• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian usaha tanaman hias H. Gassing (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penelitian usaha tanaman hias H. Gassing (1)"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

HASIL PENELITIAN KELOMPOK

“USAHA TANAMAN HIAS MILIK H. GASSING”

OLEH :

KELOMPOK I

Nur Amalia Sahib

Pratiwi Ningsi

Rizki Fauziah

Rifqa Choirunnisa

Harnita

Lisa fitriani

Dosen : St. Fatimah, SE., MM.

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan

kita kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas

penelitian Kewirausahaan “Bisnis Tanaman Hias milik H.Gassing”. Tak lupa pula

kita kirimkan salam dan shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW

yang telah membawa kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang

berderang seperti sekarang ini.

Tugas Penelitian Kewirausahaan “Bisnis Tanaman Hias H.Gassing” ini

disusun sebagai salah satu penunjang nilai yang diberikan oleh dosen dalam

proses perkuliahan. Semua hasil diskusi kelompok kami telah terlampir dalam

makalah ini.

Tugas Penelitian Kewirausahaan “Bisnis Tanaman Hias H.Gassing” ini

mengalami banyak kendala dalam pembuatannya. Oleh sebab itu, penulis

mengucapkan terima kasih kepada dosen maupun teman-teman sekalian yang

telah membantu dalam pembuatan makalah ini.

Akhir kata “tak ada gading yang tak retak”, penulis menyadari akan

banyaknya kekurangan dalam penyusunan jurnal lengkap ini. Dan demi

kesempurnaan penyusunan Tugas Penelitian Kewirausahaan “Bisnis Tanaman

Hias” selanjutnya kami mohon kritik dan saran dari pembaca.

Wassalam.

(3)

DAFTAR ISI

Sampul Depan

Kata Pengantar i Daftar isi ii

BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Rumusan Masalah 2

Tujuan 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3

BAB III PEMBAHASAN...7 BAB IV PENUTUP 12

Kesimpulan 12

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Berbagai kegiatan akan sangat menyenangkan jika kegiatan

tersebut berhubungan dengan hobi. Apalagi jika hobi tersebut tidak hanya

sekedar hobi saja, melainkan sebagai peluang usaha juga. Sehingga, selain

kita dapat menyalurkan hobi kita, keuntungan pun akan mengalir tanpa

henti. Salah satu hobi yang bisa ditekuni untuk menghasilkan keuntungan

ialah usaha tanaman hias.

Usaha tanaman hias termasuk kedalam usaha dengan modal kecil.

Memang usaha tanaman hias tidak akan terlepas dari yang namanya hobi.

Banyak orang yang pada awal mulanya sangat mencintai dan gemar untuk

mengoleksi berbagai jenis tanaman hias, kemudian pada akhirnya ia

menjadi seorang wirausahawan tanaman hias yang sukses.

Jika ditekuni dengan serius, memang bisnis usaha tanaman hias

sangatlah menjanjikan. Sayangnya, sebagian orang tidak memiliki

keberanian untuk memulai usaha ini. Apalagi jika pembeli sedang

menurun.

Usaha tanaman hias sudah bisa dijalakan hanya dengan

menggunakan modal yang relative kecil. Hanya saja, kesabaran dan

(5)

Melihat banyaknya peluang keuntungan dari bisnis tanaman hias ini,

maka kiranya kelompok kami akan melakukan observasi lapangan salah

satu pengusaha tanama hias yang ada di Makassar Sulawesi selatan.

B. Tujuan Penulisan

Mahasiswa mengetahui dan memahami tentang cara memulai

usaha dengan modal kecil dengan keuntungan besar yang salah satu contoh

adalah usaha tanaman hias milik Bapak H. Gassing. C. Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah di bentuknya bisnis tanam hias Bapak H. Gassing? 2. Bagaiman perencanaan bisnis dari bapak H. Gassing?

3. Bagaiman cara bapak H. Gassing mendapatkan modal untuk usaha

6. Bagaimana cara Bapak H. Gassing mengelola sumber daya manusia

(pekerja) di usaha tanaman hiasnya?

7. Bagaiama bapak H. Gassing memanajemen kendala kendala ataupun

resiko yang terjadi pada usahanya?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Usaha agribisnis tanaman hias saat ini sedang berkembang cukup pesat.

Tanaman hias tidak hanya berperan dalam pembangunan sektor pertanian, akan

tetapi juga berperan bagi pembangunan sektor agrowisata di Indonesia.

Perkembangan agrowisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek

wisata membuat bisnis tanaman hias memiliki prospek yang bagus untuk

(6)

diperkirakan akan mendongkrak kinerja pasar tanaman hias. Seiring

bertambahnya perumahan, apartemen, hotel dan juga perkantoran, membuat bisnis

tanaman hias semakin menjanjikan.

Tanaman hias adalah tanaman yang memiliki karakteristik morfologi

bernilai estetik dan eksotik, di antaranya adalah tanaman hias bunga (anggrek,

krisan, mawar, sedap malam, anthurium), tanaman hias berdaun indah (aglonema,

puring, pucuk merah, siprus), serta tanaman hias perdu dan pohon (bugenvil,

palem, sikas, beringin). Tanaman hias merupakan salah satu komoditas yang

mempunyai nilai ekonomi tinggi dan memiliki prospek yang sangat cerah sebagai

komoditas unggulan ekspor maupun untuk pemasaran di dalam negeri (Direktorat

Budidaya Tanaman Hias, 2008).

Tanaman hias sebagai komoditas ekspor beberapa tahun ini mengalami

peningkatan yang cukup signifikan. Negara-negara yang berada di kawasan Asia

yang menjadi pasar potensial tanaman hias di dunia di antaranya adalah Jepang,

Korea, Taiwan, China dan Singapura. Selain di kawasan Asia, negara-negara lain

yang merupakan pasar ekspor tanaman hias Indonesia terbesar adalah Amerika

Serikat dan Belanda (Direktorat Budidaya Tanaman Hias, 2008). Secara nasional,

(7)

Perkembangan bisnis tanaman hias yang penuh persaingan menuntut

setiap pelaku usaha yang bergerak dalam usaha penjualan tanaman hias memiliki

pengetahuan mengenai perilaku konsumen dalam pembelian tanaman hias,

terutama terhadap keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen. Produsen

dan pemasar seyogyanya produsen dapat menyediakan tanaman hias sesuai

keinginan konsumen dengan melihat perilaku konsumen dalam pembelian, karena

karakteristik tanaman hias yang diinginkan konsumen tidak sepenuhnya sama

dengan karakteristik tanaman yang dihasilkan oleh produsen. Hal ini juga

berpengaruh pada produksi tanaman hias yang dihasilkan oleh produsen. Semakin

besar animo masyarakat terhadap jenis tanaman tertentu, maka permintaan akan

tanaman tersebut akan naik dan memicu produsen untuk meningkatkan

produksinya, begitu pula sebaliknya.

Agar dapat memahami perilaku konsumen tersebut, maka produsen perlu

memahami proses pengambilan keputusan yang dilakukan konsumen dalam

pembelian tanaman hias dan faktor-faktor dominan yang menentukan keputusan

pembelian konsumen. Proses pengambilan keputusan pembelian konsumen

dimulai dari pengenalan kebutuhan akan tanaman hias, pencarian informasi terkait

tanaman hias, evaluasi alternatif, keputusan pembelian tanaman hias, dan perilaku

pasca pembelian. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan

pembelian adalah faktor lingkungan yang meliputi budaya, kelas sosial, dan

pengaruh orang lain, dan faktor internal (perbedaan individu) meliputi sumber

daya konsumen, pengetahuan, dan gaya hidup. Faktor psikologis konsumen

adalah pengalaman yang diperoleh konsumen melalui proses belajar. Selain itu,

(8)

konsumen dalam rangka mencapai tujuan (Setiadi, 2010). Hal ini dapat dicapai

dengan mengembangkan dan menyajikan bauran pemasaran yang diarahkan pada

pasar sasaran yang dipilih. Bauran pemasaran merupakan salah satu bagian dari

strategi pemasaran yang terdiri dari kombinasi empat variabel, yaitu produk,

harga, distribusi, dan promosi. Keempat variabel tersebut merupakan inti dari

sistem pemasaran suatu perusahaan dan dapat dikendalikan oleh pemasar atau

pelaku bisnis seefektif mungkin.

Pemasar berusaha mempengaruhi konsumen dengan menggunakan bauran

pemasaran yang berhubungan dengan produk yang ditawarkan. Faktor bauran

pemasaran dari segi produk antara lain adalah tren, keunikan, ukuran, warna, dan

nilai prestise dari produk. Bauran pemasaran lainnya adalah harga, promosi, dan

distribusi. Selain variabel bauran pemasaran, sebagian besar faktor yang

mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian konsumen tidak dapat

dikendalikan oleh pemasar, akan tetapi tetap harus diperhitungkan, dan sangat

(9)

BAB III

PEMBAHASAN

Usaha tanaman merupakan bisnis yang tidak memerlukan banyak modal.

Kebanyakan bisnis tanaman hias memang selalu identik dengan hobi. Baik itu

hobi pebisnisnya, ataupun konsumennya. Banyak orang yang awalnya sangat

gemar dan mencintai tanaman hias sehingga mengoleksinya secara pribadi, terjun

langsung menjadi kolektor tanaman hias dan kemudian menjadikannya bisnis

dengan berwirausaha tanaman hias.

Begitulah hal yang dialami oleh H. Gassing seoarang pengusaha tanaman

hias di Makassar Sulawesi selatan, yang memulai usahanya sejak tahun 1990 saat

beliau berumur 20-an, sebagai seorang pengusaha, dengan latar belakang tidak

memeiliki pendidikan yang memadai dan pengangguran tentu saja usaha bapak H.

Gassing ini dmulai dengan perjuangan, berawal dari hobi dan menjadi kuli di

taman milik teman yang bernama pak Santoso di berbagai daerah seperti palopo,

sidrap, dan enrekang, beliau mulai mengembangkan kreatifitas nya terhadap

budidaya tanaman hias. Dengan motivasi yang tinggi bapak H. Gassing mulai

bertekad untuk memulai usahanya, selain mendapat dukungan dari pak santoso

yang berdarah jawa dan kondisi ekonomi yang sempit akhirnya bapak H. Gassing

(10)

taman yang beliau tabung dan sedikit kontribusi dari istri bapak H. Gassing

Almarhuma Ibu Rohani, akhirnya beliau memutuskan untuk memulai usaha

tanaman hiasnya, modal yang terkumpul saat itu sekitar 100 ribu rupiah, beliau

kemudian berinisiatif untuk memesan tanaman hias di temannya Pak santoso yang

menetap di pulau jawa dengan uang tersebut. Akhirnya datanglah bibit bibit

tanaman hias dengan berbagai jenis, yang dimana bibit-bibit ini, bapak H. Gassing

budidayakan di halaman rumahnya, yang kemudian setelah medapatkan sedikit

keuntungan beliau lalu membeli beberapa lahan untuk cabang baru dan pada saat

itu bapak H. Gassing sudah memiliki 2 orang anak yang bernama Brama dan Adi Saat ini Bisnis tanaman hias bapak H. Gassing sudah memiliki 13 cabang,

dan 5 cabang lagi milik anaknya, diantara cabang yang paling terkenal adalah di

Jl. Poros Tanjung, Jl. Deppasawi dalam dan di Jl. Hertasning baru, selain usaha

Tanaman hias beliau yang sudah sukses, bapak H. Gassing juga membangun

usaha kontrakan di dekat rumah nya di Jl. Deppasiwi. Keuntungan yang

didapatkan bapak H. Gassing dari bisnis tanaman hiasnya perbulan sangat tidak

menentu, tergantung dari permintaan pasar, dan tender yang didapat, namun

mendengar dari beliau dapat diperkirakan rata rata keuntungan yang bapak

H.Gassing dapat perbulannya sekitar puluhan juta rupiah.

Tanaman hias yang yang di jual oleh bapak H. Gassing berkisar dengan

harga paling murah 20 ribu rupiah dan harga yang paling mahal bisa mencapai 10

juta rupiah tergantung dari jenis tanaman dan besarnya tanaman hias tersebut,

contohnya adalah tanamn pucuk merah bisa mencapai harga 200 ribu rupiah per

(11)

pemasok salah satunya pak santoso di jawa, daerah di jawa yang paling sering

menjadi pemasok adalah Malang, Jakarta, dan juga Bali.

Perencanaan Bisnis dari bapak H. Gassing sangat mantap, dengan

memenangkan tender di perumahan perumahan ataupun hotel dan perusahaan,

tentu akan lebih memberikan keuntungan yang lebih banyak, contohnya adalah

usaha tanaman hias beliau sudah bekerja sama dengan Royal spring, selain itu

sebagian lahan yang tempati bapak H. Gassing untuk membudidayakan tanaman

hiasnya merupakan lahan pemerintah yang sebelummnya sudah dilakukan

perjanjian dari kedua belah pihak, sehingga mengurangi biaya untuk membeli

lahan. Memeprluas area lahan dan membuka cabang baru merupakan strategi

penting dari bisnis tanaman hias bapak H. Gassing

Selain perluasan lahan, dan membuka cabang baru, perencanaan tempat

usaha juga sudah dipikirkan oleh bapak H. Gassing, untuk tempat penjualan

dimanaa tanman yang ada di sana sudah tumbuh besar atau layak jual lokasi

lahan harus berada di pinggir jalan, agar mudah di jangkau dan lihat oleh

masyrakat yang ingin membeli tanaman hias, sedangkan untuk pembibitan yang

masih dalam proses pertumbuhan beliau menetapkan lokasi berada di dekat rumah

masyarakat di sekitar lokasi rumah beliau , dan juga depan rumah bapak H.

Gassing agar kiranya beliau dapat memantau langsung, tumbuhan mana yang

sudah layak jual.

Metode dan manajemen pemasaran yang dilakukan oleh bapak H. Gassing

adalah dengan memasang baliho ataupun sepanduk di jalan jalan raya, dengan

disertai langsung no.HP beliau agar transaksi secepat mungkin bisa berlangsung,

(12)

tanaman hias bapak H. Gassing masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat

yang ingin membeli tanaman hias.

Dan tidak kalah pentingnya adalah cara dari bapak H. Gassing dalam

mengelola sumber daya manusia dalam usahanya, dengan adanya usaha beliau,

saudara saudara dan keluarga masyarakat yang pengangguran biasanya di rekrut

langsung oleh bapak H. Gassing dengan menawarkan pekerjaan sebagai pekerja di

tamannya, dengan keyakinan bahwa beliau juga dulu adalah seorang

pengangguran yang layak untuk mendapatkan pekerjaan, asalkan ia memeiliki

kesabaran dan kedisiplinan dalam merawat dan membudidayakan tanaman hias

tersebut, selain itu metode beliau dan mngelola SDM adalah setiap harinya bapak

H. Gassing dengan motornya mendatangi satu per satu setiap cabang usaha

tanaman hiasnya, sehingga beliau mampu mengontrol pekerja nya, satu hal juga

yang di dapatkan adalah metode beliau dalam mewajibkan setiap pekerjanya

terutama pada hari jum’at untuk wajib ikut dalam sholat jum’at, jika tidak beliau

tidak segan segan memberikan sanksi kepada pekerja tersebut.

Dalam hal saingan atau kompetitor tentu saja ada dan bahkan sangat

banyak, namun strategi bapak H. Gassing adalah dengan meningkatkan pelayanan

baik dari diri beliau maupun dari pekerjanya, melakukan semaksimal mungkin

usaha untuk mencapai keinginan konsumen. Dengan waktu 25 tahun membuat

beliau memiliki banyak relasi di luar kota sehingga memberikan kelebihan pada

usaha bapak H. Gassing dibandingkan dengan usah tanaman hias lainnya, yang

notabennya banyak pesaing yang menjual tanaman hias yang di beli dari bibit

(13)

Resiko resiko tentu saja dimiliki untuk setiap usaha, resiko yang paling

sering dialami oleh usaha bapak H.Gassing adalah resiko matinya tanaman

sebelum sampai ke tempat tujuan pada saat pengiriman dari jawa, ini diakibatkan

trasnportasi yang biasanya menggunakan kapal laut, dimanA tanaman tanaman

maupun bibit di masukkan ke dalam kontainer, karena akibat lambatnya waktu

pengiriman mengakibatkan biasanya tanaman tidak layak jual (mati) bahkan

kerugian tanaman biasa mencapai 50 %, namun tentu saja bapak H. Gassing

memiliki solusi untuk masalah seperti itu, yaitu 50 % nya lagi yang masih hidup

beliau kembali budidayakan atau kembangkan sehingga bisa menutupi kerugian

yang tadi dialami.

(14)

Usaha tanaman hias bapak H.Gassing merupaka usaha yang

dimulai dengan hobi dan kreatifitas beliau saat menjadi pekerja taman,

dengan modal 100 ribu rupiah pada saat itu yang beliau kumpulkan dari

hasil kerja dan juga kontribusi dari istriprencenaan bisni bapak H.Gassing

dengan cara memperluas area lahan ataupun membuka cabang baru, selain

itu usaha beliau juga sering memenangkan tender taman halaman

perumahan, hotel maupun perusahaan, kebanyakan untuk proses penjualan

penataan tempat usaha biasanya berada pada pinggir jalan raya yang

berdekatan dengan sumber mata air, cara bapak H.Gassing dalam

memasarkan tanaman hiasnya adalah dengan memasang baliho ataupun

spanduk di jalan jalan raya, yang tidak kalah pentingnya adalah

kemampuan beliau dalam mengelola SDM (pekerja) pada usahannya

dengan cara setiap hari datang memantau setiap cabang usaha yang ia

miliki, kendala dan resiko pun pasti dimiliki oleh setiap usaha, kendala

yang paling sering terjadi pada usaha bapak H.Gassing adalah masalah

transportasi atau pengiriman dari pulau jawa, yang kadang tertunda

waktunya.

DAFTAR PUSTAKA

(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)

LAMPIRAN II

Berdasarkan hasil diskusi yang telah dilakukan dengan mengacu pada analisis

SWOT, maka kelompok kami dapat menyimpulkan:

ANALISIS SWOT DARI BISNIS TANAMAN HIAS H.GASSING

STRENGTH (KEKUATAN)

1. Harga dan kualitas usaha tanaman hias bapak H. Gassing bersaing

2. Usaha Tanaman hias H.Gassing memiliki banyak relasi diluar jawa

(22)

WEAKNESS (KELEMAHAN)

1. Karena usaha tanaman hias bapak H. Gassing bergantung pada permintaan

konsumen sehingga penghasilan perbulan tidak menentu

OPPORTUNITY (KESEMPATAN)

1. Usaha tanaman hias bapak H.Gassing dapat memperluas usahanya, seperti

usaha tanaman hias jenis kembang dan pohon yang menghasilkan

THREAT (ANCAMAN)

1. Kematian tanaman 2. Pesaing

3. Sebagian lahan bukan milik sendiri

Dari analisis SWOT diatas kami melakukan diskusi kelas dan menghasilkan

beberapa saran untuk usaha tanaman hias bapak H.Gassing

Dari kelompok 2

a. Memperluas jenis tanaman yang dijual (jenis kembang, pohon yang

berbuah, agar dapat menunjang kelancaran pemasukan dari konsumen

yang membutuhkan jenis tanaman lain

(23)

a. Mengembangkan tanaman hias endemik Makassar untuk meminimalkan

b. Dapat membuka peternakan sapi sendiri yang dapat menghasilkan pupuk

kompos

a. Mengembangkan produk dengan jenis tanaman obat tradisional

b. Mengelola hasil tanaman yang menghasilkan atau berbuah menjadi

usaha lain yang sejenis, misalnya membuat usaha memetik buah

(24)

puasa bagi konsumen (1 tahun sekali) dengan buah segar yang telah

diolah

c. Tanaman model (penataan tanaman) yang bisa dijual menjadi paket

yang bisa dibeli oleh konsumen

d. Membuat tanaman model yang bisa digunakan sebagai satu konsep

acara (misalnya background prawedding)

e. Setiap tanaman yang dijual memiliki cara pemeliharaan yang dituang

dalam sebuah konsep

Tabel tanggapan pengusaha atas saran yang diberikan

(25)

SURAT KETERANGAN

Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh

Sehubungan dengan adanya tugas penelitian terhadap suatu wirausaha

pada mata kuliah kewirausahaan Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu

Kesehatan UIN Alauddin Makassar, maka saya pelaku pemilik wirausaha

menyatakan bahwa mahasiswa atas nama:

1. Pratiwi Ningsi 2. Rizki Fauziah 3. Nur Amalia Sahib 4. Rifqa Choirunnisa 5. Harnita

6. Lisa fitriani

Benar telah melakukan penelitian dan telah menyerahkan saran hasil diskusi

(26)

Makassar 26 juni 2015

TTD

Gambar

Tabel tanggapan pengusaha atas saran yang diberikan

Referensi

Dokumen terkait

Kajian Prospek Usaha Tanaman Hias Akuarium pada Kelompok Usaha Bunga Air ”Aqua Plantindo” di Ciawi Kabupaten Bogor bertujuan untuk mengetahui kelayakan bisnis dalam

Berdasarkan praktik yang dilakukan pada usaha tanaman hias di Mekar Jaya Nursery, strategi mempertahankan usaha tanaman hias pada masa pandemi adalah dengan membuka cabang baru

Dari hasil wawancara, peneliti dapat mengetahui strategi bisnis pada usaha pedagang tanaman hias dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada narasumber, sehingga

Tanaman hias adalah segala jenis tanaman-tanaman yang memiliki nilai hias baik pada bunga, batang, tajuk, cabang, daun, akar, aroma dan sebagainya dan yang menimbulkan kesan

Kajian Prospek Usaha Tanaman Hias Akuarium pada Kelompok Usaha Bunga Air ”Aqua Plantindo” di Ciawi Kabupaten Bogor bertujuan untuk mengetahui kelayakan bisnis dalam

Kajian Prospek Usaha Tanaman Hias Akuarium pada Kelompok Usaha Bunga Air ”Aqua Plantindo” di Ciawi Kabupaten Bogor bertujuan untuk mengetahui kelayakan bisnis dalam

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kemampuan tanaman hias tersebut dalam menyerap logam Pb, besar efisiensi penyerapan logam Pb oleh tanaman dan tanaman

Penerimaan merupakan jumlah uang yang diterima atau penjualan usaha tanaman hias Kota Palu yang diperoleh usaha tanaman hias dikali dengan harga jual produk (tanaman