Pengaruh Investasi di Bidang Kesehatan
dan Pendidikan terhadap Pendapatan
Nasional
Disusun oleh :
Wenseslaus Bima (2013 013 016) Francesco Agung S.N (2013 013 030)
Pendahuluan
Pertumbuhan ekonomi merupakan aspek penting bagi setiap negara. Setiap negara secara berkala mengamati pertumbuhan ekonominya dan dari hasil pengamatan ini akan diambil kebijakan-kebijakan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kenaikan pendapatan nasional dapat digunakan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional mengandung arti yang luas ditinjau dari sudut penerimaan. Kemajuan pembangunan ekonomi suatu negara dapat dilihat melalui pendapatan nasionalnya. Namun, untuk mengukur kemajuan pembangunan secara luas diperlukan indikator-indikator lain seperti tingkat kesehatan dan tingkat pendidikan yang baik secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi tingkat pendapatan nasional.
Pada tingkat internasional, negara-negara maju baik penduduk maupun negaranya mengeluarkan dana lebih banyak untuk hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan. Selain itu, masalah akses kepada fasilitas kesehatan dan pendidikan juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan.
Pada bidang kesehatan, Keterbatasan akses terhadap sumberdaya material dan sosial ini membentuk teori dasar yang disebut dengan teori “fundamental cause”. Teori ini menempatkan masyarakat miskin lebih menderita daripada masyarakat kaya dalam menghadapai mekanisme perubahan penyakit karena mereka tidak memiliki sesuatu yang dapat melindungi kesehatannya terhadap setiap ancaman yang mungkin timbul (Lynch, Davey-Smith, Harper, & Hillemiller, 2004). Karena tingkat kesehatan merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas, tingkat kesehatan sesorang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pendapatannya dimana tingkat pendapatan tersebut akan mempengaruhi tingkat pendapatan negara.
Sedangkan pada bidang pendidikan, ada 2 alasan mendasar yang dapat digunakan untuk mencari hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat pendapatan nasional suatu negara. Pertama, pendidikan menghasilkan sumber daya manusia yang dapat menunjang pembangunan. Kedua, pendidikan dapat meningkatkan produktivitas kerja seseorang, yang kemudian akan meningkatakan pendapatannya. Peningkatan pendapatan ini berpengaruh pula kepada pendapatan nasional negara yang bersangkutan (Ralph W. Tyler, 1902).
Literature Review
Penelitian tentang pengaruh tingkat kesehatan dan pendidikan dengan tingkat kemajuan pembangunan telah banyak dilakukan. Warr (2007)meneliti pertumbuhan ekonomi Thailand dalam jangka panjang. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa perbaikan di bidang indikator kesehatan dan pendidikan seperti tingkat usia harapan hidup, tingkat kematian ibu saat melahirkan, dan tingkat buta huruf telah meningkatkan tingkat pendapatan secara drastis sekaligus mengurangi kemiskinan.
Kesehatan seringkali dianggap sebagai “economic engine”. Paradigma ini memandang bahwa tingkat kesehatan yang semakin tinggi akan menuntun kepada pertumbuhan ekonomi. Seseorang dikatakan sehat apabila seseorang memiliki kondisi mental, fisik dan sosial yang baik. Berbagai macam studi telah membuktikan bahwa peningkatan kesehatan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik memlalui faktor mikro maupun makro
Pada tingkat mikro yaitu pada tingkat individual dan keluarga, kesehatan merupakan dasar bagi produktivitas tenaga kerja. Tenaga kerja yang sehat secara fisik dan mental akan menjadi lebih produktif dan menghasilkan pendapatan tinggi pula. Masalah kesehatan ini akan sangat berpengaruh dalam negara-negara berkembang yang kebanyakan industrinya berupa “Labor Intensive Firm” dimana tenaga kerja merupakan modal utama perusahaan untuk berproduksi.
Sedangkan pada tingkat makro, penduduk yang sehat merupakan indikator penting untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan pendapatan negara melalui produktivitas yang mereka hasilkan.
Pendidikan merupakan modal utama bagi seseorang untuk mendapatkan tingkat pendapatan yang lebih baik. Pendidikan memiliki manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan bagi mereka yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu. Pendidikan juga memiliki nilai balik berupa perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan yang akan diperoleh setelah lulus dan memasuki dunia kerja.
Gary Stanley Becker (1930) melalui penelitiannya bersama Jacob Mincer memnyimpulkan bahwa pendidikan adalah aset masyarakat. Pendidikan merupakan tambahan bagi “Human Capital” yang mencakup kompetensi, pengetahuan, atribut sosial dan kepribadian yang diwujudkan dalam kemampuan untuk melakukan kerja sehingga menghasilkan nilai ekonomi. Becker memandang waktu sebagai investasi utama dalam pendidikan. Waktu yang di investasikan untuk menempuh pendidikan inilah yang disebut para ekonom sebagai “opportunity cost”.
Methodology (Empirical Strategy) dan Data
Berdasarkan literature review dan konsep pemikiran diatas kami melihat bahwa investasi di bidang kesehatan dan pendidikan memiliki dampak positif bagi income suatu Negara. Untuk membuktikan dan menganalisis kebenaran dari pernyataan tersebut, kami memilih 1 variabel dependen yaitu “Adjusted Net National Income” dan 2 variabel independen yang digunakan sebagai indikator kesehatan dan pendidikan. 1. Adjusted net national income (current us$)
= variabel ini menjelaskan pendapatan Negara-negara di seluruh dunia pada tahun 2005-2010 dalam satuan us$.
2. Total Health Expenditure (% of GDP)
= variabel ini menjelaskan persentase pengeluaran dalam bidang kesehatan terhadap total GDP pada tahun 2005.
3. Total Public Spending on Education(% of GDP)
= variabel ini menjelaskan persentase pengeluaran pemerintah dalam bidang pendidikan terhadap total GDP pada tahun 2005.
Income Negara-negara didunia dijelaskan dengan menggunakan variabel “Adjusted Net National Income” yang merupakan variabel dependen. Pendekatan ini akan digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui bagaimana variabel-variabel independen mempengaruhi variabel dependen dari tahun ke tahun.
Model dari variabel-variabel diatas adalah:
NI= f(H,E)
Dimana:
NI= Adjusted Net National Income (current us$)2005-2010 H= Total Health Expenditure (% of GDP) 2005
E= Total Public Spending on Education (% of GDP) 2005
Masing-masing variabel independen akan diregresi secara terpisah terhadap variabel dependen dimana variabel-variabel dependen akan diubah-ubah tahunnya untuk melihat tingkat signifikansi variabel-variavel independen terhadap variabel dependen dari tahun ke tahun. Model persamaan regresinya akan menjadi seperti berikut:
1. lnNIt= β0 + β1 (lnHt)+ є
Persentase National Income dipengaruhi oleh Total Health Expenditure dan Total Public Spending on Education. Kedua variabel independen ini kemudian di regresi secara bersamaan terhadap variabel dependen untuk melihat tingkat signifikansinya jika di regresi secara bersamaan serta untuk mengetahui seberapa besar variasi variabel independen dalam mempengaruhi National Income. Model persamaan regresinya adalah sebagai berikut:
lnNIt= β0 + β1(lnHt)+ β2(lnEt) + є
Presentasi grafik, statistik dan ekonometrika
lnNIt= β0 + β1 (lnH2005)+ є
Coefficient 1,620437 1,553938 1,507564 1,588961 1,465605 1,565352 P-value 0,0028 0,0041 0,0051 0,0023 0,0051 0,0056 R2 0,041921 0,038214 0,036176 0,043397 0,036227 0,037951
Tabel 1: Total Health Expenditure and National Income
Koefisien dari Total Health Expenditure 2005 yang memiliki nilai positif dari tahun 2005-2010 membuktikan bahwa Total Health Expenditure 2005 memiliki pengaruh positif terhadap National Income 2005-2010. P-Value yang selalu memiliki nilai < α 5% menandakan bahwa Total Health Expenditure 2005 selalu berpengaruh signifikan terhadap National Income dari tahun 2005-2010.
Perbandingan antara kedua grafik tersebut menjadi:
Terlihat jelas bahwa ada kenaikan National Income yang cukup besar dan stabil pada tahun 2005 & 2010 sebagai akibat dari Health Expenditure 2005. Hal ini memperkuat interpretasi dari regresi diatas yang menyatakan bahwa Total Health Expenditure 2005 berpengaruh signifikan terhadap National Income 2005 & 2010.
18
Log Total Health Expenditure 2005 Log National Income 2005
Log National Income 2010
Health Expenditure 2005 and National Income (2005 & 2010)
18
Log Total Health Expenditure 2005
L
Total Health Expenditure 2005 and National Income 2005
18
Log Total Health Expenditure 2005
L
lnNIt= β0 + β1 (lnE2005)+ є
Tabel 2: Public Spending on Education and National Income
Koefisien yang memiliki nilai positif dari tahun 2005-2010 membuktikan bahwa Public Spending on Education memiliki pengaruh positif terhadap National Income 2005-2010. Namun, P-Value yang selalu memiliki nilai > α 5% menandakan bahwa Public Spending on Education 2005 tidak berpengaruh signifikan terhadap National Income dari tahun 2005-2010.
Log Public Spending on Education (% of GDP) 2005
L
Public Spending on Education 2005 and National Income 2010
18
Log Public Spending on Education (% of GDP) 2005
L
Public Spending on Education 2005 and National Income 2005
Variabel
Coefficient 0,804956 0,722568 0,726295 0,672620 0,598082 0,511678
P-value 0,2610 0,2781 0,3059 0,3397 0,3950 0,4810
Perbandingan antara kedua grafik tersebut menjadi:
Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa Public Spending on Education 2005 tidak berpengaruh signifikan dalam pertumbuhan National Income 2005 & 2010. Hal ini dibuktikan oleh tambahan kenaikan National Income yang berkurang pada tahun 2010.
Multiple Regression Model
18 20 22 24 26 28 30 32
-1 0 1 2 3
Log Public Spending on Education (% of GDP) 2005 Log National Income 2005
Log National Income 2010
lnNI2006= β0 + β1(lnH2005)+ β2(lnE2005) є
Untuk multiple regression model, kami mengambil National Income 2006 sebagai variabel dependen. Sementara untuk variabel independennya tetap menggunakan Total Health Expenditure (% of GDP) 2005 dan Total Public Spending on Education (% of GDP) 2005.
Tabel 3: Total Health Expenditure, Public Spending on Education and National Income
Setelah diregresi secara bersamaan, Total Health Expenditure 2005 tetap signifikan dalam mempengaruhi National Income 2006 (P-Value (0,043 < α 5%) sedangkan Public Spending on Education 2005 tidak berpengaruh signifikan dalam mempengaruhi National Income 2006 (P-Value (0,7416 > α 5%).
Adjusted R-Squared (R2): 0,063329 (6,33%) menunjukkan bahwa 6,33%
National Income 2006 dapat dijelaskan oleh Total Health Expenditure dan Public Spending on Education pada tahun 2005.
Kesimpulan
Dependent Variable: Log National Income 2006 Method: Least Squares
Date: 09/29/12 Time: 13:37 Sample (adjusted): 10 245
Included observations: 110 after adjustments
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
LogHEALTH 2.115092 0.724751 2.918370 0.0043
LogEDUCATION -0.254550 0.769882 -0.330636 0.7416
C 21.52850 1.407333 15.29737 0.0000
R-squared 0.080516 Mean dependent var 25.09341
Adjusted R-squared 0.063329 S.D. dependent var 2.807518
S.E. of regression 2.717166 Akaike info criterion 4.863950
Sum squared resid 789.9800 Schwarz criterion 4.937599
Log likelihood -264.5172 Hannan-Quinn criter. 4.893822
F-statistic 4.684777 Durbin-Watson stat 1.461005
Investasi di bidang kesehatan dan pendidikan merupakan indikator yang mempengaruhi pertumbuhan pendapatan nasional suatu negara. Segi kesehatan di konsepkan pada keadaan dimana seseorang memiliki kondisi mental, fisik dan sosial yang baik dan sisi pendidikan dikonsepkan pada tingkat pendidikan seseorang dan kualitas sumber daya manusia yang dapat digunakan untuk menghasilkan nilai ekonomi.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa investasi di bidang kesehatan akan langsung berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nasional dalam jangka waktu pendek. Hal ini disebabkan karena dengan meningkatnya kualitas kesehatan masyarakat, masyarakat akan menjadi lebih produktif dan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi pula. Hal ini khususnya terjadi di negara-negara berkembang dimana tenaga kerja menjadi modal utama perusahaan untuk beroperasi (Labor Intensive Firm)
Sedangkan investasi di bidang pendidikan memerlukan waktu lama untuk berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nasional suatu negara. Hal ini disebabkan karena pendidikan memerlukan waktu/proses bagi masyarakat yang menempuhnya untuk menyelesaikan proses pendidikan tersebut sebelum kemudian mengaplikasikannya didalam dunia kerja.
Pada dasarnya, investasi di bidang kesehatan dan pendidikan sama-sama penting untuk dilakukan karena keduanya memberikan pengaruh positif bagi pendapatan nasional. Kedua indikator ini pun memiliki korelasi satu sama lain. Masyarakat yang hanya sehat namun tidak berpendidikan tentu tingkat penghasilannya akan rendah karena tidak didukung keterampilan-keterampilan serta pengetahuan yang hanya dapat diperoleh dari pendidikan. Begitu juga sebaliknya, masyarakat yang berpendidikan tapi tingkat keshatannya rendah tidak akan dapat mengaplikasikan seluruh keterampilan dan pengetahuannya di dalam dunia kerja dengan maksimal. Oleh karena itu, investasi di bidang kesehatan dan pendidikan sangat penting untuk dilakukan secara bersamaan karena antara kesehatan dan pendidikan sendiri memiliki pengaruh positif satu sama lain.
Dari berbagai penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa investasi di bidang kesehatan dan pendidikan berpengaruh positif terhadap pendapatan nasional suatu negara. Perbedaan antara kedua macam investasi ini hanyalah bahwa investasi di bidang kesehatan akan berpengaruh signifikan dalam jangka pendek sedangkan investasi di bidang pendidikan memerlukan waktu yang lama untuk berpengaruh signifikan.
“The World Bank Data”: http://data.worldbank.org/
Atmawikarta, Arum. “Investasi Kesehatan Untuk Pembangunan Ekonomi” Bappenas
Syamsurijal. “Pengaruh Tingkat Kesehatan dan Pendidikan terhadap Tingkat Pertumbuhan Pendapatan Per Kapita di Sumatera Selatan” Journal of Economic and Development