fc' :
fy :
Fungsi lantai (pertokoan) :
a :
b :
MPa MPa kg/m2
m m
X Y
m m m m
m
m
m
m
1/2 bata 1
1
2
2 1/2 bata
RANGKA TIPIKAL ARAH-X
m
1 2 3 4
5 6 7 8
9 10 11 12
13 14 15 16
E
D
C
B
A
I II III IV V
m m m m
m m
m m
m m m m
RANGKA TIPIKAL ARAH-Y
Mahasiswa diminta untuk:
1. Menentukan dimensi elemen-elemen struktur dan level beban hidup sehingga bisa digunakan DDM 2. Menghitung pembagian momen-momen rencana pada plat lantai dan balok dengan Metode
Peren-canaan Lansung (DDM)
3. Merencanakan tulangan plat lantai
4. Menghitung kombinasi beban pada salah satu rangka tengah (arah-X) dan satu rangka tepi (arah-Y)
1. Menentukan dimensi elemen-elemen struktur dan level beban hidup sehingga bisa digunakan DDM
Pada metode perencanaan lansung, yang diperoleh adalah pendekatan nilai momen dan geser dengan menggunakan penyederhanaan koefisien-koefisien yang telah disediakan oleh peraturan, dengan pem batasan sebagai berikut:
1. Minimum ada tiga bentang menerus pada masing-masing arah peninjauan.
2. Panel plat berbentuk persegi dengan rasio antara bentang panjang terhadap lebar diukur dari sum-bu tumpuan tidak lebih dari 2
...Ok!!
3. Panjang bentang bersebelahan pada masing-masing arah tidak boleh berbeda lebih dari sepertiga bentang yang lebih panjang
4. Letak pusat kolom dapat menyimpang maksimum 10% dari bentang pada arah penyimpangan dari sumbu antara garis pusat kolom yang beraturan
5. Beban mati yang diperhitungkan hanyalah beban gravitasi saja dan tersebar merata pada seluruh panel. Beban hidup tidak boleh melampaui 3 kali beban mati.
Pada awal langkah perhitungan dianggap tebal plat mm
=
Berat sendiri plat :
Berat sendiri balok :
x x
x x
Berat pentup lantai : x
Berat pasangan batu bata (1/2) : x
= = = =
kg/m
Fungsi lantai (pertokoan) : x =
kg/m qDL=
qLL=
3 qDL= kg/m > qLL= kg/m ...Ok!!
6. Apabila panel plat ditumpu oleh balok pada keempat sisinya, syarat kekakuan relatif balok pada dua arah yang saling tegak lurus adalah:
( )
( )
≤ ≤Pemeriksaan tebal plat berdasarkan syarat lendutan (di tinjau plat 1) :
ln1arah memanjang
ln2arah melebar
=
Nilai banding panjang terhadap lebar bentang bersih, β = =
α1
α2
α3
α4
Perbandingan panjang sisi menerus dengan keliling panel, βs =
1
+ + +
+ + +
= (Karena semua tepi menerus)
Pemeriksaan lendutan menggunakan persamaan: Pemeriksaan lendutan menggunakan persamaan:
Karena unsur αmdalam persamaan tersebut belum diketahui, sehingga dipakai persamaan berikut:
+
+ x
h ≤
h ≤ mm
dan tidak perlu lebih dari:
Perhitungan αmdilakukan sebagai berikut:
Berdasarkan penampang pada hubungan plat dengan balok yang membentuk balok T, maka lokasi titik berat penampang dapat ditentukan:
Sesuai SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.2 ayat 4, lebar efektif (bE) diperhitungkan sebagai berikut:
bE= bw + 2hw = + x = mm
bE= bw + 8hf = + x = mm
Dengan syarat panjang sayap (flens) tidak lebih dari
4t = x = mm
Persamaan statis momen terhadap tepi bawah:
A1 =
Persamaan statis momen terhadap tepi bawah:
Untuk arah memanjang bangunan: Ib1= Ib
= mm4
Ecb= Ecs
Sehingga α2= =
Untuk arah melebar bangunan: Ib2= Ib
Kemudian diulangi sekali lagi pemeriksaan dengan menggunakan persamaan lendutan:
2. Menghitung pembagian momen-momen rencana pada plat lantai dan balok dengan Metode Peren-canaan Lansung (DDM)
Dalam proses perencanaan panel plat lantai, yang dikerjakan pertama kali adalah menentukan momen statis total rencana pada kedua arah peninjauan yang saling tegak lurus. Karena adanya taha--nan pada tumpuan, maka momen tersebut didistribusikan untuk dapat merencanakan penampang rangka portal terhadap momen-momen positif dan negatif. Kemudian momen-momen positif dan negatif rencana tersebut didistribusikan ke lajur kolom, lajur tengah dan lajur balok (bila ada). Lebar lajur kolom ditentukan 25% dari lebar lajur portal untuk masing-masing di sebelah kanan dan kiri sumbu kolom, sedangkan lebar lajur tengah adalah sisanya. Selanjutnya tinggal merencanakan dimensi dan distribusi penulangan pada kedua arah yang saling tegak lurus sesuai dengan peninjauan.
0.16M0
0.70M0 0.65M0
0.65M0 0.65M
0
!
"
# $ #
" # !
" !
# !
! !
0.57M0 0.35M0
Sesuai SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.6 ayat 3.2, distribusi momen statis total terfaktor M0pada
Perhitungan Momen Statis Total: Beban rencana adalah:
Beban Mati
Berat plat :
Berat sendiri balok :
Berat penutup lantai :
Beban hidup
x
SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.6 ayat 7 mengijinkan modifikasi sampai 10% untuk momen positif dan negatif terfaktor asalkan momen statis total untuk suatu panel dalam arah yang ditinjau tidak boleh kurang dari jumlah yang diisyaratkan, ialah:
Sehingga utuk arah memanjang bangunan 2
Sehingga utuk arah melebar bangunan 2
Distribusi momen:
Untuk arah memanjang bangunan Bentang I-II
Me-= Bentang II-III = III-IV
Mkr-= Mkn-= Bentang VI-V
Me-=
Untuk arah melebar bangunan Bentang E-D
Me-= Bentang B-A
Untuk panel plat interior, lajur kolom harus direncanakan untuk memikul sebagian momen negatif interior (dalam persen) seperti dalam tabel berikut
Nilai α1pada tabel diatas adalah untuk arah bentang l1. Untuk plat dua arah yang ditumpu balok, α1
diambil sebagai nilai banding kekakuan lentur panel plat dengan lebar yang dibatasi oleh garis tengah panel bersebelahan terhadap kekakuan masing-masing balok.
Dengan demikian maka:
Distribusi Momen Negatif Interior pada lajur kolom (SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.6 ayat 4.1)
Untuk arah memanjang balok,α1=
# catatan: dalam tugas ini, Ecb= Ecs
Untuk arah melebar balok,α1=
=
Apabila,
momen rencana dalam balok diantara dukungan harus direncanakan untuk memikul 85% dari momen lajur kolom
Sedangkan untuk,
momen rencana didapat dengan interpolasi linear antara 85% dan 0%
Untuk panel plat eksterior, lajur kolom harus direncanakan untuk dapat memikul sebagian momen negatif eksterior (dalam persen)
Distribusi Momen Negatif Interior pada lajur kolom (SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.6 ayat 4.2)
mm mm mm
mm mm mm
Keadaan 1 Keadaan 2
adalah nilai banding kekakuan torsi penampang balok tepi terhadap kekakuan lentur plat dengan lebar sama dengan bentang balok, yang diukur antar-sumbu tumpuan, dimana C adalah konstanta
penampang untuk menentukan kekauan puntir, Ecbadalah modulus elastisitas balok beton, Ecsadalah
modulus elastisitas plat beton, sedangkan Is adalah momen inersia terhadap sumbu titik pusat bruto plat. Lajur kolom harus direncanakan untuk dapat memikul sebagian momen positif (dalam persen) seperti tampak dalam tabel berikut
Distribusi Momen Positif Interior pada lajur kolom (SK SNI T-15-1991-03 pasal 3.6.6 ayat 4.4)
≥
α
=
α
mm mm
Keadaan 1, C = ( - )
3
-+ ( )
3
C = mm4
Keadaan 2, C = ( - )
3
-+ ( )
3
C = mm4
ambil C terbesar = mm4
mm
mm mm mm
Keadaan 1 Keadaan 2
mm
β %
β ≥
mm mm
Keadaan 1, C = ( - ) 3 + ( - ) 3
C = mm4
Keadaan 2, C = ( - )
3
-+ 2 ( )
3
C = mm4
ambil C terbesar = mm4
Sehingga untuk arah memanjang (potongan 1-1)
Elemen penahan torsi tegak lurus terhadap portal yang ditinjau
βt= =
Sehingga untuk arah melebar (potongan 1-1)
βt= =
Untuk arah memanjang bangunan Bentang (eksterior)
α1=
=
> 1.0
Faktor momen dari interpolasi nilai
βt=
Me
-Memberi momen tumpuan dan lapangan pada jalur kolom
=
=
α
βt=
( - )
+ yx=
yx=
( - )
+ yx=
α1(
Bentang (interior)
α1=
=
> 1.0
Faktor momen dari interpolasi nilai
( - )
+ yx=
yx=
Bentang (interior)
α1=
=
> 1.0
Faktor momen dari interpolasi nilai
( - )
Untuk arah melebar bangunan Bentang (Eksterior)
α1=
=
> 1.0
Faktor momen dari interpolasi nilai
α1( α1( α1( α1(l2/2/2/2/l1)>1)>1)>1)>
α1( α1( α1( α1(l2/2/2/2/l1)>1)>1)>1)>
Mi
-Bentang (interior)
α1=
=
> 1.0
Faktor momen dari interpolasi nilai
( - )
+ yx=
yx=
Mm+ =
Bentang (interior)
α1=
=
> 1.0
Faktor momen dari interpolasi nilai
( - )
+ yx=
=
=
α
=
=
α
yx=
Bagian momen positif dan negatif terfaktor yang tidak dipikul oleh lajur kolom dianggap bekerja pada setengah lajur tengah di kedua sisi lajur kolom. Panjang bentang berturutan tidak selalu harus sama, demikian juga lebar lajur kolom. Dengan demikian masing-masing lajur tengah direncanakan mampu menahan jumlah dari dual kali setengah momen lajur tengah. Lajur tengah yang sejajar dan bersebe-lahan dengan tumpuan dinding tepi direncanakan dengan momen dari setengah lajur tengah yang di dapat dari baris pertama kolom interior.
Untuk rangka portal berbentang banyak apabila tidak semua bentang dibebani secara serempak, akan terasa bahwa metode perencanaan lansung sangat peka terhadap perubahan momen lapangan positif. Apabila beban bekerja secara berselang-seling pada bentang-bentang, perubahan nilai momen negatif di tumpuan umumnya hanya kecil sedangkan perubahan momen positif lapangan cukup besar Apabila nilai banding beban hidup terhadap beban mati cukup besar, maka perubahan momen positif tersebut dapat mencapai 50% dari yang diperoleh dengan cara distribusi beban secara merata. Pertam bahan momen tersebut dapat mengakibatkan lendutan berlebihan dan selanjutnya timbul retak pada panel plat interior. Cara mencegah dan menguranginya adalah dengan memperkaku kolom-kolom
Pemeriksaan tebal plat berdasarkan syarat gaya geser
qU = kg/m2
qU = kg/m2
Untuk arah memanjang bangunan,
Untuk arah melebar bangunan,
tanpa pasangan bata dengan pasangan bata
Karena (α1)(l2/l1) > 1.0 pelimpahan geser akibat beban qUdari plat ke balok akan mengikuti bentuk
bidang trapesium dan segitiga dengan menarik garis sudt 45odan garis di tengah-tengah panel
arah memanjang. Bagian beban yang lebih besar akan dipikul oleh balok bentang arah melebar de ngan harga terbesar terdapat di muka kolom interior pertama.
=
α
=
α
am
Gaya geser rencana untuk setiap meter lebar pada arah melebar, adalah:
x x
x
2
kg/m'
x x
x
2
kg/m'
Tinggi efektif plat, d = hf - 20 - 0.5φ= mm
φVc= x x x x = kg/m'
Vu< φVc
Dengan demikian tebal plat cukup aman dan tahan terhadap geser
(
)( )( )
= =(
)( )( )
= =
•> Gambar: Pembagian Letak Momen
M1
M M3
M3 M3 M3 M3
M3
M
M
M M
•> Gambar: Penentuan jalur Momen momen,sbb:
LyR= cm
I
II III IV V
Jalur tengah=(LyR)/4=
Jalur tengah= (LyL)/4= cm
cm Jalur kolom= (LyL)/4= cm Jalur kolom= (LyR)/4= cm
Pot.y
Pot.y
→Potongan 1 1,balok [T]:
beff=
t = cm
cm
cm cm
Jalur tangah = cm Jalur tangah = cm
b1= b2=
LyL/ 2 =
LyR / 2 = cm cm
cm bw =
→Potongan 2 2,balok [T]:
LxR / 2 = cm
beff= cm
beff= cm
LxL / 2 = cm LxR / 2 = cm
cm bw =
Jalur tangah
Jalur tangah
Jalur tangah
Jalur Kolom
Jalur Kolom
Jalur tangah cm
cm
! " # $
% $
&'($ ') ('
Me- Mi- Mm+ Mkr-= Mkn- Mm+ Me- Mi- Mm+
Bentang I-II Bentang II-III = III-IV Bentang VI-V
Distribusi momen, untuk arah memanjang
Distribusi momen, untuk arah melebar
! " # $
% $
&'($ ') ('
Me- Mi- Mm+ Mkr-= Mkn- Mm+ Me- Mi- Mm+
# $
)
) $ "
# $ # $ # $
Distribusi momen Lajur Kolom dan Lajur Tengah:
Me- Mi- Mm+ Mkr-= Mkn- Mm+ Me- Mi- Mm+
Bentang I-II Bentang II-III = III-IV Bentang VI-V
Untuk arah memanjang
Me- M
i- Mm+ Mkr-= Mkn- Mm+ Me- Mi- Mm+
Bentang I-II Bentang II-III = III-IV Bentang VI-V
Momen plat untuk lajur kolom:
Momen plat untuk lajur tengah:
) $ "
# $ # $
)
# $ # $
Untuk arah melebar
Momen plat untuk lajur kolom:
Bentang E-D Bentang DC = CB Bentang A-B
Me- Mi- Mm+ Mkr-= Mkn- Mm+ Me- Mi- Mm+
Bentang I-II Bentang II-III = III-IV Bentang VI-V
3. Merencanakan tulangan plat lantai
Momen tumpuan terbesar arah memanjang bangunan: Mn = kgm
Sebagai langkah awal anggap (d-0.5a)=0.9d
= As x x x
2. Menentukan tulangan
(
−)
Arah memanjang:
) ** +
Arah melebar:
'+ ! ) **
+ +
+
4. Menghitung kombinasi beban pada salah satu rangka tengah (arah-X) dan satu rangka tepi (arah-Y) Tidak diminta untuk menganalisis struktur rangka dan merencanakan tulangan rangka.
m qDL2=
qDL1=
qLL=
kg/m (pasangan bata saja)
kg/m (tanpa pasangan bata)
kg/m (beban hidup)
qDL1
Berat plat :
Berat sendiri balok :
Berat penutup lantai :
Beban hidup
x Beban Mati
x
Arah memanjang (sumbu X)
1. Kombinasi 1 (beban hidup berada pada semua bentang)
+
+ + +
+ +
+ +
+ + +
m m m m
1 2 3 4 5
m
m
2. Kombinasi 2 (beban hidup berada selang seling/ papan catur)
A B C D E
MAB=
qDL1
qLL
qDL2
+ + = kgm
MBA= + + = kgm
MBC= + + = kgm
MCB= + + = kgm
MCD= + + = kgm
MDC= + + = kgm
MDE= + + = kgm
MED= + + = kgm
qLL
3. Kombinasi 3 (beban hidup berada bersebelahan
+
+
+ +
+ + +
+ + +
+
m m m m
1 2 3 4 5
m
m
A B C D E
MAB=
qDL1
qLL qDL2
+ + = kgm
MBA= + + = kgm
MBC= + + = kgm
MCB= + + = kgm
MCD= + + = kgm
MDC= + + = kgm
MDE= + + = kgm
+ +
+
m m m m
E D C B A
m
m
Arah melebar (sumbu Y)
1. Kombinasi 1 (beban hidup berada pada semua bentang)
A B C D E
qDL1
qLL
qDL2
m qDL1
m qDL2
m qLL
+ + + +
+ + +
+ + +
+ + +
E D C B A
MAB= + + = kgm
MBA= + + = kgm
MBC= + + = kgm
MCB= + + = kgm
MCD= + + = kgm
MDC= + + = kgm
MDE= + + = kgm
+ + +
+ +
+ +
+
+ + +
m m m m
E D C B A
m
m
2. Kombinasi 2 (beban hidup berada selang seling/ papan catur)
A B C D E
MAB=
qDL1
qLL
qDL2
+ + = kgm
MBA= + + = kgm
MBC= + + = kgm
MCB= + + = kgm
MCD= + + = kgm
MDC= + + = kgm
MDE= + + = kgm
MED= + + = kgm
qLL
3. Kombinasi 3 (beban hidup berada bersebelahan
+ +
+ + +
+
+
+ + +
+
m m m m
E D C B A
m
m
A B C D E
MAB=
qDL1
qLL qDL2
+ + = kgm
MBA= + + = kgm
MBC= + + = kgm
MCB= + + = kgm
MCD= + + = kgm
MDC= + + = kgm
MDE= + + = kgm