• Tidak ada hasil yang ditemukan

82066551 Bab III Kepemimpinan Abad 21 Dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "82066551 Bab III Kepemimpinan Abad 21 Dalam"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III KEPEMIMPINAN ABAD 21 DALAM KAPASITAS

1. PENDEKATAN KERANGKA KERJA

Melinium kedua kita tinggalkan, apa artinya bagi seorang CEO dalam memasuki Melinium ketiga yaitu bagaimana KEPEMIMPINAN MASA DEPAN mempersiapkan diri dalam menghadapi apa yang akan terjadi dalam periode masa melinium ketiga dan bagaimana caranya.

Para futurist seperti Alvin Toffler yang telah menggambarkan dalam buku-nya “Future Shock” (1970), “The Third Wave” (1980), “Previes and Premises” (1983), “The Adaptive Corporation” (1985), “Powershift” (1990) ; John Nasbit dalam bukunya “Re-inventing the corporation” 1985), “Megatrends 2000” (1990), “Global Paradox” (1994) ; Frank Feather dalam bukunya”G Forces” 1989), kesemuanya mengingatkan kepada kita bahwa mengelola masa-masa yang tidak menentu pada iklim politik dan ekonomi yang telah memperlihatkan karekteristik terhadap perubahan yang begitu cepat, krisis dan dislokasi struktural yang amat besar. Jadi perubahan-perubahan sebagai tatanan lama telah berlalu dan kita memasuki suatu tantanan baru, tetapi bagaimanapun juga bahwa kecenderungan-kecenderungan masa depan tidak dapat melepaskan dari masa lalu dan kini, dimana diperlukan keterampilan-keterampilan untuk mengelola organisasi masa depan.

Mengembangkan keterampilan-keterampilan kepemimpinan, merupakan jawaban sebagai suatu langkah mengantisipasi kejutan-kejutan perubahan yang bakal terjadi dalam memasuki melinium ketiga yang ditandai dengan disatu sisi persaingan yang makin ketat dalam dunia bisnis dan masa depan yang tidak menentu, dan disisi lain memperlihatkan adanya peluang-peluang yang maha dahzat. Inilah merupakan tantangan OTAK sebagai perangkat keras yang digunakan oleh pikiran anda.

(2)

Sejalan dengan ungkapan diatas, sebagai kesimpulan bahwa diperlukan suatu model kepemimpinan yang sejalan dengan tuntutan abad 21 sebagai jawaban atas bagaimana caranya menghadapi tantangan dan meraih peluang dimasa depan.

Sebagai kerangka kerja dalam usaha merumuskan suatu Model Kepemimpinan , maka dipergunakan suatu pendekatan kerangka kerja tiga dimensi artinya langkah awal dimulai dengan membuat suatu keputusan berdasarkan intuisi untuk menempatkan pusat perhatian dalam suatu situasi yang dihadapi. Selanjutnya menempatkan situasi tersebut ke dalam tiga dimensi, dimana setiap dimensi memiliki situasi yang berdiri sendiri tetapi memiliki sifat yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pada setiap dimensi akan menggambarkan pengetahuan dari pengalaman dan ilmu dari informasi. Kerangka kerja tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

2. TANTANGAN KEPEMIMPINAN ABAD 21

Melinium ketiga merupakan abad 21 yang dimulai pada 1 Januari 2001, sebagai peralihan dari suatu abad lama ke abad baru, dimana akan menunjukkan tingkat kompleksitas, perubahan dan globalisasi menjadi menarik oleh PIKIRAN dengan memanfaatkan OTAK (atas dan bawah) untuk membuat predeksi-predeksi dalam rangka meraih peluang masa depan yang maha dahsyat adanya

Yang menjadi persoalan kita, model kepemimpinan yang bagaimana dapat memenuhi keinginan untuk mewujudkan impian dalam meraih peluang yang ada. Untuk dapat meraih peluang masa depan, maka seorang pemimpin masa depan yang disebut yang disebut dengan KEPEMIMPINAN ABAD 21, memiliki keterampilan, bakat kekuatan, dan kemampuan yang mampu mengintergrasikan otak atas (disebut juga otak kiri dan otak kanan) yang sering digambarkan sebagai “otak intelektual” dan otak bawah (disebut juga otak bawah sadar) yang digambarkan sebagai peran yang mengendalikan emosi, sikap dan insting seseorang. Dengan demikian akan memiliki keterampilan-keterampilan manajemen untuk melaksanakan “how to make the right decision at the right time”.

KOMPLEKSITAS :

(3)

Bentuk differensiasi tersebut dapat : 1) Berbentuk horizontal artinya tingkat differensiasi antara unit-unit mene-kankan pada oreintasi manusia dan peran yang mereka laksanakan yang akan terkait dengan pendidikannya dan pelatihan yang diberikan kepadanya ; 2) Berbentuk vertical artinya tingkat differensiasi yang menekankan pada orientasi kedalam struktur atau dengan kata lain yang disebut dengan jumlah tingkatan hierarki ; 3) Berbentuk spasial artinya differensiasi yang menekankan pada orientasi yang memperhatikan jarak dan jumlah, spasial merupakan perluasan differensiasi hrizontal dan vertical.

Suatu organisasi dengan tingkat kompleksitas yang tingggi akan memberi-kan pula gambaran bahwa mangkin besar pula kesukaran yang dihadapi dalam komunikasi, koordinasi dan kontrol. Oleh karena itu teknik formulasinya juga akan dipengaruhi oleh tingkat kompleksitasnya seperti penentuan seleksi, pensyaratan peran, peraturan, prosedur dan kebijakan, pelatihan dsb. Dengan demikian implementasi sentralisasi dan desentralisasi harus dapat diletakkan pada tempat yang tepat, sejalan dengan pengaruh dimensi perubahan dan globalisasi.

Jalan keluar yang harus ditempuh dengan adanya tingkat kompleksitas pada suatu organisasi diletakkan dalam suatu konsep berpikir untuk merumuskan suatu pengorganisasian yang menuju konsep fleksibilitas dan mudah dikontrol.

PERUBAHAN :

Kita sering mendengar ungkapan seperti “nothing is permanent except change” (tidak ada yang permanen kecuali perubahan itu sendiri).

Kepemimpinan Abad 21, merupakan ungkapan suatu tantangan yang harus dihadapi dalam memasuki suatu tatanan abad baru disatu sisi dan disisi lain ia juga menghadapi suatu ungkapan seperti “people fear change because it undermines their security” (orang takut akan perubahan, karena hal itu me-ngurangi rasa aman mereka).

Memasuki milenium ketiga, maka akan terjadi revolusi gelombang peru-bahan dimana-mana, hal ini mengingat kepada kita bahwa dunia terus berputar, sehingga perubahan yang besar itu memasuki seluruh segi dan aspek kehidupan, ekonomi, politik, teknologi sosial dan budaya.

(4)

diharapkan dapat meningkatkan perdagangan dan investasi diantara negara-negara di kawasan ini, berarti akan mendorong liberalisasi perdagangan dan investasi global yang akan berdampak peluang dalam lingkungan yang sangat kompetitip dan dengan ketidakpastian.

Dengan revolusi gelombang perubahan, Kepemimpinan Abad 21 harus mampu membuat prediksi-predeksi dalam mencari kepastian, mencari ketidakpastian dan membuat ketdakpastian menjadi suatu keberhasilan. Disinilah letak peranan Pemimpin untuk mewujudkan apa yang disebut “people support what they help to create so get them involved in planning change” (orang mendukung apa yang mereka bantu ciptakan, jadi libatkanlah mereka dalam perubahan perencanaan).

Sejalan dengan itu Kepemimpinan Abad 21 harus mampu merubah pola berpikir dalam keterampilan manajerial yaitu dari pemecahan masalah (bertolak dari sikap reaksi) menjadi menghindari masalah (bertolak dari dari sikap antisipasi).

GLOBALISASI :

Globalisasi merujuk kepada kegiatan bisnis yang beroperasi bukan saja berada dalam negeri, melainkan melintasi perbatasan negara. Jadi globalisasi mengandung makna kegiatan bisnis yang mencakup kawasan dunia untuk memenuhi kepentingan pelanggan dunia.

Globalisasi harus dilihat bukan saja dari sudut expansi, melainkan dilihat dari sudut tuntutan lingkungan baru karena dalam lingkup kerja global akan terdapat konsumen global, pengetahuan sebagai produk global, korporasi global dan pekerjaan global. Oleh karena itu, maka pola pikir untuk mengorganisir suatu bisnis global dituntut adanya pemahaman dan berkomunikasi dengan beragamnya budaya, tersedianya kemajuan dalam teknologi informasi yang dapat mendukung untuk pemanfaatan otak yang lebih berdayaguna mampu melaksanakan kepemimpinan kolaborasi.

Kepemimpinan abad baru, harus dapat memahami sepenuhnya atas kehadiran dari perusahaan global dalam penyesuaian pola pikir dalam ling-kungan baru mengenai :

(5)

sistem yang dapat menimbulkan kepekaan bagi kebutuhan konsumen lokal ; d. Sebagai suatu sistem global, ia harus mampu menyeimbangkan atas kepekaan terhadap kebutuhan lokal atas seluruh aspek bisnis.

Dengan memperhatikan atas pemahaman diatas, diharapkan untuk masuk kedalam arena globalisasi, maka perusahaan-perusahaan yang mengglobal menjadi penting untuk :

a. Melanjutkan suatu kegiatan dengan persaingan di daerah yang memiliki potensi pasar pada kawasan tertentu ; b. Memiliki kemampuan untuk me-ngikuti kecenderungan teknologi ; c. Menciptakan dan menarik manfaat dari pengembangan peluang-peluang bisnis.

Untuk menggariskan strategi bisnis dalam arena globalisasi dalam rangka memasuki bisnis global, pada umumnya terdapat beberapa pendekatan dimana melihat disatu sisi mengenai tinggi-rendah biaya dan disisi lain dorongan produk ke konsumen, maka terdapat tiga pendekatan memasuki bisnis internasional yaitu : a. pendekatan model Jepang yang disebut dengan “the global exporter” ; b. pendekatan model Amerika yang disebut dengan “the multinational” ; c. pendekatan model Eropah yang disebut dengan “the multilocal”.

(6)

PENDAHULUAN

Suksesnya organisasi dimasa depan sangat ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan dalam memaksimumkan peluang-peluang yang sangat terbuka pada masa-masa yang tidak menentu, maka disitulah terletak profesionalisme kepemimpinan yang mampu mampu mendorong bawahannya untuk berpikir kedepan dengan menumbuh kembangkan kreativitas dan inovasi.

Bila dilihat dari sudut kemampuan menggali tambang emas yang ada pada setiap individu sebagai potensi (bakat) pikiran, maka kreativitas merupakan kemampuan individu dalam mengintergrasikan otak dan hati menjadi kemampuan berpikir menggerakkan wawasan dan imajinasi sehingga terben-tuklah seluruh kisaran proses mental yang sadar. Selanjutnya bila dilihat sebagai daya dorong gagasan / ide individu dikembangkan kedalam kelompok maka terbentuklah kreativitas kelompok. Kreativitas individu dan kelompok barulah bermakna bila dilihat dari sudut proses dan produk yang kita sebut inovasi dari perilaku organisasi. Jadi dapat kita ibaratkan mata uang yang bernilai dimana disatu sisi sebagai kreativitas individu dan kelompok serta disisi lain sebagai inovasi organisasi.

Dengan pemikiran diatas maka kepemimpinan abad 21, haruslah memiliki kemampuan menjadi penggerak untuk menciptakan keseimbangan kepentingan dalam perilaku individu, kelompok dan organisasi dalam memandang perspektif masa depan.

PENDEKATAN :

Pendekatan dilakukan dengan kerangka kerja tiga dimensi (lihat tulisan terdahulu), dalam hal ini menempatkan pusat perhatian kedalam situasi yang saling berkaitan untuk merumuskan kreativitas dan inovasi dalam kepemimpinan abad 21 sebagai suatu kebutuhan dalam usaha untuk menumbuh kembangkan atas kepentingannya sebagai berikut :

(7)

ikut mendukung dalam pengembangan organisasi yang sejalan dengan tuntutan perubahan itu sendiri.

INFORMASI TERBUKA (D.2) merupakan suatu kebutuhan bagi individu dan kelompok untuk mengembangkan daya cipta dalam berimajinasi dan dalam iklim oraginasi yang sehat mudah mendapatkan informasi secara vertical, horizontal dan diagonal.

Kita menyadari bahwa setiap fase dalam berkriativitas yang bermula dari keinginan untuk mencipta, diikuti penyelidikan, pencetusan saat alam bawah sadar dan akhirnya mengembangkan menjadi bukti gagasan yang telah diciptakan, kesemua fase kegiatan tersebut membutuhkan informasi kedalam pemanfaatan otak kanan yang berfungsi pencetus dan penerangan serta otak kiri berfungsi persiapan dan pembuktian, akhirnya keputusan ada dalam otak dibawah sadar yang disebut akal.

TEKNOLOGI INFORMASI (D.3) merupakan daya dorong untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi, dimana perilaku individu, kelompok dan organisasi dapat memanfaatkan kemajuan-kemajuan dari perkembang-an teknologi imformasi kedalam suatu organisasi virtual. Kemajuan teknologi web dan aplikasi internet telah membentuk pemanfaatan kecerdasan dalam menggerakkan otak kiri di tengah revolusi yang merubah cara kita hidup, berkomunikasi dan berpikir.

Kepemimpinan abad 21 memainkan peran untuk menggerak otak sebagai raksasa yang tidur menjadi kreatif dan inovasi dengan memperhatikan iklim organisasi, informasi terbuka dan teknologi informasi sebagai daya dorongnya.

WUJUD KREATIF & INOVATIF DLM KEPEMIMPINAN ABAD 21 :

Dengan memperhatikan hal-hal yang kita kemukakan diatas, maka wujud kreativitas dan inovasi merupakan langkah strategis yang secara terus menerus ditumbuh kembangkan dalam meraih peluang sebagai tantangan utama disatu sisi dan disisi lain meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan. Bentuk wujud dimaksudkan sebagai berikut :

(8)

MENGEMBANGKAN TIM YANG EFEKTIF (D.2) artinya untuk merealisasikan suatu gagasan akan menjadi lebih baik bila di proses kedalam satu tim. Dengan menyadari mekanisme kerja sama, maka kreativitas dilihat dari perilaku kelompok memberikan hasil yang lebih baik dalam mewujudkan tujuan yang ditetapkan bersama dalam menghadapi tantangan masa depan yang penuh ketidak pastian.

MEWUJUDKAN PRODUK YANG PRODUKTIF (D.3) artinya perilaku organisasi dapat digerakkan untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia dalam merealisasi satu kreativitas menjadi inovasi kedalam produk yang memiliki keunggulan dari sisi efesiensi, efektitivitas dan mutu, sehingga dapat memenuhi kepuasan pelaanggan.

Ketiga bentuk wujud dari kreativitas dan inovasi tersebut haruslah dapat dilola oleh pimnan masa kini dan masa depan sebagai suatu tindakan strategis.

RINGKASAN :

Kunci keberhasilan organisasi salah satunya adalah sangat ditentukan kejelasan menggariskan strategi kreativitas dan inovasi. Pelaksanaan strategi tersebut akan ditentukan oleh kemampuan kepemimpinan untuk menggerakan sumber daya manusia melalui pemanfaatan sistem informasi yang dapat membentuk organisasi menjadi fleksibel dan mudah dikontrol.

Dengan mewujudkan adanya iklim organisasi yang sehat, informasi terbuka dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, maka diharapkan menjadi pemacu bagi perilaku individu dan kelompok yang dapat memberikan konstribusi kedalam inovasi yang beroreintasi kepada kepentingan stakeholders.

Sejalan dengan pikiran tersebut diatas, maka pertumbuhan organisasi dalam daur hidup dari satu tahap ke tahap yang berikutnya dan mampu mempertahankan pada posisi daur hidup yang prima terletak pada kemampuan melaksanakan pemberdayaan otak manusia.

Dengan otak manusia, tersembunyi potensi bakat yang harus digali dan ditumbuh kembangkan dalam bentuk berpikir ke masa depan, maka disitulah terletak peran kepemimnan untuk menggerakkan pikiran manusia kedalam imageenering secara berkelanjutan.

(9)

menjadi pasti Jadi kreativitas dan inovasi dalam kepemimpinan abad 21 merupakan kunci untuk memprediksi dari yang tidak tahu menjadi tahu.

PENDAHULUAN

Pada dasarnya komitmen itu ada pada setiap individu, yang menjadi masalah kita wujud komitmen itu dapat bersifat pamrih dan atau tidak pamrih. Itu menunjukkan kepada kita bahwa secara vokus kita dapat mengatakan, komitmen hanya merupakan omong kosong yang tidak dilandaskan atas suatu keyakinan yang dapat dibuktikan antara kata dan per-buatan. Oleh karena itu perlu menyadari bahwa komitmen merupakan hasil kerja hati dengan penghayatan artinya dari sudut batiniah, komitmen merupakan pengorbanan bisa merupakan kata-kata ataupun perilaku yang memperlihatkan yang abstrak tapi konkrit. Itulah satu kenyataan bahwa konsepsi komitmen banyak disalah artikan, tetapi bila kita menyadari

“a sense of execellent commitment”, maka suatu organisasi akan dapat berfungsii dengan baik, membutuhkan kepercayaan dan saling kedekatan dengan setiap orang yang merasa terikat dalam organisasi akan menunjukkan keberadaan komitmen sebagai prinsip untuk mewujudkan keberhasilan.

Renungkan ungkapan seperti “komitmen tidak menjamin sukses, tetapi kurangnya komit-men komit-menjamin kegagalan”, dengan ungkapan itu komit-menunjukkan kepada kita harus ada keberadaan komitmen dalam setiap organisasi, kelompok dan individu yang tidak boleh berlebihan dan juga tidak boleh kurang. Dirasakan sulit untuk menjelaskan secara verbal bahwa komitmen itu merupakan sesuatu yang ada dalam kehidupan kita atau dengan kata lain kita dapat mengatakan seperti : “Komitmen membutuhkan keberanian dan mengan-dung resiko ; Komitmen tidak bisa dipaksakan ; Komitmen mengandung usaha orang untuk mengembangkan inisiatip dan bersedia memberikan pertanggungan jawaban ; Komitmen mengandung adanya kemauan pengorbanan pribadi ; Komitmen mengandung pemusatan dalam melaksanakan pekerjaan ; Komitmen menginginkan iklim yang luwes tapai mudah mengontrol dalam memberikan saling hormat dan menghormati ; Komitmen lebih menekankan bukti tindakan bukan kata-kata.”

(10)

Jadi dengan pengungkapan itu, kita dapat merenungkan bahwa komitmen itu bersifat dualistis, ibarat mata uang yang mempunyai dua sisi satu sama lain saling melengkapi seperti ada siang dan ada malam ; ada manis dan pahit ; ada peningkatan dan kemerosotan, begitulah pola dan proses berpikir dalam kita merenung mencari keberadaan komitmen sebagai prinsip kedua dalam menggerakkan orang.

MAKNA KOMITMEN :

Untuk mengingatkan pemahaman atas makna komitmen yang berada dalam pikiran dan digerakkan dari dalam diri sendiri, maka kita mencoba melakukan

pemahaman dari kata komitmen itu seperti diungkapkan dibawah ini :

Huraf pertama (K) KEBERSAMAAN mengandung arti keinginan yang datang dari pikiran sendiri dalam bentuk perspektif dan realtivitas untuk membangun kebersamaan dalam tindakan. Bentuk pikiran dalam kebersamaan untuk memandang sesuatu perspektif dengan tingkat kepentingan relatif merupakan titik awal membangun kebersamaan yang diberikan seseorang berdasarkan pengorbanan dari dirinya, maka disitulah akan terletak kebiasaan anda bisa melihat masalah sehari-hari dalam mewujudkan kebersamaan.

Huruf kedua (O) OPTIMISME mengandung arti keyakinan yang datang dari pikiran sendiri bahwa tindakan dan keputusan berdasarkan keyakinan atas optimisme . Dengan optimisme itulah kita berusaha mengangkat pola dan proses berpikir kearah pencapaian keberhasilan yang diharapkan dari tindakan kita.

Huruf ketiga (M) MEMAHAMI mengandung arti setiap individu dengan kadar yang ber-beda memiliki potensi yang ada pada dirinya untuk melahirkan dan mengembangkan suatu gagasan baru. Apa artinya itu bagi anda ? Tidak lain bahwa kemajuan masa depan anda terletak pada pemahaman dalam komitmen pada diri sendiri, anda yang mengetahui, apakah menjadi seorang yang sukses ataukah gagal. Karena itu dalam pikiran kita bahwa memahmi ats sukses bukanlah tempat untuk dituju, melainkan suatu yang harus ditempuh

(11)

untuk membuka pintu hati anda terbuka karena didorong komitmen dalam pikiran anda sendiri.

Huruf kelima (T) TASAMUH mengandung arti kelapangan dada atau kesabaran. Komitmen merupakan pengorbanan diri, maka diperlukan suatu tonggak yang kokok yang kita sebut dengan tasamuh karena kita menyadari sepenuhnya bahwa pikiran, tindakan, emosi merupakan kehidupan diri kita, sehinga tasamuh dalam komitmen yang tinggi akan memiliki kemampuan berpikir yang metodis biasa, logis, ilimiah, filsafat dan theologis sehingga mampu meletakkan arti komitmen dalam diri anda.

Huruf keenam (M) MENTAL mengandung arti batin dan watak manusia bukan dalam arti sifat badan atau tenaga sehingga mental dalam komitmen lebih menekankan karekter dalam arti sempit bukan dalam arti luas yang mengandung makna kepribadian. Dengan demikian mental merupakan tonggak mewujudkan komitmen yang dapat kita lihat secara langsung ialah tindak-kelakuan didalam situasi konkrit.

Huruf ketujuh (E) EKLEKTIS mengandung arti kemampuan memilih dari yang terbaik. Jadi eklektis dalam komitmen merupakan kemampuan dalam berpikir untuk menggerakkan kesadaran, kecerdasan dan akal dalam pola dan proses berpikir agar putusan yang diambil sejalan dengan komitmen yang anda bangun sendiri.

Huruf kedelapan (N) NALAR mengandung arti jangkauan berpikir yang sangat dalam untuk meenempatkan komitmen sebagai prinsip. Jadi nalar tanpa prinsip tidak mungkin terwujud dan terbangun seperti apa yang diharapkan oleh komitmen itu sendiri. Berpikir dengan nalar yang berprinsip akan mengaktualisasikan diri dalam berpikir dengan pola dan proses berpikir biasa, logis, ilimiah, filsafat dan theologis yang sejalan dengan komit-men yang kita bangun.

RINGKASAN :

Berpikir dengan disadari diperlukan adanya dorongan dari dalam diri anda. Daya dorong itu kita sebut dengan KOMITMEN yang harus kita kembangkan dalam diri pribadi dan diaktualisasikan dalam tindakan berpi-kir.

(12)

Pilar-pilar tersebut harus diasah secara teratur agar ia dapat menjadi penggerak untuk mencapai sukses dalam berpikir dengan percaya diri.

Dengan demikian komitmen adalah wujud dari KEBERSAMAAN dalam mengkomunikasin suara hati yang OPTIMISME untuk MEMAHAMI berdasarkan INTELEGENSI secara TASAMUH dengan sikap MENTAL positip untuk bertindak secara EKLEKTIS yang bersandarkan kemampuan NALAR yang tinggi dalam menanggapi perubahan.

Jadi dalam pikiran kita untuk menumbuhkan dan mengembangkan komit-men dimulai di dalam hati, diuji oleh perbuatan dalam kerangka mempengaruhi orang lain agar dapat mendorong yang bersangkutan untuk membuka pintu pikiran dalam mewujudkan tujuan.

KOMUNIKASI PRINSIP KETIGA :

PENDAHULUAN

Kepemimpinan yang berhasil mempengaruhi orang lain sangat ditentukan oleh keterampilan dan kemampuan menjalankan fungi komunikasi secara baik karenanya komunikasi yang baik dan menjadi efektif akan ditentukan pula oleh kepercayaan dan keyakinan anda dalam memimpin untuk mempengaruhi bawahan.

Keyakinan dan kepercayaan hanya dapat terbentuk apabila anda menyadari suatu lingkungan yang harmonis antara pimpinan dengan para bawahannya yang dapat benar-benar berkomunikasi dengan baik yang sejalan dengan makna fungsi komunikasi. Pertama ia menyadari untuk melaksanakan pengungkapan emosional (fungsi) dengan sikap dan perilaku yang dapat menimbulkan kesan yang menarik mereka dari tindakannya daripada kata-kata. Kedua pesan yang disampaikan mengenai fakta dan informasi (fungsi) yang dapat dipertanggung jawabkan. Ketiga mampu memberi daya dorong agar termotivasi kearah (fungsi) yang memenuhi kepentingan semua pihak. Keempat mampu menjalankan kendali (fungsi) untuk dapat menerima dan mendengarkan konskwensi berkomunikasi serta membuat langkah lanjutan dalam tindakan.

(13)

komunikasi menjadi bentuk simbol artinya apa yang dikomunikasikan, saluran (proses) artinya mediun lewat mana sesuatu pesan komunikasi berjalan, pendekodean (proses) artinya penerjemahan ulang pesan komunikasi seorang pengirim, gelung umpan balik (proses) artinya tautan akhir dalam proses komunikasi mengembalikan pesan ke dalam sistem guna memeriksa kesalahpahaman.

Dengan demikian untuk menjadikan komunikasi yang efektif menuntut pengasahan secara terus menerus oleh pemimpin yang menyadari bahwa kepemimpinan akan berhasil bila secara sungguh-sungguh memahami fungsi komunikasi disatu sisi dan disisi lain melaksanakan proses komunikasi, sehingga waktu hidup kita sebagian besar dipergunakan dalam berpikir untuk menulis, membaca, berbicara dan mendengarkan dalam kerangka hubungan individu, kelompok dan organisasi.

MAKNA KOMUNIKASI

Dalam usaha untuk mengingatkan kita betapa pentingnya komunikasi sebagai prinsip ketiga untuk dihayati kedalam individu, kelompok dan organisasi bahwa suatu gagasan apapun bentuknya tidak ada gunanya sebelum penyampaiannya kepada dan dipahami oleh orang-orang yang hendak berkomunikasi. Untuk meningkatkan daya ingatan kita, maka ingatan dapat digerakkan dari pemahaman dari huruf menjadi kata komunikasi dalam pikiran :

Dua huruf pertama KESAN ORANG (KO) berarti sikap postip (mengkomunikasikan suara hati kepada orang lain) dan perilaku asertif (gaya yang wajar) yang diaktualisasikan orang haruslah menunjukkan kesan yang meyakinkan bagi orang lain. Memberikan kesan orang kita harus dapat meyakini diri bahwa kata-kata dan perbuatan haruslah seiring dan sejalan dalam pikiran yang harus digerakkan.

Dua huruf kedua MEDIA UMUMNYA (MU) berarti kita harus dapat membayangkan dalam bentuk apapun media (tatap muka, telepon, surat elektronik, memo, surat, buletin, laporan) melaksanakan komunikasi, kita melaksanakan media tersebut sebagai langkah yang tidak dapat dipisahkan dengan kesan yang hendak ditimbulkan dari kata-kata dan perbuatan oleh karena itu komunikasi verbal dan atau nonverbal ikut memainkan peran dalam berkominaksi.

(14)

tersembunyi yang tidak dapat dimengerti orang lain yang dapat menimbulkan konflik dalam berkomunikasi.

Dua huruf keempat KEBENARAN ARAH (KA) berarti anda meyakini benar bahwa arah komunikasi dapat mengalir secara vertical (kebawah dan keatas), horizontal atau lateral, dimana masing-masing harus diaktualisasikan sesuai dengan kepentingannya agar jaringan komunikasi baik formal dan informal.

Dua huruf kelima SALURAN INTUISI (SI) berarti pilihan saluran komunikasi berdasarkan ituisi yang menekankan berpikir dengan penghayatan hati sebagai pendorong dalam berpikir dengan otak untuk merumuskan hambatan dalam mewujudkan komunikasi yang efektif dengan menghayati hal-hal yang berkaitan dengan penyaringan, persepsi, emosi dan bahasa sebagai langkah akhir dalam bersikap dan berperilaku untuk mewujudkan pemahaman prinsip ketiga dalam komunikasi.

RINGKASAN

Menghayati makna komunikasi bagi setiap pemimpin dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan yang efektif dengan mengung-kapkan dari kata komunikasi memberikan petunjuk arti penting bagi pimpinan puncak, sedangkan pada pimpinan me-nengah memberikan petunjuk untuk menyesuaikan tindakan dan ucapan agar pemanfaat-an komunikasi dua arah lebih sesuai dengan kebutuhan untuk melaksanakan komitmen.

Pilihan komunikasi tatap muka sangat memberikan kontribusi yang besar karena komu-nikasi lebih bersifat terbuka dan terus terang atas pesan yang hendak disampaikan, lebih-lebih yang menyangkut pembaruan dalam tindakan, sehingga paling tidak meniliminir bentuk-bentuk resistensi yang bakal terjadi.

Kepentingan komunikasi dalam individu, kelompok dan organisasi hanya dapat tercipta secara efektif bila semua yang mempunyai kepentingan menjadi tanggung jawab bersama yang akan sejalan dengan pesan yang akan dikomunikasikan, sehingga informasi yang disalurkan benar-benar memenuhi bagi semua yang berkepentingan.

(15)

KREATIVITAS INDIVIDU PRINSIP KEEMPAT

PENDAHULUAN

Bila anda menyadari bahwa tambang emas yang ada dalam diri anda dalam bentuk pikiran dapat digali, itu berarti ada kesempatan untuk mengungkapkan bakat yang tersembunyi sepanjang anda menginginkan. Ada orang yang memiliki kemampuan sendiri untuk menggalinya tapi ada juga dorongan dari luar. Bertolak dari suatu anggapan bahwa hidup yang kita jalani ini dapat kita hayati dari masa lampau tapi masa depan harus kita jalani sesuai tuntutan perubahan lingkungan yang terjadi.

Sejalan dengan pemikiran diatas, mampukah anda untuk memanfaatkan otak atas (kiri dan kanan) dan otak bawah sadar dalam menggerakkan kemampuan berpikir untuk mewujudkan kreativitas individu. Oleh karena itu langkah awal adalah menghilangkan keragu-raguan yang dapat mempengaruhi proses berpikir itu sendiri. Jauhkan anggapan bahwa wawasan dan imajinasi sebagai daya dorong akan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis klamin, pendidikan dan kemauan yang keras.

Kita sadari bahwa faktor-faktor tersebut bisa saja mempengaruhi dalam proses kita berpikir, namun bila kita menyadari bahwa setiap masalah didalammnya mengandung pemecahannya, maka disitulah letak kemampuan anda untuk menemukan cara pemecahannya. Hal itu hanya dapat dicapai bermula dari niat anda untuk berbuat sesuatu dalam usaha melepaskan diri dari apa dan bagaimana cara memikirkannya, tapi yang lebih penting dalam niat anda adalah kemampuan menggerakkan berpikir dalam hal menemukan sesuatu yang baru dalam kerangka berpikir kreatif. Berpikir kreatif membutuhkan kekuatan mental sebagai unsur yang sangat menentukan dalam membangkitkan semangat, semangat dapat tumbuh dan berkembang akan ditentukan oleh kebiasaan dalam mengaktualisasikan berpikir ke arah yang positip.

Yang menjadi persoalan anda adalah bagaimana caranya anda memulai untuk menggali tambang emas yang ada dalam diri anda ? Cobalah anda renungkan makna kreativitas dalam usaha anda untuk membangkitkan kebiasaan dalam mental yang positip.

(16)

kekuatan pikiran ada di otak bawah sadar. Simaklah kekuatan pikiran anda untuk membangkitkan kemampuan berpikir kreativitas anda.

MAKNA KREATIVITAS

Dengan memahami makna kreativitas dari unsur kata yang saling kait mengait, memudahkan kemampuan anda untuk mengingat kembali dalam pola pikir untuk menggerakkan proses dalam anda berpikir sbagai suatu langkah awal untuk mencoba menjalani hidup masa depan karena disitulah terletak dari anda tidak tahu menjadi tahu. Unsur huruf dalam kreativitas itu dapat diungkapkan sebagai berikut :

Empat hurup pertama KEBERADAAN RASIONAL EMOSIONAL AKAL (KREA) dalam kreativitas mengandung arti tahap pertama dalam pola pikir anda mencoba memberikan arah dari keberadaan rasional, emosional dan akal dalam otak sehingga anda dapat mendorong pemanfaatan fungsinya dalam proses berpikir. Rasional menggambarkan arah pikiran yang logis dan bersistem, berada dalam otak atas sebelah kiri. Emosional menggambarkan sentuhan perasaan, berada dalam otak atas sebelah kanan. Akal mengambarkan kemampuan melihat cara-cara memahami lingkungan, berada dalam otak bawah sadar. Jadi dalam usaha anda untuk meningkat kemampuan kreativitas dalam pola dan proses pikir anda harus meyakini benar mempergunakan alat pikir kesadaran (emosional), kecerdasa (rasional) dan akal. Anda harus mampu menempatkan urutannya dalam melaksanakan untuk berpikir.

Empat huruf kedua TAWAKAL IMAJINASI VISI IMPLEMENTASI (TIVI) dalam kreativitas mengandung arti tahap kedua dalam pola pikir yang akan digerakkan dalam proses berpikir dengan tawakal, imajinasi, visi dan implementasi. TAWAKAL artinya semua usaha anda dalam berpikir dengan menyerahkan diri kepada yang maha kuasa, agar IMAJINASI anda dapat diwujudkan sebagai suatu gagasan yang dapat dirumuskan kedalam VISI sebagai suatu cara untuk menggariskan suatu cita-cita masa depan melalui suatu IMPLEMENTASI kedalam pola dan proses berpikir.

(17)

Tiga huruf ketiga TERBIASA ANTUSIAS SADAR (TAS) dalam kreativitas mengandung arti tahap ketiga dalam pola dan proses pikir dengan terbiasa, antusias dan sadar. TERBIASA artinya pola dan proses pikir itu dalam kreativitas menjadi suatu kebiasaan yang harus ditumbuh kembangkan sebagai usaha dalam kemampuan memanfaatkan otak secara berkelanjutan. ANTUSIAS artinya membangkitkan semangat yang didorong oleh kebiasaan mental untuk berpikir kreatip. SADAR artinya memiliki kemampuan dalam berpikir sebagai “seluruh kisaran proses mental yang sadar” untuk menggerak otak alat pikir dan hati alat menghayati.

RINGKASAN

Mengembangkan bakat kepemimpinan melalui kreativitas individu sebagai pelaksanaan prinsip keempat ditentukan oleh kemampuan individu untuk menggerakkan kekuatan pikiran yang ada didalam otak, galilah tambang emas yang ada dalam diri sepuas hati anda. Untuk memberikan daya dorong kita mencoba menafsir unsur kata dalam kreativitas itu sendiri seperti (K) EBERADAAN, (R) ASIONAL, (E) MOSIONAL, (A) KAL, (T) A-WAKAL, (I) MAJINASI, (V) ISI, (I) MPLEMENTASI, (T) ERBIASA, (A) NTUSIAS, (S) ADAR.

Dengan memahami makna kata tersebut kita mencoba, meletakkan landasan atas kepercayaan diri artinya meyakini kemampuan kita dalam melakukan hal-hal tertentu. Jadi percaya diri akan timbul bila anda memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan yang bisa anda lakukan itu sehingga mampu menyalurkan segala yang anda ketahui dan segala yang anda kerjakan.

Saat anda merenung makna kata yang kita utarakan diatas, gerakkan kepercayaan diri bahwa anda mampu menggali tambang emas yang ada dalam diri anda yaitu pikiran anda melalui kesadaran, kecerdasan dan akal sebagai alat berpikir dengan mengungkapkan pertanyaan atas what to do, whay to do, where to do, when to do, who to do, dan how to do sehingga membentuk peta-peta pikiran yang dapat anda kembang sesuai dengan niat yang telah anda tetapkan.

Renungkan ungkapan dibawah ini sebagai usaha membangkitkan percaya diri :

(18)

pengeta-huan dari pengalaman. Anda tahu firasat, mengerti gerak-gerik manusia dan tahu ke mana tujuan jalan ditempuhnya.”

Dalam merenung cobalah anda membayangkan bahwa ubahlah cara berpikir anda, maka dunia anda akan berubah.

KREATIVITAS KELOMPOK PRINSIP KELIMA

PENDAHULUAN

Kreativitas individu bila dipindahkan kedalam kreativitas kelompok sudah tentu akan menjadi lebih baik dari cetusan wawasan dan imajinasi sebagai individu karena kita akan mendapatkan sumber pemikiran yang diciptakan oleh kekuatan pikiran dari kelompok.

Dalam praktek kerja kelompok harus kita bedakan dengan kerja tim karena kerja kelompok adalah kumpulan beberapa individu yang berkumpul berdasarkan persamaan ciri-ciri atau kepentingan yang didorong kemampuan individu yang dapat bekerjasama untuk mendorong mental individu, melahirkan ide/gagasan lebih banyak serta individu lebih dekat dalam berkomunikasi. Sedangkan kerja tim adalah jenis khas kelompok kerja tim harus diorganisasikan dan dikelola secara berbeda dengan jenis kelompok kerja lainnya.

Dengan adanya kebersamaan kepentingan, kita dapat melihat kerja sama yang baik seperti musik yang digemari, dimana ada yang megarang lagu dan ada yang lainnya menciptakan nada. Jadi kelompok bila terdapat pasangan yang cocok, akan melahirkan ide/gagasan yang lebih baik.

Untuk mendapatkan kelomppok yang sejalan dengan kreativitas individu, maka kerja sama dapat terwujud bilamana adanya kesamaan dalam 1) menentukan waktu dan tempat untuk berpikir; 2) harus ada daya dorongnya untuk melahirkan gagasan baru; 3) mengadakan pertemuan tatap muka dan berpikir bersama-sama; 4) berpikir sendiri setelah pertemuan agar dapat mencetuskan gagasan baru; 5) memilih alternatip dari gagasan yang ada atas pertemuan berikutnya; 6) adanya kemauan bersama untuk menahan diri dari perdebatan yang dapat merusak suasana komunikasi.

(19)

secara teliti ; USAHA artinya tingkatan berpikir kedua dimana mendorong anggota untuk meningkatkan berpikir dari vertical atau biasa disebut juga konvergen mengandung makna menuju kerah satu jawaban menjadi berpikir divergen atau disebut juga berpikir lateral mengandung makna berpikir kesamping dalam mencari jawaban sebanyak mungkin ; INKUBASI artinya tingkatan berpikir ketiga dimana anggota kelompok akan didorong untuk menekan persoalan ke bawah kesadaran ; PENGERTIAN artinya tingkatan berpikir keempat dimana anggota kelompok untuk mendorong menemukan cahaya hati sebagai fajar yang menginsafkan orang akan ditemukan jawaban ; EVALUASI artinya tingkatan berpikir kelima dimana anggota kelompok untuk mendorong agar menilai dengan kritis ide / gagasan yang telah diperoleh. Pola dan proses inilah yang akan dilakukan agar kreativitas kelompok menjadi effektif.

MAKNA KREATIVITAS KELOMPOK

Bertitik tolak dari makna kreativitas individu sebagai daya dorong, maka makna kreativitas kelompok terbentuk sebagai suatu usaha untuk menggerakkan wawasan dan imajinasi dari beberapa pikiran untuk mendapatkan banyak ide / gagasan dari sekelompok manusia dalam waktu yang lebih pendek.

Pola dan proses berpikir dari beberapa orang yang tergabung dalam kelompok untuk mewujudkan wawasan dan imajinasi individu menjadi kelompok melalui aktivitas dengan melaksanakan SUMBANG SARAN.

Marilah kita mencoba untuk memahami makna SUMBANG SARAN dari singkatan huruf yang terdiri dari SUMBER (SUM), BANGGA (BANG), SABAR (SA), RANCANGAN (RAN).

Dari gabungan huruf menjadi kata dalam SUMBANG SARANG mengandung arti bahwa SUMBER untuk melaksanakan aktivitas bertolak dari keBANGGAan semua orang yang bergabung dalam kelompok dapat mengaktualisasikan dirinya kedalam sifat SABAR untuk dapat melakssanakan RANCANGAN bahwa menggabungkan wawasan dan imajinasi individu menjadi gagasan / ide yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan ke-pentingan individu, kelompok dan organisasi sebagau sesuatu tuntutan dari perubahan.

Dengan demikian, maka makna Kreativitas kelompak adalah proses pelaksanaan sumbang saran itu dengan menggariskan tahapan tindakan sbb.:

(20)

sebenarnya setiap individu telah mengetahui duduk persoalan sehingga partisipasi menjadi efektif, diharap-kan agar tidak terjadi perdebatan yang berkepanjangan.

2) Untuk menghambat pandangan jauh melebar dan menjadi tidak terfokuskan, maka pertemuan kelompok itu dapat melahirkan rumusan baru untuk dapat mendudukkan gagasan / ide menjadi satu rumusan gagasan / ide kelompok yang lebih jelas dan terarah.

3) Setelah mendapatkan rumusan gagasan / ide kelompok diberikan ruang gerak untuk mengembangkan sehingga menjadi lahirnya ide-ide baru, jadi tidak menekankan soal yang berkaitan kualitas melainkan menekankan kuantitas.

4) Mengevaluasi gagasan / ide yang dihasilkan oleh pimpinan kelompok untuk menghidari suatu perdebatan yang panjang oleh kelompok yang akan berdampak adanya pikiran yang sangat mempertahankan pendapat dengan segala macam argumentasinya. Jadi evaluasi cukup dilakukan oleh pimpinan kelompok dengan terlebih dahulu merumuskan kreteria apa yang dipergunakan untuk menilai gagasan / ide yang dapat diteruskan atau digugurkan. Tentu saja merupakan langkah yang berlawanan dengan aktivitas sumbang saran karena lebih menekan makna evaluasi menuju ke kualitas, sehingga pertanyaan yang ditimbulkan memang dengan sengaja ditujukan kerah dimana gagasan / ide banyak mengandung kelemahan sehingga perlu digugurkan.untuk tidak diteruskan.

RINGKASAN

Pola dan proses berpikir kedalam kreativitas kelompok haruslah dipandang sebagai suatu peningkatan berpikir biasa artinya dibentuk dari pengalaman individu dengan perantaraan indera (apa yang mereka lihat, dengar, sentuh, cium dan dicicipi) yang membentuk pengalaman-pengamalan dan diikuti kemampuan mereka untuk pengamatan, tanggapan, dan penyadaran dari yang dilaporkan pancaindera dari dunia luar menghasilkan pengetahuan. Tapi itu tidak berati setiap individu tidak mengenal dalam bentuk berpikir lainnya yang disebut dengan berpikir logis, ilmiah, filsafat dan theologis.

Jadi berpikir kedalam kreativitas kelompok mendorong terwujudnya berpikir logis artinya suatu tahapan berpikir manusia untuk mencapai ke-benaran yang sesuai dengan kaidah-kaidah logika. Untuk mencapai kebenaran dalam berpikir itu maka cara manusia berpikir haruslah tepat dan benar atas dasar logika.

(21)

berpikir sumbang saran. Oleh karena itu sumbang saran sudah selayaknya dikembangkan sebagai alat manajemen dan pimpinan.

Langkah berpikir dengan memanfaatkan pelaksanaan sumbang saran dengan harapan dapat diwujudkan suatu kebenaran maka langkah-langkah berpikir itu harus ditempuh dengan tahapan yang disebut dengan tahapan menyusun konsep, membentuk pendapat dan menarik kesimpulan.

INOVASI ORGANISASI PRINSIP KEENAM :

PENDAHULUAN

Bila kreativitas kelompok dikembangkan dan dilola oleh suatu tim secara formal dibentuk maka kreativitas berubah wujud menjadi inovasi yang digerakkan oleh profesional teknis tapi sebaliknya mungkin kurang mendapatkan perhatian oleh pimpinan puncak.

Dengan aktivitas inovasi yang digerakkan oleh suatu tim kerja kelompok secara formal merupakan langkah kerja berpikir ilimiah (objektif, rasional, sistematis, generalisasi), maka inovasi organisasi prinsip keenam yang harus ditumbuh kembangkan dari pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan dengan jalan observasi, riset, eksperiment, persaksian dan otoritas dari para ahli, sehingga inovasi organisasi merupakan tantangan kepemimpinan untuk menterjemahkan keinginan berinovasi ke dalam lingkungan organisasi.

Jadi inovasi organisasi yang sukses haruslah didukung dan digerakkan oleh kepemimpinan puncak, yang memiliki tujuan tertentu dan dihasilkan dari analisa, sistem dan kerja keras tim kerja kelompok sebagai satu proses dua langkah artinya pertama inovasi itu sendiri, kedua suatu usaha yang berisiko tinggi untuk mengubah penemuan menjadi suatu produk atau proses yang berpotensi komersil.

(22)

dilakukan ; 5) agar terjadi kesinambungan aktivitas inovasi yang berhasil, maka hasil akhir lebih menekankan ke orientasi kepemimpinan bukkan menciptakan laba yang besar.

Dengan mengikuti prinsip keharusan yang kita sebutkan diatas, maka suksesnya aktivitas inovasi organisasi juga ditentukan sekelompok orang yang duduk dalam tim, sehingga tim sebagai pelaku dalam kelompok kerja haruslah mampu mewujudkan komunikasi yang effektif sesuai dengan peran-peran yang dilakukan untuk setiap individu, apakah ia berperan sebagai driver (mengandalkan berpikir intuitif), planner (mengandalkan berpikir logis), enabler (mengandalkan kepercayaan diri dalam keputusan yang dapat dikomunikasikan dengan baik), exec ( mengandalkan pengamatan dan perasaan secara realistis), controller ( mengandalkan berpikir analitis).

MAKNA INOVASI ORGANISASI

Untuk mendalami makna inovasi organisasi, sebagai suatu perwujutan dari konsentrasi dalam membangkitkan imajinasi oleh tim, maka unsur huruf yang membentuk kata dapat memberikan daya dorong dalam proses berpikir :

Huruf pertama menjadi kata INISIATIF (I) mengandung arti sikap dan perilaku yang dikembangkan dalam proses berpikir untuk memulai sesuatu dengan menggerakkan alat pikir atas fungsi otak sebagai langkah awal membentuk pengetahuan dari pengalaman sebagai penelitian dasar.

Huruf kedua menjadi kata NALAR (N) mengandung arti kemampuan menggerakkan alat pikir atas fungsi otak sebagai proses mental dalam mengembangkan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip untuk mengidentifikasikan penerapan potensi khusus pengetahuan sebagai penelitian terapan.

Huruf ketiga menjadi kata OPTIMAL (O) mengandung arti kemampuan menggerakkan alat pikir atas otak pada semua kegiatan inisiatip dan nalar kedalam kondidi yang terbaik agar seluruh penerapan potensi yang teliti kedalam model suatu proses dan atau produk sebagai pengembangan.

(23)

Huruf kelima menjadi kata AKTIVITAS (A) mengandung arti kemampuan menggerakan seluruh sumber daya yang tersedia secara produktif untuk membentuk suatu proses dan atau produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Huruf keenam menjadi kata SARANA (S) mengandung arti kemampuan mengerakkan segala sesuatu sebagai sarana untuk mewujudkan distribusi yang mengarah kepada segmentasi pemasaran yang tepat.

Huruf ketujuh menjadi kata ILMU (I) PENGETAHUAN MODERN mengandung arti kemampuan memanfaatkan alat pikir atas otak dalam mengkoordinasikan tahapan penelitian dasar, terapan, pengembangan, pilot kedalam aktivitas yang terintergrasi dengan sumber daya yang terbatas berdasarkan landasan teori modern dan analisis bersistem terhadap data lapangan tertentu.

RINGKASAN

Dengan mengungkapkan makna inovasi organisasi melalui huruf dan kata diatas, diharapkan setiap anggota tim dalam kelompok kerja dapat memahami bahwa imajinasi dan wawasan menjadi daya dorong dalam mewujudkan kreativitas menjadi inovasi yang didukung oleh manajemen puncak.

Melaksanakan inovasi dengan tingkat resiko yang rendah haruslah disusun berdasarkan suatu perencanaan secara sistimatis dan dilaksanakan sesuai dengan tahapannya. Oleh karena itu, Peran tim dalam kerja kelompok haruslah dapat memanfaatkan sinergi dari peran driver, planner, enabler, exec dan controller kedalam aktivitas yang terintergrasi agar sumber daya yang terbatas dapat dioptimalkan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan.

ANALISIS MASA DEPAN PRINSIP KETUJUH :

PENDAHULUAN

(24)

Membangkitkan kesadaran itu adalah dengan jalan kita berpikir artinya kita menyadari benar bahwa seluruh kisaran proses mental yang sadar terjadi karena menggerakkan fungsi otak sebagai alat pikir dan hati sebagai alat menghayati. Dengan demikian meningkatkan keterampilan berpikir yang metodis (yang disadari) merupakan kerja dari dua unsur organ yang ada dalam diri kita yaitu unsur otak dan hati merupakan kebutuhan hidup sebagai prinsip yang harus dikembangkan secara berkesinambungan.

Mengintegrasi intuisi dan analisis membentuk pola-pola berpikir yang kita sebut dengan pola berpikir biasa ( bergaul dengan pengalaman inderawiah untuk membentuk ketahuan-ketehuan); pola berpikir logis ( suatu teknik penalaran untuk dapat menarik kesimpulan yang sah); pola berpikir ilmiah (secara sistematis, metodis dan objektiff dalam rangka mencapai kebenaran dalam ilmu pengetahuan); pola berpikir filsafat (dialektis yang terarah untuk mendapatkan kebenaran yang hakiki, intergral dan universal); pola berpikir theologis (menurut islam artinya corak berpikir Qur’ani yang bertujuan untuk mencapai suatu keyakinan bahwa Allah swt adalah Wujud Al Haq).

Untuk menggungkapkan kesadaran dalam memandang gejala atau situasi masa depan untuk memprediksikannya atas gelombang ketidakpastian melalui pola dan tren sebagai proses yang kita sebut dengan extension (memmbayangkan bagaimana semua itu terus berkembang); elaboration (proses modifikasi, pengembangan lebih lanjut); recycling (daur ulang karena proses lama yang telah dikenal); pattern reversals (penyesuaian yang wajar sebagai hasil ketegangan); strange attraction (pola atau tren yang janggal yang tidak

mungkin untuk

diprediksikan); chaos ( ketidak teraturan bentuk yang komplek sebagai pengetahuan tentang yang bakal terjadi)

Membangkitkan kesadaran untuk memahmi atas analisis masa depan melalui pola atau tren dalam proses berpikir memberikan kemampuan untuk mengantisipasi situasi yang dapat diidintifikasi menjadi masalah yang dihadapi dengan pemahaman atas penelurusan, bahasa, gaya hidup, ketinggalan zaman, kebebasan berpikir, ajukan pertanyaan mendasar, menyimpan data, kesemuanya itu berorientasi dan meninjau hal-hal yang terkait kedalam diri sendiri serta menangkap apa-apa yang terjadi diluar diri kita. Selanjutnya kesadaran yang dipusatkan dapat mempertajam pancainde-ra kita kesatu arah perhatian.

MAKNA KESADARAN

(25)

menggerakkan unsur jiwa dalam bentuk kesadaran, yang juga berperan sebagai alat pikiran, maka aktualisasinya dapat digerakkan dengan memahami makna kesadaran dari huruf dan kata sebagai berikut :

Huruf pertama (K) menjadi kata KETERAMPILAN mengandung arti kecakapan untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan kesadaran memanfaatkan ilmu (informasi) dan pengetahuan (pengalaman) dalam menghayati perubahan situasi.

Huruf kedua (E) menjadi kata EMOSI mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan kesadaran memanfaatkan kejujuran emosi, mengendalikan emosi, mengelo-la emosi dan sumber intuisi praktis.

Huruf ketiga (S) menjadi kata SENSITIVITAS mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan kesadaran memanfaatkan motivasi atas keamanan, memiliki, pengakuan, kualitas kerja, aktualisasi diri dalam memenuhi pengharapan dan kebutuhan.

Huruf keempat (A) menjadi kata AKSES mengandung arti menggerakkan kemampuan berpikir dengan kesadaran memanfaatkan jalan menuju ke arah pemahaman atas perubahan ke masa depan.

Huruf kelima (D) menjadi kata DAYA mengandung arti menggerakkan kemampuan berpikir dengan kesadaran memanfaatkan daya guna dalam menjalankan pemahaman atas pelaksanaan yang sejalan dengan tuntutan perubahan.

Huruf keenam (A) menjadi kata ADAPTASI mengandung arti menggerakkan kemampuan berpikir dengan kesadaran memanfaatkan daya adaptasi atas perubahan lingkungan.

Huruf ketujuh (R) menjadi kata RADIKAL mengandung arti menggerakkan kemampuan berpikir dengan kesadaran memanfaatkan daya pikir, daya kreasi, untuk mengetahui sesuatu yang tidak diketahui sebelumnya.

Huruf kedelapan (A) menjadi kata ANTISIPASI mengandung arti menggerakkan kemampuan berpikir dengan kesadaran memanfaatkan penelitian strategis melalui proses memahami apa yang dapat mempenga-ruhi, berpikir horizontal, berpikir vokus menjadi suatu pemetaan dan penggambaran.

(26)

Dengan mengungkapkan huruf dan kata dalam makna kesadaran, sebagai langkah kita untuk menggerakkan kemampuan berpikir melalui proses Kecerdasan (K), dengan Emosi (E) dan Sensitivitas (S) membuka Akses (A) agar Daya (D) atas usaha Adaptasi (A) me-miliki kekuatan berpikir secara Radikal (R) dalam Antisipasi (A) untuk memetakan dan menggambarkan masa depan dengan berpikir horizontal dan tervokuskan dengan Naluri (N) untuk memahami apa-apa yang mempengaruhi hal-hal yang baik dan buruk.

RINGKASAN

Kesadaran sebagai alat pikir harus dapat kita tumbuh kembangkan dengan mengoptimalkan otak atas sebelah kanan yang berfungsi imajinasi, kreativitas, gambar, ritme, seni yang tidak terikat parameter ilimiah dan matematis.

Dengan menggali tambang emas yang ada pada diri kita, yang kita sebut pikiran baru dimanfaatkan 1 % menurut para ahli, potensi yang besar itu sangat tergantung pada kita untuk menggalinya.

Menggerakkan kesadaran sebagai alat pikir secara berkesinambungan haruslah merupakan usaha untuk membentuk kebiasaan dalam proses berpikir karena disitulah terletak kita memulai memanfaatkan otak dalam pemberdayaan memori, emosi dan naluri agar analisis strategis bergerak sejalan dengan tuntutan perubahan, tanpa itu maka proses berpikir kita tidak membentuk kebiasaan untuk mengintergrasikan unsur otak dan hati. Jadi dengan menghayati makna kesadaran melalui huruf menjadi kata bermakna akan memberikan daya dorong untuk kita bisa berpikir metodis dalam mengembangkan kesadaran kepemimpinan agar kita mampu meningkatkan keterampilan dalam memahami kekuatan pemikiran dan membentuk kebiasaan pikiran yang sehat serta produktif.

Jadi dengan mengembangkan kesadaran kepemimpinan dapat mendorong keterampilan dalam mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan 1) kemampuan menidentifikasi dan membuat daftar pusat perhatian dari beragam situasi yang dihadapi; 2) memilah-milah pusat perhatian menjadi pusat perhatian yang utama; 3) menggariskan tingkat prioritas-nya yang terkait dengan dampak, urgensi dan kecenderunganprioritas-nya; 4) selanjutprioritas-nya ia me-nentukan keterampilan apa yang dibutuhkan dalam menghayati langkah berikutnya dalam berpikir.

MERESPON ANTISIPATIF PRINSIP KEDELAPAN :

(27)

Hasil kerja kesadaran belumlah berarti apa-apa, sehingga kesadaran belaka tidak berdaya karena kesadaran menyadarkan apa-apa, barulah bermakna merespon antisipatip sebagai prinsip kedelapan karena melalui kecerdasan melaporkan kepada kita situasi permasalahan dan hubungan-hubungannya.

Oleh karena itu mengembangkan kecerdasan kepemimpinan dalam merespon antisipatif merupakan prinsip kedelapan merupakan langkah untuk memanfaatkan otak atas sebelah kiri adalah yang berperan untuk mengendalikan tubuh bagian kanan dengan fungsi menangani angka, lokika, analisis, sains, matematika dan hal lain yang terkait

dengan pemikiran rasional.

Jadi kecerdasan sebagai alat pikir dalam merespon atas hasil kerja kesadaran, maka sebelum kita membuat langkah-langkah atas masalah-masalah yang kritis, pokok dan insidentil serta hubungan-hubungannya satu sama lain, maka proses berpikir tersebut dalam memandang masa depan terhadap situasi dari dalam dan dari luar lingkungan sendiri menuntun pemahaman kita saling keterkaitan antara hasil kerja kesadaran dan kecerdasan untuk melakukan proses perubahan itu sendiri.

Dengan kecerdasan pula yang akan menuntun pemahaman atas proses perubahan yang akan menjelaskan tentang cara dalam proses perubahan itu sendiri dengan gaya bertahap (mengambil langkah sedikit demi sedikit dan berkelanjutan menjadi besar) ; gaya perubahan sistimatik (melakukan perubahan transformasi total sebagai tuntutan untuk merespon dengan cepat dan komprehensif). Gaya manapun yang akan diterapkan, menuntut adanya perubahan yang berencana, sehingga dalam mengaktualisasikan kecerdasan da-lam proses berpikir haruslah berusaha untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang mengarah kepada disfungsional (perkecualian, paksaan) atau perubahan-perubahan yang mengejutkan.

Sejalan dengan ungkapan diatas, maka kecerdasan sebagai alat pikir dan sebagai unsur jiwa dalam menangkap hal-hal yang terkait dengan masa depan, tidak dapat melepaskan dari pemikiran-pemikiran dari pengalaman masa lalu, sehingga pengetahuan yang terbentuk dari pengalaman masa lalu menghasilkan pengetahuan masa sekarang membuka jalan untuk meramalkan masa depan.

MAKNA KECERDASAN

(28)

Huruf pertama (K) menjadi kata KETERAMPILAN mengandung arti kecakapan untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan kecerdasan memanfaatkan ilmu (informasi) dan pengetahuan (pengalaman) dalam menghayati keadaan masalah dan hubungannya.

Huruf kedua (E) menjadi kata EMOSI mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan kecerdasan dalam memanfaatkan potensi unik, komitmen, intergritas dan pengaruh tanpa kekuasaan.

Huruf ketiga (C) menjadi kata CAKRAWALA mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan jangkauan pandangan dan adanya kecelasan arah.

Huruf keempat (E) menjadi kata EKSPANSIP mengandung arti sikap dan perilaku untuk melaksanakan kemampuan berpikir yang bebas dan terbuka.

Huruf kelima (R) menjadi kata RASIONAL mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan pendapat yang bersistem dan logis.

Huruf keenam (D) menjadi kata DETEKSI mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerak kemampuan berpikir dengan memanfaatkan usaha menemukan atau melacak dalam mendeteksi hal-hal yang terkait ke masa depan.

Huruf ketujuh (A) menjadi kata AMBISI mengandung arti kekuatan sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan naluri yang ditimbulkanya secara baik.

Huruf kedelapan (S) menjadi kata STRUKTUR mengandung arti sebagai daya dorong untuk menggerakkan kemampuan berpikir dengan memanfaatkan bagaimana cara sesuatu disusun atau dibangun.

Huruf kesembilan (A) menjadi kata ANTISIPASI mengandung arti sikap dan perilaku yang mampu memotivasi kemampuan berpikir dengan memanfaatkan penyesuaian atas perubahan yang akan terjadi.

(29)

Dengan mengungkapkan huruf dan kata dalam makna kecerdasan sebagai langkah untuk menindak lanjuti dari hasil kesadaran dengan menggerakkan kemampuan berpikir melalui proses Keterampilan (K), atas pemahaman kedalaman Emosi (E) yang memiliki Cakrawala (C) secara Ekspansip (E) dan Rsional (R) untuk melakukan Deteksi (D) sesuai dengan Ambisi (A) yang benar dengan Struktur (S) berlandaskan Antisipasi (A) berdasarkan Nalar atas pehaman yang mendalam atas fakta dan prinsip.

RINGKASAN

Kecerdasan sebagai alat pikir harus dapat kita tumbuh kembangkan dengan mengoptimalkan otak atas sebelah kiri yang berfungsi menangani angka, logika, analis, sains, matematika dan hal lain yang terkait dengan pemikiran rasional.

Bila dengan kesadaran mengungkapkan untuk menyadarkan apa-apa, maka dengan kecerdasan memberitahukan dalam pikiran kita keadaan masalah dan hubungan-hubungannya, maka memanfaatkan kecerdasan dalam proses berpikir akan membentuk kebiasaan agar segala sesuatu untuk dipikirkan kesinambungan komunikasi antara kecerdasan dengan kesadaran.

Dengan demikian mengembangkan kecerdasan kepemimpinan yang dido-rong oleh pemahaman huruf dan kata yang bermakna atas kecerdasan membentuk kebiasaan dalam proses berpikir untuk meningkatkan keterampilan berpikir secara sadar dan metodis dalam menumbuh kembangkan rasa optimis, percaya diri dan tetap berhubungan dengan realitas dalam memprediksi atas masalah dan hubungannya atas peristiwa yang bakal terjadi.

Jadi dengan mengembangkan kecerdasan kepemimpinan dapat mendorong keterampilan dalam mengungkapkan tindak lanjut dari hasil kesadaran menjadi usaha-usaha mengungkapkan hal-hal yang terkait dengan proses analisis penyebabkannya dengan langkah berpikir kedalam 1) merumuskan masalah yang dihadapi dengan menyatakan masalah kritis, pokok dan insidentil ; 2) menetapkan perbandingan yang terbaik melalui what, where, when dan magnitude ; 3) mengidentifikasi kejelasan yang terkait antara fakta-fakta yang diopservasi dengan fakta-fakta dibandingkan; 4) merespon penyebab

dan membuktikan.

PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PRINSIP KESEMBILAN

(30)

Proses berpikir mencakup dua lingkungan yaitu lingkungan alam sadar dan alam bawah sadar. Untuk menggerakkan proses berpikir dalam alam sadar memanfaatkan otak atas dimana masing-masing otak (kiri dan kanan) harus dapat memberikan rangsangan satu sama lain, jangan sampai terjadi salah satu tidak berperan sebagaimana layaknya. Jadi kesadaran (otak atas kanan) dan kecerdasan (otak atas kiri), keduanya menjadi alat pikir dari otak.

Sedangkan otak bawah sadar, yang juga disebut otak kecil artinya ia berpusat di hati oleh karena itu, ia berperan untuk mengendalikan semua fungsi tubuh yang tidak disadari dan otomatis, sehingga otak bawah akan bekerja secara terpisah dengan otak atas.

Jadi otak bawah sadar yang kita sebut dengan Akal mengandung arti dari satu sisi sebagai ilmu tentang hakikat segala sesuatu, letaknya dalam hati dan disisi lain kata Akal itu dipergunakan kepada yang mengenal ilmu itu ialah hati yakni benda halus dan indah itu. Jadi hati akan berperan untuk menghayati dalam mengendalikan emosi, seksualitas dan pusat kenikmatan, oleh karena itu otak bawah sadar yang kita sebut Akal sebagai alat pikir. Proses berpikir dengan memanfaatkan otak bawah sadar menjadi hasil kerja hati dengan penghayatan yang juga kita sebut dengan intuisi. Dengan demikian intuisi termasuk salah satu bentuk berpikir juga.

Kesadaran menyadarkan apa-apa, namun kecerdasan memberitahukan kepaada kita keadaan masalah dan hubungan-hubungannya. Apakah gerangan bahaya bagi kita. Itu saja tidak cukup dalam proses berpikir, yang menjadi persoalan berikutnya adalah bagaimana kita menghindarinya atau menumpasnya. Disnilah tampil prinsip kesembilan sebagai suatu proses berkir yang muncul kepermukaan yang disebut dengan akal sebagai alat pikir untuk mencari jalan untuk tujuan itu.

Dengan Akal dalam proses berpikir menunjukkan dimana letak bahaya, jenis bahaya, apa segara datang atau berlagsung tetap sebagai bahaya, bagaimana ia dapat dihindarkan, selanjutnya menunjukkan jalan dan cara-caranya mencapai tujuan itu agar supaya dilaksanakannya. Itulah pekerjaan akal. Dalam hal tertentu, ia juga bekerja membuat pertimbangan-pertimbangan tertentu.

(31)

pikiran sebagai kecakapan jiwa yang didalam fungsinya bertindak serentak sebagai tri-tunggal dan merupakan alat pikiran yang utama untuk kita kembangkan.

MAKNA AKAL

Untuk menggerakkan atas pemanfaatan otak bawah sadar yang juga disebut proses ber-pikir intuitif untuk merespon hasil kesadaran dan kecerdasan, maka diperlukan pemaham-an makna akal melalui huruf dpemaham-an kata dengpemaham-an ungkappemaham-an seperti dibawah ini :

Huruf pertama (A) menjadi kata ANTISIPATIF mengandung arti sikap dan perilaku yang bersifat tanggap terhadap sesuatu yang akan terjadi dari proses hasil berpikir kesadaran dan kecerdasan dalam memberikan jawaban atas bagaimana cara dan melaksanakannya.

Huruf kedua (K) menjadi kata KALBU mengandung arti kemampuan mengintergrasikan dalam proses berpikir terhadap otak atas kiri dan kanan sebagai alat pikir disatu sisi dan disisi lain hati sebagai alat menghayati, bagaimana membuat keputusan yang benar pada saat yang tepat.

Huruf ketiga (A) menjadi kata ANTISIPASI mengandung arti melakukan penyesuaian sikap dan perilaku sesuai dengan tuntutan perubah-an atas peristiwa-peristiwa yang bakal terjadi sehingga perlu mendorong keterampilan-keterampilan yang terkait dengan menghindari masalah.

Huruf keempat (L) menjadi kata LAHIRBATIN mengandung arti segenap hati menjalankan prinsip-prinsip kepemimpinan dalam proses berpikir untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui sebagai kisaran proses mental yang sadar dalam mengaktualisasikan proses pengambilan keputusan.

Dengan mengungkapkan huruf dan kata dalam makna akal sebagai langkah kita untuk menggerakkan kemampuan berpikir melalui proses Antisipatif (A) dengan percaya diri sebagai wujud dari Kalbu (K) yang dapat menhayati atas pemanfaatan otak untuk melak-sanakan Antisipasi (A) berdasarkan keyakinan Lahir-batin (L) dalam proses pengambilan kepuutusan.

RINGKASAN

(32)

dari keputusan; 2) adakah suatu keputusan sesungguhnya diperlukan sekarang; 3) apa kreteria pemilihan; 4) apa alternatif yang seharusnya anda pertimbangkan; 5) apa resiko yang dihadapi; 6) seberapa jauh keseriusan resiko tersebut.

Bagaimanapun juga hasil kerja akal dengan penghayatan akan merespon pertanyaan-pertanyaan yang kita kemukakan diatas dari unsur otak dan hati artinya otak sebagai alat pikir dan hati sebagai alat menghayati. Dengan demikian kita berpikir dalam kerangka yang metodis atau dengan kata lain berpikir yang disadari. Sejalan dengan pemikiran diatas maka proses berpikir dengan memanfaatkan akal sebagai alat pikir menuntun kita dalam proses berpikir dengan tahapan sebagai berikut :

Langkah pertama, adalah membuat pernyataan atas maksud keputusan, dengan mengajukan pertanyaan 1) adakah saya sedang mencoba membuat apa pilihan; 2) mengapa perlunya keputusan ini; 3) apa keputusan yang dibuat sebelumnya. Dengan membuat tiga pertanyaan tersebut kita mencoba merumuskan maksud tujuan pengambilan keputusan.

Langkah kedua, adalah menggariskan kreteria sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan, jadi keputusan yang baik adalah mendapatkan hasil yang diperlukan berdasarkan kreteria yang ditetapkan.

Langkah ketiga, adalah mengembangkan dan membandingkan alternatif-alternatif sebagai suatu langkah untuk menentukan pilihan atasnya.

Langkah keempat, adalah langkah untuk mengambil keputusan yang terbaik melalui analisis resiko artinya mengidentifikasi dan menilai resiko.

Berpikir secara metodis yang kita bilan kemukakan diatas menuntut adanya keterampilan kepemimpinan dalam memanfaatkan tri-tunggal sebagai unsur jiwa dalam proses pengambilan keputusan, bagaimana membuat keputusan yang benar pada waktu yang tepat.

5. KOMPETENSI KEPEMIMPINAN ABAD 21 :

(33)

Bila dipergunakan suatu pendekatan yang dinamakan “Berpikir”, maka pola kepemimpinan menunjukkan perbedaan sebelum tahun 1970, memasuki tahun 1980, setelah tahun 1990 dan memasuki tahun 2001 (abad 21).

Berpikir pada periodesasi tersebut menunjukkan perbedaan, perbedaan tersebut ditandai oleh adanya : 1) Apabila kita menghadapi persoalan diluar kebiasaan ; 2) Persoalan diluar kebiasaan kita namakan “daya dorong kritis” ; 3) Daya dorong kritis menjadi penting bila kita kaitkan dengan “waktu”.

Dengan memperhatikan tingkatan dan kualitas permasalahan yang dihadapi membuat perbedaan dalam pola kepemimpinan pada daur hidup suatu organisasi. Pada dasarnya bahwa permasalahan yang menuntut seorang pemimpin harus berpikir untuk memecahkannya dan dikaitkan periode waktu, maka model kepemimpinan kita kelompokkan menjadi :

a. Kepemimpinan sebelum memasuki tahun 1970 : ditunjukkan dengan adanya masalah normal dengan sifat sering dihadapi dan segera dapat diidentifikasi penyebabnya, yang kita sebut dengan masalah normal biasa artinya pemecahan dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya in-ternal yang tersedia. Kepemimpinan dalam masa ini menekankan hal-hal yang berkaitan dengan :

1) berusaha dalam merasionalisasikan dan mengilimiahkan bagaimana cara kerja yang dilakukan dan bagaimana; 2) tenaga kerja manusia dimanfaatkan untuk dapat meningkatkan hasil, mutu dan pelayanan ; 3) dengan membaiknya kondisi kehidupan, maka melahir-kan apa yang disebut relasi manusia, sehingga perlu menekankan bagaima-na memenuhi kebutuhan sosial dan bagaimana meningkatkan motivasi dan produktivitas organisasi ; 4) dengan menekankan untuk mengembangkan sistem informasi yang efektif untuk mendukung usaha bagaimana mengembangkan rasa tanggung jawab ketingkat yang lebih tinggi ; desen-tralisasi pengambilan keputusan dan pertumbuhan pemanfaatan komputer serta perluasan daerah geografis .

(34)

dipertahankan ; 3) dan dimana kebutuhan pribadi seperti harga diri tumbuh dan berkembang ; 4) dan kepuasan batin secara maksimal mungkin dapat dipenuhi.

c. Kepemimpinan setelah tahun 1990 : sebelum tahun 1990, masalah yang dihadapi Kepemimpinan yang kita sebut dengan masalah normal (biasa dan tidak biasa), setelah tahun 1990 dimana Pemimpin dihadapi dengan gelombang perubahan yang jauh sebelumnya telah diingatkan oleh para futurist seperti Alven Toffler, John Naisbitt, Frank Feather dan para ahli Manajemen seperti Peter F. Drucker, Michael E. Porter, Kenichi Ohmae dll, telah menunjukkan adanya masalah tidak normal.

Pemimpin yang menghadapi masalah tidak normal dan sering ditemukan dalam daur hidup organisasi yang kita sebut dengan masalah komplek-sitas dengan tingkatan keruwetannya, maka pemecahannya tidak saja berdasarkan kemampuan sumber internal tetapi juga diperlukan intervensi dari external, maka kepemimpinan mulai meningkatkan arti penting mengenai pencairan alur yang sejalan dengan budaya perusahaan dan penyelarasan untuk mendukung kolaborasi di tempat kerja.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu dari mereka tidak ingin bercerai karena mempertahankan status sebagai istri pertama yang sah dan anak – anak tetap dapat hidup bersama mereka.. Perempuan yang

Pengembangan Buku Ajar Pendidikan Lingkungan Berbasis Konservasi untuk Siswa Sekolah

Adapun tujuan dari penulisan skripsi ini adlah untuk mengetahui Peran Pemerintah Desa dalam Proses Pemberdayaan Perempuan (Pkk) Menuju Good Governance dan untuk

DATA PENERIMA TUNJANGAN KUALIFIKASI Provinsi

model pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa terutama meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Berdasarkan data yang diperoleh, siswa

Berarti pula diperbolehkan bagi kaum per- empuan untuk berpakaian “sekehendaknya”, selama masih dalam batasan antara keduanya dan tidak dimaksudkan untuk menunjukkan

Penelitian bertujuan untuk mengetahui karakteristik (motilitas, viabilitas, membran plasma utuh) dan status akrosom utuh spermatozoa domba (Ovis aries) yang dibekukan dalam

Siswa memperhatikan penjelasan guru mengenai proyek yang akan dibuat dan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan proyek proses terjadinya kerusakan