BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Lingkungan bisnis merupakan faktor yang harus diperhatikan dalam proses bisnis suatu perusahaan. Perubahan lingkungan dapat memberikan implikasi yang signifikan dalam bentuk peluang maupun tantangan yang dihadapi oleh perusahaan. Adapun faktor lingkungan eksternal yang harus diperhatikan oleh perusahaan antara lain pertumbuhan ekonomi, perekonomian regional, kebijakan moneter dan fiskal dari pemerintah, kebijakan industri dan regulasi, demografi, sosial, budaya, politik internasional, politik domestik, lingkungan pemerintahan, teknologi dan lingkungan alam. Globalisasi dan modernisasi telah mempercepat dinamika perubahan dalam setiap faktor lingkungan eksternal tersebut. Seorang manajer perusahaan hendaknya tanggap dalam menghadapi perubahan lingkungan eksternal dengan mempersiapkan strategi yang harus dilakukan perusahaan di masa depan.
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Dimana pertumbuhan tersebut telah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Hal tersebut juga di dukung oleh tingkat pendapatan dan pendidikan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia. Dalam kenyataannya pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan oleh Indonesia banyak ditopang oleh sektor konsumsi masyarakat. Hal tersebut artinya konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat di Indonesia merupakan faktor utama penggerak roda perekonomian.
jangka panjang yang akan mendatangkan tambahan devisa yang besar bagi negara dan memberikan peluang kerja yang cukup berarti bagi masyarakat Indonesia.
Properti tergolong dalam sektor konstruksi yang merupakan salah satu sektor potensial bagi pembangunan nasional karena mampu mendatangkan penerimaan pemerintah baik pusat maupun daerah. Sektor properti mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) pada peningkatan kesejahteraan, baik secara langsung (melalui penciptaan lapangan pekerjaan) maupun tidak langsung (melalui kontribusinya terhadap PDB nasional).
Berdasarkan uraian-uraian diatas menunjukkan betapa pentingnya peranan sektor properti terhadap perekonomian nasional. Tidak hanya peranannya dalam menyerap tenaga kerja tetapi juga kontribusinya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Keterkaitannya yang besar terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya juga membuat bisnis properti memerlukan perlindungan dan pengawasan yang ketat dari berbagai pihak terutama pemerintah. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resiko sistemik akibat kejatuhan sektor properti terhadap sektor-sektor ekonomi lainnya.
1.2 Gambaran Umum Industri
Industri real estate dan property pada umumnya merupakan dua hal yang berbeda. Real estate merupakan tanah dan semua peningkatan permanen di atasnya termasuk bangunan-bangunan, seperti gedung, pembangunan jalan, tanah terbuka, dan segala bentuk pengembangan lainnya yang melekat secara permanen. Menurut peraturan perundang-undangan di Indonesia, pengertian mengenai industri real estate tercantum dalam PDMN No.5 Tahun 1974 yang mengatur tentang industri real estate. Dalam peraturan ini pengertian industri real estate adalah perusahaan properti yang bergerak dalam bidang penyediaan, pengadaan, serta pematangan tanah bagi keperluan usaha-usaha industri, termasuk industri pariwisata. Sedangkan definisi property menurut SK Menteri Perumahan Rakyat no.05/KPTS/BKP4N/1995, Ps 1.a:4 property adalah tanah hak dan atau bangunan permanen yang menjadi objek pemilik dan pembangunan. Dengan kata lain, property adalah industri real estate ditambah dengan hukum-hukum seperti sewa dan kepemilikan.
perkantoran (office building), pusat perbelanjaan berupa mall, plaza, atau trade center. Perumahan, apartment, rumah toko (ruko), rumah kantor (rukan), dan gedung perkantoran (office building) termasuk dalam landed property. Sedangkan mall, plaza, atau trade center termasuk dalam commercial building.
Perusahaan real estate dan property merupakan salah satu sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perkembangan industri real estate dan property begitu pesat saat ini dan akan semakin besar di masa yang akan datang. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah penduduk sedangkan supply tanah bersifat tetap. Diawal tahun 1968, industri real estate dan property mulai bermunculan dan mulai tahun 80-an, industri real estate dan property sudah mulai terdaftar di BEI. Mengingat perusahaan yang bergerak pada sektor real estate dan property tersebut adalah perusahaan yang sangat peka terhadap pasang surut perekonomian, maka seiring perkembangannya sektor real estate dan property dianggap menjadi salah satu sektor yang mampu bertahan dari kondisi ekonomi secara makro di Indonesia. Terbukti dengan semakin banyaknya sektor real estate dan property yang memperluas landbank (aset berupa tanah), melakukan ekspansi bisnis.
1.3 Permasalahan Dalam Industri
Krisis global yang dimulai tahun 2008 bersumber dari banyaknya kredit macet perumahan (subprime mortgage) akibat pemberian kredit yang kurang selektif. Krisis di Amerika tersebut akhirnya berdampak pada perekonomian dunia. Indonesia juga tidak luput dari dampak tersebut, bahkan pasar modal di Indonesia juga sempat ditutup untuk menghindari anjloknya harga saham ke level yang lebih rendah lagi.
Industri properti tidak dapat lepas dari kredit perumahan sehingga suku bunga yang berlaku juga sangat berpengaruh pada industri properti. Oleh karena itu, industri properti harus lebih berhati-hati dalam menyusun struktur modal serta dalam pemberian kredit karena suku bunga merupakan faktor eksternal yang dapat memengaruhi struktur modal. Jika tidak berhati-hati, perusahaan dapat mengalami pailit bahkan harus ditutup. Terlebih apabila terjadi krisis seperti yang telah disebutkan di atas. Pada saat krisis, masyarakat mungkin tidak akan mampu membayar bunga kredit property yang telah berlaku. Jika tidak ada pemasukan, perusahaan akan kesulitan membayar hutangnya yang telah digunakan untuk operasional perusahaan.
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 Sejarah dan Perjalanan Agung Podomoro Land
Gambar 1. Logo Agung Podomoro Land
PT Agung Podomoro Land, Tbk. (“APLN” atau “Perseroan”) merupakan bagian dari Agung Podomoro Group (APG), yang merambah bisnis properti sejak tahun 1969. Perseroan didirikan dengan nama PT Tiara metropolitan Jaya berdasarkan Akta No. 29 tanggal 30 Juli 2004. Agung Podomoro Group (APG) merupakan perusahaan pengembang terbesar di sektor properti dan didirikan oleh Alm. Bp. Anton Haliman pada awal tahun 70-an yang kemudian sejak tahun 1986 diteruskan oleh Bp. Trihatma Kusuma Haliman.
Perseroan menerapkan model bisnis yang terintegrasi, dengan kemampuan dalam pengembangan dan pengelolaan properti terpadu, dimulai dari pengadaan lahan, disain, perencanaan pembangunan, manajemen proyek, pemasaran, penyewaan hingga pengelolaan operasional dari properti ritel, perkantoran, hotel, dan hunian, dengan selalu mempertimbangkan nilai-nilai harmoni, tangguh, berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. hal ini membuat Perseroan mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat sebagai pemimpin dan pelopor di industri properti.
Grup Agung Podomoro merupakan salah satu pelopor dalam menciptakan konsep pemukiman lengkap dan terpadu di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Melalui konsep perencanaan yang matang, secara perlahan Sunter telah menjadi sebuah lokasi yang lengkap dan terpadu yang menawarkan segala kemudahan bagi para pemukim dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Beragam tipe hunian dikembangkan, dari tipe kecil sampai eksklusif, selain itu dikembangkan juga sarana olah raga dan rekreasi, sekolah, tempat ibadah, rumah sakit, pasar tradisional dan modern, kawasan pergudangan dan kawasan industri sehingga memberikan kesempatan kepada para konsumen untuk lebih memiliki banyak pilihan. Berbekal pengalaman dari pengembangan di daerah Sunter.
Agung Podomoro Land mengembangkan usahanya melalui Perseroan dalam melakukan ekspansi ke kawasan lain. Selain melakukan kegiatan usahanya secara komersial, juga aktif berpartisipasi dalam program pemerintah menyediakan perumahan bagi masyarakat kurang mampu dengan membangun rumah di luar Jabotabek antara lain di Subang (Jawa Barat) serta Lebak dan Kresek (Banten).
Keberhasilan ini juga didukung oleh kemampuan manajemen yang potensial, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya Sertifikat ISO 9001 untuk apartemen Eksekutif Menteng dan terbaru pada tahun 2006 untuk proyek Bukit Gading Mediterania dan Gading Grande berlokasi di Kelapa Gading. Sejak tahun 1986, kepimpinan dari Agung Podomoro Group diteruskan oleh Trihatma Kusuma Haliman, visi dari Agung Podomoro Group semakin terasah dan kuat. Strategi-strategi dari Agung Podomoro Group yang paling utama adalah pemilihan lokasi dan kejeliannya membaca keinginan pasar terhadap proyek yang akan dikerjakan. Terbukti, keinginan Agung Podomoro Land memasuki bisnis apartemen dikarenakan keinginan masyarakat untuk mempunyai rumah di tengah kota tetapi tanah terbatas sehingga pembangunan diarahkan secara vertikal. Salah satu strategi yang jitu dari Trihatma Kusuma Haliman yang tidak dapat diluapkan dari kemajuan Agung Podomoro Land adalah percaya kemampuan dari partner-partner yang ahli di bidangnya untuk membangun danmengembangkan sebuah proyek sehingga menumbuhkan sebuah kekuatan baru yang pasti akan berdampak positif terhadap sebuah proyek. Komitmen penyelesaian proyek-proyek Agung Podomoro Land merupakan kepercayaan masyarakat yang sangat berarti dan akan selalu terjaga. Sejalan dengan kampanye pemerintah untuk menggerakkan kembali penyediaanhunian di dalam kota terutama hunian vertikal mengingat keterbatasan lahan, Agung Podomoro Land bersama slogannya ”Back to the City” untuk program-program promonya.
2.2 Visi dan Misi Perusahaan
Visi
Terus bertumbuh menjadi pengembang terpadu dalam bisnis properti dan berkomitmen penuh untuk memberikan nilai yang optimal bagi pelanggan, rekan usaha, pemegang saham, dan masyarakat.
Misi
1. Memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan dan area komersial yang berkualitas.
2. Mengoptimalkan pengembalian investasi dari rekan usaha dan pemegang saham.
karyawan.
4. Berperan aktif untuk mendukung program pemerintah dalam rangka mendorong pembangunan perkotaan dan dalam meningkatkan indeks pengembangan manusia.
2.3 Nilai & Budaya Perusahaan
Agung Podomoro Land percaya bahwa kesuksesan dalam bisnis dapat tercapai karena prinsip yang yang dianut oleh perusahaan. Nilai perusahaan dan karyawan merupakan competitive advantage yang dimiliki oleh perusahaan. Beberapa nilai yang dianut oleh perusahaan antara lain:
Harmoni
Keharmonisan dalam bekerja dengan pelanggan, rekan usaha, pemegang saham dan masyarakat
Tangguh
Gigih memberikan usaha yang optimal.
Mutu
Menjaga mutu dalam setiap tahap pengembangan.
Ramah Lingkungan
Memperhatikan aspek lingkungan hidup dalam usaha pengembangan.
2.3 Project Agung Podomoro Land
Keseluruhan dari Agung Podomoro Group mencerminkan nilai dari setiap proyek yang dianut oleh perusahaan ini, yaitu harmoni, tangguh, mutu dan ramah lingkungan . Agung Podomoro Land dibagi menjadi tiga project, yaitu landed house, apartment, dan mixed used.
Gambar 2. Project Agung Podomoro Group
2.3.1 Bukit Mediterania Samarinda
Proyek ini berlokasi di Jl. MT Haryono – Rawa Indah, Kalimantan Timur dengan total luas lahan 38 hektar, Bukit Mediterania Samarinda terdiri dari 5 kluster sebagai berikut: Spain, Monaco, Greece, Italy and France. Pengembangan telah dimulai pada 15 Oktober 2005 dan selesai pada bulan Desember 2012.
Gambar 3. Proyek Bukit Mediterania Samarinda
2.3.2 Marina Mediterania Residences
Agung Podomoro Land
Agung Podomoro Land
Landed House
Marina Mediterania Residences menciptakan gaya hidup untuk pribadi yang modern dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang outdoor dan pusat kebugaran.Dirancang dengan eksklusif dan efektif agar seluruh penghuni di apartemen ini dapat menikmati pemandangan laut maupun pemandangan kota yang spektakuler.Lokasinya yang strategis, dekat ke kawasan rekreasi dan pusat bisnis, memberikan para penghuninya kenyamanan untuk menikmati kehidupan kota.
Gambar 4. Logo Signature
2.3.3. The Peak
Sebagai apartemen terbaik urutan 50 di dunia, The Peak at Sudirman mencuat sebagai menara apartemen tertinggi di negeri ini. Lokasinya strategis, di jantung pusat bisnis Jakarta dan dikelilingi oleh berbagai fasilitas bintang lima.Menggabungkan elemen hiburan, interior, dan teknologi, pengembangan prestisius dari apartemen 35 lantai dan 55 lantai ini menyajikan kenyamanan hidup kelas atas dengan fasilitas lengkap seperti ruang aerobik, lapangan basket, lapangan squash, pusat kebugaran, area bermain anak, kolam renang standar Olimpiade, Jacuzzi, sauna, jogging track, function room, mini market, dan lainnya.
Gambar 5. Logo Brand Denizen
Superblok seluas 12 hektar di Jakarta Selatan ini dinamakan Kalibata City. Menerapkan konsep hunian superblok yang terjangkau bagi masyarakat, proyek ini terdiri atas Kalibata Residence, Kalibata Regency, dan Green palace Apartment. Juga menghadirkan Kalibata City Square, mal unik yang akan menjadi jantung dari superblok ini, beserta fasilitas lain termasuk sekolah, perkantoran, dan daerah komersial. Kalibata City Forest yang cukup besar, sekitar 7.000 m2 dirancang sebagai paru-paru kawasan ini, yang juga dijadikan Outbond Adventure Park.
Gambar 3. Proyek Kalibata City
2.3.5 Seasons City
Menggabungkan hunian bernuansa resor dengan pusat perbelanjaan yang lengkap di satu area, Seasons City menghadirkan tiga menara apartemen, trade mall, rumah taman eksklusif, dan beragam fasilitas seperti taman tai chi, pusat kebugaran, jogging track, area barbeque, dan banyak lainnya.
Gambar 3. Proyek Seasons City
2.3.6 Pluit CBD
kegiatan bisnis di kawasan ini, seperti agen-agen perjalanan, bank-bank internasional, dan Business Center dengan pelayanan profesional.
Sebagai salah satu daerah bisnis yang padat di kawasannya, Pluit CBD juga memiliki Pluit CBD Store lengkap dengan unit-unit hunian di lantai atas, Pluit CBD Boutique Office, Pluit CBD Office Park, Pluit CBD Hypermarket, Pluit CBD Restaurants, Pluit CBD Condominium, Pluit CBD Garden House, dan Pluit CBD Multipurpose Hall/Clubhouse.
Gambar 3. Proyek Pluit CBD
2.3.7 Blok M Square
Pengembangan Blok M Square adalah usaha peremajaan pasar Blok M yang sudah cukup tua.Menjadi batas antara lingkungan perumahan dengan daerah bisnis yang tumbu hpesat di Jakarta Selatan, Blok M Square tampil untuk menciptakan antusiasme baru dimasyarakat sekitar.Di samping mengakomodasi para pedagang yang menawarkan beragam pilihan belanja seperti elektronik, telepon genggam, pakaian, makanan, minuman, Blok M Square juga diperkuat oleh Carrefour, Cinema 21, beserta sejumlah jaringan fast food populer seperti Pizza Hut, A&W, KFC, Hoka-Hoka Bento, Solaria, Es Teler 77 dan Bakso Lapangan Tembak. Sebagai sebuah trade mall, Blok M Square memiliki beragam penyewa yang akan memberikan pengalaman segar bagi para pengunjungnya.
2.3.8 Blok B Tanah Abang
Pasar modern ini adalah salah satu pusat grosir terbesar di Asia Tenggara. Full AC dan area parkir yang luas, Blok B Tanah Abang memberikan kenyamanan dan keamanan usaha secara langsung.
Gambar 3. Proyek Proyek B Tanah Abang
2.3.9 Braga Citywalk Mall
Merupakan proyek pertama yang dibangun Agung Podomoro Group di Jl. Braga No. 99-101, sebuah daerah CBD di Bandung, Jawa Barat. Braga City Walk adalah pengembangan mixed-use yang terdiri dari ritel tiga lantai dengan luas area sewa 14.528 m² (net.) yang menghadirkan para tenant terkemuka seperti Carrefour, Fun World, jaringan bioskop 21 (Braga 21), Gold's Gym, Herman Dexter, Food Court, Es Teller, Wendy's, Kid X dan banyak lainnya. Braga memiliki potensial besar untuk kembali menjadi pusat bisnis dan hiburan di kota Bandung, karena lokasinya yang strategis membuatnya mudah dicapai dari arah manapun
2.3.10 Thamrin City
Thamrin City adalah pusat grosir dengan konsep paling modern, megah, dan terbesar yang berlokasi di jantung ibukota Jakarta, hanya 100 meter dari Bundaran HI dan 150 meter dari pusat grosir Tanah Abang. Sebagai pusat grosir modern, Thamrin City didukung dengan infrastruktur lengkap, seperti Lift Truck yang biasa digunakan di kawasan pergudangan dan eskalator ekspres yang dapat menghubungkan 2 lantai secara langsung untuk memfasilitasi aktivitas para pengguna gedung. Thamrin City adalah satu-satunya pusat grosir yang dilengkapi dengan apartemen, hotel berbintang, gedung kantor, dan ruang pameran.