• Tidak ada hasil yang ditemukan

MACAM MACAM MEDIA DESAIN KOMUNIKASI VISU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MACAM MACAM MEDIA DESAIN KOMUNIKASI VISU"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Disusun Oleh

Nama : Mochammad Ravi Farkhan K

NIM : A14.2015.02072

Progdi : Desain Komunikasi Visual

(2)

SEMARANG

Desain Komunikasi Visual

Desain ini awalnya lebih dikenal dengan istilah desain grafis, yaitu kegiatanseni rupa yang menyusun unsur-unsur grafis pada sebuah benda pakai. Karena lingkupnya yang dirasakan terbatas, pada perkembangan selanjutnya seni grafis menjadi bagian dari kegiatan desain komunikasi visual, yaitu kegiatan perancangan pada media komunikasi baik media cetak sederhana seperti buku, poster atau majalah maupun media elektronik seperti televisi, neon sign dansebagainya. Unsur-unsur grafis yang menjadi perhatian dalam desain komunikasi visual diantaranya tipografi (huruf), garis, logo, warna, ilustrasi dan foto.

(3)

menggunakan berbagai media. Diantaranya:

1. Graphic Designer (Merancang grafis, menghasilkan desain grafis yang komunikatif baik dari segi komposisi, kemudahan mencerna maksud iklan dan estetika

2. Ilustrator (Membuat ilustrasi, misal: sketsa dan karikatur, baik manual maupun menggunakan komputer)

3. Advertising Expert (Mampu berkarya di bidang agency periklanan, untuk membuat iklan outdoor)

4. Fotografer (Berprofesi sebagai expert di bidang fotografi)

5. Web Designer (Merancang web dengan prinsip-prinsip keseimbangan desain, value added pada suatu website sehingga lebih komunikatif dan menarik dari segi tampilan, cerdas dari sisi navigasi)

6. Animator (Mampu mendesain karya animasi yang berupa video animasi, bisa berupa iklan pendek, film kartun)

Media dalam Desain Komunikasi Visual

1. Media 3D adalah media promosi outdoor yang bentuknya berdimensi cenderung unik dan menarik yang mencerminkan suatu produk tersebut.

(4)

2. Iklan Tembok adalah media promosi outdoor yang menggunakan tembok2 rumah, jembatan, dll, yang berada di sekitar keramaian (jalan raya) yang dimanfaatkan untuk media promosi.

Contoh Iklan Tembok:

3. Spanduk adalah media promosi outdoor yang biasanya terbuat dari kain atau bahan2 yang tahan dengan air dengan panjang dan lebar tertentu susuai kebutuhan. Spanduk biasanya dipasang di dinding ruko, melintang di atas ruas jalan dan sebagainya.

Contoh Spanduk:

  

(5)

Contoh Neon Box:

5. Shop Sign Branding adalah media promosi sebuah tempat usaha yang berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada para konsumen. Media ini biasanya terletak menempel pada tempat usaha atau berada di sekitar area tempat usaha itu sendiri sebagai branding.

Contoh Shop Sign Branding:

6. Baliho adalah media promosi yang digunakan untuk memberitakan informasi event atau kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat, selain itu baliho juga digunakan untuk mengiklankan suatu produk baru.

(6)

7. Billboard adalah bentuk promosi iklan luar ruang dengan ukuran besar. Yang berbentuk poster dengan ukuran yang lebih besar yang diletakkan tinggi di tempat tertentu yang ramai dilalui orang.

Billboard termasuk model media promosi outdoor yang paling banyak digunakan. Perkembangannya pun cukup pesat. Sekarang di era jaman digital, billboard pun juga memakai teknologi baru sehingga muncul digital billboard. Ada juga mobile billboard yaitu billboard yang berjalan karena dipasang di mobil (iklan berjalan).

Contoh Billboard:

Contoh Mobile Billboard:

(7)

bernama Piet Mondrian, yaitu: penyajian iklan yang mengacu pada bentuk-bentuk square/landscape/portait, dimana masing-masing bidangnya sejajar dengan bidang penyajian dan memuat gambar/copy yang saling berpadu sehingga membentuk suatu komposisi yang konseptual. 2. Multi Panel Layout – Bentuk media informasi dimana dalam satu bidang

penyajian dibagi menjadi beberapa tema visual dalam bentuk yang sama (square/double square semuanya).

3. Picture Window Layout – Tata letak iklan dimana produk yang diiklankan ditampilkan secara close up. Bisa dalam bentuk produknya itu sendiri atau juga bisa menggunakan model (public figure).

4. Copy Heavy Layout – Tata letaknya mengutamakan pada bentuk copy writing (naskah) atau dengan kata lain komposisi layout nya didominasi oleh penyajian teks (copy).

5. Frame Layout – Suatu tampilan media informasi dimana border/bingkai/frame-nya membentuk suatu naratif (mempunyai cerita). 6. Silhouette Layout – Sajian media informasi yang berupa gambar ilustrasi

atau tehnik fotografi dimana hanya ditonjolkan bayangannya saja. Penyajian bisa berupa Text-Rap/warna spot color yang berbentuk gambar ilustrasi atau pantulan sinar seadanya dengan tehnik fotografi.

7. Type Specimen Layout -Tata letak media informasi yang hanya menekankan pada penampilan jenis huruf dengan point size yang besar. Pada umumnya hanya berupa Head Line saja.

8. Circus Layout -Penyajian media informasi yang tata letaknya tidak mengacu pada ketentuan baku. Komposisi gambar visualnya, bahkan kadang-kadang teks dan susunannya tidak beraturan.

(8)

10.Grid Layout – Suatu tata letak media informasi yang mengacu pada konsep grid, yaitu desain media informasi tersebut seolah-olah bagian per bagian (gambar atau teks) berada di dalam skala grid.

11.Bleed Layout – Sajian media informasi dimana sekeliling bidang menggunakan frame (seolah-olah belum dipotong pinggirnya).

Catatan: Bleed artinya belum dipotong menurut pas cruis (utuh) kalau Trim sudah dipotong.

12.Vertical Panel Layout – Tata letaknya menghadirkan garis pemisah secara vertical dan membagi lay out media informasi tersebut.

13.Alphabet Inspired Layout – Tata letak media informasi yang menekankan pada susunan huruf atau angka yang berurutan atau membentuk suatu kata dan diimprovisasikan sehingga menimbulkan kesan narasi (cerita).

14.Angular Layout – Penyajian media informasi dengan susunan elemen visualnya membentuk sudut kemiringan, biasanya membentuk sudut antara 40-70 derajat.

15.Informal Balance Layout – Tata letak media informasi yang tampilan elemen visualnya merupakan suatu perbandingan yang tidak seimbang. 16.Brace Layout – Unsur-unsur dalam tata letak media informasi membentuk

letter L (L-Shape). Posisi bentuk L nya bisa tebalik, dan dimuka bentuk L tersebut dibiarkan kosong.

17.Two Mortises Layout – Penyajian bentuk media informasi yang penggarapannya menghadirkan dua inset yang masing-masing memvisualkan secara diskriptif mengenai hasil penggunaan/detail dari produk yang ditawarkan.

18.Quadran Layout – Bentuk tampilan media informasi yang gambarnya dibagi menjadi empat bagian dengan volume/isi yang berbeda. Misalnya kotak pertama 45%, kedua 5%, ketiga 12%, dan keempat 38%. (mempunyai perbedaan yang menyolok apabila dibagi empat sama besar). 19.Comic Strips Layout – Penyajian media informasi yang dirancang secara

(9)

perpaduan gambar dan teks sehingga membentuk suatu cerita.

DAFTAR PUSTAKA

http://aminuddin-dkv.blogspot.co.id/

https://ngopidesain.wordpress.com/2008/08/07/macam-macam-lay-out-dalam-dkv/

https://ngopidesain.wordpress.com/2009/08/24/macam-macam-layout-dalam-dkv-2/

Referensi

Dokumen terkait

Layout adalah mengatur penempatan berbagai unsur komposisi, seperti misalnya huruf teks, garis-garis, bidang-bidang, gambar-gambar dan sebagainya. Layout dimulai

Kesimpulan dari perancangan desain iklan media cetak Radar Surabaya adalah komposisi layout harus sesuai dengan standar desain yang telah ditentukan oleh perusahaan

bidang dalam media tertentu untuk mendukung konsep/ pesan yang dibawanya”. Mengacu pengertian tersebut, layout yang dimaksud di sini adalah tata letak elemen-elemen

dari segi penumpang, kemudian dilihat dari kenyamanan berkendaraan untuk bagian depan mobil dan tata letak rem dengan kursi operator dan kenyamanan operator dengan desain

Ditempat ini baut tadi seolah-olah di gunting oleh pelat kanan dan pelat kiri (A).. maka gaya F yang bekerja pada bagian baut tadi didasarkan atas pergeseran. Jadi

Jika kita tarik dalam konteks media, simulasi merupakan penciptaan kesan nyata yang tidak mengacu pada realitas sesungguhnya yang terjadi, sehingga hasilnya

 Mengolah data tentang tata letak unsur- unsur dalam desain grafis..  Mengomunikasik an tentang tata letak unsur- unsur dalam

Seperti hnya dengan desain output terinci yang disajikan dibagan tata letak printer, desain tampilan dialog dibagan tata letak layar terminal juga perlu didukung dengan kamus