FKM UI
Endang L Achadi
Guru Besar FKM UI; Ketua PP PDGMI
Peran Periode 1000 HPK
FKM UI
Sistematika
•
Gerakan Global
•
Mengapa 1000 HPK?
•
Posisi Indonesia secara global
•
Risiko dan Potensi Kualitas SDM
Indonesia
FKM UI
GLOBAL MOVEMENT
Antara lain:
1. SUN Movement (Scaling Up
Nutrition Movement)
2. EWEC (Every Woman Every Child)
3. N4G (Nutrition for Growth)
FKM UI
Muncul sebagai respons thd
•
Masalah gizi global yg tidak membaik,
terutama
Stunting/
pendek dan akibatnya
•
Bukti yang semakin meyakinkan Risiko
malnutrition
pd periode 1000 HPK thd
kesehatan (Penyakit Tidak Menular/PTM) dan
kemampuan Kognitif
•
Rendahnya perhatian dunia dalam beberapa
dekade terakhir terhadap masalah gizi
FKM UI
SUN Movement
•
Disampaikan pd thn 2010, oleh Sekjen PBB sendiri
•
Diikuti oleh 56 negara termasuk Indonesia
•
Fokus pada 1000 HPK
•
Multi-partners
, termasuk swasta dan masyarakat
madani, tetapi tetap dalam
Satu
Platform
•
Merekomendasikan Pendekatan
“Three-Ones”
–
Satu
Kerangka Kerja
sebagai dasar untuk koordinasi
kerja semua mitra;
–
Satu Otoritas Koordinasi
tingkat Nasional;
FKM UI
• ….Nutrition plays the most critical role in a person’s life during a narrow window of time – the 1,000
days that begin at the start of a pregnancy and continue through the second year of life….
• .. The quality of nutrition during those 1,000 days
can help determine whether a mother and child
survive pregnancy and whether a child will contract a common childhood disease, experience enough
brain development to go to school and hold a job as an adult…
Remarks Hillary Rodham Clinton, Secretary of State
FKM UI
• … Globally, 165 million children under age 5 suffer from chronic malnutrition – also known as stunting, or low
height for age. Much of this damage happens in pregnancy
and the first two years of a child’s life. It means a child has
failed to develop in full …
• … Malnutrition diminishes not only the futures of individuals, but also of nations. ..
• … The latest evidence published in The Lancet also tells us with greater certainty that the roots of child malnutrition can even be traced to the health and nutritional well-being
of adolescent girls before pregnancy…
Stunting: The Face of Poverty
FKM UI
Fokus SUN Movement pada
Stunting
bukan semata pada ukuran fisik pendek, tetapi
lebih pada konsep bahwa
proses terjadinya
stunting
bersamaan dengan proses terjadinya
hambatan pertumbuhan dan perkembangan
organ lainnya, termasuk otak
:
Artinya seorang anak yang menderita
stunting
,
kemungkinan besar juga telah mengalami
hambatan pertumbuhan dan perkembangan
organ lainnya
FKM UI
SEJARAH
•
Fenomena keterkaitan 1000 HPK dg kualitas SDM
berawal dari penelitian Dr. Barker di Inggris thn
1980an: tidak seperti yang dipresumsikan, prevalensi
P’ jantung pd populasi miskin lebih tinggi dibanding
populasi kaya. Penelitian lanjutan di daerah lain di
Inggris mengonfirmasikan fenomena tsb
•
Selanjutnya Dr. Barker menemukan bahwa risiko
penyakit jantung koroner lebih tinggi pd kelompok
yang lahir dengan BBLR dibandingkan dg yang lahir
dengan berat badan di atas 2500 gram
FKM UI
•
Penelitian lain setelahnya juga menunjukkan bahwa
kelompok yang lahir dengan berat badan rendah
mempunyai risiko lebih tinggi untuk terjadinya
penyakit-penyakit seperti jantung koroner, hipertensi,
stroke, dan diabetes mellitus tipe 2
•
Hal ini kemudian disebut sebagai
'Fetal Origin
Hypothesis'
yang dapat diartikan bahwa
penyakit-penyakit kronis tersebut berasal dari respons tubuh
thd kekurangan gizi pd masa awal kehidupan (fetal
stage)
DOHAD (Developmental Origin of Health
and Disease)
FKM UI
Sumber: Dr. David Barker, yang memperkenalkan “the Barker Hypothesis” dan DOHAD (Developmental Origin of Health and Disease), dlm bukunya Nutrition in the Womb, 2008
• Di dalam batasan yang luas yang ditentukan oleh gen yang kita warisi, setiap diri kita mempunyai suatu
rentang pilihan hidup masing-masing. Lingkungan kita, yaitu di dalam kandungan dan beberapa bulan setelah lahir, memilihkan jalan khusus untuk pertumbuhan dan perkembangan yang kita jalani...
• Orang membicarakan tentang anak yang tumbuh mengikuti potensi genetiknya, padahal yang
sesungguhnya terjadi adalah anak tumbuh menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
FKM UI
MENGAPA 1000 HPK?
•
Pernyataan Dr. Barker tersebut dengan tegas
menyatakan bahwa dari gen yang diturunkan
kepada kita, masih terbentang luas peluang
untuk menciptakan jalan kita masing-masing agar
dapat tumbuh dan berkembang secara optimal
•
Peluang itu adalah “1000 Hari Pertama
Kehidupan”
(yaitu 270 hari di dalam kandungan
dan 730 hari dlm 2 tahun pertama setelah lahir)
Dampak Jangka Pendek dan Jangka Panjang Akibat Gangguan Gizi Pada Masa Janin dan Anak Usia Dini
Perkembangan Otak terganggu Pertumbuhan terganggu (IUGR) Metabolic Programing Kemampuan Kognitif & Pendidikan rendah Stunting/ Pendek -Hipertensi -Diabetes -Obesitas -PJK -Stroke BB Ibu Prahamil rendah Gangguan Gizi pada Masa Janin dan Usia Dini Dampak Jangka Pendek Dampak Jangka Panjang
Sumber : Modifikasi dari Rajagopalan, S, Nutrition and challenges in the next decade, Food and Bulletin vol 24 no.3, 2003
Ibu Pendek
FKM UI
Barker, DJP – Human Groth and Cardiovascular Disease. 2008
• Suatu fenomena dimana satu genotipe dapat
meningkatkan status fisiologis dan morfologis dalam rentang yang berbeda, sebagai respons thd kondisi lingkungan yg berbeda selama masa perkembangan.
• Esensi dari Developmental plasticity : suatu periode kritis saat suatu sistem bersifat plastis dan sensitif thd lingkungannya, diikuti dg hilangnya plastisitas dan kapasitas fungsional yg menetap.
Sebagian besar organ &sistem, masa kritisnya terjadi saat periode didlm kandungan
Jendela Kritis Perkemba ngan Janin Perkembangan penting sebagian organ berlanjut sampai 2 tahun pertama kehidupan Perkembangan penting sebagian organ berlanjut
sampai akhir kehamilan
8 minggu pertama sejak pembuahan terjadi pembentukan semua cikal bakal organ tubuh
FKM UI
Gluckman, Peter D , Mark A Hanson, et al. Lancet 2009; 373: 1654–57
•
Plastisitas tidak hanya untuk keadaan
kekurangan gizi, tetapi mencakup semua
rentang lingkungan, termasuk lingkungan
dengan keadaan gizi yg berlebihan (
excessive
)
yg berhubungan dg obesitas maternal atau
diabetes gestasional
•
Keadaan ini bisa menggiring pada siklus
penyakit yang bersifat multi-generasi
FKM UI
Cleal, et al. PNAS, May 29, 2007 vol. 104 no. 22 9529-9533
Respon janin thd perubahan gizi ibu, melalui mekanisme developmental plasticity,
menyebabkan bayi membutuhkan lingkungan yg sama dengan saat dalam kandungan.
Apabila lingkungan pasca-salin berbeda, maka akan menyebabkan apa yg disebut sbg situasi
“Mismatch” antara apa yg sudah dipersiapkan oleh janin dalam kandungan untuk
menghadapi situasi pasca-salin , sehingga meningkatkan risiko terjadinya PTM
Akar Trans-generasi Penyakit Khronis
Barker, Public Health 2012
Ibu: •Melepaskan telur; •Menyediakan zat gizi/makanan; •Mempengaruhi plasenta; •Melahirkan bayi; •Memberi makan bayi; •Menstimulasi bayi; Memberi makan anak Bapak: Mendonasikan gen Nenek: •Membuat telur/ovum cucunya •Mendona sikan gen Placenta: •Mentrans portasikan zat gizi; •Memproduk si hormon; •Mengeluark an buangan Janin: •Membuat plasenta; •Mengambil zat gizi; •Membuat organ; •Bertumbuh Bayi/Anak: •Makan makanan; •Bertumbuh Kerentanan thd penyakit khronik, kanker dan infeksi
100 tahun Alur gizi
FKM UI
Posisi Masalah Gizi di
Indonesia Secara Global
FKM UI Sumber: GNR 2014
37.2%
Stunting
12.1 % Wasting 11.9% Overweight Indonesia termasuk didalam 17 negara, diantara 117 negara, yg mempunyai prevalensi tinggiStunting, Wasting, dan
Overweight pd Balita
Indonesia termasuk Negara yang mempunyai
prevalensi Stunting tinggi, tetapi kecepatan penurunan per-tahun rendah
FKM UI
•
Indonesia merupakan kontributor terbesar ke
4 di dunia dalam
jumlah
Balita
wasting
/kurus
•
Kontributor terbesar ke 5 di dunia dalam
jumlah
Stunting
pada Balita
Indonesia
mempunyai jumlah kelompok penduduk
berisiko tinggi (mempunyai kemampuan
kognitif rendah , risiko PTM dan stunting) ke
5 terbesar di dunia
Implikasi untuk
FKM UI
FKM UI
Data Longittudinal Guatemala:
Mereka yg saat umur < 3 tahun menderita
stunting berat:
– Kemampuan kognitif (berdasarkan skor
membaca) pada laki-laki 19% lebih rendah, pada perempuan 15% lebih rendah
dibandingkan yg stunting ringan
– penghasilan pd laki-laki 23 % lebih rendah dan
pd perempuan 43% lebih rendah dibandingkan
mereka yg menderita stunting ringan
– proporsi yg pendek pd usia dewasa, 16 kali
lebih banyak dibandingkan mereka yg pada
usia < 3 tahun menderita stunting ringan
Prevalensi
stunting di
Indonesia:
37.2%
(Riskesdas 2013)
Presentasi Dr. Reynaldo Martorell, di Jakarta, tahun 2008. Sumber: Maternal and child undernutrition Consequences for adult health and human capital . Victora CG, Adair L, Fall CHD, Hallal PC, Martorell R, Richter L, Sachdev HPS. The Lancet, 2008
FKM UI
Chandrakant L. The Lancet Series and Indian Perspective. Indian Pediatrics, Volume 45, April 17, 2008.
• Bukti dari India: anak yg gizi kurang, cenderung menjadi dewasa pendek, selanjutnya cenderung melahirkan bayi kecil , yg berisiko mempunyai risiko
berprestasi pendidikan yg rendah, dan pada akhirnya mempunyai status
ekonomi yg rendah.
• Stunting pada usia dini dapat
memprediksikan kinerja kognitif dan risiko terjadinya Penyakit Jantung
Koroner pd dewasa Prevalensi stunting di Indonesia: 37.2% (Riskesdas 2013)
FKM UI
Barker, DJP – Human Growth and Cardiovascular Disease. 2008
• Hubungan yang semakin meyakinkan antara hambatan pertumbuhan janin (BBL rendah) dg risiko yg lebih tinggi terjadinya: coronary
heart disease (CHD), stroke, hypertension dan type 2 diabetes.
• Hubungan tidak terbatas pada berat badan lahir < 2500 gram. Bukti menunjukkan bahwa risiko tsb juga meluas pada bayi yg mempunyai BBL > 2500 gram.
• Hubungantsb diasumsikan merupakan konsekuensi dari apa yg disebut
“developmental plasticity”
Prevalen si BBLR
FKM UI
Indonesia termasuk didalam 47
negara dari 122 negara yang
mempunyai masalah
Stunting
pd
balita dan Anemia pada WUS
Sumber: GNR 2014
22. 7% WUS
menderita Anemia
FKM UI Prevalensi Anemia pada Bumil (37.1%)da n WUS (22. 7%)
• Anemia deficiensi besipada kehamilan merupakan faktor risiko erjajdinya Prematuritas dan BBLR;
menurunkan simpanan besi janin , dan mungkin sampai satu tahun pertama kehidupannya
• Bahkan pada perempuan yg memasuki masa kehamilannya dg simpanan besi yg cukup, suplementasi besi akan memperbaiki status
besinya selama kehamilan dan beberapa waktu pasca lahir, sehingga memberikan perlindungan thd terjadinya defisiensi besi pada kehamilan berikutnya
FKM UI Prevalensi Anemia pada Bumil (37.1%) dan WUS (22. 7%)
• Hasil systematic review 12 studi,
menunjukkan risiko terjadinya SGA/IUGR 53% lebih tinggi bila ibu menderita anemia dengan cut off point < 90 atau < 80 g/L
Kozuki et al, American Society for Nutrition, 2012
• Risiko Prematur pada ibu Anemia adalah 4 kali sedangkan BBLR 1.9 kali
Lone, et al. Tropical Medicine and International Health, vol 9 No 4 PP 486-490, april 2004
Prematuritas dan BBLR
indikasi pertumbuhan janin tidak optimal
Risiko pertumbuhan fisik, kemampuanFKM UI
FKM UI
10 Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia 2014
Kompas tgl 18 Mei 2015
1. Stroke
2. Jantung dan Pembuluh Darah 3. DM dan Komplikasinya
4. Tuberkulosis Pernapasan
5. Hipertensi dengan komplikasinya
6. Infeksi Saluran Pernapasan Bawah 7. Liver
8. Kecelakaan Lalu Lintas 9. Pneumonia
10.Diare disertai Infeksi Pencernaan
4 dari 5
penyebab
kematian
utama
adalah PTM
terkait Gizi
(Nutrition-related
NCDs)
Bila ya, seharusnya Prevalensi pada
Kelompok Terkaya >> Termiskin
Riskesdas 2013:
Penderita PTM (hipertensi, DM, obesitas,
Kanker): 48.6%
Kuintil termiskin: 45.2 versus
Kuintil terkaya: 53.2
Apakah semata-mata karena
Life Style??
FKM UI
Perbedaan Prevalensi Hipertensi pada kelompok
20% termiskin (Q1) dg kelompok 20% terkaya (Q5)
hanya 2.5% (30,5% vs 33%)
Sumber: Atmarita, PhD Riskesdas 2007
Prevalensi Penyakit Jantung Koroner pada kelompok 20%
termiskin (Q1) dg kelompok 20% terkaya (Q5) hanya beda
FKM UI
Prevalensi Diabetes di
Indonesia ke 7
tertinggi di dunia:
Pd
kelompok terkaya
1.7% dibandingkan
dg
pd kelompok
termiskin
0.8%
Perbedaan
Prevalensi Stroke
pada kelompok
termiskin (7.7
0/00)
dengan pada
kelompok terkaya
(9.3
0/00
) hanya 2.5
0/00
FKM UI
Barker, DJP – Human Growth and Cardiovascular Disease. 2008
• Hubungan antara hambatan pertumbuhan janin, yg direpresentasikan oleh BBLnya, dg risiko yg lebih tinggi terjadinya coronary heart disease (CHD), stroke, hypertension dan type 2 diabetes semakin meyakinkan.
• Hubungan tidak terbatas pada berat badan lahir < 2500 gram. Bukti menunjukkan bahwa risiko tsb juga meluas pada bayi yg mempunyai BBL > 2500 gram.
• Hubungantsb diasumsikan merupakan konsekuensi dari apa yg disebut “developmental plasticity”
FKM UI
Hasil studi di Hertfordshire –Inggris
Dari 15.000 laki-laki dan perempuan yang lahir 50 tahun sebelumnya (sebelum tahun 1930), 3000 diantaranya sudah meninggal dan hampir separonya meninggal karena serangan jantung Proporsi yang meninggal lebih tinggi pada orang yang lahir dengan berat badan lahir lebih
rendah. Semakin rendah berat badan lahir, semakin tinggi risiko P’ jantung
Batas BBL < 7 pounds (3.17 kg) menjadi
penting
FKM UI
KEMAMPUAN KOGNITIF
ANAK INDONESIA
FKM UI
Posisi Tingkat Kompetensi Anak
Indonesia secara global
• Asesmen yang dilakukan pada tahun 2012 oleh OECD PISA (the Organisation for Economic Co-operation and Development - Programme for International Student
Assessment), suatu organisasi global bergengsi, terhadap kompetensi 510.000 pelajar usia 15 tahun dari 65 negara, termasuk Indonesia, dalam bidang membaca,
matematika, dan science :
Indonesia berada di
urutan ke 64 dari 65
negara tersebut
Posisi Singapura, Vietnam,
Thailand, dan Malaysia berturut-turut adalah pada urutan ke 2, 17, 50, dan 52.
FKM UI Hampir separo (48.6%) Anak umur 7-8 tahun mempunyai Kemampuan kogntif kurang 51.4% Mempunyai Kemampuan kognitif baik HASIL PENELITIAN DR. Feri Ahmadi
Data IFLS tahun 2000 dan 2007: 13 prov, 492 anak
FKM UI
Data IFLS 2000-2007 dari 13 provinsi di
Indonesia
(Sumber: DR. Feri Ahmadi 2015)
Bayi umur 0-6 bulan yang
pendek dan tetap
pendek
sampai dengan umur 7-8 tahun
berisiko
mempunyai “kemampuan kognitif kurang” sebesar
2,8 kali
dibandingkan dengan anak yang
mempunyai panjang/tinggi badan normal pada
umur 0-6 bulan dan tetap normal sampai
dengan umur 7-8 tahun
FKM UI
Chandrakant L. The Lancet Series and Indian Perspective. Indian Pediatrics, Volume 45, April 17, 2008.
• Bukti dari India menunjukkan bahwa anak yg mengalami gizi kurang lebih cenderung menjadi dewasa pendek, yg cenderung melahirkan bayi kecil dan yg pada akhirnya mempunyai risiko mempunyai prestasi pendidikan yg rendah dan status status ekonomi yg rendah.
• Stunting pada usia dini dapat memprediksikan kinerja kognitif dan risiko terjadinya CVD pd dewasa, lebih baik dibandingkan underweight, jadi merupakan indikator yg lebih baik thd
terjadinya gizi kurang pada usia dini.
Pertum-buhan
dan Fungsi Kognitif
FKM UI
Risiko dan Potensi
FKM UI
Jumlah Stunting dapat dicegah bila Target
WHA tercapai (thn 2025=22%)
* 8,711,711 8,498,240 8,221,382 8,422,925 6,573,224 4,996,420 288,786 1,925,016 3,224,962 1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 7,000,000 8,000,000 9,000,000 10,000,000 2015 2020 2025Balita stunting (stagnan 36.2%) Stunting thn 2015=35%, 2020=28%, 2025=22% (WHA) Stunting dicegah
> 3 juta balita antara 2025-2030 + 2 juta balita antara thn 2020-2025
Jumlah risiko Kemampuan Kognitif rendah dan PTM dapat
dicegah bila Stunting turun
* Berdasarkan proyeksi PBS penduduk baliita thn 2015, 2020, 2025; prevalensi stunting 36.2% Riskesdas 2010 sbg awaldan perkiraan prevalensi 35%, 28% dan 22% thn 2015, 2020 dan 2025
FKM UI
Hanson, Mark A. Presentation in: Early Life Meeting Forum. Jakarta 15 May 2011. Danone Baby Nutrition
•
Memperbaikik gizi pd masa dini (0-36
bulan) dapat meningkatkan penghasilan
secara bermakna pd usia dewasa
Fungsi kognitif
(Hoddinott,Lancet 2008)
•
Rates of return to human capital
investment:
terbaik jika
investasi/intervensi tsb dilakukan pada
usia pra-sekolah
(Heckman and Cunha, 2007)FKM UI
Rasio “Manfaat-Biaya” untuk paket inti intervensi spesifik gizi dengan cakupan >= 90% untuk menurunkan Stunting
Indonesia: 48
Setiap investasi 1 USD u/
menurunkan
Stunting
akan memberikan
manfaat sebesar 48
FKM UI
Return of Investment
bila Target WHA
tercapai (thn 2025=22%)
* 8,711,711 8,498,240 8,221,382 8,422,925 6,573,224 4,996,420 288,786 1,925,016 3,224,962 1,000,000 2,000,000 3,000,000 4,000,000 5,000,000 6,000,000 7,000,000 8,000,000 9,000,000 10,000,000 2015 2020 2025Balita stunting (stagnan 36.2%) Stunting thn 2015=35%, 2020=28%, 2025=22% (WHA) Stunting dicegah
return of investment thn 2020-2025 bila investasi pd penurunan 3 juta stunting adalah: 144 juta USD (2 T) return of investment thn 2020-2025 bila investasi pd penurunan
2 juta stunting adalah: 96 juta USD (1.34 T)
* Berdasarkan proyeksi PBS penduduk baliita thn 2015, 2020, 2025; prevalensi stunting 36.2% Riskesdas 2010 sbg awaldan perkiraan prevalensi 35%, 28% dan 22% thn 2015, 2020 dan 2025
FKM UI
Implikasi lainnya
•
Morbiditas dan Mortalitas Neonatal
•
Morbiditas dan Mortalitas Bayi
Intervensi: Kapan dimulai? Target Prioritas?
1. PertumbuhanFisik
2.
Perkemba-ngan Kognitif & Mental 3. Risiko PTM: PJK, Hipertensi, DM, Stroke Bumil: tdk Anemia, tdk kurus, PBBH adekuat Gaya Hidup Prakonsepsi: Rematri, Catin, Calon ibu – tidak Anemia, tidak kurus, tdk gemuk 0-2 thn: ASI Eksklusif, MPASI adekuat, Imunisasi, Supl. Vit A, Taburia, perilaku hygienis
Peran Krusial Gizi Ibu?
Fetal
Undernutrition •• Growth retard.. Cognitive &
Mental developt. • Risk of NCDs: CHD, Stroke, HBP, Diabetes Life Style Gene Factor Fetal Overnutrition Developmental Plasticity
Mismatch pre & postnatal nutrient
FKM UI
FKM UI
Kesimpulan (1)
Masalah Gizi di Indonesia menggambarkan
masalah yg dimulai sejak usia dini kehidupan
AKIBAT dari permasalahan gizi sejak usia dini
terindikasi dari:
-
Tingginya PTM pada kelompok Miskin
FKM UI
Bila keadaan pada periode 1000 HPK
tidak segera diperbaiki
Generasi yg
“Hilang” dan beberapa generasi
berikutnya
Menjadi beban keluarga, masyarakat
FKM UI
Upaya perbaikan kesehatan dan
kesejahteraan Remaja Puteri, sebagai
calon ibu, perlu mendapatkan prioritas,
baik dalam bentuk Program spesifik Gizi
(status kesehatan, status gizi, dll)
maupun
Program Sensitif Gizi
(Pendidikan
Perempuan, Usia Melhirkan anak pertama,
Lingkungan sehat, Sumber Air bersih, dll)
FKM UI
Akar Permasalahan
Life in the earliest years
-actually
beginning with
the future mother’s health
before she becomes pregnant-
lays the
groundwork for a lifetime of wellbeing
The Foundations of Lifelong Health Are Built in Early Childhood. Center on the Developing Child, Harvard University. 2010
FKM UI
Kesimpulan (3)
Perbaikan Masalah Gizi tidak bisa diselesaikan
oleh Sektor kesehatan dan Pemerintah saja
(Program Spesifik Gizi )
Diperlukan keterlibatan yag optimal dari
Sektor pemerintah non-kesehatan (Pertanian,
Kelautan dan Perikanan, Pendidikan, Agama,
Perdagangan, dll), swasta, masyarakat
madani, dan masyarakat
FKM UI
Lawrence Haddad & Endang L. Achadi,
The Jakarta Post: Tue, February 10 2015, 9:10 AM
•
Indonesia is becoming an economic powerhouse in
the region and the world. In contrast, the silent
crisis of malnutrition in Indonesia carries on,
corroding and damaging human hardware and
software and acting as a brake on economic growth
that could be as extraordinary as China’s
•
The babies and infants we can prevent from
becoming stunted now will grow up to be even
more productive members of the workforce in 20
years time
FKM UI
Pidato Ibu Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI
di Kampus UI, 26 Juli 2016
• Sekitar 37% balita Indonesia mengalami
stunting…Stunting mengakibatkan otak seorang anak kurang berkembang. Ini berarti 1 dari 3 anak
Indonesia akan kehilangan peluang lebih baik dalam hal pendidikan dan pekerjaan dalam sisa hidup
mereka
• Ini adalah musibah bagi Indonesia. Tingkat stunting
di Indonesia sangat tinggi dibanding negara
tetangga. Misalnya, tingkat stunting di Thailand adalah 16%, dan di Vietnam 23%
http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3261622/ini-pidato-lengkap-sri-mulyani-di-kampus-ui-hari-ini
FKM UI