• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hak Cipta Pada Lembaga Administrasi Nega

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hak Cipta Pada Lembaga Administrasi Nega"

Copied!
162
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Yudi Latief, MA, Ph.D
    • Dr. Adi Suryanto, M.Si
    • Abdul Aziz Muslim, M.Si
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Agus Dwiyanto
    • Ir. Sarwono Kusumaatmaja
    • Prof. Dr. JB Kristiadi
    • Prof. Dr. Sofyan Effendi
    • Dr. Muhammad Idris, M.Si
  • Sekolah: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia
  • Mata Pelajaran: Pendidikan dan Pelatihan
  • Topik: Hak Cipta Pada Lembaga Administrasi Negara
  • Tipe: modul
  • Tahun: 2015
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan latar belakang pentingnya pendidikan dan pelatihan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Indonesia. Undang-Undang No 5 Tahun 2014 menekankan pentingnya integritas, moral, dan profesionalisme dalam membentuk karakter PNS. Modul ini disusun untuk mendukung penguatan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan, serta memfasilitasi CPNS dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan bagi CPNS bertujuan untuk membangun integritas dan profesionalisme. UU ASN mendorong penguatan nilai-nilai karakter yang akan membentuk PNS yang mampu melayani masyarakat dengan baik. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan kesinambungan pendidikan di masa depan.

1.2. Deskripsi Singkat

Deskripsi singkat menyatakan bahwa modul ini adalah bahan pembelajaran untuk pegawai ASN yang bertujuan untuk mengembangkan nasionalisme dan wawasan kebangsaan. Pegawai ASN diharapkan tidak hanya memahami tetapi juga mampu mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut dalam tugasnya.

1.3. Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran menekankan pentingnya pegawai ASN untuk memiliki jiwa nasionalisme Pancasila yang kuat. Hal ini diharapkan dapat memotivasi mereka dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana kebijakan publik dan pelayan masyarakat yang berintegritas.

1.4. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok

Materi pokok mencakup nilai-nilai nasionalisme Pancasila yang harus dipahami dan diimplementasikan oleh ASN. Ini termasuk pemahaman tentang Ketuhanan, Kemanusiaan, dan nilai-nilai keadilan sosial yang harus diimplementasikan dalam tugas sehari-hari.

II. NILAI-NILAI NASIONALISME PANCASILA BAGI ASN (Sila 1 Dan Sila 2)

Bagian ini membahas nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila 1 dan Sila 2, yang harus diinternalisasi oleh ASN. ASN diharapkan dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan dalam menjalankan tugasnya, sebagai bagian dari karakter dan integritas yang harus dimiliki oleh setiap pegawai negeri.

2.1. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan ditetapkan untuk memastikan peserta dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan. Hal ini menjadi tolok ukur bagi keberhasilan pelatihan dan pengembangan karakter ASN.

2.2. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa

Bagian ini menjelaskan pentingnya nilai-nilai Ketuhanan dalam konteks sejarah dan kehidupan masyarakat Indonesia. ASN diharapkan dapat menghargai dan menerapkan nilai-nilai ini dalam setiap aspek tugas mereka, memperkuat integritas dan moralitas dalam pelayanan publik.

2.3. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Kemanusiaan

Nilai-nilai kemanusiaan sangat penting dalam membangun hubungan yang harmonis antar ASN dan masyarakat. ASN harus mampu menerapkan nilai-nilai ini dalam tindakan sehari-hari, menciptakan lingkungan yang adil dan berkeadilan bagi semua.

III. NILAI-NILAI NASIONALISME PANCASILA BAGI ASN (Sila 3 s/d Sila 5)

Bagian ini melanjutkan pembahasan tentang nilai-nilai Pancasila dari Sila 3 hingga Sila 5. ASN diharapkan dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial dalam menjalankan tugas mereka, sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan bangsa.

3.1. Indikator Keberhasilan

Peserta diharapkan dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai dari Sila 3 hingga Sila 5. Indikator ini penting untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan dalam membentuk karakter ASN yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

3.2. Pemahaman dan Implementasi Sila Persatuan Indonesia

ASN harus menyadari pentingnya persatuan dalam keberagaman. Mereka harus mampu mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan, menjaga kesatuan bangsa dalam pelaksanaan tugas mereka.

3.3. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Kerakyatan

ASN harus memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kerakyatan dalam kebijakan publik. Ini termasuk mendengarkan aspirasi masyarakat dan bertindak sesuai dengan kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

3.4. Pemahaman dan Implementasi Nilai-Nilai Keadilan Sosial

ASN diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai keadilan sosial dalam setiap tindakan mereka. Ini penting untuk menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera, di mana setiap individu mendapatkan hak dan kewajibannya secara proporsional.

IV. ASN SEBAGAI PELAKSANA KEBIJAKAN PUBLIK

Bagian ini membahas peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik. ASN harus memahami tanggung jawab mereka dalam melayani masyarakat dan menerapkan kebijakan dengan integritas dan profesionalisme.

4.1. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan ditetapkan untuk memastikan ASN dapat menjalankan tugas mereka sebagai pelaksana kebijakan publik dengan baik. Ini menjadi tolok ukur bagi efektivitas pelatihan yang diberikan.

4.2. ASN Sebagai Pelaksana Kebijakan Publik

ASN harus memahami peran mereka dalam menjalankan kebijakan publik. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kebijakan tersebut dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

4.3. ASN yang Berorientasi Pada Kepentingan Publik

ASN harus memiliki orientasi yang kuat pada kepentingan publik. Mereka harus mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau golongan dalam setiap tindakan mereka.

4.4. ASN Berintegritas Tinggi

Integritas adalah kunci bagi ASN dalam melaksanakan tugas mereka. ASN harus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap langkah mereka.

4.5. Implementasi ASN Sebagai Pelaksana Kebijakan Publik

Bagian ini menjelaskan tentang implementasi kebijakan publik oleh ASN. ASN diharapkan dapat menerapkan kebijakan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai yang telah diajarkan.

V. ASN SEBAGAI PELAYAN PUBLIK

Dalam bagian ini, fokus pada peran ASN sebagai pelayan publik. ASN harus memiliki sikap profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

5.1. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan ditetapkan untuk menilai kemampuan ASN dalam memberikan pelayanan publik yang baik. Hal ini penting untuk memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

5.2. ASN Profesional

ASN harus memiliki sikap profesional dalam menjalankan tugas mereka. Ini termasuk memiliki pengetahuan yang memadai dan keterampilan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan terbaik.

5.3. ASN yang Melayani Publik

ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif kepada masyarakat. Mereka harus berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan baik.

5.4. ASN Berintegritas Tinggi

Integritas menjadi salah satu pilar utama dalam pelayanan publik. ASN harus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan tidak melakukan tindakan korupsi dalam menjalankan tugas.

5.5. Implementasi ASN Profesional dan Melayani yang Berintegritas Tinggi

Bagian ini menjelaskan tentang bagaimana ASN dapat mengimplementasikan sikap profesional dan integritas tinggi dalam pelayanan publik. Ini penting untuk menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap ASN.

VI. ASN SEBAGAI PEREKAT DAN PEMERSATU BANGSA

Bagian ini membahas peran ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa. ASN harus memiliki jiwa nasionalisme yang kuat dan berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI.

6.1. Indikator Keberhasilan

Indikator keberhasilan ditetapkan untuk menilai kemampuan ASN dalam berperan sebagai perekat bangsa. Hal ini penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman.

6.2. ASN Sebagai Pemersatu Bangsa

ASN diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga persatuan bangsa. Mereka harus mampu mengedepankan kepentingan bersama di atas kepentingan individu atau golongan.

6.3. ASN Menjaga Kondisi Damai

ASN memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisi damai di masyarakat. Mereka harus mampu menciptakan lingkungan yang kondusif dan harmonis bagi semua warga negara.

6.4. Peran PNS/ASN dalam Menciptakan Kondisi Damai

PNS/ASN harus berperan aktif dalam menciptakan kondisi damai. Mereka dapat melakukan berbagai upaya untuk mendorong dialog dan kerjasama antar masyarakat.

VII. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan. ASN diharapkan dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek tugas mereka, sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan bangsa.

7.1. Simpulan

Simpulan menyatakan bahwa penguatan nilai-nilai nasionalisme Pancasila sangat penting bagi ASN dalam menjalankan tugas mereka. Hal ini akan membentuk karakter dan integritas yang diperlukan dalam pelayanan publik.

7.2. Tindak Lanjut

Tindak lanjut diharapkan agar ASN terus belajar dan mengembangkan diri. Mereka harus berkomitmen untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil.

Referensi Dokumen

  • Understanding Public Policy ( Thomas R. Dye )
  • UU No 5 Tahun 2014 ( Tidak disebutkan )

Gambar

Gambar 1.Peta Kompentensi Dasar untuk Mata Diklat Nasionalisme ASN

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini merupakan bagian dari kesadaran sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah untuk selalu menjalankan dan mendakwahkan nilai-nilai islam dalam setiap aspek

Iklim kerja mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap kinerja pegawai pada bagian Administrasu Umum UNPAD, namun terdapat beberapa indikator yang masih sedang

a) bila seorang pelanggan meminta pelayanan di luar kemampuan anda, cara terbaik adalah mengalihkan pelayanan tersebut kepada orang lain yang lebih mampu. Dengan pengalihan

Jika siswa masih mengalami kesulitan ketika memahami dan menunjukkan gambar mengenai kegiatan gotong royong di keluarga sebagai salah satu pelaksanaan nilai pancasila

 Pegawai PAPPIPTEK-LIPI yang terdiri dari staf bagian tata usaha, staf bidang pengelolaan dan diseminasi hasil penelitian, peneliti dan manajemen setiap harinya

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi peraturan Lembaga Administrasi Negara nomor 10 Tahun 2018 tentang pengembangan kompetensi Pegawai Negeri Sipil pada Sekretariat

Hal ini berarti bahwa variabel motivasi dan semangat kerja memiliki hubungan yang kuat terhadap komitmen organisasional Pegawai Negeri Sipil pada Badan Pengelola Pendapatan Daerah

Dalarn mernelihara semangat/jiwa persatuan dan kesatuan perlu dikembangkan sikap kekeluargaan dan menjaga agar setiap dinamika yang dikembangkan tidak keluar dari Pancasila yang telah