Pendahuluan
Merujuk temuan hasil survei nasional Skala Survei Indonesia (SSI) pada Oktober 2011, mayoritas publik Indonesia ternyata sudah tak mempersoalkan asal suku kala menentukan pilihan presidennya. Saat ditanya dalam menentukan kriteria calon presiden/wakil presiden apakah harus dari keturunan Jawa atau keturunan luar Jawa, hanya 22.8% yang masih menganut sentimen kesukuan (primordial). Sementara 73.3% menjawab tak penting pemimpin berasal dari suku mana. Bagi masyarakat, yang paling penting adalah pemimpin yang konkrit berbuat untuk rakyat.
Lunturnya sikap primordialisme ini tentu menjadi kabar baik bagi calon presiden yang memiliki asal suku selain Jawa. Seperti banyak diprediksi oleh lembaga survei nasional, selain nama Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, nama yang memiliki
elektabilitas baik di mata publik adalah Jusuf Kalla (JK), Aburizal Bakrie (Ical), dan Hatta Rajasa. Ketiganya merupakan tokoh bersuku non-jawa. JK berdarah Bugis, Makassar, Aburizal Bakrie bersuku Lampung, dan Hatta Rajasa berasal dari Sumatera Selatan.
Jika merujuk hasil survei, tiga nama yang telah disebutkan di atas memiliki kans memenangi pemilu yang sama besar. Merujuk hasil survei nasional Skala Survei Indonesia (SSI) pada Oktober 2011, perbedaan tingkat elektabilitas ketiganya masih berada pada area margin of error. Elektabilitas JK ada di angka sembilan persen-an, Ical di angka enam persen-an, dan Hatta Rajasa di angka mendekati enam persen-an. Dengan selisih angka elektabilitas seperti itu, sementara pemilu masih dua tahun lagi (dari saat survey), ketiganya masih bisa saling mengalahkan karena waktu sosialisasi masih cukup lama.
Untuk menjadi kandidat capres, ketiganya juga sepertinya tak memiliki kendala serius. JK yang memiliki tingkat elektabilitas baik sepertinya tak akan memiliki kesulitan mencari kendaraan politik untuk pencapresannya. Sedangkan Ical tinggal menunggu waktu untuk dicalonkan Partai Golkar. Sementara Hatta Rajasa telah digadang-gadang Partai Amanat Nasional (PAN) untuk melaju pada pilpres 2014.
Paradigma Masyarakat Tentang Kriteria Pemimpin
Sebagus apapun toleransi kehidupan beragama di Indonesia, sebaik apapun
penghormatan keyakinan pada pemeluk agama lain, tetapi untuk urusan memilih pimpinan daerah, apalagi Presiden, maka faktor agama dan suku akan menjadi penentu yang sangat kuat. Mitos bahwa presiden harus orang jawa, dan beragama Islam sudah menjadi rahasia umum. Walaupun di Undang-udang Dasar 45 tidak menyebutkan secara jelas dan tegas , tetapi karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam dan bersuku Jawa, maka akan sulit bagi presiden yang beragama non Islam dan non jawa untuk maju mencalonkan dirinya. Begitu ada seorang non Islam menjadi calon presiden, maka akan menjadi sorotan publik dan menimbulkan bermacam-macam opini yang berusaha menjatuhkan calon
tersebut.Terbukti dari kasus pemilihan Gubernur DKI Jakarta, dimana Wakil Gubernurnya, Ahok berasal dari suku dan agama lain. Setiap tindakan dari Jokowi-Ahok mendapat sorotan lebih bahkan tak jarang menuai kritikan.
Memang ada beberapa pandangan klasik yang mengatakan kenapa harus orang jawa ? Karena orang jawa itu bersifat bijak, waskita, sabar, tinggi toleransinya, mayoritas, secara historis memiliki garis keturunan kepemimpinan raja-raja dahulu, dan cocok untuk Indonesia yang pluralis. orang bersuku jawa memiliki karakter dan sifat kepribadian seorang pemimpin yang kuat (nrimo, memegang teguh tata krama, berani, polos serta jujur bersikap kesatria) . tentu saja apabila yang menjadi presiden berasal dari jawa maka aspirasi
kebanyakan masyarakat jawa akan terwakili.
Presiden dan Wakil Presiden: Wajib Muslim
Kenapa harus Islam ? karena mayoritas orang Indonesia beragama Islam, ini untuk mengantisipasi konflik SARA yang muncul jika pemimpinnya bukan dari Islam.
DAFTAR PUSTAKA
Mitos Kepemimpinan Nasional: Jawa dan Islam, Why ?
Thu, 26/07/2012 - 12:50 WIB RIMA NEWS.COM
http://www.rimanews.com/read/20120726/70630/mitos-kepemimpinan-nasional-jawa-dan-islam-why
Kriteria Pemimpin 2014 : Jawa dan Non-Jawa Nov 5, 2012
http://thepresidentpostindonesia.com/2012/11/05/kriteria-pemimpin-2014-jawa-dan-non-jawa/
Menimbang Capres Dan Cawapres Non Muslim 22 October, 2013
http://halobojonegoro.com/menimbang-capres-dan-cawapres-non-muslim/