• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN konflik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN konflik"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DI

PT. NIKE

Tugas Perilaku Organisasi

Dibuat oleh :

FAJRI MULYANA PUTRA : 2015052846

FIKKA AMALIYAH : 2015054660

GIRI BAGUS BAGAS KARA : 2015054544

FAKULTAS EKONOMI

PROGRAM STUDY MANAJEMEN

UNIVERSITAS PAMULANG

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai, serta salam dan salawat semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW. Beserta para keluarga, sahabat, dan kita semua selaku para pengikutnya sehingga kami mampu menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang bertemakan “PENGARUH PENGAMBILAN

KEPUTUSAN MANAJEMEN DI PT. NIKE” makalah ini kami buat

dalam rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah Perilaku Organisasi.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... 2

DAFTAR ISI... 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG... 4

1.2 TUJUAN PENELITIAN... 4

BAB II PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN... 5-7

2.2 MACAM-MACAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN...8-11

2.3 FUNGSI DAN MANFAAT... 12

2.4 SISTEM...13-14

2.5 CONTOH KASUS...15-19

2.6 PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BAIK...20

BAB III PENUTUP

3.1 KESIMPULAN...21

3.2 SARAN...21

(4)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengambilan keputusan merupakan tindakan manajemen dalam mencapai sasaran. Teori pengambilan keputusan memiliki unsur-unsur utama berupa pembuat keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat diperbandingkan satu sama lain; Tujuan-tujuan, nilai-nilai atau sasaran yang mempedomani pembuat keputusan amat jelas dan dapat ditetapkan tingkatannya sesuai dengan urutan pentingnya. Berbagai <lternative untuk memecahkan masalah tersebut diteliti secara seksama. Akibat-akibat yang ditimbulkan oleh setiap <lternative yang dipilih dengan teliti. Setiap <lternative dan masing-masing akibat yang menyertainya dapat dibandingkan dengan alternatifalternatif lainnya serta pembuat keputusan akan memilih < lternative dan akibat-akibatnya yang dapat memungkinkan tercapainya tujuan, nilai atau sasaran. Dengan banyaknya < lternative yang mempengaruhi sebuah keputusan maka sulit untuk mengambil sebuah keputusan secara manual. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam mengambil sebuah keputusan adalah metode TOPSIS (Technique For Others Reference by Similarity to Ideal Solution)

TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang tahun 1981, menggunakan prinsip bahwa <lternative yang terpilih harus memiliki jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal < lternat dari sudut pandang geometris dengan menggunakan Universitas Sumatera Utara jarak Euclidean untuk menentukan kedekatan < lternat dari suatu <lternative dengan solusi optimal.

1.2 Tujuan Penelitian

(5)

1.1 PENGERTIAN

Pengertian Keputusan adalah hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Hal ini berkaitan dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang harus dilakukan dan mengenai unsur-unsur perencanaan. Dapat juga dikatakan bahwa keputusan itu sesungguhnya merupakan hasil proses pemikiran yang berupa pemilihan satu diantara beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

Keputusan itu sendiri merupakan unsur kegiatan yang sangat penting. Jiwa kepemimpinan seseorang itu dapat diketahui dari kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat adalah keputusan yang berbobot dan dapat diterima bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada relasi sesama.

Kemudian terdapat definisi menurut para ahli, antara lain : ·

 Menurut George R. Terry :

pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.

·

Menurut Sondang P. Siagian :

pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.

·

(6)

pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Pengertian Pengambilan Keputusan

Terdapat beberapa pengertian pengambilan keputusan yang telah disampaikanoleh para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut :

 M e n u r u t G e o r g e R . T e r r y

Pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan)tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.

 M e n u r u t S . P. S i a g i a n

Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadaphakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.

 M e n u r u t J a m e s A . F. S t o n e r

Pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatutindakan sebagai cara pemecahan masalahDari pengertian-pengertian pengambilan keputusan di atas, dapat ditarik suatukesimpulan bahwa :

Pengambilan keputusan merupakan suatu

proses pemilihan alternatif terbaik dari beberapa alternatif secara sistematis untuk ditindaklanjuti (digunakan) sebagai suatu cara pemecahan masalah

 Menurut Koontz dan Weihrich (1990: 108)

Mengatakan bahwa “ Decision making is defined as selection of a course

of action from amongalternatives” Pengambilan keputusan ini dikatankan

(7)

 Menurut Ulbert Silalahi dalam bukunya “Study Tentang Ilmu

Administrasi” (1992: 206-207)

“Decision making is commonly defined as choosting from among alternatives” “Decision making is the selection based on some criteria of one babavior alternative from two or more possible alternative”

 Menurut Joseph L.Massie & Jhon Douglas (1993: 209)

"(1) a choice, (2) the result of conscious mental activity, and (3) diracted a purpose”

(8)

2.2 MACAM-MACAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

1. Keputusan Auto Generated

Keputusan ini diambil dengan cepat dan kurang memperhatikan, mempertimbangkan data, informasi, fakta, dan lapangan keputusan nya.

2. Keputusan Induced

Keputusan induced diambil berdasarkan scientific management atau manajemen ilmiah, sehingga keputusan itu logis, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan resiko nya relatif kecil, proses pengambilan keputusan lebih lambat.

3. Metode TOPSIS

Metode TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang pada tahun 1981. Metode ini merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis.

TOPSIS memiliki konsep dimana alternatif yang terpilih merupakan alternatif terbaik yang memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negative.

(9)

Dengan kata lain, MCDM juga dapat disebut

sebagai suatu pengambilan keputusan untuk memilih alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu. Metode TOPSIS digunakan sebagai suatu upaya untuk menyelesaikan permasalahan multiple criteria decision making. Hal ini disebabkan konsepnya sederhana dan mudah dipahami, komputasinya efisien dan memiliki kemampuan untuk mengukur kinerja relatif dari alternatif-alternatif keputusan.

Basis Pengambilan Keputusan 1. Keyakinan

Manajer (decision maker) dalam pengambilan keputusan (decision

making) nya didasarkan atas keyakinan bahwa "keputusan" (decision) inilah yang

terbaik setelah diperhitungkan dan dianalisis faktor-faktor internal dan eksternal serta dampak positif dan negatif dari keputusan tersebut.

2. Intuisi

Manjer dalam pengambilan keputusan didasarkan atas suara

hati (intuisi) nya, bersifat ilham dan perasaan-perasaan (good feeling) nya,

sasaran-sasaran, pengaruh, preferensi-preferensi, dan pisikologis individu pengambil keputusan memegang peranan penting.

3. Fakta-Fakta

(10)

4. Pengalaman

Manajer dalam pengambilan keputusan nya didasarkan kepada pengalaman nya dan pengalaman pihak-pihak lain. Pengalaman sangat berharga memberikan petunjuk-petunjuk dan memberikan jawaban atas pertanyaan "apa yang harus dilakukan dalam situasi dan kondisi.

5. Kekuasaan dilakukan secara berulang-ulang sehingga dapat dikembangkan suatu prosedur tertentu. Keputusan yang diprogram terjadi jika permasalahan terstruktur dengan baik dan orang-orang tahu bagaimana mencapainya. Permasalahan ini umumnya agak sederhana dan solusinya relatif mudah. Di perguruan tinggi keputusan yang diprogram misalnya keputusan tentang pembimbingan KRS, penyelenggaraan Ujian Akhir Semester, pelaksanaan wisuda, dan lain sebagainya (Gitosudarmo, 1997).

(11)

ini dapat dilaksanakan, pekerjaan selanjutnya hanyalah mengembangkan suatu algoritma untuk membuat keputusan rutin dan otomatik.

Dalam kebanyakan organisasi terdapat kesempatan-kesempatan untuk melaksanakan pengambilan keputusan terprogram karena banyak keputusan diambil sesuai dengan prosedur pelaksanaan standar yang sifatnya rutin. Akibat pelaksanaan pengambilan keputusan yang terprogram ini adalah membebaskan manajemen untuk tugas-tugas yang lebih penting.

2. Pengambilan keputusan tidak terprogram:

Keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan baru, tidak terstrutur dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Tidak dapat dikembangkan prosedur tertentu untuk menangani suatu masalah, apakah karena permasalahannya belum pernah terjadi atau karena permasalahannya sangat kompleks dan penting. Keputusan yang tidak diprogram dan tidak terstruktur dengan baik, apakah karena kondisi saat itu tidak jelas,metode untuk mencapai hasil yang diingankan tidak diketahui,atau adanya ketidaksamaan tentang hasil yang diinginkan(Wijono,1999).

Keputusan yang tidak diprogram memerlukan penanganan yang khusus dan proses pemecahan masalah dengan intuisi dan kreatifitas. Tehnik pengambilan keputusan kelompok biasanya dilakukan untuk keputusan yang tidak diprogram. Hal ini disebabkan oleh karena keputusan yang tidak diprogram biasanya bersifat unik dan kompleks, dan tanpa kriteria yang jelas, dan umumnya dilingkari oleh kontroversi dan manuver politik (Wijono, 1999). Gillies (1996), menyebutkan bahwa keputusan yang tidak diprogram adalah keputusan kreatif yang tidak tersusun, bersifat baru, dan dibuat untuk menangani suatu situasi dimana strategi/ prosedur yang ditetapkan belum dikembangkan.

(12)

parameter yang diketahui bersifat probabilistik. Untuk menjawab m'asalah ini diperlukan seluruh bakat dan keahlian dari pengambilan keputusan, ditambah dengan bantuan sistem infofmasi. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan keputusan tidak terprogram dengan baik. Perluasan fasilitas-fasilitas pabrik, pengembangan produk baru, pengolahan dan pengiklanan kebijaksanaan-kebijaksanaan, manajemen kepegawaian, dan perpaduan semuanya adalah contoh masalah-masalah yang memerlukan keputusan-keputusan yang tidak terprogram. Sangat banyak waktu yang dikorbankan oleh pegawai-pegawai tinggi pemerintahan, pemimpin-pemimpin perusahaan, administrator sekolah dan manajer organisasi lainnya dalam menjawab masalah dan mengatasi konflik. Ukuran keberhasilan mereka dapat dihubungkan secara langsung kepada mutu informasi yang mendasari tugas ini.

2.3 Fungdi dan manfaat pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan sebagai suatu kelanjutan dari cara pemecahan masalah mempunyai fungsi antara lain:

a. Pangkal permulaan dari semua aktivitas manusia yang sadar dan terarah baik

secara individual maupun secara kelompok, baik secara lnstitusional maupun secara organisasional.

b. Sesuatu yang bersifat futuristic, artinya menyangkut dengan hari depan/masa

yang akan dating, dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama.

Manfaat Sistem

(13)

2. Sistem informasi manajemen dapat digunakan secara efektif untuk mendukung setiap tingkatan pada proses pengambilan keptusan dan dapat digunakan juga memperoleh dan menyimpan informasi yang berkaitan dengan masalah standar dan situasi sekarang.

3. SIM ini juga sangat membantu untuk mereleasasikan keputusan dalam tindakan dan mengawasi tindakan serta memberikan umpan balik yang berkaitan dengan hasilnya.

2.4 PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

SIM ini mempunyai peranan yang sangat penting di dalam suatu organisasi. Karena sangat mempengaruhi terhadap maju mundurnya sebuah organisasi. Setiap organisasi baik itu organisasi yang besar maupun yang kecil pasti mempunyai sistem informasi yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan masalah yang terjadi pada organisasi tersebut.

Sekarang ini, penerapan SIM dalam suatu organisasi pasti akan melibatkan penggunaan komputer untuk membantu mengolah data yang ada untuk menjadi informasi yang dibutuhkan.

(14)

Peranan Sistem Informasi Manajemen Bagi Manajemen

Tingkat manajemen dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Manajemen tingkat atas

b. Manajemen tingkat menengah c. Manajemen tingkat bawah

Berdasarkan George M. Scott, sumber-sumber infomasi untuk tingkatan manajemen dapat dikelompokkan sebagai berikut :

a. Manajemen tingkat atas memerlukan sumber-sumber informasi yang berasal dari :

1. Informasi internal dari sistem infomasi komputer (15 % - 20 %)

2. 0Informasi internal bukan dari sistem informasi komputer (10% - 15%) 3. Informasi ekternal yang berupa peraturan pemerintah, keadaan perekonomian dan sebagainya (35% - 45%)

b. Manajemen tingkat menengah memerlukan sumber informasi yang berasal dari :

1. Informasi internal dari sistem infomasi komputer (30 % - 40 %) 2. Informasi internal bukan dari sistem informasi komputer (15% - 20%)

3. Informasi ekternal yang berupa peraturan pemerintah, keadaan perekonomian dan sebagainya (10% - 15%)

c. Manajemen tingkat bawah memerlukan sumber informasi yang berasal dari : 1. Informasi internal dari sistem infomasi komputer (55 % - 75 %)

2. Informasi internal bukan dari sistem informasi komputer (25% - 45%)

(15)

CONTOH KASUS:

Di awal-awal tahun, perusahaan Niketidak memiliki sumber dana untuk membeli sebuah pabrik atau mempekerjakan banyak karyawan. Modal yang dimiliki oleh Knight sangat kecil dan ia tidak bisa membeli sepatu dari Asia. Sebenarnya Nike termasuk hollow corporation karena tidak memiliki pabrik manufacture sendiri, Nike hanya perantara antara supplier dengan retailer.

Nike fokus pada menemukan inovasi sepatu terbaru. Kombinasi dari pekerja yang murah dan perkembangan pasar yang baik memungkinkan perusahaan untuk bersaing dalam research and development. Di awal 80-an, Nike menjadi produsen sepatu atletik nomor 1 di dunia. Untuk memastikan bahwa supplier Nike memiliki kualitas yang tinggi, Knight menuntut mereka untuk mempunyai hubungan dengan perusahaan lainnya. Jika supplier percaya dan bekerja sama dengan Nike, Knight memastikan bahwa mereka akan puas dengan dirinya sendiri. Kemudian jika salah satusupplier menjadi sangat mahal, Nike bisa mengganti supplier dengan tetap menjaga kualitas yang ditetapkan.

(16)

memberi merek sepatunya sendiri, kampanye “Air Jordan” dan “Bo Knows” menunjukkan pada konsumen bahwa atlet terbaik di dunia memakai Nike.

Bagaimanapun suksesnya Nike, mereka akan selalu menghadapi kompetisi. Reebok adalah industri nomor dua yang selalu menunggu kesempatan untuk menjadi nomor satu lagi. Jaringan supply di Asia sekarang digunakan oleh pesaing Nike, tidak lama setelah perusahaan mendapat keuntungan produksi. Jika Nike melanjutkan perkembangannya, Phil Knight dan staffnya harus melanjutkan untuk mengembangkan inovasi sepatu terbaru yang sesuai dengan image atletik.

PERMASALAHAN

Nike adalah produsen sepatu nomor satu di dunia. Dengan permodalan yang sedikit, Nike tidak mampu untuk membuat iklan untuk produknya. Nike kemudian hanya menggunakan image dari atlet terkenal untuk menarik minat konsumen. Selain itu untuk menekan biaya yang besar, Nike membeli sepatu dari supplier Asia. Para pekerja Asia yang terkenal murah bisa menekan harga yang ditawarkan supplier sehingga Nike bisa membeli dengan harga yang lebih murah.

(17)

Nike sangat memegang kendali karena mempunyai hak untuk memutuskan kerjasama bila harga dari supplier terlalu mahal, hal ini bisa berdampak buruk bagi pekerja karena mereka tidak bisa menuntut kehidupan yang lebih baik dengan peningkatan tunjangan pekerja otomatis akan menambah biaya produksi yang mengakibatkan harga yang lebih mahal.Seperti yang terjadi di China, Vietnam, Indonesia dan Meksiko. Nike dikritik karena berusaha menutupi kondisi kerja yang buruk serta eksploitasi buruh. Nike juga adalah perusahaan besar yang tidak memiliki pabrik. Karena mereka lebih senang untuk outsourcing kebutuhan-kebutuhan mereka terutama kepada sektor informal, ataupun perusahaan lainnya, sehingga mengefisienkan dan meminimalisir ongkos produksi.

Knight tidak mampu mendelegasikan tugas dengan baik, sehingga di tahun 1983 Nike mengalami kemunduran karena tidak tepatnya perencanaan dari pelaksana yang dipercaya oleh Knight waktu itu. Waktu itu pengelola yang dipercaya Knight mengubah image Nike dari sepatu atletik menjadi sepatu kasual. Padahal saingannya Reebok lebih dahulu mengembangkan sepatu untuk aerobik, sehingga konsumen lebih percaya pada Reebok. Nike membutuhkan perencanaan baru untuk mengembalikan posisi Nike sebagai produsen sepatu nomor satu dengan penjualan yang secepatnya.

(18)

Krisis yang dialami Nike pada tahun 1983 tak lepas dari proses pertumbuhan organisasi. Menurut Lary Greiner ada 5 tahap pertumbuhan organisasi, 1) kreativitas, 2) pengarahan, 3) pendelegasian, 4) koordinasi, dan 5) kerja sama. Nike mengalami krisis disaat tahap pendelegasian dimana Knight tidak melakukan kontrol yang ketat sehingga keputusan bawahannya membawa dampak bagi Nike. Knight kemudian melakukan terobosan kilat untuk membentuk kembali brand image dari Nike. Menurut Agyris “intervensi merupakan suatu aktivitas masuk ke dalam sistem relationship yang berjalan, baik diantara individu, kelompok, maupun organisasi, dengan tujuan membantu menuju suatu perubahan yang sukses” Dalam intervensi, terkadang perlu mendatangkan konsultan dari luar organisasi, tetapi intervensi terbanyak dapat dilakukan oleh managemen internal. Apa yang dilakukan oleh Knight merupakan intervensi dari manajemen internal. Marketing differentiation strategy mencoba menciptakan kesetiaan para pelanggan dengan cara memenuhi kebutuhan tertentu secara khusus. Organisasi tersebut mencoba menciptakan kesan yang menguntungkan bagi produk-produknya melalui iklan, segmentasi pasar, dan harga yang bersaing. Hal tersebut salah satu strategi yang dilakukan oleh Knight dengan menciptakan produk baru sesuai kebutuhan konsumen yang tidak lepas dari image olah raga.

Nike sebenarnya memiliki posisi yang sedikit lemah bila dihadapkan dengan retailer. Keuntungan Nike didapat dari penjualan ke retailer. Retailer tentunya akan bersaing dengan retailer lain dengan harga termurah, hal ini dapat mengancam Nike karena dengan hal tersebut maka retailer akan menekan Nike untuk menjual sepatunya dengan lebih murah.

(19)

pekerja hal ini bisa menjadi sebuah ancaman tersendiri. Pekerja akan dituntut untuk bekerja lebih giat demi untuk meningkatkan jumlah produksi sehingga bisa terjadi para pekerja bekerja di luar jam kerja yang semestinya. Dengan adanya kebijakan dari Nike yang berhak memutuskan kerja sama bila supplier menaikkan harga terlalu tinggi dapat mengakibatkan supplier menggunakan tenaga kerja anak-anak agar biayanya lebih murah. Isu ini muncul di Pakistan, bahwa Nike mengambil sepatu dari Pakistan yang dibuat oleh anak-anak pekerja di bawah umur.

(20)

Dari definisi pengambilan keputusan diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Pengambilan keputusan itu sendiri suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.

Ringkasan

Pada tahun 1983, kepercayaan knight melakukan kesalahan dalam pengelolaan nike, sehingga berdampak pada 350 karyawan yang ia miliki, oleh karena itu PHIL sebagai Ketua Dewan Direksi memutuskan untuk mendapatkan kembali posisi produsen sepatu nomor satu melalui kecepatan penjualannya dengan konsep "Nike Global Segmentation & Targeting Positioning"

Analisa:

(21)

3.1 KESIMPULAN

maka dapat ditarik kesimpulan bahwa keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dan tidak boleh sembarangan. Pengambilan keputusan itu sendiri suatu cara yang digunakan untuk memberikan suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak. Masalahnya telebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif yang ada.

Sistem informasi manajemen ini juga mempunyai peranan yang sangat penting di dalam suatu organisasi. Karena sangat mempengaruhi terhadap maju mundurnya sebuah organisasi. Setiap organisasi baik itu organisasi yang besar maupun yang kecil pasti mempunyai sistem informasi yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan masalah yang terjadi pada organisasi tersebut.

Informasi yang tepat, cepat dan akurat akan menjadikan suatu organisasi menjadi berkembang dengan pesat. Semakin besar suatu organisasi maka semakin komplekslah pengelolaan sistem informasi, karena data yang diolah menjadi semakin banyak dan bervariasi.

3.2 SARAN

Saran Pengambilan Keputusan dalam Manajemen menurut hasil diskusi dari kelompok kami yaitu dengan cara Metode TOPSIS. Metode TOPSIS adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang pertama kali diperkenalkan oleh Yoon dan Hwang pada tahun 1981. Metode ini merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

http://tam-sky.blogspot.co.id/2015/12/tou-2-strategi-pengambilan-keputusan.html https://ismaan.wordpress.com/2015/05/19/definisi-dan-dasar-pengambilan-keputusan/

http://www.seputarilmu.com/2015/11/macam-macam-pengambilan-keputusan-dalam.html

http://syafriyandika.blogspot.co.id/2012/04/jenis-fungsi-dan-tujuan-pengambilan.html

http://bramdeco13.blogspot.co.id/2010/01/perananmanfaat-sim-dalam-pengambilan.html

Koontz dan Weihrich “PERILAKU ORGANISASI” (1990: 108)

Ulbert Silalahi dalam bukunya “

Study Tentang Ilmu Administrasi”

(1992: 206-207)

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan laporan keuangan menurut (Ikatan Akuntansi Indonesia, 2013) adalah menyediakan informasi laporan posisi keuangan, laporan kinerja keuangan, dan laporan arus

yang terintegrasi untuk menekan potensi bahaya kecelakaan kerja dan kesehatan di institusi pendidikan, sehingga universitas dapat mengembangkan penelitian yang

Hasil pengujian pada return harian indeks LQ45 menemukan bahwa tidak adanya pengaruh penurunan volatilitas pada underlying spot market di Indonesia karena keberadaan

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan hasil belajar passing sepak bola (menggunakan kaki bagian dalam dan luar) meningkat melalui

Investasi dalam bentuk saham dimana Perusahaan mempunyai pemilikan saham minimal 20%, tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, dimana

Titik dasar teknik (TDT) adalah titik tetap yang mempunyai koordinat yang diperoleh dari suatu pengukuran dan perhitungan dalam suatu sistem tertentu yang berfungsi sebagai

Di samping itu, tujuan kajian ini juga adalah untuk menilai faktor-faktor terpilih yang mempengaruhi persepsi wanita dalam memilih kerjaya di sektor awam.. Hasil kajian mendapati

Dengan demikian kedua produk obat herbal ini dapat dibandingkan dengan nilai yang dirasakan dan pengalaman merek untuk niat pembelian kembali produk Tolak angin dan Antangin