• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Arsitektur Arsitektur Bizan pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perkembangan Arsitektur Arsitektur Bizan pdf"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Perkembangan Arsitektur 2

Pertemuan-2 : Arsitektur Bizantium

(2)

Kronologi Perkembangan Arsitektur Kuno

Ancient Middle East

6000 SM 2740 SM 1600 SM

Ancient Egypt

(3)

2

Review Pertemuan Sebelumnya..

 Tipologi arsitektur Yunani Kuno:

1. Kuil

2. Stoa (deretan kolom

memanjang membentuk ruang).

3. Teater terbuka (pementasan

drama dan public meetings).

4. Palaestra (gymnasium).

5. Agora (pusat kegiatan

komersial, sosial, politik, dengan konsep open space.

 Tipologi arsitektur Romawi Kuno:

1. Kuil

2. Teater, berlandaskan pada teater terbuka Yunani

namun tidak menggunakan setting alam.

3. Ampiteater, untuk kegiatan

olah raga, atletik,

pertarungan gladiator.

4. Roman Bath, tempat

pemandian umum.

5. Spalato, istana pemimpin

tertinggi.

6. Forum, mirip dengan Agora

namun dalam bagian sebuah ruang.

(4)
(5)

4

Arsitektur Kristen Awal

 Kekuasaan Romawi pada abad I melemah dan terbagi dalam dua bagian:

Timur dan Barat.

 Romawi Timur berada di bawah kepemimpinan Constantin, oleh karena itu

(6)

Arsitektur Kristen Awal

 Nilai yang terkandung

pada zaman klasik: munculnya nilai

demokrasi, munculnya karya monumental, karya seni menggambarkan kehidupan saat itu.

 Nilai yang terkandung

saat Kristen awal: Manusia cenderung berintrospeksi pada diri sendiri, karya arsitektur dibuat untuk kebutuhan ibadah (gereja, kuburan, pembaptisan, biara), karya seni untuk

(7)

6

Arsitektur Kristen Awal

 Agama Kristen diakui sebagai Agama Negara saat kaisar Konstantin.

 Basilica dari tipologi bangunan arsitektur Romawi dianggap memiliki ruang yang dapat menampung kegiatan peribadatan (Gereja). Dengan

menambahkan kursi, dan meletakkan altar Gereja di depan, yang mana sebelumnya adalah altar persembahan anggur pada Dewa Romawi.

 Tipologi arsitektur Kristen awal:

• Gereja, biasanya berasal dari Basilica,

• Mausolea (makam atau kuburan besar),

• Baptisteries (pembaptisan),

(8)

Arsitektur Byzantium

 Arsitektur Byzantium merupakan

kelanjutan dan bagian dari perjalanan arsitektur Romawi.

 Menggunakan bata dan plester

(sekalipun pada kubah), elemen

dekoratif menggunakan mozaik (bukan pahatan atau ukiran) dan lukisan pada dinding, jendela-jendela kecil untuk memasukkan cahaya ke dalam ruang.

 Karakter utama dari arsitektur

Byzantium adalah penggunaan atap kubah (dome) dengan denah

(9)

8

(10)
(11)

10

(12)

Arsitektur Byzantium

 Penggunaan batu bata menggunakan mortar (teknik yang digunakan orang

Romawi) dengan mencampurkan kapur, pasir, pecahan tembikar, batu bata, ubin. Sedangkan bangunan inti (core) tetap menggunakan beton.

(13)

12

Arsitektur Byzantium – Hagia Sophia

Hagia Sophia

(14)
(15)

14

(16)
(17)

16

Pengaruh Arsitektur Byzantium pada

Perkembangan Arsitektur Selanjutnya

 Arsitektur Byzantium membawa pengaruh pada kebudayaan Barat, yaitu

periode selanjutnya dari sebuah sejarah arsitektur, Romanesque dan Gothic.

 Sedangkan di Timur, arsitektur Byzantium menjadi pengaruh besar pada

arsitektur Islam pada masa Kalifah Umayyad (661-750)

Referensi

Dokumen terkait

• Mahasiswa mampu menguraikan latar belakang (lingkungan, sejarah, sosial, politik, budaya, ekonomi, seni dan teknologi), konsep arsitektur, tokoh arsitek dan contoh karya

Arsitektur Gereja sebagai wadah umat Kristen beribadat, selalu merupakan pencampuran antara hal-hal orthodoxies, -hal-hal yang terkait dengan konsep teologis agama

Sangat ironis apabila gerakan modern ini menolak keberadaan tradisi klasik karena tanpa diduga banyak juga karya arsitektur modern yang terdapat unsur tradisi

Melalatoa (1988 : 1) dalam Triyanto ( 2001 : 14 ), mengemukakan konsepsinya bahwa suatu karya arsitektur, bukanlah sekedar hasil karya seni bagunan yang mengekspresikan

Para arsitek hanya meniru karya-karya lama pada masa Romawi dan mencampurnya dengan ide-ide dari agama Kristen sehingga gaya arsitektur romanesque dapat dikatan perpaduan

Arsitektur merupakan suatu karya manusia untuk manusia, berarti sesungguhnya arsitektur tidak dapat dinilai hanya sebagai seni bangunan saja, tetapi harus selalu dalam

Arsitektur Gereja sebagai wadah umat Kristen beribadat, selalu merupakan pencampuran antara hal-hal orthodoxies, -hal-hal yang terkait dengan konsep teologis agama

Pendekatan yang dilakukan berlandas pada teori Konsep Asta Kosala Kosali Bali, Arsitektur Gereja Kristen, dan archetypes dalam arsitektur yang dikolaborasikan dengan aspek