• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perubahan sosial ekonomi masyarakat nela

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perubahan sosial ekonomi masyarakat nela"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

A. JUDUL:

“PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT NELAYAN DI KECAMATAN GEBANG KABUPATEN CIREBON TAHUN 1998-2004”

B. LATAR BELAKANG

Menurut Dahuri et al dalam Mardjoeki (2012:52) Wilayah pesisir merupakan sumberdaya potensial di Indonesia umumnya dan Kabupaten Cirebon khususnya, dimana merupakan suatu wilayah peralihan antara daratan dan lautan. Kabupaten Cirebon adalah sebuah kabupaten di Jawa Barat yang terletak dibagian timur yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, Kabupaten Cirebon juga merupakan salah satu wilayah pesisir di utara pulau Jawa yang terkenal dengan hasil lautnya seperti: udang rebon, rajungan, ikan asin dan sebagainya. Beberapa daerah di Kabupaten Cirebon yang menghasilkan hasil laut diantaranya: Kecamatan Gebang, Mundu, Astanajapura, dan Jati.

Dari beberapa daerah tersebut ada salah satu daerah yang memiliki kelebihan diantara daerah lain yaitu Kecamatan Gebang. Kelebihan tersebut yaitu Kecamatan Gebang sebagai pusat para nelayan dari kecamatan lain untuk berdagang dan di Kecamatan Gebang juga terdapat pengepul ikan yang ketika para nelayan memberikan hasil tangkapannya dapat dipasarkan ke beberapa daerah bahkan sampai ke luar kota. Sebagai daerah pesisir pantai mayoritas penduduk Kecamatan Gebang bekerja sebagai nelayan. Kegiatan penduduk Kecamatan Gebang ini didukung dengan letak geografis Kecamatan Gebang yang berada di pesisir pantai.

Kabupaten Cirebon merupakan batas sekaligus pintu gerbang antara Propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan batas administratif sebagai berikut: Sebelah Utara : Kota Cirebon dan Laut Jawa, Sebelah Timur : Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah, Sebelah Selatan : Kabupaten Kuningan dan Sebelah Barat : Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu.

(2)

tuturan keduanya penting karena memberinya kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan standar-standar etis. Maksud dari pernyataan di atas yaitu manusia diberikan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Contohnya seperti masyarakat Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon yang hidup di pesisir pantai. Mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan mereka tinggal oleh sebab itu mayoritas masyarakat Gebang bermata pencaharian sebagai nelayan walaupun tidak menutup kemungkinan mereka bertani atau bercocok tanam ataupun yang lainnya.

Masyarakat nelayan merupakan bagian dari masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Wilayah pesisir diketahui memiliki karakteristik yang unik dan memiliki keragaman potensi sumberdaya alam baik hayati maupun nonhayati yang sangat tinggi. Potensi sumberdaya yang ada dapat dimanfaatkan oleh penduduk yang tinggal di wilayah tersebut untuk mencapai kesejahteraan (Adharti,2010:3).

Menurut Mantjoro dalam (Watung et al, 2013) Masyarakat nelayan dapat di pandang sebagai suatu lingkungan hidup dari satu individu atau satu keluarga nelayan. Dengan kata lain masyarakat nelayan dibentuk oleh sejumlah rumah tangga nelayan dan tiap rumah tangga merupakan lingkungan hidup bagi yang lainnya. Masyarakat pesisir memiliki karakteristik yang beragam. Meskipun secara umum biasanya mereka memiliki matapencaharian sebagai nelayan dengan beragam tingkat teknologi yang digunakan, namun sesungguhnya aspek ekonomi produktif yang terjadi tidak sederhana. Ini terjadi karena interaksi ekonomi juga dipengaruhi oleh ikatan sosial dan sebaliknya. Akan teteapi dari interaksi ekonomi dan sosial sering kali muncul permasalahan dalam masyarakat (Adharti, 2012:4).

(3)

masalah agama ataupun masalah-masalah lainnya. Hal tersebut di atas dapat dijumpai di berbagai lapisan masyarakat.

Menurut para ahli dalam Ahmadi (2003:13) masalah sosial adalah suatu kondisi atau perkembangan yang terwujud dalam masyarakat yang berdasarkan atas studi mereka mempunyai sifat yang dapat menimbulkan kekacauan terhadap kehidupan warga masyarakat secara keseluruhan. Jika melihat keadaan masyarakat Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon masalah yang sering kali muncul yaitu masalah sosial dan masalah ekonomi. Masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat Kecamatan Gebang yaitu adanya kecemburuan sosial atau rasa iri dari kelompok nelayan terhadap kelompok nelayan yang lainnya. Kecemburuan tersebut nampak ketika suatu kelompok nelayan mendapat bantuan materi baik itu dari pihak swasta ataupun dari pemerintah. Selain hal tersebut masalah sosial yang dihadapi masyarakat nelayan di Kecamatan Gebang yaitu kurangnya minat dari anak-anak muda untuk menjadi nelayan, mereka lebih memilih menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) dibandingkan menjadi nelayan karena faktor ekonomi. Menjadi tenaga kerja Indonesia mempunyai penghasilan yang lebih menjanjikan dibandingkan menjadi nelayan yang penghasilannya kecil dan kerap kali mengalami kerugian karena sedikitnya tangkapan ikan yang nelayan itu dapatkan.

(4)

Di dalam kehidupan nelayan di Kabupaten Cirebon, mereka mengakui memiliki anak 1-2 orang, dan bahkan tidak sedikit yang mengaku memiliki anak 3 orang lebih atau ada pula yang mengaku memiliki anak 6-7 orang. Dalam situasi seperti ini, dapat dibayangkan, betapa berat beban yang mesti ditanggung sebuah keluarga nelayan tradisional jika penghasilan mereka pas-pasan, bahkan sering paceklik, tetapi di saat yang sama mereka harus menghidupi anak-anaknya yang jumlahnya sedemikian besar, meski diakui dalam kehidupan keseharian tampaknya berlaku kehidupan sosial yang saling membantu dan saling tolong menolong antar sesamanya (Adharti, 2012:17-18).

Berdasarkan hal tersebut, penulis merasa tertarik untuk melakukan sebuah penelitian. Penelitian ini dinilai penting untuk dikaji dengan tujuan untuk melihat sejauh mana perubahan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon. Adapun alasan penulis membuat batasan periode pada tahun 1998-2004, yaitu karena pada tahun 1998, Indonesia pada umumnya mengalami kemerosotan di bidang ekonomi atau krisis ekonomi dan pada tahun 2004 Indonesia masuk ke dalam sebuah era baru yaitu era reformasi dimana kekuasaan sepenuhnya berada ditangan rakyat. Dari paparan di atas, maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon Tahun 1998-2004”.

C. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, masalah utama yang dikaji adalah “Perubahan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon tahun 1998-2004” Terdapat beberapa rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Gebang di Kabupaten Cirebon tahun 1998 – 2004?

2. Bagaimana tantangan dan usaha nelayan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon dalam menghadapi permasalahan ekonomi tahun 1998-2004? 3. Bagaimana dampak dari permasalahan ekonomi terhadap kehidupan

(5)

D. TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Perubahan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon tahun 1998-2004. Selain itu penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk:

1. Menganalisis kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Gebang di Kabupaten Cirebon tahun 1998 – 2004.

2. Mengetahui tantangan dan usaha nelayan di Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon dalam menghadapi permasalahan ekonomi tahun 1998-2004.

3. Mengetahui dampak dari permasalahan ekonomi terhadap kehidupan masyarakat nelayan Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.

E. MANFAAT PENELITIAN

1. Secara Teoritik

Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai dua konsep yaitu sosial dan ekonomi. Dimana dua konsep tersebut dalam kehidupan bernegara seringkali saling mempengaruhi satu sama lain. 2. Secara praktik

a. Manfaat bagi penulis adalah sebagai salah satu karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

b. Bagi lembaga terkait adalah memperkaya pengetahuan akan sejarah lokal yang ada di daerahnya sendiri.

c. Karya ilmiah ini dapat dijadikan bahan pertimbangan, pemikiran dan perbandingan dalam penulisan sejarah lainnya.

F. KAJIAN PUSTAKA

a. Teori Perubahan Sosial

(6)

makro tentang perubahan sosial cakupannya sangat luas dan menerangkan berbagai fenomena penting yang terjadi pada semua kurun waktu dan tempat. b. Teori Pertumbuhan Wilayah Berbasis Sumber Daya Alam (Resource

Endowment Theory)

Menurut Adisasmita (2013:67) Teori pertumbuhan wilayah berbasis sumber daya alam menjelaskan bahwa pengembangan ekonomi suatu wilayah sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh potensi kekayaan sumber daya alam (resource endowment atau factor endowment) yang dimiliki. Suatu wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang potensial, umumnya perkembangan ekonominya lebih maju dibandingkan wilayah yang sumber daya alamnya kurang. Faktor produksi terdiri dari tanah (land), tanaga kerja (labour), dan modal (capital). Sumber daya alam adalah tanah dengan segala potensi kekayaan yang terkandung di dalamnya (pertanian dalam arti luas, pertambangan dan lainnya).

c. Masyarakat Nelayan

Menurut Raplh linton dalam Mutakin (2000:5) Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial. Sedangkan nelayan merupakan manusia yang bermata pencaharian di wilayah pesisir yang pada umumnya kehidupannya bergantung pada hasil laut.

d. Buku-buku yang digunakan

Buku pertama yang digunakan buku yang berjudul Metoda Logika Ilmu Sosial yang ditulis oleh Walter L. Wallace. Buku ini berisi tentang teori-teori tentang metoda logika sosial yang dapat membantu dalam penelitian penulis. Buku tersebut membahas mengenai pembentukan konsep dan pembentukan teori sosial yang digunakan penulis untuk menjawab permasalahan sosial.

(7)

proses penelitan, teori dalam penelitain sosial serta beberapa rancangan penelitan dan dalam bentuk pengumpulan data terdapat beberapa cara yang sekiranya dapat membantu penulis dalam melakukan penelitian dapat menggunakan cara observasi, wawancara, kuesioner dan menggunakan sumber-sumber yang terkait dengan penelitian penulis.

Buku ketiga yang digunakan berjudul Ilmu sosial dasar yang ditulis oleh Abu Ahmadi. Buku ini berisi tentang pengertian ilmu sosial, penduduk, masyarakat dan kebudayaan, individu, keluarga dan masyarakat yang menjelaskan mengenai pertambahan penduduk serta perkembangan kebudayaan dan pembagian kerja dalam masyarakat. Selain itu dalam buku ini juga terdapa aspek-aspek positif dan negatif yang terdapat dalam masyarakat perkotaan ataupun masyarakat pedesaan. Dan juga dijelaskan mengenai pelapisan sosial serta pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi masyarakat.

Buku keempat yang digunakan berjudul Panduan dasar Ilmu-ilmu Sosial yang ditulis oleh Bert F. Hoselitz dalam buku ini penulis mengambil beberapa pembahasan yang dapat memebantu dalam penelitian penulis yaitu pembahasan mengenai studi ilmiah mengenai fakta sosial, teori sosial serta metode pengumpulan data yang diharapkan dapat membantu penulis dalam penelitian.

Buku kelima yang digunakan berjudul Pengantar Ilmu Sosial yang ditulis oleh Dadang Supardan dalam buku ini penulis menggunakan metode, konsep-konsep dan teori sosial guna membantu penulis dalam penelitian. Selain teori dalam ilmu sosial dalam buku ini juga penulis menggunakan konsep serta teori ekonomi yang diharapkan dapat membantu penulis dalam penelitian.

(8)

konflik yang umumnya terjadi pada nelayan yang diharapkan dapat membantu penulis dalam penelitian.

e. Sumber Artikel atau Jurnal

Dalam jurnal yang ditulis oleh Mardjoeki. (2012). “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Pantai Utara Daerah Kabupaten Cirebon”. Jurnal Ekonomi. 1, (1), 52-57. Penulis menggunakan beberapa konsep dan teori yang diggunakan dalam jurnal ini agar dapat membantu penelitian yang dilakukan oleh penulis.

Dalam Jurnal yang ditulis oleh Muflikhati, Dkk. (2010). “Kondisi Sosial Ekonomi Dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga: Kasus Di Wilayah Pesisir Jawa Barat”. Jurnal Ilmu Kelautan. 1, (3), 1-10. Dijelaskan mengenai masyarakat nelayan yang diharapkan mampu membantu penelitian yang dilakukan oleh penulis.

Dalam Jurnal uang ditulis oleh Watung et al. (2013). “Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Di Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur Propinsi Sulawesi Utara”. Dijelaskan mengenai karakteristik masyarakat nelayan yang dilihat dari aspek sosial ekonomi yang diharapkan mampu membantu penelitian yang dilakukan oleh penulis.

G. METODE PENELITIAN

Sebagaimana halnya prosedur kerja dalam penyusunan sejarah pada umumnya, maka kajian sejarah lokal juga perlu memperhatikan empat langkah utama dalam kegiatannya. Keempat langkah itu yaitu:

a. Heuristik

(9)

peristiwa itu terjadi. Kedua adalah sumber sekunder kesaksian dari orang yang tidak melihat secara langsung peristiwa dan tidak ada di tempat berlangsungnya peristiwa sejarah.

Dalam proses pengumpulan data dan informasi dilakukan beberapa teknik penelitian diantaranya yaitu melalui studi literatur dan teknik wawancara. Dalam studi literatur penulis melakukan studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan sumber dari buku-buku, arsip, koran, jurnal dan buku-buku yang terdapat dalam internet yang sudah dipercaya kebenarannya. Studi literatur ini dilakukan untuk mencari sumber primer dan sekunder dari penelitian yang akan ditulis.

Masalah-masalah yang dihadapi dalam pencarian sumber khususnya sumber sejarah lokal adalah kurangnya sumber primer dalam hal ini masih sedikitnya penelitian yang meneliti mengenai masyarakat nelayan.

b. Kritik

Kritik sumber umumnya dilakukan terhadap sumber-sumber pertama. Kritik ini menyangkut verifikasi sumber yaitu pengujian mengenai kebenaran atau ketepatan (akurasi) dari sumber itu. Kritik sumber dalam metode sejarah terbagi menjadi sua yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal adalah cara melakukan verifikasi atau pengujian terhadap aspek-aspek luar dari sumber sejarah yang dilakukan dengan pemeriksaan yang ketat. Sedangkan kritik internal lebih menekankan pada aspek dalam yaitu isi dari sumber tersebut, apakah isi dari sumber tersebut dapat dipercaya atau tidak.

c. Interpretasi

Interpretasi adalah sebuah kegiatan menuliskan dari apa yang telah diperoleh seperti sumber-sumber. Dalam hal ini bukan hanya keterampilan teknik pengutipan dan catatan-catatan akan tetapi menggunakan seluruh daya pikirannya terutama pikiran-pikiran yang bersifat kritis. Fakta-fakta yang diperoleh dikaitkan-kaitkan satu sama lain sehingga terlihat antara fakta yang satu dengan yang lainnya memiliki keterhubungan yang jelas.

(10)

Historigrafi memilki pengertian penulisan sejarah. Dalam tahap historiografi perlu memperhatikan prinsip serialisasi (urutan peristiwa), prinsip kronologis (urutan-urutan waktu) dan prinsip kausalitas (hubungan sebab akibat).

H. STRUKTUR ORGANISASI SKRIPSI

Hasil yang diperoleh melalui telaah pistaka kemudian disusun kedalam sebuah struktur organisasi penulisan skripsi yang terdiri dari:

BAB I Pendahuluan. Dalam bab ini dijelaskan mengenai latar belakang masalah yang di dalamnya memuat penjelasan mengapa masalah yang diteliti timbul dan penting untuk dikaji, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II, Kajian Pustaka dan Landasan Teoretis. Bab ini berisi tentang berbagai landasan teoritis dan informasi sejarah bersumber pada literatur yang berkaitan dengan permasalah yang akan dikaji.

BAB III, Metode Penelitian. Dalam bab ini diuraikan tentang metode dan teknik penelitian yang digunakan penulis dalam mencari sumber-sumber dan cara pengolahan sumber yang dianggap relevan dengan permasalahan yang dikaji.

BAB IV, Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan di Kecamatan Gebang. Dalam bab ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seluruh hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis. Uraian tersebut berdasarkan pertanyaan penelitian yang dirumuskan pada bab pertama.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Adharti, dkk. (2012). “Model Kurikulum Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Berbasis Ekonomi Produktif di Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Jeneponto”. Jakarta: Insentif Peningkatan Peneliti dan Perekayasa Kementerian Riset dan Teknologi.

Adisasmita, R (2013). Teori-teori Pembangunan Ekonomi: pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan wilayah. Yogyakarta: Graha ilmu

Ahmadi, A. (2003). Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Rineka Cipta

Black, J. A dan Dean J. C. (2009). Metode dan masalah penelitian sosial. Bandung: refika aditama

Hoselitz, B F. (1988). Panduan Dasar Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: CV Rajawali

Mutakin, A & Gurniwan K.P. (2000). Masyarakat Indonesia Dalam Dinamika. Bandung: Buana Nusa

Ranjabar, J. (2008). Perubahan Sosial Dalam Teori Makro. Bandung: Alfabeta

Sudarno, P. (1993). Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Gramedia Pustaka

Supardan, D. (2008). Pengantar Ilmu Sosial: Sebuah Kajian Pendekatan Struktural. Jakarta: Bumi Aksara

Utsman, S. (2007). Anantomi Konflik & Solidaritas Masyarakat Nelayan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Wallace, W. (1994). Metoda logika ilmu sosial. Jakarta: bumi aksara

Widja, I.G.(1989).Sejarah Lokal Suatu Perspektif Dalam Pengajaran Sejarah. Jakarta: Depdikbud

Sumber Artikel Jurnal:

Mardjoeki. (2012). “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Pantai Utara Daerah Kabupaten Cirebon”. Jurnal Ekonomi. 1, (1), 52-57

Muflikhati, Dkk. (2010). “Kondisi Sosial Ekonomi Dan Tingkat Kesejahteraan Keluarga: Kasus Di Wilayah Pesisir Jawa Barat”. Jurnal Ilmu Kelautan. 1, (3), 1-10

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat ini (tahun 2000- an), proporsi pekerja di bidang informasi hanya di bawah 50%, meskipun angka ini tidak termasuk pertumbuhan jumlah pegawai pabrik, pedagang eceran,

Penelitian ini menerapkan pendekatan quantitatif. Metode penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah quasi eksperimen / eksperimen semu. Metode ini terapkan, karena

siswa yang lain. Kegiatan tersebut diulang terus sampai diperoleh jawaban yang benar. Selanjutnya guru meminta siswa untuk membuat gambar yang menunjukkan bilangan. Dengan

Teori Ekonomi Produksi: dengan Pokok Bahasan Analisis Fungsi..

Manajer strategik mngukur kepentingan strategik dari kompetensi internal suatu perusahaan dengan dasar peluang dan ancaman yang ada dalam lingkungan industri kompetitif

passiva harus dibagi menurut imbangan activa. Pitlo berpendapat bahwa perjanjian itu harus dianggap tidak ada, sebab hal tersebut bertentangan dengan

Kita mengetahui bahwa pemutus tenaga merupakan suatu alat yang sangat penting dalam penyaluran energi listrik dari pembangkit ke penyaluran dan jaringan distribusi, yang dewasa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi penggunaan bubuk daun ketapang ( Terminalia catappa ) kering (BDKK) dengan dosis dan suhu inkubasi berbeda