• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Periode 1000 HPK dalam Menentukan Masa Depan Bangsa FKM UI. Endang L Achadi Guru Besar FKM UI; Ketua PP PDGMI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peran Periode 1000 HPK dalam Menentukan Masa Depan Bangsa FKM UI. Endang L Achadi Guru Besar FKM UI; Ketua PP PDGMI"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

FKM UI

Endang L Achadi

Guru Besar FKM UI; Ketua PP PDGMI

Peran Periode 1000 HPK

(2)

FKM UI

Sistematika

Gerakan Global

Mengapa 1000 HPK?

Posisi Indonesia secara global

Risiko dan Potensi Kualitas SDM

Indonesia

(3)

FKM UI

GLOBAL MOVEMENT

Antara lain:

1. SUN Movement (Scaling Up

Nutrition Movement)

2. EWEC (Every Woman Every Child)

3. N4G (Nutrition for Growth)

(4)

FKM UI

Muncul sebagai respons thd

Masalah gizi global yg tidak membaik,

terutama

Stunting/

pendek dan akibatnya

Bukti yang semakin meyakinkan Risiko

malnutrition

pd periode 1000 HPK thd

kesehatan (Penyakit Tidak Menular/PTM) dan

kemampuan Kognitif

Rendahnya perhatian dunia dalam beberapa

dekade terakhir terhadap masalah gizi

(5)

FKM UI

SUN Movement

Disampaikan pd thn 2010, oleh Sekjen PBB sendiri

Diikuti oleh 56 negara termasuk Indonesia

Fokus pada 1000 HPK

Multi-partners

, termasuk swasta dan masyarakat

madani, tetapi tetap dalam

Satu

Platform

Merekomendasikan Pendekatan

“Three-Ones”

Satu

Kerangka Kerja

sebagai dasar untuk koordinasi

kerja semua mitra;

Satu Otoritas Koordinasi

tingkat Nasional;

(6)

FKM UI

….Nutrition plays the most critical role in a person’s life during a narrow window of time – the 1,000

days that begin at the start of a pregnancy and continue through the second year of life….

.. The quality of nutrition during those 1,000 days

can help determine whether a mother and child

survive pregnancy and whether a child will contract a common childhood disease, experience enough

brain development to go to school and hold a job as an adult…

Remarks Hillary Rodham Clinton, Secretary of State

(7)

FKM UI

… Globally, 165 million children under age 5 suffer from chronic malnutrition – also known as stunting, or low

height for age. Much of this damage happens in pregnancy

and the first two years of a child’s life. It means a child has

failed to develop in full …

… Malnutrition diminishes not only the futures of individuals, but also of nations. ..

… The latest evidence published in The Lancet also tells us with greater certainty that the roots of child malnutrition can even be traced to the health and nutritional well-being

of adolescent girls before pregnancy

Stunting: The Face of Poverty

(8)

FKM UI

Fokus SUN Movement pada

Stunting

bukan semata pada ukuran fisik pendek, tetapi

lebih pada konsep bahwa

proses terjadinya

stunting

bersamaan dengan proses terjadinya

hambatan pertumbuhan dan perkembangan

organ lainnya, termasuk otak

:

Artinya seorang anak yang menderita

stunting

,

kemungkinan besar juga telah mengalami

hambatan pertumbuhan dan perkembangan

organ lainnya

(9)

FKM UI

SEJARAH

Fenomena keterkaitan 1000 HPK dg kualitas SDM

berawal dari penelitian Dr. Barker di Inggris thn

1980an: tidak seperti yang dipresumsikan, prevalensi

P’ jantung pd populasi miskin lebih tinggi dibanding

populasi kaya. Penelitian lanjutan di daerah lain di

Inggris mengonfirmasikan fenomena tsb

Selanjutnya Dr. Barker menemukan bahwa risiko

penyakit jantung koroner lebih tinggi pd kelompok

yang lahir dengan BBLR dibandingkan dg yang lahir

dengan berat badan di atas 2500 gram

(10)

FKM UI

Penelitian lain setelahnya juga menunjukkan bahwa

kelompok yang lahir dengan berat badan rendah

mempunyai risiko lebih tinggi untuk terjadinya

penyakit-penyakit seperti jantung koroner, hipertensi,

stroke, dan diabetes mellitus tipe 2

Hal ini kemudian disebut sebagai

'Fetal Origin

Hypothesis'

yang dapat diartikan bahwa

penyakit-penyakit kronis tersebut berasal dari respons tubuh

thd kekurangan gizi pd masa awal kehidupan (fetal

stage)

DOHAD (Developmental Origin of Health

and Disease)

(11)

FKM UI

Sumber: Dr. David Barker, yang memperkenalkan “the Barker Hypothesis” dan DOHAD (Developmental Origin of Health and Disease), dlm bukunya Nutrition in the Womb, 2008

• Di dalam batasan yang luas yang ditentukan oleh gen yang kita warisi, setiap diri kita mempunyai suatu

rentang pilihan hidup masing-masing. Lingkungan kita, yaitu di dalam kandungan dan beberapa bulan setelah lahir, memilihkan jalan khusus untuk pertumbuhan dan perkembangan yang kita jalani...

• Orang membicarakan tentang anak yang tumbuh mengikuti potensi genetiknya, padahal yang

sesungguhnya terjadi adalah anak tumbuh menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

(12)

FKM UI

MENGAPA 1000 HPK?

Pernyataan Dr. Barker tersebut dengan tegas

menyatakan bahwa dari gen yang diturunkan

kepada kita, masih terbentang luas peluang

untuk menciptakan jalan kita masing-masing agar

dapat tumbuh dan berkembang secara optimal

Peluang itu adalah “1000 Hari Pertama

Kehidupan”

(yaitu 270 hari di dalam kandungan

dan 730 hari dlm 2 tahun pertama setelah lahir)

(13)

Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang Akibat Gangguan Gizi Pada Masa Janin dan Anak Usia Dini

Perkembangan Otak terganggu Pertumbuhan terganggu (IUGR) Metabolic Programing Kemampuan Kognitif & Pendidikan rendah Stunting/ Pendek -Hipertensi -Diabetes -Obesitas -PJK -Stroke BB Ibu Prahamil rendah Gangguan Gizi pada Masa Janin dan Usia Dini Dampak Jangka Pendek Dampak Jangka Panjang

Sumber : Modifikasi dari Rajagopalan, S, Nutrition and challenges in the next decade, Food and Bulletin vol 24 no.3, 2003

Ibu Pendek

(14)
(15)

FKM UI

Barker, DJP – Human Groth and Cardiovascular Disease. 2008

Suatu fenomena dimana satu genotipe dapat

meningkatkan status fisiologis dan morfologis dalam rentang yang berbeda, sebagai respons thd kondisi lingkungan yg berbeda selama masa perkembangan.

Esensi dari Developmental plasticity : suatu periode kritis saat suatu sistem bersifat plastis dan sensitif thd lingkungannya, diikuti dg hilangnya plastisitas dan kapasitas fungsional yg menetap.

Sebagian besar organ &sistem, masa kritisnya terjadi saat periode didlm kandungan

(16)

Jendela Kritis Perkemba ngan Janin Perkembangan penting sebagian organ berlanjut sampai 2 tahun pertama kehidupan Perkembangan penting sebagian organ berlanjut

sampai akhir kehamilan

8 minggu pertama sejak pembuahan terjadi pembentukan semua cikal bakal organ tubuh

(17)

FKM UI

Gluckman, Peter D , Mark A Hanson, et al. Lancet 2009; 373: 1654–57

Plastisitas tidak hanya untuk keadaan

kekurangan gizi, tetapi mencakup semua

rentang lingkungan, termasuk lingkungan

dengan keadaan gizi yg berlebihan (

excessive

)

yg berhubungan dg obesitas maternal atau

diabetes gestasional

Keadaan ini bisa menggiring pada siklus

penyakit yang bersifat multi-generasi

(18)

FKM UI

Cleal, et al. PNAS, May 29, 2007 vol. 104 no. 22 9529-9533

Respon janin thd perubahan gizi ibu, melalui mekanisme developmental plasticity,

menyebabkan bayi membutuhkan lingkungan yg sama dengan saat dalam kandungan.

Apabila lingkungan pasca-salin berbeda, maka akan menyebabkan apa yg disebut sbg situasi

“Mismatch” antara apa yg sudah dipersiapkan oleh janin dalam kandungan untuk

menghadapi situasi pasca-salin , sehingga meningkatkan risiko terjadinya PTM

(19)

Akar Trans-generasi Penyakit Khronis

Barker, Public Health 2012

Ibu: •Melepaskan telur; •Menyediakan zat gizi/makanan; •Mempengaruhi plasenta; •Melahirkan bayi; •Memberi makan bayi; •Menstimulasi bayi; Memberi makan anak Bapak: Mendonasikan gen Nenek: •Membuat telur/ovum cucunya •Mendona sikan gen Placenta: •Mentrans portasikan zat gizi; •Memproduk si hormon; •Mengeluark an buangan Janin: •Membuat plasenta; •Mengambil zat gizi; •Membuat organ; •Bertumbuh Bayi/Anak: •Makan makanan; •Bertumbuh Kerentanan thd penyakit khronik, kanker dan infeksi

100 tahun Alur gizi

(20)

FKM UI

Posisi Masalah Gizi di

Indonesia Secara Global

(21)

FKM UI Sumber: GNR 2014

37.2%

Stunting

12.1 % Wasting 11.9% Overweight Indonesia termasuk didalam 17 negara, diantara 117 negara, yg mempunyai prevalensi tinggi

Stunting, Wasting, dan

Overweight pd Balita

Indonesia termasuk Negara yang mempunyai

prevalensi Stunting tinggi, tetapi kecepatan penurunan per-tahun rendah

(22)

FKM UI

Indonesia merupakan kontributor terbesar ke

4 di dunia dalam

jumlah

Balita

wasting

/kurus

Kontributor terbesar ke 5 di dunia dalam

jumlah

Stunting

pada Balita

Indonesia

mempunyai jumlah kelompok penduduk

berisiko tinggi (mempunyai kemampuan

kognitif rendah , risiko PTM dan stunting) ke

5 terbesar di dunia

Implikasi untuk

(23)

FKM UI

(24)

FKM UI

Data Longittudinal Guatemala:

Mereka yg saat umur < 3 tahun menderita

stunting berat:

Kemampuan kognitif (berdasarkan skor

membaca) pada laki-laki 19% lebih rendah, pada perempuan 15% lebih rendah

dibandingkan yg stunting ringan

penghasilan pd laki-laki 23 % lebih rendah dan

pd perempuan 43% lebih rendah dibandingkan

mereka yg menderita stunting ringan

proporsi yg pendek pd usia dewasa, 16 kali

lebih banyak dibandingkan mereka yg pada

usia < 3 tahun menderita stunting ringan

Prevalensi

stunting di

Indonesia:

37.2%

(Riskesdas 2013)

Presentasi Dr. Reynaldo Martorell, di Jakarta, tahun 2008. Sumber: Maternal and child undernutrition Consequences for adult health and human capital . Victora CG, Adair L, Fall CHD, Hallal PC, Martorell R, Richter L, Sachdev HPS. The Lancet, 2008

(25)

FKM UI

Chandrakant L. The Lancet Series and Indian Perspective. Indian Pediatrics, Volume 45, April 17, 2008.

Bukti dari India: anak yg gizi kurang, cenderung menjadi dewasa pendek, selanjutnya cenderung melahirkan bayi kecil , yg berisiko mempunyai risiko

berprestasi pendidikan yg rendah, dan pada akhirnya mempunyai status

ekonomi yg rendah.

Stunting pada usia dini dapat

memprediksikan kinerja kognitif dan risiko terjadinya Penyakit Jantung

Koroner pd dewasa Prevalensi stunting di Indonesia: 37.2% (Riskesdas 2013)

(26)

FKM UI

Barker, DJP – Human Growth and Cardiovascular Disease. 2008

Hubungan yang semakin meyakinkan antara hambatan pertumbuhan janin (BBL rendah) dg risiko yg lebih tinggi terjadinya: coronary

heart disease (CHD), stroke, hypertension dan type 2 diabetes.

Hubungan tidak terbatas pada berat badan lahir < 2500 gram. Bukti menunjukkan bahwa risiko tsb juga meluas pada bayi yg mempunyai BBL > 2500 gram.

Hubungantsb diasumsikan merupakan konsekuensi dari apa yg disebut

“developmental plasticity”

Prevalen si BBLR

(27)

FKM UI

Indonesia termasuk didalam 47

negara dari 122 negara yang

mempunyai masalah

Stunting

pd

balita dan Anemia pada WUS

Sumber: GNR 2014

22. 7% WUS

menderita Anemia

(28)

FKM UI Prevalensi Anemia pada Bumil (37.1%)da n WUS (22. 7%)

Anemia deficiensi besipada kehamilan merupakan faktor risiko erjajdinya Prematuritas dan BBLR;

menurunkan simpanan besi janin , dan mungkin sampai satu tahun pertama kehidupannya

Bahkan pada perempuan yg memasuki masa kehamilannya dg simpanan besi yg cukup, suplementasi besi akan memperbaiki status

besinya selama kehamilan dan beberapa waktu pasca lahir, sehingga memberikan perlindungan thd terjadinya defisiensi besi pada kehamilan berikutnya

(29)

FKM UI Prevalensi Anemia pada Bumil (37.1%) dan WUS (22. 7%)

Hasil systematic review 12 studi,

menunjukkan risiko terjadinya SGA/IUGR 53% lebih tinggi bila ibu menderita anemia dengan cut off point < 90 atau < 80 g/L

Kozuki et al, American Society for Nutrition, 2012

Risiko Prematur pada ibu Anemia adalah 4 kali sedangkan BBLR 1.9 kali

Lone, et al. Tropical Medicine and International Health, vol 9 No 4 PP 486-490, april 2004

Prematuritas dan BBLR

indikasi pertumbuhan janin tidak optimal

Risiko pertumbuhan fisik, kemampuan

(30)

FKM UI

(31)

FKM UI

10 Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia 2014

Kompas tgl 18 Mei 2015

1. Stroke

2. Jantung dan Pembuluh Darah 3. DM dan Komplikasinya

4. Tuberkulosis Pernapasan

5. Hipertensi dengan komplikasinya

6. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah 7. Liver

8. Kecelakaan Lalu Lintas 9. Pneumonia

10.Diare disertai Infeksi Pencernaan

4 dari 5

penyebab

kematian

utama

adalah PTM

terkait Gizi

(Nutrition-related

NCDs)

(32)

Bila ya, seharusnya Prevalensi pada

Kelompok Terkaya >> Termiskin

Riskesdas 2013:

Penderita PTM (hipertensi, DM, obesitas,

Kanker): 48.6%

Kuintil termiskin: 45.2 versus

Kuintil terkaya: 53.2

Apakah semata-mata karena

Life Style??

(33)

FKM UI

Perbedaan Prevalensi Hipertensi pada kelompok

20% termiskin (Q1) dg kelompok 20% terkaya (Q5)

hanya 2.5% (30,5% vs 33%)

Sumber: Atmarita, PhD Riskesdas 2007

Prevalensi Penyakit Jantung Koroner pada kelompok 20%

termiskin (Q1) dg kelompok 20% terkaya (Q5) hanya beda

(34)

FKM UI

Prevalensi Diabetes di

Indonesia ke 7

tertinggi di dunia:

Pd

kelompok terkaya

1.7% dibandingkan

dg

pd kelompok

termiskin

0.8%

Perbedaan

Prevalensi Stroke

pada kelompok

termiskin (7.7

0/00)

dengan pada

kelompok terkaya

(9.3

0/00

) hanya 2.5

0/00

(35)

FKM UI

Barker, DJP – Human Growth and Cardiovascular Disease. 2008

Hubungan antara hambatan pertumbuhan janin, yg direpresentasikan oleh BBLnya, dg risiko yg lebih tinggi terjadinya coronary heart disease (CHD), stroke, hypertension dan type 2 diabetes semakin meyakinkan.

Hubungan tidak terbatas pada berat badan lahir < 2500 gram. Bukti menunjukkan bahwa risiko tsb juga meluas pada bayi yg mempunyai BBL > 2500 gram.

Hubungantsb diasumsikan merupakan konsekuensi dari apa yg disebut “developmental plasticity”

(36)

FKM UI

Hasil studi di Hertfordshire –Inggris

Dari 15.000 laki-laki dan perempuan yang lahir 50 tahun sebelumnya (sebelum tahun 1930), 3000 diantaranya sudah meninggal dan hampir separonya meninggal karena serangan jantung Proporsi yang meninggal lebih tinggi pada orang yang lahir dengan berat badan lahir lebih

rendah. Semakin rendah berat badan lahir, semakin tinggi risiko P’ jantung

Batas BBL < 7 pounds (3.17 kg) menjadi

penting

(37)

FKM UI

KEMAMPUAN KOGNITIF

ANAK INDONESIA

(38)

FKM UI

Posisi Tingkat Kompetensi Anak

Indonesia secara global

• Asesmen yang dilakukan pada tahun 2012 oleh OECD PISA (the Organisation for Economic Co-operation and Development - Programme for International Student

Assessment), suatu organisasi global bergengsi, terhadap kompetensi 510.000 pelajar usia 15 tahun dari 65 negara, termasuk Indonesia, dalam bidang membaca,

matematika, dan science :

Indonesia berada di

urutan ke 64 dari 65

negara tersebut

Posisi Singapura, Vietnam,

Thailand, dan Malaysia berturut-turut adalah pada urutan ke 2, 17, 50, dan 52.

(39)

FKM UI Hampir separo (48.6%) Anak umur 7-8 tahun mempunyai Kemampuan kogntif kurang 51.4% Mempunyai Kemampuan kognitif baik HASIL PENELITIAN DR. Feri Ahmadi

Data IFLS tahun 2000 dan 2007: 13 prov, 492 anak

(40)

FKM UI

Data IFLS 2000-2007 dari 13 provinsi di

Indonesia

(Sumber: DR. Feri Ahmadi 2015)

Bayi umur 0-6 bulan yang

pendek dan tetap

pendek

sampai dengan umur 7-8 tahun

berisiko

mempunyai “kemampuan kognitif kurang” sebesar

2,8 kali

dibandingkan dengan anak yang

mempunyai panjang/tinggi badan normal pada

umur 0-6 bulan dan tetap normal sampai

dengan umur 7-8 tahun

(41)

FKM UI

Chandrakant L. The Lancet Series and Indian Perspective. Indian Pediatrics, Volume 45, April 17, 2008.

Bukti dari India menunjukkan bahwa anak yg mengalami gizi kurang lebih cenderung menjadi dewasa pendek, yg cenderung melahirkan bayi kecil dan yg pada akhirnya mempunyai risiko mempunyai prestasi pendidikan yg rendah dan status status ekonomi yg rendah.

Stunting pada usia dini dapat memprediksikan kinerja kognitif dan risiko terjadinya CVD pd dewasa, lebih baik dibandingkan underweight, jadi merupakan indikator yg lebih baik thd

terjadinya gizi kurang pada usia dini.

Pertum-buhan

dan Fungsi Kognitif

(42)

FKM UI

Risiko dan Potensi

(43)

FKM UI

Jumlah Stunting dapat dicegah bila Target

WHA tercapai (thn 2025=22%)

* 8,711,711 8,498,240 8,221,382 8,422,925 6,573,224 4,996,420 288,786 1,925,016 3,224,962 1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 7,000,000 8,000,000 9,000,000 10,000,000 2015 2020 2025

Balita stunting (stagnan 36.2%) Stunting thn 2015=35%, 2020=28%, 2025=22% (WHA) Stunting dicegah

> 3 juta balita antara 2025-2030 + 2 juta balita antara thn 2020-2025

Jumlah risiko Kemampuan Kognitif rendah dan PTM dapat

dicegah bila Stunting turun

* Berdasarkan proyeksi PBS penduduk baliita thn 2015, 2020, 2025; prevalensi stunting 36.2% Riskesdas 2010 sbg awaldan perkiraan prevalensi 35%, 28% dan 22% thn 2015, 2020 dan 2025

(44)

FKM UI

Hanson, Mark A. Presentation in: Early Life Meeting Forum. Jakarta 15 May 2011. Danone Baby Nutrition

Memperbaikik gizi pd masa dini (0-36

bulan) dapat meningkatkan penghasilan

secara bermakna pd usia dewasa

Fungsi kognitif

(Hoddinott,Lancet 2008)

Rates of return to human capital

investment:

terbaik jika

investasi/intervensi tsb dilakukan pada

usia pra-sekolah

(Heckman and Cunha, 2007)

(45)

FKM UI

Rasio “Manfaat-Biaya” untuk paket inti intervensi spesifik gizi dengan cakupan >= 90% untuk menurunkan Stunting

Indonesia: 48

Setiap investasi 1 USD u/

menurunkan

Stunting

akan memberikan

manfaat sebesar 48

(46)

FKM UI

Return of Investment

bila Target WHA

tercapai (thn 2025=22%)

* 8,711,711 8,498,240 8,221,382 8,422,925 6,573,224 4,996,420 288,786 1,925,016 3,224,962 1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 7,000,000 8,000,000 9,000,000 10,000,000 2015 2020 2025

Balita stunting (stagnan 36.2%) Stunting thn 2015=35%, 2020=28%, 2025=22% (WHA) Stunting dicegah

return of investment thn 2020-2025 bila investasi pd penurunan 3 juta stunting adalah: 144 juta USD (2 T) return of investment thn 2020-2025 bila investasi pd penurunan

2 juta stunting adalah: 96 juta USD (1.34 T)

* Berdasarkan proyeksi PBS penduduk baliita thn 2015, 2020, 2025; prevalensi stunting 36.2% Riskesdas 2010 sbg awaldan perkiraan prevalensi 35%, 28% dan 22% thn 2015, 2020 dan 2025

(47)

FKM UI

Implikasi lainnya

Morbiditas dan Mortalitas Neonatal

Morbiditas dan Mortalitas Bayi

(48)

Intervensi: Kapan dimulai? Target Prioritas?

1. Pertumbuhan

Fisik

2.

Perkemba-ngan Kognitif & Mental 3. Risiko PTM: PJK, Hipertensi, DM, Stroke Bumil: tdk Anemia, tdk kurus, PBBH adekuat Gaya Hidup Prakonsepsi: Rematri, Catin, Calon ibu – tidak Anemia, tidak kurus, tdk gemuk 0-2 thn: ASI Eksklusif, MPASI adekuat, Imunisasi, Supl. Vit A, Taburia, perilaku hygienis

(49)

Peran Krusial Gizi Ibu?

Fetal

Undernutrition Growth retard.. Cognitive &

Mental developt. Risk of NCDs: CHD, Stroke, HBP, Diabetes Life Style Gene Factor Fetal Overnutrition Developmental Plasticity

Mismatch pre & postnatal nutrient

(50)

FKM UI

(51)

FKM UI

Kesimpulan (1)

Masalah Gizi di Indonesia menggambarkan

masalah yg dimulai sejak usia dini kehidupan

AKIBAT dari permasalahan gizi sejak usia dini

terindikasi dari:

-

Tingginya PTM pada kelompok Miskin

(52)

FKM UI

Bila keadaan pada periode 1000 HPK

tidak segera diperbaiki

Generasi yg

“Hilang” dan beberapa generasi

berikutnya

Menjadi beban keluarga, masyarakat

(53)

FKM UI

Upaya perbaikan kesehatan dan

kesejahteraan Remaja Puteri, sebagai

calon ibu, perlu mendapatkan prioritas,

baik dalam bentuk Program spesifik Gizi

(status kesehatan, status gizi, dll)

maupun

Program Sensitif Gizi

(Pendidikan

Perempuan, Usia Melhirkan anak pertama,

Lingkungan sehat, Sumber Air bersih, dll)

(54)

FKM UI

Akar Permasalahan

Life in the earliest years

-actually

beginning with

the future mother’s health

before she becomes pregnant-

lays the

groundwork for a lifetime of wellbeing

The Foundations of Lifelong Health Are Built in Early Childhood. Center on the Developing Child, Harvard University. 2010

(55)

FKM UI

Kesimpulan (3)

Perbaikan Masalah Gizi tidak bisa diselesaikan

oleh Sektor kesehatan dan Pemerintah saja

(Program Spesifik Gizi )

Diperlukan keterlibatan yag optimal dari

Sektor pemerintah non-kesehatan (Pertanian,

Kelautan dan Perikanan, Pendidikan, Agama,

Perdagangan, dll), swasta, masyarakat

madani, dan masyarakat

(56)

FKM UI

Lawrence Haddad & Endang L. Achadi,

The Jakarta Post: Tue, February 10 2015, 9:10 AM

Indonesia is becoming an economic powerhouse in

the region and the world. In contrast, the silent

crisis of malnutrition in Indonesia carries on,

corroding and damaging human hardware and

software and acting as a brake on economic growth

that could be as extraordinary as China’s

The babies and infants we can prevent from

becoming stunted now will grow up to be even

more productive members of the workforce in 20

years time

(57)

FKM UI

Pidato Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI

di Kampus UI, 26 Juli 2016

Sekitar 37% balita Indonesia mengalami

stuntingStunting mengakibatkan otak seorang anak kurang berkembang. Ini berarti 1 dari 3 anak

Indonesia akan kehilangan peluang lebih baik dalam hal pendidikan dan pekerjaan dalam sisa hidup

mereka

Ini adalah musibah bagi Indonesia. Tingkat stunting

di Indonesia sangat tinggi dibanding negara

tetangga. Misalnya, tingkat stunting di Thailand adalah 16%, dan di Vietnam 23%

http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3261622/ini-pidato-lengkap-sri-mulyani-di-kampus-ui-hari-ini

(58)

FKM UI

Referensi

Dokumen terkait

Variabel yang digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara dua set variabel dengan korelasi kanonik adalah indeks ketimpangan distribusi pendapatan yang

Peningkatan pemahaman konsep yang dimaksud dalam penelitian ini adalah adanya peningkatan pemahaman konsep siswa pada aspek translasi, interpretasi, dan

Program Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilaksanakan di SD Negeri tegalpanggung berlangsung mulai tangga 10 Agustus sampai degan 12 september 2015. Dengan kegiatan PPL

Penunjukan Negara-negara Peserta di mana perlindungan atas penemuan diinginkan dengan dasar permintaan paten internasional itu dapat dilaksanakan jika untuk Negara

Memenuhi Hasil verifikasi menunjukkan bahwa seluruh penerimaan bahan baku berupa furniture kayu setengah jadi dan bahan komponen dari pemasok dilengkapi dengan dokumen

Kategori Reguyang menampilkan 3 (tiga) orang Pesilat dari tim yang sama memperagakan kemahirannya dalam Jurus Regu Baku secara benar, tepat, mantap, penuh

Laminasi dengan sistem dingin (cold) untuk menempelkan plastik pada benda kerja dengan menggunakan lem dengan basis air, untuk mencairkan lem sesuai dengan

Berdasarkan situasi perkembangan kebudajaan ditanahair kita semendjak berdirinja Lekra, sebagai jang dinjatakan didalam Laporan Umum Pimpinan Pusat Lekra, Laporan chusus