• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of Perubahan Tingkah Laku dalam novel The Lover karya Margurite Duras

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "View of Perubahan Tingkah Laku dalam novel The Lover karya Margurite Duras"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Perubahan Tingkah Laku dalam novel

The Lover

karya

Margurite Duras

Anisa Fajriana Oktasari

email:[email protected]/ Universitas Madura,

Abstrak:Masalah gangguan mental psikologis berakar pada masa anak-anak, namun gangguan itu diperkuat dengan cara pengulangan pada masa selepas anak-anak. Hal ini terjadi pada tokoh utama dalam novel The Lover karya Margurite Duras, yang didukung lingkungan terdekatnya yaitu keluarganya untuk melakukan perubahan. Mereka memfokuskan diri dalam memeriksa atau menyimpulkan asumsi dan membentuk konsep yang salah atau negatif. Selanjutnya konsep yang negatif tersebut akan mempengaruhi kualitas perasaan yang ditampilkan untuk menjadi negatif, dan persaaan negatif akan mengarahkan tingkah laku menjadi negatif pula. Tokoh utama mengalami pengalaman yang pahit tidak hanya pada masa anak-anak saja, tapi pada masa remaja hingga dewasa juga mengalami penderitaan yang mengakibatkan ia semakin membenci lingkungan sekitarnya yaitu keluarganya dan dirinya sendiri dan menghasilkan perilaku aneh dari pada masyarakat sekitar.

Abstract:The problem of mental psychological disorders is rooted in childhood, but the disorder is reinforced by repetition after childhood. This happened to the main character in Margurite Duras's The Lover novel, which supported his immediate neighborhood of his family for a change. They focus on examining or concluding assumptions and forming wrong or negative concepts. Furthermore, the negative concept will affect the quality of feelings are shown to be negative, and negative will lead to negative behavior as well. The main character experiences a bitter experience not only in the childhood, but in adolescence to adulthood also suffered which resulted in him increasingly hate the surrounding environment that is his family and himself and generate strange behavior from the surrounding community.

Kata Kunci:Perubahan, Tingkah Laku

Pendahuluan

Fenomena perubahan tingkah laku yang terjadi dalam novel The Lover karya Margurite Duras sangat menarik untuk diteliti. Pola penjabaran yang gamblang serta narasi pola penceritaan tokoh utama yang banyak menitik

(2)

psikologi yang merupakan aspek terbanyak dalam novel ini.

Dalam novel The Lover karya Margurite Duras banyak mengisahkan pola pemikiran yang mengakibatkan perubahan tingkah laku yang lain dari masyarakat sekitarnya. Aspek perubahan (behavior) ini dominan terjadi pada kisah tokoh utama. Novel ini mengisahkan tentang seorang gadis kulit putih keturunan Prancis yang berpindah ke Mekong. Pada kehidupan masa anak-anaknya dilalui dengan kemiskinan dan tanpa kebahagiaan. Selanjutnya saat berpindah ke Mekong pun membuat ia semakin membenci dirinya sendiri karena keluarganya selalu menganggap walaupun miskin kulit putih tetap lebih berharga dari pada sekadar kulit berwarna. Masa lalu yang suram dan tertutup merubah perilakunya menjadi aneh saat dewasa karena ia sudah tidak menghargai dirinya sendiri.

Dalam hal ini lingkungan yang banyak mempengaruhi terbentuknya kepribadian pada tokoh utama. Hal ini sesuai dengan prinsip behaviorisme sekaligus dilatar belakangi oleh pola berpikir tokoh utama akibat stimulus lingkungan. Hal di atas seuai dengan

pendapat Oemarjoedi bahwa pola pemikiran manusia terbentuk melalui

proses rangkaian stimulus-kognisi-respon (SKR), yang saling berkait dan membentuk semacam jaringan SKR dalam otak manusia, dimana proses kognisi akan menjadi faktor penentu dalam menjelaskan bagaimana manusia berfikir, merasa dan bertindak (2003:6).

Peran berfikir yang dilakukan tokoh utama jelas terlihat dari cara dia mengambil kesimpulan. Sehingga pada akhirnya perubahan tingkah laku yang dialaminya tidak lepas dari proses berfikir awalnya. Sejalan dengan pendapat di atas Oemarjoedi juga mengungkapkan bahwa behaviorisme diarahkan kepada modifikasi fungsi berfikir, merasa dan bertindak dengan menekankan peran otak dalam menga-nalisa, memutuskan, bertanya, berbuat dan memutuskan kembali. Dikuatkan pula oleh Oemarjoedi bahwa sistem

keyakinan atau kepercayaan adalah penyebab utama dari gangguan tingkah laku.

(3)

pengulangan pada masa selepas anak-anak. Hal ini terjadi pada tokoh utama

yang didukung lingkungan terdekatnya yaitu keluarganya untuk melakukan perubahan.

Penyampaian narasi pada novel ini menitik beratkan pada suara hati tokoh utama, ia saling mendiskusikan perasaan hatinya hanya dengan dirinya sendiri seperti yang diungkap Oemarjoedi bahwa dialog internal di dalam diri individu memegang peran penting dalam tingkah laku yang ditampilkan. Mereka memfokuskan diri dalam memeriksa atau menyimpulkan asumsi dan membentuk konsep yang salah atau negatif. Selanjutnya konsep yang negatif tersebut akan mempengaruhi kualitas perasaan yang ditampilkan untuk menjadi negatif, dan persaaan negatif akan mengarahkan tingkah laku menjadi negatif pula.

Tokoh utama mengalami

pengalaman yang pahit tidak hanya pada masa anak-anak saja, tapi pada masa remaja hingga dewasa juga mengalami penderitaan yang mengakibatkan ia semakin membenci lingkungan sekitar-nya yaitu keluargasekitar-nya dan dirisekitar-nya sendiri dan menghasilkan perilaku aneh

dari pada masyarakat sekitar. Hal ini sesuai dengan pendapat Beck dalam

Oemarjoedi yang menyatakan bahwa ia memasukkan ciri ini ke dalam Triad Kognitif meliputi pandangan negatif tentang diri sendiri, pandangan negatif tentang dunia, dan pandangan negatif tentang masa depan.

The Lover adalah buku pertama dari pengarang Prancis terkemuka yang diterbitkan penerbit Jalasutra. Dari sekian banyak karya Margurite Duras, The Lover dipilih untuk diiterbitkan dengan alasan bahwa buku ini merupakan salah satu buku terbaiknya setelah Moderato Cantabile dan meraih penghargaan Prix Gouncourt di Prancis. Tulisan duras pun terbilang tidak mudah. Dilihat dari cara pemaparannya yang minmimal menggunakan imaji kata, abstraksi pada ruang dan waktu sering menunjukkan dirinya adalah penulis yang sangat reflektif terhadap semua

kejadian yang menunjukkan bahwa dia adalah pemikir yang soliter.

(4)

behavioristik. Gaya penulisannya pun berbeda dengan penulis lain. Dikatakan

pula bahwa Duras banyak menuangkan pengalaman pribadinya pada penceritaan novel ini seperti yang di kemukakan oleh editor buku The Lover ini. Meskipun demikian Duras tetap menolak bahwa karyanya merupakan hasil dari kehidupan nyatanya.

Pada awal kepenulisannya Duras beraliran realis dan beralih ke gaya penulisan baru yang lebih inovatif. Hal yang dipentingkan di dalamnya selain proses runtun berpikir dan berperilaku tokoh utama sangat kuat di paparkan dalam novel The Lover ini. Di samping itu unsur fiksi tak pernah lepas dari keindahan bahasanya, sehingga menimbulkan imajinasi-imajinasi yang dalam. Berdasarkan latar belakang dimuka maka permasalahan yang ingin diungkap dalam penelitian ini adalah Bagaimana pola pikir tokoh utama dalam

novelThe Lover karya Margurite Duras? Apa yang melatar belakangi terbentuknya perubahan tingkah laku tokoh utama dalam novel The Lover karya Margurite Duras? Apa saja perubahan tingkah laku yang terjadi pada

tokoh uatma dalam novel The Lover karya Margurite Duras?

Novel The Lover karya Margurite Duras dengan kajian psikologi behavior-ristik peneliti belum menemukan penelitian yang sejenis. Namun sebelumnya telah banyak karya sastra yang dikaji dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra.

Peneliti berusaha menjabarkan bagaimana pola pikir tokoh utama, latar belakang timbulnya pemikiran yang demikian, aplikasi serta perubahan tingkah laku yang terjadi akibat pola pemikiran yang terdapat pada tokoh utama. Pada akhirnya mencetuskan perilaku yang baru. Peneliti memasuk-kan kajian psikologi sebagai pisau analisis dengan teori behaviorisme karena pendekatan ini relevan dengan kasus yang dialami tokoh utama.

Teori yang digunakan adalah teori behavior B. F. Skinner. Skinner

(5)

yang didirikan oleh John B. Watson pada tahun 1930. Asumsi dasar mengenai

tingkah laku menurut teori ini adalah bahwa tingkah laku sepenuhnya ditentukan oleh aturan-aturan, bisa diramalkan dan bisa dikendalikan (Farozin dan Fathiyah,2004:72).

Tokoh-tokoh yang tergabung dalam aliran ini adalah Skinnrer, Pavlov, Thorndike. Diantara tokoh-tokoh yang tergabung dalam behaviorisme tersebut Skinner merupakan tokoh behaviorisme yang paling produktif mengemukakan gagasan dan pemikiran. Paling berpengaruh serta paling tegas menjawab tantangan dan kritik-kritik atas behaviorisme.

Bidang yang didalami skinner adalah analisis eksperimental atas tingkah laku. Skinner berpandangan bahwa manusia dibentuk oleh lingkungan (Farozin dan Fathiyah, 2004:72). Hal ini sejalan dengan tokoh

utama novel The Lover karya Margurite Duras yang terpengaruh lingkungan yang membentuknya. Tokoh utama dalam novel ini mengalami kesalahan menangkap respon yang diterima berupa stimulus yang dianggapnya benar tapi

menyebabkan perubahan tingkah laku yang abnormal.

Skinner memiliki beberapa teori utama meliputi:

(1) Tipe respon kondisioning. Ada dua jenis respon pada organisme yaitu respondent behavior dan operant behavior.

(2) Jenis penguatan (reinforcement). Ada dua jenis penguatan yaitu reinforcement positif dan reinforcement negatif.

(3) Pembentukan perilaku dan perilaku berantai. Ada dua jenis pembentukan perilaku dan perilaku berantai yaitu adanya penguatan secara berbeda-beda dan upaya mendekat terus-menerus.

(4) Penjadwalan reinforcement, meliputi penguatan terus– menerus dan pemberian tidak secara terus-menerus (Weiten

dalam Farozin dan

Fathiyah,2004).

(6)

individu yang berinisiatif dan memiliki prakarsa diri dan keinginan untuk maju,

strategi pengubahan sikap dan perilku secara jelas melalui ketegasan dalam menghubungkan variabel bebas dan tergantung (Farozin dan Fathiyah,2004:80).

Perkembangan Kepribadian

Menurut Skinner perkembangan kepribadian cenderung beralih ke tingkah laku abnormal, tingkah laku ini berkembang sama dengan tingkah laku normal. Kelainan tingkah laku ini adalah kegagalan belajar membuat seperangkat respon yang tepat. Kegagalan itu dapat berupa:

(1) kekurangan tingkah laku; tidak memiliki repertoir respon yang dikehendaki karena miskin reinforcemen.

(2) kesalahan penguatan; pilihan responnya tepat, tetapi reinforcemen diterima secara

tidak benar sehingga organisme cenderung memakai respon yang tidak dikehendaki.

(3) kesalahan memahami stimulus sering terjadi pada penderita skizoprenik dan psikotik lainnya, yakni orang yang gagal memilah

tanda-tanda yang ada pada stimikus, sehingga stimulus yang

benar dihubungkan dengan hukuman dan yang salah

dihubungkan dengan

reinforcemen, akibatnya akan terjadi pembentukan tingkah laku yang tidak dikehendaki.

(4) merespon secara salah; terkait dengan ketidak mampuan mengenali penanda spesifik suatu stimulus, orang akhirnya mengembangkan respon yang salah karena justru respon itu yang mendapat reinforcemen (Alwisol,2006:397).

Dengan demikian jelaslah prinsip perubahan tingkah laku normal menadi tingkah laku abnormal dipengaruhi oleh beberapa faktor. Seperti yang dikemukakan di atas hal yang terjadi pada tokoh utama banyak mengalami kesalahan dalam menginterpretasikan

(7)

Pendekatan Penelitian

Sebuah penelitian akan mencapai

sempurna atau maksimal hasil apabila metode yang digunakan sesuai dengan jenis penelitiannya. Novel The Lover karya Margurite Duras banyak menying-gung sisi pemikiran tokoh utama. Penelitian ini dirancang secara kualitatif, karena penelitian bersifat ilmiah dan tidak mengadakan perhitungan dan lebih mengutamakan kedalaman penghayatan interaksi antar konsep yang dikaji secara empiris serta menekankan pada library research.

Pendekatan penelitian yang digunakan melalui teori psikologi sastra khususnya behaviorisme. Tokoh psiko-logi psikopsiko-logi dalam novel ini meliputi B. F. Skinner karena analisisnya cocok dengan permasalahan tokoh utama.

Dalam penelitian ini data yang didapat berasal dari teks novelThe Lover karya Margurite Duras. Data yang

digunakan berupa kata, frase, kalimat, dan paragraf yang ada di dalam novel The Lover karya Margurite Duras. Agar penelitian ini fokus dan terarah data yang diambil tentu saja telah dipilah terlebih dahulu oleh peneliti. Data tersebut merupakan data-data yang

mendukung adanya konsep psikologi pada tataran perubahan tingkah laku

pada tokoh utama dalam novel The Loverkarya Margurite Duras.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pola berpikir tokoh utama berbeda

dengan pola berpikir masyarakat sekitarnya. Pada awalnya tokoh aku ini

memiliki persepsi yang sama, namun pada akhirnya terjadi perubahan akibat pengaruh dari keluarganya.

Aku bisa menanggapinya, bisa berpikir. Aku berkata aku senantiasa bersedih. Bahwa aku bisa melihat kesedihan yang sama pada foto-foto diriku ketika aku masih kecil. Bahwa hari ini, mengenalinya sebagai kesedihan yang selalu menggayutiku, aku hampir bisa menyebutnya dengan namaku sendiri, kesedihan ini adalah diriku (halaman 67).

Dari sini terlihat bahwa tokoh aku mengalami masa kecil yang tidak bahagia. Keinginan yang menginginkan

(8)

penguatan (reinforcement). Ada dua jenis penguatan yaitu reinforcement

positif dan reinforcement negatif dan hal di atas dikategorikan sebagai renforcement negatif.

Apa yang takkan pernah kuketahui adalah pertimbangan praktis mama apa yang membuatnya meninggalkan kami seperti itu, setiap hari (halaman 30).

Penguatan yang terjadi di atas juga merupakan penguatan negatif sebab kesan negatif yang terlalu banyak menyebabkan penguatan yang tidak dapat dihindarkan lagi. Perubahan sikap dan aplikasinyapun dapat beragam dan memicu keabnormalan.

Bagiku seluruh kota didiami oleh si perempuan pengemis jalanan. Dan semua perempuan pengemis kota itu, sawah-sawah. Jalan yang membatasi Siam, tepian Mekong-bagiku perempuan penge-mis yang menakutiku itu dihuni oleh mereka (halaman116).

Pola pemikiran negatif terhadap lingkungan sekitar dikategorikan oleh Skinner sebagai respon secara salah; terkait dengan ketidak mampuan mengenali penanda spesifik suatu stimulus, orang akhirnya mengembang-kan respon yang salah karena justru

respon itu yang mendapat reinforcemen. Terlihat jelas dari kalimat di atas apabila

respon ini menjadi salah terus-menerus menjadi pemicu terbentuknya perilaku yang berbeda.

Cinta liar yang kurasakan untuk lelaki itu tinggal menjadi misteri yang tak dapat dimengerti bagiku. Aku tak tahu mengapa aku begitu mencintainya seperti ingin mati dalam kematiannya (hala-man140).

Konsep berpikir yang tertutup akibat aspek keluarga menyebabkan perilaku posesif yang tak terkendali. Skinner berasumsi hal ini dikategorikan kesalahan penguatan; pilihan responnya tepat, tetapi reinforcement diterima secara tidak benar sehingga organisme cenderung memakai respon yang tidak dikehendaki (Alwisol,2006:397). Penda-pat Skinner di atas sesuai dengan cuplikan kutipan tersebut di atas yang menyatakan pilihan respon tepat tetapi reinforcement tidak tepat berakibat pada kurang tepatnya aplikasi perilaku pada tokoh aku.

Latar Belakang Terbentuknya Pola Berpikir pada Tokoh Utama

(9)

pencetus uetama lahirnya perilaku baik normal dan abnormal. Seperti yang

pernah diungkap oleh Skinner bahwa pembentukan perilaku dan perilaku berantai. Ada dua jenis pembentukan perilaku dan perilaku berantai yaitu adanya penguatan secara berbeda-beda dan upaya mendekat terus-menerus. Selain aspek diatas ada pencetus pula yaitu kelainan tingkah laku ini adalah kegagalan belajar membuat seperangkat respon yang tepat. Kegagalan itu dapat berupa: (1) kekurangan tingkah laku; tidak memiliki repertoir respon yang dikehendaki karena miskin reinfor-cemen. (2) kesalahan penguatan; pilihan responnya tepat, tetapi reinforcemen diterima secara tidak benar sehingga organisme cenderung memakai respon yang tidak dikehendaki. (3) kesalahan memahami stimulus sering terjadi pada penderita skizoprenik dan psikotik lainnya, yakni orang yang gagal

memilah tanda-tanda yang ada pada stimikus, sehingga stimulus yang benar dihubungkan dengan hukuman dan yang salah dihubungkan dengan reinforcemen, akibatnya akan terjadi pembentukan tingkah laku yang tidak dikehendaki. (4) merespon secara salah; terkait dengan

ketidak mampuan mengenali penanda spesifik suatu stimulus, orang akhirnya

mengembangkan respon yang salah karena justru respon itu yang mendapat reinforcemen (Alwisol,2006:397).

Perhatikan kutipan berikut ini. Aku sering diberi tahu hal itu terjadi karena seluruh masa kanak-kanak seseorang dihabiskan dibawah cahaya matahari yang terlalu perik. Tetapi aku tak mempercayainya. Akupun diberi tahu hal itu terjadi karena kemiskinan kami yang membuat kami murung (halaman 21).

Kutipan di atas jelas memper-lihatkan bagaimana kesan pertama yang diberikan begitu kuat sehingga memun-culkan pribadi yang kuat sesuai pendapat Skinner yang menyebutkan bahwa kesalahan memahami stimulus sering terjadi pada penderita skizoprenik dan psikotik lainnya, yakni orang yang gagal memilah tanda-tanda yang ada pada stimulus, sehingga stimulus yang benar

(10)

berpengaruh pada pembentukan perilaku seseorang saat dewasa kelak.

Perhatikan kutipan berikut.

Tetapi ia tak punya pilihan, abangku harus dijauhkan dari kedua anaknya yang lain. Beberapa tahun lamanya ia bukan lagi bagian dari keluarga (halaman 68).

Kekuatan repertoir mengakibatkan penganggapan yang salah pada saudara sendiri dan berhasil membentuk perilaku yang tidak dapat dibayangkan.

Perhatikan kutipan berikut.

Mimpi-mimpiku adalah tentang ibuku, tidak pernah tentang pohon-pohon natal, selau hanya dia, seorang ibu yang digilas kemiskinan atau keputus asaan dan komat-kamit dalam hutan belantara, antara mencari makanan atau bicara tak habis-habisnya tentang kejadian yang menimpanya, (halam 68-69).

Hal di atas dikategorikan ke dalam kesalahan penguatan; pilihan responnya tepat, tetapi reinforcemen diterima

secara tidak benar sehingga organisme cenderung memakai respon yang tidak dikehendaki. Jelas terlihat tepat apabila tokoh aku mengakui kemiskinannya tapi reinforcemen yang terdapat pada ibunya menciptakan pola pikir dan perilakunya

yang tidak sesuai dengan yang dikehen-daki.

Perhatikan kutipan berikut.

Bahwa ibuku sedang men-dekati ajal juga, pasti berhu-bungan dengan mendekati ajal juga, pasti berhubungan dengan apa yang terjadi padaku hari ini. Aku merasa aku berhasrat padanya (halaman 61).

Terlihat pola berpikir dan aplikasi di atas tidak tepat dan seimbang sesuai dengan pendapat Skiner yang menyatakan bahwa merespon secara salah; terkait dengan ketidak mampuan mengenali penanda spesifik suatu stimulus, orang akhirnya mengembang-kan respon yang salah karena justru respon itu yang mendapat reinforcemen (Alwisol,2006:397). Kekuatan reinforce-ment pada respon yang salah menyebabkan tindakan yang tidak sesuai sehingga dihubungkan dengan tindakan yang abnormal. Menimbulkan pemikiran yang keliru dan berakibat pada tindakan yang tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya yang harus dilakukan.

Perhatikan kutipan berikut.

(11)

tak tahu tentang mereka lagi sejak hari itu (halaman 47).

Jelas terlihat pada kutipan di atas bahwa ketakutan yang diciptakan oleh keluarga terdekatnya membuat pribadi yang tertekan dan penakut semakin memperkuat keadaan, seperti pendapat Skinner yang mengungkapkan bahwa kesalahan penguatan; pilihan responnya tepat, tetapi reinforcemen diterima secara tidak benar sehingga organisme cenderung memakai respon yang tidak dikehendaki. Namun hal di atas malah

dapat berdampak kebalikannya menjadi pribadi yang pemberani jauh dari

perkiraan seperti kutipan selanjutnya. Perhatikan kutipan berikut.

Dengan kehadiran abangku ia menjadi kejam tak terperi, penyebab rasa malu yang harus dihilangkan (halaman 77)

Perubahan sikap menjadi pembe-rani merupakan salah satu contoh karena

kesalahan penguatan yang diterima. Individu yang selama ini diam dapat membentuk respon sesuai penangkapan repertoirnya. Hal ini tidak hanya terjadi pada tokoh utama tetapi juga terjadi pada individu lain yang terpengaruh imbasnya. Kalimat di atas pun

merupakan stimulus bagi tokoh utama untuk menjadi lebih berani terhadap

orang yang menindasnya.

Perhatikan kutipan berikut.

Itulah sebabnya, meskipun si gadis tak mengetahuinya, itulah sebabnya sang ibu membiarkan si gadis keluar rumah dengan pakaian seperti seorang pelacur cilik (halaman 43).

Sikap ibu yang salah menyebabkan seorang anak tidak menghargai dirinya sendiri, menurut Skinner hal ini di kategorikan ke dalam jenis penguatan (reinforcement). Ada dua jenis pengua-tan yaitu reinforcement positif dan reinforcement negatif. Reinforcemen negatif yang ditanamkan ibunya membuat stimulus salah yang mengang-gap perbuatan ibunya sudah benar yang berakibat kecintaan kepada ibu. Namun, pada akhirnya jika diketahui bahwa hal itu keliru maka menyebabkan seorang anak yang membenci ibunya.

Perhatikan kutipan berikut.

(12)

Kalimat di atas sebagai penguat negatif pula yang sama dengan pendapat

sebelumnya bahwa reinforcemen negatif yang ditanamkan ibunya membuat stimulus salah yang menganggap perbuatan ibunya sudah benar yang berakibat kecintaan kepada ibu. Namun, pada akhirnya jika diketahui bahwa hal itu keliru maka menyebabkan seorang anak yang membenci ibunya.

Perhatikan pula kutipan berikut. Aku beruntung mempunyai seorang ibu yang putus asa dengan keputus asaan yang begitu pekat, hingga bahkan kadang-kadang kebahagiaan hidup, pada titik terperihnya tidak dapat sungguh-sungguh membuatnya melupakan hal itu (halaman 30).

Konsep negatif yang selama ini ditanamkan ibunya begitu lama menjadi suatu yang berakibat buruk. Padahal jelas hal itu merupakan suatu penderi-taan yang harus ditanggung bersama. Namun dalam cuplikan kalimat di atas

penderitaan ibunya merupakan kebaha-giaan seorang anak. Sikap awal berupa kecintaan telah berubah menjadi kebencian suatu sikap yang abnormal akibat pola lingkungan yang mendukung dan membenarkan.

Perubahan Tingkah Laku

Hari ini kukatakan padanya kesedihan adalah rasa nyaman, kesedihan ini, suatu kenyamanan untuk terjatuh pada akhirnya dalam kemalangan yang selalu diramalkan ibuku atasku ketika ia memekik dalam kegersangan hidupnya (halaman 67).

Jelas terlihat dahulu saat masih kanak-kanak yang menganggap

kema-langan itu hal yang paling menakutkan, pada saat ini menjadi hal yang sudah biasa dan diinginkan pula pada akhirnya. Seperti pendapat Skinner yang menya-takan bahwa merespon secara salah; terkait dengan ketidak mampuan mengenali penanda spesifik suatu stimulus, orang akhirnya mengem-bangkan respon yang salah karena justru respon itu yang mendapat reinforcemen. Karena terlalu kuatnya reinforcement semakin mengukuhkan pola tingkah laku abnormal tersebut.

Perhatikan kutipan berikut. Dari pada melihat wajah-mu sebagai perempuan wajah-muda, aku lebih suka wajahmu yang sekarang. Rusak.’ (halaman 17).

(13)

dirinya terlihat akibat penganggapan yang salah oleh stimulus penyebabnya

seperti pendapat Skinner di atas bahwa merespon secara salah; terkait dengan ketidak mampuan mengenali penanda spesifik suatu stimulus, orang akhirnya mengembangkan respon yang salah karena justru respon itu yang mendapat reinforcemen.

Perhatikan kutipan berikut. Aku memintanya untuk melakukannya lagi, dan lagi. Lakukan padaku. Dan ia melakukannya, melakukannya dalam bau amis darah. Dan percintaan ini adalah bayang kematian. Benar-benar bayang kematian (halaman 65).

Perlakuan yang dilakukan begitu bertentangan dengan masa kecilnya yang tertutup beralih ke masa dewasa yang penuh ambisi dan gairah. Aplikasi ini menjadi respon yang salah akibat stimulus yang ada sesuai pendapat Skinner yang menyatakan bahwa

kesalahan memahami stimulus sering terjadi pada penderita skizoprenik dan psikotik lainnya, yakni orang yang gagal memilah tanda-tanda yang ada pada stimulus, sehingga stimulus yang benar dihubungkan dengan hukuman dan yang salah dihubungkan dengan reinforcemen,

akibatnya akan terjadi pembentukan tingkah laku yang tidak dikehendaki.

Perhatikan kutipan berikut. Rasanya aku menulis tentang kecintaan kami terhadap ibu kami, tetapi aku tak yakin bahwa aku menulis tentang betapa kami membencinya juga, atau tentang cinta kami terhadap satu sama lain, dan juga kebencian kami yang buruk, dalam sejarah sebuah keluarga penuh kehancuran dan kematian namun merupakan milik kami apapun yang terjadi, dalam cinta atau dalam benci, dan yang masih tak bisa kumengerti betapapun kerasnya usahaku, yang masih diluar jangkauanku, tersembunyi kedalam dagingku, buta seperti anak yang baru lahir (halaman 43-44).

(14)

ditanamkan ibunya begitu lama menjadi suatu yang berakibat buruk. Sikap awal

berupa kecintaan telah berubah menjadi kebencian suatu sikap yang abnormal akibat pola lingkungan yang mendukung dan membenarkan.

Perhatikan kutipan berikut. Ia menyebutku perempuan jalang, seorang pelacur, katanya akulah satu-satunya cintanya, dan itulah yang harus ia katakan, dan yang memang kau katakan ketika kau membiarkan segalanya terungkap, ketika kau biarkan tubuh itu sendiri, untuk mencari dan menemukan dan meraih yang disukainya, dan kemudian segala sesuatu yang benar adanya, dan tak ada yang sia-sia, kotoran tertutupi dan hanyut dalam aliran deras, dalam kekuatan hasrat (halaman 64-65).

Perlakuan ini sejenis dengan pendapat di atas yang mengatakan bahwa pribadi yang tertutup berubah menjadi pribadi yang bebas tanpa malu dan terkekang lagi. Aplikasi ini

merupakan respon yang salah akibat stimulus yang didapat seperti yang dikemukakan oleh Skinner bahwa kesalahan memahami stimulus sering terjadi pada penderita skizoprenik dan psikotik lainnya, yakni orang yang gagal memilah tanda-tanda yang ada pada

stimulus, sehingga stimulus yang benar dihubungkan dengan hukuman dan yang

salah dihubungkan dengan reinforce-ment, akibatnya akan terjadi pemben-tukan tingkah laku yang tidak dikehendaki (Alwisol,2006:397).

Perhatikan kutipan berikut. Gadis itu mengingatkan padanya bahwa ia tidak menginginkan laki-laki itu berbicara, yang diinginkannya adalah agar lelaki itu melakukan yang biasa dilakukannya dengan perempuan-perempuan yang dibawanya ketempat tinggalnya itu. Gadis itu memohon-mohon padanya untuk melakukan hal itu (halaman 58).

Kutipan ini sejenis dengan kutipan sebelumnya yang menjelaskan bahwa pribadi yang tertutup berubah menjadi pribadi yang bebas tanpa malu dan terkekang lagi. Aplikasi ini merupakan respon yang salah akibat stimulus yang didapat. Perbuatan yang salah ini memicu perilaku abnormal atau menyimpang.

(15)

puluh tiga di Paris, begitu dramatis, lima tahun setelah kutinggalkan ibuku…setelah hari itu orang tidak lagi berkata aku punya rambut menarik, maksudku tidak sesering dulu, sebelumnya (halaman 32-33).

Perubahan penampilan yang lebih tidak terawat dan tidak mencer-minkan sisi kewanitaan terlihat pada kutipan di atas. Kecintaan pada dirinya sendiri menurut kutipan di atas dan pendapat peneliti telah berkurang karena penangkapan respon yang salah seperti pendapat Skinner yaitu merespon secara

salah; terkait dengan ketidak mampuan mengenali penanda spesifik suatu

stimulus, orang akhirnya mengem-bangkan respon yang salah karena justru respon itu yang mendapat reinforcement (Alwisol,2006:397). Pernyataan ini menyatakan prinsip perubahan perilaku akibat ketidak mampuan individu mengenali penanda spesifik suatu stimulus.

Perhatikan kutipan berikut. Tiba-tiba aku melihat diriku sebagai orang lain, sebagai orang lain pada umumnya, di luar diriku, ada bagi semua orang, ada bagi semua mata di dalam peredaran kekota-kota, perjalanan, hasrat.

Jelas terlihat di atas seorang yang berkepribadian tertutup berubah menjadi

pribadi yang ingin diperhatikan orang. Perubahan kerpribadian akibat stimulus yang salah ini mencerminkan bahwa penangkapan yang salah. Hal ini dapat mengakibatkan terjebak dalam perbuatan yang dapat diterima atau yang tidak dapat diterima.

Perhatikan kutipan berikut. Kemudian aku berhenti ikut dengannya, sebab tante-tanteku tak menginginkan anak-anak perempu-annya menemuiku lagi karena perilakuku yang menggemparkan (halaman 127).

Dari kutipan di atas jelas terlihat perilaku yang negatif tidak dapat diterima oleh anggota keluarganya. Ia bisa tersisih maupun bisa diterima, namun jarang yang dapat menerima perbedaan perilaku apalagi perilaku yang abnormal. Rata-rata perilaku menyim-pang akan selalu disingkirkan. Inilah

salah satu efek perilaku abnormal atau menyimpang.

(16)

merasa takut. Tidak ada yang perlu ditakuti. Karena orang yang satu-satunya ditakuti abangku, yang anehnya membuatnya gugup, adalah aku (halaman 78).

Pribadi yang penakut berubah menjadi pribadi yang pemberani akibat impuls yang menyebkan dirinya tidak hanya bisa pasrah. Lingkungan yang membentuknya dan lingkungan pula yang merubahnya. Akibatnya perubahan bisa berdampak positif maupun negatif sesuai dengan keperluan. Jika baik maka positif akibatnya, namun jika buruk

dampaknya maka hal ini dapat berdampak pada perilaku negatif.

Penutup

Setelah melakukan analisis terhadap data yang ada dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsep psikologi behavioristik (perubahan tingkah laku) yang ada dalam novel The Lover karya Margurite Duras merupakan pola perilaku yang menyimpang dan banyak yang tidak dapat diterima oleh lingkungan sekitarnya. Pola perilaku dari tertutup menjadi terbuka yang menyimpang ditengarai oleh aspek lingkungan yang mendukung untuk

individu tersebut melakukan perubahan ke arah positif maupun

negatif. Namun, hal yang banyak tidak dapat diterima oleh masyarakat sekitar merupakan refleksi sikap perubahan ke arah yang negatif. Kembali lagi bahwa hal ini tidak lepas dari pola pikir dari pengaruh lingkungan yang mendi-diknya sehingga menghasilkan peri-laku yang tidak diinginkan.

Daftar Pustaka

Alwisol. 2009. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Farozin, Muh. dan Fathiyah, Kartika Nur. 2004. Pemahaman Tingkah Laku (Psikologi Terapan, Kepribadian, Tingkah Laku, Teori Psikodinamik). Jakarta: Rineka Cipta.

Margurite, Duras.1985. The Lover. New York: Random House.

Referensi

Dokumen terkait

Bagi saudara-saudari jemaat yang memerlukan pelayanan dapat menghubungi Pengurus Sektor atau Majelis Jemaat dimana saudara-saudari berdomisili atau dapat langsung ke kantor

ICRA Indonesia juga memahami bahwa franchise dan posisi operasional yang menguntungkan, terutama bagi perusahaan asuransi jiwa swasta yang baru, memiliki kemungkinan lebih

Orang-orang Paighami mengatakan bahwa saya begitu berpusat hanya pada ilham saja – yaitu ru-ya yang menjadi dasar beliau mendakwakan diri sebagai Mushlih Mau’ud – padahal bukan

Dengan keluarnya Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor: DJ.II/542 tahun 2013 membuat gerak langkah kursus Pra Nikah semakin jelas, ditambah dengan Surat Edaran

Selain itu juga, melalui organisasi gerakan pramuka, siswa dapat belajar untuk selalu bersikap menurut nilai-nilai pancasila, baik itu dalam mengikuti latihan

23 Faktor Nilai Air (FNA) adalah suatu bobot nilai dari komponen sumber daya alam dan kompensasi pemulihan, peruntukan dan pengelolaan, besarnya. ditentukan berdasarkan subyek

KSLL adalah suatu sistem kombinasi yang lahir sebagai sistem baru dengan bentuk yang sederhana yaitu mengubah suatu ketebalan tertentu dari lapisan tanah teratas

• Menjelaskan gambaran umum secara singkat mengapa (why) kegiatan tersebut dilaksanakan dan alasan penting kegiatan tersebut dilaksanakan serta keterkaitan kegiatan yang