Defnisi
Hukum : Keseluruhan aturan & kaidah yang ada dalam masyarakat yang di buat oleh pihak yang berwenang dan di dalamnya terdapat sanksi.
Defnisi lain yang memiliki pengertian hampir sama yaitu.
Hukum Dagang : istilah ini cakupannya sangat
tradisional dan sangat sempit ( karena hanya melingkupi aspek yang terdapat pada KUHD )
Hukum Ekonomi : cakupannya sangat luas karena
berhubungan dengan pengertian ekonomi dalam arti macro dan micro, ekonomi pembangunan & ekonomi sosial, dll.
Hukum Bisnis : suatu perangkat kaidah yang
mengatur tentang tata cara pelaksanaan urusan/kegiatan dagang untuk mendapatkan keuntungan tertentu.
Yang termasuk dalam ruang lingkup hukum bisnis :
Kontrak bisnis & perlindungan konsumen Jual beli & keagenan
Bentuk-bentuk perusahaan & perpajakannya Penanaman modal asing & sengketa Bisnis Merger & Bisnis Internasional
Dasar Hukum
Terdapat dalam KUHD dan KUHPerdata yang
Lapangan usaha di bagi menjadi 2 :
Sektor Industri : untuk merubah barang
Sektor Perdagangan : membeli barang dengan
partai banyak untuk di jual lagi dengan tujuan mencari keuntungan
Sektor jasa : bagian pelayanan ( dokter, pengacara,
Hubungan Bisnis
Kontrak merupakan bagian/ salah satu sumber perikatan.
Perikatan Kontrak
Undang-undang
Syarat sah perjanjian ( 1320 BW ) ada 4 :
Sepakat Syarat subjektif, jika tidak
di
Para pihak cakap penuhi dpt dibatalkan.
Jelas objeknya Syarat Objektif, jk
tdk di
Hal yang diperbolehkan penuhi maka kontrak
Defnisi kontrrak
Kontrak ialah suatu kesepakatan yang di
Asas-asas kontrrak
Asas kontrak sebagai hukum yang
Asas kebebasan berkontrak, para pihak pada
hakikatnya adalah bebas untuk membuat/tdk membuat kontrak demikian juga dengan kebebasan untuk membuat isi kontrak.
kebebasan tsb di batasi oleh :
Hrs memenuhi syarat sbg suatu kontrak Tidak melanggar ketertiban umum
Tidak melanggar kesusilaan
Asas Pacta Sunt Servanda, janji itu mengikat,
begitu kontrak di buat maka para pihak akan terikat secara penuh. Bahkan kekuatan mengikat suatu kontrak sama seperti mengikatnya UU.
Asas Konsensual, kesepakatan adalah awal
Asas Obligatoir, jika kontrak di buat maka para
Syaratr sah yang umum di luar
pasal 1320 BW
Kontrak harus di lakukan dengan itikat baik
Kontrak tidak boleh bertentangan dengan
kebiasaan yang berlaku
Kontrak harus dilakukan berdasarkan asas
kepatutan
Kontrak tidak boleh melanggar kepentingan umum,
Syaratr sah yang khusus
Syarat tertulis untuk kontrak-kontrak
tertentu
Syarat akta notaris untuk kontrak-kontrak
tertentu
FORCE MAJEURE
Suatu keadaan tertentu di mana pihak debitur dalam suatu kontrak terhalang melakukan prestasinya karena keadaan/peristiwa yang tidak terduga/tidak sesuai dengan saat dibuat kontrak tersebut dimana
keadaan/peristiwa tsb tidak dapat
Klasifkasi force majeure
Force majeure objektif,terjadi pada benda yang
meenjadi objek dari kntrak sehingga prestasi tidak mungkin dipenuhi lagi ( objek terbakar/disambar petir )
Force majeure subjektif, jika debitur sakit keras/cacat
seumur hidup sehingga tidak mungkin lagi melakukan prestasi.
Force majeure absolut, jika barang yang menjadi
Force majeure relatif, pemenuhan prestasi
secara normal sudah tidak mungkin lagi dilakukan namun secara tidak normal (ilegal) masih mungkin dilakukan ( penyeludupan )
Force majeure permanen, kontrak pembuatan
lukisan tapi pelukisnya menderita sroke sehingga tidak sembuh lagi dan tidak mungkin melukis lagi.
Force majeure temporer, prestasi tidak mungkin
Syaratr-syaratr dalam aktra perjanjian
Syarat esensial, syarat yang harus ada dalam
perjanjian, kalau syarat itu tidak ada maka perjanjian tersebut cacat artinya tidak mengikat kepada para pihak ( dlm perjanjian sewa tdk menyebutkan ttg barang & harga sewa )
Syarat naturalia, syarat yg biasa dicantumkan
dlm akta jk tdk ada maka perjanjian tetap sah. ( jk tdk mengatur syarat naturalia maka yg berlaku : perundangan/kebiasaan ).
Syarat aksidental, syarat yang bersifat khusus
Penyelesaian sengketra kontrrak
Jalur pengadilan, hubungan yang terjadi antara para pihak
Jalur Arbitrase, alternatif lain yg dpt dilakukan
Timbulnya perwasitran
Dengan mencantumkan klausul dlm perjanjian pokok yg
berisi bhw penyelesaian sengketa yang mungkin timbul akan diselesaikan dengan peradilan wasit (pactum de compromittendo).
Dengan perjanjian tersendiri diluar perjanjian pokok,
Keuntrungan melalui arbitrrase
Waktu yang cepat, penyelesaian sengketa secara cepat
merupakan hal yang berharga, proses dgn PN akan memakan waktu yg lama, sehingga lembaga arbitrase merupakan suatu sarana yang sesuai dengan dunia bisnis,
Adanya orang-orang yang ahli, para pihak dapat
menunjuk ahli-ahli yg mengetahui masalah yg dipersengketakan sehingga putusan yg diambil didukung pengetahuan yg dalam ( ahli perbankan, dll)
Rahasia para pihak terjamin, pemeriksaan dan
Prosedur arbitrrase
Permohonan arbitrase oleh pemohon Pengangkatan arbiter
Pengajuan surat tuntutan oleh pemohon
Penyampaian 1 salinan putusan kpd termohon
Jawaban tertulis dr termohon diserahkan kpd arbiter Salinan jawaban diserahkan kepada pemohon atas
perintah arbiter
Perintah arbiter agar para pihak menghadap arbitrase
Para pihak menghadap arbitrase Tuntutan balasan dari termohon
Jika termohon tetap saja tidak menghadap sidang,
pemeriksaan diteruskan tanpa kehadiran termohon ( verstek ) dan tuntutan dikabulkan jika cukup alasan utk itu.
Jika termohon hadir di upayakan perdamaian oleh arbiter Proses pembuktian
Pemeriksaan selesai dan ditutup ( mak 180 hari ) sejak
arbitrase terbentuk
Pengucapan putusan
Putusan diserahkan kpd pr pihak Putusan diterima para pihak
Penyerahan dan pendaftaran putusan ke
pengadilan negeri yang berwenang.
Permohonan eksekusi di daftarkan ke panitera
pengadilan negeri
Purtusan pelaksanaan eksekusi di jatuhkan
Perintah ketua pengadilan negeri jika putusan
Eksekusi putrusan arbitrrase
Eksekusi secara sukarela,ialah eksekusi yg tdk
memerlukan campur tangan dr pihak pengadilan negeri manapun.melainkan pr pihak melaksanakan sendiri secara sukarela terhadap apa-apa yg telah diputuskan oleh arbitrase yg bersangkutan.
Eksekusi secara paksa, ialah jika pr pihak tdk
Penolakan PN trrhdp eksekusi
putrusan arbitrrase
Arbiter memutus melebihi kewenangan yg
diberikan kepadanya,
Putusan arbitrase bertentangan dgn kesusilaan
Putusan arbitrase bertentangan dgn ketertiban
Arbitrrase intrernasional
Putusan arbitrase internasional dapat di
Syaratr agar putrusan bisa d eksekusi
Berlaku asas resiprositas, hukum di negara asal
arbitrase maupun hukum di negara asal pihak yg menang
Sengketa termasuk ke dalam ruang lingkup hukum
dagang
Putusan tidak bertentangan dengan ketertiban
umum
Mendapatkan eksekuatur dari ketua Pengadilan
Negeri.
Jika menyangkut dengan negara RI sebagai salah
Tahapan eksekusi
Tahap penyerahan dari pendaftaran putusan Tahap permohonan pelaksanaan putusan
Tahap perintah pelaksanaan oleh ketua
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ( eksekuatur )
Berbagai macam Arbitrrase
Arbitrase mengikat, putusannya bersifat mengikat
dan fnal.jadi mirip dengan putusan pengadilan yang sudah inkracht.
Arbitrase tidak mengikat, putusannya boleh diikuti
atau tidak oleh para pihak
Arbitrase kepentingan, tidak memutus suatu
sengketa tapi para pihak memakai jasa mereka untuk menciptakan provisi dalam kontrak pr pihak
Arbitrase hak, memberi putusan terhadap sengketa
para pihak
Arbitrase sukarela, arbitrase yang di mintakan
sendiri oleh para pihak baik tercantum dalam kontrak atau dalam kontrak tersendiri.
Arbitrase wajib, diwajibkan oleh UU ( sengketa
Arbitrase ad hoc, arbitrase yg tidak berbadan tapi
hanya berupa penunjukan orang secara bebas oleh para pihak.
Arbitrase lembaga, arbitrase yang berbadan/memiliki
lembaga serta sudah ada aturan main.
Arbitrase nasional,para pihak yang bersengketa
masih dalam cakupan 1 negara.
Arbitrase internasional, para pihak yang bersengketa
berasal dari lintas negara.
Arbitrase kualitas, menyangkut dengan fakta
sehingga arbitrase harus jeli memilah fakta tersebut
Arbitrase tekhnis, menyangkut hal-hal yang timbul
dari penyusunan dan penafsiran kontrak
Arbitrase umum, berbentuk badan yg memiliki ruang
lingkup di semua bidang hukum
Arbitrase khusus, berbentuk badan yang memiliki
PENANAMAN MODAL ASING
Ialah suatu tindakan dari orang asing atau
Metrode PMA
PMA secara langsung, dimana pihak asing membeli
langsung (tanpa lewat pasar modal ) saham perusahaan nasional atau mendirikan perusahaan baru.
PMA secara tidak langsung, melalui pembelian
saham-saham perusahaan nasional oleh pihak asing lewat pasar modal.
PMA lewat pemberian pinjaman, pemberian pinjaman
oleh pihak asing kepada perusahaan domestik.
PMA kontraktual, dengan mengandalkan ikatan
Proses pendirian PT. PMA
Tahap penjajakan dan negoisasi, biasanya pihak asing yg ingin menanamkan modalnya di suatu negara akan melakukan penjajakan dan negoisasi dengan patner usahanya di negara yg bersangkutan. Tahap pembuatan MOU, mulai dipikirkan utk
menandatangani suatu kontrak pendahuluan utk prusahaan joint venture atau lebih dikenal dgn memorandum of understanding ( MOU )
Tahap penandatanganan kontrak joint venture, perlu dipikirkan agar pihak tahu apa-apa yg menjadi hak dan kewajibanya.
Tahap pembuatan akta pendirian perusahaan
PMA, setelah ijin diberikan maka dilanjutkan dgn pembuatan akta pendirian pada notaris seperti layaknya pendirian PT.
Tahap pengesahan perusahaan oleh menteri
kehakiman, agar menjadi suatu PT PMA yang berbadan hukum maka harus mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman.
Tahap pendaftaran perusahaan,
Tahap pengumuman dalam tambahan berita
Negatrive listr
Tidak terhadap semua bidang bisnis dapat
dimasuki oleh suatu PMA. Ada bidang-bidang tertentu dimana PT.PMA tidak boleh masuk. Pada prinsipnya bidang-bidang tertentu yang tertutup terhadap PMA adalah
a. berbahaya bagi kepentingan umum
Kawasan berikatr
Ada daerah-daerah tertentu yang oleh pemerintah
disediakan berbagai kemudahan manakala pihak asing mau menanamkan modalnya di daerah tersebut.kemudahan tsb antara lain :
a. Kemudahan pajak
b. Kemudahan bea masuk
c. Ketersediaan prasarana dan sarana fsik secara baik
Kemudahan investrasi
Tersedianya SDA yg baik ( minyak, gas
bumi,pertambangan )
Pasar dalam negeri yg luas ( jumlah
penduduk )
Upah buruh yg murah
Tdk selalu terjadi gejolak buruh Kebijakan ekspor yg kondusif Kebijakan devisa bebass
Letak wilayah yg strategis
Kemudahan pajak dan penghapusan
pajakganda
Kemudahan, kebersihan dan transparansi
birokrasi
Kepastian hukum dan tersedianya alternatif
penyelesai sengketa yang baik
Kebebasan untuk berinvestasi
Ketersediaan penukaran mata uang asing Akses ke sumber pendanaan dalam negeri Sarana dan prasarana yg kondusif
Ketersediaan lahan
Hak Milik Intrelektrual
( HAKI )
Haki berkaitan dengan aspek tekhnologi ( aspek
ekonomi ) haki tidak hanya dibicarakan di Indonesia tapi seluruh bangsa/negara yang memiliki masalah yang sama.
Haki lahir karena adanya intelektual seseorang
sebagai inti, baik melalui daya cipta, rasa dan karsa. Perlindungan hukum terhadap hasil intelektual manusia perlu diperhatikan dengan serius untuk menjadikan karya yang dihasilkan memiliki nilai yang patut dihargai apalagi adanya manfaat yang dapat dinikmati oleh orang lain.
Haki hanya dapat dinekmati selama jangka
Haki dapat dikelompokkan atas 2 macam :
a. Hak milik industri : patent, merk, desain produk industri
b. Hak cipta
Hak Cipta, ialah hak khusus yang diberikan oleh
pemerintah kepada seseorang yang telah menciptakan sesuatu berdasarkan pemikiran/keahliannya dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra.
Dasar hukum Hak cipta : UU no.19 tahun 2002 Sifat hukum hak cipta :
a. Hak cipta dianggap sebagai benda yg bergerak dan immaterial yg dapat dialihkan kpd pihak lain.
b. Hak cipta harus dialihkan dgn akta tertulis baik notaris/akta dibawah tangan ( pewarisan,hibah,wasiat,dijadikan milik negara,perjanjian )
Pendaftaran ciptaan dan sanksi hukum :
Jika ciptaan didaftarkan maka orang yg mendaftarkan dianggap sebagai penciptanya sampai dapat dibuktikan sebaliknya di muka pengadilan.
Pendaftaran ciptaan dalam UU hak cipta dilakukan secara pasif artinya semua permohonan pendaftaran diterima dengan tidak terlalu mengadakan penelitian mengenai hak pemmohon kecuali jika sudah jelas ada pelanggaran hak cipta.
Pendaftaran ciptaan diselenggarakan di Dep Keh. Cq direktor jendral Hak cipta, paten dan merek dan diumumkan dalam suatu daftar umum ciptaan yg dapat dilihat oleh setiap orang tanpa dipungut biaya.
Ciptaan yang tdk didaftarkan akan lebih sukar dan memakan waktu utk pembuktiannya jk terjadi sengketa mengenai hak cipta
Pendaftaran dianggap telah dilakukan saat diterimanya permohonan pendaftaran secara lengkap
Merek
Ialah tanda berupa gambar, nama,
kata,angka, susunan warna/kombinasi dari unsur tsb yg memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.
Hak atas merek : hak eksklusif yg diberikan
oleh negara kepada pemilik merek yg terdaftar dalam daftar umum merek utk jangka waktu tertentu dgn menggunakan sendiri merek itu/memberikan kepada pihak lain utk mempergunakannya.
Agar hak eksklusif dapat dilindungi oleh
Unsur-unsur yg dapat menyebabkan tidak dapat didaftarkan merek antara lain :
a. Merek tsb bertentangan dgn UU yg berlaku/kesusilaan, moral agama.
b. Merek tsb tidak memiliki daya pembeda c. Telah menjadi milik umum
d. Memiliki persamaan pd pokok/keseluruhannya dgn merek milik orang lain yg telah lebih dahulu didaftarkan
e. Memiliki persamaan pd pokok/keseluruhan dgn merek yg sudah terkenal milik pihak lain
f. Menyerupai nama/singkatan nama, bendera, lambang/simbol lembaga nasional/internas, kecuali atas izin tertulis dr pihak yg berwenang
Dasar hukum merek : UU no.15 tahun 2001
Perlindungan hukum atas merek terdaftar
berlaku untuk 10 tahun dan dapat diperpanjang dalam jangka waktu yang sama.
Lisensi merek : izin yg diberikan pemilik
merek terdaftar kepada seseorang/beberapa orang/badan hukum utk menggunakan merek yg bersangkutan.
Alasan dihapusnya merek :
a. Jika tidak digunakan selama 3 tahun berturut-turut/lebih dalam perdagangan barang/jasa
b. Merek digunakan utk barang/jasa yg tidak sesuai dgn peruntukan yg dimintakan pendaftaran
Patrentr
Ialah hak khusus yg berupa penemuan baru yang
dapat diterapkan dalam bidang perindustrian yang diberikan negara kepada para penemunya atas temuannya dibidang tekhnologi selama waktu tertentu.
Penemuan disini ialah suatu kegiatan pemecahan
masalah yg spesifk di bidang tekhnologi yg dapat terwujud dalam :
a. Proses
b. Hasil produksi
c. Penyempurnaan dan pengembangan proses
d. Penyempurnaan dan pengembangan hasil produlsi
Penemuan yang tidka dapat dimintakan hak
patent :
a. proses/produk yg pengumuman & pelaksanaan bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan
b. Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan hewan
c. Teori & metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika
d. Semua makhluk hidup kecuali jasad renik
Permohonan patent diajukan ke departemen
pemerintah. Departeman tsb dapat menerima/menolak permohonan pendaftaran patent. Jika permohonan diterima maka terbitlah apa yg disebut “ sertifkat patent “ yang berfungsi sebagai bukti hak atas patent.
Jika permohonan ditolak mka pihak pemohon
dapat mengajukan gugatan penolakan tsb ke tingkat banding yaitu komisi banding yang merupakan badan khusus yang independen dan berada di lingkungan departemen.
Pemilik paten dapat memberikan lisensi kepada