• Tidak ada hasil yang ditemukan

Critical Review Model Penciptaan dan Pem

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Critical Review Model Penciptaan dan Pem"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Model Penciptaan dan Pemberdayaan

Kemandirian Ekonomi Rakyat Melalui UKM

(studi pada UKM Pengrajin di Kota Malang)

Evaluasi I

Tugas Individu

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

DIAZ

KUSUMAWARDANI

(2)

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Hakikat pembangunan adalah untuk mensejahterakan rakyat. Karena konsep

pembangunan mencakup berbagai bidang dalam kehidupan bermasyarakat yang

multidimensional dengan bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Membangun kesejahteraan

masyarakat bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidupnya, dengan

memahami bahwa pembangunan kesejahteraan harus menghasilkan kemajuan, berkonotasi dan

memandang jauh kedepan.

Di Indonesia, usaha mikro dan usaha kecil telah memberikan kontribusi yang signifikasn

terhadap perekonomian nasional. Implikasinya, program-program pembangunan, termasuk

Sentra Bisnis UKM dipertanyakan, karena yang dilakukan belum tentu sesuai dengan kebutuhan

nyata (real-needs) masyarakat lokal.

Di Indonesia, UMKM (usaha mikro) tergolong jenis usaha marginal yang antara lain

ditunjukkan oleh penggunaan teknologi yang relatif sederhana, tingkat modal dan kadang akses

terhadap kredit yang rendah, serta cenderung berorientasi pada pasar lokal. Studi-studi yang

dilakukan di beberapa Negara menunjukkan bahwa UMKM (usaha mikro) mempunyai peranan

yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja melalui penciptaan

lapangan pekerjaan, penyediaan barang dan jasa dengan harga murah, serta mengatasi masalah

kemiskinan. Disamping itu, UMKM (usaha mikro) juga merupakan salah satu komponen utama

pengembangan ekonomi lokal.

Dari hasil program dan keinginan masyarakat, saat ini usaha kecil dan menengah yang

ada di Kota Malang semakin meningkat baikd ari sisi kuantitas maupun kualitas. Dari

pertambahan UMKM yang ada di Kota Malang tidak luput dari kendala dan masalah yang

biasanya menyerang UMKM, shingga pengembangan UMKM menjadi lambat

perkembangannya. Hingga saat ini perkembangan dari UMKM maupun produk apa yang menjadi

unggulan serta bagaimana UMKM yangada bisa bertahan menghadapi persaingan global masih

belum diketahui.

Oleh karena itu, maka perlu dilakukan studi untuk mengetahui bagaimana perkembangan

Sentra Bisnis UKM yang ada di Kota Malang, faktor pendukung dan kendala-kendala

pengembangan UMKM saat ini dihadapi, keberhasilan usaha untuk merumuskan bentuk model

(3)

2

Penciptaan dan Pemberdayaan Kemandirian Ekonomi Rakyat Melalui UKM (studi pada UKM

Pengrajin di Kota Malang) akan menjadi acuan untuk mengkaji pada makalah ini.

Tinjauan Pustaka

Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan

Menengah (UMKM) :

1. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha

perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam

Undang-Undang ini.

2. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh

orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau

bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung

maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria

Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

3. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan

oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan

atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung

maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan

bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Dalam rangka pemberdayaan UMKM di Indonesia, Bank Indonesia (2011)

mengembangkan filosofi lima jari/ Five finger philosophy, maksudnya setiap jari mempunyai

peran masing-masing dan tidak dapat berdiri sendiri serta akan lebih kuat jika digunakan secara

bersamaan.

1. Jari jempol, mewakili peran lembaga keuangan yang berperan dalam intermediasi keuangan,

terutama untuk memberikan pinjaman/pembiayaan kepada nasabah mikro, kecil dan menengah

serta sebagai Agents of development (agen pembangunan).

2. Jari telunjuk, mewakili regulator yakni Pemerintah dan Bank Indonesia yang berperan dalam

Regulator sektor riil dan fiskal, Menerbitkan ijin-ijin usaha, Mensertifikasi tanah sehingga dapat

digunakan oleh UMKM sebagai agunan, menciptakan iklim yang kondusif dan sebagai sumber

pembiayaan.

3. Jari tengah, mewakili katalisator yang berperan dalam mendukung perbankan dan UMKM,

(4)

3

4. Jari manis, mewakili fasilitator yang berperan dalam mendampingi UMKM, khususnya usaha

mikro, membantu UMKM untuk memperoleh pembiayaan bank, membantu bank dalam hal

monitoring kredit dan konsultasi pengembangan UMKM.

5. Jari kelingking, mewakili UMKM yang berperan dalam pelaku usaha, pembayar pajak dan

pembukaan tenaga kerja

Metode Penelitian

Metode penelitian pada jurnal ini terdiri dari gabungan dari beberapa metode berikut :

a. Rancangan Penelitian

Kajian ini secara empiris meneliti tentang model pemberdayaan dan penciptaan

kemandirian ekonomi rakyat dan UKM khususnya pengrajin di Kota Malang. Kerangka

pemikiran yang digunakan adalah pendekatan ekonomi dan kelembagaan. Pendekatan

yang digunakan adalah pendekatan kualitatif terutama grounded research.

b. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan terhadap UMKM khususnya pengrajin yang ada di Kota Malang.

c. Jenjis Data

Jenis data dalam penelitian merupakan data primer dan data sekunder yang berupa

Karakteristik oriduk UMKM industry kerjainan di Kota Malang, karakteristik pasar UMKM,

daya dukung sumber daya lokal daerah UMKM, model pemberdayaan dan penciptaan

kemandirian ekonomi rakyat dan UMKM.

d. Metode Penarikan Sampel

Teknik pengambilan sampel dibagi dalam tiga tahap yang pertama pengambilan sampel

daerah yang kedua menentukan UMKM yang dipilih sebagai objek penelitian, yang

terakhir adalah penentuan kriteria sampel berdasarkan tujuan atau pertimbangan tertentu.

e. Metode Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Kuesioner, wawancara dan

dokumentasi karena data yang digunakan tergolong data sekunder.

f. Metode Analisis Data

Meode yang dugunakan adalah kajian deskriptif yaitu metode kajian yang meneliti suatu

keadaan dengan tujuan membuat deskripsi dan gambaran secara sistematis, faktual, dan

akurat mengenai fakta-fakta di lapangan pengkajian serta hunungan antar fenomena yang

diselidiki. Berdasar pada masalah dan tujuan penelitian analisis dilakukan dengan teknik

(5)

4

lain profil usaha, tingkat keberhasilan serta karakteristik pemilik UMKM kususnya

pengrajin di Kota Malang.

Ringkasan dan Kajian

Review

Perkembangan UMKN di Kota Malang, secara umum meningkatkan pertumbuhan

ekonomi dan menyerap tenaga kerja untuk memasuki wilayah UMKM. Kondisi tersebut

sebagian dari potensi yang dimiliki oleh UMKM. Walaupun secara ekonomi UMKM memiliki

kontribusi yang nyata bagi ekonomi keluarga tidak berarti UMKM berjalan mulus, berbagai

permasalahan juga banyak dihadapi oleh UMKM dalam menjalankan usahanya. Beragamnya

permasalahan UMKM secara eksternal tidak terlepas dari berbagai masalah yang sedang melilit

perekonomian kita secara makro dan masih lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam

pengembangan UMKM yang sebatas program, tanpa keberlanjutan yang nantinya dapat

(6)

5

Berdasarkan konsep desain pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan ekonomi

masyarakat, maka bagian-bagian yang harus menjadi perhatian penting dan selalu menjadi

pijakan dalam melaksanakan kegiatan antara lain :

Pertama, masukan dalam rangka pengembangan ekonomi lokal, maka hal yang menjadi

dasar sekaligus masukan adalah potensi dan kelemahan yang dimiliki masing-masing wilayah.

Kedua, perencanaan dalam rangka pengembangan ekonomi lokal, maka dibutuhkan

institusi/kelembagaan yang diharapkan menjadi inisiator/perencana program pengembangan

ekonomi lokal. Ketiga, program intervensi dalam rangka percepatan pemngembangan ekonomi

lokal maka diperlukan program intervensi yang diharapkan dapat memacu tumbuh dan

berkembangnya aktivitas ekonomi berbasis lokal (UMKM). Keempat, metode kegiatan

dibutuhkan strategi intervensi dalam rangka pengembangan ekonomi lokal (UMKM). Terakhir

adalah keluaran. Keluaran yang diharapkan dari pengembangan ekonomi lokal (UMKM) antara

lain produk unggulan wilayah bernilai ekonomi tinggi, jaringan pemasaran produk, tumbuhnya

usaha mikro yang handal, manajemen pengelolaan usaha yang baik, dan pertumbuhan

ekonomi wilayah.

Dalam hal pemberdayaan ekonomi masyrakat, faktor kunci yang harus dilakukan yakni

bagaimana menumbuhkembangkan kegiatan ekonomi masyarakat (UMKM). Langkah konkrit

yang namoaknya perlu dilakukan antara lain dengan pelatihan dan pendampingan masyarakat

dalam menciptakan atau mengelola usaha ekonomi di pedesaan, memikirkan bentuk-benruk

Kemitraan Usaha bagi usaha ekonomi, memfasilitasi akses permodalan usaha, penggunaan

teknologi tepat guna dan peningkatan kualitas.

Berdasarkan detail model pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan ekonomi

masyarakat melalui pengusaha mikro (UMKM), maka tahapan Pengembangan Ekonomi LOkal

terbagi dalam 4 tahap. Setiap tahapan merupakan bagian program yang harus diselesaikan

dengan baik dan utuh, sehingga menjadi daswar bagi tahapan selanjutnya. Keempat tahap

tersebut adalah :

1. Tahap Perencanaan

Pada tahap perencanaan terdiri dari identifikasi prioritas kegiatan ekonomi yang memiliki

daya saing, identifikasi prioritas dalam menciptakan lingkungan usaha yang kondusif,

perumusan recana pengembangan ekonomi kawasa, dan penyusunan pedoman umum

dan petunjuk teknis operasional.

2. Tahap Pelaksanaan dan Penguatan

Tahap ini terdiri dari sosialisasi program di tingka Kabupaten, musyawarah Desa

(7)

6

dan mendampingi masyarakat, membentuk kemitraan stakeholders, mempromosikan

klaster, penguatan kelembagaan pengelola pengembangan ekonomi lokal.

3. Tahap Pemandirian

Tahap ini adalah tindak lanjut dari tahap pelaksanaan dan penguatan yang bertujuan

untuk mendorong kinerja kelembagaan ekonomi masyarakat agar dapat menjalankan

kegiatan pengembangan ekonomi kawasan denganmemanfaatkan sumber daya yang

dimiliki secara optimal. Tahap pemandirian difokuskan pada pengembangan SDM,

modal usaha dan jaringan pemasaran produk.

4. Pengendalian Program

Pengendalian program dilaksanakan untuk memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai

dengan prinsip, sistem dan prosedur yang telah ditetapkan, berhasil secara optimal, dan

mempunyai dampak yang cukup strategis. Pengendalian program meliputi pelaporan,

pengawasan publik, monitoring dan evaluasi.

5. Pendampingan

Dilaksanakan untuk memfasilitasi pengelolaan program sehingga dapat berjalan secara

(8)

7

Dengan tujuan, keluaran, prinsip pendekatan dan tahapan yang telah disebutkan,

Pengembangan Ekonomi Lokal masih memerlukan beberapa hal berikut ini agar bisa diterapkan

dengan baik,

1. Komitmen yang kuat dari bupati /walikota dan pemimpin pemerintahan dan usaha di

tingkat lokal

2. Semangat dan upaya yang keras dari pemerintah dan bisnis dalam menerapkannya

3. Kemauan stakeholders untuk membentuk kemitraan dan menyerahkan sepenuhnya

waktu dan upaya yang tersedia

4. Adanya Participatory Planning Advisor (PPA) untuk mengkoordinir kegiatan dan

mendukung kemitraan stakeholders

5. Adanya professional atau tenaga ahli selaku pendamping dalam bidang pengembangan

ekonomi lokal dalam mendampingi stakeholders dan memfasilitasi proses

6. Adanya dukungan dana untuk kegiatan kemitraan stakeholders berikut dana untuk

merekrut PPA dan professional yang dibutuhkan.

Critical Review

Konsep pembangunan kesejahteraan merupakan suatu proses yang melibatkan

perubahan-perubahanbesar dalam struktur sosial, sikap masyarakat, dan kelembagaan

nasional, seperti halnya percepatan pertumbuhan ekonomi, pengurangan ketidakmerataandan

pemberatasan kemiskinan. Karena itu untuk pembangunan masyarakat yang sejahtera

diperlukan pemahaman secara keseluruhan agar didalam praktiknya tidak hanya sebatas

aktivitas dan hanya untuk kepentingan ekonomi.

Adanya UMKM (usaha mikro) dapat membantu dalam pengembangan ekonomi lokal.

Pada saat ini UMKM masih tergolong jenis usaha yang marginal hal ini tampak dalam

penggunaan teknologi yang masih sederhana dan cenderung berorientasi pada pasar-pasar

lokal. Potensi ekonomi lokal memiliki peran cukup tinggi dalam perekonomian daerah, terutama

dalam penyediaan lapangan kerja.Perkembangan potensi ekonomi lokal akhir-akhir ini cukup

memprihatinkan terlebih dengan masuknya berbagai produk impor yang merupakan hasil usaha

menengah luar negeri. Kondisi demikian akan memperlemah posisi sektor perekonomian lokal.

Industri ekonomi lokal dapat diterapkan melalui Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),

(9)

8

Upaya untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, harus memperhatikan adanya

kerjasama/kemitraan antar semua komponen, baik pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat

untuk membuat suatu model jalinan kemitraan yang baik antar sektor ekonomi dengan pihak

lain yang terkait dalam manajemen mata rantai. Dengan adanya kerjasama yang baik dan

terintegrasi dapat memajukan sistem perekonomian di Kota Malang. Dipermudahnya

penyediaan modal juga mempengaruhi bahan baku yang akan dibeli jika modal besar maka

bahan baku yang digunakan juga dengan skala yang besar begitu sebaliknya.

Faktor lainnya adalah penyerapan tenaga kerja yang banyak. Didalam penyerapan

tenaga kerja harus diimbangi dengan kemampuan tenaga kerja yang akan digunakan agar tidak

terjadi kesalahan dalam aplikasi nya sehingga tidak membuang waktu untuk penyesuaian.

Perlu adanya pendampingan dari pihak-pihak terkait agar dalam menjalankan program

dapat berjalan dengan optimal sesuai dengan mechanism, sistem dan prosedur yang ada.

Sehingga pengembangan UMKM akan semakin cepat.

Secara keseluruhan metode atau teknik yang digunakan untuk mencari data, mengambil

sampel dan menganalisa sudah tepat. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder

melalui kuesioner dan wawancara. Menganalisis dengan menggunakan analisis deskriptif

dimana penelitian yang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi

pada saat sekarang.

Lesson Learned

 UMKM (usaha mikro) mempunyai peranan yang cukup besar bagi pertumbuhan

ekonomi di Kota Malang.

 Potensi ekonomi lokal memiliki peran cukup tinggi dalam perekonomian daerah,

terutama dalam penyediaan lapangan kerja.

 Dalam pengelolaan usaha diperlukan penguasaan teknologi untuk membantu aktifitas

produksi.

(10)

9

Daftar Pustaka

Hidayatullah, S. SBW, Thomas. 2009. Model Pemberdayaan Masyarakat Melalui

Pengembangan Ekonomi Lokal (Studi pada UKM Pengrajin di Kota Malang). Jurnal Ekonomi

Volume 4

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). 2008.

http://www.depkop.go.id/attachments/article/129/259_KRITERIA_UU_UMKM_Nomor_20_Tah

un_2008.pdf. Diakses pada tanggal 16 Maret 2015 pukul 20.00 WIB

Kajian Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal Kota Malang.

http://bappeda.malangkota.go.id/wp-content/uploads/sites/11/hasil_kajian/BUKU%20KAJIAN.pdf. Diakses pada tanggal 18 Maret

Referensi

Dokumen terkait

Bahan kimia yang diperdagangkan sering disertai dengan simbol tertentu pada label kemasan, dimaksudkan untuk mengetahui potensi bahaya atau akibat yang dapat ditimbulkan

(4) Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah berupa Kawasan sempadan mata air sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c terdapat di Kecamatan

Berdasar hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa terapi musik dapat menurunkan tingkat depresi pada lansia Hal ini didukung oleh

Mengidentifikasi perlunya tindakan segera yang dilakukan oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama anggota tim kesehatan lain sesuai

Undangan Ibadah Perayaan Natal : Melalui Majelis Jemaat, Majelis Jemaat KIBAID dengan penuh sukacita mengudang anggota jemaat untuk hadir dalam ibadah Perayaan Natal yang

Bapak/Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang dengan keikhlasan dan kemuliaan hati telah memberikan bekal ilmu kepada penulis selama

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kebakaran hutan dan lahan setiap bulan di wilayah Sumatera Selatan dengan menggunakan nilai KBDI selama periode kejadian El Niño