• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN KONDISI GEOGRAFIS DAERAH TINGKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "GAMBARAN KONDISI GEOGRAFIS DAERAH TINGKA"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

GAMBARAN KONDISI GEOGRAFIS DAERAH TINGKAT II

PADA PROVINSI SUMATERA UTARA

1. Kota Medan

 Luas Wilayah : 265,10 Km2  Orbitasi : 0 km

 Letak Wilayah : 2027’-2047’LU dan 98035’-98044’ LS

 Batas Wilayah

- Utara : Selat Malaka

- Selatan : Kabupaten Deli Serdang - Barat : Kabupaten Deli Serdang - Timur : Kabupaten Deli Serdang

2. Kabupaten Asahan

 Luas Wilayah : 3675 Km2  Orbitasi : 180 km

 Letak Wilayah : 2°03'- 3°26' Lintang Utara, 99°1'-100°0' Bujur Timur

 Batas Wilayah

- Utara : Kabupaten Batubara dan Selat Malaka

- Selatan : Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Labuhanbatu Utara

- Barat : Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara - Timur : Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Selat Malaka

3. Kabupaten Batubara

- Utara : Bandar Khalipah (Kabupaten Serdang Bedagai) dan Selat Malaka

- Selatan : Meranti (Kabupaten Asahan) dan Ujung Padang ( Kabupaten Simalungun)

- Barat : Bosar Maligas, Bandar Masilam, Dolok

(2)

4. Kabupaten Langkat

 Luas Wilayah : 6362,29 Km2  Orbitasi : 34 km

 Letak Wilayah : 3°14' - 4° 13' LU dan 97°52' - 98°45' BT

 Batas Wilayah

- Utara : Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh dan Selat Malaka - Selatan : Kabupaten Karo

- Barat : Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh - Timur : Kabupaten Deli Serdang dan Kota Binjai

5. Kabupaten Simalungun

 Luas Wilayah : 4368,60 Km2  Orbitasi : 180 km

 Letak Wilayah : 2036’-3018’ LU dan 98032-99035 BT  Batas Wilayah

- Utara : Kabupaten Serdang Bedagai - Selatan : Kabupaten Toba Samosir - Barat : Kabupaten Karo

- Timur : Kabupaten Asahan

6. Kabupaten Dairi

 Luas Wilayah : 1927,80 Km2

 Orbitasi : 153 Km

 Letak Wilayah : 2015’ - 30 LU dan 980 – 98030 BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Aceh Tenggara (Provinsi Aceh) - Selatan : Kabupaten Pakpak Bharat

- Barat : Kabupaten Aceh Selatan (Provinsi Aceh) - Timur : Kabupaten Toba Samosir

7. Kabupaten Karo

 Luas Wilayah : 2127,25 Km2  Orbitasi : 78 Km

(3)

 Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang - Selatan : Kabupaten Dairi dan Kabupaten Tapanuli Utara - Barat : Kabupaten Aceh Tenggara (Provinsi Aceh)

- Timur : Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Simalungun

8. Kabupaten Deli Serdang

 Luas Wilayah : 2486,14 Km2  Orbitasi : 29 Km

 Letak Wilayah : 2057 – 3015 LU dan 98033 – 99027’ BT

Batas Wilayah :

- Utara: Kabupaten Langkat dan Selat Malaka

- Selatan: Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun - Barat: Kabupaten Langkat dan Kabupaten Karo - Timur: Kab Asahan dan Simalungun

9. Kota Padang Sidimpuan

 Luas Wilayah : 114,65 Km2  Orbitasi : 448 Km

 Letak Wilayah : 1018’-1029’LU dan 99023’-99021’ BT  Batas wilayah :

- Utara: Kabupaten Tapanuli Selatan - Selatan: Kabupaten Tapanuli Selatan - Barat: Kabupaten Tapanuli Selatan - Timur: Kabupaten Tapanuli Selatan

10.Kota Sibolga

(4)

 Letak wilayah : 1o44’LU dan 98o47’BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Tapanuli Utara - Selatan : Kabupaten Tapanuli Utara - Barat : Kabupaten Tapanuli Utara - Selatan : Samudra Hindia

11.Kota Tanjung Balai

 Luas Wilayah : 61,52 Km2  Orbitasi : 208 Km

 Letak Wilayah : 2o58’ LU dan 99048’BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kecamatan Tanjung Balai - Selatan : Kecamatan Simpang Empat - Barat : Kecamatan Simpang Empat - Timur : Kecamatan Sei Kepayang

12.Kota Pematang Siantar

 Luas Wilayah : 79,97 Km2  Orbitasi : 128 Km

 Letak Wilayah : 3001’- 2054’ LU dan 99006’- 99001’BT

Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Simalungun - Selatan : Kabupaten Simalungun - Barat : Kabupaten Simalungun - Timur : Kabupaten Simalungun

(5)

Luas Wilayah : 38,44 Km2

Orbitasi : 81 Km

Letak Wilayah : 3019’- 3021’LU dan 98035’-98021’BT

Batas Wilayah :

- Utara : PTPN III Kebun Rambutan - Selatan : PTPN IV Kebun Pabatu

- Barat : PTPN III Kebun Gunung Pamela

- Timur : PT Socfindo Tanah Besi Kabupaten Serdang Bedagai

14.Kota Binjai

 Luas Wilayah : 90,24 Km2  Orbitasi : 22 km

 Letak Wilayah : 3031’-3040’ LU dan 98025’-98032’BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang - Selatan : Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang - Barat : Kabupaten Langkat

- Timur : Kabupaten Deli Serdang

15.Kota Gunung Sitoli

 Luas Wilayah : 469,36 Km2  Orbitasi : -

 Letak Wilayah : Masih bergabung dengan kabupaten induk

 Batas Wilayah :

(6)

- Barat : Kecamatan Alasa Talumuzoi dan Namohalu Esiwa - Timur : Samudera Indonesia

16.Kabupaten Nias

 Luas Wilayah : 980,32 Km2  Orbitasi : 120 Km

 Letak Wilayah : 0o12’ – 1o 32’ LU dan 97o – 98o BT  Batas Wilayah :

- Utara: Pulau-pulau Provinsi NAD - Selatan:Kabupaten Nias Selatan, - Barat: Samudera Hindia

- Timur:Pulau Mursala Kab Tapanuli Tengah

17.Kabupaten Nias Selatan

 Luas Wilayah : 1625,91 Km2  Orbitasi : 170 Km

 Letak Wilayah : 0012’ – 1032’ LU dan 970 – 980 BT  Batas Wilayah :

- Utara: Kabupaten Nias

- Selatan: Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumatera Barat - Barat: Samudera Hindia

- Timur: Kabupaten Mandailing Natal.

18.Kabupaten Nias Utara

 Luas Wilayah : 1501,63 Km2  Orbitasi :

- Letak Wilayah : Masih bergabung dengan kabupaten induk

(7)

- Utara : Samudera Indonesia - Selatan : Kecamatan Botomuzoi - Barat : Samudera Indonesia - Timur : Samudera Indonesia

19.Kabupaten Nias Barat

 Luas Wilayah : 544,09 Km2  Orbitasi :

- Letak Wilayah : Masih bergabung dengan kabupaten induk

 Batas Wilayah :

- Utara : Kecamatan Tugala Oyo Selatan Kecamatan Lolowau - Timur : Kecamatan Botomuzoi, Kecamatan Gido

- Selatan: Kecamatan Lolowau

- Barat : Samudera Indonesia Timur Kecamatan Botomuzoi

20.Kabupaten Mandailing Natal

 Luas Wilayah : 6620,70 Km2  Orbitasi : 521 Km

 Letak Wilayah : 0010’ – 1050’ LU dan 98o50’ - 100010’ BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Tapanuli Selatan - Selatan : Provinsi Sumatera Barat - Barat : Samudera Indonesia

- Timur : Provinsi Sumatera Barat

21.Kabupaten Tapanuli Selatan

(8)

 Orbitasi : 448 km

 Letak Wilayah : 0002’ – 2003’ LU dan 98o49’ – 100022’ BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara - Timur : Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Padang Lawas

Utara

- Barat : Kabupaten Mandailing Natal - Selatan : Kabupaten Mandailing - Tengah : Kota Padangsidimpuan

22.Kabupaten Tapanuli Tengah

 Luas Wilayah : 2158,00 Km2  Orbitasi : 382 km

 Letak Wilayah : 1011’ – 2022’ LU dan 98007’ – 98012’ BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Aceh Singkil (Provinsi Aceh) - Selatan : Kabupaten Tapanuli Selatan

- Barat : Kota Sibolga dan Samudera Indonesia - Timur : Kabupaten Tapanuli Utara

23.Kabupaten Tapanuli Utara

 Luas Wilayah : 3764,65 Km2  Orbitasi : 294 Km

 Letak Wilayah : 1020’ – 2041’ LU dan 98005 – 99016’ BT  Batas Wilayah :

- Utara: Kabupaten Dairi dan Kabupaten Toba Samosir - Selatan: Kabupaten Tapanuli Selatan

(9)

- Timur: Kabupaten Labuhan Batu

24.Kabupaten Toba Samosir

 Luas Wilayah : 2352,35 Km2  Orbitasi : 238 Km

 Letak Wilayah : 2003’ – 2040’ LU dan 98056’ – 99040’ BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun - Selatan : Kabupaten Tapanuli Utara

- Barat : Kabupaten Samosir dan Danau Toba

- Timur : Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labuhanbatu

25.Kabupaten Labuhan Batu

 Luas Wilayah : 2561,38 Km2  Orbitasi : 282 Km

 Letak Wilayah : 1026’ – 2006’ LU dan 97007 – 98050’ BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Selat Malaka - Selatan : Kabupaten Labuhanbatu Selatan

- Barat : Kabupaten Padang Lawas Utara - Timur : Provinsi Riau

26.Kabupaten Labuhan Batu Selatan

 Luas Wilayah : 3116,00 Km2  Orbitasi : 342 Km

 Letak Wilayah : Masih bergabung dengan kabupaten induk

(10)

- Utara : Kabupaten Labuhan Batu - Selatan : Kabupaten Padang Lawas - Barat : Kabupaten Padang Lawas Utara - Timur : Provinsi Riau

27.Kabupaten Labuhan Batu Utara

 Luas Wilayah : 3545,80 Km2  Orbitasi : 219 Km

 Letak Wilayah : Masih bergabung dengan kabupaten induk

 Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Asaha dan Selat Malaka

- Selatan : Kab. TapSel,Kab.Labuhan Batu dan Kab.Padang Lawas Utara

- Barat : Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Tapanuli Utara - Timur : Kabupaten Labuhan Batu

28.Kabupaten Padang Lawas

 Luas Wilayah : 3892,74 Km2  Orbitasi : 495 Km

 Letak Wilayah : Masih bergabung dengan kabupaten induk

 Batas Wilayah :

- Utara: Kabupaten Padang Lawas Utara - Selatan: Kabupaten Mandailing Natal - Barat: Kabupaten Tapanuli selatan - Timur: Kabupaten Rokan Hulu Riau.

(11)

 Luas Wilayah : 3918,05 Km2  Orbitasi : 425 Km

 Letak Wilayah : Masih bergabung dengan kabupaten induk

 Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Labuhan Batu Selatan

- Timur : Kabupaten Rokan Hilir dan Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau

- Selatan : Kabupaten Padang Lawas - Barat : Kabupaten Tapanuli Selatan.

30.Kabupaten Humbang Hasundutan

 Luas Wilayah : 2297,20 Km2  Orbitasi : 284 km

 Letak wilayah : 2001’ – 2020’ LU dan 98010’ – 98058’ BT

 Batas Wilayah :

- Utara: Kabupaten Samosir

- Selatan: Kabupaten Tapanuli Tengah - Barat: Kabupaten Pakpak barat - Timur: Kabupaten Tapanuli Utara

31.Kabupaten Pakpak Bharat

 Luas Wilayah : 1218,30 Km2  Orbitasi : 193 Km

 Letak wilayah : 2015’ – 3032’ LU dan 900 – 980 BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Dairi

(12)

- Timur : Kabupaten Dairi (Kecamatan Parbuluan)

32.Kabupaten Samosir

 Luas Wilayah : 2433,50 Km2  Orbitasi :

- Letak Wilayah : 2024’ – 2048’ LU dan 98030’ – 99001’ BT  Batas Wilayah :

- Utara : Kabupaten Karo dan Kabupaten Simalungun - Selatan : Kabupaten Tapanuli Utara

- Barat : Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat - Timur : Kabupaten Toba Samosir

33.Kabupaten Serdang Bedagai

 Luas Wilayah : 1913,33 Km2  Orbitasi : 63 Km

 Letak Wilayah : 2057’ - 160 LU dan 98033’ – 99027’ BT  Batas Wilayah :

- Utara : Selat Malaka

- Selatan : Kecamatan Dolok Batunanggar, - Barat : Sungai Ular dan Sungai Buaya - Timur : Kecamatan Dolok Batunanggar

(13)

Tabel Jumlah Penduduk Perkotaan dan Perdesaan Berdasarkan Jenis Kelamin

Nama Kabupaten/Kota

Perkotaan + Perdesaan Jenis Kelamin

Laki-laki Perempuan Laki-laki +Perempuan 0

1 Nias 64.057 67.320 131.377

0

2 Mandailing Natal 199.037 205.908 404.945 0

3 Tapanuli Selatan 131.200 132.615 263.815 0

4 Tapanuli Tengah 156.377 154.855 311.232 0

5 Tapanuli Utara 138.156 141.101 279.257 0

6 Toba Samosir 86.101 87.028 173.129 0

7 Labuhan Batu 209.924 205.186 415.110 0

8 Asahan 335.945 332.327 668.272 0

9 Simalungun 407.838 409.882 817.720 1

0 Dairi 135.004 135.049 270.053 11 Karo 174.418 176.542 350.960 1

2 Deli Serdang 901.915 888.516 1.790.431 1

3 Langkat 487.676 479.859 967.535 1

4 Nias Selatan 143.988 145.720 289.708 1

5

Humbang

(14)

6 1

7 Samosir 59.504 60.149 119.653 1

8 Serdang Bedagai 298.614 295.769 594.383 1

9 Batu Bara 189.328 186.557 375.885 2

0 Padang Lawas Utara 112.357 111.174 223.531 2

1 Padang Lawas 112.987 112.272 225.259 2

2 Labuhan Batu Selatan 141.765 135.908 277.673 2

3 Labuhan Batu Utara 167.154 163.547 330.701 2

4 Nias Utara 63.061 64.183 127.244 2

5 Nias Barat 39.146 42.661 81.807 7

1 Kota Sibolga 42.408 42.073 84.481 7

2 Kota Tanjung Balai 77.933 76.512 154.445 7

3

Kota Pematang

Siantar 114.561 120.137 234.698 7

4 Kota Tebing Tinggi 71.892 73.356 145.248 7

5 Kota Medan 1.036.926 1.060.684 2.097.610 7

6 Kota Binjai 122.997 123.157 246.154 7

7

Kota

Padangsidimpuan 93.434 98.097 191.531 7

8 Kota Gunungsitoli 61.839 64.363 126.202

Provinsi Sumatera

Utara 6.483.354 6.498.850 12.982.204

Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Status Sekolah

(15)

Kabupaten/Kota Belum PernahSekolah SekolahMasih SekolahTidak DitanyakanTidak Jumlah 0

1 Nias 32.340 34.876 45.037 1 112.254 0

2 Mandailing Natal 21.706 108.419 219.460 5.220 354.805 0

3 Tapanuli Selatan 14.360 70.523 145.073 2.031 231.987 0

4 Tapanuli Tengah 22.347 87.507 161.051 558 271.463 0

5 Tapanuli Utara 14.699 82.790 146.063 971 244.523 0

6 Toba Samosir 8.596 47.877 94.631 1.139 152.243 0

7 Labuhan Batu 19.341 102.084 242.934 1.430 365.789 0

8 Asahan 29.704 161.794 401.831 1.037 594.366 0

9 Simalungun 34.130 200.543 494.603 2.281 731.557 1

0 Dairi 14.659 75.486 146.294 347 236.786 1

1 Karo 16.894 79.542 213.369 1.450 311.255 1

2 Deli Serdang 65.896 430.603

1.094.95

8 4.332 1.595.789 1

3 Langkat 43.550 218.111 599.488 4.120 865.269 1

4 Nias Selatan 86.247 80.621 83.734 127 250.729 1

5

Humbang

Hasundutan 10.294 52.474 85.665 319 148.752 1

6 Pakpak Bharat 2.592 12.095 20.220 56 34.963 1

7 Samosir 7.425 35.226 62.681 56 105.388 1

8 Serdang Bedagai 26.346 136.555 365.898 495 529.294 1

9 Batu Bara 23.070 89.621 219.121 871 332.683 2

0

Padang Lawas

(16)

1 2 2

Labuhan Batu

Selatan 14.325 65.785 161.506 150 241.766 2

3

Labuhan Batu

Utara 15.551 81.074 193.565 418 290.608 2

4 Nias Utara 25.270 36.228 48.637 1 110.136 2

5 Nias Barat 20.430 23.456 26.773 2 70.661 7

1 Kota Sibolga 3.154 21.962 49.806 116 75.038 7

2

Kota Tanjung

Balai 7.307 38.163 90.279 750 136.499 7

3

Kota Pematang

Siantar 5.884 66.265 140.051 584 212.784 7

4

Kota Tebing

Tinggi 4.193 32.891 92.102 1.263 130.449 7

5 Kota Medan 55.366 539.771

1.293.93

4 17.245 1.906.316 7

6 Kota Binjai 6.341 59.925 154.549 1.109 221.924 7

7

Kota

Padangsidimpuan 7.700 59.763 103.135 502 171.100 7

8

Kota

Gunungsitoli 18.298 36.945 55.404 118 110.765

Provinsi Sumatera

Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Kegiatan Seminggu yang Lalu

Kelompuk Umur

Kegiatan Seminggu yang Lalu

Bekerja pekerjaanMencari

15-19 289.727 36.269 820.647 13.817 1.264.620

20-24 565.461 44.931 359.494 13.698 1.110.063

(17)

40-44 619.279 5.094 153.689 1.663 812.629 45-49 542.618 3.602 134.248 1.037 705.174 50-54 451.055 2.505 123.363 724 592.852 55-59 302.336 1.786 106.391 343 420.329 60-64 166.732 862 89.283 198 261.652 65-69 110.251 599 88.695 134 199.679 70-74 62.266 351 79.593 87 142.297 75-79 29.041 0 51.913 55 81.009 80-84 13.060 0 35.025 30 48.115 85-89 4.164 0 15.687 18 19.869

90-94 1.371 0 6.817 5 8.193

95+ 720 0 4.286 2 5.008

Jumlah 5.262.622 139.556 2.700.631 43.040 8.145.849

GAMBARAN KONDISI SOSIAL DAN BUDAYA KOTA

MEDAN

Kota Medan merupakan salah satu dari Daerah Tingkat II di Provinsi Sumatera Utara, sekaligus merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara yang di kenal sebagai kota terbesar ke tiga di Indonesia. Sebagai kota besar, Medan memiliki beragam kondisi social budaya yang dapat dilihat dari berbagai aspek, diantaranya: agama, kepercayaan yang dianut, dan organisasi social kemasyarakatannya.

1. Agama yang Dianut Masyarakat Kota Medan

Ø Islam

 Sekitar 67,83% penduduk Kota Medan menganut agama Islam. Persentase tersebut menjadikan Islam sebagai agama mayoritas yang dianut oleh masyarakat Kota Medan.

 Tempat ibadah : Mesjid.

(18)

 Aliran agama: Muhamadiyah dan N.U (Nahdatul Ulama). Ø Kristen

Terbagi menjadi v Katolik

 Sekitar 2,89% penduduk Kota Medan menganut agama Katolik.

 Tempat ibadah : Gereja

 Gereja terbesar umat Katolik: Gereja Katolik Katedral v Protestan

 Sekitar 18,13% penduduk Kota Medan menganut agama Protestan.

 Tempat ibadah: Gereja

 Gereja terbesar: HKBP Jenderal Sudirman. v Pentakosta

v Advent

Ø Buddha

 Sekitar 10,4% penduduk Kota Medan menganut agama Budha.

 Tempat ibadah: Vihara

 Vihara terbesar: Vihara Cemara Ø Hindu

 Sekitar 0,68% penduduk Kota Medan menganut agama Hindu.

 Tempat ibadah: Kuil

 Kuil tertua: Kuil Shri Mariamman Ø Konghucu

 Tempat ibadah: Kelenteng

 Kelenteng terbesar: Vihara Gunung Timur, yang terletak di jalan Hang Tuah.

(19)

Di kota medan terdapat berbagai macam suku dengan berbagai bentuk kepercayaan yang diyakini. Antara lain

Ø Suku Batak

Kepercayaan mula Batak asli adalah agama parmalim. Ada juga kepercayaan sipele begu. Kepercayaan ini yang di yakini dianut oleh raja Sisingamangaraja. Uniknya, kepercayaan parmalim ini juga mendapat pengaruh dari agama kristen, juga islam. Kepercayaan pada Dewa “Mulajadi Nabolon” juga pada arwah-arwah menunjukkan suatu karakter animisme pada ritual-ritual memohon berkat.

Tidak jauh berbeda pada batak karo juga menganut kepercayaan agama pemena yang menonjolkan sifat animismenya.

Ø Suku Jawa

Meski tidak menjadi suku mayoritas di kota Medan, suku Jawa juga masih memiliki kepercayaan yang masih melekat di kota perantauan ini. Ada kepercayaan suku Jawa yang disebut sebagai agama Kejawen. Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Ø Suku Tionghoa

Kepercayaan Tionghoa tidak mempunyai kitab suci resmi dan sering merupakan sinkretisme antara beberapa kepercayaan atau filsafat antara lain Buddhisme, Konfusianisme dan Taoisme. Kepercayaan tradisional Tionghoa ini juga mengutamakan lokalisme seperti dapat dilihat pada penghormatan pada datuk di kalangan Tionghoa di Sumatera sebagai pengaruh dari kebudayaan Melayu.

Secara umum, kepercayaan tradisional Tionghoa mementingkan ritual penghormatan yaitu:

(20)

ajaran Konfusianisme yang mengutamakan bakti kepada orang tua termasuk leluhur jauh.

· Penghormatan dewa-dewi: Dewa-dewi dalam kepercayaan tradisional Tionghoa tak terhitung jumlahnya, ini tergantung kepada popularitas sang dewa atau dewi. Mayoritas dewa atau dewi yang populer adalah dewa-dewi yang merupakan tokoh sejarah, kemudian dikultuskan sepeninggal mereka karena jasa yang besar bagi masyarakat Tionghoa di zaman mereka hidup.

Ø Suku Minangkabau

Dalam kepercayaan minangkabau, dikenal adanya Palasik yang bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik juga terkenal dengan nama Pelesit. Pelesit sangat ditakuti oleh ibu-ibu di Minangkabau yang memiliki balita karena makanan pelesit adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis pelesit tersebut.

Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik.

Pada umumnya palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badannya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepalanya yang melayang-layang mencari makan.

Dan uniknya kepercayaan ini masih bertumbuh di masyarakat kota Medan. Itu sebabnya kebanyakan orang tua lebih waswas menjaga bayinya ketika berpergian dan bertemu dengan orang asing.

3. Organisasi Sosial Kemasyarakatan yang Ada di Kota Medan

Terdapat banyak organisasi-organisasi kemasyarakatan yang berkembang di kota medan. Diantaranya:

(21)

Organisasi ini Bertugas mengimplementasikan kegiatan-kegiatan pendidikan dan pengabdian, meliputi koneksi unit lembaga masyarakat, menjalin kerjasama dengan instansi masyarakat, menyoroti ketiadaan aktivitas dan kreatifitas pengabdian pemuda.

Ø IKATAN PEMUDA KARYA

Organisasi ini Merupakan himpunan pelajar, mahasiswa, dan wanita sebagai kekuatan sosial yang punya persamaan semangat dan kehendak sesuai dengan kedudukan di tengah masyarakat untuk beramal, berbakti kepada masyarakat, serta melaksanakan pembaharuan di segala bidang.

Ø LSM (LEMBAGA SOSIAL MASYARAKAT) GALATEA

Organisasi ini Berperan dalam mengurangi dampak buruk penyalah-gunaan napza dan pengendalian HIV/AIDS.

Ø PIMANSU (PUSAT INFO MASYARAKAT ANTI NARKOBA SUMATRA UTARA)

Organisasi ini Berperan dalam pengendalian dampak buruk penyalah-gunaan narkoba.

Ø PEMUDA PANCASILA

Organisasi ini Bergerak di bidang organisasi dan kaderisasi, ideologi dan politik , ekonomi, agama dan sosial budaya, dan lingkungan hidup pemuda yang berlandaskan pancasila.

Ø LSM PERINTIS

Organisasi ini Berperan pengawasan terhadap jalannya pembangunan di Indonesia serta kepedulian terhadap masalah Hukum, Sosial, Lingkungan, Pendidikan, Kesehatan, dan masalah Buruh – Tani & Nelayan.

Ø PERWARI (PERSATUAN WARIA INDONESIA)

(22)

Ø SECI (SEMPURNA COMMUNITY INDONESIA) Organisasi ini Menaungi para gaya.

Ø LSM GAFATAR

Organisasi ini Bergerak di bidang budaya, sosial, dan IPTEK. Perlu di ketahui LSM ini tidak bergerak di bidang politik.

Ø POLMAS (POLISI MASYARAKAT)

Organisasi ini Berperan serta membantu aparat kepolisian dalam tugasnya.

Ø LSM CARITAS

Organisasi ini Berperan dalam menangani korban tsunami, dan sebagainya.

Ø HIKMA (HIMPUNAN KELUARGA MANDAILING)

Organisasi ini Menjadi sebuah wadah perkumpulan agar lebih mempererat rasa kekeluargaan di antara suku batak mandailing.

Ø IKANAS (IKATAN KELUARGA MARGA NASUTION)

Organisasi ini Organisasi masyarakat yang didasarkan pada marga nasution, organisasi ini tidak saja beranggotakan marga Nasution melainkan juga menerima marga lainnya sesuai dengan kontribusi yang di berikan pada organisasi.

Ø FORUM PEMBELA ISLAM (FPI)

Organisasi ini Berperan dalam hal pengkaderan sosial kemasyarakatan islam.

Ø HMI (HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM)

Organisasi ini Bergerak di bidang pengkaderan , sosialisasi mahasiswa beragama islam.

(23)

Organisasi ini Merupakan organisasi pengkaderan yang mempersiapkan anggotanya dalam berbagai bidang pelayanan ( pendidikan, sosial budaya, politik, kemasyarakatan,dll) di Indonesia.

GAMBARAN PENYAKIT PER KABUPATEN/KOTA DI

PROVINSI SUMATERA UTARA

N

o Kabupaten / Kota

Penyakit yang sering diderita

1 Nias Gastritis Hypertensi ISPA 2 Mandailing Natal Diare

Malaria klinis Scabies

3 Tapanuli Selatan Disentri Diare Kolera 4 Tapanuli Tengah Pneumonia

Gastritis Scabies 5 Tapanuli Utara Hypertensi

Kolera ISPA 6 Toba Samosir ISPA Diare Disentri 7 Labuhan Batu Kecelakaan

(24)

Diare Hipertensi Asma 9 Simalungun ISPA

Diare

Penyakit Telinga 10 Dairi Kulit

Hypertensi dan Maag

N o

Kabupaten / Kota Penyakit perkabupaten / Kota

11 Karo TBC

Disentri Diare 12 Deli Serdang ISPA

Kecelakaan Maag 13 Langkat Telinga

Kecelakaan Asma 14 Nias Selatan Gastritis

Diare Asma 15 Humbang Hansudutan Kecelakaan

Diare Malaria 16 Pakpak Barat Telinga Scabies Kecelakaan 17 Samosir Demam

(25)

Telinga Disentri 19 Batu Bara Asma

ISPA Batuk 20 Padang Lawas Utara Hypertensi

Asma Batuk

N o

Kabupaten / Kota Panyakit Per Kabupaten / Kota

21 Padang Lawas Diare ISPA Asma 22 Labuhan Batu Selatan Kecelakaan

Disentri Kulit 23 Labuhan Batu Utara Maag

Stroke Demam 24 Nias Utara Pneumonia

Kulit Kolera 25 Nias Barat ISPA

Batuk Kecelakaan 26 Sibolga Gastritis

Hypertensi ISPA 27 Tanjung Balai ISPA

Scabies

(26)

28 Pematangsiantar ISPA Diare

Kecelakaan 29 Tebing Tinggi ISPA

Kulit Diare

30 Medan ISPA ringan Kulit dan jamur Diare

N o

Kabupaten / Kota Penyakit per

Kabupaten /Kota

31 Binjai Batuk Hypertensi Asma 32 Padang sidempuan Asma Diare Batuk 33 Gunung Sitoli Flu

Penyakit kulit Scabies

1. Gastritis

 Gastritis adalah suatu istilah kedokteran untuk suatu keadaan inflamasi mukosa (jaringan lunak) lambung.

 Gejala dapat berupa rasa kembung ,mual sampai rasa nyeri pada daerah lamung dengan derajat yang sangat variatif sampai pada yang terberat misalnya perdarahan lambung.

(27)

1. Asam lambung yang sangat berlebihan.

2. Pepsin yang tinggi.

3. Obat analgetik dan inflamasi.

4. Asam Empedu yang berlebihan.

5. Infesi virus.

6. Infeksi bakteri H.Pylori

7. Bahan korosif asam dan basa kuat.

 Cara penanggulangan penyakit gastritis (maag), yaitu :

1. Hindari perut kosong.

2. Atur jadual makan dengan pola porsi kecil dan frekuensi lebih sering.

3. Makanan lunak/mudah dicerna

4. Hindari makanan/minuman yang mengandung alkohol, gas karbondioksida (soft drink), kopi, coklat.

5. Selesaikan maslah dengan cepat untuk menghindari stres.

6. Menghindari makanan-makanan yang ekstrem (terlalu pedas, terlalu asam, dan sebagainya).

2. Hipertensi

 Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah terjadi peningkatan tekanan

(28)

 Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung,

pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.

 Penyebab hipertensi berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi 2 jenis :

1. Hipertensi primer atau esensial adalah hipertensi yang tidak / belum diketahui penyebabnya (terdapat pada kurang lebih 90 % dari seluruh hipertensi).

2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang disebabkan/ sebagai akibat dari adanya penyakit lain.

 Cara Penanggulangan penyakit hypertensi, yaitu :

a. Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda

b. Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium.

c. Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol

d. Olahraga secara teratur

e. Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.

f. Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi

g. Kendalikan kadar kolesterol Anda

h. Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah

(29)

3. ISPA

 Infeksi saluran napas akut (ISPA) adalah penyakit infeksi pada satu bagian atau lebih saluran napas mulai dari hidung sampai paru-paru dan berlangsung dalam kurun waktu kurang dari 3 minggu.

 Berikut ini adalah gejala ISPA pada anak-anak : Demam, Batuk, Pilek, hidung tersumbat, atau bersin-bersin, Nyeri tenggorokan/nyeri menelan, Suara serak, Sakit kepala, badan pegal-pegal, atau nyeri sendi, Lesu, lemas, Sesak napas, Frekuensi napas cepa

 Pencegahan ISPA dapat dilakukan dengan :

a. Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.

b. Immunisasi.

c. Menjaga kebersihan prorangan dan lingkungan.

d. Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.

4. Batuk

 Batuk sebenarnya merupakan bentuk reaksi tubuh untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

 Penyebabnya adalah bias Benda asing berupa debu, lendir, atau benda asing lainnya.

 Penanggulangan batuk

(30)

b. Hindari paparan debu, minuman atau makanan yang merangsang tenggorokan, dan udara malam yang dingin.

c. Bila keadaan batuk belum dapat teratasi maka dapat digunakan obat batuk

5. Kecelakaan

 Kecelakaan merujuk kepada peristiwa yang terjadi secara tidak sengaja. contoh kecelakaan lalu lintas, kecelakaan tertusuk benda tajam dan sebagainya.

 Cara menghindari kecelakaan :

a. Periksa dan hilangkan kondisi-kondisi kerja yang tidak aman

b. Melalui seleksi, cobalah memilah/mengeluarkan karyawan yang mungkin mudah mendapatkan kecelakaan untuk pekerjaan yang sedang dalam penyelidikan.

c. Tetapkanlah suatu tujuan yang terkendali/terkontrol yang tidak boleh gagal

d. Adakan pemeriksaan keselamatan dan kesehatan kerja secara teratur

e. Tegakkanlah aturan keselamatan kerja yang mendukung upaya-upaya menekan angka kecelakaan dan cedera akibat kerja.

6. Diare

 Diare (atau dalam bahasa kasar disebut menceret) (BM = diarea; Inggris

(31)

rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses yang masih memiliki kandungan air berlebihan

 Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga

seringkali akibat dari racun bakteria. Untuk individu yang sakit atau kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila tanpa perawatan.

 Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus

disertai mual dan muntah. Tetapi gejala lainnya yang dapat timbul antara lain pegal pada punggung,dan perut berbunyi

 Perawatan Perawatan untuk diare melibatkan pasien mengkonsumsi

sejumlah air yang mencukupi untuk menggantikan yang hilang, lebih baik bila dicampur dengan elektrolit untuk menyediakan garam yang dibutuhkan dan sejumlah nutrisi. Untuk banyak orang, perawatan lebih lanjut dan medikasi resmi tidak dibutuhkan.

7. Kolera

 Kolera (juga disebut Asiatic cholera) adalah penyakit menular di saluran

pencernaan

 Penyebab dari penyakit kolera ini adalah bakterium Vibrio cholerae.

Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui air minum yang terkontaminasi oleh sanitasi yang tidak benar atau dengan memakan ikan yang tidak dimasak benar, terutama kerang.

 Gejalanya termasuk diare, perut keram, mual, muntah, dan dehidrasi

(32)

8. Asma

 Asma adalah suatu keadaan di mana saluran nafas mengalami

penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara.

 Penyebabnya dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari,

debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga.

 Gejalanya :

a. Gejala awal pada anak-anak bisa berupa rasa gatal di dada atau di leher. Batuk kering di malam hari.

b. Pada serangan yang sangat berat, penderita menjadi sulit untuk berbicara karena sesaknya sangat hebat. Kebingungan, letargi (keadaan kesadaran yang menurun, dimana penderita seperti tidur

lelap, tetapi dapat dibangunkan sebentar kemudian segera tertidur kembali) dan sianosis (kulit tampak kebiruan) merupakan pertanda bahwa persediaan oksigen penderita sangat terbatas dan perlu segera dilakukan pengobatan. Meskipun telah mengalami serangan yang berat, biasanya penderita akan sembuh sempurna,

 Perawatannya asma sebaiknya selalu disiapkan pelega pernafasan mirip inhaler yang dapat dihisap setiap saat.

(33)

 Pneumonia adalah penyakit paru-paru basah, karena bila terserang penyakit ini, paru-paru menjadi radang dan terinfeksi dan mengakibatkan pada paru-paru terdapat air atau lendir.

 Gejala yang berhubungan dengan radang paru-paru termasuk batuk, sakit

dada, demam, dan kesulitan bernapas.

 Penanggulangan agar terhinar dari penyakit Pneumonia :

a. Lakukan imunisasi

b. Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

c. Mengusahakan sirkulasi udara yang baik.

d. Hindari rokok dan penderita batuk.

e. Makanlah dengan gizi seimbang,

10. Kulit

 Kulit adalah bagian tubuh paling luar. Segala kotoran, sinar matahari,

asap kendaraan yang menempel, akan berpengaruh pada kesehatan kulit.

 Macam-macam gangguan kulit:

a. Kudis (Gudig, scabies)

(34)

c. Kutu dan tangau

d. Luka kulit yang bernanah

e. Cacar monyet (Impetigo)

f. Bisul dan abses

g. Gelegata, bilur, atau ruam yang gatal akibat alergi

h. Herpes

i. Infeksi Jamur

j. Panu

k. Belulang (Kapalan)

11. Malaria

 Malaria adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh protozoa dari genus Plasmodium.

 Penyebabnya adalah nyamuk Anopheles betina yang hidup terutama di daerah pantai .

 Gejalanya biasanya

a. Gejala kliniknya dikenal sebagai trias malaria yang terdiri dari demam, anemia dan pembesaran limpa yang di tandai dengan sakit kepala, lemah, nyeri otot dan nyeri tulang.

(35)

 Pengobatannya penyakit Malaria dalah

a. Pada dasarnya penyakit malaria ini dapat disembuhkan secara total dengan menggunakan obat-obatan. Sampai saat ini klorokuin masih menjadi obat lini pertama untuk pengobatan ke-dua jenis spesies yang ada di Indonesia dengan alasan biayanya yang murah, keamanan, dan ketersediaan obat di seluruh Indonesia. Obat yang sering dipakai ada 2 macam yaitu klorokuin dan primakuin. Klorokuin dan primakuin digunakan sebagai terapi supresi malaria akut. Kedua obat ini dapat digunakan untuk profilaksis sebelum anda berpergian ke daerah endemik malaria.

12. Scabies

 Penyakit Scabies ini merupakan Penyakit ini dikenal juga dengan nama the itch, gudik, atau gatal agogo.

 Penyebabnya adalah infestasi dan sensitisasi terhadap tungau (mite) Sarcoptes scabei.

 Cara penanggulan penyakit ini, yaitu :

a. Periksakan ke Puskesmas, dokter, dokter spesialis kulit atau Rumah sakit setempat bila menjumpai penyakit ini untuk mendapatkan pengobatan.

b. Cuci semua baju dan alas tidur (sprei atau sejenisnya) dengan air panas.

(36)

d. Apabila ada yang sakit Skabies (gudik), periksakan semua anggota keluarga yang kontak dengan penderita.

e. Berobat ke Puskesmas terdekat atau poliklinik Kulit Rumah Sakit setempat

13. Disentri

 disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (=gangguan) dan enteron

(=usus), yang berarti radang usus yang menimbulkan gejala meluas, tinja lendir bercampur darah.

 Gejala-gejala disentri antara lain adalah:

a. Buang air besar dengan tinja berdarah

b. Diare encer dengan volume sedikit

c. Buang air besar dengan tinja bercampur lender(mucus)

d. Nyeri saat buang air besar (tenesmus)

 Pencegahannya dapat dilakukan dengan :

a. mengantisipasi penyakit disentri yaitu dengan memperhatikan pola hidup sehat dan bersih, seperti selalu menjaga kebersihan makanan dan minuman dari kontaminasi kotoran dan serangga pembawa kuman, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang makan atau ketika memegang makanan yang akan dimakan.

(37)

 Penyakit telinga adalah penyakit gangguan pada telinga yang sering berdengung.

 Penyebabnya adalah kerusakan pada ujung-ujung mikroskopik dari syaraf pendengaran didalam telinga bagian dalam dan paparan bunyi yang keras juga dapat merusak pendengaran

 Cara mencegah penyakit telinga, yaitu :

a. Hindari suara keras & suasana berisik.

b. Ukur tekanan darah secara rutin

c. Kurangi asupan garam

d. Hindari hal-hal yang menstimulasi tinitus

e. Hindari obat-obat yang menimbulkan tinitus

f. Olahraga teratur

g. Istirahat cukup

15. TBC

 TBc atau dikenal juga dengan Tuberkulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh basil tahan asam disingkat BTA nama lengkapnya Mycobacterium Tuberculosis.

 Gejala klinis yang sering ditemui pada tuberculosis paru adalah batuk yang tidak spesifik tetapi progresif.

 Pengobatan TBC Paru :

(38)

b. Sedangkan jenis obat tambahan yang biasa digunakan adalah kanamisin ,kuinolon ,makroloid dan amoksisilin di kombinasikan dengan klavulanat.

c. Pengobatannya secara keseluruhannya dapat mencapai 12 bulan.

16.Demam

 Pengobatan

a. Awal penyakit: masalah demam, berakibat obat anti demam

b. Upayakan cukup cairan

c. Penggantian cairan (minum & infus)

d. Obat lain tergantung komplikasi yang timbul

 Perhatian Khusus

a. Demam 3 hari atau lebih tanpa sebab

b. Obat turun panas : parasetamol, bukan asetosal

c. Minum banyak, jenis sesuai selera

d. Jangan memeriksakan darah tanpa persetujuan dokter

e. Pemeriksaan darah sebaiknya pada demam hari ke–3 atau lebih

f. Tidak perlu panik bila anak masih mau minum banyak

(39)

17. Stroke

 Stroke adalah penyakit yang terjadi karena cabang pembuluh darah

terhambat oleh emboli. Emboli bisa berupa kolesterol atau udara

 Penyebab stroke Strok juga bisa terjadi bila suatu peradangan atau infeksi

menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju ke otak. Obat-obatan (misalnya kokain dan amfetamin) juga bisa mempersempit pembuluh darah di otak dan menyebabkan strok.

 Penderita stroke biasanya diberikan oksigen dan dipasang infus untuk memasukkan cairan dan zat makanan. Pada stroke in evolution diberikan antikoagulan (misalnya heparin), tetapi obat ini tidak diberikan jika telah terjadi completed stroke.

 Pada completed stroke, beberapa jaringan otak telah mati. Memperbaiki aliran darah ke daerah tersebut tidak akan dapat mengembalikan fungsinya. Karena itu biasanya tidak dilakukan pembedahan.

 Stroke biasanya tidak berdiri sendiri, sehingga bila ada kelainan fisiologis yang menyertai harus diobati misalnya gagal jantung, irama jantung yang tidak teratur, tekanan darah tinggi dan infeksi paru-paru. Setelah serangan stroke, biasanya terjadi perubahan suasana hati (terutama depresi), yang bisa diatasi dengan obat-obatan atau terapi psikis.

18. Flu

(40)

 Pengobatan penyakit flu ini adalah :

a. Beristirahat dengan cukup selama 2-3 hari

b. Hindari kegiatan fisik secara berlebihan

c. Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh

d. Konsumsi buah-buahan segar untuk mendapatkan banyak vitamin

e. Minum air yang banyak, agar rasa kering di tenggorokkan dapat diminimalkan. Dan untuk mengurangi rasa nyeri di tenggorokan dapat dilakukan dengan cara berkumur-kumur dengan air garam

19. Maag

 Maag atau radang lambung atau tukak lambung adalah gejala penyakit

yang menyerang lambung dikarenakan terjadi luka atau peradangan pada

lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih pada perut.

 Penyebabnya bisa karena penderita makannya tidak teratur, terdapat

mikroorganisme yang merugikan, mengkonsumsi obat-obatan

tertentu,atau sebab-sebab lainnya seperti mengkonsumsi alkohol, pola tidur yang tidak teratur dan stress.

 Gejalanya

a. Sakit saat buang air besar

b. Mual dan muntah

c. Sering merasa lapar

(41)

 Pengobatannya

Gambar

Tabel Jumlah Penduduk Perkotaan dan Perdesaan Berdasarkan
Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Status Sekolah
Tabel Jumlah Penduduk Berdasarkan Kegiatan Seminggu yang Lalu

Referensi

Dokumen terkait

Seseorang dikatakan hipertensi ditandai dengan tekanan darah ≥ 140/90 mmHg pada seseorang yang tidak sedang mengkonsumsi obat anti.. hipertensi (Depkes

darah sehingga mereka tidak mengkonsumsi secara rutin untuk diet dalam menjaga tekanan darahnya supaya dalam batas normal, 2 penderita hipertensi yang pernah mengetahu

Pengobatan pada penderita hipertensi adalah menggunakan obat yang telah dijelaskan, tunggal atau kombinasi, untuk mengembalikan tekanan darah menjadi normal dengan efek samping

Penderita penyakit hiperlipidemia, penyakit pembuluh darah jantung, penderita hipertensi Sering panas dalam, kulit kering, wajah kusam, berbadan lemah, imunitas

Salah satu risiko penyebab hipertensi adalah pola konsumsi karena makanan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan tekanan darah seperti konsumsi natrium

Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi yaitu penyakit yang ditimbulkan karena tekanan darah di atas normal (140/90 mm Hg).. Hipertensi disebabkan oleh

Individu dengan tekanan darah normal cukup dianjurkan melakukan perubahan gaya hidup, sedangkan pada penderita hipertensi grade I obat antihipertensi diberikan bila dalam

Setelah dilakukan penelitian tentang perbedaan antara terapi bekam dan terapi pijat refleksi terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi dapat memberikan manfaat