Malang, 26 Maret 2016
266
PENERAPAN QUESTION STUDENT HAVE BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF
MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI PADA MATAKULIAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN UNIVERSITAS NEGERI
MALANG
The Implementation of Question Student Have based on Lesson Study to Improve Learning Activities and Cognitive Learning Results of the Students’ of Biology
Education of State University of Malang on Teaching and Learning Course
Leliavia
Prodi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang
Jl. Raya candi 3E, Malang, Jawa Timur, HP: 085707130524; e-mail: [email protected] Abstrak
Kualitas pembelajaran yang baik tidak hanya terbatas pada pencapaian hasil belajar saja namun juga pada pengembangan potensi individu dimana seorang pendidik bertugas mengembangkan potensi individu semaksimal mungkin, sehingga terbentuk manusia yang pandai (pintar), terampil, tahu kemampuan dan batas kemampuannya. Pengembangan potensi tidak lepas kaitannya dengan aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran salah satu pembelajaran yang dapat membawa aktivitas peserta didik menjadi lebih baik adalah question student have. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar kognitif mahasiswa melalui penerapan
question student have. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa kelas A program studi Pendidikan Biologi dengan jumlah mahasiswa 25 orang. Hasil keterlaksanaan Lesson Study dan aktivitas belajar diperoleh dari lembar keterlaksaan
Lesson Studi dan rubrik aktivitas belajar yang diisi oleh observer. Hasil belajar kognitif diperoleh dari tes akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Question student have melalui Lesson study meningkatkan aktivitas belajar sebesar 8,22% semula di siklus 1 sebesar 83,35% meningkat di siklus 2 menjadi 91,57%. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar kognitif, semula di siklus 1 tidak ada mahasiswa yang memperoleh nilai A namun pada siklus 2 menjadi 19 mahasiswa yang mendapat nilai A. Dengan demikian penerapan Question student have dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan aktivitas belajar hasil belajar kognitif mahasiswa.
Kata kunci: Question student have, Lesson study, Aktivitas belajar, Hasil Belajar Kognitif. Abstract
The good quality of teaching and learning does not only rely on the learning result, but also depends on the development of individual‘s potential in which a teacher is obliged to develop individual‘ potential optimally so that there will grow a person who is smart, skillful, and aware of their own competence. This matter is in line with the students‘ activities during teaching and learning process. One of the teaching and learning activities which may lead the students to be better on learning is Question student have. This research is aimed to improve learning activity and cognitive learning result of the students through the implementation of Question student have. The design of this research is Classroom Action Research (CAR) with descriptive qualitative approach. The subjects of the research are 25 students of class A in the study program of Biology Education. The feasibility result of the Lesson Study and learning activitiesis obtained from the feasibility sheet of Lesson Study and learning activities rubric which is completed by the observer.
Malang, 26 Maret 2016
267
The cognitive learning result is obtained from the final test. The result of the research shows that the implementation of Question student have through Lesson Study improves the learning activities to 8.22%, by the fact that in the first cycle it is 83.35% and it is improved to 91.57% in the second cycle. Moreover, there is also improvement on the cognitive learning result, in which in the first cycle, there is no student who get an A score. However, in the second cycle there are 19 students who get A. In conclusion, Question student have can be implemented as an alternative to improve students‘ learning activities which would improve students‘ cognitive learning result.
Keywords: Question student have, Lesson study, learning activities, cognitive learning result
PENDAHULUAN
Kegiatan pendidikan dilaksanakan guna untuk memperoleh suatu tujuan dari pendidikan itu sendiri, baik secara khusus ataupun secara umum yang telah ditetapkan oleh kurikulum pendidikan yang berlaku saat ini, Dalam proses belajar mengajar pendidik mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan dalam arti pendidik harus selalu menciptakan suasana yang kondusif dalam lingkungan pendidikan dan menjalankan tugasnya dengan semaksimal mungkin demi tercapainya tujuan pendidikan.
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada tanggal 2 dan 3 September 2014 di kelas A semester 5 pada matakuliah Belajar dan Pembelajaran, Kegiatan pembelajaran menerapkan presentasi kelompok, pada saat presentasi kelompok banyak mahasiswa yang tidak fokus pada materi yang disampaikan oleh presenter dari hasil pengamatan terlihat banyak siswa yang masih mengerjakan tugas matakuliah lain, berbicara dengan sesama temannya pada topik yang tidak sesuai dengan topik yang disampaikan pada diskusi kelas, serta terdapat beberapa anak yang tidur, dengan kondisi yang demikian maka akan menyebabkan kurang kondusifnya suasana kelas sehingga mengakibatkan pada saat sesi tanggapan dan pertanyaan hanya beberapa anak saja yang aktif dan ikut ambil bagian pada diskusi kelas. Berdasarkan observasi dalam proses kegiatan pembelajaran terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi terkait dengan pengaktifan siswa yaitu dosen harus dapat memilih suatu pembelajaran yang dapat menghidupkan suasana kelas dan membawa mahasiswa yang kurang aktif menjadi ikut ambil bagian dalam diskusi kelas. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik adalah model Question student have dimana model pengajaran ini melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran seperti kegiatan diskusi kelompok dan diskusi kelas. Menurut Suprijono, (2009) Model question student have merupakan model pembelajaran yang dikembangkan untuk melatih peserta didik agar memiliki kemampuan dan keterampilan bertanya. Pembelajaran dengan model ini diawali dengan membagi kelas menjadi 4 kelompok, jumah kelompok sebaiknya disesuaikan dengan jumlah peserta didik, selanjutnya, bagikan kartu kosong kepada setiap peserta didik dalam setiap kelompok. Mintalah peserta didik menulis beberapa pertanyaan yang mereka miliki tentang hal-hal yang sedang dipelajari. Dalam setiap kelompok putar lah kartu tersebut searah jarum jam. Ketika setiap kartu diedarkan pada anggota kelompok, anggota tersebut harus membacanya dan memberikan tanda (V) jika pertanyaan tersebut dianggap penting, perputaran berhenti sampai kartu tersebut kembali pada pemiliknya
Malang, 26 Maret 2016
268
masing-masing. Menurut Zaini, Munthe dan Aryani dalam Dewi Dkk (2012) menyatakan bahwa ―question student have‖ merupakan teknik yang tidak menakutkan yang dapat dipakai untuk mengetahui kebutuhan dan harapan peserta didik, dengan penerapan model ini maka siswa akan membangun pengetahuannya.
Question Student Have pada penelitian ini dilakukan dengan Lesson Study. Menurut Hendayana, (2007) Lesson Study merupakan model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kelegalitasan untuk membangun komunikasi belajar. Menurut Ibrohim (2012) Ada 3 tahap utama Lesson Study yaitu: 1) perencanaan (Plan), 2) pelaksanaan (Do), 3) melihat kembali/ Refleksi (See). Ketiga tahapan tersebut dilakukan secara berulang dan terus- menerus (siklus). Menurut Walker (2005) dalam Lepiyanto (2012) Proses sistematis itu adalah kerja Dosen model secara kolaboratif untuk mengembangkan rencana.
Lesson Study bukan merupakan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan
Lesson Study dapat menerapkan berbagai metode ataupun strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi pendidik dan dalam penerapannya kegiatan pengkajian pembelajaran ini dilakukan secara kolaboratif oleh sekelompok Dosen model guna untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Penelitian ini menerapkan Question student have berbasis Lesson study untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar kognitif mahasiswa program studi pendidikan biologi pada matakuliah belajar dan pembelajaran Universitas Negeri Malang.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam dua siklus, dimana dalam setiap siklus terdapat empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi mahasiswa kelas A pendidikan biologi semester 5 yang berjumlah 25 orang yang terdiri dari 24 mahasiswa perempuan dan 1 mahasiswa laki-laki.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data keterlaksanaan Lesson Study bersumber dari dosen model dan anggota Lesson Study, didapatkan dari lembar monitoring kegiatan plan, do, dan see yang diisi oleh observer. Data aktivitas mahasiswa bersumber dari mahasiswa; data ini diperoleh dari lembar observasi yang diisi oleh
observer. data hasil belajar mahasiswa bersumber dari mahasiswa, diperoleh dari skor jawaban tes akhir siklus.
Lembar observasi keaktifan belajar mahasiswa digunakan untuk mengukur keaktifan mahasiswa. presentase keaktifan belajar mahasiswa dihitung menggunakan rumus berikut.
Skor akhir kemampuan: x 100%
Persentase kemampuan keaktifan belajar dirata-rata kemudian ditentukan kriteria keaktifan belajar mahasiwa berdasarkan Tabel 1.
Malang, 26 Maret 2016
269 Tabel 1 Persentase dan Kriteria aktivitas
Persentase aktivitas Kriteria
80-100 Sangat baik
66-79 Baik
56-65 Cukup Baik
40-55 Kurang Baik
30-39 Sangat Kurang Baik
(Sumber: Arikunto, 2003)
Data hasil belajar kognitif diperoleh dari hasil evaluasi yaitu dengan melakukan tes disetiap akhir siklus PTK, hasil evaluasi dalam bentuk angka yaitu antara 0-100. Nilai yang diperoleh siswa dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
Nilai akhir evaluasi berupa angka dikonversikan menjadi huruf dengan kriteria penilaian Universitas Negeri Malang Adapun pedoman penilaian hasil belajar kognitif yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Pedoman Penilaian Hasil Belajar Kognitif
Tingkat Penguasaan Nilai Huruf Angka
91% - 100% A 4,00 84% - 90% A- 3,70 77% - 83% B+ 3,30 71% - 76% B 3,00 66% - 70% B- 2,70 61% - 65% C+ 2,30 55% - 60% C 2,00 41% - 54% D 1,00 0 – 40% E 0,00
(Sumber: Pedoman Penilaian Universitas Negeri Malang)
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Keterlaksanaan Lesson Study
Keterlaksanaan Lesson Study diperoleh dari lembar monitoring keterlaksanaan
Lesson Study yang diisi oleh observer. Analisis dilakukan dengan cara membagi skor yang diperoleh dengan skor maksimal kemudian dikalikan dengan 100%. Hasil monitoring keterlaksanaan Lesson Study dapat dilihat pada Tabel 3
Tabel 3 Hasil Monitoring Keterlaksanaan Lesson Study
Lesson Study ke-
Skor Keterlaksanaan Tahap Lesson study
Plan (%) Kriteria Do (%) Kriteria See (%) Kriteria 1 81,25 Terlaksana 82,35 Terlaksana 100 Sangat
terlaksana 2 87,5 Sangat terlaksana 88,23 Sangat terlaksana 100 Sangat terlaksana
Malang, 26 Maret 2016
270
Terlaksana terlaksana terlaksana
4 93,75 Sangat terlaksana 94,12 Sangat terlaksana 100 Sangat terlaksana 5 100 Sangat terlaksana 100 Sangat terlaksana 100 Sangat terlaksana Rata-rata 90,00 Sangat terlaksana 90,58 Sangat terlaksana 100 Sangat terlaksana
Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa semua tahapan Lesson Study sudah terlaksana dengan baik. Rata-rata keterlaksanaan tahap plan adalah 90,00 % yang termasuk ke dalam kriteria sangat terlaksana. Rata-rata keterlaksanaan tahap do adalah 90,58% yang termasuk ke dalam kriteria sangat terlaksana. Rata-rata keterlaksanaan tahap see adalah 100% yang termasuk ke dalam kriteria sangat terlaksana.
Kegiatan yang dilakukan pada saat plan adalah membahas SAP yang sudah dibuat oleh dosen model untuk didiskusikan oleh tim Lesson Study. Banyak masukan yang diberikan oleh tim Lesson Study seperti instrumen dalam penelitian, pembagian durasi waktu yang harus diperhatikan oleh dosen model, media pembelajaran serta materi pembelajaran. Secara keseluruhan, tahap Plan sudah berhasil dilaksanakan dengan kriteria sangat terlaksana.
Tahap Do merupakan pelaksanaan dari rencana-rencana yang sudah disusun pada saat Plan seperti yang dikemukakan oleh Ibrohim (2012) yaitu tahap pelaksanaan (Do) dimaksudkan untuk menerapkan rancangan pembelajaran yang telah dirumuskan pada tahap perencanaan. Pada tahap do, dosen model melakukan open class selama lima kali
Lesson study. Berdasarkan pengamatan oleh observer, tahap do pada setiap pertemuan yaitu LS 1 terlaksana 82,35%, LS 2 dan 3 yaitu terlaksana 88,23%, LS 4 terlaksana 94,12% dan pertemuan terakhir atau LS 5 terlaksana 100%. Keterlaksanaan do disetiap pertemuannya mengalami peningkatan kecuali pada LS 3 tidak mengalami peningkatan hal ini karena dosen model kurang tepat dalam membagi durasi kegiatan pembelajaran, pada kegiatan pembelajaran durasi mahasiswa untuk membuat pertanyaan terlalu banyak sehingga mahasiswa yang sudah membuat pertanyaan mengajak temannya untuk berdiskusi diluar materi pembelajaran dan durasi pada saat diskusi materi terlalu sedikit sehingga menyebabkan kelas kurang kondusif dan pada akhirnya terdapat beberapa mahasiswa yang mengalami kesulitan untuk memahami materi, sehingga kemudian pada LS 4 dosen model mengalihkan durasi berlebih tersebut pada kegiatan diskusi kelompok.
Keterlaksanaan refleksi dari LS 1, 2, 3, 4 dan 5 mencapai 100% karena dosen model dan observer telah belajar dari pengalaman kegiatan refleksi sebelumnya dan sudah memahaminya sehingga semua kriteria dapat terpenuhi dan didapat poin 100 pada lembar monitoring See.
2. Keaktifan Belajar Mahasiswa
Lembar observasi keaktifan belajar mahasiswa diisi oleh observer pada setiap pertemuan. Analisis data dilakukan dengan cara membagi skor yang didapatkan dengan skor maksimal kemudian dikalikan dengan 100 Persentase yang diperoleh tiap aspek beserta kriterianya dapat dilihat pada Tabel 4 dan 5.
Malang, 26 Maret 2016
271
Tabel 4 Persentase dan Kriteria Tiap Aspek pada Lembar Observasi Keaktifan Belajar Siklus I
Tabel 5 Persentase dan Kriteria Tiap Aspek pada Lembar Observasi Keaktifan Belajar Siklus II
Data yang diperoleh pada siklus I dan siklus II tampak bahwa keaktifan belajar mahasiswa mengalami peningkatan. Peningkatan keaktifan belajar mahasiswa berdasarkan lembar observasi keaktifan belajar mahasiswa dapat dilihat pada Tabel 6
Tabel 6. Perbandingan presentase hasil observasi aktivitas belajar siswa dari siklus 1 dan II
Berdasarkan tabel 6, dapat dibuat grafik peningkatan keaktifan belajar mahasiswa. Grafik peningkatan tersebut dapat dilihat pada gambar 1
Aspek Keaktifan Belajar Pertemuan 1 Keaktifan Belajar Pertemuan 2 Rata-rata (%) Kriteria Persentase Kriteria Persentase Kriteria
1. memperhatikan penjelasan dosen & presentasi 85,34 Sangat terlaksana 85,34 Sangat terlaksana 84,67 Sangat terlaksana 2. Bertanya 86,67 Sangat terlaksana 88,00 Sangat terlaksana 87,35 Sangat terlaksana 3. Berpendapat 68,00 terlaksana 70,67 terlaksana 69,35 terlaksana
4. mencatat 90,76 Sangat terlaksana 93,34 Sangat terlaksana 92,05 Sangat terlaksana Aspek Keaktifan Belajar Pertemuan 1 Keaktifan belajar pertemuan II Keaktifan belajar pertemuan III Rata -rata Kriteria Persenta se Kriteria persentas e Kriteria persentas e kriteria 1. menyimak 90,67 Sangat terlaksana 93,34 Sangat terlaksan a 96,00 Sangat terlaksan a 93,3 4 Sangat terlaksa na 2.bertanya 90,67 Sangat terlaksana 92,60 Sangat terlaksan a 94,67 Sangat terlaksan a 92,6 5 Sangat terlaksa na 3. Menjawab 78,67 Terlaksan a 81,34 Sangat terlaksan a 93,34 Sangat terlaksan a 84,4 5 Sangat terlaksa na 4. mencatat 94,67 Sangat terlaksana 94,67 sangat terlaksan a 97,39 Sangat terlaksan a 95,5 7 Sangat terlaksa na Aspek Siklus I Siklus II Rata-rata (%) Kriteria Rata-rata (%) Kriteria Menyimak 84,67 Sangat terlaksana 93,34 Sangat terlaksana Bertanya 87,35 Sangat terlaksana 92,65 Sangat terlaksana
berpendapat 69,35 terlaksana 84,45 Sangat terlaksana
Mencatat 92,05 Sangat
terlaksana
Malang, 26 Maret 2016
272
Gambar 1. Grafik peningkatan keterlaksanaan pembelajaran aktif
Berdasarkan Tabel 6 dan gambar 1 dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan keaktifan belajar mahasiswa dalam pembelajan pada setiap siklusnya Persentase aspek menyimak pada siklus I sebesar 84,67% meningkat menjadi 93,34% pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 8,67%. Aspek bertanya pada siklus I sebesar 87,35% meningkat menjadi 92,65% pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 5,3%. Aspek berpendapatpada siklus I sebesar 69,35% meningkat menjadi 84,45% pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 15,1%. Aspek mengamati kegiatan presentasi-diskusi pada siklus I sebesar 92,05% meningkat menjadi 95,57% pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 3,52%. Keaktifan belajar mahasiswa secara klasikal pada siklus I 83,35% meningkat menjadi 91,57% atau mengalami peningkatan sebesar 8,22%. Peningkatan aktivitas belajar ini karena pembelajaran Question student have menuntut siswa untuk secara aktif membuat pertanyaan dan mengajak siswa untuk ikut berperan aktif dalam memberikan kontribusi seperti mengemukakan pendapat dll. Selanjutnya siswa juga secara aktif menilai pertanyaan serta mencari jawaban dari pertanyaan yang dibuat oleh teman-temannya.
Rendahnya aktivitas belajar siswa pada siklus I disebabkan siswa masih belum terbiasa dengan pembelajaran yang diterapkan oleh guru dan situasi kelas yang kurang kondusif menyebabkan siswa kurang fokus pada pembelajaran, penyebab lainnya juga karena pada siklus I ini dosen model masih bermasalah dengan alokasi waktu. kemudian diadakanlah perbaikan-perbaikan pada permasalahan yang terjadi di siklus I sehingga persentase aktivitas belajar siswa pada siklus II lebih baik dari pada siklus I.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran question student have dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Suprijono (2009) bahwa dalam pembelajaran
question student have sebagian besar aktivitas belajar berpusat pada siswa (student center) dan guru hanya berperan sebagai fasilitator dan mediator hal ini terlihat dari kegiatan pembelajaran dimana kegiatan siswa yang paling dominan yaitu terlihat jelas pada saat diskusi kelas, sehingga pada akhhirnya dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa.
3. Hasil Belajar Kognitif
Data hasil belajar kognitif mahasiswa diperoleh dari hasil tes akhir siklus I dan tes akhir siklus II. Hasil analisis data hasil belajar kognitif pada siklus I dan siklus II tampak
Malang, 26 Maret 2016
273
bahwa hasil belajar kognitif mahasiswa mengalami peningkatan. Peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa dapat dilihat pada tabel 7.
Tabel 7 Peningkatan Hasil Belajar Kognitif Berdasarkan Jumlah Mahasiswa dan Kriteria Penilaian Huruf
Nilai Huruf Jumlah Mahasiswa Siklus 1 Siklus 2 A 0 18 A- 3 6 B+ 13 1 B 5 0 B- 4 0 C+ 0 0 C 0 0 D 0 0 E 0 0
Berdasarkan tabel 7, dapat dibuat grafik peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa berdasarkan jumlah mahasiswa dan kriteria penilaian huruf pada gambar 2.
0 5 10 15 20 A A- B+ B B- C+ C D E siklus 1 siklus 2
Gambar 2. Hasil belajar kognitif mahasiswa berdasarkan jumlah mahasiswa dan kriteria penilaian huruf
Berdasarkan tabel 7 dan gambar 2 dapat diketahui bahwa hasil belajar kognitif mahasiswa mengalami peningkatan. Hasil belajar kognitif mahasiswa pada siklus I tidak terdapat mahasiswa yang memperoleh nilai A namun pada siklus II justru terdapat 19 mahasiswa yang mendapat nilai A. Adapun mahasiswa yang mendapat nilai A- pada siklus I berjumlah 3, dan meningkat pada siklus II menjadi terdapat 6 mahasiswa. Pada siklus I terdapat 13 mahasiswa yang memperoleh nilai B+, sedangkan pada siklus II terdapat 1 mahasiswa memperoleh nilai B+. pada siklus I terdapat 5 mahasiswa yang mendapat nilai B dan 4 mahasiswa yang mendapatkan nilai B- sedangkan pada siklus II tidak terdapat mahasiswa yang mendapatkan nilai B dan B- Berdasarkan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa penerapan pembelajaran question student have melalui Lesson Study dapat meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa.
Peningkatan hasil belajar kognitif mahasiswa dalam penelitian ini terjadi karena penerapan question student have dapat memudahkan siswa untuk memahami materi, mampu mendorong siswa menjadi aktif, menjadikan kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan, tidak membosankan dan siswa antusias dalam belajar tanpa rasa takut
Malang, 26 Maret 2016
274
untuk bertanya. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Sutrisman dkk (2013) yang menjelaskan bahwa dengan penerapan pembelajaran question student have siswa dipaksa untuk memahami materi agar dapat membuat pertanyaan dan dapat menilai pertanyaan tersebut layak untuk dibahas atau tidak, sehingga secara signifikan pembelajaran question student have dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa dan meningkatkan hasil belajar kognitif khususnya pada matakuliah belajar dan pembelajaran.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Penerapan pembelajaran Question student have melalui Lesson Study dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa semester 5 matakuliah Belajar dan Pembelajaran. Hal ini terlihat dari rerata persentase aktivitas belajar siswa meningkat dari 88,4% pada siklus I menjadi 91,57% pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 8,22%. Penerapan pembelajaran question student have melalui Lesson Study juga dapat meningkatkan hasil belajar kognitif mahasiswa hal ini terlihat dari peningkatan hasil evaluasi dari siklus I ke siklus II yaitu Hasil belajar kognitif mahasiswa pada siklus I tidak terdapat mahasiswa yang memperoleh nilai A namun pada siklus II justru terdapat 19 mahasiswa yang mendapat nilai A, siklus I terdapat 3 mahasiswa yang mendapat nilai A- pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 6 mahasiswa, siklus I terdapat 13 mahasiswa yang memperoleh nilai B+, sedangkan pada siklus II terdapat 1 mahasiswa memperoleh nilai B+. pada siklus I terdapat 5 mahasiswa yang mendapat nilai B dan 4 mahasiswa yang mendapatkan nilai B- sedangkan pada siklus II tidak terdapat mahasiswa yang mendapatkan nilai B dan B- .
Saran
Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar memvalidasi terlebih dahulu instrumen penilaian yang digunakan untuk mengukur berbagai aspek yang akan diukur agar dapat diperoleh data yang valid, selain itu peneliti juga menyarankan untuk menerapkan pembelajaran ini pada matakuliah lain ataupun pada jenjang pendidikan yang lain seperti pada jenjang pendidikan sekolah menengah atas.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, S. 2003.Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Dewi, Yuliana dkk. 2012. Penerapan Metode Question Student Have Untuk Peningkatan Pembelajaran IPS Siswa Kelas V SD Negeri 1 Banyumudal. (online)
(http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/download/2477/1780, diakses
tanggal 15 November 2014)
Hendrayana, dkk. 2007. Lesson Study Suatu Strategi Untuk Meningkatkan KeprofesionalanPendidik (Pengalaman IMSTEP-JICA). Bandung: UPI Press.
Ibrohim. 2012. PPl Berbasis Lesson Study: Sebagai Pola Alternatif untuk Meningkatkan Efektifitas
Malang, 26 Maret 2016
275
Workshop Pembimbing PPL Berbasis Lesson Study. FMIPA Universitas Negeri Malang, 2
Juli 2012.
Lepiyanto, Agil. 2012. Implementasi Lesson Study pada Metode Numbered Heads Together dipadu dengan Team Games Tournament untuk Pengembangan Karakter, Peningkatan aktifiitas, Motivasi, dan Hasil Belajar Biologi Siswa SMA Negeri 1 Kepanjen. Skripsi tidak diterbitkan Malang: Universitas Negeri Malang.
Sutrisman, erik dkk. 2013. Pengaruh model pembelajaran question student have dan picture and picture terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS pada polok bahasan biosfer. (online)
(http://kim.ung.ac.id/index.php/KIMFMIPA/article/viewFile/3656/3632, diakses tanggal 15 November 2014).