• Tidak ada hasil yang ditemukan

Revitalisasi Halte Kota Bandung Sebagai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Revitalisasi Halte Kota Bandung Sebagai"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

i

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

REVITALISASI HALTE KOTA BANDUNG SEBAGAI UPAYA MENGURANGI PENYEBAB KEMACETAN LALU LINTAS

BIDANG KEGIATAN : PKM-GT

Diusulkan oleh :

Hadi Yanuar Iswanto (1006590) Angkatan 2010 Adam Priyadi (1002502) Angkatan 2010 Muhammad Ikhsan Hidayat (1002470) Angkatan 2010 Aldissain Jurizat (1000352) Angkatan 2010

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

(2)

ii LEMBAR PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan : Revitalisasi Halte Kota BandungSebagai Upaya Mengurangi Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Kota Bandung

2. Bidang Kegiatan : ( ) PKM-AI ( X ) PKM-GT 3. Ketua Pelaksana Kegiatan

a. Nama Lengkap : Hadi Yanuar Iswanto

b. Nim : 1006590

c. Jurusan : Pendidikan Teknik Arsitektur d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Pendidikan Indonesia e. Alamat Rumah Dan No.Tel/Hp : Jl. Sridara No.3 RT 04 RW 01

Kel. Cigereleng, Kec. Regol Bandung – 40253 / 085295319499 f. Alamat Email : [email protected] 4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 3 orang

5. Dosen Pendamping

a. Nama Lengkap dan Gelar : Dr. Johar Maknun, M.Si

b. NIP : 19680308 199303 1 002

c. Alamat Rumah Dan No.Tel/HP : Jl. Mayang Cinde No. 39 Kompleks Simpay Asih Ujungberung - Bandung/ 08121452201

Bandung, 6 Maret 2012 Ketua Jurusan

Pendidikan Teknik Arsitektur

Universitas Pendidikan Indonesia Ketua Pelaksana Kegiatan

(Dra. Rr. Tjahjani Busono, M.T) (Hadi Yanuar Iswanto) NIP. 19621231 198803 2 005 NIM. 1006590

Pembantu Rektor Dosen Pendamping Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan

Universitas Pendidikan Indonesia

(3)

iii KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum wr.wb

Segala puji kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berkah, qudrat, iradat, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Revitalisasi Halte Sebagai Upaya Mengurangi Penyebab Kemacetan Lalu Lintas Kota Bandung”merupakan suatu gagasan yang menjadi salah satu bentuk kepekaan terhadap isu dan permasalahan aktual yang berkembang di masyarakat.

Pada kesempatan ini perkenankan kami untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan kaya tulis ini yaitu :

1. Kedua Orangtua dan segenap keluarga yang senantiasa memberikan doa dan bantuan berupa dukungan motivasi dan nasihat yang bermanfaat dalam proses penyusunan karya tulis ini.

2. Bapak Dr. Johar Maknun, M.Si yang selalu membimbing kami demi terselesaikannya karya tulis ini.

3. Sopir angkot di Kota Bandung yang berkenan untuk memberikan informasi untuk menyelesaikan penyusunan karya tulis.

4. Teman- teman dan sahabat yang tidak dapat disebutkan satu demi satu yang telah memberikan motivasi bagi kami untuk penulisan karya tulis ini. Seperti pepatah mengatakan “tak ada gading yang tak retak”, oleh karena itu kami dengan tangan terbuka mengharap kritik dan saran yang konstruktif untuk kemajuan kami selanjutnya. Semoga karya tulis ini dapat memberikan masukan informasi serta wacana yang bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat.

Wassalamualaikum Wr. Wb

Bandung, Maret 2012

(4)

iv DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Halaman Pengesahan ... ii

Kata Pengantar ... iii

Daftar Isi ... iv

Daftar Tabel ... iv

Daftar Gambar ... iv

Ringkasan ... v

PENDAHULUAN ... 1

Latar Belakang ... 1

Tujuan ... 2

Manfaat ... 2

GAGASAN ... 2

Solusi yang Pernah Ditawarkan ... 2

Gagasan Baru yang Ditawarkan ... 3

Pihak yang Dapat Mengimplementasikan Gagasan ... 5

Langkah-Langkah Strategis Implementasi Gagasan... 6

KESIMPULAN ... 7

Gagasan ... 7

Teknik Implementasi Gagasan ... 7

Prediksi Keberhasilan Gagasan ... 7

DAFTAR PUSTAKA ... 8

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 9

LAMPIRAN ... 11

DAFTAR TABEL Tabel 1. Lembaga terkait yang dapat membantu ... 5

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Usulan Desain Halte ... 4

Gambar 2. Alur Strategi ... 6

Gambar 3. Halte Banda ... 11

Gambar 4. Halte Dago ... 11

Gambar 5. Perilaku Ngetem Sopir Angkot ... 12

Gambar 6. Desain Halte Baru ... 12

(5)

v RINGKASAN

Bandung merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.394.873 jiwa (BPS Jawa Barat,2010). Dengan data tersebut kemungkinan pertambahan penduduk di Kota Bandung akan terus meningkat. Bambang Haryadi (2007), mengungkapkan bahwa Gielge (2004) mengkaji hubungan antara kepadatan kota dengan struktur, kualitas ketergantungan pada mobil sangat tinggi, untuk perajalanan sehari-hari kerja, sekolah dan belanja. Kota bandung merupakan kota yang memiliki FARrata-rata di bawah 1,0. Sehingga transportasi di Kota Bandung tidak sustainable. Aktivitas kegiatan masyarakat sehari-hari ditunjang oleh kendaraan pribadi baik kendaraan bermotor roda dua maupun kendaraan roda empat.

Angkutan Kota atau disebut angkot merupakan sarana transportasi publik yang populer di Kota Bandung. Seiring dengan perkembangan zaman serta melonjaknya hasil penjualan pasar otomotif di indonesia, menyebabkan popularitas sarana transportasi jenis ini mengalami penurunan yang signifikan. Perkembangan pasar otomotif mencerminkan masyarakat Indonesia yang beralih kepada penggunaan kendaraan pribadi sebagai sarana penunjang mobilitas sehari-hari. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pertumbuhan kendaraan bermotor di indonesia pada 2011 berada di kisaran 80.000.000 unit dan jumlah ini akan terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu perlu sesuatu yang menjadi daya tarik masyarakat untuk meningkatkan kembali popularitas angkot yang dapat berimplikasiterhadap solusi kemacetan lalu lintas.

Karya tulis ini bertujuan merumuskan konsep untuk meningkatkan kualitas layanan dan fungsi halte sebagai penunjang aktivitas transportasi masyarakat di Kota Bandung sekaligus sebagai daya tarik masyarakat untuk menggunakan angkot sebagai sarana transportasi masyarakat sehari-hari.Gagasan ini ditulis dengan analisis dari permasalahan kemacetan yang terjadi pada ruas-ruas jalan di Kota Bandung dan peran angkot di dalamnya yang dikombinasi dengan solusi logis berdasarkan tinjauan pustaka yang ada.

(6)

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kota Bandung merupakan kota metropolitan dengan jumlah penduduk 2.394.873 jiwa (BPS Jawa Barat,2010). Dengan jumlah yang padat tersebut maka diperlukan moda transportasi umum untuk menunjang mobilitas masyarakat dalam melakukan perjalanan dalam kota. Sebuah angkutan umum telah tersedia di Kota Bandung.Angkot merupakan sarana transportasi yang populer di masyarakat.kemudahan untuk menemui angkot menjadi alasan utama bagi masyarakat. Namun seiring perkembangan zaman, minat masyarakat terhadap sarana transportasi angkot menurun drastis.Hal ini dapat diketahui dari pendapatan sopir angkot yang semakin menurun.

Perkembangan kendaraan bermotor di Kota Bandung mencerminkan perilaku masyarakat yang tidak lagi menggunakan angkot sebagai moda transportasi sehari-hari yang berimbas pada penurunan pendapatan sopir angkot.Karena terjadi penurunan pendapatan, maka rata-rata sopir angkot mengabaikan aturan dan etika berlalu lintas.Sopir angkot cenderung untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat, bahkan di tengah jalan sekalipun semata-mata untuk mengejar setoran.Selain itu untuk memaksimalkan pendapatan, sopir angkot sering ngetem di sembarang tempat yang berimplikasi kepada kemacetan lalu lintas di zona ngetemnya angkot tersebut.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ngetem adalah berlama-lama untuk menunggu penumpang. Kegiatan ngetem dilakukan untuk memenuhi kapasitas angkot sehingga dapat memaksimalkan pendapatan sopir angkot.Perilaku ngetem yang dilakukan oleh angkot sangat disayangkan oleh sebagian besar masyarakat pengguna jasa angkot, karena waktu yang mereka miliki terbuang dengan percuma.Hal ini merupakan pengabaian terhadapfaktor keamanan dan kenyamanan penumpang.Selain merugikan penumpang, perilaku

ngetem tersebut merugikan pengendara kendaraan lainnya.Kendaraan - kendaraan di ruas jalan lokasi angkot tersebut ngetem, lajunya menjadi terhambat karena angkot tersebut menghalangi sirkulasi kendaraan lainnya. Akibatnya terjadi penumpukan kendaraan di belakang angkot tersebut sehingga terjadi kemacetan lalu lintas lokal.

(7)

2

yang akan datang.Oleh karena itu perlu faktor penarik bagi masyarakat agar mau menggunakan kendaraan umum sebagai moda transportasi sehari-hari.

Tujuan

Karya tulis ini bertujuan untuk merumuskan konsep dan sebagai telaah kritis terhadap persoalan kemacetan lalu lintas yang terjadi di Kota Bandung.Kemudian memberikan gagasan maupun inovasi terhadap solusi-solusi yang pernah ditawarkan.

Manfaat

Manfaat penulisan karya ilmiah ini adalah memberikan solusi kepada pihak-pihak yang terkait untuk meningkatkan daya tarik dan mengoptimalkan fungsi halte sebagai fasilitas penunjang transportasi publik, sehingga didapat suatu cita-cita untuk transportasi yang aman, mudah, cepat dan berkualitas yang berimplikasi kepadaperwujudan Kota Bandung yang bebas dari kemacetan lalu lintas.

GAGASAN

Solusi yang Pernah Ditawarkan

Upaya terhadap penanggulangan kemacetan lalu lintas sudah sering dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung diantaranya adalah pengoperasian Bus Trans Metro Bandung (TMB) sebagai bus rapid transit yang diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas jalan Soekarno-Hatta.Bus TMB dirancang untuk mengangkut dan menurunkan penumpang di halte khusus yang disediakan.Keadaan halte TMB saat ini masih jauh dari memuaskan.Berdasarkan pengamatan yang kami lakukan, halte TMB di sepanjang ruas Jalan Soekarno-Hatta Bandung, tampak kurang terencana dengan baik.Hal itu dapat dilihat dari desain yang monoton dan fungsi yang belum sempurna.Sehingga para calon penumpang yang mengantri pada halte tersebut belum merasakan kenyamanan yang signifikan.

(8)

3

angkutan di halte.Sebagian halte dijadikan objek aksi vandalisme yang merusak estetika halte tersebut.Di beberapa halte justru dijadikan tempat untuk berjualan, sehingga halte tersebut kehilangan fungsi utamanya. Keberadaan halte di Kota Bandung yang tidak terawat dapat merusak pemandangan kota.

Gagasan Baru yang Ditawarkan

Potensi angkot yang ada saat ini berjumlah 38 trayek (Sumber : Bandung Dalam Angka) yang dapat didayagunakan secara optimal. Dengan jumlah trayek tersebut dapat meminimalisasi kecenderungan masyarakat untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi.Dalam sebuah survey yang dilakukan terungkap bahwa sebesar rata-rata 75% masyarakat mempunyai minat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, beberapa angkot cenderung tidak disiplin untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.Angkot bisa berhenti di mana saja, bahkan dapat berhenti di tengah jalan, sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.Dari hasil wawancara terhadap sopir angkot didapat hasil bahwa rata-rata kejadian tersebut disebabkan oleh faktor calon penumpang yang tidak menunggu di halte.Berdasarkan hasil survey 9 dari 10 orang menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan halte ketika naik atau turun dari angkot.Alasannya adalah karena lokasi halte sangat jauh dari lokasi keinginan penumpang untuk naik atau turun dari angkot.

Penyediaan halte yang baru di seluruh penjuru Kota Bandung akan menertibkan angkot di Kota Bandunguntuk menaikkan dan menurunkan penumpang pada tempatnya. Halte yang baru, dirancang dengan mempertimbangkan fungsi dan estetika arsitektur sebagai penarik minat masyarakat untuk mau menggunakan halte. Hal ini memberikan pelayanan berkualitas prima kepada masyarakat untuk menunjukkan keunggulan angkot agar masyarakat tertarik menggunakan angkot sebagai sarana transportasi utama sehari-hari sehingga penggunaan kendaraan pribadi dapat diminimalkan intesitasnya.Serta bagi masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan angkot, agar dapat tertarik untuk disiplin menggunakan halte.

Halte merupakan suatu tempat yang dirancang bagi prasarana masyarakat calon penumpang untuk naik atau turun dari angkutan umum.Halte merupakan suatu bentuk terminal dalam skala kecil (Indra Lesmana, 2007).Penyediaan terminal merupakan suatu persyaratan mutlak untuk memperoleh sistem perangkutan yang efisien dan aman, baik bagi gerak angkutan maupun bagi sistem lalu lintas itu sendiri (Hussain, 1985).Oleh karena itu penyelenggaraan terminal berperan dalam menunjang tersedianya jasa transportasi yang sesuai dengan tingkat kebutuhan lalu lintas dan pelayanan angkutan yang selamat, aman, cepat, tepat, nyaman, teratur dan dengan biaya yang terjangkau oleh masyarakat (Djaelani, 1999).

(9)

4

Bandung”. Hal ini akan tampak pada ornamen - ornamen yang tersemat pada bangunan halte. Untuk memudahkan navigasi calon penumpang angkot, maka disediakan peta Kota Bandung yang memuat lokasi titik - titik halte terbangun. Selain itu dilakukan penyempurnaan terhadap informasi trayek angkutan kota yang akan transit di halte tersebut.

Gambar 1. Usulan Desain Halte Baru Bentuk angka 7 dan jendela

lingkaran 7 buah, mengandung makna sebagai promosi 7 program prioritas Kota Bandung

Penggunaan jendela pada halte serta pintu geser

sehingga ruangan dalam halte menjadi nyaman karena dilengkapi pendingin ruangan yang berasal dari air sehingga ramah lingkungan dengan suling bambu khas Jawa Barat untuk

mempromosikan kebudayaan sunda yang berkembang di Kota Bandung

(10)

5

Pihak-Pihak yang dapat Mengimplementasikan gagasan

Gagasan ini dapat terwujud oleh karena adanya partisipasi aktif dari pihak-pihak sebagaiberikut :

Tabel 1.Lembaga terkait yang dapat membantu

Lembaga Deskripsi Tugas Keterangan

Wali Kota Bandung

Penyusunan kebijakan pendukung terhadap angkutan umum di Kota Bandung di wilayah hukum Kota Bandung demi yang baru agar dapat terlaksana dengan baik dan benar.

DPRD Kota Bandung

Sebagai kontrol atau

(11)

6

Langkah-langkah Strategis Implementasi Gagasan

Untuk mengimplementasikan gagasan penyediaan halte sebagai upaya penertiban dan pengurangan kemacetan lalu lintas perlu ada strategi – strategi khusus yaitu :

1. Membuat peraturan-peraturan dasar oleh Pemerintah Kota Bandung sebagai payung hukum demi kelancaran program pembangunan halte serta kejelasan fungsi dari halte tersebut agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

2. Sosialisasi kepada masyarakat, dengan memasang spanduk atau baliho dan memasang iklan – iklan di setiap koran yang terbit di regional Kota Bandung serta sosialisasi melalui manajemen internet.

3. Sosialisasi kepada sopir angkot dengan pembinaan singkat atau kursus sehari untuk meningkatkan pengetahuan dan kedisiplinan awak sopir angkot.

Secara organisasi, alur langkah strategi tersebut adalah :

Gambar 2. Alur strategi Perancangan Perda

Konsep Desain

Masyarakat

Pembangunan Halte

Kemacetan Lalu Lintas Berkurang Halte Berfungsi

Optimal

(12)

7

KESIMPULAN

Gagasan yang Diajukuan

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kemacetan yang terjadi di Kota Bandung disebabkan oleh ketidakdisiplinan sopir angkot.Ketidakdisiplinan tersebut bermuara dari minimnya jumlah halte untuk menaikkan atau menurunkan penumpang.Eksisting halte yang tersebar di beberapa lokasi di Kota Bandung masih belum efektif digunakan.Masyarakat masih enggan untuk menunggu angkot di halte.Revitalisasi halte merupakan solusi logis untuk mengoptimalkan kembali fungsi halte sebagai ruang tunggu calon penumpang angkot.Sehingga diharapkan terciptanya kedisiplinan masyarakat dan sopir angkot dalam bertransportasi dapat mengurangi kemacetan lalu lintas yang terjadi di Kota Bandung.

Revitalisasi halte yang dilakukan akan merubah desain eksisting halte dengan desain baru yang memiliki konsep “Mulih ka Bandung”. Filosofi dan ragam budaya Bandung akan menjadi suatu kesatuan yang padu dan harmonis dalam sebuah desain yang ditawarkan.

Teknik implementasi Gagasan

Implementasi gagasan ini dapat diwujudkan dengan adanya bantuan dari pihak-pihak terkait seperti yang sudah diutarakan sebelumnya.Bentuk gagasan ini merupakan solusi desain halte dan pemanfaatannya untuk masyarakat Kota Bandung. Jarak ideal antara halte yang satu ke halte yang lainnya berada pada radius antara 400-500 oleh karena itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sumber dana pembangunan bersumber dari Anggaran Pembelanjaan Daerah (APBD). Alokasi danaAPBD Kota Bandung untuk Dinas Perhubungan setiap tahun jumlahnya terbatas, oleh karena itu agar dana tersebut dapat terserap secara efektif dan efisien, maka pembangunan halte harus mempertimbangkan titik keramaian masyarakat untuk menggunakan jasa angkot.

Prediksi keberhasilan gagasan

(13)

8

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kota Bandung. 2007. Bandung dalam Angka 2007.

Katalog BPS : 1401.3273

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. 2007. Jumlah Penduduk Berdasarkan Hasil Sensus Penduduk 2010. Tersedia di www.jabar.bps.go.id diakses tanggal 25 Januari 2012

Ditjen Perhubungan Darat. 2010. Perhubungan Darat dalam Angka 2010.Edisi VII-Maret 2011

Lesmana, Indra. 2007.Penentuan Lokasi Halte Buslane di Sepanjang Jalan Soekarno-Hatta.Bandung : ITB

Pertiwi Putri Indah; Kartono, Johan; Putra, Herdi Arman; Syufyan, Hidayatus; Gunawan,M. Fajar;Zahra, Fatimatuz. 2009. Budaya Sopir Angkutan Kota di Kota Bandung. Bandung : ITB

Haryadi, Bambang; Riyanto, Bambang.2007.Kepadatan Kota Dalam Perspektif Pembangunan (Transportasi) Berkelanjutan.Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan Nomor 2 Volume 9 Juli 2007 Hal 87-96

Arman, Arry Akhmad. 2010. Kritik Membangun Untuk Halte Kota Bandung

http://kupalima.wordpress.com diakses tanggal 20 Februari 2012

Febriyani, Rika. 2011. Album Kompilasi (1) Menghasrati Halte

http://www.rikafebriyani.wordpress.com diakses tanggal 1 Maret 2012

Gandapurnama, Baban. 2011. 20 Tahun yang akan Datang Bandung Bisa Lumpuh Total

http://www.bandung.detik.com diakses tanggal 5 Januari 2012

Redaksi. 2011. Halte di Kota Bandung Kumuh dan Tak Terawat

http://www.sembilannews.com diakses tanggal 28 Februari 2011

Rudini. 2012. 70% Wilayah Tak Dilalui Angkot-Ongkos Lebih Banyak Dihabiskan untuk Naik Ojek

http://www.seputar-indonesia.com diakses tanggal 1 Maret 2012

Setianingsih, Yatni. 2011. Kota Bandung Masih Butuh 300 Halte Bus

(14)

9

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Ketua Pelaksana

Nama : Hadi Yanuar Iswanto

NIM : 1006590

Jurusan / Fakultas : Pendidikan Teknik Arsitektur/ FPTK Tempat, tanggal lahir : Bandung, 30 Januari 1992

Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

HP : 085295319499

Alamat : Jl. Sridara No.3 RT 04 RW 01 Kel. Cigereleng, Kec. Regol Bandung – 40253

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan :

Jenjang Sekolah Tahun Lulus

SD SDN Lengkong Besar 105/6 2004

SMP SMPN 3 Bandung 2007

SMA SMA Pasundan 7 Bandung 2010

Pengalaman Penelitian : -

Anggota 1

Nama : Adam Priyadi

NIM : 1002502

Jurusan / Fakultas : Pendidikan Teknik Arsitektur/ FPTK Tempat, tanggal lahir : Bandung, 7 Juni 1992

Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

HP : 083821229524

Alamat : Jl. Sindangsari Wareng No. 57 Ujungberung Bandung

Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan :

Jenjang Sekolah Tahun Lulus

SD SDN Andir Kidul 2 2004

SMP SMPN 17 Bandung 2007

SMA SMAN 24 Bandung 2010

(15)

10

Anggota 2

Nama : Muhammad Ikhsan Hidayat

NIM : 1002470

Jurusan / Fakultas : Pendidikan Teknik Arsitektur/ FPTK Tempat, tanggal lahir : Bandung, 8 Juni 1992

Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

HP : 085222018851

Alamat di Bandung : Jl. Gegersuni 1 No. 48 Bandung

Alamat Asal : Jl. Perdatas Sindang Tamu RT 02 RW 06 Ds. Kurniabakti Kec. Ciawi

Kab. Tasikmalaya - 46156

Email : [email protected] Riwayat Pendidikan :

Jenjang Sekolah Tahun Lulus

SD SDN Pasirhuni 1 2004

Nama : Aldissain Jurizat

NIM : 100352

Jurusan / Fakultas : Pendidikan Teknik Arsitektur/ FPTK Tempat, tanggal lahir : Lampung, 5 November 1992

Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia

HP : 083169081063

Alamat di Bandung : Jl. Kapt. Abdul Hamid No. 37 Bandung Alamat Asal : Jl. Tj Mulyo RT.02 RW.02, Bumi Raya,

Kec. Abung Selatan, Kotabumi, Lampung Utara Email : [email protected]

Riwayat Pendidikan :

Jenjang Sekolah Tahun Lulus

SD SDN 6 Candimas 2004

SMP SMPN 7 Kotabumi 2007

SMA SMAN 3 Kotabumi 2010

Pengalaman Penelitian :“Tinjauan Yuridis Tentang Pelaksanaan Pemungutan Pajak Rumah Makan (Studi di Kecamatan Kotabumi) “

(16)

11

LAMPIRAN

Gambar 3. Halte Banda (Sumber :Dokumentasi pribadi)

Gambar 4. Halte Dago

(17)

12

Gambar 5. Perilaku Ngetem sopir angkot (Sumber : Dokumentasi pribadi)

(18)

13

KERANGKA PEMIKIRAN STUDI

Gambar 7.Kerangka Pemikiran Studi Pertumbuhan Kendaraan Pribadi

Ketidak disiplinan Sopir Angkot yang sering ngetem

LATAR BELAKANG

Angkot yang ngetemdi sembarang tempat menyebabkan kemacetan

lalu lintas lokal

PERMASALAHAN

Menghasilkan Produk Solusi Desain Halte Angkot

TUJUAN STUDI

Fungsi Halte Pilihan Desain

Halte

Partisipasi Masyarakat

ANALISIS & SOLUSI Kesimpulan

Gambar

Tabel 1. Lembaga terkait yang dapat membantu ...............................................
Gambar  1. Usulan Desain Halte Baru
Tabel 1.Lembaga terkait yang dapat membantu
Gambar 2. Alur strategi
+4

Referensi

Dokumen terkait

Namun penurunan AST yang terjadi belum dapat mencapai keadaan normal, terlihar dari perbedaan yang bermakna pada ketiga variasi waktu dengan kontrol olive oil.. americana

Tahapan penelitian dilakukan dengan 5 tahap yaitu tahap define dengan menghitung nilai GAP setiap atribut kepuasan pelanggan, measure dengan mengukur kapabilitas

Di dalam diri Orang Maiyah selalu berlangsung konsentrasi untuk menemukan segala. sesuatu yang „tidak‟ dan yang „ya‟ berdasarkan pandangan

Pada saat penghentian pengakuan atas aset keuangan secara keseluruhan, maka selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari (i) pembayaran yang diterima, termasuk setiap aset baru

Menyusun kubus menyerupai stupa, digunakan untuk , mengenalkan warna mengenalkan jumlah motorik halus konsentrasi Harga Rp.45.000,- Menara Balok Digunakan untuk :

Karena rotor dari motor induksi satu fasa pada umumnya adalah sangkar tupai yang serupa dengan motor fase banyak, arus rotornya mengalir seperti yang ditunjukkan gambar 2.111. Arus

square , diperoleh informasi bahwa dengan penambahan penghalang square pada titik percabangan memberikan pengaruh terhadap nilai rata-rata kecepatan aliran fluida. Aliran

Dalam mengikuti perkembangan tersebut, BPS Kabupaten Sragen selalu berupaya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan Sistem Informasi (SI) / Teknologi