Makalah Hukum Investasi.doc

17 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

A

A.. LLaattaar r BBeellaakkaanng g MMaassaallaahh

Kebangkitan atau kemajuan ekonomi sebuah bangsa rupanya tidak terlepas Kebangkitan atau kemajuan ekonomi sebuah bangsa rupanya tidak terlepas dari

dari adanyadanya a semansemangat gat nasionnasionalisme-palisme-patriotatriotisme. isme. KebangKebangkitan kitan ekonoekonomi mi beberbeberapaapa neg

negara ara yayang ng dahdahuluulunynya a dikdikateategorgorikaikan n sebasebagai gai negnegara ara berberkemkembanbang g dan dan saasaat t iniini dim

dimasuasukan kan daldalam am katkategori egori sebsebagaagai i kekkekuatuatan an ekoekonomnomi i barbaru u dundunia, ia, sepeseperti rti IndIndia,ia, Chin

China, a, Korea Selatan, Korea Selatan, VVeenezuelnezuela, a, ArArgentigentina, na, Iran Iran dan masih dan masih banybanyak ak lagi lagi negarnegaraa  berkembang

 berkembang lainya, lainya, tidak tidak terlepas terlepas dari dari perjuangan perjuangan dalam dalam merestrukturasi merestrukturasi maupunmaupun merev

merevitalisasi internal italisasi internal negara mereka negara mereka yanyang g selalu mengedepselalu mengedepankan jargonankan jargon for  for thethe  sake of national interest 

 sake of national interest  !asionalisme". !asionalisme".

Sayangnya, semangat nasionalisme ini hampir memudar, terutama dikalangan Sayangnya, semangat nasionalisme ini hampir memudar, terutama dikalangan anak muda dan segelintir ekonom muda Indonesia pas#a gerakan re$ormasi %&&'. anak muda dan segelintir ekonom muda Indonesia pas#a gerakan re$ormasi %&&'. (erbi

(erbi#ara #ara tentantentang g nasionasionalismnalisme e dianggap dianggap kunokuno, , usangusang,, out of dated out of dated . (ahkan tak . (ahkan tak   jarang

 jarang kita kita mendengar mendengar sejumlah sejumlah ekonom ekonom muda muda yang yang sesumbar sesumbar sebagai sebagai libertarianlibertarian deng

dengan an #ongk#ongkak ak menepmenepuk uk dada sambil dada sambil membmemba#akan tuah)a#akan tuah) ”...nasionalisme telah”...nasionalisme telah k

kuunnoo, , tteellaah h lleewwaatt, , mmaassuukkkkaan n ssaajja a kke e ddaallaam m ssaakku u kkaalliiaann...””,, lantas lantas memp

memproklamroklamasikan asikan keykeyakinanyakinanya a akan akan dongdongeng-deng-dongeongeng ng #inde#inderella rella tentantentangg “The“The end of nation states”

end of nation states” dan tentang dan tentang “The borderless world”.“The borderless world”. *adah

*adahal, al, nasionasionalismnalisme e IndonIndonesia esia yang ter+ujudkyang ter+ujudkan an dalam demokrasi politik dalam demokrasi politik dandan dem

demokrokrasi asi ekoekonomnomi i *a*an#an#asilasila  sesusesunggngguhnuhnya ya sansangatgatlah lah momoderdern, n, berberdimdimensensii  partisipatori

 partisipatori dan dan sekaligus sekaligus emansipatori. emansipatori. Artinya Artinya pembangunan pembangunan nasional nasional dengandengan

1 1

(2)

landasan nasionalisme tereja+antahkan dalam bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yaitu yang kita kenal sebagai sosio-nasionalisme Indonesia.

Indonesia sebagai negara berkembang, +alaupun dalam beberapa tahun ini mengalami peningkatan ekonomi, +alaupun se#ara makro, pertumbuhan ekonomi  baik, tetapi disatu sisi pertumbuhan ekonomi ini tidak bisa serta merta mengangkat

tarap ekomoni rakyat pada umumnya, hal ini karena peningkatan ekonomi mikro yang bisa dikatakan stagnan.

ujuan bernegara suatu bangsa adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakatnya. /ntuk men#apai kemakmuran itu salah satu #ara adalah dengan me+ujudkan tingkat produktivitas yang tinggi yang terus meningkat di seluruh bidang ekonomi.

Indonesia termasuk salah satu negara berkembang. Seperti juga negara  berkembang lainnya, Indonesia menghadapi masalah ekonomi yang sama.

Kemiskinan terjadi di mana-mana, jumlah pengangguran meningkat, tingkat ke#erdasan masyarakat masih rendah, dan distribusi pendapatan tidak merata.

0i kota besar seperti 1akarta, keadaan seperti ini sudah menjadi  pemandangan umum. (anyak orang yang hidup kurang beruntung terpaksa hidup

sebagai pemulung sampah. 2leh karena pendapatan yang diperoleh sangat rendah, anaknya tidak dapat disekolahkan sehingga tingkat ke#erdasan anak tersebut tidak   berkembang. 3al ini juga menimbulkan kesenjangan ekonomi yang tajam antara

orang yang berpenghasilan tinggi dan orang yang berpenghasilan rendah. Adapun masalah-masalah yang hadir di !egara berkembang adalah )

(3)

a. Kemiskinan

Kemiskinan merupakan per+ujudan keadaan serta kekurangan. Setiap negara memilik ukuran batas kemiskinan yang berbeda dengan negara lain. *emerintah Indonesia memberikan perhatian serius dalam menanggulangi masalah kemiskinan yang dialami masyarakat. 0ari tahun ke tahun pemerintah terus berupaya menurunkan jumlah dan persentase penduduk miskin dengan berbagai #ara, antara lain subsidi silang. Subsidi silang yang dilakukan pemerintah yaitu dengan menetapkan harga ((4 untuk minyak tanah lebih rendah daripada bensin. Subsidi untuk bensin sedikit demi sedikit dikurangi dan nantinya dihilangkan sama sekali. Subsidi untuk minyak tanah masih dipertahankan agar masyarakat berpenghasilan rendah mampu membeli minyak tanah.

b. Keterbelakangan

4asalah keterbelakangan sangat berhubungan dengan masalah kualitas sumber daya manusia. 0isamping itu, masalah keterlebakangan sangat erat hubungannya dengan rendahnya tingkat kemajuan dan pelayanan kesehatan, kurang terpeliharanya $asilatas-$asilitas umum, dan rendahnya disiplin masyarakat.

c.   *engangguran

4asalah lain yang dihadapi negara berkembang dalam pembangunan ekonomi adalah masalah keterbatasan lapangan pekerjaan. 4asalah pengangguran timbul karena ada ketimpangan antara jumlah angkatan kerja dan jumlah lapangan  pekerjaan yang tersedia. 3al ini biasa terjadi karena negara yang bersangkutan sedang mengalami masa transisi perubahan struktur ekonomi dari negara agraris menjadi negara industry. Akibatnya angkatan

(4)

 kerja yang tersedia berada di se#tor agraris, sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia menuntut keahlian di se#tor industry.

d. Kekurangan 4odal

Kekurangan modal adalah satu #irri setiap negara yang sedang mengalami  proses pembangunan ekonomi. Kekurangan modal tidak hanya menghambat  per#epatan pembangunan, tetapi juga menyebabkan kesukaran negara tersebut

keluar dari kemiskinan.

*erkembangan zaman dan modernisasi perekonomian memerlukan modal yang  besar. !egara berkembang mengalami kesulitan yang sama, yaitu kekurangan modal.

3al ini disebabkan tingkat tabungan dan tingkat pembentukan modal yang rendah. 4asalah yang terakhir ini adalah masalah yang tidak kalah penting, /ntuk  mengatasi kekurangan modal, pemerintah menarik investor, baik dari dalam maupun luar negeri. 4isalnya (/4! mena+arkan saham kepada investor agar bersedia  bekerjasama. 0engan meningkatkan investasi, diharapkan tabungan permintahan  juga meningkat. 1ika tabungan pemerintah meningkat, modal yang dikumpulkan pun

akan lebih banyak.

0emi menarik investor asing, maka negara melakukan segala upaya, di antaranya adalah regulasi yang mendukung iklim Investari, khususnya investasi asing, yang porsi modalnya lebih besar. 3al yang dilakukan oleh pemerintah melalui regulasi tidak menjadi masalah, ketika memang proporsional, dengan tidak  mengorbankan nilai-nilai kebangsaan dan kedaulatan untuk men#apainya.

/ndang-undang !omor 56 ahun 5778 entang *enanaman 4odal yang menjadi payung dari dunia investasi di Indonesia, dalam /ndang-undang tersebut, ada beberapah hal yang menggelitik nilai !asionalisme Kebangsaan, dengan dalih

(5)

investasi dalam pembangunan negara. dimana dengan maksud menarik investasi khusuunya investasi dari luar, beberapa *asal dari /ndang-undang tersebut dianggap terlalu memberikan keleluasaan yang justru dianggap sebagi nilai merendahkan martabat bangsa Indonesia sendiri.

0enga alasan tersebut diatas maka pemakalah akan mengambil judul makalah ini dengan judul /!0A!9-/!0A!9 !242: 56 A3/! 5778 ;!A!9 *;!A!A4A! 420A< 0A<A4 *;:S*;KI= !I<AI  !ASI2!A<IS4; I!02!;SIA 0A! *:I!SI= ;K2!24I K;:AK>AA!"

B. Identifikasi Masalah

%. (agaimanakah konse$ !asionalisme dalam bidang ;konomi?

5. (agaimanakah kelemahan /ndang-undang !omor 56 ahun 5778 entang *enanaman 4odal tinjauan !ilai !asionalisme dan *rinsi$  ;konomi Kerakyatan terhadap?

BAB II PEMBAHASAN

(6)

a.%.0e$inisi !asionalisme

Se#ara etimologis, katanationberakar dari kata (ahasa <atinnatio. Katanatiosendiri memiliki akar katanasci, yang dalam penggunaan klasiknya #endrung memiliki makna negati$ peyorati$. Ini karena katanasci digunakan masyarakat :oma+i Kuno untuk menyebut ras, suku, atau keturunan dari orang yang dianggap kasar atau yang tidak tahu adat menurut standar atau patokan moralitas :oma+i. *adanan dengan bahasa Indonesia sekarang adalah tidak beradab, kampungan, kedaerahan, dan sejenisnya. Kata natio dari (ahasa <atin ini kemudian diadopsi oleh bahasa-bahasa turunan <atin seperti *eran#is yang menerjemahkannya sebagaination, yang artinya bangsa atau tanah air . 1uga (ahasa Italia yang memakai katanascereyang artinya tanah kelahiran". (ahasa Inggris pun menggunakan kata nation untuk menyebut “sekelompok orang yang dikenal atau diidentifikasi sebagai entitas berdasarkan aspek sejarah, bahasa, atau etnis yang  dimiliki oleh mereka” The Grolier International Dictionary) %&&5.

*engertian ini jelas mengalami perubahan karena katanasion dan nasionalisme diadopsi dan dipakai se#ara positi$ untuk menggambarkan semangat  kebangsaan suatu kelompok masyarakat tertentu. 0i ba+ah pengaruh semangat  pen#erahan enlightenment , kata nasionalisme tidak lagi bermakna negati$ atau  peyorati$ seperti digunakan dalam masyarakat :oma+i Kuno. Sejak abad  pen#erahan zaman pen#erahan atau zaman =ajar (udi berlangsung selama abad %8@ 

%', kata ini mulai dipakai se#ara positi$ untuk menunjukkankesatuan kulturaldan kedaulatan politik dari suatu bangsa.

Sedangkan Ki (agoes 3adikoesoemo atau uan 4unandar lebih menekankan  pada persatuan antara orang dan tempat

(7)

4enurut 9uibernau bangsa adalah negara kebangsaan memiliki unsur-unsur   penting pengikat, yaitu) psikologi sekelompok manusia yang memiliki kesadaran  bersama untuk membentuk satu kesatuan masyarakat @ adanya kehendak untuk 

hidup bersama, kebudayaan merasa menjadi satu bagian dari suatu kebudayaan  bersama, teritorial batas +ilayah atau tanah air, sejarah dan masa depan merasa

memiliki sejarah dan perjuangan masa depan yang sama, dan politik memiliki hak  untuk menjalankan pemerintahan sendiri.

4enurut :a+ink yaitu (angsa adalah Sekumpulan manusia yang bersatu  pada satu +ilayah dan memunyai keterikatan dengan +ilayah tersebut. 0engan batas

teritori tertentu dan terletak dalam geogra$is tertentu.

 !asionalisme juga berarti satu paham yang men#iptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dalam bahasa Inggris nation dengan me+ujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. *ara nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa kebenaran politik politi#al legitima#y. (ersumber dari teori romantisme yaitu identitas budaya, debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.

a.5. !asionalisme di (idang ;konomi

Sistem ekonomi bangsa Indonesia merujuk dan mengamalkan sistem ekonomi yang ter#antum dalam pasal BB //0 %&6. 4ungkin kemajuannya agak  lamban, tetapi mempunyai $ondasi yang kuat karena masyarakatnya dipersiapkan. *ada umumnya negara-negara baru yang berhasil, memulai pembangunan dengan memilih sistem sosialis. Setelah masyarakatnya disiapkan pendidikannya,

(8)

kepakarannya, kemantapan budayanya dan sebagainya, baru se#ara bertahap melangkah ke sistem yang lebih terbuka dan kompetiti$. Sebagai #ontoh, China, dan India, keduanya adalah negara yang berpenduduk sangar besar. 4ereka mulai membangun sumberdaya manusia, budaya, kemandirian dan character building ." Akan tetapi, Indonesia memulai pembangunan, langsung memilih sistem kapitalis. *ada hal, prinsip dasar dalam sistem kapitalis ialah persaingan bebas $ree $ight #ompetition. sementara, mayoritas masyarakat Indonesia, sama sekali tidak  mempunyai kemampuan untuk bersaing karena pendidikan rendah, tidak mempunyai kepakaran, dan tidak pernah dipersiapkan.

0alam pembangunan ekonomi, mereka dilepas untuk bersaing bebas dengan  pengusaha Cina dan asing. Akibatnya, pembangunan ekonomi di masa 2rde (aru +alaupun mengalami berbagai kemajuan yang menggembirakan, tetapi hanya  bersi$at semu dan sangat rapuh, karena yang menikmati hasil pembangunan ekonomi hanya sekelompok ke#il dari bangsa Indonesia, mayoritas dari bangsa ini tetap hidup miskin, kurang pendidikan dan terkebelakang.

4elihat dari a#uan dasar ekonomi di Indonesia, yaitu *asal BB /ndang-undang 0asar %&6, bah+a ekonomi kerakyatanlah yang menjadi #orong dari ekonomi yang berlandasakan nilai nasionalisme yang baik.

Kita perlu membedakan antara ekonomi rakyat, ekonomi kapitalis liberal, ekonomi sosialis komunis, ekonomi kerakyatan, dan ekonomi pemerintah. erminologi ekonomi rakyat hanya untuk membedakan ekonomi pemerintah atau ekonomi publik. ;konomi rakyat atau ekonomi barang private adalah ekonomi  positi$, yang menjelaskan bagaimana unit-unit produksi mengkombinasikan $aktor-$aktor produksi untuk menghasilkan barang  priate dan jasa  priate dan

(9)

mendistribusikan barang dan jasa dimaksud pada konsumen, sehingga diperoleh ketuntungan yang maksimal bagi produsen, biaya yang minimal bagi produsen, dan

utility yang maksimal bagi konsumen.

ata ;konomi rakyat yang tidak mempermasalahkan keadilan baik pada  proses produksi maupun pada proses distribusi, ini dalam terminologi politik 

ekonomi disebut sebagai ekonomi kapitalis liberal. 0alam ekonomi kapitalis liberal, tidak dipermasalahkan, apakah aset ekonomi hanya dimiliki oleh puluhan orang atau  jutaan orang. ekonomi kapitalis liberal juga tidak mempermasalahkan, pakah barang

dan jasa priate  hanya dinikmati oleh sedikit +arga negara atau dinikmati oleh sebanyak-banyaknya +arga negara. 2leh sebab itu dalam ekonomi kapitalis liberal terbentuk dua kelompok masyarakat, yaitu masyarakat pekerja yang hidupnya hanya dari upah menjual tenaga kerja dan ada masyarakat pemilik modal yang jumlahnya sedikit tetapi memiliki aset ekonomi nasional. 0alam tata ekonomi kapitalis liberal, diyakini bah+a keadilan dan kesejahteraan masyarakat dapat ter#ipta melalui mekanisme pasar. Ada inisible hand  yang akan men#iptakan keadilan dan  pemerataan. Inisible hand  ini adalah kekuatan-kekuatan dan hukum-hukum yang

ada dalam pasar. 2leh sebab itu tidak diperlukan intervensi pemerintah dalam  perekonomian barang private. ugas pemerintah hanyalah bagaimana menjamin

mekanisme pasar berjalan dan menyediakan barang dan jasa publik .%

ujuan yang akan di#apai dari penguatan ekonomi kerakyatan adalah untuk  melaksanakan amanat konstitusi, khususnya mengenai) % per+ujudan tata ekonomi yang disusun sebagai usaha bersama yang berasaskan kekeluargaan yang menjamin keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia pasal BB ayat %, 5

1

(10)

 per+ujudan konsep risakti berdikari di bidang ekonomi, berdaulat di bidang   politik, dan berkepribadian di bidang kebudayaan, B per+ujudan #abang-#abang  produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup rakyat banyak 

dikuasai negara pasal BB ayat 5, dan  per+ujudan amanat bah+a tiap-tiap +arga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak pasal 58 ayat 5. Adapun tujuan khusus yang akan di#apai adalah untuk)

%. 4embangun Indonesia yang berdikiari se#ara ekonomi, berdaulat se#ara  politik, dan berkepribadian yang berkebudayaan

5. 4endorong pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan B. 4endorong pemerataan pendapatan rakyat

. 4eningkatkan e$isiensi perekonomian se#ara nasional5

1adi nilai !asionalisme dalam bidang ;konomi adalah, diman bah+a sistem ekonomi ini harus berpijak pada aturan dasar bangsa Indonesia, yang bertujuan untuk  kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Indonesia, dengan nilai keadilan sosial.

B. Kelemahan Undang-undang Nmr !" #ahun !$$% #entang Penanaman Mdal

ujuan penyelenggaraan penanaman modal hanya dapat ter#apai apabila $aktor penunjang yang menghambat iklim penanaman modal dapat diatasi, antara lain melalui perbaikan koordinasi antar instansi *emerintah *usat dan daerah,  pen#iptaan birokrasi yang e$esien, kepastian hukum di bidang penanaman modal,

2

(11)

 biaya ekonomi yang berdaya saing tinggi, serta iklim usaha yang kondusi$ di bidang ketenagakerjaan dan keamanan berusaha.

0engan mendasarkan hal-hal tersebut di atas, *emerintah Indonesia telah menerbitkan /ndang-/ndang !omor % ahun %&E8 tentang *enanaman 4odal Asing sebagaimana telah diubah dengan /ndang-/ndang !omor %% ahun %&87 tentang *erubahan dan ambahan /ndang-/ndang !omor % ahun %&E8 tentang *enanaman 4odal Asing dan /ndang-/ndang !omor E ahun %&E' tentang *enanaman 4odal 0alam !egeri sebagaimana telah diubah dengan /ndang-/ndang  !omor %5 ahun %&87 tentang *erubahan dan ambahan /ndang-/ndang !omor E

ahun %&E' tentang *enanaman 4odal 0alam !egeri.

0alam perkembangannya, kesemua peraturan perundang-undangan tersebut di atas telah digantikan dengan diterbitkannya /ndang-/ndang !omor 56 ahun 5778 tentang *enanaman 4odal. *embentukan /ndang-/ndang !omor 56 ahun 5778 tentang *enanaman 4odal didasarkan pada semangat untuk men#iptakan iklim  penanaman modal yang kondusi$ sehingga /ndang-/ndang !omor 56 ahun 5778 mengatur hal-hal yang dinilai penting, antara lain yang terkait dengan #akupan undang-undang, kebijakan dasar penanaman modal, bentuk badan usaha, perlakuan terhadap penanaman modal, bidang usaha, serta keterkaitan pembangunan ekonomi dengan pelaku ekonomi kerakyatan yang di+ujudkan dalam pengaturan mengenai  pengembangan penanaman modal bagi usaha mikro, ke#il, menengah, dan koperasi, hak, ke+ajiban, dan tanggung ja+ab penanam modal, serta $asilitas penanaman modal, pengesahan dan perizinan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan penanaman

(12)

modal yang di dalamnya mengatur mengenai kelembagaan, penyelenggaraan urusan  penanaman modal, dan ketentuan yang mengatur tentang penyelesaian sengketa.B

/ndang-/ndang !omor 56 ahun 5778 nampak jelas bah+a pada dasarnya /ndang-/ndang !omor 56 ahun 5778 memberikan kemudahan-kemudahan yang #ondong berlebihan kepada investor yang menanamkan modalnya di Indonesia.

Se#ara gamblang memang terkesan adanya upaya untuk menarik minat investor dalam menanamkan modalnya di Indonesia, dengan segala #ara, namun tanpa disadari kondisi tersebut akan menjadikan bangsa Indonesia bagaikan dalam  penjajahan yang kedua. 0isadari atau tidak, dengan $asilitas-$asilitas yang diberikan kepada penanam modal asing sebagaimana telah diuraikan, akan menjadikan bangsa Indonesia semakin kalah bersaing di negerinya sendiri. (angsa Indonesia akan menjadi pembantu di rumahnya sendiri.

3al tersebut sangat mungkin terjadi, logikanya dengan pembatasan- pembatasan yang ada pada /ndang-/ndang *4A lama saja bangsa Indonesia sudah sangat ketat dalam bersaing apalagi dengan diberikannya $asilitas-$asilitas empuk". (anyak dijumpai kasus-kasus yang menunjukkan sangat dominannya pengaruh asing dalam bisnis di Indonesia, hal ini tentunya akan menjadi lebih parah lagi apabila /ndang-/ndang !omor 56 ahun 5778 tetap diberlakukan.

Sebenarnya, strategi untuk menarik investasi masuk ke Indonesia tidak perlu mengobral semurah-murahnya kekayaan alam. Apabila men#ermati yang terjadi dalam praktek, kurangnya minat investastor asing untuk menanamkan modal Indonesia lebih #ondong disebabkan karena $aktor-$aktor birokrasi yang njelimet,  belum lagi adanya aparat pemerintah yang mata duitan, misalnya birokrasi perizinan

(13)

 baik ijin lokasi, I4(, amdal, ijin lingkungan, domisili, dan lain sebagainya, banyak  dijumpai adanya birokrasi yang berbelit-belit dan aparat yang seakan-akan minta  jatah.

0iterbitkannya /ndang-/ndang !omor 56 ahun 5778, menurut penulis hanyalah akan memperparah keadaan, memang diakui penerbitan /ndang-/ndang  !omor 56 ahun 5778 tersebut dalam +aktu sekejap akan banyak mengundang investor, namun dalam jangka panjangnya para investor tersebut akan menguasai obyek-obyek vital perekonomian Indonesia sedangkan bangsa Indonesia tidak hanya sekedar menjadi pembantu di rumahnya sendiri tetapi akan menjadi pengemis di rumahnya sendiri.

Kelemahan dari undang-undang ini dapat dilihat dari )

a. (eberapa ketentuan tidak aplikati$ karena tidak ada sinkronisasi dengan  peraturan perundangan lainnya, misalnya ketentuan tentang jangka +aktu yang diberikan menyangkut hak-hak atas tanahF. Kelemahan ini dapat dibuktikan dengan adanya putusan 4K :I yang membatalkan sebagian *asal dalam /ndang !omor 56 ahun 5778 mengenai hak-hak atas tanah.

4ahkamah Konsitusi 4K menyatakan bah+a sebagian ketentuan *asal 55 // !o. 56 ahun 5778 tentang *enanaman 4odal // *4 bertentangan dengan konstitusi. 3al tersebut disampaikan dalam sidang pengu#apan  putusan perkara 5%-55D*//-VD5778.

4

(14)

 b. erkesan hanya pro kepada investor asing dan tidak memberikan  perlindungan yang memadai kepada perusahaan-perusahaan dalam negeri.

3al ini dapat dilihat dari $asilitas yang diberikan negara terhadap penanam modal, yang lebih terkesan sebagi unbaran dan bujuk rayu kepada investor  supaya menannamkan modalnya di indonesia, yang justru mengenyampingkan nilai harga diri bangsa.

#. 4enunjukkan kemunduran dibandingkan dengan // sebelumnya terutama menyangkut aspek-aspek tertentu seperti) alih teknologi, penggunaan tenaga kerja asing, ke+ajiban divestasi, dll.6

0emikianlah dampak-dampak dari adanya kemudahan-kemudahan dan $asilitas-$asilitas yang diberikan kepada penanam modal asing sebagaimana diatur  dalam /ndang-/ndang !omor 56 ahun 5778.

0engan melihat pemaparan diatas bisa disimpulkan bah+a /ndang-undang  !omor 56 ahun 5778 tentang *enanaman 4odal tidaklah sejalan kengan nilai-nilai  !asionalisme ;konomi kerakyatan, yang di usung oleh *asal BB /ndang-/ndang 0asar %&6. /ndang-undang ini justru menggiring kepada nilai-nilai kapitalisme, yang jauh dari karakter dan bangsa Indonesia.

5

(15)

BAB III KESIMPULAN

*engertian !asionalisme mengalami perubahan karena katanasion dan nasionalisme diadopsi dan dipakai se#ara positi$ untuk menggambarkan semangat  kebangsaan suatu kelompok masyarakat tertentu.

 !asionalisme juga berarti satu paham yang men#iptakan dan

mempertahankan kedaulatan sebuah negara dalam bahasa Inggris nation dengan me+ujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. *ara nasionalis menganggap negara adalah berdasarkan beberapa kebenaran politik politi#al legitima#y.

(16)

 !asionalisme dalam bidang ekonomi memiliki arti bah+a segala aktivitas  bidang ekonomi yang dilakukan bangsa ini, baik regulasi maupun kebijakan yang yang lahir darinya, harus memiliki ruh *asal BB /ndang-undang 0asar %&6 sebagi  pondasi dalm membangun ekonomi bangsa.

Strategi untuk menarik investasi masuk ke Indonesia tidak perlu mengobral semurah-murahnya kekayaan alam. Apabila men#ermati yang terjadi dalam praktek, kurangnya minat investastor asing untuk menanamkan modal Indonesia lebih #ondong disebabkan karena $aktor-$aktor birokrasi yang njelimet, sehingga mengumbar kemudahan dalam menarik investor sebagimana yang tertuang dalam /ndang-undang 56 ahun 5778 tentang *enanaman 4odal tidak diperlukan.

DA&#A' PUS#AKA

9autama, Sudargo, 3ukum 0agang 0an Arbitrase Internasional, *. #itra aditya  bakti, %&&%,

Kansil, C.S..,0rs., S3, *okok-*okok *engetahuan 3ukum 0agang Indonesia, Sinar  9ra$ika. 1akarta %&8B.

*ur+osutjipto, 3.4..!., S3, *engertian *okok 3ukum 0agang Indonesia, 0jambatan, 1akarta 5778.

4ardi >atmo 3utomo,4akalah Konse$ ;konomi Kerakyatan",4akalah 5778

(17)

I.(. :ahmadi Supan#ana," Implementasi // *4) *rospek dan antangannya". 4akalah 577'

+++.detik.#om

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :