Kebijaksanaan pemerintah dalam pembangunan ekonomi lebih diarahkan pada terwujudnya demokrasi ekonomi, artinya masyarakat harus memegang peranan aktif dalam kegiatan tersebut. Demokrasi yang dimaksud sendiri mempunyai ciri-ciri antara lain bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas dasar kekeluargaan. Artinya, semangat usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan atau semangat
koperasi itu, tidak hanya harus ditumbuhkan didalam lingkungan Koperasi. Tapi juga harus menjadi semangat dasar dari sistem perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Sebagai lembaga ekonomi rakyat koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu urat nadi perekonomian, meningkatkan kesejahteraan masyarakat/anggota dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
ANALISIS EFEKTIFITAS MODAL KERJA PADA
KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA (KPRI)
DI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN
BANYUMAS.
Widodo Wibisono
ABSTRACT
This research entiteld ” Working Capital Effectiveness Analysis At Cooperation Of
Officer Republic Indonesia (KPRI) In Local Government Banyumas Regency”. The aim of this research is to analyses efficiency to effort for cooperation and working capital effectiveness. Hypothesis submitted is Usage of working capital KPRI in local government Banyumas Regency evaluated from the Self Capital Capability level to pay the obligation or debt, have been effective.
The method of this research is by using survey toward 22 KPRI in Banyumas Regency. Method analysis used in this research is finance ratio based on Minister Decree of State Cooperation Small and Medium Industry Republic Indonesian number 129/KEP/M.KUKM/XI/2002.
Based on result of knowable research that effort for cooperation at KPRI in local government Banyumas Regency evaluated from wor king capital KPRI in local Banyuma s Regency evaluated from level of Self Capital Capability level to pay the obligation or debt, have been effective. This thing is visible from average of wor king capital effectiveness scor e at KPRI in Banyumas Regency 150,82 %. The scor e stays at value 100 and admission criteria very effective.
Tujuan pembangunan ekonomi adalah untuk mencapai kemakmuran masyarakat. Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu adalah “koperasi” (Arifin Sitio & Halomoan Tamba, 2001:128). Semua koperasi dalam menjalankan kegiatannya selalu bertujuan untuk mencapai efisiensi dan efektivitas. Untuk membiayai usaha dan organisasi dibutuhkan modal koperasi. Modal usaha terdiri dari modal investasi dan modal kerja. Modal investasi adalah sejumlah uang yang ditanam atau yang dipergunakan untuk pengadaan sarana operasional suatu perusahaan, yang bersifat tidak mudah diuangkan (unliquid) seperti tanah, mesin, bangunan, peralatan kantor dan lain-lain. Sedangkan modal kerja adalah sejumlah uang yang tertanam dalam aktiva lancar perusahaan atau yang dipergunakan untuk membiayai operasional jangka pendek perusahaan seperti pengadaan bahan baku, tenaga kerja, pajak, biaya listrik dan lain-lain. Ditinjau dari sudut neraca, modal kerja adalah aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar (Arifin Sitio & Halomoan Tamba, 2001:82).
Penggunaan modal kerja yang efektif dan efisien sangat membantu koperasi dalam mencapai tujuannya yaitu memperoleh laba yang maksimal.
Bagi koperasi masalah rentabilitas lebih penting dari pada masalah laba, karena laba yang besar saja belum merupakan ukuran bahwa koperasi itu dapat bekerja secara efisien. Efisiensi baru dapat diketahui dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut, atau dengan kata lain menghitung rentabilitasnya (Bambang Riyanto, 2001; 37).
Dalam melaksanakan kegiatan usaha, koperasi dapat mengadakan penambahan modal usaha terutama yang berasal dari anggotanya sendiri dengan prinsip yang ada dalam koperasi. Modal yang menjadi kekuatan koperasi ini berasal dari modal sendiri.
A. PERUMUSAN MASALAH Apakah penggunaan modal kerja Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas ditinjau dari tingkat kemampuan modal sendiri untuk melunasi kewajiban/hutang sudah efektif?
B. PEMBATASAN MASALAH Di dalam penelitian ini masalah dibatasi pada tingkat profitabilitas, rentabilitas modal sendiri, perputaran aktiva dan kemampuan modal sendiri untuk melunasi kewajiban/hutang pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.
Untuk menganalisis efektivitas modal kerja ditinjau dari tingkat kemampuan modal sendiri untuk melunasi kewajiban/hutang sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.
D. KEGUNAAN PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran, masukan informasi, membantu dalam pengambilan keputusan di dalam pemberian kredit (pinjaman) dan pengambilan keputusan di masa yang akan datang untuk kemajuan koperasi.
E. HIPOTESIS
Penggunaan modal kerja KPRI di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas ditinjau dari tingkat kemampuan modal sendiri untuk melunasi kewajiban/hutang, sudah efektif.
F. METODE PENELITIAN 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas.
2. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas.
3. Variabel Penelitian
Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah profitabilitas, rentabilitas modal sendiri, perputaran aktiva (asset turn over), kemampuan modal sendiri dalam melunasi kewajiban/hutang.
4. Data yang Diperlukan dalam Penelitian
a. Daftar Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas yang dijadikan sampel.
b. Neraca Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas periode tahun 2003 sampai dengan tahun 2007. c. Laporan perhitungan Sisa Hasil
Usaha (SHU) Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas periode tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.
d. Data lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
6. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi dalam penelitian adalah Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas yaitu sebanyak 81 unit.
b. Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 22 KPRI atau sebanyak 27 persen dari seluruh KPRI yang ada di Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan nilai 27 persen ini telah dapat mewakili populasi karena menurut Gay dalam Husein Umar (1998;75) ukuran minimum sampel
adalah 10 persen dari populasi. Tabel 1. Sampel KPRI di Kabupaten Banyumas
No Nama KPRI Keterangan
1. Angkasawan RRI Purwokerto
2. Berkah Dinas Pendidikan Kab. Banyumas 3. Bina Dinas Pendidikan Kec. Karanglewas 4. Ganesa Dinas Pendidikan Kec. Patikraja 5. Gaya Baru Dinas Pendidikan Kec. Baturraden 6. Gembala Sejahtera Dinas Peternakan dan Perikanan 7. Karpenda Dinas Perindustrian dan Perdagangan 8. Kogat Dinas Pendidikan Kec. Cilongok 9. Kokarnaba BBPTU Sapi Perah Baturraden
10. Kosuku Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto 11. KGP Dinas Pendidikan Purwokerto
12. Megah Dinas Pendidikan Kec. Kedungbanteng 13. Mesra SMK Negeri 1 Purwokerto
14. Muawanah Departemen Agama Kabupaten Banyumas
15. Netas JKL Baturraden
16. Ngudi Raharjo Dinas Pertanian Tanaman Pangan
17. Sehat RSUD Margono Purwokerto
18. Sejahtera DKKS Kab. Banyumas
19. Setia Kawan Dinas Pendidikan Kec. Rawalo 20. SMU N 5 SMU Negeri 5 Purwokerto
Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan kriteria penentuan sampel adalah sebagai berikut:
a. KPRI di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas yang telah berbadan hukum.
b. KPRI di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas yang aktif selama lima tahun yaitu dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2007. c. KPRI di Pemerintah
Daerah Kabupaten
Banyumas yang
menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) setiap tahun. d. KPRI di Pemerintah
Daerah Kabupaten
Banyumas yang
mempunyai laporan keuangan lengkap. G. METODE ANALISIS 1. Definisi Operasional Variabel
Penelitian
a. Profitabilitas
Profitabilitas merupakan perbandingan antara hasil usaha yang diperoleh dengan pendapatan bruto koperasi pada tahun yang bersangkutan.
Profitabilitas =
Bruto Dengan kriteria penilaian sebagai berikut :
≥15 %, nilai = 100
10 % s/d 14 %, nilai = 75 1 % s/d 9 %, nilai = 50 < 1 %, nilai = 0
b. Rentabilitas Modal Sendiri
Rentabilitas Modal Sendiri merupakan perbandingan antara sisa hasil usaha yang diperoleh dengan modal sendiri pada tahun yang bersangkutan. Rentabilitas Modal Sendiri =
Sendiri
Dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
≥ 21 %, nilai = 100 10 % s/d 20 %, nilai = 75 1 % s/d 9 %, nilai = 50 < 1 %, nilai = 0
c. Perputaran Aktiva atau Asset Turn Over (ATO)
Perputaran aktiva atau Asset
Turn Over merupakan
Perputaran Aktiva =
Asset Usaha Volume
x 1 kali
Dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
d. Modal Sendiri Terhadap Hutang (MSTH)
Modal sendiri terhadap
hutang merupakan
kemampuan modal sendiri koperasi untuk membayar kewajiban (hutang) yaitu perbandingan antara modal sendiri dengan hutang. Modal sendiri terhadap
hutang (MSTH) =
Hutang sendiri Modal
x 100%
Dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
> 15 %, nilai = 100
12,6 % s/d 15 %, nilai =75 10 % s/d 12,5 %, nilai = 50 < 10 %, nilai = 0
2. Pengujian Hipotesis
Untuk mengukur efektivitas modal kerja ditinjau dari tingkat kemampuan modal sendiri koperasi untuk membayar
kewajiban atau hutangnya digunakan kriteria berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah RI
No.129/KEP/M.KUKM/XI/2002 tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi pada aspek Otonomi dan Kemandirian.
1) Kemampuan Modal Sendiri Koperasi Untuk Membayar Kewajiban atau Hutangnya dirumuskan sebagai berikut: Modal Sendiri terhadap Hutang (MSTH) =
Hutang Sendiri Modal
x 100%
Kriteria Penilaian Kemampuan Modal Sendiri Koperasi Untuk Membayar Kewajiban atau Hutangnya:
2) Kriteria Penerimaan Hipotesis:
Hipotesis diterima apabila nilai ≥ 75 s/d 100
H. KESIMPULAN
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah RI No.
129/KEP/M.KUKM/XI/2002, penggunaan modal kerja pada Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Kabupaten Banyumas sudah efektif, karena Modal Sendiri Terhadap Hutang (MSTH) yang dicapai sebesar 150,82 persen berada lebih dari 15 persen.
I. IMPLIKASI
Untuk dapat
meningkatkan efektivitas modal kerja, maka Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) di Kabupaten Banyumas sebaiknya mempertahankan modal yang sudah besar atau menambah modal yang berasal dari modal sendiri dan memperkecil hutang. Dalam hal kegiatan koperasi yang meliputi penjualan, harus diperhatikan volume penjualannya dimana pada tingkat penjualan tinggi diperlukan modal kerja yang relatif tinggi dan sebaliknya bila penjualan rendah diperlukan modal kerja yang relatif rendah. Karena modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif, dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena adanya kesempatan untuk memperoleh keuntungan telah disia-siakan. Apabila koperasi tidak dapat mempertahankan tingkat modal
kerja yang memuaskan, maka kemungkinan sekali koperasi akan berada dalam keadaan insolvent (tidak mampu membayar kewajiban-kewajiban yang sudah jatuh tempo) dan bahkan mungkin terpaksa harus dilikuidir (bangkrut).
DAFTAR PUSTAKAAN
Anonim.2002. Keputusan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha
Kecil Dan Menengah
Republik Indonesia Nomor: 129/Per/M.KUKM/IX/2002 Tentang Pedoman Klasifikasi Koperasi. Jakarta: Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian. Kementrian Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
Arifin Sitio dan Halomoan Tamba. 2001. Koperasi Teori dan Praktik. Jakarta: Erlangga.
Bambang Riyanto. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yogyakarta: BPFE.
Husein Umar. 1998. Riset Akuntansi.
Indriyo Gitosudarmo dan Basri.
1998. Manajemen
Keuangan, Edisi 2. Yogyakarta: BPFE.
Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. 2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen,
Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.