• Tidak ada hasil yang ditemukan

UEU Undergraduate 10485 13. DAFTAR PUSTAKA.Image.Marked

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "UEU Undergraduate 10485 13. DAFTAR PUSTAKA.Image.Marked"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Daftar Pustaka

Alamin, R., Syamsianah, A., & Mufnaetty. (2014). Hubungan Sarapan Pagi di Rumah dan Jumlah Uang Saku Dengan Konsumsi Makanan Jajanan di Sekolah Pada Siswa SD N Sukorejo 02 Semarang. Jurnal Studi Gizi Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang, 3(1), 40-5-.

Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Amirudin, N., & Nurhayati, F. (2014). Hubungan Antara Pendapatan Orang Tua dengan Status Gizi Pada Siswa SDN II Tenggong Rejotan Tulungagung. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya, 2(3), 564 - 568.

Amourisva, S. (2015). Kontradiksi Kebiasaan Jajan Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, 4(8), 143-146. Andarwulan, M. S. (2009). Monitoring dan Verifikasi Profil Keamanan Pangan

jajanan Siswa Sekolah (PJAS) Nasional. Journal Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center IPB dan Direktorat Surveilan Penyuluhan keamanan Pangan BPOM RI, 5(2), 56-75.

Arika, D. V. (2013). Kualitas Menu Makan Siang Kaitannya Dengan Status Gizi dan Tingkat Kebugaran Siswa Sekolah Dasar di Kota Bogor. Bogor: Skripsi Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.

Arikunto, S. (2007). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Aksara.

Arimurti, T. (2010). Hubungan antara Asupan Energi, Karbohidrat, dan Protein dari Makanan Jajanan dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar Usia 9-12 Tahun. Surakarta: Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Arlovi, I. (2016). Hubungan Faktor Sosiodemografi Terhadap Status Gizi Anak SD Negeri 1 Pringsewu Selatan. Lampung: Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Azkia, F. I. (2014). Analisis Kualitas Makan Siswa Sekolah Dasar di Bogor Serta Hubungannya Dengan Status Gizi. Bogor: Skripsi Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institu Pertanian Bogor. Balitbangkes. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Riskesdas.

Barasi, M. E. (2007). At a Glance Ilmu Gizi. Jakarta: Erlangga.

Biro, F., & Wien, M. (2010). Childhood obesity and adult morbidities. Am J Clin Nutr, 91, 1499-1505.

BPOM. (2008, Januari 30). Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) serta Upaya Penanggulangannya. Jurnal BPOM, 9(6), 1-30.

BPOM. (2013). Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah Untuk Pencapaian Gizi Seimbang. Jakarta: BPOM.

(2)

Cahyaningsih, D. S. (2011). Pertumbuhan Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Candra, A. A., Setiawan, B., Rizal, M., & Damanik, M. (2013). Pengaruh Pemberian Makanan Jajanan, Pendidikan Gizi, dan Suplementasi Besi Terhadap Status Gizi, Pengetahuan Gizi, dan Status Anemia Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(2), 103-108.

Damayanthi, E., Khotimah, K., Mudjajanto, E., & Dwiriani, K. L. (2013). Pendidikan Gizi Informal Kepada Penjajah Makanan Untuk Peningkatan Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah Dasar. Jurnal Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, 36(1), 20-30.

Damopolli, W., MAYULU, N., & Masi, G. (2013). Hubungan Konsumsi Fast Food dengan Kejadian Obesitas Pada Anak SD di Kota Manado. Jurnal Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, 1(1), 1-7.

Danari, A., Mayulu, N., & Onibala, F. (2013). Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Obesitas Pada Anak SD di Kota Manado. Jurnl Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, 1(1), 1-4.

Depkes. (2011). Jejaring Informasi Pangan dan Gizi Edisi II. E-Jurnal Depkes RI, 21(1), 320-334.

Dini. (2007). Kebiasaan Jajan dan Preferensi terhadap Makanan Jajanan Tradisional pada Anak Sekolah Nasional. Jurnal Gizi, 1, 1-10.

Dini, I., Fatimah, S., & Suyatno. (2017, Januari). Hubungan Konsumsi Makanan Jajanan Terhadap Status Gizi (Kadar Lemak Tubuh dan IMT/U) Pada Siswa Sekolah Dasar (Studi di Sekolah Dasar Negeri 01 Sumurboto Kota. Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), 5(1), 301-306.

Enders, J. B., Robert, E., & Cynthia, M. (2004). Food, Nutrition, and the Young Child. New Jersey: Merril Prentice Hall.

Fachrunnisa, J., Abrori, C., & Rachmawati, D. (2016). Analisis Faktor Risiko Kejadian Obesitas pada Anak Perkotaan di Beberapa Sekolah Dasar Kabupaten Jember. Journal Of Agromedicine and Sciences, 2(3), 17. Febry, F. (2010). Kebiasaan Jajan Pada Anak. Jurnal Ilmu Gizi Masyarakat

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya , 1(2), 81-84. Firyal, M. (2015). Hubungan pengeetahuan dan perilaku Anak dengan

Kebiasaan jajan di SDN Banjarbaru Kota 1 (GS) Tahun 2014. Jurkessia, V(3), 1-7.

Fitriani, N. (2015). Hubungan Antara Pengetahuan dengan Sikap Anak Sekolah Usia Akhir (10-12 tahun) Tentang Makanan Jajanan di SD Negeri II Tagog Apu Padalarang Kabupaten Bandung Barat Tahun 2015. Jurnal Keperawatan FPOK-UPI Bandung, 1(1), 1-10.

(3)

Hang, C., Lin, W., Yang, H., & Pan, W. (2007). The relationship between snack intake and its availability of 4th-6th graders in Taiwan. Journal Asia Pac J Clin Nutr, 16, 547-533.

Harikedua, V. T., Legi, N., & Sarullah, R. M. (2015). Kontribusi Makanan Jajanan Terhadap Total Energi dan Status Gizi Pada Anak Sekolah di SD Ipres Buku Kecamatan Belang. Gizido, 7(1).

Hartriyanti, & Triyanti. (2007). Penilaian Status Gizi dalam Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Hidayati, S. R. (2007). Obesitas pada Anak. Surabaya: Artikel Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Iklima, N. (2017). Gambaran Pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak Usia Sekolah Dasar. Jurnal Keperawatan BSI, 5(1), 1-8.

Khomsan, A. (2004). Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Kral, T. V., Whiteford, L. M., Heo, M., & & Faith, M. S. (2011). Effects of eating breakfast compared with skipping breakfast on ratings of appetite and intake at subsequent meals in 8-to 10-yold children. The American journal of clinical nutrition, 93(2), 284-291.

Kristianto, Y. (2013). Faktor Determinan Pemilihan Makanan Jajanan Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Gizi Poltekkes Malang, 7(11), 484-494. Kurniasari, A. (2017). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Pekerjaan dan

Pendapatan Orang Tua Dengan Status Gizi Pada Siswa SD Hangtuah 6 Surabaya. Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 5(2), 164-170 . Lestari, D., Ernalia, Y., & Restuastuti, T. (2016, Oktober 2). Gambaran Status

Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir. JOM FK, 3(2).

Lucas, B. (2004). Nutrition in Childhood, Food, Nutrition, and Diet Theraphy, edt (Vol. 11). Pensylvania: Sunders.

Ludwig, D., & Peterson, K. G. (2001). Relation between consumption of sugar-sweetened drinks and childhood obesity: a prospective. observational analysis. The Lancet Journal, 357, 505-508.

Lukitawati, N. (2010). Hubungan Status Pekerjaan Orang Tua dengan Status Gizi Balita Usia 1-5 Tahun di Desa Jatisarono Naggulan Kulon Progo Yogyakarta. Yogyakarta: Skripsi Jurusan Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah.

Lumalang, L., & Laenggeng, A. (2015). Hubungan Pengetahuan Gizi dan Sikap Memilih Makanan Jajanan dengan Status Gizi Siswa SMP Negeri 1 Palu. Jurnal Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako Palu, 1(1), 49-57.

Manalu, H., & Su’udi, A. (2016). Kajian Implementasi Pembinaan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) untuk Meningkatkan Keamanan Pangan: Peran Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota. Jurnal Media Litbangkes, 26(4), 249 – 256.

(4)

Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Journal of Nutrition College, 2(1), 207-213.

Mayke. (2009). Kebiasaan Jajan pada Anak dan Menciptakan Kegiatan Makan yang Menyenangkan. Jurnal Kesehatan Poltekkes Manada, 7(2), 197-207.

Moehji, S. (2009). Ilmu Gizi 2. Jakarta: Bhratara Niaga Media.

Montol, A. (2010). Asupan Makanan Jajanan Dan Terjadinya Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 11 Manado. Manado: Poltekkes Manado. Muchtar, M., Julia, M., & Gamayanti, I. (2011). Sarapan dan Jajan

Berhubungan dengan Kemampuan Konsentrasi Pada Remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 8(1), 28-35.

Nasrudin, F. R., & Pascoal. (2016). Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Jajanan dengan Status Gizi da Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar Negeri Malalayang Kota Manado. Jurnal Gizido, 8(2), 61-70.

Nix, S. (2005). William's Basic Nutrition & Diet Therapy, Twelfth Edition. Missouri: Elsevier Mosby Inc.

Notoatmodjo. (2010). Ilmu perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip-Prinsip Dasar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Noviani, K., Afifah, E., & Asiti, D. (2016). Kebiasaan Jajan dan Pola Makan dan Hubungannya dengan Status Gizi Anak Usia Sekolah di SD Sonosewu Bantul Yogyakarta. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, Vol. 4(2), 97-104.

Pertiwi, D. (2008). Kebiasaan Jajan dan Preferensi terhadap Makanan Jajanan Pada Anak SD di 4 Desa IDT Maluku Tengah. Bogor: Skripsi Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor.

Picauly, I., & Toy, S. (2013). Analisis Determinan dan Pengaruh Stunting Terhadap Prestasi Belajar Anak Sekolah di Kupang dan Sumba Timur. Jurnal Gizi dan Pangan, 8(1), 55-62.

Prasetya, D. (2011). Hubungan Antara Konsumsi Makanan Jajanan dengan Status Gizi Anak Sekolah Dasar di SDN Wirolegi I Kabupaten Jember. Jember: Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Prihatini, R. (2006). Hubungan antara Kebiasaan Jajan dan Pola Aktivitas

Fisik serta Faktor-faktor lainnya dengan Kejadian Obesitas pada Siswa-siswi SDIT Darul Abidin. Jakarta: Gizi Kesehatan Masyarakat, FKM-Universitas Indonesia.

Putra, E. A. (2009). Gambaran Kebiasaan Jajan Siswa di Sekolah. Semarang: Skripsi Program Studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Ralston, K., Newman, C., Clauson, A., Gutrhrie, J., & Buzby, J. (2008). The National School Lunch Program : Background, Trends, and Issues. USDA, 7(3), 1.

(5)

Riyadi, H. (2006). Gizi dan Kesehatan Keluarga. Ed ke-2. Jakarta: Jurusan Gizi Masyarakat Universitas Terbuka.

Rosyidah, Z. (2015). Hubungan antara Jumlah Uang Saku, Kebiasaan Sarapan, dan Pola Konsumsi Makanan Jajanan dengan Status Gizi Lebih Anak Sekolah Dasar (Studi di SDN Ploso I-172 Kecamatan Tambaksari Surabaya). Surabaya: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Rosyidah, Z., & Andrias, D. (2015). Jumlah Uang Saku dan Kebiasaan Melewatkan Sarapan Berhubungan Denga Status Gizi Lebih Anak Sekolah Dasar. Jurnal Media Indonesia, 10(1), 1-6.

Sa’adah, R. R., & Herman, S. S. (2014). Hubungan Status Gizi dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Guguk Malintang Kota Padangpanjang. Jurnal Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Andalas, 3(3), 460-465.

Safriana. (2012). Perilaku Memilih Jajanan Pada Siswa Sekolah Dasar di SDN Garot Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2012. Jakarta: Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Saputra, N. (2016). Hubungan Antara Konsumsi Makanan Jajanan dan

Minuman Manis Dengan Kegemukan Pada Anak Sekolah Dasar. Bogor: Skripsi Institut Pertanian Bogor.

Saputro, C. (2014). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Status Gizi Siswa (Studi pada siswa SDN Campurejo I Bojonegoro). Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, 2(3), 627-630 .

Sartika, R. (2011). Faktor resiko obesitas pada anak 5-15 tahun di Indonesia. MAKARA Kesehatan, 15, 37-43.

Sebataraja, L., & Asterina, F. (2014). Hubungan Status Gizi dengan Status Sosial Ekonomi Keluarga Murid Sekolah Dasar di Daerah Pusat dan Pinggiran Kota Padang. Jurnal Kesehatan Universitas Andalas, 3(2). Sediaoetama, D. A. (2004). Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta:

Dian Rakyat.

Semito, L. (2014). Hubungan Antara Pengetahuan, Pola Konsumsi Jajanan dan Status Gizi Sekolah Dasar di Wilayah Kabupaten Cilacap. Yogyakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Jakarta. Seprianty, V., Suryadi, M., & Thaha, A. (2015, Januari). Status Gizi Anak

Kelas III Sekolah Dasar Negeri 1 Sungaililin. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 2(1), 129-134.

Skogheim, & Vollrath. (2015). Associations of Child Temperament with Child Overweight and Breakfast Habits: A Population Study in Five Year-Olds. Nutrients, 7, 10116-10128.

Soekirman. (2000). Buku Ilmu Gizi Dan Aplikasinya Untuk Keluarga Dan Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan.

(6)

Suci, E. S. (2009). Gambaran perilaku jajan Murid Sekolah Dasar di Jakarta. Jurnal Psikobuana Jakarta, 1(1), 29-38.

Sugiyono. (2007). Metode Penelitian . Bandung: Cv Alfabeta.

Sukma, Cahya, D., Margawati, & Ani. (2014). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dalam Memilih Makanan Jajanan Dengan Obesitas Pada Remaja di SMP Negeri 2 Brebes. Journal Of Nutrition College, 3(4), 862-870. Sulistyanto, J. (2010). Kontribusi Makanan Jajanan Terhadap Tingkat

Kecukupan Energi dan Protein Serta Status Gizi dalam Kaitannya Denga Prestasi Belajar. Jurnal Media Medika Muda, 4(1), 31-38. Sumarwan, U. (2007). Karakter Konsumen Anak. Food Review, 11(2), 10-13. Supariasa, I., Bakri, B., & Fajar, I. (2002). Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC. Suryani, D., Sabrina, Y., Cholidah, R., Ekawanti, A., & Andari, Y. M. (2017). Studi Status Gizi, Pola Makan serta Aktivitas pada Anak Sekolah Dasar di Kota Mataram. Jurnal Kedokteran Unram, 6(2), 14-19.

Sutardji, M., & Azinar. (2007). Tingkat Konsumsi Energi dan Konsumsi Protein serta Hubungannya dengan Status Gizi Anak Asuh Usia 10-18 Tahun (Studi pada Penyelenggaraan Makanan di Panti Asuhan Pamardi Putra Kabupaten Demak). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(2), 168-173. Syafitri, Y., Syarief, H., & Baliwati, Y. (2009). Kebiasaan Jajan Siswa Sekolah

Dasar (Studi Kasus di SDN Lawanggintung 01 Kota Bogor). Jurnal Gizi dan Pangan, 4(3), 167-175.

Syarifah. (2010). Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi dan Zat Gizi Makanan Jajanan terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasar. Bogor: Skripsi Mayor Ilmu Gizi Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor.

Thoha. (2003). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang jajan dan makanan jajanan pada Ibu bekerja dan Ttidak Bekerja dengan kebiasaan jajan Anak Sekolah Dasar. Skripsi.

Triyanti, N. (2011). Perilaku Jajan Anak Usia Sekolah Dasar Kelas 4 dan 5 di SD Banguntapan Bantul. Yogyakarta: Skripsi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah.

Ulpa, Z., Kulsum, & Salawati, L. (2018). Hubungan Antara Pengetahun Ibu dan Pendapatan Orang Tua dengan Status Gizi Anak di SDN 02 Labuhan Haji. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Biomedis, 4(1), 1-7.

Ulya, N. (2003). Analisis Deskriptif Pola Jajan dan Kontribusi Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Konsumsi Sehari dan Status Gizi Anak Kelas IV, V, dan VI SD Negeri Cawang 05 Pagi Jakarta Timur . Depok: Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Widajanti. (2009). Survei Konsumsi Gizi. Semarang: BP UNDIP.

Wiraningrum, E., Pudjirahaju, A., & Setyobudi, S. (2015). Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), Kecukupan Energi dan Zat Gizi Anak Sekolah Dasar. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI), 1(1), 25-33. Yasmin, F. (2014). Hubungan Pengetahuan Dan Perilaku Anak Dengan

(7)

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu, artikel ini berupaya mengkaji gagasan tentang epistemologi Psikologi Islam yang dibentuk berdasarkan pandangan wahyu tentang kemungkinan manusia memiliki

Namun  demikian,  tidak  semua  perubahan  akrual  berasal  dari  diskresi  managemen.  Ada  juga  perubahan  akrual  yang  berasal  dari  perubahan  kondisi 

sebagai Pribadi yang berbeda dengan manusia akan senatiasa berada dalam hubungan

For my best friend campus : Suryadi Wibowo (a.k.a didit), I Putu Hendra Wijaya (a.k.a puhe), Muhammad Rifa’i (a.k.a ijang) dan teman-teman yang lain yang tidak bisa saya

Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas merupakan modal dasar pembangunan, oleh karenanya pembangunan SDM harus benar-benar diarahkan dan ditingkatkan agar

# lemon juice to taste # 1 teaspoon salt # 1/2 tsp garlic powder # 1/4 TSP ginger powder # 8 shallots, pounded rough # 4 tbsp sweet soy sauce # 1 tsp caster sugar # 100

BELI SEKARANG JUGA..... BELI

RPJMD Kabupaten Indramayu Tahun 2011 – 2015 merupakan penjabaran dari visi, misi, dan program Kepala Daerah yang penyusunannya berpedoman pada Rencana Pembangunan