia urin. urin. %erasaan %erasaan haus haus pada pada pasien pasien DM DM lansia lansia kurang kurang dirasakan,dirasakan, akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. 3arena itu tidak terjadi akibatnya mereka tidak bereaksi adekuat terhadap dehidrasi. 3arena itu tidak terjadi polidipsia
polidipsia atau atau baru baru terjadi terjadi pada pada stadium stadium lanjut. lanjut. "ebaliknya "ebaliknya yang yang sering sering mengganggumengganggu pasien
pasien adalah adalah keluhan keluhan akibat akibat komplikasi komplikasi degeneratif degeneratif kronik kronik pada pada pembuluh pembuluh darah darah dandan saraf.
saraf.
%ada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua, sehingga %ada DM lansia terdapat perubahan patofisiologi akibat proses menua, sehingga gambaran klinisnya berariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi gambaran klinisnya berariasi dari kasus tanpa gejala sampai kasus dengan komplikasi
yang luas. 3eluhan yang sering muncul adalah adanya gangguan penglihatan karena yang luas. 3eluhan yang sering muncul adalah adanya gangguan penglihatan karena katarak, rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot (neuropati perifer) dan luka katarak, rasa kesemutan pada tungkai serta kelemahan otot (neuropati perifer) dan luka pada tungkai yang sukar sembuh den
pada tungkai yang sukar sembuh dengan pengobatan la<im.gan pengobatan la<im. Menuru
Menurut t "upa"upartondrtondo, o, gejalagejalagejala akibat gejala akibat DM DM pada usia pada usia lanjulanjut t yang sering yang sering ditemditemukanukan adalah adalah aa.. 33aattaarraak k b. b. laukomalaukoma cc.. 77eettiinnooppaattii d.
d. aatatal sel selulururuh bh badadanan e.
e. %r%rururititus us ==ululaaee f.
f. 'n'nfefeksksi bi bakakteteri ri kukulilitt g.
g. 'n'nfekfeksi si jajamumur dr di ki kululitit h
h.. DDerermmatatooppaattii i.
i. &&eueuroroppatati i ppererififer er j.
j. &europati iseral&europati iseral k
k.. 66mmiioottrrooppii l.
l. >>lklkuus s &e&euurorotrtroopipik k m.
m. %e%enynyakakit giit ginjnjalal n.
n. %en%enyakyakit it pempembulbuluh uh dardarah ah perperifer ifer o.
o. %e%enynyakakit it kokororonener r p.
p. %enyakit pembuluh darah otak %enyakit pembuluh darah otak ?
?.. 11iippeerrttenensisi -'
-' PePenanatatalalaksksananaaaann
%enatalaksanaan dalam diabetes melitus terbagi menjadi 2, yakni penatalaksanaan %enatalaksanaan dalam diabetes melitus terbagi menjadi 2, yakni penatalaksanaan secara medis dan penatalaksanaan secara kepera$atan. %enatalaksanaan secara medis secara medis dan penatalaksanaan secara kepera$atan. %enatalaksanaan secara medis adalah sebagai berikut
adalah sebagai berikut a.
a. bbat 1iat 1ipogpogliklikemiemik ork oralal #)
#) oolonlongan "ugan "ulfolfonilnilureurea / sulfoa / sulfonyl urnyl ureaseas ba
bat t ini ini palpaling ing banbanyak yak digdigunaunakan kan dan dan dapdapat at dikdikombombinainasiksikan an dendenagn agn obaobatt gol
golonongan gan lailain, n, yaiyaitu tu bigbiguanuanid, id, inhinhibiibitor tor alfalfa a gluglukoskosidaidase se ataatau u insinsuliulin. n. babatt golo
golongan ini ngan ini mempumempunyai efek nyai efek utama meningutama meningkatkan produkkatkan produksi si insuliinsulin n oleh sel oleh sel selsel beta pankreas,
beta pankreas, karena itu karena itu menjadi pilihan menjadi pilihan utama para utama para penderita DM penderita DM tipe '' tipe '' dengandengan berat badan yang berlebihan. bat @ ob
berat badan yang berlebihan. bat @ obat yang beredar dari kelompok ini adalahat yang beredar dari kelompok ini adalah a.
a. llibibenenklklamamidida a (+(+mgmg/t/tababletlet).). b.
b. libenklamida microni<ed (+ mg/tablet).libenklamida microni<ed (+ mg/tablet). c.
c. llikikasiasida (da (90 90 mgmg/t/tabablelet)t).. d.
d. llikikuiuidodon (40 mn (40 mg/g/tatablblet)et).. 2)
bat ini mempunyai efek utama mengurangi glukosa hati, memperbaiki ambilan bat ini mempunyai efek utama mengurangi glukosa hati, memperbaiki ambilan glu
glukokosa sa dardari i jarijaringngan an (gl(glukoukosa sa perperifeifer). r). DianDianjurjurkan kan sebsebagaagai i obaobat t tuntunggaggal l padpadaa pasien dengan kelebihan berat badan.
pasien dengan kelebihan berat badan. 4)
4) oolonlongan 'nhgan 'nhibiibitor tor 6lfa l6lfa lukoukosidsidasease
Mempunyai efek utama menghambat penyerapan gula di saluran pencernaan, Mempunyai efek utama menghambat penyerapan gula di saluran pencernaan, sehingga dapat menurunkan kadar gula sesudah makan. !ermanfaat untuk pasien sehingga dapat menurunkan kadar gula sesudah makan. !ermanfaat untuk pasien dengan kadar gula puasa yang masih normal.
dengan kadar gula puasa yang masih normal.
b.
b. 'nsulin'nsulin #)
#) 'n'ndidikakasi isi insnsululinin %ad
%ada a DM DM tiptipe e ' ' yanyang g tertergangantuntung g padpada a insinsuliulin n biabiasansanya ya digdigunaunakan kan 1um1umanan Monocommponent 'nsulin (50 >' dan #00 >'/ml injeksi), yang beredar adalah Monocommponent 'nsulin (50 >' dan #00 >'/ml injeksi), yang beredar adalah 6c
6ctrtrapapidid. . 'n'njejeksksi i ininsusulilin n jujuga ga didibeberirikakan n kekepapada da pependnderierita ta DM DM titipe pe '' '' yayangng kehilangan berat badan
kehilangan berat badan secara drastis. Aang tidak berhasil dengan penggunaan obatsecara drastis. Aang tidak berhasil dengan penggunaan obat @ obatan
@ obatan anti anti DM DM dengan dosis dengan dosis maksimal, maksimal, atau atau mengalami mengalami kontraindikasi kontraindikasi dengandengan obat @ obatan tersebut, bila mengalami ketoasidosis, hiperosmolar, dana sidosis obat @ obatan tersebut, bila mengalami ketoasidosis, hiperosmolar, dana sidosis lak
laktattat, , strestress ss berberat at karkarena ena infinfeksi eksi sistsistemiemik, k, paspasien ien opoperaserasi i berberat, at, $an$anita ita hamhamilil dengan gejala DM gestasional yang tidak dapat dikontrol dengan pengendalian dengan gejala DM gestasional yang tidak dapat dikontrol dengan pengendalian diet.
diet. 2)
2) Benis Benis 'nsulin'nsulin a.
a. 'ns'nsuliulin kerja cepan kerja cepat Benis @ t Benis @ jenjenisnisnya adalaya adalah regulh regular insular insulin, criin, cristalstalin <inkin <ink, dan, dan semilente.
semilente. b.
b. 'nsulin 'nsulin kerja kerja sedang sedang Benis Benis @ @ jenisnya jenisnya adalah adalah &%1 &%1 (&etral (&etral %rotamine%rotamine 1agerdon)
1agerdon) c.
c. 'nsul'nsulin kerjin kerja lambaa lambat Benis @ t Benis @ jenisnjenisnya adalya adalah %C' ah %C' (%rota(%rotamine Cmine Cinc 'nsinc 'nsulin)ulin) d.
d. "edangkan untuk penatalaksanaan secara kepera$atan adalah sebagai berikut"edangkan untuk penatalaksanaan secara kepera$atan adalah sebagai berikut #
#)) DDiieett "al
"alah ah satu satu pilpilar ar utautama ma penpengelgelolaolaan an DM DM adaadalah lah perperencencanaanaan an makmakan.an.
alaupalaupun un telah telah mendamendapat pat tentatentang ng penyupenyuluhan luhan perenperencanaan canaan makanmakanan,an, lebih dari
lebih dari +0 +0 pasien tidak melaksanapasien tidak melaksanakannykannya. a. %end%enderita DM erita DM sebaiksebaiknyanya mempertahankan menu diet seimbang, dengan komposisi idealnya sekitar mempertahankan menu diet seimbang, dengan komposisi idealnya sekitar -9 karbohidrat, 20 lemak dan #2 protein. 3arena itu diet yang -9 karbohidrat, 20 lemak dan #2 protein. 3arena itu diet yang tepat untuk mengendalikan dan mencegah agar berat badan tidak menjadi tepat untuk mengendalikan dan mencegah agar berat badan tidak menjadi berlebihan
karbohidrat komplek, hindari makanan yang manis, perbanyak konsumsi karbohidrat komplek, hindari makanan yang manis, perbanyak konsumsi serat.
serat. 2
2)) llaahhrraaggaa la
lahrahraga ga selselain ain dapdapat at menmengongontrotrol l kadkadar ar gulgula a dardarah ah karkarena ena memmembuabuatt insulin bekerja lebih efektif. lahraga juga membantu menurunkan berat insulin bekerja lebih efektif. lahraga juga membantu menurunkan berat badan,
badan, memperkuat memperkuat jantung, jantung, dan dan mengurangi mengurangi stress. stress. !agi !agi pasien pasien DMDM me
melaklakukukan an ololahahraraga ga dedengngan an teteraratutur r akakan an lelebibih h babaikik, , tettetapapi i jajangnganan melakukan olahraga yang berat @ berat.
melakukan olahraga yang berat @ berat. .'
.' PePememeririksksaaaan Dian Diagngnosostitik k lukosa darah se$aktu lukosa darah se$aktu a.
a. 3ad3adar glar glukoukosa darsa darah puah puasaasa b.
b. es toleransi glukosaes toleransi glukosa 3r
3rititereria ia didiagagnonoststik ik 11 ununtutuk k didiababetetes es memellllititus us papada da sesedidikikitntnya ya 2 2 kakalili pemeriksaan
pemeriksaan a.
a. luklukosa plasmosa plasma se$aktu :2a se$aktu :200 mg/d00 mg/dl (##l (##,# mmol,# mmol/*)/*) b.
b. lukosa plasma puasa :#50 mg/dl (8,9 mlukosa plasma puasa :#50 mg/dl (8,9 mmol/*)mol/*) c.
c. lulukkososa a plplasasmma a ddarari i sasammpepel l yayang ng ddiaiambmbil il 2 2 jajam m kkememuudidian an sesesusuddahah mengkonsumsi 8+ gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) : 200 mg/dl
mengkonsumsi 8+ gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) : 200 mg/dl /
/' ' **oommpplliikkaassii 3omp
3omplikasi likasi diabediabetes tes mellitmellitus us dikladiklasifikasifikasikan sikan menjamenjadi di akut akut dan dan kronikronis. Aas. Aangng termasuk dalam komplikasi akut adalah hipoglikemia, diabetes ketoasidosis (D36), termasuk dalam komplikasi akut adalah hipoglikemia, diabetes ketoasidosis (D36), dan hyperglycemic hyperosmolar nonketocic coma (11&E). Aang termasuk dalam dan hyperglycemic hyperosmolar nonketocic coma (11&E). Aang termasuk dalam ko
kompmplilikakasi si krkrononis is adadalaalah h reretitinonopapati ti didiababetietic, c, nenefrfropopatati i didiababeteticic, , neneururopopatati,i, dislipidemia, dan hipertensi.
dislipidemia, dan hipertensi. a.
a. 33omomplplikikasasi aki akuutt Diabetes ketoasidosis Diabetes ketoasidosis
Diabetes ketoasidosis adalah akibat yang berat dari deficit insulin yang Diabetes ketoasidosis adalah akibat yang berat dari deficit insulin yang berat
berat pada pada jaringan jaringan adipose, adipose, otot otot skeletal, skeletal, dan dan hepar. hepar. Baringan Baringan tersebuttersebut termasuk sangat sensitie terhadap kekurangan insulin. D36 dapat dicetuskan termasuk sangat sensitie terhadap kekurangan insulin. D36 dapat dicetuskan oleh infeksi ( penyakit)
b.
b. 3omplikasi kronis3omplikasi kronis #)
#) 7e7etitinonopapati ti didiababeteticic *es
*esi i palpaling ing a$aa$al l yanyang g timtimbul bul adaadalah lah mikmikroaroaneuneurism rism padpada a pempembulbuluhuh retina. erdapat pula bagian iskemik, yaitu retina akibat berkurangnya aliran retina. erdapat pula bagian iskemik, yaitu retina akibat berkurangnya aliran darah retina. 7espon terhadap iskemik retina ini adalah pembentukan pembuluh darah retina. 7espon terhadap iskemik retina ini adalah pembentukan pembuluh darah baru, tetapi pembuluh darah tersebut sangat rapuh sehingga mudah pecah darah baru, tetapi pembuluh darah tersebut sangat rapuh sehingga mudah pecah da
dan n ddapapat at memenngagakkibibatatkakan n peperdrdararahahan an ititrereoouus. s. %e%erdrdararahahan an inini i bibisasa men
mengakgakibaibatkatkan n ablablasio asio retiretina na ataatau u berberulaulang ng yanyang g menmengakgakibaibatkatkan n kebkebutautaanan permanen.
permanen. 2)
2) &e&efrofropapati ti didiababeteticic
*esi renal yang khas dari nefropati diabetic adalah glomerulosklerosis *esi renal yang khas dari nefropati diabetic adalah glomerulosklerosis yang nodular yang tersebar dikedua ginjal yang disebut sindrom 3ommelstiel yang nodular yang tersebar dikedua ginjal yang disebut sindrom 3ommelstiel ilson. lomeruloskleriosis nodular dikaitkan dengan proteinuria, edema dan ilson. lomeruloskleriosis nodular dikaitkan dengan proteinuria, edema dan hipertensi. *esi sindrom 3ommelstiel
hipertensi. *esi sindrom 3ommelstielilson ditemukan hanya pada DM.ilson ditemukan hanya pada DM. 4
4)) &&eeuurrooppaattii
&europati
&europati diabetic diabetic terjadi terjadi pada pada -0 -0 @ @ 80 80 indiidu indiidu DM. DM. neuropatineuropati diabetic yang paling sering ditemukan adalah neuropati perifer dan autonomic. diabetic yang paling sering ditemukan adalah neuropati perifer dan autonomic. 5
5)) DiDispsplilidedemimiaa
*ima puluh persen indiidu dengan DM mengalami
*ima puluh persen indiidu dengan DM mengalami dislipidemia.dislipidemia. +
+)) 1i1ipepertrtenensisi
1ipertensi pada pasien dengan DM tipe # menunjukkan penyakit ginjal, 1ipertensi pada pasien dengan DM tipe # menunjukkan penyakit ginjal, mikro
mikroalbumalbuminuriainuria, , atau proteinuatau proteinuria. ria. %ada pasien %ada pasien dengadengan n DM DM tipe 2, tipe 2, hiperthipertensiensi bisa
bisa menjadi menjadi hipertensi hipertensi esensial. esensial. 1ipertensi 1ipertensi harus harus secepat secepat mungkin mungkin diketahuindiketahuin dan
dan ditditangangani ani karkarena ena bisbisa a memmemperperberberat at retretinoinopatpati, i, nepnepropropati, ati, dan dan penpenyakyakitit makroaskular.
makroaskular.
--)) 3a3aki dki diaiabebetiticc 6da
6da tigtiga a facfactor tor yanyang g berberperperan an daldalam am kakkaki i diadiabetbetic ic yaiyaitu tu neuneuropropatiati,, iskemia, dan sepsis. !iasanya amputasi harus dilakukan. 1ilanggnya sensori iskemia, dan sepsis. !iasanya amputasi harus dilakukan. 1ilanggnya sensori pada
pada kaki kaki mengakibatkan mengakibatkan trauma trauma dan dan potensial potensial untuk untuk ulkus. ulkus. %erubahan%erubahan mikroaskuler dan makroaskuler dapat mengakibatkan iskemia jaringan dan mikroaskuler dan makroaskuler dapat mengakibatkan iskemia jaringan dan sep
sepsisis. s. &e&eururopopatati, i, isiskekemimia, a, dadan n sesepspsis is bibisa sa memenynyebebababkakan n gagangngrenrene e dadann amputasi.
8)
8) 1i1ipopoglglikikememiaia
1ipoglikemia adalah keadaan dengan kadar glukosa darah di ba$ah -0 1ipoglikemia adalah keadaan dengan kadar glukosa darah di ba$ah -0 mg
mg/d/dl, l, yayang ng memerurupapakakan n kokompmplilikakasi si popotetensnsiaial l teterarapi pi ininsusulilin n atatau au obobatat hip
hipogloglikeikemik mik oraoral. l. %en%enyebyebab ab hiphipogloglikeikemia mia padpada a paspasien ien sedsedang ang menmenerierimama pengobatan insulin eksogen atau hipog
pengobatan insulin eksogen atau hipoglikemik oral.likemik oral.
DA0"AR PU#"A*A DA0"AR PU#"A*A
!runner F "uddarth. (20#2) .
Eor$in, GB. (200).
Eor$in, GB. (200). Buku Saku Buku Saku %atofisiologi, edisi reisi. GE, Bakarta.%atofisiologi, edisi reisi. GE, Bakarta. 3ushariyadi. (20#0) .
3ushariyadi. (20#0) . Asuhan Keperawatan pada K Asuhan Keperawatan pada Klien Lanjut Usialien Lanjut Usia . "alemba Medika, Bakarta.. "alemba Medika, Bakarta. Mansjoer, 6 dkk. 2008.
Mansjoer, 6 dkk. 2008. Kapita Selekta Kedokteran Kapita Selekta Kedokteran, Bilid # edisi 4. Media 6esculapius, Bakarta., Bilid # edisi 4. Media 6esculapius, Bakarta. "m
"melelt<t<ererH H "u"u<a<annnne e EH EH dkdkk. k. (2(20#20#2).). Buku Buku Ajar Ajar Keperawatan Keperawatan Medikal Medikal Bedah Bedah Brunner Brunner && Suddarth disi 8 !ol " alih bahasa
Suddarth disi 8 !ol " alih bahasa #$ #$ %%$ $ Kunara, Andr' Kunara, Andr' #artono, Monia #artono, Monia sterster, , %%asminasmin asih$