• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 DESKRIPSI PROYEK - Akademi Sepak Bola Internasional Liverpool FC Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB 2 DESKRIPSI PROYEK - Akademi Sepak Bola Internasional Liverpool FC Medan"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

(1)

WILLY ARDILES SINAGA 6

BAB 2

DESKRIPSI PROYEK

2.1 TERMINOLOGI JUDUL

Judul yang menjadi usulan proyek adalah Akademi Sepak Bola Internasional

Livepool FC Medan, yang memiliki pengertian sebagai berikut :

Akademi Sepak Bola Internasional adalah sekolah / akademi sepak bola bertaraf internasional.

Liverpool FC adalah sebuah kota di Merseyside dimana terdapat sebuah klub sepak bola terbesar di Inggris yang memiliki sejarah besar.

Medan adalah ibukota Provinsi Sumatera Utara di Indonesia. Provinsi Sumatera Utara terdapat berbagai jenis olahraga : sepak bola, bola basket, bulu tangkis, dll.

Jadi pengertian judul Akademi Sepak Bola Internasional Livepool FC Medan

adalah pusat pembinaan dan pelatihan sepak bola, dimana terdapat syarat-syarat FIFA

yang melisensi sekolah/akademi, di bawah naungan Liverpool FC sehingga melahirkan

kualitas yang baik dan dapat menaikkan nama Indonesia di mancanegara serta siap

menjadi pesepakbola profesional.

2.2 TINJAUAN UMUM

Tinjauan ini membahas perihal sejarah seputar pendidikan, sepak bola dan

akademi sepakbola secara umum.

2.2.1 Tinjauan Pendidikan

Tinjauan umum membahas sistem pendidikan secara keseluruhan dan fashion

secara umum.

Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia

Sistem pendidikan nasional merupakan keseluruhan komponen pendidikan

yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Pelaksanaan pendidikan nasional dilandaskan kepada Pancasila dan

(2)

WILLY ARDILES SINAGA 7 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban

bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang

bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang

beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,

berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis

serta bertanggung jawab. • Jalur Pendidikan

Jalur pendidikan merupakan wahana yang dilalui peserta didik untuk

mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai

dengan tujuan pendidikan.

Jalur pendidikan yang terdapat di Indonesia terdiri dari :

1. Pendidikan Formal

2. Pendidikan Nonformal

3. Pendidikan Informal

1. Pendidikan Formal

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang

terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan

pendidikan tinggi.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional, jenjang pendidikan formal di

Indonesia terdiri atas :

a. Pendidikan Dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang

pendidikan menengah. Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan

lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pemerintah dan

Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar bagi setiap warga

negara yang berusia 6 (enam) tahun pada jenjang pendidikan dasar tanpa

memungut biaya.

(3)

WILLY ARDILES SINAGA 8 • Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang

sederajat.

• Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

b. Pendidikan Menengah

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan

menengah terdiri dari:

• Pendidikan menengah umum. • Pendidikan menengah kejuruan.

Pendidikan menengah berbentuk: • Sekolah Menengah Atas (SMA), • Madrasah Aliyah (MA),

• Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan

• Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

c. Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan

menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister,

spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan

tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan

pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan

program akademik, profesi, dan/atau vokasi.

Perguruan tinggi dapat berbentuk: • Akademi

(4)

WILLY ARDILES SINAGA 9 • Universitas

2. Pendidikan Nonformal

Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang

dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan nonformal

dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui

proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau

Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Pendidikan

nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini,

pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan

keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan,

serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta

didik.

Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang

memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah,

dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan

sepanjang hayat.

Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan

penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta

pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional, pendidikan nonformal meliputi • Pendidikan kecakapan hidup

• Pendidikan anak usia dini • Pendidikan kepemudaan

• Pendidikan pemberdayaan perempuan • Pendidikan keaksaraan

• Pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja • Pendidikan kesetaraan

(5)

WILLY ARDILES SINAGA 10 Satuan pendidikan nonformal terdiri atas:

• Lembaga kursus • Lembaga pelatihan • Kelompok belajar

• Pusat kegiatan belajar masyarakat

• Majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.

Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal

pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan

diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan

pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program

pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang

ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar

nasional pendidikan.

3. Pendidikan Informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang

berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama

dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai

dengan standar nasional pendidikan.

Di samping jalur pendidikan tersebut terdapat berbagai jenis pendidikan lainnya

menurut Departemen Pendidikan Nasional, antara lain :

1. Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan

dasar. Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur

pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk: •Taman Kanak-kanak (TK),

(6)

WILLY ARDILES SINAGA 11 Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk:

•Taman kanak-kanak

•Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. 2. Pendidikan Kedinasan

Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang diselenggarakan

oleh departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. Pendidikan

kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam

pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu

departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen. Pendidikan kedinasan

diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.

3. Pendidikan Keagamaan

Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh pemerintah dan/atau kelompok

masyarakat dari pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal,

nonformal, dan informal.

Pendidikan keagamaan berbentuk: •Pendidikan Diniyah

•Pesantren •Pasraman

•Pabhaja samanera, dan bentuk lain yang sejenis 4. Pendidikan Jarak Jauh

Pendidikan jarak jauh dapat diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan

jenis pendidikan. Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan

pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti

pendidikan secara tatap muka atau reguler. Pendidikan jarak jauh

diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung

oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu

lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

(7)

WILLY ARDILES SINAGA 12 Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki

tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik,

emosional, mental, intelektual, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan

bakat istimewa. Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta

didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil,

dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi

ekonomi.

4. Jenis Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi adalah satuan pendidikan penyelenggara pendidikan tinggi.

Peserta didik perguruan tinggi disebut mahasiswa, sedangkan tenaga pendidik

perguruan tinggi disebut dosen. Di Indonesia, perguruan tinggi dapat berbentuk

akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas. Perguruan tinggi dapat

menyelenggarakan pendidikan akademik, profesi, dan vokasi dengan program

pendidikan diploma (D1, D2, D3, D4), sarjana (S1), magister (S2), doktor (S3), dan

spesialis.

Menurut Departemen Pendidikan Nasional, perguruan tinggi dapat berbentuk:

1.Akademi

2.Politeknik

3.Sekolah tinggi

4.Institut,

5.Universitas.

1. Akademi

Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama

pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi,

dan/atau seni tertentu, yang mencakup program pendidikan sarjana, magister,

dan doktor. Akademi adalah seluruh lembaga pendidikan formal baik

pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah,

(8)

WILLY ARDILES SINAGA 13 pendidikan vokasi dalam satu cabang atau sebagian cabang ilmu

pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu.

2. Politeknik

Politeknik adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan

vokasi dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.

3. Sekolah Tinggi

Sekolah tinggi adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan

pendidikan akademik dan/atau vokasi dalam lingkup satu disiplin ilmu

pengetahuan, teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat

menyelenggarakan pendidikan profesi.

4. Institut

Institut adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan

akademik dan/atau vokasi dalam sekelompok disiplin ilmu pengetahuan,

teknologi, dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan

pendidikan profesi.

5. Universitas

Universitas adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan

akademik dan/atau vokasi dalam sejumlah ilmu pengetahuan, teknologi,

dan/atau seni dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan

profesi. Kata universitas berasal dari bahasa Latin yang artinya adalah umum

dan menyeluruh.

Berbagai jenis lembaga pendidikan lainnya yang tergolong dalam perguruan

tinggi yang terdapat di Indonesia antara lain :

•Pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang diarahkan pada penguasaan keahlian terapan tertentu, yang mencakup program pendidikan

diploma 1, diploma 2, diploma 3, dan diploma 4, maksimal setara dengan

program pendidikan sarjana. Lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan

gelar vokasi. Di Indonesia, gelar vokasi diatur oleh senat perguruan tinggi

dan ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan

(9)

WILLY ARDILES SINAGA 14 Pratama (A.P.) , Ahli Muda (A.Ma.) , Ahli Madya (A.Md.) , Sarjana Sains

Terapan (S.S.T.)

•Pendidikan profesi adalah pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan

dengan persyaratan keahlian khusus. Lulusan pendidikan profesi akan

mendapatkan gelar profesi.

2.2.2 Gelar Akademik Indonesia

Gelar akademik atau gelar akademis adalah gelar yang diberikan kepada

lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi.

Gelar akademik terkadang disebut dalam bahasa Belanda yaitu titel. Gelar

akademik terdiri dari sarjana (bachelor), magister (master), dan doktor (doctor).

1. Sarjana (S1)

Kata sarjana berasal dari bahasa Sansekerta, dan dalam Bahasa Inggris

disebut sebagai Bachelor. Sarjana adalah gelar akademik yang diberikan

kepada lulusan program pendidikan sarjana (S1) atau undergraduate.

Untuk mendapatkan gelar sarjana, biasanya dibutuhkan waktu selama 4

(empat) sampai 6 (enam) tahun dan harus menyelesaikan SKS (satuan

kredit semester) sebanyak 144 SKS.

Sebelum tahun 1993, gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain

Doktorandus (Drs.), Doktoranda (Dra.), dan Insinyur (Ir.). Setelah tahun

1993, penggunaan baku gelar sarjana yang ada di Indonesia antara lain

Sarjana Ekonomi (S.E.), Sarjana Hukum (S.H.), Sarjana Teknik (S.T.),

Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP), Sarjana Agama (S.Ag.) dan Sarjana

Pendidikan (S.Pd.). Gelar sarjana ditulis di belakang nama yang berhak

dengan mencantumkan huruf S diikuti inisial bidang studi. Strata

pendidikan sarjana ini disebut sebagai strata 1 atau biasa disingkat S1.

Gelar sarjana yang ada di Indonesia pada saat ini antara lain sebagai

(10)

WILLY ARDILES SINAGA 15 • Sarjana Arsitektur (S.Ars. )

• Sarjana Komunikasi (S.Kom) • Sarjana Agama (S.Ag. ) • Sarjana Ilmu Sosial (S.Sos.) • Sarjana Ekonomi (S.E. ) • Sarjana Kedokteran (S.Ked.) • Sarjana Farmasi (S.F ) • Sarjana Kehutanan (S.Hut.) • Sarjana Filsafat (S.Fil. )

• Sarjana Kedokteran Gigi (S.KG. ) • Sarjana Hukum (S.H. )

• Sarjana Ilmu Kedokteran Hewan • Sarjana Hukum Islam (S.HI. ) (S.KH.) • Sarjana Humaniora (S.Hum.)

• Sarjana Keperawatan (S.Kep.) • Sarjana Ilmu Alam : Fisika, Biologi, • Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.Km.) • Kimia, Matematika (S.Si. )

Sarjana Pendidikan (S.Pd. ) • Sarjana Ilmu Komputer (S.Komp) • Sarjana Seni (S.Seni)

• Sarjana Ilmu Politik (S.IP. ) • Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I.) • Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP. ) • Sarjana Psikologi (S.Psi. )

(11)

WILLY ARDILES SINAGA 16 • Sarjana Sains Terapan (S.ST. )

• Sarjana Pertanian (S.P. ) • Sarjana Sosial (S.Sos. ) • Sarjana Peternakan (S.Pt. ) • Sarjana Sastra (S.S. ) • Sarjana Perikanan (S.Pi. )

2. Magister (S2)

Gelar magister yang ada di Indonesia antara lain Magister Manajemen

(M.M.), Magister Sains (M.Si.), dan Magister Teknik (M.T.). Gelar magister

ditulis di belakang nama yang berhak dengan mencantumkan huruf M diikuti

inisial bidang studi. Strata pendidikan magister ini disebut sebagai strata 2

atau biasa disingkat S2.

3. Doktor (S3)

Gelar doktor dari bidang studi apapun bergelar Doktor dan ditulis di depan

nama yang berhak dengan mencantumkan singkatan Dr. Strata pendidikan

doktor ini disebut sebagai strata 3 atau biasa disingkat S3.

Selain gelar akademik , di Indonesia juga terdapat yang disebut gelar

profesi. Gelar profesi adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan

profesi bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi. Di Indonesia, gelar

profesi diatur oleh senat perguruan tinggi dan organisasi profesi berdasarkan

standar profesi yang terkait sebagai dan ditulis di belakang nama yang

berhak. Gelar profesi yang ada di Indonesia antara lain : • Dokter (dr.)

(12)

WILLY ARDILES SINAGA 17 2.2.3 Tinjauan Sepak Bola

Sepak bola telah memiliki perjalanan yang panjang dalam sejarah olahraga,

bahkan kebudayaan manusia, dan perkembangannya saat ini semakin pesat karena

berkembangnya sistem manajemen dan pelatihan sepak bola dan teknologi yang

dapat diterapkan pada perlengkapan, infrastruktur, maupun publikasi/

entertainmennya.

Sejarah olahraga sepak bola sudah lama sekali ada. Tercatat Woggabaliri di

Australia, Harpastum di kekaisaran Romawi, dan sejak abad ke-2 dan 3 SM di

Cina dengan nama Tsu Chu. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat

menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa

juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan

menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.

Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat

digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan

selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini

dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung

larangan ini. Tetapi tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak

bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola

modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika sekolah dan klub

berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan ini. Bersamaan dengan

itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola

(soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam

sepak bola.

Selama tahun 1800-an, sepak bola modern dibawa oleh pelaut, pedagang,

dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia, begitu juga di wilayah nusantara

oleh Belanda. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia yaitu

Fédération Internationale de Football Association(FIFA) dibentuk dan pada awal

tahun 1900-an,berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara, begitu juga Piala

(13)

WILLY ARDILES SINAGA 18 Confederation (AFC) juga berdiri pada tahun 1954 di Manila, Filipina sebagai

salah satu konfederasi regional FIFA.

Permainan sepak bola di Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh para

penjajah/bangsa Eropa, termasuk Belanda. Di akhir tahun 1920, pertandingan

voetbal atau sepak bola sering kali digelar untuk meramaikan pasar malam,

biasanya dilaksanakan sore hari. Lapangan Singa (Lapangan Banteng) menjadi

saksi dimana orang Belanda sering menggelar pertandingan. Khusus untuk sepak

bola, serdadu di barak-barak militer sangat sering bertanding yang akhirnya

membentuk bond atau perkumpulan sepak bola. Dari bond-bond itulah kemudian

terbentuk satu klub besar. Tak hanya serdadu militer, warga Belanda, Eropa, dan

Indonesia juga membuat bond-bond serupa.

Dari bond-bond itu kemudian terbentuklah Nederlandsch Indische Voetbal

Bond (NIVB) yang pada tahun 1927 berubah menjadi Nederlandsch Indische

Voetbal Unie (NIVU). Sampai tahun 1929, NIVU sering mengadakan

pertandingan termasuk dalam rangka memeriahkan pasar malam dan tak

ketinggalan sebagai ajang judi. Bond China menggunakan nama antara lain Tiong

un Tong, Donar, dan UMS. Adapun bond pribumi biasanya mengambil nama

wilayahnya, seperti Cahaya Kwitang, Sinar Kernolong, atau Si Sawo Mateng.

Pada 19 April 1930, Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI)

dibentuk di gedung Soceiteit Hande Projo, Yogyakarta. Disinilah perkembangan

sepak bola di Indonesia diawali dengan berdirinya PSSI dalam pimpinan Soeratin

Sosrosoegondo, insinyur sipil lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa. Sejak

saat itu, kegiatan sepak bola semakin sering digerakkan oleh PSSI dan semakin

banyak rakyat bermain di jalan atau alun-alun tempat Kompetisi I

perserikatan/bond diadakan. Adapun lahirnya PSSI ini tidak terlepas juga dari

gerakan menentang penjajahan dengan strategi menyemai benih nasionalisme bagi

pemuda Indonesia.

Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepakbola

(14)

WILLY ARDILES SINAGA 19 bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) dari bangsa Tionghoa, dan

Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) dari orang pribumi.

Paku Buwono X kemudian mendirikan stadion Sriwedari di Surakarta (Solo)

lengkap dengan lampu, sebagai apresiasi terhadap kebangkitan “Sepak Bola

Kebangsaan” yang digerakkan oleh PSSI. Stadion itu diresmikan pada 1933 dan

sejak adanya stadion ini, kegiatan persepakbolaan pun semakin gencar.

Pada tahun 1938 Indonesia lolos ke Piala Dunia walaupun akhirnya

membawa nama Hindia Belanda (Dutch East Indies). NIVU mengajak PSSI

bekerjasama yang ditandai dengan Gentlemen’s Agreement 15 Januari 1937.

Persetujuan perjanjian ini berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui

PSSI. Perjanjian itu menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi

sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu isinya juga berisi tentang tim yang

dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU

melawan bentukan PSSI sebelum diberangkatkan (seleksi tim). Tapi NIVU

melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya menggunakan

bendera NIVU yang diakui FIFA. Memang akhirnya Hindia Belanda kalah 0-6

dari Hongaria. Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin Sosrosoegondo

sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU

diberikan hak, maka komposisi pemain akan dipenuhi oleh orang Belanda.

Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian tersebut saat Kongres di

Solo pada 1938.

Dalam pertandingan internasional, PSSI terbukti. Pada 7 Agustus 1937, tim

PSSI berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union,

Semarang. Padahal Nan Hwa pernah mengalahkan Belanda dengan skor 4-0.

Disini kedigdayaan tim PSSI sudah tersohor.

Lebih jauh, Soeratin mendorong pula pembentukan badan olahraga nasional

agar kekuatan olahraga pribumi semakin kokoh melawan dominasi Belanda. Pada

tahun 1938 berdirilah ISI (Ikatan Sport Indonesia) yang kemudian

(15)

WILLY ARDILES SINAGA 20 ini kemudian berubah dalam kongres PSSI 1950 di Solo menjadi Persatoean

Sepakbola Seloeroeh Indonesia.

Sepeninggalan Soeratin Sosrosoegondo, prestasi tim nasional sepak bola

Indonesia tidak terlalu memuaskan karena pembinaan tim nasional tidak

diimbangi dengan pengembangan organisasi dan kompetisi. Pada era sebelum

tahun 1970-an, beberapa pemain Indonesia sempat bersaing dalam kompetisi

internasional, di antaranya Ramang, Sucipto Suntoro, Ronny Pattinasarani, dan

Tan Liong Houw. Dalam perkembangannya, PSSI telah memperluas kompetisi

sepak bola dalam negeri, di antaranya dengan penyelenggaraan Liga Super

Indonesia, Divisi Utama, Divisi Satu, dan Divisi Dua untuk pemain non amatir,

serta Divisi Tiga untuk pemain amatir. Selain itu, PSSI juga aktif mengembangkan

kompetisi sepak bola wanita, futsal, dan kompetisi kelompok umur tertentu (U-15,

U-17, U-19, dan U-23).

Masuknya Jepang ke Indonesia menyebabkan PSSI pasif dalam

berkompetisi, karena Jepang memasukkan PSSI sebagai bagian dari Tai Iku Kai,

yakni badan keolahragaan buatan Jepang. Tetapi Jepang semakin terdesak dalam

Perang Pasifik sehingga tidak dapat lagi mengurus kegiatan olahraga di Indonesia.

Dalam situasi itu urusan olahraga diserahkan kembali kepada Indonesia terutama

sejak tahun 1944 dengan terbentuknya Gerakan Latihan Olahraga Rakyat

(GeLORa). Selama tahun 1942-1945 yakni selama kekuasaan Jepang di indonesia,

tidak banyak peristiwa olahraga penting tercatat, karena Jepang terus terdesak

kedudukannya sehingga dengan sendirinya perhatian Jepang tidak dapat

diharapkan untuk memajukan olahraga di Indonesia. Akhirnya PSSI baru lepas

menjadi otonom kembali dalam kongres PORI III di Yogyakarta (1949).

Adapun Persatuan Olahraga Republik Indonesia (PORI) dibentuk tahun

1946 yang dibantu oleh Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI). Keduanya

telah dilebur dan menjadi KONI. Dalam mempersiapkan para atlet Indonesia

untuk Olimpiade XIV di London tahun 1948, Indonesia menemui banyak

kesulitan. PORI sebagai badan olahraga resmi Indonesia saat itu belum diakui dan

(16)

WILLY ARDILES SINAGA 21 akan dikirim tidak dapat diterima dan berpartisipasi dalam olahraga sedunia

tersebut. Pengakuan dunia atas kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia yang

belum diperoleh waktu itu menjadi penghalang besar. Paspor Indonesia saat itu

tidak diakui oleh Pemerintah Inggris, sedangkan kenyataan bahwa atlet-atlet

Indonesia hanya bisa berpartisipasi dengan memakai paspor Belanda tidak dapat

diterima. Alasannya karena delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan

membawa nama Indonesia. Alasan inilah yang menyebabkan rencana kepergian

beberapa pengurus besar PORI ke London menjadi batal dan menjadi topik

pembahasan pada konferensi darurat PORI tanggal 1 Mei 1948 di Solo.

Konferensi itu sepakat untuk mengadakan Pekan Olahraga yang direncanakan

berlangsung pada bulan Agustus atau September 1948 di Solo. PORI ingin

menghidupkan kembali pekan olahraga yang pernah diadakan ISI.

Dilihat dari sarana olahraga, pada saat itu kota Solo telah memenuhi semua

persyaratan pokok dengan adanya stadion Sriwedari yang dilengkapi dengan

kolam renang, pada saat itu juga termasuk fasilitas olahraga yang terbaik di

Indonesia. Selain itu seluruh pengurus besar PORI juga berkedudukan di Solo,

sehingga hal inilah yang menjadi bahan-bahan pertimbangan untuk menetapkan

kota Solo sebagai kota penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I)

pada tanggal 8-12 September 1948 dengan mempertandingkan 12 cabang

olahraga. Selain itu, PON I juga membawa misi untuk menunjukkan kepada dunia

luar bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan daerahnya yang dipersempit akibat

Perjanjian Renville, membuktikan sanggup mengadakan acara olahraga dengan

skala nasional.

Lalu dalam perkembangannya, PSSI telah menjadi anggota FIFA sejak

tanggal 1 November 1952 pada kongres FIFA di Helsinki. Setelah diterima

menjadi anggota FIFA, lalu PSSI diterima pula menjadi anggota AFC tahun 1952,

bahkan menjadi pelopor pembentukan AFF (ASEAN Football Federation).

Di kota Medan sendiri sepak bola juga sudah lama berkembang. Persatuan

Sepak Bola Medan Sekitarnya (PSMS) dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski

(17)

WILLY ARDILES SINAGA 22 (VBMO) dan Oost Sumatera Voettbal Bond (OSVB) yang diyakini merupakan

embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia karena perkebunan

tembakau Delinya. Tak heran kalau logo PSMS adalah "daun" dan "bunga

tembakau Deli". PSMS mengalami jaman gemilang di bidang prestasi yang

dibuktikan mulai tahun 1954.

Pada saat itu PSMS sering diundang dan mengundang tim-tim dari luar

negeri seperti Gak Graz dari Austria, Kowloon Motorbus dari Hongkong,

Grasshoppers dari Eropa, Star Soccerites dari Singapura, dan lain-lain. Berkat

kemenangan yang sering dipegang oleh PSMS melawan kesebelasan luar negeri,

PSMS mendapat julukan “The Killer” atau algojo kesebelasan-kesebelasan luar

negeri. Di tahun 1950-an di awal berdirinya, PSMS berada di puncak kejayaannya.

Beberapa turnamen di dalam dan luar negeri selalu menjadi ajang meraih gelar

juara. Adapun dibawah ini merupakan data-data kejuaraan PSMS dalam beberapa

kompetisi hingga kini.

Tabel 2.1. Hasil Kejuaraan PON: Bidang Olahraga Sepak Bola

Ke Tahun Juara I Juara II Juara III

II 1951 Jawa Barat Jakarta Raya Jawa Timur

III 1953 Sumatera Utara Jakarta Raya Jawa Timur

IV 1957 Sumatera Utara Sumatera Tengah Jawa Tengah

V 1961 Sulawesi Selatan Jawa Tengah Jakarta Raya

VI 1965 dibatalkan karena peristiwa G 30 S PKI

VII 1969 Sumatera Utara Jakarta Raya Jawa Timur

VIII 1973 Sumatera Utara Jawa Timur Sulawesi Selatan

IX 1977 Jakarta Raya Irian Jaya Aceh

X 1981 Lampung Sumatera Utara Jawa Timur

XI 1985 Sumatera Utara Irian Jaya Jakarta Raya

XII 1989 Sumatera Utara Jawa Timur Jakarta Raya

(18)

WILLY ARDILES SINAGA 23 Tabel 2.2. Hasil Kejuaraan PSSI 1951-1990

Sumber: Sejarah Olahraga Sumatera Utara (1992)

No. Tahun Juara I Juara II Juara III

I 1951 Persebaya PSM Persija

II 1952 Persebaya PSMS Persib

III 1954 Persija PSMS Persebaya

IV 1957 PSM PSMS Persib

V 1959 PSM Persib PSIS

VI 1961 Persib PSM Persija

VII 1964 Persija PSM Persib

VIII 1965 PSM Persebaya Persib

IX 1966 PSM Persib PSMS

X 1967 PSMS Persib Persebaya

XI 1969 PSMS Persija PSM

XII 1971 PSMS Persija PSM

XIII 1973 Persija PSMS Persebaya

XIV 1975 Persija /PSMS -

-XV 1977 Persebaya Persija PSMS

XVI 1979 Persipura PSMS Persebaya

XVII 1981 Persiraja -

-XVIII 1983 PSMS Persib Persebaya

XIX 1985 PSMS Persib PSM

XX 1986 Persib Persemen Persija

XXI 1987 PSIS Persebaya Persib

XXII 1988 Persebaya Persija Persib

(19)

-WILLY ARDILES SINAGA 24 2.2.4 Akademi Sepakbola

2. Akademi Sepakbola Sebagai Wadah Pembinaan Dasar

Peran dan tanggung jawab SSB mempunyai andil yang sangat besar

bagi perkembangan prestasi sepakbola Indonesia di masa–masa yang akan

datang. Di akademi sepakbola inilah bibit-bibit pemain sepakbola yang

handal banyak ditemukan.

Pembinaan sejak awal menentukan masa depan prestasi pesepakbola.

Dimana Peran pelatih professional diperlukan untuk keberhasilan proses

pembinaan. Menurut Soedono (2008:1) pada hakikatnya keberhasilan atau

kegagalan pembinaan usia dini tergantung dari pelatih.

Agar proses pembinaan berjalan lancar selain program latihan bagus,

sarana dan prasarana memadai, metode yang tepat, juga di butuhkan pelatih

berkualitas yang dapat mengenal karakteristik anak latih dari aspek fisik

maupun psychologis. Menurut Soowarno KR (2001:2) program

pengembangan sepakbola terdiri dari 3 fase,yaitu; • Fase I (Fun Phase) 5-8 tahun

• Fase II (Technical Phase) 9-12 tahun • Fase III (Tactical Phase) 13-17 tahun 2. Lapangan Permainan

(20)

WILLY ARDILES SINAGA 25 •Ukuran Panjang x Lebar : 100–120 x 64–75 m

• Garis Batas adalah garis selebar 10 cm, yakni garis sentuh di sisi , garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan;

9,15m lingkaran tengah; tidak ada tembok penghalang atau papan. •Daerah penalty adalah busur berukuran 18 m dari setiap pos •Titik Pinalti adalah 11 meter dari titik tengah gawang •Gawang: lebar 7 m x tinggi 2,5 m

•Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasive 3. Kualitas Akademi Sepak Bola

Menurut Direktur Teknik Timnas Indonesia, Sutan Harhara,

se-kolah sepakbola yang berkualitas tinggi adalah:

a.Akademi Harus Mempunyai Manajemen Organisasi Yang baik

Akademi tak ubahnya sebuah sekolah regular yang tetap membutuhkan

orang -orang yang paham dengan pengembangan Pendidikan anak dan

Pengelolaan sebuah organisasi.

b.Akademi Sepakbola Harus memiliki Lapangan dan Peralatan Memadai

Lapangan merupakan Instrumen vital dalam sebuah Akademi

Sepakbola dimana sesuai dengan Spesifikasi standarisasi FIFA

didukung dengan pemilihan rumput yang berkualitas. Sementara

fasilitas lain seperti ruang ganti pemain, lampu stadion, fitness center,

asrama, bisa menjadi pertimbangan sekunder dan kelengkapan

peralatan latihan dasar.

c.Akademi harus memiliki pelatih Bersertifikat

Untuk menjadi Pelatih Akademi tidak mudah. Pelatih Akademi

minimal harus memiliki lisensi C Nasional. Sehinggah dia akan lebih

paham dalam bentuk pengajaran Youth Development yang sesuai

dengan peraturan PSSI dan FIFA.

(21)

WILLY ARDILES SINAGA 26 Akademi diwajibkan memilki program latihan yang terukur dimana

acuannya pada ketentuan yang ada di Youth Development. Misalnya,

untuk U-10 tahun yang identik dengan fun game sudah mewajibkan

pemainnya menguasai minimal 3 teknik-teknik dasar pada mengolah

bola hal ini akan mempermudah para siswa untuk menaiki jenjang

berikutnya,misalnya ketika masuk level U-14 atau U15 yang sudah

dihadapkan pada situasi game yang berpola pada startegi.

e.Akademi harus wajib aktif dan prestasi

Menurut ketentuan FIFA ,Akademi Sepakbola sebaiknya melakoni 600

jam pertandingan pertahunnya. Hal ini artinya, rata-rata setiap pekan

bermain di dua laga resmi di bawah naungan PSSI.

4. Fasilitas Akademi Sepak Bola

Menurut Harianto (2001), beberapa fasilitas yang harus disediakan p

ada akademi sepak bola adalah: • Fasilitas publik

• Fasilitas pengelola • Fasilitas pertandingan • Fasilitas latihan

• Fasilitas hunian ( asrama ) • Fasilitas penunjang

• Area parkir • Area servis

2.2.5 Klasifikasi Pusat Sepak Bola

Berdasarkan cakupan pelayanannya, lingkup pengaruh Sepak Bola dunia,

pusat Akademi Sepakbola dapat di golongkan menjadi 3 golongan :

(22)

WILLY ARDILES SINAGA 27 • Spanyol

• Brazilia

2.Pusat Akademi sepakbola Regional

• Eropa : London (UK), Amsterdam (NAT), Madrid (SPAIN) • Amerika : Rio de janiero (Brazilia), Buenos Aires (Argentina) • Australia : Melbourne (Sydney)

• Asia : Hongkong,Tokyo (Jepang), Jakarta (Asia Tenggara) • Afrika : South Africa

3.Pusat Akademi Sepakbola Sub Regional

Pusat Akademi Sepak Bola sub regional, mempunyai sasaran pasar

yang lebih spesifik lagi dengan ada nya pusat Akademi Sepakbola ini

hampir sama dengan yang terdapat pada pusat Akademi Sepakbola

regional.

Dalam proyek ini diasumsikan bahwa Jakarta telah menjadi pusat

Akademi Sepak Bola untuk kawasan Asia Tenggara dan tentunya di

Indonesia sendiri. Koleksi-koleksi Pemain yang bertalenta baik yang

dikeluarkan oleh Pelatih-pelatih yang tergabung dalam PSSI agar cukup

(23)

WILLY ARDILES SINAGA 28 Tabel.2.3 DAFTAR BIODATA SEPAKBOLA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2010/2012

NO NAMA SEKOLAH

SEPAKBOLA

ALAMAT SEKRETARIAT NAMA PENGURUS NAMA

PELATIH

KETUA UMUM SEKRETARIS

8-10

1 Generasi Jl. Seksama Gg. Ikhlas No. 5A Medan Sutarna Drs. Aswan Suimin Diharjo L15 B 30 35 35 25 28 154

Adi Mainur

Lubis

S-2 0

Sucipto Hadi S-3 0

2 Karang Taruna Jl. Krakatau Sidodarma Gg. Indah

P.Brayan Darat I Medan

M. Nasir

Harahap

Effendy Syam Amruatian L15-C 25 34 30 36 24 149

Rukino L15-C 0

Dr. Langkat S. YAD 0

3 Sinar Sakti Jl. Timor No. 10 E Medan 0

4 Kurnia Jl. Gajah Mada no. 49 Medan 0

5 Ladon Jl. Sei Baharok Gg. Mantri No. 23

Medan

(24)

WILLY ARDILES SINAGA 29

6 PMN Martubung

PTPN IV

Jl. KL Yos Sudarso Km. 13,5 Komp.

PTPN IV Martubung

0

7 Kenari Utama Jl. Kenari 6/228 Perumnas Mandala

Medan

Sugirain Joinasrun Hafis Nasution YAD - 14 18 34 23 89

8 PTP Wil I Medan Jl. Amat Tirto No. 1090 Psr 10 Kec.

Medan Tembung

0

9 Generasi Tunas

Harapan

Jl. Kebon Bunga / Lapangan Hold

Medan

0

10 Tunas Remaja Jl. Medan Area Selatan Gg. Sairin No.

29 Medan

M. Syarifudin Nur Wahyudi, SE Sakino YAD 28 30 22 24 26 130

Armansyah S-3 0

12 Bina Muda Jl. KPT. Muslim / Setia Luhur No. 85

Medan

0

13 Permata Jl. Simalungun No. 3 Belawan Medan 0

14 Tasbi Komplek Taman Setia Budi Indah Blok

PP. 9-10 Medan

0

15 Bintang Timur Jl. G. Krakatau Sidorukun No. 5.

P.Brayan Darat Medan

Suharto S YAD 26 31 36 32 21 148

(25)

WILLY ARDILES SINAGA 30

16 Karisma Jl. Nusa Indah No. 86 Par. III Helvetia

Medan

0

17 Diapora SU Jl. Kelambir V/ JLBT. Serangan No. 20

Medan

0

18 Bangun Jaya Jl. Boxit link. I Kota Bangung Deli 0

19 Bocah Junior Jl. STM/ Suka Jaya No. 10 Medan

Medan Johor

0

20 Asam Kumbang

Pratama

Jl. Bunga Raya No. 183 Asam

Kumbang, Medan Selayang

Surya Harahap M. Idris Abdul Lbs S-2 15 12 31 58

21 Sejati Pratama Jl. Karya Bakti No. 26. Pkl. Mansyur

Medan Johor

H. Sariono Sunyoto, SIP Syahfirul L15-c 0

M. Salim L15-C 30 40 45 35 32 182

22 Putra Marelan Kantor Lurah R. Pulau Jl. Rahmad

Budin Medan Marelan

0

23 Mabmi Jl. Sei Rkan No. 63 Medan 0

24 Timbang Deli Jl. SM. Raja KM 8. No. 96 Timbang Deli

Amplas Medan

0

25 Harapan Bangsa

Persikas

Jl Tangkuk Bokar I/25 A Medan 0

26 Persikas Jl. Bayangkara Gg. Balai Desa No. 12 0

(26)

WILLY ARDILES SINAGA 31

Kel. Indra Kasih Tembung

27 Putra Bahari Perumahan Nelayan Blok. 66 No. 66

Medan Labuhan

Drs.Sy.

Hasibuan

Muhammad Amin Kamaruddin YAD 14 29 26 69

28 Generasi Medan

Krio

Jl. Bengawan Kantor Kep. Desa Krio

Sunggal Medan Sunggal

0

29 Bintang Muda Jl. Nuri No. 65 B. Binjai 0

30 Karang Taruna

Binjai

Jl. Perintis Kemerdekaan Lk. IV Kel.

Kebun Lada Binjai

0

31 Profil Jl. Jawa Gg. Madrayasah No. (A Kel.

Damai Binjai Timur)

Drs. Anton

Indarto

Dra. Ani Suprawati Superdi YAD 20 20 29 18 87

32 Kuda Laut Mas Jl. Thamrin No. 28 p. Brandan Kab.

Langkat

0

33 Putra Klantan Jl. Pelabuhan Sei BilahPatok P.

Brandan Langkat

Ridwan Uncu Junaidi M.Syarif YAD 0

H. Benny A YAD 18 15 20 15 16 84

Drs.

Kaharuddin

YAD 0

Jufri, SPd YAD 0

34 Tunas Muda Jl. Perjuangan No. 52 T. Beringin

Kec.Hinai Kab Langkat

0

(27)

WILLY ARDILES SINAGA 32

35 Tanjung Pura

Putra

Jl. Merdeka No. 52 T. Beringin Kec.

Hinai Kab. Langkat

Drs. H. Asrin

Naim

M. Nasyad Ashbul Yamin YAD 25 26 22 73

36 Porsabi Gg. Tanah Lapang Stadion Amir

Hamzah T. Pura Kab. Langkat

Ali Amrin Dayu

M

Imam Prayogi Wakimin Yanto S-3 25 25 20 70

37 Putra Besitang Jl. Perjuangan Simp. Tiga besitang Kab.

Langkat

0

38 Lubuk Pakam

Bersinar

Jl. Karya Bhakti No. 67 L. Pakam, Deli

Serdang

0

39 Supra Pasifik Jl. T. Raja Muda No. 2 L. Pakam Deli

Serdang

0

40 Putra Perbaungan Jl. Kutilang No. 1 Perbaungan Deli

Serdang Syadruddin

CH. Saleh Sitorus Suwandi YAD

70 50 29 149

41 Rapel Jl.Sena No. 2 Perbaungan Deli Serdang 0

42 Tembakau Deliu PTPN II Tandem Hilir Deli Serdang 0

43 Perkasa 97 Jl. Karang Luas Tengan Bulu Cina

(Sudarto)

0

44 Tunas Muda

Dharma Deli

Desa Tanjung Selama Seintis Deli

Serdang

0

45 Mayang Putra Emplasmen Sei Mayang No. 47, jl.

Binjai 13,7 D. Serdang Sumarli

Februharyono S-3 0

(28)

WILLY ARDILES SINAGA 33

Rahimsyah LIS- D 13 13 31 19 5 81

46 Mayang Putra Jl. Rampah Estate/ Rumah Makan Dika Zabir Hamsah Misno Sudariyono S-3 19 22 21 62

47 PON Putra Jl. T. Tinggi KM 48 Tg. Buluh Kec.

Perbaungan DeliSerdang Edi Eriyanto

Mun Supriadi Efenfy Armin S-2

8 20 21 33 18 100

48 Merpati Socfindo PKS Pagar Merbabu L. Pakam Mahrizalnam Sutrisno Budi Prianto YAD 10 14 20 20 64

49 PSPM Pagar

Marbau

Jl. Prasetya Utama No. 39 Diski

Sukarnin

Rasyid

0

50 Bina Tama Bang

Bing

Desa Bangbing Kec. Perbaungan Deli

Serdang Kakhyar, Amd

Haidir Tanjung Syahrial Efendi YAD

20 22 20 20 82

Arslan YAD 0

51 Serikat Pekerja

Perkebunan III

Kantor PTPN III Kebuin Klumpang Deli

Serdang 0

52 Persega Dusun II Pasar II Marindal I Jl. Setia Deli

Serdang Awal Dani

Suwardi Setujuono YAD

20 20 20 60

53 Santos Yunior Jl. Nelayan TPI. Kec. Beringin Deli

Serdang Ibnu Hadi

Irianto Sudariyono S-3

26 17 21 64

54 Persetama Tanjung Morawa D. Serdang 0

55 Indah Ponijan Kebon Deli Muda Hilir Kec. Perbaungan 0

56 Putra Mandiri Kantor PTPN II Kwala Madu Deli

Serdang 0

(29)

WILLY ARDILES SINAGA 34

57 Mutiara Suara

Naviri

KOMPL. DR. TD. Pardede Jl. Binjai Km

10,8 Medan 0

58 Terpedo Jl. Sei Musi No. 03 Tanah Seribu

Kec.Binjai Selatan

Zainuddin

purba Zulkarnain Lb 0

59 Setia Karya Jl. Bandar Labuhan desa dagang Tanj.

Morawa Deli Serdang 0

60 Bintang Utama PTPN II Perkembunan Batang Kuis Deli

Serdang 0

61 Tunas Bangsa Jl. Binjai Km. 11,2 kec. Sunggal Deli

Serdang Dono Syaraf Drs. Sukir Rahmad YAD 30 40 35 45 40 190

62 Portis Kantor PTPN II Seintis Kec. Percut Sei

Tuan deli Serdang 0

63 Panca Ria SD. Negeri No. 101791 Patumbak Kp.

Deli Serdang 0

64 Sampali Putra Jl. Pasar Hitam No. 17. Sampali Kec.

Percut sei Tuan Ali Muchtar Wahono Suprayogi YAD 28 32 42 26 128

65 Bina utama Jl. Medan Batang Kuis Deli Serdang 0

66 Putra Harapan Jl. Perwitra II LK. IX No. 288 P. Brayan

Bengkel 0

67 Sinar Pagi Jl. Lapangan Pasar XV Bandar setia 0

(30)

WILLY ARDILES SINAGA 35

Medan Tembung

68 Hendra Z/ 105 Jl. Besar Deli Tua No 173 Deli Tua Sunarta

Bangun Kasianto Liestiadi B.L 29 27 31 28 107

Hengky Ahmad YAD 0

69 Daun Mas M. Salim Gg. Rahmad dusun II Kwala

Bingei Stabat Panji Muliadi SPd Legimin Lis-D 23 23 13 14 29 102

70 KB. PPP Polres

Langkat

Jln. Hasanudin No. 1 Binjai

Syarifuddin A.Aslim H.Sihete YAD 20 20 20 60

71 Putra Harapan

Surya

Jl. Pembela 10 Deli Tua

0

72 Tunas Muda Jl. Besar Sawit Hulu NO. 6 sawit

Seberang, Langkat Supendi Miswadi Wakimin Y. S-3 24 13 34 71

73 Guntur Putra Jl. Veteran Gg. Surya No. 39 Berastagi

Kab. Karo 0

74 Kaban Jahe Club Jl. Padang Mas II No. 468 K. Jahe

Kab.Karo 0

75 Kejora Sebaya PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi 0

76 Taruna Satria Jln. Jend. A. Yani no. 202 Tebing Tinggi 0

77 Putra Bangsa Jl. P. Diponegoro No. 3 P. Siantar 0

78 Bina Nusantara Berangir L. Batu Kec. NA IX-I Kab. L. Suhardiman Sukimin,S IpongS L-C 20 20 20 60

(31)

WILLY ARDILES SINAGA 36

Batu

79 Bina Prestasi PTPN III Kebun Sei Mengkei

Simalungun

Ibrahim Putra

Lbs Yatima Marzuki Hrp L-B 20 21 22 63

80 Salam Perdana Jl. Kairil Anwar Gg. Kabu-Kabu No. 17

T. Balai

M.Rasyid

Ridho Edy Sanjaya Simin Arianto YAD 50 40 40 130

Selamat YAD 0

Syaifuddin YAD 0

Dahri YAD 0

81 Karya Muda

Jl. DI.Panjaitan Gg. DamaiNo. 2 Tj.

Balai M. ZeinSyamal Nurdin Manurung 0

82 Ika Bina

Jl. Sisingamangaraja No.60 R.Prapat L.

Batu 0

83

Mandala Putra

Sidimpuan Desa Sidangkal P. Sidempuan 0

84 Recika P. Sidempuan Hutimbaru 0

(32)

WILLY ARDILES SINAGA 37 2.3 DESKRIPSI PROYEK

2.3.1 Pengenalan Akademi Sepakbola Internasional Liverpool FC Medan

Akademi Sepakbola Internasional Liverpool FC Medan ini merupakan wadah /

ruang kegiatan baik di dalam maupun diluar ruangan untuk meningkatkan potensi

sepakbola masyarakat, khususnya kaum anak-anak serta remaja, serta menjembatani

jenjang pembinaan dini ke junior, dimana pembinaan juior ini merupakan langkah

awal menuju jenjang senior, atau dalam hal ini berarti didalamnya ditekankan pada

sifat yang professional. Kegiatan yang terjadi merupakan suatu bentuk kegiatan

pembinaan, diantaranya pelatihan dan pertandingan sepakbola, hunian terdidik, serta

pendidikan formal dan non-formal dengan penekanan pada sifat professional.

Dalam pengertian yang lain, akademi sepakbola merupakan salah satu

lembaga pendidikan formal dibawah naungan pengda PSSI. Seperti halnya sekolah

kejuruan, atau sekolah-sekolah khusus yang lainnya, maka akademi ini harus

terdaftar di DIKNAS.

1. Syarat Mendirikan Sekolah Sepakbola

Menurut hasil wawancara dengan staff SSB Realmadrid di Aceh dan hasil

dari diskusi dengan pengurus PSMS dan Diknas, maka ada beberapa persyaratan

khusus untuk mendirikan sebuah akademi sepakbola yang berkelas, antara lain harus

memiiki insfrastrutur sendiri seperti lapangan sepakbola, mess, pusat kebugaraan,

kantor dan lain-lain yang mendukung kegiatan akademi ini.

Menciptakan akademi yang berkualitas tidak dapat hanya dengan

insfrastruktur yang baik, tetapi juga diperlukan tenaga pengajar yang berkualitas

yang didukung dengan pengelolaan yang professional. Untuk itu semua perlu

mendatangkan pelatih yang berkualitas pula, seperti pelatih yang memiiki reputasi

nasional maupun internasional, serta memiliki pengurus yang berkompeten dalam

bidang ini. Tidak hanya itu, dari segi penjadwalan latihan, pengaturan nutrisi

makanan, dan lain-lain yang berkaitan dengan sepakbola professional juga menjadi

harga mati untuk mendirikan sebuah akademi yang professional dan sesuai

(33)

WILLY ARDILES SINAGA 38 2. Sistem Perekrutan Pemain

Akademi ini membidik anak-anak mulai berusia 12-19 tahun, dimana dalam

periode usia itu merupakan masa emas pematangan anak. Menurut Youth Academy

Real Madrid, periode usia anak di bagi menjadi 5 kelompok, yaitu; • Under10 -“age of fun

Under12 -“age of technique” • Under14– “age of understanding

Under16– “age of competitive match play” • Under19– “age of professional preparation

Under 10 tidak termasuk dalam target akademi ini mengingat akademi ini

bersifat serius dan sudah menjurus kedalam profesi sepakbola. Akademi ini tidak

mengajarkan hal-hal mendasar dari nol, mereka yang masuk dalam akademi ini

minimal sudah bisa melakukan teknik-teknik dasar.

Selain itu juga membidik anak-anak berusia 15-19 tahun yang sudah lepas dari

sekolah sepakbola (SSB) tapi banyak tidak tertampung di klub. Padahal kemampuan

mereka harus terus diasah untuk menjadi pemain berkualitas.

3. Jalur Pendaftaran

Sistem perekrutan calon atlet yang melalui jalur pendaftaran hatus melalui

tahap seleksi yang diatur oleh pengurus. Seleksi awal untuk para siswa yang akan

dibina meliputi faktor umur, postur tubuh, bakat, kemampuan intelektual,

keseimbangan psikologisnya, kemampuan teknik dasar, serta sampai sejauh mana

dukungan yang diperoleh dari orang tua. Bila lolos seleksi awal, maka para calon

atlet ini sudah bisa diputuskan untuk mengikuti kegiatan pelatihan di akademi ini. • Jalur Pemandu Bakat

Jalur lain untuk merekrut siswa yaitu melalui pemandu bakat. Pemandu

bakat ini mencari, menyeleksi secara tidak langsung, dan menawarkan

calon siswanya yang dipandang sudah pantas untuk mengenyam

pembinaan di akademi ini. Dimana seleksi secara tidak langsung ini

merupakan pengamatan pemandu bakat dari berbagai tempat penyaluran

(34)

WILLY ARDILES SINAGA 39 Mereka yang terpilih itu menjalani tes seleksi masuk yang dijelaskan di

atas, tetapi mereka ini lebih di prioritaskan untuk bergabung di akademi

ini.

• Peraturan Lama Pelatihan

Untuk setiap tahunnya akan dilakukan seleksi kelanjutan, seperti dalam

hal kemampuan bermain. Apabila kemampuan individu dari siswa

bersangkutan tidak meningkat, maka dengan berat hati akademi ini akan

memulangkannya. Hal diatas dilakukan mengingatkan akademi ini

memberlakukan sistem promosi-degradasi dalam tahapan pelatihan para

siswanya, Sistem demikian dianut oleh akademi ini, karena untuk

meningkatkan iklim kompetitif dikalangan siswa bisa diberi kesempatan

untuk memperbaiki diri ataupun mengembangkan karirnya dibidang lain.

Sedangkan mengenai pemulangan siswa, akademi ini juga telah

menetapkan klausalnya secara tertulis, sehingga setiap orang tua siswa di

akademi ini juga akan mengetahui hal tersebut dari awal.

Jika waktu pelatihan bagi para siswanya sudah berakhir (faktor umum),

dan atau kemampuan siswa dianggap telah mampu bersaing ditingkat

senior, maka siswa yang bersangkutan akan di promosikan kepada klub

profesional yang tertarik untuk merekrut siswa tersebut, Atau jika

sebelum waktunya meninggalkan akademi tiba dan ada klub lain

merekrutnya, maka siswa yang bersangkutan memiliki hak untuk tetap

tinggal di akademi atau masuk dalam klub yang bersangkutan.

4. Pengaturan Finansial

Akademi ini merupakan hasil kerjasama dari pihak swasta dan beberapa

perusahaan yang mau menjadi sponsor dan berada dibawah naungan Liverpool FC.

Proyek ini tidak komersil secara langsung, tetapi lebih kepada inviestasi. Selain dari

sponsor, profit income juga bisa didapat dari memenangkan tunamen. Maupun hasil

dari penjualan pemain kepada klub klub yang tertarik. Bisa dikatakan ini bersifat

(35)

WILLY ARDILES SINAGA 40 5. Biaya Pemain

Ada beberapa baiaya yang harus ditanggung untuk berlatih di akademi ini.

Yang pertama adalah biaya masuk setelah lolos dari ujian masuk, ini sudah

termasuk pada seragam dan biaya registrasi awal. Yang kedua adalah biaya bulanan.

Biaya ini sudah termasuk biaya pelatih, peralatan berlatih, transportasi, sekolah,

tutorial, entertain, pembicara, seminar, akomodasi, dan makanan.

Biaya ini diperuntukkan bagi calon siswa yang masuk leawat jalur

pendafataran saja. Bagi calon siswa yang merupakan hasil penyaringan pemandu

bakat tidak dikenakan biaya, bagitu pua bagi calon siswa yang perekonomiannya

tidak mampu tetapi memiliki bakat serta lulus dari ujian seleksi masuk. Biaya ini

akan langsung ditanggung sepenuhnya oleh akademi.

6. Kegiatan

Kegiatan yang terjadi didalam proyek ini yang paling utama adalah

pembinaan sepakbola, dimana setiap anak-anak terpilih dilatih berdasarkan umur.

Setiap kelompok yang berlatih diberi jadwal yang berbeda. Tetapi tidak berhenti

pada pembinaan dalam sepakbolanya saja, Pola kegiatan akademi ini

diorganisasikan seperti asrama, diamana semuanya telah terjadwal dan diterapkan

seperti militer. Siswa yang mengenyam pendidikan di akademi ini wajib mengikuti

jadwal-jadwal yang telah diatur oleh pengurus akademi. Selain wajib mengikuti

jadwal tersebut, siswa juga harus mengikuti porsi latihan yang telah di berikan oleh

masing-masing pelatih. Semua ini di lakukan agar tujuan dari akademiini tercapai,

yaitu menciptakan atlet sepakbola yang tangguh dan professional.

Akademi ini juga melakukan eksibisi-eksibisi serta mengikuti

turnamen-turnamen yang ada. Selain dijadikan ajang untuk mendapatkan gengsi dengan

menjuarai turnamen, ajang ini lebih difungsikan sebagai alat penunjang untuk

meningkatkan potensi dan pengalaman bertanding, mengingat tujuan utama dari

proyek ini bukan untuk membentuk suatu tim, melainkan menciptkan individual

pemainyang berkualitas.

Dalam akademi ini juga diberikan pendidikan akademik, yaitu seperti

(36)

WILLY ARDILES SINAGA 41 mengikuti kurikulum pada umumnya, tetapi sesuaikan dengan kurikulum akademi

sepakbola.

a.Kegiatan Pelatihan Sepakbola

Kegiatan utama yang ada di akademi ini tentunya adalah pelatihan

sepakbola. Uraian kegiatan pelatihan ini terdapat pada point kurikulum.

b.Kegiatan Pendukung

Kegiatan pelatihan tentuanya tidak dapat berjalan jika tidak ada kegiatan

lain yang menjadi pendukung pelatihan ini. Berikut adalah peran

pendukung yang memiliki kegiatan sendiri. •Pengelola

•Keamanan •Kesehatan •Pengawas •Kebersihan •Pers

•Pengunjung •Pelatih

Pelatih memiliki peranan penting dalam membentuk keempat hal tersebut

ke dalam pemain muda agar menjadi atlet sepakbola yang profesional yang

berbakat. Untuk itu diperlakukan pelatih-pelatih yang berkualitas. Adapun

syarat-syarat yang diperlakukan untuk melatih akademi ini adalah: •Memiliki sertifikat pelatih untuk anak-anak dari FIFA. •Memiliki spesifikasi,GK,teknik,defense,dan lain-lain.

•Merupakan mantan pemain profesional yang memiliki lisensi kepelatihan.

•Merupakan pelatih langsung dari Liverpool Academy.

2.3.2 Fungsi Bangunan

(37)

WILLY ARDILES SINAGA 42 Merupakan fasilitas pengetahuan akan perkembangan sepakbola serta

prestasi-prestasi yang telah diperoleh akademi tersebut ,dan

Amphitheatreuntuk menikmati visual sejarah pelatihan & pertandingan. •Fasilitas Akomodasi

Merupakan fasilitas bagi pengunjung untuk istirahat, makan dan minum. •Fasilitas Tribun

Di sini terdapat tribun penonton ,dimana apabila pengunjung ingin turut

serta dalam menyaksikan laga pertandingan antar akademi sepakbola

junior.

•Fasilitas Pengelola

Merupakan fasilitas bagi pengelola di kawasan Akademi Sepakbola

Internasional Liverpool FC Medan ini yang merupakan desain

bangunan yang ekologis. •Fasilitas Pendidikan & Asrama

Asrama dan Sarana pelatihan merupakan hal terpenting dalam

perencanaan ini serta penataan yang menarik agar para siswa dapat lebih

sehat dan dalam kondisi selalu prima. •Fasilitas Transportasi

Selain itu, wisatawan domestik dan mancanegara juga dapat berkunjung

ke Akademi SepakBola PSDS ini dengan mengakses dari 2 jalur :

a.Jalur Udara, selain dari jalur darat para pengunjung domestic

dan internasional juga dapat menggunakan jasa helicopter

komersial. Karena di kawasan Akademi Sepakola Internasional

Liverpool FC Medan ini juga disediakan helipad bagi para

pengunjung yang ingin datang lewat jalur udara. Untuk

penggunaan jasa helicopter komersial ini, pengunjung dapat

menyewanya secara pribadi untuk pencapaian ke kawasan

Akademi SepakBola Internasional Liverpool FC Medan ini

lewat jalur udara yang sangat menarik, efisien dan hemat waktu,

(38)

WILLY ARDILES SINAGA 43 Udara TNI AU yang letaknya hanya berjarak kurang lebih 10

km dari Akademi Sepak Bola Internasional Liverpool FC Medan

ini. Pengunjung yang datang menggunakan jasa pesawat

komersial mendarat di Bandara Udara TNI AU dapat langsung

menyewa jasa helikopter komersial yang tersedia di terminal

service airport ini dengan tujuan khusus ke Kawasan Akademi

Sepak Bola Internasional Liverpool FC Medan ini. Selain itu

juga untuk kepentingan para pejabat Negara, pejabat daerah,

pengurus dari Liverpool FC ataupun orang penting yang ingin

datang ke kawasan Akademi Sepakbola Internasional Liverpool

FC Medan ini dengan cepat, private, dan tentunya bebas dari

bahaya kemacetan dapat memanfaatkan jasa helikopter

komersial ini secara maksimal.

b.Jalur Darat,untuk jalur darat ini dapat dibagi ke dalam 2 metoda

pencapaian yang dapat di pilih oleh para pengunjung yang ingin

datang ke kawasan Akademi SepakBola PSDS ini. Metoda –

metoda pencapaian itu adalah sebagai berikut : •Jasa Bus Komersial

Pengunjung yang ingin berkunjung ke kawasan Akademi

Sepakbola Internasional Liverpool FC Medan ini dengan

memanfaatkan jalur darat dapat memanfaatkan jasa bus

komersial sebagai salah satu alternative pencapaiannya.

Jasa bus komersial ini tersedia di terminal – terminal bus

seperti Terminal Amplas, sehingga para pengunjung yang

datang ke kawasan Akademi Sepakbola Internasional

Liverpool FC Medan dengan menggunakan jasa bus akan

dengan mudah mengakses langsung ke kawasan Akademi

Sepakbola Internasional Liverpool FC Medan ini dengan

langsung ke loket penjualan tiket untuk membeli ticket

untuk melanjutkan perjalanan langsung ke kawasan

(39)

WILLY ARDILES SINAGA 44 Kemudian di dalam site kawasan Akademi Sepakbola

Internasional Liverpool FC Medan ini juga tersedia

terminal bus khusus untuk penumpang yang ingin

berkunjung ke Akademi Sepakbola Internasional Liverpool

FC Medan ini.

•Jasa Kendaraan Sewa (Taxi)

Pengunjung yang ingin berkunjung ke Akademi Sepakbola

Internasional Liverpool FC Medan ini dengan

memanfaatkan jalur darat dapat memanfaatkan kendaraan

sewa (Taxi).

•FASILITAS SOUVENIR SHOP

Fasilitas yang akan menyediakan berbagai macam pernik cinderamata

yang unik dan khas dari Akademi Sepakbola Internasional Liverpool FC

ini. Sehingga kebutuhan pengunjung akan adanya gifts yang akan

membuat para pengunjung terkenang akan pengalamannya selama

Berada di Akademi Sepakbola Internasional Liverpool FC Medan ini

dan berencana untuk dapat kembali lagi ke kawasan Akademi

(40)

WILLY ARDILES SINAGA 45 2.4 STUDI BANDING PROYEK SEJENIS

2.4.1 Elite Football Academy

Gambar.2.2. Fasilitas di Elite Football Academy Sumber: www.elitefootballuk.com

(41)

WILLY ARDILES SINAGA 46 Akademi sepak bola ini memilki keunggulan dalam hal fasilitas yang

ditawarkan yakni menyesuaikan kebutuhan standar internasional. Beberapa fasilitas

pendukung yang ditawarkan:

Memiliki 3 Lapangan berukuran 60m x 110m yang dilengkapi dengan

sprinkler otomatis dan lampu penerangan lapangan untuk malam hari

1. Bangunan: •Ruang Gym

•Blok penginapan (Pelatih /pengunjung) dan pemain yang terpisah, dilngkapi fasilitas AC, kamar mandi, ruang tv,ruang psikis

2. Ruang luar:

•Ruang ganti pemain (home/away) dengan toilet dan shower •Ruang pelatih

•Ruang servis/pelayan •Ruang penyimpanan •Ruang keamanan •Ruang genset

•Gudang perlengkapan dan tangki air 3. Transportasi:

•Mobil angkutan pemain dan roda dua

Konsep yang diterapkan pada fasilitas sekolah sepak bola ini adalah area sepak

bola hijau. Bangunan gedung utama dirancang terletak dibawah tanah yang

bertujuan agar bidang dalam ruangan yang diterangi oleh cahaya alami tidak

menyilaukan para pemain yang sedang bermain ketika orientasi bangunan

menghadap utara yang menghadap ke jendela. Ruang ganti juga diterangi oleh

cahaya matahari, menciptakan suasana yang alami, dan memiliki akses langsung ke

bidang luar. Dengan bentuk atap yang menjorok yang memiliki fungsi tempat

penampungan air hujan sehingga dapat dipakai untuk menyiram rumput lapangan

sepak bola seluas 2.500 meter persegi dan dapat mengisi tangki dengan 120.000 liter

air. Untuk rumput yang dipakai dalam lapangan sepak bola menggunakan jenis

(42)

WILLY ARDILES SINAGA 47 2.4.2 Manchester City Academy

Di Tahun 2012 ini telah berdiri Kompleks Akademi

Olahraga Sepak BolaTerbesar dan terluas di inggris ialah

milik Club Ternama Manchester City, dimana dengan Luas

Area 32 Hektar berdiri Stadiun megah Etihad, serta sarana

pusat pelatihan seperti Ruang kelas, Asrama, Museum, dan

serta Lapangan bola yang berstandart Internasional serta

dilengkapi pula fasilitas pendukung yang bertaraf bintang lima.

(43)

WILLY ARDILES SINAGA 48 Adapun beberapa fasilitas pendukung yang ditawarkan club ini ialah sebagai

berikut deskripsinya:

(44)

WILLY ARDILES SINAGA 49

(45)

WILLY ARDILES SINAGA 50

(46)

WILLY ARDILES SINAGA 51 Moda Transportasi Para Pemain Manchester City

(47)

WILLY ARDILES SINAGA 52 2.4.3 Real Madrid Academy

Realmadrid merupakan termasuk Club terkaya dimana

telah banyak menjuarai turnament-turnament baik di liga spanyol

maupun turnament piala dunia antar klub bukan hanya dari

turnament namun dari segi periklanan , Hak siar dan sponsor

juga dapat menghasilkan pendapatan yang luar biasa . Saat ini

memasuki usia 110 tahunnya madrid bercita-cita menciptakan

suatu kawasan kota olahraga di daratan Spanyol dimana semua

fasilitas Mewah terdapat di dalamnya mulai dari Akademi SepakBola Madrid,

Hotel, Stadiun, Museum, GedungPerkantoran, Restaurant, Apartement, dll. Yang di

prediksi akan rampung pada kuartal ketiga tahun 2020.

Dalam perekrutan pemain mudanya realmadrid tidak hanya di seputaran kota

madrid (spanyol) saja. Dimulai Tahun 2004 madrid secara terang terangan telah

(48)

WILLY ARDILES SINAGA 53 mendirikan foudation yang di dalamnya untuk menyekolahkan anak-anak usia dini

yang berkompeten dalam bidang olahraga tetapi dalam kondisi ekonomi terbatas

namun tidak tertutup bagi yang ingin juga merasakan nuansa dan bergabung dalam

kepelatihan klub ternama di dunia ini.

Akhir tahun 2012 ini saja klub Realmadrid ini sudah Expansi ke & wilayah

kota besar di Indonesia,antara lain: Nanggroe Aceh Darusalam, Yoogyakarta,

Sidoarjo, Samarinda, Banjar baru, Makasar, Jayapura.

Beberapa fasilitas yang dimiliki oleh Akademi Real Madrid di

Spanyol,sebagai berikut:

Gambar.2.9. Dream City Real Madrid,madrid, spain Sumber: www.realmadrid.com

(49)

WILLY ARDILES SINAGA 54

Gambar.2.14. Latihan Bersama Castilla Pro dan Castilla Junior, spain Sumber: www.realmadrid.com

Gambar.2.12: U-17 Akademi Realmadrid, spain

Gambar.2.11: Ground Plan kompleks Akademi Realmadrid,

(50)

WILLY ARDILES SINAGA 55

Gambar.2.15: Program Latihan Fisik Akademi Real Madrid, spain

Gambar.2.16: U-19 Akademi Realmadrid, spain

Gambar.2.17: Ruang Rapat , spain Gambar.2.18: Ruang Konfrensi Pers , spain

(51)

WILLY ARDILES SINAGA 56 Beberapa pembagian area pada kompleks akademi Sepakbola Real Madrid

• Profesional Area (area profesional)

Area ini merupakan kediaman para pemain sudah masuk tahapan profesional yang dilengkapi sarana kebugaran dan lapangan- lapangan tempat berlatih. Lahan yang memungkinkan para pemain profesional berlatih dan menjaga kebugarannya dengan maksimal.

• Lower teams area (Area Cantera)

Kediaman para pemain reservers dan pemain junior yang juga dilengkapi beberapa latihan lapangan.

• Social Area (Area Social)

Menampung anggota dewan management madrid. Dilengkapi kantor, Sebuah Lapangan sepak bola dan kolam renang. Semua dirancang demi kenyamanan para eksekutif madrid.

• Equipment Area (Area Equipamientos)

Kantor para staf teknis. Termasuk pelatih, asisten pelatih, pelatih fisik, tim medis. Juga berdiri pusat medis.

• Theme Park (Parque Tematico)

Area ini diharapkan bakal dikunjungi oleh jutaan suporter dan para simpatisan madrid. Disini juga tersedia pusat-pusat pertunjukan dan lahan parkir yang luas.

Jadi pada kasus ini terlihat bahwa untuk menghasilkan pemain yang baik butuh sarana prasarana yang lengkap. Ini terlihat dari pembagian zoning dan sarana yang di buat.

Gambar.2.19: Ruang Prestasi (museum) Akademi Realmadrid , spain

(52)

WILLY ARDILES SINAGA 57 2.5 FONDASI PROGRAM PEMBINAAN YANG BERKUALITAS

1. Fasilitas & Faktor Pendukung Lapangan Yang Memadai

Lapangan paling tidak harus rata (berdebu tidak masalah asal rata). Jika di desa

Anda hanya ada lapangan kecil, bentuklah tim U12, U10 atau U8, dan bermainlah 5

vs 5 atau 7 vs 7. Pemain berusia 12 tahun keatas harus bermain di lapangan besar

sesuai standar FIFA. • Pengetahuan Gizi

Gambar.2.20: Pesawat Klub Akademi Realmadrid , spain

Gambar.2.21: Bus Klub Akademi Realmadrid , spain

(53)

WILLY ARDILES SINAGA 58 Orang tua dan pemain memiliki pengetahuan akan gizi dan disiplin dalam

mengkonsumsimakanan dan minuman yang membantu perkembangan fisik

pemain.

Dukungan Penuh Orang Tua

Kegiatan anak harus diketahui dan direstui oleh orang tua masing-masing.

Dukungan penuh tidak berarti tekanan. Biarkan pemain berkembang dengan

nyaman; didukung tapi tidak ditekan. •Liga Dan Turnamen Yang Tertata Rapi

Liga dan turnamen SSB dalam lingkup PENGCAB (Pengurus Cabang)

perlu dilaksanakan sesering mungkin. Agar tidak tergantung pada

PENCAB, bentuklah sebuah asosiasi SSB di daerah anda atau bergabunglah

secara gratis dengan asosiasi SSB Pusat (ASSBI). Lihat di

www.ssbindonesia.com. Prinsip kunci adalah bertindaklah secara pro aktif. •Jumlah Pemain Atau Grup Yang Dibatasi

Peserta latihan yang terlalu banyak tidak efektif dan sulit untuk diawasi

secara individu. •Banyak Bola!

Penting tersedia satu bola untuk setiap pemain. •Cones

Sediakanconesberagam warna guna efisiensi latihan. •Kostum dan Rompi

Kostum dan rompi latihan beragam warna harus tersedia guna efisiensi

latihan.

Peralatan Bantu Lainnya

Tersedia pula tangga koordinasi, 2-4 gawang kecil, beberapa barbel (2-5

kg), gawang-gawang pendek untuk rintangan serta tiang-tiang plastik.

2. Faktor Pembina (Pelatih)

a. Kualitas

(54)

WILLY ARDILES SINAGA 59 •Sering/banyak ikut pelatihan atau seminar lebih baik, mau belajar (melalui

buku, internet, dll).

•Memiliki semangat, jeli dalam melakukan pembenaran pada pemain. b. Kuantitas

•Pembina yang berkualitas harus banyak, PSSI Pusat dan pengurus propinsi, mutlak perlu mengadakan kursus-kursus dan seminar kepelatihan. Coach

Bert Pentury saat ini tengah melakukan tour ke semua provinsi guna

melatih pelatih khusus usia dini/grassroot(U5 - U12).

c. Teladan

Seorang pelatih mutlak harus menjadi teladan baik dalam perkataan dan

tingkah laku : tidak suka omong kotor, tepat waktu, bisa menjaga emosi, tidak

melakukan pencurian umur,dll.

d. Motivator

•Bukan pencela atau pemaki. Sering dan terus menerus memberikan semangat dengan

•Perkataan dan bahasa tubuh yang positif.

e. Mengutamakan Pendidikan Formal

Perlu memahamikonsep “Student athlete”; seorang pemain adalah seorang

murid sekolah, baru kemudian menjadi atlit. Dengan kata lain, sekolah harus

diutamakan oleh pemain, pelatih dan orang tua.S

f. Dapat Mengelompokkan Kualitas Masing-Masing Pemain

Pelatih sangat bergantung kepada pemain. Pelatih harus bisa melihat potensi

pemain misalnya dengan latihan atau pergantian posisi. Yang diperhatikan

adalah : Teknik, Speed dengan bola, Speed tanpa bola, Visi, Penempatan

posisi, Karakter atau Mental. Karakter perlu diperhatikan karena karakter

adalah faktor penentu kesuksesan pemain itu sendiri sekaligus berpengaruh

pada kebersamaan tim.

g. Berjiwa Pemimpin

Kualitas pelatih sebagai pemimpin sangat berpengaruh pada respek pemain

Gambar

Tabel 2.1. Hasil Kejuaraan PON: Bidang Olahraga Sepak Bola
Tabel 2.2. Hasil Kejuaraan PSSI 1951-1990

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan Tugas Perencanaan Unit Pengolahan Pangan ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Sarjana Strata-1, Program Studi Teknologi Pangan,

(3) Perlindungan dan penyelamatan arsip sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh pencipta arsip bersama dengan Dinas yang membidangi

Selama melaksanakan PPL 2 di SD Gisikdrono 03 Kecamatan Semarang Barat , Saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Melalui kegiatan praktik mengajar secara

Gedung H, Kampus Sekaran-Gunungpati, Semarang 50229 Telepon: (024)

Rata-rata nilai hasil belajar matematika siswa pada materi aturan sinus dan aturan cosinus siswa kelas X R 5 SMA Negeri 1 Palu meningkat dari siklus I ke siklus II, dengan

Perencanaan pembelajaran dikembangkan berdasarkan hasil analisis dan refleksi pada tindakan siklus I. Rencana pembelajaran yang dibuat diupayakan agar dapat mengatasi

Pada masa pasca krisis ekonomi terdapat gejolak perbaikan saat periode tahun 1999 dengan sedikit kenaikan yang mencapai laju pertumbuhan 0,79 persen dengan nilai pertumbuhan

SEMSF{AR, PER,N.€ASAT"AH"{N OR6AHTS&'E PENG GA}.[G GU TUfrf tsUI{AN DAru FERAT{ PEBLINDIjNGAN T{-JMBUHAN DATAM PETqINGKATAN.. PEEOI}UKSI PERTANIAN DAN