1 Pengaruh Persepsi Privasi, Persepsi Keamanan, Persepsi Kepercayaan, Persepsi Risiko, Persepsi Kegunaan Dan Persepsi Kemudahan Penggunaan
Terhadap Minat Penggunaan E-commerce Disusun oleh:
Krisnu Putra Yutadi Dosen Pembimbing: Lutfi Haris, M.Ak., Ak.
Universitas Brawijaya, Jl. MT. Haryono 165, Malang Email: [email protected]
Abstract: Effect Perceived Privacy, Perceived Security, Perceived Risk, Perceived Trust, Perceived Usefulness And Perceived Ease of Use for The Use Intention of E-commerce. This research purposes to examine the factors that affect intention to use e-commerce by using Technology Acceptance Model (TAM) develop by Davis in 1989. The research was conducted in major Accounting Faculty Economic and Business Brawijaya University. A total of 242 data student which have been using e-commerce were processed using Partial Least Square (PLS). The result of analysis for this model shows that the intention to use e-commerce is influenced positively by construct perceived privacy, construct perceived trust, construct perceived risk, construct perceived usefulness, and construct perceived ease of use. Beside that, perceived security did not positively influence on intention to use of e-commerce. The implications of the research are relevant for the management and e-commerce analyst system to consider of perceived privacy, perceived trust, perceived risk, perceived usefulness, and perceived ease of use in implementing and developing e-commerce transaction system.
Abstrak: Pengaruh Persepsi Privasi, Persepsi Keamanan, Persepsi Kepercayaan, Persepsi Risiko, Persepsi Kegunaan dan Persepsi Kemudahan terhadap Minat Penggunaan E-commerce. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi minat dalam penggunaan e-commerce dengan menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh Davis pada tahun 1989. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (JAFEB UB) yang telah mengetahui transaksi e-commerce. Sebanyak 242 data mahasiswa yang telah menggunakan e-commerce diolah dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil analisis untuk model ini menunjukkan bahwa minat penggunaan e-commerce dipengaruhi secara positif oleh konstruk persepsi privasi, konstruk persepsi kepercayaan, konstruk persepsi risiko, konstruk persepsi kegunaan, dan konstruk persepsi kemudahan. Sedangkan
2 konstruk persepsi keamanan tidak memberikan pengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Implikasi dari penelitian ini relevan bagi pihak manajemen dan analis sistem e-commerce agar memperhatikan kembali faktor persepsi privasi, persepsi kepercayaan, persepsi risiko, persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan dalam penerapan dan mengembangkan sistem transaksi e-commerce.
Kata Kunci: persepsi privasi, persepsi keamanan, persepsi kepercayaan, persepsi risiko, persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, minat , e-commerce.
3 PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang saat ini telah menguasai tata kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun organisasi. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi telah memunculkan banyak infrastruktur baru yang memberikan kemudahan bagi penggunanya serta bersifat global. Salah satu jaringan global yang sangat pesat perkembangannya adalah jaringan internet.
Noor (2008) menyebutkan bahwa kemajuan dalam penyampaian informasi, hubungan yang tanpa batas, perubahan sosial, ekonomi dan budaya didorong oleh teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang. Pada masa sekarang ini internet menjadi primadona baru dalam melakukan berbagai hal, seperti untuk mendapatkan informasi yang lebih murah dan cepat, mengurangi biaya kertas dan biaya distribusi, sebagai media promosi, komunikasi interaktif (email, video), sebagi alat untuk research dan development, dan pertukaran data. Dalam bidang perdagangan, media internet mulai dimanfaatkan untuk melakukan aktifitas bisnis karena kontribusinya terhadap efisiensi. Aktifitas bisnis melaui media internet populer disebut dengan electronic commerce ( e-commerce).
Banyak manfaat yang didapat individu maupun perusahaan jika melakukan e-commerce, seperti efisiensi waktu, biaya dan tenaga. Namun, pada kenyataannya masyarakat Indonesia masih menyukai untuk melakukan transaksi secara tradisional atau face to face. Banyak dari individu yang menganggap bahwa terlalu besar risiko yang ditimbulkan apabila melakukan e-commerce. Pavlou (2003) menyatakan bahwa situs belanja dan infrastruktur internet yang tidak pasti, sehingga menyebabkan pelanggan memiliki risiko kehilangan uang dan privasinya.
Menurut HarianTI.com (diakses pada 2 April 2014) dalam Indonesia Netizen Survey 2013, netizen yang melakukan belanja online meningkat dari 15% pada tahun 2012 menjadi 20% pada tahun 2013 ini. Indonesia Netizen Survey 2013 menemukan bahwa transfer antar rekening dan cash on delivery masih menjadi metode yang paling disukai oleh para netizen dengan porsi masing-masing 80,7% dan 27,1%. Adapun data pelanggan pengguna internet menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat jumlah 62,9 juta orang dari total 215 juta penduduk, jumlah pemakai ini masih tergolong sedikit. Menurut riset dari daily social dan daily transpayment gateway Indonesia memperkirakan pengguna internet akan mencapai angka 150 juta orang dalam kurun waktu lima tahun mendatang. Angka yang meningkat tajam ini mengisyaratkan bahwa prospek perkembangan e-commerce di Indonesia yang akan datang menjadi sangat cerah (Nurohman, 2013). Namun dengan adanya e-commerce ini, tidak sedikit individu yang khawatir bahwa dengan menggunakan e-commerce akan menimbulkan risiko. Pihak e-commerce perlu menelaah ulang
4 dan perlu mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi minat individu untuk menggunkan e-commerce sehingga pihak yang menjalankan e-commerce dapat mengetahui faktor-faktor yang menjadi masalah da n memperbaiki sistem yang ada.
Berdasarkan fenomena yang terjadi, peneliti ingin mengetahui faktor apa saja yang dapat menyebabkan minat individu untuk menggunakan e-commerce. E-commerce dalam hal ini mencakup transaksi jual beli, dan pemasaran dengan menggunakan media internet. Penelitian ini megacu pada penelitian sebelumnya, yaitu penelitian Miyazaki et al (2001), Kim et al (2007), dan oleh Ron et al (2003). Miyazaki et al (2001) melakukan penelitian tentang hubungan antara persepsi konsumen terhadap privasi dan keamanan dalam berbelanja online. Kim et al (2007) menunjukkan bahwa kepercayaan dan persepsi risiko memiliki pengaruh yang kuat dalam keputusan konsumen untuk berbelanja online, dan Ron et al (2003) meneliti tentang persepsi kegunaan, kemudahan dan dalam penggunaan supermarket elektronik di Australia. Peneliti menggunakan ketiga penelitian tersebut sebagai rujukan dikarenakan peneliti ingin mengetahui pengaruh yang dirasakan individu terhadap konstruk yang digunakan oleh Miyazaki et al (2001), Kim et al (2007), dan Ron et al (2003) dalam penelitiannya namun dengan sampel yang berbeda.
Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti mengambil konstruk dalam variabel laten eksogen yang digunakan, yaitu persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan penggunaan sebagai konstruk utaman dari dalam teori Technology Acceptance Model (TAM) serta persepsi privasi, persepsi keamanan, persepsi kepercayaan, persepsi risiko sebagai konstruk tambahan. TAM merupakan sebuah teori system informasi yang dirancang untuk menjelaskan bagaimana pengguna mengerti dan menggunakan sebuah teknologi informasi (Davis, 1986). Model ini mengusulkan bahwa ketika pengguna ditawarkan untuk menggunakan teknologi suatu sistem yang baru, sejumlah faktor akan mempengaruhi perilaku mereka tentang bagaimana dan kapan akan menggunakan sistem tersebut, khususnya usefulness (bahwa sistem yang baru dapat digunakan untuk tujuan yang menguntungkan) dan ease of use (bahwa adanya sistem baru dapat digunakan dengan mudah oleh penggunanya). Menurut Malhotra et al (2004) persepsi privasi digunakan untuk mengatur tentang luasnya informasi yang dikomunikasikan pada orang lain yang mengacu pada individu, kelompok atau intuisi. Konstruk persepsi keamanan dalam e-commerce menjadikannya belum banyak yang menggunakan sistem tersebut untuk melakukan transaksi. Bertransaksi melalui e-commerce selain memberikan keuntungan dalam perdagangan juga mempunyai beberapa risiko seperti gangguan website yang diakibatkan oleh para hacker. Hacker memungkinkan untuk masuk, mengacak-acar dan sekaligus menjarah apa yang dirasa menguntungkan bagi mereka. Dalam hal ini diperlukan sistem keamanan yang dirasa mampu untuk melindungi website dari gangguan para hacker (Nazar dan Syahran, 2008). Rofiq (2007) berpendapat bahwa suatu transaksi bisnis akan
5 terjadi bila kedua pihak atau lebih apabila saling mempercayai. Persepsi kepercayaan memberikan pendapat tersendiri bagi pengguna untuk menggunakan e-commerce atau tidak. Persepsi risiko menurut Cho (2006) adalah suatu penaksiran pelanggan secara pribadi terhadap konsekuensi negatif ketika membuat suatu kesalah dalam transaksi. Kim et al (2007) menyatakan bahwa persepsi risiko adalah suatu keyakinan konsumen yang tidak pasti terhadap transaksi online. Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian sebelumnya dengan perbedaan sampel yang diuji.
Rumusan Masalah
1) Apakah persepsi privasi berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce?
2) Apakah persepsi keamanan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce?
3) Apakah persepsi kepercayaan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce?
4) Apakah persepsi risiko berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce?
5) Apakah persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce?
6) Apakah persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce?
Tujuan Penelitian
1) Untuk menguji pengaruh positif persepsi privasi terhadap minat penggunaan e-commerce.
2) Untuk menguji pengaruh positif persepsi keamanan terhadap minat penggunaan e-commerce.
3) Untuk menguji pengaruh positif persepsi kepercayaan terhadap minat penggunaan e-commerce.
4) Untuk menguji pengaruh positif persepsi risiko terhadap minat penggunaan e-commerce.
5) Untuk menguji pengaruh positif persepsi kegunaan terhadap minat penggunaan e-commerce.
6) Untuk menguji pengaruh positif persepsi kemudahan penggunaan terhadap minat penggunaan e-commerce.
LANDASAN TEORI
Model Teori Perilaku Penggunaan Electronic Commerce
Secara teknis sistem teknologi informasi telah berkembang dengan pesat. Secara kualitas sistem teknnologi informasi juga sudah meningkat dengan drastis. Banyak sistem tekonolgi informasi yang gagal karena aspek teknisnya, yaitu kualitas sistem teknologi informasi yang banyak mengandung kesalahan-kesalahan sintak, dan bahkan kesalahan-kesalahan-kesalahan-kesalahan logic. Sekarang, walaupun
6 sistem sudah diperbaiki, tetapi masih juga terdengar banyak sekali sistem informasi yang gagal diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kegagalan sekarang adalah lebih pada aspek keperilakuannya (behavioral).
Sistem informasi keperilakuan mempelajari bagaimana organisasi harus mengembangkan suatu sistem teknologi untuk mengarahkan perilaku-perilaku individual dalam berinteraksi dengan sistem teknologi informasi tersebut untuk membantu mencapai tujuan mereka. Sistem informasi keperilakuan muncul karena menyadari pentingnya individual-individual di organisasi dan sistem informasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahakan karena keduanya adalah komponen-komponen organisasi yang saling berinteraksi. Sistem informasi keperilakukan mempelajari interaksi individual-individual dengan sistem informasi di organisasi untuk mendapatkan kinerja invidual dan kinerja organisasi yang lebih baik.
E-commerce dalam penggunaannya tergolong sebagai sistem baru dalam berbisnis, e-commerce menawarkan yang menawarkan efisensi dalam berbisnis menjadikan pengguna ingin mencoba memulai bisnis dengan memanfaatkan teknologi e-commerce. Penelitian ini mendeskrispsikan tentang berbagai faktor yang mempengaruhi minat penggunaan sistem e-commerce. Faktor –faktor yang dimaksud antara lain adalah faktor persepsi persepsi privasi, persepsi keamanan, persepsi kepercayan, persepsi risiko, persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan. Persepsi Privasi
Secara umum privasi mengacu pada perlindungan informasi pribadi. Nazar dan Syahran (2008) dalam Chau., et al (1999) mendefinisikan adalah hak individu untuk menjadikan dirinya sendiri dengan mempertimbangkan beberapa dimensi privasi seperti, perilaku, komunikasi, dan data pribadi. Masalah privasi bagi konsumen membuat mereka ragu untuk terlibat dalam E-commerce yang mengharuskan mereka memberikan informasi pribadi, seperti tanggal lahir, nomor jaminan sosial, nomor telepon rumah, dan informasi kartu kredit dan lain sebagainya (Gurung, 2006). Privasi mempengaruhi aspek seperti distribusi, atau penggunaan non-autorised informasi pribadi (Wang et al., 1998). Kapasitas pertumbuhan teknologi baru untuk mengolah informasi, ditambah dengan kompleksitas menjadikan privasi isu penting. Fakta ini semakin meningkatkan kecurigaan konsumen seperti bagaimana data pribadi dikumpulkan diproses dalam transaksi online (Flavio dan Gunalu, 2006). Miyazaki dan Fernandez (2001) menyatakan bahwa privasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan studi yang telah diuraikan tersebut, peneliti merumuskan hipotesis alternatif sebagai berikut:
H1: Persepsi privasi berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce.
Persepsi Keamanan
Keamanan merupakan salah satu masalah penting yang dihadapi pengguna internet. Kejahatan dalam media internet berjumlah sangat besar serta memiliki
7 bentuk yang beragam karena beberapa alasan. Pertama, identitas individu, atau organisasi dalam dunia internet mudah untuk dipalsukan, tetapi sulit dibuktikan secara hukum (Jarvenpaa dan Grazioly, 1999). Kedua tidak membutuhkan sumber daya ekonomi yang besar untuk melakukan kejahatan dalam internet. Ketiga internet menyediakan akses yang luas pada pengguna yang potensial menjadi korban. Keempat kejahatan dalam internet, identitas pelaku tidak dikenal dan secara yuridis sulit mengejar pelaku. Dalam penelitiannya terkait minat pembelian online pada suatu layanan e-commerce, Chiu et al (2004) memasukkan konstruk kesadaran personal akan pentingnya keamanan untuk menguji pengaruh terhadap minat penggunaan e-commerce. Dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran personal akan keamanan berpengaruh signifikan terhadap minat menggunakan e-commerce. Kegiatan dalam E-commerce disamping memberikan keuntungan dalam bertransaksi secara online, disisi lain mengandung beberapa resiko diantaranya adalah, gangguan website yang diakibatkan oleh para hacker. Masalah keamanan menjadi masalah yang cukup menentukan bagi para pengusaha e-commerce. Berdasarkan studi yang telah diuraikan tersebut, peneliti merumuskan hipotesis alternatif sebagai berikut:
H2: Persepsi keamanan (security) berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce.
Persepsi Kepercayaan
Risiko dan kepercayaan memiliki hubungan erat karena kepercayaan akan sulit timbul apabila masih terdapat risiko yang terlalu besar (Artha, 2011). Mayer et al (1995) mendefinisikan kepercayaan sebagai perilaku seseorang yang didasarkan pada keyakinan mereka terhadap karakteristik orang lain. Hung et al (2006) melakukan penelitian tentang hubungan antara kepercayaan terhadap sikap pengguna dalam menggunakan layanan e-government. Dalam penelitiannya yang dilakukan di Taiwan, Hung et al (2006) menyimpulkan bahwa kepercayaan berpengeruh positif terhadap sikap penggunaan layanan e-commerce. Penelitian yang dilakukan oleh Cho (2006) konsisten dengan hasil penelitian Hung et al (2006). Cho menyimpulkan bahwa kepercayaan pada jasa online mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap sikap penggunaan jasa online. Berdasarkan studi yang telah diuraikan tersebut, peneliti merumuskan hipotesis alternatif sebagai berikut:
H3: Persepsi Kepercayaan (trust) berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce.
Persepsi Risiko
Cho (2006) yang mendasar pada Murphy dan Enis (1986) mendefinisikan persepsi risiko sebagai penaksiran pelanggan secara pribadi terhadap konsekuensi negatif ketika membuat suatu kesalahan dalam transaksi. Kim et al (2007) yang mendasar pada Jacoby dan Kaplan (1972), mengklasifikasi persepsi risiko konsumen ke dalam tujuh tipe yaitu, risiko finansial, performa, fisik, psikologi,
8 sosial, waktu, dan risiko peluang. Heijden et al (2003) melakukan penelitian terhadap sekelompok mahasiswa yang menjadi anggota kursus sistem informasi pada Duct Academic Institution. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat antara persepsi risiko dengan sikap penggunaan pembelian secara online. Hung et al (2006) menyebutkan bahwa persepsi risiko memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sikap dalam penggunaan jasa online. Tindakan mengurangi tingkat risiko akan berpengaruh pada minat serta akan menigkatkan penggunaan layanan e-government. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gurung (2006), terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi risiko terhadap niat. Alasan pernyataan tersebut adalah persepsi risiko hanya pembantu dalam membentuk sikap konsumen dibandingkan niat mereka. Berdasarkan studi yang telah diuraikan tersebut, peneliti merumuskan hipotesis alternatif sebagai berikut:
H4: Persepsi risiko (perceived risk) berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce.
Persepsi Kegunaan
Persepsi kegunaan (perceived usefulness) merupakan suatu ukuran dimana penggunaan suatu teknologi dipercaya akan mendatangkan manfaat bagi orang yang menggunakannya (Davis, 1989). Dengan demikian jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi berguna maka dia akan menggunakannya. Sebaliknya jika seseorang merasa percaya bahwa sistem informasi kurang berguna maka dia tidak akan menggunakannya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadao sikap penggunaan teknologi yaitu penelitian oleh Hung et al (2006), Cho (2006). Ron et al (2003), dalam penelitiannya menunjukkan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap digunakannya supermarket elektronik di Australia. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Ron et al (2003) konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Hung et al (2006) yang melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang menentukan penerimaan pemakai terhadap pelayanan e-government dalam konteks pengisian dan pembayaran pajak secara online. Cho (2006) melakukan penelitian terhadap mahasiswa hukum, dan karyawan di organisasi publik departemen pemerintahan Hong Kong. Studi empiris yang dilakukan oleh Cho (2006) menyebutkan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh secara signifikan terhadap minat dalam bertransaksi online. Berdasarkan studi yang telah diuraikan tersebut, peneliti merumuskan hipotesis alternatif sebagai berikut:
H5: Persepsi kegunaan (usefulness) berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce.
Persepsi Kemudahan Penggunaan
Davis (1989) mendefinisikan persepsi kemudahan sebagai tingkat dimana seseorang meyakini bahwa penggunaan teknologi informasi merupakan hal yang mudah dan tidak memerlukan usaha keras dari pemakainya. Persepsi individu berkaitan dengan kemudahan penggunaan (perceived ease of use) merupakan
9 tingkat dimana individu percaya bahwa menggunakan sistem tertentu akan bebas dari kesalahan. Hung et al (2006) meneliti faktor-faktor yang menentukan penerimaan pemakai terhadap pelayanan e-government dalam konteks pengisian dan pembayaran pajak secara online. Hung et al (2006) menyatakan bahwa persepsi kemudahan berdampak positif terhadap minat penggunaan e-government. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Ron et al (2003). Berdasarkan penelitian terhadap konsumen yang berbelanja online di New Zealand, Ron et al (2003) menyebutkan bahwa persepsi kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan supermarket elektronik. Berdasarkan studi yang telah diuraikan tersebut, peneliti merumuskan hipotesis alternatif sebagai berikut:
H6: Persepsi kemudahan (ease of use) berpengaruh positif terhadp minat penggunaan e-commerce.
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Penelitian ini menggunakan data angka yang diperoleh dari responden dan kemudian diolah menggunakan alat statistik. Penelitian eksplanatori melakukan studi terhadap hubungan kausal antara variabel-variabel yang diteliti melalui suatu pengujian hipotesis yang diajukan.
Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan adalah mahasiswa S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya yang berstatus aktif pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 1.150 orang (jumlah tersebut didapat dari data mahasiswa aktif yang tercatat di bagian recording Jurusan Akuntansi Universitas Brawijaya). Peneliti memilih mahasiswa sebagai populasi karena mahasiswa merupakan pengguna aktif dari teknologi baru serta mahasiswa juga dianggap sebagai konsumen yang sangat berpengaruh terhadap e-commerce.
Metode pengambilan sampel yang dilakukan termasuk dalam tipe nonprobalility sampling yaitu dengan metode convenience sampling. Peneliti memilih metode convenience sampling karena pengambilan sampling dilakukan secara bebas tanpa menentukan status, atau keadaan dari responden sehingga menjadikan peneliti nyaman dan mudah dalam mengambil sampel (Sekaran, 2009). Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin yang dikutip dari Wiyono (2011). Rumus Slovin tersebut dinyatakan sebagai berikut:
𝑛 = N
10 Keterangan:
𝑛 = ukuran sampel N = ukuran populasi
e = error atau tingkat kesalahan yang ditetapkan, namun masih dapat ditolerir (Tingkat kesalahan yang ditetapkan sebesar 5%)
Berdasarkan rumus penarikan jumlah sampel di atas, maka sampel yang diambil penulis dengan pembulatan dalam penelitian ini adalah sebanyak 297 responden.
Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Survey adalah mengajukan pertanyaan pada orang-orang dan merekam jawabannya untuk dianalisis (William dan Cooper, 1996). Metode pengumpulan data ini memerlukan kontak langsung antara peneliti dengan subyek (responden) penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2008).
Terdapat enam konstruk dalam penelitian ini, yaitu persepsi privasi, persepsi keamanan, persepsi risiko, persepsi kepercayaan, persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan. Item pertanyaan yang tertera dalam kuesioner pada penelitian ini merupakan item-item pertanyaan yang didasar pada penelitian Hung et al (2006), Cho (2006) serta Malhotra et al (2004). Peneliti menambahkan beberapa item pertanyaan dari Nazar dan Syahran (2008). Skala yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan skala likert. Cara pengukuran skala ini yaitu dengan menghadapkan seorang responden dengan sebuah pertanyaan kemudian diminta menjawab pertanyaan dengan pilihan: “Sangat Tidak Setuju (STS), Tidak Setuju (TS), Netral (N), Setuju (SS), Sangat Setuju (ST)”. jawaban ini diberi skor 1 sampai 5 dimulai dari skala 1 yang menyatakan Sangat Tidak Setuju (STS) hingga skala 5 yang menyatakan Sangat Setuju (SS). Evaluasi Model
Pada penelitian ini digunakan beberapa pengujian hipotesis dengan menggunakan Partial Least Square (PLS). PLS menggunakan dua evaluasi, yaitu: evaluasi outer model (model pengukuran) yang terdiri dari uji validitas (uji validitas kovergen dan validitas diskriminan) dan uji reabilitas dengan menggunakan metode Cronbach’s alpha dan dan Composite reliability, sedangkan evaluasi inner model (model structural) dievaluasi menggunakan R2 dan nilai koefisien path atau t-values tiap path untuk uji signifikansi antar konstruk dalam model struktural.
11 ANALISIS DATA DAN HASIL PENELITIAN
Seperti yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya, penelitian ini menggunakan metode survey yaitu dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa aktif S1 Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Pengumpulan data dilakukan kurang lebih satu minggu dengan menyebar kuesioner secara langsung, secara online dan menitipkan kepada teman untuk disebarkan lebih lanjut. Berikut adalah rincian hasil pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti pada Tabel 1.
Tabel 1
Sampel dan Tingkat Pengembalian
Jumlah kuesioner yang disebar 297
Jumlah kuesioner yang tidak kembali 0
Kuesioner yang kembali 297
Kuesioner yang digugurkan 55
Kuesioner yang digunakan 242
Tingkat pengembalian (respon rate) 100%
Tingkat pengembalian yang digunakan (usable respon rate) 82% Sumber: data primer (diolah)
Selanjutnya, gambaran demografi responden pada penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2
Demografi Responden
1 Jenis kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 117 48%
Perempuan 125 52%
2 Umur
<20 tahun 65 27%
20-29 tahun 177 73%
3 Tempat akses internet
Kampus 65 27%
Rumah/ kos 149 61%
Warnet 28 12%
4 Pengalaman penggunaan internet
< 5 tahun 28 12%
5-10 tahun 120 49%
˃ 10 tahun 94 39%
Sumber: data primer (diolah)
Evaluasi Model Pengukuran (Outer Model)
Validitas Kovergen. Pada uji validitas kovergen dilihat melalui penilaian pada AVE dan communality yang lebih besar dari 0,5 dan nilai factor loading
12 yang lebih dari 0,7. Dalam penelitian ini, nilai factor loading lebih dari 0,5 kecuali nilai factor loading untuk indikator X3.1 persepsi kepercayaan sehingga peneliti menghilangkan indikator persepsi kepercayaan tersebut. Nilai AVE dan communality pada penelitian ini lebih besar 0,5, sehingga dapat dikatakan bahwa model penelitian ini setelah menghilangkan indikator X3.1 persepsi kepercayaan telah memenuhi syarat. Hasil nilai validitas kovergen dapat dilihat pada tabel 3.
Validitas Diskriminan. Pada uji validitas diskriminan dilihat melaui penilaian pada nilai cross loading yang lebih dari 0,7. Nilai validitas diskriminan pada penelitian ini telah memenuhi syarat setelah peneliti menghilangkan indikator X3.1 pada persepsi kepercayaan meskipun terdapat kondisi terdapat nilai yang kurang dari 0,7 namun tetap dianggap valid karena masih mempunyai nilai lebih dari 0,5. Hasil nilai validitas diskriminan dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 3
Hasil Output Quality Criteria Overview AVE Composite
Reliability R Square
Cronbachs
Alpha Communality Redundancy
X1 0,585127 0,849236 0,764926 0,585127 X2 0,534647 0,816656 0,698577 0,534647 X3 0,615032 0,864309 0,79118 0,615032 X4 0,589403 0,895536 0,859983 0,589403 X5 0,606972 0,86027 0,787606 0,606973 X6 0,567328 0,865885 0,806132 0,567328 Y1 0,721849 0,912105 0,660625 0,871717 0,721849 0,280369
13 Tabel 4
Hasil Output Cross Loading
X1 X2 X3 X4 X5 X6 Y1 X1.1 0,81006 0,436632 0,405865 0,450068 0,281286 0,24886 0,581275 X1.2 0,760362 0,40402 0,425049 0,53182 0,258295 0,262331 0,419134 X1.3 0,726218 0,346722 0,30219 0,360896 0,229041 0,193604 0,588242 X1.4 0,76077 0,655576 0,519789 0,625936 0,367872 0,329572 0,525767 X2.1 0,591699 0,807348 0,559109 0,51425 0,296719 0,29547 0,44268 X2.2 0,539399 0,839064 0,650097 0,482084 0,419414 0,371058 0,47818 X2.3 0,37703 0,722742 0,35623 0,352779 0,332809 0,271455 0,490632 X2.4 0,183764 0,510285 0,380408 0,269784 0,278595 0,257567 0,290514 X3.2 0,345538 0,458864 0,725324 0,434116 0,377619 0,37854 0,523626 X3.3 0,490874 0,556491 0,836454 0,565701 0,382276 0,337096 0,54599 X3.4 0,437176 0,59752 0,815078 0,516893 0,417767 0,408969 0,44213 X3.5 0,399776 0,48643 0,755001 0,506889 0,451041 0,409561 0,423391 X4.1 0,494199 0,454151 0,499812 0,758657 0,261576 0,306066 0,487392 X4.2 0,558042 0,448357 0,492921 0,855209 0,271603 0,294602 0,582621 X4.3 0,50524 0,502453 0,603242 0,724327 0,374766 0,341365 0,524053 X4.4 0,443212 0,333816 0,456148 0,740166 0,358297 0,317519 0,486653 X4.5 0,31731 0,313155 0,416824 0,703856 0,27211 0,341982 0,372393 X4.6 0,555845 0,506362 0,495233 0,813369 0,28576 0,262153 0,552513 X5.1 0,306563 0,406658 0,483262 0,33375 0,788821 0,51308 0,432543 X5.2 0,261201 0,337311 0,333111 0,237777 0,828995 0,553495 0,400542 X5.3 0,240812 0,253563 0,319725 0,247927 0,704977 0,455527 0,314229 X5.4 0,327738 0,393143 0,440714 0,377129 0,788306 0,474939 0,542794 X6.1 0,155445 0,208828 0,200758 0,144187 0,417673 0,576611 0,252131 X6.2 0,264203 0,333402 0,432629 0,332897 0,448444 0,844341 0,412645 X6.3 0,259359 0,340549 0,414275 0,398499 0,516138 0,741277 0,41762 X6.4 0,287885 0,256423 0,316022 0,289544 0,544149 0,761496 0,385903 X6.5 0,272763 0,373397 0,415195 0,293744 0,484423 0,813558 0,435729 Y1.1 0,598548 0,557571 0,58682 0,528392 0,576024 0,548366 0,84441 Y1.2 0,638307 0,55562 0,531981 0,544989 0,538069 0,484295 0,874034 Y1.3 0,57035 0,452801 0,515332 0,591847 0,38108 0,350382 0,848655 Y1.4 0,576506 0,441278 0,48153 0,588052 0,387983 0,345624 0,830794
Sumber: data primer (diolah)
Evaluasi Model Struktural (Inner Model)
R-Square. Digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, pada penelitian ini nilai R2 sebesar 0,66% yang terdapat pada tabel 5. Dapat dijelaskan bahwa minat penggunaan e-commerce pada penelitian ini dapat dijelaskan sebesar 66% melalui konstruk persepsi privasi, persepsi keamanan, persepsi kepercayaan, persepsi risiko, persepsi kegunaan,
14 persepsi kegunaan, dan persepsi kemudahan kemudahan, sedangkan sisanya 34% dijelaskan varibel lain diluar model penelitian.
Tabel 5
Hasil Output R-Square R Square X1 X2 X3 X4 X5 X6 Y1 0,660625
Sumber: data primer (diolah)
T-Statistics. Pada penelitian ini nilai t-statistics yang dinyatakan terdukung apabila nilainya >1,64. Nilai t-statistics dapat dilihat pada tabel 6.
Tabel 6
Hasil Output Bootstraping Path Coefficient (Mean, STDEV, T-Values) Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Standard Error (STERR) T Statistics (|O/STERR|) X1 -> Y1 0,37915 0,375642 0,051067 0,051067 7,424609 X2 -> Y1 0,048278 0,051707 0,056866 0,056866 0,848976 X3 -> Y1 0,102818 0,104992 0,059247 0,059247 1,735422 X4 -> Y1 0,205869 0,203368 0,055564 0,055564 3,705044 X5 -> Y1 0,190225 0,190056 0,054643 0,054643 3,481229 X6 -> Y1 0,114144 0,117259 0,054101 0,054101 2,109836
Sumber: data primer (diolah)
Selanjutnya dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa: a) Hipotesis 1.
Hipotesis 1 menyatakan bahwa bahwa konstruk persepsi privasi berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan Tabel 6 dapat dilihat bahwa nilai statistik T (t-statistics) dari konstruk persepsi privasi terhadap minat penggunaan e-commerce adalah sebesar 7,424609 atau > 1,64. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi privasi berpengaruh terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa Hipotesis 1 didukung. Hasil ini konsisten
15 dengan penelitian yang dilakukan oleh Miyazaki dan Fernandez (2001), Nazar Dan Syahran (2008). Malhotra et al (2004).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, persepsi privasi memberikan pengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Responden yang merupakan mahasiswa pengguna aktif internet dan telah memiliki pengalaman menggunakan internet selama 3 tahun, berpendapat bahwa ketika berinteraksi dengan e-commerce risiko yang ditimbulkan lebih besar daripada melakukan transaksi secara langsung. Untuk mengurangi resiko penggunaan data pribadi, pengguna media elektronik harus dilindungi secara hukum. Penggunaan informasi pribadi harus dengan persetujuan pemilik data. Responden mengusulkan untuk penyedia layanan e-commerce agar meningkatkan keamanan khusunya penyimpanan data pribadi pengguna, misalnya dengan teknik kriptografi atau sertifikat digital. Hal digunakan agar konsumen e-commerce merasa bahwa web vendor yang dikunjungi merupakan web yang aman untuk bertransaksi.
b) Hipotesis 2
Hipotesis 2 menyatakan bahwa konstruk persepsi keamanan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan tabel 4.14 dapat dilihat bahwa nilai statistik T (t-statistics) dari konstruk persepsi keamanan terhadap minat penggunaan e-commerce adalah sebesar 0,848976 atau < 1,64. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi keamanan tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa Hipotesis 2 tidak didukung. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan Carlos dan Miguel (2006) dan Zakaria (2013).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap persepsi keamanan. Hasil penelitian tersebut belum menunjukkan bahwa persepsi keamanan memberikan pengaruh yang positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Responden berpendapat karena pihak web vendor belum memberikan informasi bahwa web yang dikunjungi konsumen benar-benar aman untuk melakukan transaksi e-commerce. Informasi yang positif dibutuhkan konsumen untuk memutuskan bertransaksi melaui e-commerce atau tidak. Sistem yang aman dibutuhkan untuk mendukung keamanan bertransaksi, misalnya membuat sistem cadangan data yang selalu aktif, jika sistem utama mengalami ganggunan atau kerusakan maka sistem cadangan ini bisa menggantikan sistem utama. Serta meningkatkan sistem keamanan terbaru untuk gangguan dari hacker yang mencoba meretas sistem keamanan web vendor.
c) Hipotesis 3
Hipotesis 3 menyatakan bahwa konstruk persepsi kepercayaan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa nilai statistik T (t-statistics) dari konstruk persepsi kepercayaan terhadap minat penggunaan e-commerce adalah sebesar
16 1,735422 atau < 1,64. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa Hipotesis 3 didukung. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Kim et al(2007), Pavlou (2003) serta Rofiq (2007).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti, persepsi kepercayaan berpengaruh secara positif terhadap minat penggunaan e-commerce. berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa yang merupakan pengguna aktif internet. Menurut responden, kepercayaan dalam e-commerce perlu dipertimbangkan. Kepercayaan yang dibangun oleh penyedia web vendor e-commerce memberikan pengaruh yang positif kepada konsumen dalam melakukan transaksi e-commerce. Semakin tinggi kepercayaan yang dimiliki oleh pengguna e-commerce, maka tingkat partisipasinya dalam e-commerce juga akan meningkat.
d) Hipotesis 4
Hipotesis 4 menyatakan bahwa konstruk persepsi risiko berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa nilai statistik T (t-statistics) dari konstruk persepsi risiko terhadap minat penggunaan e-commerce sebesar 3,705044 atau >1,64. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi risiko berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa Hipotesis 4 didukung. Hasil ini konsisten dengan penelitan yang dilakukan oleh Hung et al (2006), Nazar dan Syahran (2008).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, persepsi risiko berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Responden berpendapat bahwa sebelum mereka melakukan transaksi dengan web e-commerce mereka akan mengumpulkan informasi mengenai web tersebut. Berdasarkan informasi tersebut responden dapat memprediksi seberapa besar resiko yang dihadapinya ketika akan berbelanja online. Semakin banyak informasi yang bersifat positif mengenai web e-commerce, semakin kecil resiko yang akan dihadapi oleh responden. Resiko yang dihadapi responden adalah ketika mereka mentransfer sejumlah uang untuk barang yang mereka cari namun setelah mentransfer, barang yang diinginkan tersebut tidak sampai ke tangan responden sesuai perjanjian. Oleh sebab itu, dengan perusahaan atau web vendor yang lebih mengedepankan kualitas e-commerce secara tidak langsung dapat mengurangi resiko yang ditimbulkan serta dapat meningkatkan minat konsumen untuk menggunakan sistem e-commerce. e) Hipotesis 5
Hipotesis 5 menyatakan bahwa konstruk persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan Tabel 4.14 dapat dilihat bahwa nilai statistik T (t-statistics) dari konstruk persepsi kegunaan terhadap minat penggunaan e-commerce adalah sebesar 3,481229 > 1,64. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi risiko berpengaruh positif
17 terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa Hipotesis 5 didukung. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Chiu et al (2004), Govindaraju dan Indriany (2007), Ron et al (2003).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti, persepsi kegunaan berpengaruh secara positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Responden yang merupakan mahasiswa yang merupakan pengguna aktif internet untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi termasuk bertransaksi dengan e-commerce. Menurut responden, e-commerce sangat memberikan manfaat dalam pemenuhan barang ataupun jasa yang mereka cari. Dalam hal ini, pihak vendor perlu memperhatikan untuk meningkatkan manfaat dari penggunaan e-commerce sehingga responden banyak mendapat keuntungan dari penggunaan e-commerce tersebut. Dalam penelitian ini, responden berpendapat bahwa harga yang ditawarkan dalam e-commerce sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan melakukan pembelian secara langsung dikarenakan terdapat beban angkut pembelian, namun jika barang yang dicari tersebut tidak tersedia jika kita berbelanja secara langsung, harga yang lebih tinggi tersebut tidak menjadi masalah bagi responden karena mereka menemukan barang atau jasa yang mereka cari.
f) Hipotesis 6
Hipotesis 6 menyatakan bahwa konstruk persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan tabel 4.14 dapat dilihat bahwa nilai statistik T (t-statistics) dari konstruk persepsi kemudahan terhadap minat penggunaan e-commerce adalah sebesar 2,109836 atau > 1,64. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi kemudahan berpengaruh positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa Hipotesis 6 didukung. Hasil ini konsisten dengan Ron et al (2003), Hung et al (2006) dan Chiu et al (2004).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, persepsi kemudahan menunjukkan pengaruh yang positif terhadap minat penggunaan e-commerce. Responden berpendapat bahwa dengan adanya e-commerce, kebutuhan konsumen akan barang ataupun jasa jauh lebih mudah dicari dan didapat. Berdasarkan data demografi yang diperoleh, rata-rata responden memiliki pengalaman menggunakan internet lebih dari dua tahun. Banyaknya pengalaman yang dimiliki, namun tetap membuat responden merasakan manfaat kemudahan dari adanya situs e-commerce tersebut. Responden dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi yang diinginkan tentang produk-produk yang ditawarkan. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat kemudahan suatu sistem e-commerce, minat positif konsumen untuk menggunakan sistem tersebut akan semakin besar juga.
18 Simpulan
Minat penggunaan e-commerce dipengaruhi oleh persepsi privasi, persepsi keamanan, persepsi kepercayaan, persepsi risiko, persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan. Penelitian ini menggunakan konteks perilaku penggunaan e-commerce untuk menguji teori Technologi Acceptance Model (TAM). Dalam Technology Acceptance Model (TAM), perilaku dipengaruhi oleh minat. Seseorang akan melakukan suatu perilaku jika mempunyai keinginan atau minat untuk melakukannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh minat dan minat penggunaan e-commerce ditentukan oleh persepsi privasi, persepsi keamanan, persepsi kepercayaan, persepsi risiko, persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan.
Saran
Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melanjutkan penelitian ini dengan menambahkan variable-variabel lain yang kemungkinan dapat mempengaruhi minat dalam penggunaan e-commerce seperti variable kesesuaian dan inovasi pribadi. Kesesuaian merupakan variable yang menunjukkan bahwa seseorang cenderung mengimplementasikan inovasi baru seperti e-commerce apabila inovasi baru tersebut sesuai dengan gaya hidup, kebutuhan, kebudayaan, atau dengan kebiasaanya, sedangkan inovasi pribadi merupakan variabel yang menunjukkan sejauh mana seseorang akan memanfaatkan layanan e-commerce yang merupakan teknologi baru di Indonesia. E-commerce akan terus berkembang mengikuti perkembangan jaman, sehingga hasil penelitian tersebut dapat lebih bermanfaat bagi pelaku bisnis dalam penetapan strategi penjualan segmen. Objek penelitian ini hanya dilakukan pada mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya saja, sehingga tidak dapat mewakili penggunaan e-commerce oleh seluruh mahasiswa UB. Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan jangkauan yang lebih luas.
Implikasi Penelitian
Penelitian ini memberikan pengaruh cukup besar dan bermanfaat tentang motivasi yang mendasari minat penggunaan seseorang terhadap e-commerce. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi minat pengguna e-commerce adalah persepsi privasi, persepsi kepercayaan, persepsi risiko, persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan.
Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pelaku bisnis online agar memperhatikan persepsi privasi konsumen, persepsi keamanan dalam bertransaksi, persepsi kepercayaan konsumen terhadap web vendor, tingkat persepsi risiko jika melakukan transaksi online, persepsi kegunaan serta persepsi kemudahan dari transaksi online tersebut. Hal ini bertujuan agar transaksi online di Indonesia dapat berkembang lebih baik dan sebagai alternatif transaksi jual-beli.
19 Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa konsep TAM yang ditinjau kembali tersebut dapat digunaan untuk memprediksi penggunaan e-commerce. Model TAM dapat digunakan para pelaku bisnis online untuk meninjau penerapan suatu sistem yang baru untuk penyelesaian suatu masalah. Penelitian dengan model TAM ini digunakan untuk menilai faktor-faktor penentu penerimaan suatu sistem transaksi berbasis internet sehingga penyedia layanan atau web vendor dapat mendesain program sistem transaksi online agar dapat digunakan semaksimal mungkin. Dengan demikian, jika suatu sistem yang sudah ada perlua perhatian pihak pengelola agar sistem tersebut dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
20 DAFTAR PUSTAKA
Amijaya, G.R. 2010. Pengaruh Persepsi Teknologi Informasi, Kemudahan, Risikom Dan Ftur Layanan Terhadap Minat Ulang Nasabah Bank Dalam Menggunakan Internet Banking. Skripsi. Universitas Diponegoro
Artha, U. 2011. Pengaruh Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan, Persepsi Risiko, Kepercayaan, Inovasi Pribadi, Dan Kesesuaian Terhadap Sikap Penggunaan E-Commerce. Skripsi. Universitas Brawijaya.
Bodnar, G. H. dan William S. H. 2006. Sistem Informasi Akuntansi, Edisi 9. Yogyakarta : ANDI
Budi. 2010. Sekilas Tentang Technology Acceptance Model (TAM). Artikel. www.statistikakomputasi.wordpress.com. (diakses tanggal 12 Maret 2014)
Cooper, D. R. and C. W. Emory. 1996. Metode Penelitian Bisnis. Jakarta: Erlangga.
Cho, V. 2006. A study of the roles of trust and risks in information-oriented online legal services using an integrated model. Information & Management 43. pp.502–520.
Crow, L.D., dan Crow, A.1982. Psikologi Pendidikan. Penerjemah: Kasijan Z,. Surabaya: PT. Bina Ilmu.
Davis, F. D. 1989. Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly. Vol. 13 No. 3. h. 319-40.
Dwityanti, E. 2008. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minta Beli Konsumen Terhadap Layanan Internet Banking Mandiri. Tesis. Universitas Diponegoro.
Flavian, C., Miguel G. 2006. Consumen Trust, Perceived Security dan privacy Policy: Three Basic Element Of Loyalty To a Web Site. Industrial management and Data Systems. Volume 106 (5); 601-620
Ferdinand, A, Prof. 2006. Metode Penelitian Manajemen. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang
Ghozali, I. 2006. Aplikai Analisis Multivarite dengan SPSS. Cetakan Keempat. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang.
21 Gurung, A. 2006. Empirical Investigation of the Relationship of Privacy Security, and Trust with Behavioral Intention to transact in E –Commerce. Disertasi. Arlingon: The University Of Texas
Ghazi, A. 2011.Determinan Minat Keperilakuan Penggunaan E-Commerce: Model Penerimaan Teknologi Modifikasi. Skripsi. Universitas Brawijaya Govindaraju, R., dan Indriany, N. 2007. Studi mengenai penerimaan sistem ERP:
Enchanment terhadap model penerimaan sistem ERP berbasis Technology Acceptance Model. National Industrial Engineering Conference. No. 4, 1-11.
HarianTI, 2013. MarkPlus Insight, Aktivitas Belanja Online di Indonesia Naik di Angka 20 Persen. Artikel www.harianTI.com. Diakses pada tanggal 2 April 2014, 9:14:23
Hartono, J.M. 2008. Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Handayani, S. 2008. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Minat Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Mata Kuliah Kdm I Pada Mahasiswa Semester I Akper Giri Satria Husada Wonogiri. Tesis. Surakarta: Program Studi Magister Kedokteran Keluarga Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret.
Hair, F.F., Black, W.C., Babin, B.J., dan Anderson, R.E. 2010. Multivariate Data Analysis. 7th. NJ: Pearson Prentice Hall.
Heidjen, H., Van Der, V. T., dan Creemers, M. 2003. Understanding Online Purchase Intentions: Contributing From Technology and Trust Perspectives. European Journal of Information System. 2003, (12), 41-48. Holtjona, Galanxhi-Janaqi, and Fiona, F. N. 2004. Industrial Management and
Data Systems. Volume 104(9);744-755
Henderson, R., dan Divett, M.J. 2003. Perceived Usefulness, Ease of Use and Electronic Supermarket Use. Int. J. Human-Computer Studies 59 pp. 383– 395.
Heijden, H. Van Der, Verhagen, T., dan Creemers, M. 2003. Understanding Online Purchase Intentions: Contributions From Technologi and Trust Perspective. European Journal of Information System (2003) 12, pp.41-48. Hurlock, E.B 1986. Child Development,.Tokyo: McGraw-Hill Hagakusha,Ltd Hung, S.Y., Chang, C.M., Yu, T.J. 2006. Determinants of user acceptance of the
e-Government services: The case of online tax filing and payment system. Government Information Quarterly (23), pp.97–122.
22 Indrajit. 2001. E-Commerce: Kiat dan Strategi Bisnis Di Dunia Maya. Jakarta:
PT. Elex Media Komputindo
Indriantoro, N., dan Bambang S. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta: BPFE.
Jacoby, J. and Kaplan, L.B. 1972. The component of perceived risk. 3rd. Annual Conference Of the Association For Costumer Research, Association For Consumer Research, pp. 382-293.
Jarvenpaa, S. L., Tractinsky, N., Saarinen, L., and Vitale, M. (1999). Consumer Trust in an internet store: a cross-cultural validation. Journal of Computer-Mediated Communication, Volume 5(2).
Jogiyanto, H.M. 1988. Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Komputer. Yogyakarta: BPFE.
Jogiyanto, H.M. 2007. Sistem Informasi Keperilakuan. Yogyakarta: Andy
Jogiyanto, H.M. 2010. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Yogyakarta: BPFE.
Jogiyanto, H.M. 2011. Konsep dan Aplikasi Struktural Equation Modeling Berbasis Varian dalam Penelitian Bisnis. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN Yogyakarta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1990. 583.
Kieso, D. dan Jerry J, Weygandt. 2001. Akuntansi Intermedite. Edisi kesepuluh. Erlangga: Jakarta.
Krismiaji. 2002. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: Unit Penerbit & Percetakan. AMPYKPN.
Klopping, I., M., dan McKinney, E. 2004. Extending The Technology Acceptance Model and The Task-Technology Fit Model to Consumer E-Commerce. Information Technology, Learning and Performance Journal. Volume 22(1), 35-48.
Kim, D.J., Ferrin, D. L., dan Rao, H.R., 2007. A Trust-Based Consumer Decision-Making Model In Electronic Commerce: The Role of Trust, Perceived Risk, and Their Antecedents. Proceedings of Ninth Americas Conference on Information Systems, pp157-167.
Kurnia, S., Chien, A.W.J. 2003. The Acceptance Of Online Grocery Shopping. Departement Of Information System, The University of Melbourne.
23 Mayer, R. C., Davis, J. H., and Schoorman, F. D. 1995. An Integrative Model of Organizational Trust. Academy of Management Review, 20(3), pp.709-734.
Malhotra, N. K., Kim, S. S., and Agarwal, J. 2004. "Internet Users' Information Privacy Concerns (IUIPC): The construct, the scale, and a causal model." Information Systems Research, 15(4), pp.336-355.
Miyazaki, A. D., and Fernandez, A. 2001. "Consumer Perceptions of Privacy and Security Risks for Online Shopping." Journal of Consumer Affairs, 35(1), pp.27-44.
Murphy, P.E, Enis, B.M. 1986. Classifying products strategically, Journal of Marketing. 50(3), pp. 24–4.
Nawawi, H. 2005. Metodologi Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nazar, M.R, dan Syahran. 2008. Pengaruh Privasi, Keamanan, Keoercayaan, dan Pengalaman terhadap Niat untuk Bertransaksi secara Online. Program Pasca Sarjana Universitas Gajahmada Yogyakarta.
Noor, R.M., 2008. Aspek Hukum Teknologi Digital Dan Dokumentasi Pertanahan. Institutional Partnership for Strentgthening Land Administration (IPSLA). Yogyakarta.
Nurohman, 2013. Perkembangan Ecommerce di Indonesia. (Online), www.kompasiana.com, (diakses pada tanggal 2 Maret)
Pavlou, P.A., 2003. Consumer Acceptance of Electronic Commerce: Integrating Trust and Risk with the Technology Acceptance Model. International Journal of Electronic Commerce / Spring 2003. Vol. 7 (No. 3), pp. 69– 103.
Prayitno, Hendro. 2013. 5 Konsep Dasar Elcetronic Commerce. (Online),
http://pahlawanweb.com/blog/post/5-konsep-dasar-electronic-commerce, (diakses 20 maret 2013).
Rofiq, A. 2007. Pengaruh Dimensi Kepercayaan (Trust) terhadap Partisipasi Pelanggan E-commerce. Tesis. Universitas Brawijaya.
Salisbury, W.D; Pearson, Rodney A; Pearson; Allison W; Miller; David W. 2001. Perceived Security and World Wide Web Purchase Intention. Industrial Management and Data Systems. Volume 101 (3/4); pp.165-176.
Saleh, Zakaria PhD. 2013. The Impact of Idenity Theft on Perceived Security and trusting E-Commerce. Journal of Internet Banking and E-Commerce. Volume 18(2); pp.1-11.
24 Sekaran, U. 2006. Research Methods For Business: A Skill Building Appoarch.
PT. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Sarjono, H., Winda, J. 2011. SPSS vs LISREL, Sebuah Pengantar Aplikasi Untuk Riset. Salemba Empat.
Silalahi, M. 2013. Tingkat Belanja Konsumen Indonesia Masih Tinggi.
http://mix.co.id/
research/2013-tingkat-belanja-konsumen-indonesiamasih-tinggi/, (diakses 20 Maret 2013)
Suyanto, M. 2003. Strategi Periklanan Pada E-Commerce Perusahaan Top Dunia. Yogyakarta: ANDI.
Sutanta, E. 2005. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sugiyono. 2008. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Shomad, A. 2013. Pengaruh Kepercayaan, Persepsi Kegunaan, Persepsi Kemudahan, Dan Persepsi Risiko Terhadap Perilaku Penggunaan E-Commerce. Skripsi. Universitas Brawijaya
Urbaczewski, A., Jessup L.M., dan Wheeler, B. 2002 Electronic Commerce Research: A Taxonomy and Synthesis. Journal Of Organizational Computing And Electronic Commerce 12(4), pp.263–305.
Venkatesh, Moris, M., G., Davis, G., B., dan Davis F., D. 2003. User Acceptance Of Information Technology: Toward a Unified View. MIS Quertely. Volume 27(3), pp.425-478.
Wang, H., M.K.O. Lee and C. Wang. 1989. Consumer Privacy Concerns about Internet Marketing. Communications of the ACM. Vol. 41 (3): 63-70. Warren, B. The Right To Privacy.1890. Harvard Law Review. (4); pp.193 Witherington, H. C. 1999. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Aksara Baru
Wibowo, A. 2008. Kajian Tentang Perilaku Pengguna Sistem Informasi Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Teknologi Informasi. Universitas Budi Luhur.
Wiyono, A.S., Ancok, D., dan Hartono, M.J. 2008. Aspek Psikologis Implementasi Sistem Teknologi Informasi. Konferensi dan Temu Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia 21-23 Mei 2008, Jakarta.
Wiyono, Gendro. 2011. Merangcang Penelitian dengan Alat Analisis SPSS 17.0 & SmartPLS 2.0. Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN: Yogyakarta
25 Wilkinson, Joseph. W. 1993. Accounting and Information System. Jilid 1. Edisi
ketiga. Jakarta: Binapura Aksara.
Wilkinson, J.W., Cerullo, M.J., Raval, V., Wong-On-Wing, B. 2000. Accounting Information Systems (4th ed). John Wiley & Sons, USA
Yu-Bin, Chiu; Chieh-Peng, Lin; Ling-Lang, Tang. 2004. Gender Divers: Assesing a Model Of Online Purchases Intentions in E-Tail Service. International Journal Of Service Industry Management. Volume 16 (5); pp.416-435.