BIOLOGI PERKEMBANGAN BURUNG MALE0
(Macrocephalon maleo, Sall, Muller 1846) YANG
DITETASKAN SECARA EXSITU
OLEH
ADOLFINA SUMANGANDO
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT PERTANLAN BOGOR
Adolfina Sumangando. BIOLOGI PERKEMBANGAN BURUNG MALE0 (Macrocephalon maleo, Sall, Muller 1846) YANG DITETASKAN SECARA EX SZZ'U. Dibimbing oleh Reviany Widjajakusuma dan Ani Mardiastuti.
Abstrak
Burung maleo (Uacrocephalon maleo) adalah satwa endemik Sulawesi yang memiliki sifat serta tingkah laku unik yang membedakannya dari burung lain yaitu telurnya yang sangat besar dibandingkan dengan besar tubuhnya serta proses penetasannya dimana telur dimasukkan ke lubang dalam tanah. Pengambilan telur secara besar-besaran mengakibatkan ancaman terhadap kelestariannya. Untuk menunjang konservasinya maka penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji morfometri telur, daya tetas telur yang dieramkan dalam mesin tetas (inkubator), perkembangan embrio, perhunbuhan serta gambaran hematologis anak bUl-wi!nya
Hasil yang diperoleh dari morfometri telur burung maieo di Desa Tambun adalah sebagai berikut: 65,9% bobotnya berkisar antara 180 - 230 gram (rata-rata 202,4 +35,43
gram), 79,2% panjangnya antara 10,O -10,5 cm (rata-rata 10,2 2 0,25 cm), 83% lebarnya antara 5,8
-
6,l cm (rata-rata 6,O 2 0,14 crn) dan indeks telur berkisar antara 55,O - 61,O (rata- rata 59,4 2 2,04). Penetasan telur dengan inkubator menunjukkan hasil 79,l % menetas antara hari ke 56 - 58 (rata-rata 57,5 hari) dengan prosentase daya tetas 80 % dari 30 butir telur yangditetaskan. Suhu dan kelembaban sangat menentukan daya tetas telur. Embrio mulai terlihat bentuknya pada hari ke 10 selama inkubasi. Bobot badan anak burung setelah menetas rata- rata 126 2 24,9 gram dan pada minggu ke 8 bobot badannya mencapai rata-rata 190 2 13.4 gram. Analisis regresi terhadap hubungan bobot telur dan bobot lahir anak burung menunjukkan korelasi positif (r = 0,922) dimana makin besar bobot telur maka makin besar
pula bobot anak burung.
Pengukuran terhadap panjang ekor rata-rata 55,2 mm, =yap 152,03 mm, tarsus 39 mm, panjang jari kaki tengah 25,5 mm, cakar 5,O mm dan paruh 14,6 mm. A d i s i s gambaran
darah menunjukkan bahwa jumlah eritrosit rata-rata 1,50 x lo6 s e h 3 , leukosit rata-ratB 10,7 x lo3 sel/mm3, heterofil rata-rata 5,30 %, limfosit rata-rata 13,6 %, monosit rata-rata 5,70 %, eosinofil rata-rata 6,40%, basofil rata-rata 5,30 %, hematokrit rata-rata 46,4% dan hemoglobin rata-rata 10,9 gldl.
Hasil penelitian ini merupakan informasi awal yang sangat b&anfaat dari serangkaian penelitian biologis yang diperlukan untuk menunjang usaha koservasi burung maleo secara in situ.
SURAT
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tesis yang berjudul : Biologi Perkembangan Burung Maleo (Macrocephalon maleo, Sail, Muller 1846) Yang Ditetaskan Secara Ex Situ, adalah benar merupakan hasil karya saya sendiri dan belurn pemah dipublikasikan. Semua data dan informasi yang digunakan telah dinyatakan secara jelas dan dapat diperiksa kebenarannya.
BIOLOGI PERKEMBANGAN BURUNG MALE0
(Macrocephalon maleo, Sall, Muller 1846) YANG
DITETASKAN SECARA
EXSITU
ADOLFINA SUMANGANDO
Tesis
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains
pada Program Studi Biologi
PROGRAM PASCASARJANA
INSTITUT PERTANTAN BOGOR
Judul Tesis : BIOLOGI PERKEMBANGAN BURUNG MALE0 (Macrocephalon maleo, Sall, Muller 1846) YANG DITETASKAN SECARA EX SITU
Nama Mahasiswa : Adolfina SUMANGANDO
Nomor Pokok : 98256
Program Studi : Biologi
Menyetuj ui :
7 1. Komisi Pembimbing,
Prof. DR. Revianv WIDJAJAKUSUMA, M.Sc DR. Ir. Ani MARDIASTUTI, M.Sc.
Ketua m33Ota
2. K e t u m m Studi Biologi,
DR. Ir. Dedi Duryadi SOLIHIN, DEA
Riwayat Hidup
Lahir di Ratahan pada tanggal 14 Desember 1963, Sekolah Pertanian Menengah Atas Negeri Manado (SPMA) selesai tahun 1982. Melanjutkan studi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Kristen Indonesia Tomohon (FMIPA-UKIT) dan tahun 1986 memperoleh gelar sarjana muda MIPA (BSc). Kemudian tahun 1990 memperoleh Sarjana MIPA.
Tahun 1991 diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada Kopertis Wilayah
IX
Makassar yang dipeke rjakan pada Fakultas MIPA Universitas Kristen Indonesia Tomohon sarnpai sekarang. Tahun 1998 melanjutkan studi Magister Sains (S2) pada Program Studi Biologi Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
PRAKATA
Puji syukur saya sampaikan kepada Allah dalam Yesus Kristus yang telah memberikan kesehatan dan ketabahan kepada saya dalam melakukan penelitian serta penulisan hasil penelitian.
Penelitian ini be rjudul Biologi Perkembangan Burung Maleo (Macrocephalon maleo, Sall, Muller, 1846) Yang Ditetaskan Secara I 3 Situ. Burung tersebut memiliki ciri yang berbeda dibandingkan dengan jenis burung lain terutama, burung ini meletakkan telurnya di dalam lubang tanah dan telurnya tidak dierami sehingga proses penetasan telur hanya berdasarkan pada panas rnatahari dan bumi. Burung Macrocephalon maleo hanya terdapat di Sulawesi dan merupakan satwa yang telah dilindungi berdasarkan sistem konservasi sumber daya alam hutan.
Dengan selesainya penelitian serta penulisan laporan hasil penelitian ini, maka saya mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Prof. Dr. Reviany Widjajakusurna, M.Sc, sebagai ketua komisi pembimbing telah banyak memberikan bimbingan, motivasi, petunjuk yang sangat ilmiah dalam melakukan penelitian dan membuat laporan hasil penelitian sehingga saya mampu melaksanakan tugas ini. Sungguh ibu sebagai seorang ilmuwan dan pendidik benar- benar telah menunjukkan dedikasinya dalam pengembangan ilmu dan teknologi karena walaupun begitu banyak tugas yang diemban, selalu saja memberikan waktu kepada saya untuk berdiskusi. bahkan waktu menjabat sebagai ketua program studi biologi banyak dorongan-dorongan kepada saya sejak saya masuk Pascasarjana IPB sehingga saya boleh berhasil.
2. Ibu Dr. Ir. Ani Mardiastuti, MSc. Sebagai anggota komisi pembimbing yang sudah banyak memberikan arahan, masukan dan petunjuk dalam pelak- penelitian serta penulisan hasil penelitian dengan baik. Walaupun begitu banyak tugas-tugas tetapi beliau masih memberikan waktu kepada saya untuk berdiskusi dalam penyempurnaan penulisan hasil penelitian. Begitu banyak masukan-masukan yang bersifat ilmiah yang saya peroleh dari beliau, terutama dalam melaksanakan penelitian bahkan sarnpai penulisan hasil penelitian.
3. Kepada Ibu Dr. Ir. Sri Supraptini Mansjoer, sebagai anggota penguji ujian tesis yang memberikan koreksi bahkan masukkan dalam penyempurnaan penulisan hasil penelitian ini
4. Bapak DR.
Ir.
Dedi Duryadi Solihin, DEA, sebagai ketua Program Studi Biologi yang telah mengijinkan saya untuk melaksanakan ujian tesis.5. Bapak Prof. Dr. Ir. R.M. Rompas,M.Agr, Bapak Dr.Ir. J.D. Kusen, MSc dan Bapak Ir. J.J. Saroinsong,MS yang telah merekomendasikan saya untuk melanjutkan studi program magister di IPB-Bogor.
6. Ketua Kopertis Wilayah
IX
Makassar yang telah memberikan persetujuan kepada saya untuk melanjutkan studi ke Program Magister.7. Pimpinan Yayasan Perguruan Tinggi Kristen GMIM yang memberikan dana tambahan &lam penyelesaian studi saya.
8. Pimpinan Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Pimpinan Fakultas MIPA UKI Tomohon, yang telah mengijinkan saya untuk melanjutkan Studi ke Program Magister.
9. Pimpinan Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (PPs-IPB) yang telah menerirna saya untuk mengikuti pendidikan di Program Pascasarjana IPB.
10. Tim Manajemen Program Doktor. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI, yang telah memberikan bantuan dana pendidikan berupa beasiswa.
11. Kepada Pimpinan Kantor Pengelolaan Taman Nasional Bogani Nani Warta Bone Kotamobagu atas izin yang diberikan kepada saya untuk melakukan penelitian di Kawasan Taman Nasional.
12. Kepada Wellem Sumendap, Pak James Lela dan Om Ut yang telah membantu saya dalam pengumpulan telur burung maleo.
13. Kepada kedua orang tua Papa, Mama dan Mami atas doa dan dorongan kepada saya dan keluarga sehingga saya dapat menyelesaikan studi.
14. Kepada Kel. Kawung-Kawulur, Kel. Kolanus-Sumangando, Kel. Lumentut-Kolanus yang telah banyak membantu saya dan keluarga dalam pelaksanaan penelitian.
15. Dr.Ir. Ineke Rumengan,M.Sc yang telah mengijinkan saya dalam menggunakan Laboratirurn Bioteknologi Kelautan Universitas Sam Ratulangi
16. Kepala Laboratirurn Dinas Kesehatan Manado yang memberikan kesempatan kepada saya untuk menggunakan Laboratorium.
17. Teman-teman program studi Biologi angkatan 1989 atas ke rja sama yang baik selama studi.
18. Kepada Kel. Ir. L. Mondoringin-Palar yang selalu membantu dengan doa sehingga saya boleh menyelesaikan studi
19. Kepada Ir. Reky Teleng, M.Si dan Ir. Emil Reppi, MSc yang banyak memberikan masukan kepada saya
20. Kepada Vone S yang dengan setia dan sabar membantu kami keluarga selama studi 21. Kepada Pengurus LPMI cabang Bogor (Kel. Ibu Adel Suparman) yang juga
membantu saya dan Keluarga sehingga boleh berhasil.
Kepada Suami Ku tercinta Drs. Nickson J. Kawung, M.Si dan anak-anaku Ride1 dan Nikita Kawung yang tersayang atas doa dan pengorbanan mereka selama saya studi. Akhirnya semoga hasil penelitian ini dapat bemanfaat dalarn pengembangan ilmu dan teknologi khususnya dalam bidang konservasi sumber daya alam Indonesia. Terima Kasih. Ora et Labora
DAFTAR IS1 D a M Isi
...
...
Daftar Tabel ... D a h r Garnbar...
Daftar Lampiran...
I.
PENDAHULUAN ... 1.1. Latar Belakang...
1.2. Tujuan Penelitian 1.1. Manfaat Penelitian...
...
11.
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Klasifikasi...
2.2. Morfologi...
...
2.3. Habitat dan Penyebaran2.4. Makanan
...
...
2.5. Karakteristik telur ... 2.5.1. Warna telur...
2.5.2. Bentuk dan W a n Telur...
2.5.3. Penetasan Telur...
2.6. Hematologi...
IIL
METODE PENELITIAN...
3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan...
3.1.1. Letak dah luas lokasi
...
3.1.2. Iklim...
3.1.3. Tanah dan Topopgrafi
...
3.1.4. Flora dan Fauna
...
3.2. Alat dan Bahan...
3.2.1. Alat...
3.2.2. Bahan...
3.4. Metode Pengarnbilan Data
...
2 13.4.1.Telur
...
21...
3.4.2. Pertumbuhan Anak Burung Maleo 23 ... 3.4.3. Gambaran Darah Anak Burung Maleo 25 3.5. Analisa Data...
26IV
.
HASIL DAN PEMBAHASAN...
274.1 Lokasi
...
27 4.2. Deskripsi Telur...
28 4.3. Perkembangan Embrio...
33...
4.4. Proses Penetasan 37 4.5. Lama Inkubasi ... 41 4.6. Daya Tetas...
44...
4.7. Morfometri Anak Burung 45...
4.7.1. Bobot Lahir Anak Burung 45...
4.7.2. Ukuran Tubuh 46 4.7.3. Laju Pertumbuhan ... 48...
4.8. Gambaran Darah Anak Burung Maleo 53 4.8.1. Eritrosit ... 544.8.2. Leukosit
...
554.8.3. Diferensial leokosit
...
574.8.4.Hematokrit
...
594.8.5. Hemoglobin
...
604.9. Implikasi Terhadap Konservasi ... 60
V
.
KESIMPULAN DAN SARAN...
635.1. Kesimpulan
...
635.2. Saran ... 63
DAFTAR PUSTAKA ... 64
DAFTAR TABEL
Tabel Teks Hal
1 Garnbaran darah normal beberapa spesies burung
. .
. . . .
. . .
. . . .
13 2 Ukuran telur burung maleo (n=10). . . ...
..
. . .. . .
. . .. . .
.
. .
..
..
.
.
. .
29 3 Tahapan perkernbangan embrio selama inkubasi buatan. . .
. 354 Ukuran bagian-bagian tubuh an& burung
. . .
..
.
.
. .. . .
.
. . . .. . .
47 5 Bobot badan anak burung maleo selama8 minggu pertarna (n=10)
. . .
. .
. . .
.
..
. .
. . .
.
. .. . .
. . . 486. Pertumbuhan dan perubahan morfologi anak burung maleo
urnur 1 hari wngga urnur 16 bulan
. . .
.
.
..
.. . . .
.
. . .
.
. . . .
.
.
.
. . .
.
. 527. Gambaran &ah anak burung ~ a l e o selama 8
DAFTAR GAMBAR
Gambar Teks Hal
...
1 Burung maleo 7
2 Sketsa lokasi penelitian burung maleo di Tambun
...
17...
3 Pengukuran dimensi telur 22
4 ~ e n ~ u k u r a n bagian-bagian tubuh burung ... 24
...
5 Bentuk telur burung maleo di Desa Tambun 28
... 6 Histogram bobot telur burung maleo di Desa Tambun 30 7 Histogram panjang telur burung maleo di Desa Tambun ... 31
...
8 Histogram lebar telur burung maleo di Desa Tambun 31 9 ~ a h a ~ k perkembangan embrio burung maleo ... 37...
10 Tahapan proses penetasan telur burung maleo 39...
1 1 Histogram jumlah dan lama inkubasi telur burung maleo 41
' C
12 Grafik hubungan antara bobot telur dan waktu inkubasi ... 43
...
13 W 1 k hubungan bobot telur dan bobot lahir anak burung 46
14 Ukuran bagian-bagian tubuh anak burung maleo
Selarna 8 minggu pertama (n=10)
...
47 15 Grafik perhunbuhan anak burung maleo selama 8 minggupertama
.
Garis vertikal adalah simpangan baku...
(standar deviasi) (n= 1 0) 48
16 Grafik pertambahan relatif berat badan anak burung maleo selama 8 minggu pertarna
.
Garis vertikal adalahsimpangan baku (standar deviasi) (n =lo)
...
50 17 Pertumbuhan dan perubahan morfologi anak burung maleoumur 1 hari sampai 16 bulan
...
53 18 Bentuk sel darah anak burung maleo...
57DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Teks Hal
1 Persentase bobot telur burung maleo di Desa Tambun
...
72Persentase panjang telur burung maleo di Desa Tambun
...
722 Persentase lebar inkubasi telur burung maleo di Desa Tambun ... 73
Persentase lama inkubsi telur burung maleo di Desa Tambun
...
733 Pengamatan larnanya inkubasi telur burung maleo