• Tidak ada hasil yang ditemukan

Powerpoint tentang Pulau Di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Powerpoint tentang Pulau Di Indonesia"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Created By:

(2)

Terbentuknya

Kepulauan

Indonesia

OLEH:

Ana wahyuning S, S. Pd

(3)

MATERI

MATERI

PENGEMBANG

PENGEMBANG

SK, KD, INDIKATOR

SK, KD, INDIKATOR

SUMBER BELAJAR

(4)

TUJUAN PEMBELAJARAN

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Menjelaskan proses terjadinya kepulauan

Indonesia.

2. Menganalisis pembabakan waktu zaman

praaksara.

3. Mengambil hikmah tentang letak dan

kondisi geologis kepulauan Indonesia.

4. Meningkatkan rasa syukur terhadap

(5)

TERBENTUKNYA

KEPULAUAN

(6)

1.

Adanya tenaga Endogen

(dari dalam bumi)

2.

Teori Tektonik Lempeng

(7)

(8)

DALAM LAPISAN ASTHENOSFER TERJADI ARUS KONVEKSI MEMICU TERJADINYA PERGESERAN

(9)

Daratan –Daratan Salah satu membenam

Contoh: Pegunungan Himalaya di India

Dasar Samuderan- Daratan

Dasar samudera membenam karena lebih berat massanya

menyebabkan terjadinya deretan pegunungan di pinggir

pantai (CONTOH: KEPULAUAN

INDONESIA

Daratan-Dasar Samudera

Dasar samudera membenam mengakibatkan

pegunungan di dasar laut

Contoh : Kepulauan Hawai

KONVERGEN

(10)

DIVERGEN

(PEMISAHAN LEMPENG)

(11)

TRANSFORM

PEMISAHAN LEMPENG SECARA BERPAPASAN

(12)

Masa Arkeozoikum (4,5-2,5 milyar tahun lalu)Masa Proterozoikum (2,5 milyar -290 juta tahun

lalu)

Zaman Kambrium (590-500 juta tahun lalu)Zaman Ordovisium (500-440 juta tahun lalu)Zaman Silur (440-410 juta tahun lalu)

Zaman Devon (410-360 juta tahun lalu)Zaman Karbon (360-290 juta tahun lalu)Zaman Perm (290 -250 juta tahun lalu)Zaman Trias (250-210 juta tahun lalu)Zaman Jura (210-140 juta tahun lalu) Zaman Kapur (140-65 juta tahun lalu)Zaman Tersier (65- 1,7 juta tahun lalu)

(13)

(14)
(15)

Pembagian

Zaman Menurut Geologi

Pembagian

Zaman Menurut Geologi

4. Neozoikum

( +60 juta tahun yang lalu )

4. Neozoikum

( +60 juta tahun yang lalu )

Zaman Tersier

Diluvium (Pleistosen)

Diluvium (Pleistosen)

Zaman Kuarter

1. Arkezoikum

(+2500 juta tahun yang lalu)

1. Arkezoikum

(+2500 juta tahun yang

lalu) Aluvium

(Holosen) 2. Paleozoikum

( +340 juta tahun yang lalu )

2. Paleozoikum

( +340 juta tahun yang lalu )

3. Mesozoikum

( +140 juta tahun yang lalu )

3. Mesozoikum

(16)

PENGERTIAN PRA AKSARA PENGERTIAN

PRA AKSARA PEMBAGIAN ZAMAN PEMBAGIAN

ZAMAN

GLASIAL & INTERGLASIASI

GLASIAL &

INTERGLASIASI JENIS MANUSIA JENIS MANUSIA PURBAPURBA

ARKAEOZOIKUM PALEOZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKUM

a Zaman yang tertua

b

Bumi masih berupa bola gas yang sangat panas

c Belum ditemukan tanda-tanda kehidupan

ARKEOZOIKUM

(17)

PENGERTIAN PRA AKSARA PENGERTIAN

PRA AKSARA PEMBAGIAN ZAMAN PEMBAGIAN

ZAMAN

GLASIAL & INTERGLASIASI

GLASIAL &

INTERGLASIASI JENIS MANUSIA JENIS MANUSIA PURBAPURBA

ARKAEOZOIKUM PALEOZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKUM

PALEOZOIKUM

PALEOZOIKUM

a Keadaan bumi masih belum stabil

350.000.000thn

b

Iklim berubah-ubah dan curah hujan sangat besar

c

Makhluk bersel satu, hewan kecil yang tidak bertulang

(18)

PENGERTIAN PRA AKSARA PENGERTIAN

PRA AKSARA PEMBAGIAN ZAMAN PEMBAGIAN

ZAMAN

GLASIAL & INTERGLASIASI

GLASIAL &

INTERGLASIASI JENIS MANUSIA JENIS MANUSIA PURBAPURBA

ARKAEOZOIKUM PALEOZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKUM

MESOZOIKUM

MESOZOIKUM

a Jenis reptil raksasa seperti dinosaurus.

Muncul mamalia

b

Iklim membaik dan curah hujan berkurang

Lamanya 140.000.000thn

(19)

PENGERTIAN PRA AKSARA PENGERTIAN

PRA AKSARA PEMBAGIAN ZAMAN PEMBAGIAN

ZAMAN

GLASIAL & INTERGLASIASI

GLASIAL &

INTERGLASIASI JENIS MANUSIA JENIS MANUSIA PURBAPURBA

ARKAEOZOIKUM PALEOZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKUM

NEOZOIKUM

NEOZOIKUM

NEOZOIKUM 60.000.000thn

NEOZOIKUM 60.000.000thn

Zaman Tersier:

PaleosenEosen

OligosenMiosenpliosen

Zaman Tersier:

PaleosenEosen

OligosenMiosenpliosen

Zaman Kuarter:

Pleistosen-Diluvium

(600.000thn)

Holosen-Aluvium

(60.000thn-kini) Zaman Kuarter:

Pleistosen-Diluvium

(600.000thn)

Holosen-Aluvium

(20)

PENGERTIAN PRA AKSARA PENGERTIAN

PRA AKSARA PEMBAGIAN ZAMAN PEMBAGIAN

ZAMAN

GLASIAL & INTERGLASIASI

GLASIAL &

INTERGLASIASI JENIS MANUSIA JENIS MANUSIA PURBAPURBA

ARKAEOZOIKUM PALEOZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKUM

NEOZOIKUM

Zaman tersier --> zaman ketiga.

Jenis – jenis binatang besar mulai berkurang

dan telah hidup dari binatang jenis – jenis binatang menyusui, seperti kera dan

(21)

PENGERTIAN PRA AKSARA PENGERTIAN

PRA AKSARA PEMBAGIAN ZAMAN PEMBAGIAN

ZAMAN

GLASIAL & INTERGLASIASI

GLASIAL &

INTERGLASIASI JENIS MANUSIA JENIS MANUSIA PURBAPURBA

ARKAEOZOIKUM PALEOZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKUM

NEOZOIKUM

Zaman kuarter (zaman keempat).

Mulai muncul tanda – tanda kehidupan

manusia purba.

Zaman kuarter dibagi 2 masa yaitu, masa

(22)

PENGERTIAN PRA AKSARA PENGERTIAN

PRA AKSARA PEMBAGIAN ZAMAN PEMBAGIAN

ZAMAN

GLASIAL & INTERGLASIASI

GLASIAL &

INTERGLASIASI JENIS MANUSIA JENIS MANUSIA PURBAPURBA

ARKAEOZOIKUM PALEOZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKUM

NEOZOIKUM

NEOZOIKUM

Zaman Pleistosen

(DILUVIUM) (600.000 tahun yg lalu):

Zaman Pleistosen

(DILUVIUM) (600.000 tahun yg lalu):

ZAMAN GLASIAL: zaman

meluasnya es di kutub utara

sehingga Eropa dan Amerika bagian utara tertutup es

ZAMAN GLASIAL: zaman

meluasnya es di kutub utara

sehingga Eropa dan Amerika bagian utara tertutup es

ZAMAN

INTERGLASIAL: zaman

diantara dua zaman es

(mencairnya es karena terjadi perubahan

iklim terus menerus) ZAMAN

INTERGLASIAL: zaman

diantara dua zaman es

(mencairnya es karena terjadi perubahan

iklim terus menerus)

Disinilah muncul tanda-tanda

kehidupan manusia pertama

Disinilah muncul tanda-tanda

(23)

PENGERTIAN PRA AKSARA PENGERTIAN

PRA AKSARA PEMBAGIAN ZAMAN PEMBAGIAN

ZAMAN

GLASIAL & INTERGLASIASI

GLASIAL &

INTERGLASIASI JENIS MANUSIA JENIS MANUSIA PURBAPURBA

ARKAEOZOIKUM PALEOZOIKUM MESOZOIKUM NEOZOIKUM

NEOZOIKUM

NEOZOIKUM

Zaman Holosen (ALUVIUM) (20.000 tahun yg lalu):

Zaman Holosen (ALUVIUM) (20.000 tahun yg lalu):

Sebagaian besar es di kutub

utara mencair sehingga permukaan air laut naik

Tanah-tanah rendah di Paparan

Sunda dan Sahul menjadi laut transgresi

Muncul Manusia jenis Homo

Wajakensis dan Homo Sapiens

Sebagaian besar es di kutub

utara mencair sehingga permukaan air laut naik

Tanah-tanah rendah di Paparan

Sunda dan Sahul menjadi laut transgresi

Muncul Manusia jenis Homo

(24)

TUGAS KELOMPOK:

1 Kelompok terdiri dari 2

orang

TUGAS

TUGAS

1. Sebut dan jelaskan menurut kalian teori ilmiah yang paling tepat untuk mengkaji proses terbentuknya bumi!

2. Bagaimana kondisi kepulauan Indonesia pada masa Paleozoikum, mesozoikum, dan neozoikum?

3. Hikmah apa yang dapat kita peroleh dengan

bertempat tinggal di wilayah yang sering terjadi bencana alam?

4. Kita wajib bersyukur karena Tuhan YME

menciptakan bumi kita ini dengan arif dan bijaksana serta penuh kasih sayang kepada

mahkluk ciptaanNya. Berikan penjelasan mengenai pernyataan tersebut.

5. Menurut kalian nilai-nilai apa yang dapat dipetik dari proses terbentuknya kepualauan Indonesia?

1. Sebut dan jelaskan menurut kalian teori ilmiah yang paling tepat untuk mengkaji proses terbentuknya bumi!

2. Bagaimana kondisi kepulauan Indonesia pada masa Paleozoikum, mesozoikum, dan neozoikum?

3. Hikmah apa yang dapat kita peroleh dengan

bertempat tinggal di wilayah yang sering terjadi bencana alam?

4. Kita wajib bersyukur karena Tuhan YME

menciptakan bumi kita ini dengan arif dan bijaksana serta penuh kasih sayang kepada

mahkluk ciptaanNya. Berikan penjelasan mengenai pernyataan tersebut.

(25)

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 6) serupa dengan bagian barat batolit Peninsula, Cascade Range, Amerika Utara dengan karakter sedikitnya pemiskinan HREE (Gambar 7). Tataan tektonik batolit tersebut

Seperti ditunjukkan pada Gambar 4, sebagian besar pantai Pulau Rangsang di Kabupaten Kepulauan Meranti bagian utara dan timur mengalami perubahan yang menunjukkan

Kondisi iklim ekstrem sebaliknya dari El-Nino, yaitu peristiwa menurunnya suhu permukaan air laut mulai dari bagian tengah hingga timur Samudra Pasifik (sekitar pantai daerah

Hasil survei arkeologis yang dilakukan di Pulau Fordata dan Pulau Larat setidaknya memberikan gambaran bahwa kedua pulau ini dan kawasan Tanimbar bagian utara

Deschenes and Greenstone (2007), mengukur dampak ekonomi yang terjadi akibat adanya perubahan iklim pada sektor pertanian di Amerika Serikat dengan memperkirakan pengaruh

5.64 Dinamika Perubahan Besarnya Derajat Disparitas Antara Kawasan Pesisir Jawa Bagian Utara vs Jawa Bagian Selatan Tahun 1986-2007 Menggunakan Indeks Theil Entropy

Diskusi dengan tema ”Adaptasi Terhadap Perubahan Iklim untuk Pulau-Pulau Kecil di Kawasan Timur Indonesia” terlaksana atas kerja sama Yayasan BaKTI, Forum KTI dengan

Pengaruh perubahan iklim ini sangat mempengaruhi kondisi perairan, perubahan musim perikanan, kejadian kekeringan dan kebanjiranterutama untuk daerah Indonesia bagian timur yang