PERAN RESPON IMUN TERHADAP HORMON
MAMOTROPIK PADA MASTALGIA NON SIKLIK
TANGGO, EDDY HERMAN
Promotor : Prof.Dr.Med.Puruhito,dr,Sp,B.(K)TKV MAMMOTROPIC HORMONE; IMMUNE
KKA KK Dis K 46/12 Tan p
Copyright© 2011 by Airlangga University Library Surabaya
RINGKASAN
PERAN RESPON IMUN TERHADAP HORMON MAMOTROPIK PADA MASTALGIA NON SIKLIK
Penelitian Observasional, Disain Longitudinal
Penelitian ini adalah penelitian obsevasional-exploratif dengan rancangan longitudinal study, dengan memeriksa serum penderita mastalgia non siklik, dengan tujuan untuk menjelaskan peran respon imun yang berdasarkan reaksi inflamasi asosiasinya dengan hormon mamotropik yang dapat memodulasi nyeri postmenstruasi pada penderita
mastalgia non siklik (MNS). Sampel penelitian diambil di poliklinik onkologi RSUD Soetomo Surabaya secara consecutive sampling, sejak Juli 2006 sampai dengan Oktober 2007. Sebanyak 27 penderita mastalgia non siklik (sesuai dengan rumus besar sampel) diikutkan dalam penelitian ini sesuai dengan kriteria inklusif dan exklusif penelitian. Pengambilan serum darah penderita mastalgia non siklik untuk pemeriksaan sitokin inflamasi dan hormon dilakukan pada 2 fase yaitu pada fase premenstruasi dan fase
postmenstruasi. Pemeriksan sitokin menggunakan Produk R&D system untuk IL-6, IL-1, IL-10, dan Produk Diaclone untuk IL-2. Pemeriksaan hormon menggunakan metode
Elysa/Advia. Untuk membuktikan adanya pengaruh sitokin dan hormon mamotropik
membrane meningkat, dan terjadi influx Ca mengakibatkan pelepasan asam arachidonat. Dengan bantuan enzim Cox 2 dihasilkan prostaglandin yang dapat memodulasi nyeri. Sebaliknya interleukin 2, tidak terbukti dapat memodulasi nyeri post penstruasi penderita mastalgia non siklik, p = 0.995 (p<0,05), dimana kadarnya dalam darah tidak tinggi pada saat post menstruasi mean 0,63 pg/ml, normal 2,36 pg/ml sehingga tidak bisa masuk dalam aliran sirkulasi menuju ke organ target payudara. Interleukin-6 ditemukan tidak terbukti dapat memodulasi nyeri post menstruasi pada penderita mastalgia non siklik p =0.164 (p<0,05), dimana kadarnya dalam darah tidak meningkat mean 8,2 pg/ml, normal 0,44-9,96 pg/ml, dengan selisih penurunan hanya 12,9 % sehingga tidak mampu masuk dalam aliran darah sistemik menuju ke organ target payudara. Interleukin 10 tidak terbukti dapat memodulasi nyeri post menstruasi pada penderita mastalgia non siklik p= 0,501 (p<0,05), dan juga kadarnya dalam darah post menstruasi tidak mengalami peningkatan mean 4,8 pg/ml, normal 5.16 pg.ml. Rendahnya kadar IL-10 ini mungkin karena makrofag sudah tidak banyak dijumpai lagi pada post menstruasi dan mungkin sel darah sudah tidak memproduksi sel Th yang diketahui dapat memproduksi sitokin. Estrogen tidak terbukti dapat memodulasi nyeri post menstruasi penderita MNS secara significant p= 0,547 (p<0,05), dan kadarnya dalam batas normal mean 71,1 pg/ml, normal 27-246 pg/ml, sehingga tidak dapat menstimulasi proliferasi pertumbuhan duktus lactiferous, tidak terjadi pembengkakan payudara yuga tidak terjadi ischemia stroma payudara, sehingga tidak timbul nyeri. Kadar progesterone juga tidak terbukti dapat memodulasi nyeri post menstruasi pada penderita MNS secara significant p = 0,511 (p<0,05), dan kadarnya dalam darah adalah dalam batas normal mean 3,7 ng/ml, normal 0-95-21 ng/ml, sehingga tidak dapat menstimulasi proliferasi epitel lobulus dan alveoli payudara, tidak terjadi swelling, tidak terjadi ischemia, sehingga tidak timbul nyeri. Hormone prolaktin tidak terbukti dapat mamodulasi nyeri post menstruasi pada penderita MNS secara significant p = 0,505 (p<0,05), dan kadarnya pun dalam darah penderita post menstruasi MNS dalam batas normal mean 11,9 ng/ml, normal 1,9-25 ng/ml,tidak terjadi peningkatan kadar estrogen secara relatif yang dapat merangsang pelepasan prolaktin dari hipofise, prolactin tidak dapat memicu pertumbahan stroma payudara, tidak terjadi swelling dan ischemia, sehingga tidak timbul nyeri.
Sebagai kesimpulan: peran respon imun yang diwakili oleh sitokin inflamasi Interleukin 1 beta memodulasi nyeri post menstruasi penderita mastalgia non siklik, sebaliknya tidak pada interleukin 2, interleukin 6 dan Interleukin 10. Pengaruh hormone mamotropik yang diwakili oleh hormone estrogen, progesterone dan prolaktin tidak terbukti dapat memodulasi nyeri pada penderita mastalgia non siklik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peran hormon mamotropik pada post menstruasi penderita mastalgia non siklik tidak mempunyai kontribusi memodulasi nyeri (mastalgia non siklik). Untuk mencapai hasil yang optimal, diusulkan pengamatan pada sample yang lebih besar, melakukan pemeriksaan sitokin inflamasi lainnya seperti TNF alfa, IL-12, IFN gama, serta faktor lain yang dapat mempengaruhi patogenesis nyeri seperti pemeriksaan asam lemak gamalinoleic acid dan betaendorfin.Untuk mencapai hasil yang lebih akurat diusulkan melakukan pemeriksaan darah lebih dari 2 fase yaitu pada fase
non siklik dapat dipertimbangkan interfensi Il-1 inhibitor sebagai salah satu modalitas terapi, akan tetapi perlu penelitian lebih jauh dengan sampel yang lebih besar.
SUMMARY
THE ROLE OF IMMUN RESPONSE TO MAMMOTROPIC HORMON ON NON CYCLIC MASTALGIA
Observational study and longitudinal design EDDY HERMAN TANGGO
with significantly p =0,547 (p <0, 05). It is found in normal level mean 71, 1 pg/ml which is normally 27-246 pg/ml. Estrogen is not able to induced breast epithelial cell act to proliferation to support growing of ductal and lobular component that is make breast swelling and pain. Progesteron hormone that could be induced proliferation of lobular component of the breast not shown in this study, there were in normal concentration mean 3,7 ng/ml which is normally 0,95-21 ng/ml. Progesteron hormone revealed not significant to modulate pain post menstrual phase on non cyclic mastalgia patients with p= 0.511 (p<0,05). Prolactin hormone known to influenced growth of stromal component that is induced by hyper estrogen relative shown in normal level mean 11,9 ng/ml, which is normally rank 1,9-25 ng/ml. Prolactin hormone could not modulate pain post menstrual on non cyclic mastalgia patient with p= 0,505 (p <0,05).
The conclusion of study reveal that interleukin 1 beta modulate pain post menstrual phase on non cyclic mastalgia patients, and contradictive with IL-2, Il-6, IL-10, Estrogen, progesterone and prolactine hormone that not influenced breast pain on post menstrual phase. For a while it is assess that hormonal influenced had not contribution to modulate pain post menstrual whereas inflammation cytokine of interleukin 1 beta could modulate pain on non cyclic mastalgia patient. Not for this time, it is suggestion to interfere the consideration of inhibitor interleukin 1 beta as a one of modality treatment in non cyclic mastalgia. It is suggestion to investigate larger sampling, to perform the examination of blood serum more than two phases such as on mid-luteal or mid and early proliferation phase. Also suggestion is to perform spacemen biopsy from breast tissue to examine cytokines receptor and hormone receptors. Management of non cyclic mastalgia could be considered intervention of interleukin-1 inhibitor as one of a modality treatment, but need larger samples for further investigation.
ABSTRAK
PERAN RESPON IMUN TERHADAP HORMON MAMMOTROPIK PADA MASTALGIA NON SIKLIK
Penelitian Observasi and disain Longitudinal EDDY HERMAN TANGGO
nyeri. Ini menunjukkan bahwa MNS ini merupakan bagian dari respons immunologi namun bagaimana mekanisme terjadi nyeri ini belum terungkap jelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan pengaruh sitokin inflamasi memodulasi nyeri payudara post menstruasi pada penderita mastalgia non siklik asosiasinya dengan hormom mamotropik. Sebanyak 27 penderita MNS diikutkan dalam penelitian ini, umur 18-35 thn, rerata 33,3 thn, dan terdiri atas 16 penderita nyeri dengan palpasi, dan 11 penderita nyeri tanpa palpasi dengan rancangan penelitian studi longitudinal. Pengambilan darah dilakukan 2 kali yaitu pada premenstruasi dan post menstruasi. Sebagai variabel independent adalah interleukin-1, interleukin-2, interleukin 6, dan interleukin 10. Variabel intermediate adalah hormon estrogen, progesteron, prolaktin. Sebagai variabel bebas adalah nyeri post menstruasi. Pemeriksaan sitokin dengan R&D System, dan Diaclone, sedang pemeriksaan hormon dengan metode Elyza/Advia. Hasil penelitian : ada hubungan yang bermagna antara interleukin -1 dengan kejadian nyeri post menstruasi pada penderita mastalgia non siklik, p=0, 039 (p<0.05).Tidak ada hubungan bermagna pada Il-2, Il-6, IL-10, estrogen, progesteron dan prolaktin terhadap nyeri postmenstruasi pada penderita mastalgia non siklik.
Kesimpulan: sitokin inflamasi yaitu Il-1 beta dapat memodulasi nyeri pada penderita mastalgia non siklik dan tidak ada hubungaannya dengan hormone mamotropik. Untuk memperoleh hasil yang optimal dan akurat diusulkan pengambilan darah lebih 2 kali , yaitu pada masa mid luteal, mid prolifrasi dan awal fase proliferasi. Juga diusulkan pemeriksaan sitokin inflamasi lainnya, pemeriksaan biopsi jaringan payudara untuk mengetahui adanya reseptor sitokin dan reseptor hormonal . Untuk pengelolaan mastalgia non siklik dapat dipertimbangkan inhibitor IL-1 beta sebagai salah satu modalitas terapi, namun perlu penelitian lebih banyak dan sample yang lebih besar.
Kata kunci : mastalgia non siklik, respon imun,sitokin inflamasi,hormon mamotropik.
ABSTRACT
THE ROLE OF IMMUNE RESPONSE TO MAMMOTROPIC HORMONE ON NON CYCLIC MASTALGIA (Observational study and Longitudinal design)
EDDY HERMAN TANGGO
during post menstruation, it is mean there is a little hormonal effect. During menstrual period, endometrial wall disruption, circulating effector cells (neutrophils, macrophages activated, NK cells) act to early phagocyte and killing microbes and secretion of cytokines that stimulate inflammation, lysis of infected cells, activation of macrophages, as an immune response to maintain homeostasis. It is mean that NCM is a part of immunologic reaction, even if the mechanism of action is still unclear. The aim of study: are there inflammatory cytokines could influence breast pain post menstruation on non cyclic mastalgia patients. Try to explore this mechanism, observation longitudinal study design was performed. 27 NCM patients eligible this study consist of 16 palpable with pain, 11 non-palpable with pain, 18-45 years old, mean 33,3 y. Serum examination underwent twice on premenstrual and post menstrual situation. Cytokines analysis is performed by product R &D system and Diaclone, while hormones assay by Elyze/Advia method. The analytical study by Logistic Regression was suggestion which independent variables are interleukin-1, interleukin-2, interleukine-6, interleukin-10, and intermediate variables are estrogen, progesterone and prolactine. Dependent variable is breast pain. Result: There is strong correlation designated by interleukin-1 to modulate pain post menstruation on non cyclic mastalgia patients, significant value p = 0,039 (p < 0,05). Not significant shown on interleukin-2, interleukin-6, interleukin-10, estrogen, progesterone and prolactin. Conclusion: Inflammation cytokine could influence breast pain on post menstrual non cyclic mastalgia. In order to achieve maximal interference the other inflammation cytokines, suggestion to performed several times to examine serum samples in a period of menstrual cycles. It is suggestion to examine others inflammation cytokines, and to perform tissue biopsy on breast tissue to determine cytokines receptor and hormonal receptors. Treatment non cyclic mastalgia not interference with hormonal agent but more suggestion to cytokines inhibitor or another modalities need more study further.