• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarawan Muslim Dan Karya Pentingnya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sejarawan Muslim Dan Karya Pentingnya"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Sejarawan Muslim Dan Karya Pentingnya

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia , W.J.S. Poerwadarminta mengatakan bahwa sejarah adalah kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa yang lampau atau peristiwa penting yang benar-benar terjadi. Sedangkan menurut Taufik Abdullah, sejarah adalah suatu ilmu yang didalamnya dibahas berbagai peristiwa dengan memperhatikan unsur tempat, waktu, obyek, latar belakang dan pelaku dari peristiwa tersebut. Sehingga menurut ilmu ini segala peristiwa adalah fakta atau realitas yang bersifat empiris-obyektif dan dapat dilacak dengan melihat kapan peristiwa itu terjadi, dimana, apa sebabnya dan siapa yang melihat peristiwa tersebut.

Melalui pendekatan sejarah, kita diajak untuk menukik dari alam idealis ke alam yang bersifat empiris dan mendunia. Dari keadaan ini, kita akan melihat adanya kesenjangan atau keselarasan antara yang terdapat dalam alam idealis dengan yang ada di alam empiris dan historis.

(2)

Berisi konsep, banyak sekali istilah dalam al Quran berupa konsep yang bersifat abstrak dan kongkret yang hampir semua merujuk kepada pengertian-pengertian normatif yang khusus, doktrin etik, aturan-aturan legal dan ajaran keagamaan pada umumnya, kesemua itu bermaksud membentuk pemahaman yang komprehensif mengenai nilai-nilai Islam.

Berisi kisah-kisah dan perumpamaan, al Quran mengajak kepada kita untuk melakukan perenungan guna memperoleh hikmah.Melalui kontemplasi terhadap kejadian-kejadian historis dan metafor-metafor yang berisi hikmah tersembunyi, kita didorong merenungkan hakekat dan makna kehidupan.Dan melalui pendekatan sejarah ini, kita diajak memasuki keadaan yang sebenarnya berkenaan dengan penerapan suatu peristiwa. Bermula dari pendekatan ini maka kita tidak akan memahami agama keluar dari konteks historisnya. Dalam memahami al Quran secara benar, maka kita harus mempelajari sejarah turu ya al Qu a atau kejadia -kejadian yang mengiringi tu u ya al Qu a , yaitu il u As a u Nuzul.De ga il u itu dapat diketahui hik ah yang terkandung dalam suatu ayat yang berkenaan dengan hukum tertentu dan memelihara hukum itu dari kesalahan memahaminya.

Sejarawan Muslim Dan Karya Pentingnya

Sejarawan Muslim yang ditulis dalam makalah ini adalah mereka yang mewakili pada zamannya, yaitu dari masa awal (klasik) dan pertengahan. Mereka itu adalah :

(3)

Na a le gkap ya adalah A u Ja fa Muha ad I Ja i I Yazid I Katsi I Ghali al Thabari , lahir pada tahun 225 H/ 839 M di Amul Thabaristan yang terletak di pantai selatan laut Qaswyn. Ia seja awa esa , ahli tafsi , ahli i a at, ahli hadis, ahli fikih dan ensiklopedis.

Ia sudah mulai belajar pada usia yang sangat muda dengan kecerdasan yang sangat menonjol sehingga ia hafal al Quran pada usia tujuh tahun, ilmu-ilmu dasar ia pelajari di kota kelahirannya, namun karena orang tuanya termasuk orang berada maka ia mendapat cukup fasilitas untuk melanjutkan studinya di Rayy, salah seorang gurunya

disana adalah Muhammad Ibn Humayyad al Razi, seorang sejarawan besar diwaktu itu. Dari sana ia pindah studi ke Baghdad dengan maksud belajar kepada Ahmad Ibn Hanbal, seorang ahli hadis dan ahli fikih termashur waktu itu, akan tetapi yang hendak dituju meninggal sebelum ia sampai ke kota itu, kemudian ia pindah ke Bashrah dan selanjutnya ke Kuffah setelah sebelumnya di washid untuk mendengarkan beberapa kuliah.

Di Kuffah, ia menimba 100.000 hadis dari Syaykh Abu Kurayb, dan tak lama setelah itu ia kembali ke Baghdad dan menetap disana untuk jangka waktu yang cukup lama. Setelah itu pada tahun 876 M, ia pergi ke Mesir dan singgah ke Syiria untuk menuntut ilmu hadis. Di Mesir ia berjumpa dengan Abu Hasan al Siraj al Mishri. Setelah belajar fikih

Syafi i kepada al ‘a i, al Muz i da pute a-putera Abd al Hakam maka ia kembali ke

(4)

mazhab sendiri dalam bidang fikih yang oleh pengikutnya disebut dengan madzab Ja i iyah, eski se elu ya ia e azha Syafi i.

Karyanya di bidang fikih di antaranya Ikhtilaf al Fuqaha dan Adab al Qudhat, kitab

tafsi ya di e i a a Ja i al Bayya fi tafsi alQu a , seda gka dala ida g seja ah

yang sangat terkenal adalah Tarikh al Umam wa al Muluk atau Tarikh al Rasul Wa al A iya Wa al Muluk Wa al Khulafa da Ta ikh al ‘ijal Seja ah pa a tokoh

Dalam metode penulisan sejarah, al Thabari bersandar kepada riwayat, sangat

memperhatikan sanad, sistimatika penulisan bersifat kronologis berdasarkan tahun, menyajikan informasi umum dan teks-teks sastra.

Al Mas’udi

(5)

Ia seorang sejarawan, ahli geografi, geologi, zoologi dan ilmu bahasa. Karya intelektualnya antara lain : Dzakhair al Ulum wa Ma Kana fi sa i al Duhu khaza ah ilmu pada setiap kurun), al Istidzkar Lima Marra fi salif al Amar , Tarikh fi Akhbar al

Umam min al Arab Wa al Ajam ( sejarah bangsa Arab dan Persia), Akhbar al Zaman wa Man Abadahu al Hadtsan min al umam al Madliyyah Wa al Aryal al Haliyyah Wa al

Ma alik al Da i a Seja ah u at asa la pau da a gsa-bangsa sekarang dan

ke ajaa ya , Akh a al )a a da Mu uj al dzaha wa al Ma adi pada g u put emas dan tambang batu permata).

Ibn Khaldun

Nama lengkapnya adalah waliyuddin Abd al Ramhan Ibn Muhammad Ibn Muhammad Ibn Abi Bakr Muhammad Ibn al Hasan Ibn Khaldun. Lahir di Tunisia pada bulan Ramadhan 732 H (27 Mei 1333 M) dan wafat di Kairo pada tanggal 25 Ramadhan 808 H (19 Maret 1406 M).

(6)

Anak cucu Khalid membentuk satu keluarga yang besar dengan nama Bani Khaldun. Ia berasal dari keluarga terpandang, yaitu menjadi gubernur Tunisia, ketika Dinasti al Muwahhidun berkuasa, dan kakeknya, yaitu Muhammad Ibn Abi Bakr menjadi menteri kehakiman pada Bani Hafs. Namun ayah Ibn Khaldun tidak terjun di dunia politik dan cenderung memasuki dunia ilmu dan pendidikan.

Sewaktu ke il I Khaldu e gahfal al Qu a da elaja tajwid pada ayah ya, da

elaja il u sya i at : Tafsi , hadis, ushul fikih, tauhid dan fikih madzab Maliki. Ia juga

mempelajari ilmu bahasa : nahwu, sharaf, balaghah serta ilmu-ilmu fisika dan matematika. Semua itu ia pelajari ketika para ulama Andalusia berhijrah ke Tunisia.Pengembaraannya dalam mencari ilmu dan pengetahuan adalah ke Aljazair, Granada, Castilla dan Fez.

Ka ya o u e tal ya yaitu kita al I a Wa ad Diwa al Mu tada Wa al Kha a fi Ayya al A a Wa al A ja Wa al Ba a Wa Ma Siwahu i Dzaw al Sultha al

Akh a disi gkat al I a ya g te di i da i tujuh jilid besar yang berisi kajian sejarah dan

didahului oleh sebuah pembahasan tentang masalah sosial manusia yang dikenal dengan nama Muqaddimah Ibn Khaldun yang sekaligus merupakan jilid pertama dari kita al I a .

(7)

Nama lengkapnya adalah Abu Rayhan Muhammad Ibn Ahmad al Biruni.Dia lahir pada bulan Dzulhijjah tahun 362H / September 973M di Khawarizmi negeri Turkmenia. Nama al Biruni adalah julukan yang diberikan kepadanya yang dalam bahasa Khawarizmi berarti orang asing, karena ia tinggal di salah satu daerah di Khawarizmi yang banyak dihuni oleh orang asing (pendatang).

Pada usia dewasa ia pindah ke Jurjan dan beberapa lama tinggal disana, Ia adalah seorang yang gemar membaca dan menulis, Kecerdasan dan penguasaan terhadap berbagai disiplin ilmu sudah menonjol karena sebagian besar hidupnya digunakan untuk ilmu terutama ilmu-ilmu yang bertolak dari yang empiris, yaitu dari pengalaman dan eksperimen.Penguasaan bahasanya meliputi bahasa Khawarizmi, Arab, Persia, Sansekerta, Yunani, Ibrani dan Suryani.

Di antara guru-gurunya adalah Abd al Shamad Ibn Abd al Shamad, Abu Sahal al Masihi dan Abu al Wafa; al Buzjani (dalam bidang astronomi, kedokteran dan matematika), dia juga berguru pada Abu Nashr Manshur Ibn Ali Ibn Iraq (dalam bidang ilmu ukur) dan menjalin hubungan intelektual dengan Ibn Sina (dalam bidang filsafat).

(8)

Kritik dan pembahasan karya sejarawan Muslim masa awal dan masa abad pertengahan

Kitab Tarikh al Umam wa al Muluk karya sejarawan al Thabari telah beberapa kali diterbitkan ulang di Leiden dalam bentuk ringkasan, dan juga diterjemahkan dalam bahasa Perancis atas pe i tah pe guasa A u Ali Muha ad al Bal a i al Sa a i, namun terjemahannya banyak yang ditambah dengan sumber-sumber lain. Kemudian kitab terjemahan itu diterjemahkan kembali ke dalam bahasa Turki dan Arab.

Secara garis besar, kandungan kitab itu dapat dibagi menjadi dua bagian.Pertama, berisi sejarah sebelum Islam dimana dimulai dari sejarah para Nabi / Rasul dan raja-raja berikut sistem pemerintahannya, dan dilanjutkan dengan mengetengahkan sejarah kebudayaan sasania (Persia) dimana riwayatnya dikumpulkan dari naskah berbahasa Arab. Dalam hal ini, ia tidak banyak berusaha menganalisis kaitan sejarah antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Kedua, berisi paparan tentang sejarah Nabi Muhammad, peristiwa penting yang di lalui Nabi dan perang-perang yang di pimpin Nabi, selain itu juga sejarah Islam masa al Khulafa al Rasyidin, termasuk didalamnya ekspansi yang terjadi di masa itu.

(9)

Kita Mu uj al dzaha , ka ya seja awa al Mas udi ya g e ilai sa gat ti ggi, se a a garis besar berisi dua bagian.Pertama, berisi sejarah penciptaan alam dan manusia, sifat-sifat bumi, laut, peristiwa luar biasa, riwayat para Nabi, sejarah bangsa-bangsa

Kuno beserta agama dan alirannya, adat istiadat dan tradisi.Kedua, berisi sejarah Islam, mulai akhir masa Khulafa al Rasyidun sampai awal masa pemerintahan khalifah Abbasyah al Muthi.

Pada bagian pertama, ia banyak mengutip karya-karya sejarawan sebelumnya. Oleh karena itu, dongeng dan mitos sebagaimana cerita israilliyat, tidak dapat

dihindarinya.Namun sistim penulisannya tidak lagi menggunakan penulisan berdasarkan tahun tapi sudah menggunakan pendekatan tematik.

Kita al I a ka ya I Khaldu , e isi kajia seja ah ya g didahului oleh se uah pembahasan tentang masalah-masalah sosial manusia yang dikenal dengan nama Muqaddimah I Khaldu da juga kita al Ta if i I Khaldu , se uah auto iog afi serta kitab Lubab al Muhashshal fi Ushul al Din, sebuah kajian teologi yang meringkas da i kita Muhashshal Afka al Muta addi u wa al Muta akhkhi i ka ya I a fakh al Din al Razi.

(10)

Sedangkan secara batin (hakekat) nya, bahwa dalam sejarah terkandung pengertian observasi dan usaha mencari kebenaran, keterangan yang mendalam tentang sebab dan asal mula kejadian.

Kritikannya dalam penulisan sejarah, ia mengemukakan bahwa penyebab terjadinya kesalahan dalam penulisan sejarah adalah kecenderungan untuk menerima begitu saja

berita sesuai dengan pendapat atau kepercayaannya tanpa penyelidikan terlebih dahulu

ya g se esti ya a u isa dite i a apa ila telah dilakuka ta dil da taj ih, ketidak

sanggupan memahami apa yang sebenarnya dimaksud, kepercayaan yang salah kepada kebenaran, ketidak sanggupan menempatkan dengan tepat suatu kejadian dalam hubungan peristiwa-peristiwa yang sebenarnya, keinginan yang umum untuk mengambil hati orang-orang yang berkedudukan tinggi dengan jalan memuji muji, tidak mengetahui hukum-hukum watak dan perubahan masyarakat, kesalahan dalam memahami berita dan peristiwa karena hanya mendasarkan diri pada penukilan semata dan penganalogian secara mutlak masa lalu atas masa kini.

Perkembangan Historiografi Islam Modern dan Mutaakhir : Tokoh dan Hasil Karyanya

(11)

Ia berasal dari keluarga yang taat beragama dan aktif berkecimpung di dunia ilmiah, salah satunya adalah ayahnya sendiri, Hasan al Jabarti, seorang ahli ilmu agama Islam dan ilmu pasti terutama astronomi yang lulus dan mengajar di Al Azhar kairo. Pendidikan formal pertama yang dilalui al Jabarti adalah di Madrasah as Sananiyah di Kairo dan belajar ilmu keagamaan pada ayahnya sampai ia lulus di Al Azhar Kairo.

Karya terpentingnya adalah kitab Ajaib al Atsar Fi at tarajim Wa al Akhbar (Peninggalan yang menakjubkan tentang biografi tokoh dan peristiwa sejarah) yang dikenal juga dengan nama Tarikh al Jabarti dan buku yang berjudul Mazhar at Taqdis. Sumber pengumpulan data tahun 1099 s/d 1170 H yang terdapat dalam kitab itu berasal dari riwayat generasi yang lebih tua, disamping dari dokumen resmi, prasasti, nisan kubur dan peninggalan tulis lainnya, sedangkan informasi dari tahun 1170 H dan seterusnya bersumber dari ingatannya sendiri karena peristiwa itu dialaminya sendiri.

(12)

Disamping kegiatan penerjemahan juga pengiriman mahasiswa tingkat graduate dikirim ke Eropa, dan setelah itu, Barat menjadi kiblat historiografi Islam dalam bidang metodologi , tema dan pendekatan penulisan sejarah.

Seiring dengan perkembangan tersebut, di Barat telah muncul Volteire dengan karyanya The Age Of Louis XIV yang berusaha menyajikan suatu pandangan yang komprehensif

dengan meneliti banyak segi kehidupan dan kebudayaan, dengan karya itu membuka perkembangan madzhab kulturgeschichte yang berusaha menulis sejarah dengan mendiskripsikan dan menguraikan pola-pola kebudayaan serta memperhatikan tipe-tipe sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Dan disamping itu timbul pula aliran sejarah sosial, yang tujuan pokoknya penggambaran kehidupan dalam masyarakat, dengan istilah lain bahwa sejarah sosial adalah sejarah dengan menjadikan masyarakat secara keseluruhan sebagai bahan garapan, jadi meneliti masyarakat secara total Dan kini, ke arah itulah perkembangan penulisan sejarah Islam bergerak, seperti Abd al Mu i Majid de ga ka ya ya Mu addi ah li Di asat al Ta ikh al Isla i da Muhammad Fathi Usman dengan menerjemahkan General history ke dalam bahasa Arab dengan nama al Tarikh al Am.

Manfaat dan Sumbangan Pendekatan Sejarah dalam Studi Islam.

(13)

dan Bangsa-bangsa Muslim yang berjuang melawan kolonial dan musuh-musuh peradaban kemanusiaan.

Keberhasilan dan upaya-upaya yang dilakukan tersebut, berdasarkan hasil penelitian ilmuan Barat seperti W. Montgomery Watt, Marshall G.S. Hodgson dan john Obert Voll adalah disebabkan kesadaran terhadap misi ketuhanan, yaitu bahwa Islam adalah

pembawa rahmat bagi dunia yang pelaksanaannya meniscayakan penerjemahan ajaran-ajaran normatif menjadi kerja-kerja kongkrit dalam kehidupan manusia, dan disamping itu juga perjuangan (jihad).

Oleh karena itu pendekatan sejarah amat dibutuhkan dalam memahami agama, karena agama itu sendiri turun dalam situasi dan kondisi sosial kemasyarakatan.Selain itu pula, mengingat disiplin keilmuan dalam Islam tidak terlepas dari berbagai peristiwa atau sejarah maka studi Islam melalui pendekatan sejarah dapat ditemukan berbagai manfaat yang berharga guna merumuskan secara benar berbagai kajian keIslaman dengan tepat berkenaan dengan suatu peristiwa. Dari sini maka seseorang tida akan memahami agama keluar dari konteks historisnya.

Sumber: dari sebuah blog yang penulis lupa mencatat alamatnya, tapi amal penulis insya Allah terus mengalir jika tulisan ini bermanfaat.

==================

Daftar Pustaka

A dullah,Yus i A d Gha i.Histo iog afi Isla da i Klasik Hi gga Mode , te j da i Mu ja al Muarrikhin al Muslimin oleh Sudrajat, Raja Grafindo, Jakarta, 2004

(14)

Arsyad, M. Natsir : Ilmuwan Muslim Sepanjang Sejarah, Bandung, Mizan, 1990 cet II

Ali, Mukti : Filsafat Islam Tentang Sejarah; Pilihan dari Muqaddimah Ibn Khaldun Jakarta, Tintamas,1962

Ahmed,Akbar.S: Citra Muslim Tinjauan Sejarah dan Sosiologi (Jakarta,Erlangga,1992

Duri ,Abd al Aziz : Al-Bahts fi Nasyi ah Il al-Ta ikh i d al-A a , Bei ut, 9

Hasan, Ibrahim Hasan : Tarikh al Islam as Siyasi wa Tsaqafi wa al Ijtima, terj.H.A.,Baharuddin (Kalam Mulia, Jakarta, 2001

Kasyif, Syyidah Ismail : Mashadir al Tarikh al Islam wa Manahij al Babts Fih, (Kairo, maktabah al Khanji, 1976

Kuntowijoyo : Paradigma Islam Interpretasi untuk Aksi, Bandung, Mizan,1991cet.I.

Kuntowijoyo : Metodologi Sejarah, Yogyakarta, Tiara Wacana, 1994

Nash ,Husei : Nasy ah al Tadwi al Ta ikhi i d al A a , Kai o, Makta ah al Nahdhah al Mishriyyah, tt

Natta, Abuddin : Metodologi Studi Islam, Jakarta,Raja Grafindo Persada, 2002, cet ketujuh

Poerwadarminta, W.J.S : Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta, Balai Pustaka,1991 cet XII.

al Tawanisi, Abu al Futuh Muhammad : Abu al Rayhan Muhammad Ibn Ahmad al Biruni (Kairo, al

Majlis al A la Li al Syu u al Isla iyyah, 9

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian ilmiah dengan judul “Perbandingan Metode Klasifikasi Naive Bayes dan K-Nearest

Maksud penelitian ini adalah untuk mengkaji ilustrasi Onong Nugraha dalam kaitannya dengan citra budaya Sunda yang merupakan latar belakang lingkungan

Program Pensiun Manfaat Pasti atau sering disebut difined benefit plan ialah suatu program yang memberikan formula atas manfaat yang akan diterima pegawai pada

BMT Al-Fithrah merupakan baitul maal yang juga bergerak dibidang penyaluran dana zakat berkeinginan untuk memiliki suatu sistem informasi penerimaan dan penyaluran dana

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa secara ekonomi perlakuan utilisasi 3 level mikronutrisi suplemen tepung katuk ( Sauropus androgynus ) pada kk betina

Dapat disimpulkan bahwa pemberian EDK melalui kombinasi cara pemberian (lewat air minum dan ransum) pada level 4,5 g/kg ransum plus 2,25 g/l air minum meningkatkan penampilan

Dari 124 rekam medis yang menjadi sampel penelitian, didapatkan hasil kelengkapan pengisian rekam medis di Instalasi Rawat Jalan Poli Bedah sebesar 58,1% sedangkan

Satu dari sekian banyak masalah dalam sebuah keluarga yang sering dialami anak yang memiliki saudara lebih dari satu yakni munculnya rasa persaingan antar saudara kandung atau