BAB IV ANALISIS PROSES
4.1. Tahapan Produksi
Dalam proses pembuatan sebuah karya visual terdapat tiga tahapan kerja yaitu tahap pra produksi, tahap produksi, serta tahap pasca produksi. Demikian pula halnya dalam pembuatan karya dokumenter “Bisnis Ilegal 2x1” penulis bersama tim melewati tiga tahapan tersebut.
4.1.1. Pra Produksi
Keberhasilan sebuah produksi karya visual atau film sangat dipengaruhi oleh kesiapan pada tahap pra produksi. Dalam produksi sebuah film dokumenter, proses produksi membutuhkan waktu yang cukup lama karena diperlukan riset mendalam serta menentukan narasumber.
Ide pembuatan film “Bisnis Ilegal 2x1” sendiri muncul dari sebuah fakta bahwa tidak banyak masyarakat yang mengerti dan peduli mengenai proses pemakaman di Jakarta. Hal ini menyebabkan munculnya oknum-oknum nakal yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeruk keuntungan. Padahal jika masyarakat peduli dan memahami aturan yang berlaku mengenai proses pemakaman, mereka tidak perlu menambah beban kehilangan mereka dengan mengeluarkan uang yang tidak sedikit sekedar untuk memakamkan kerabat mereka. Berangkat dari dasar tersebutlah penulis bersama tim merasa tertarik dan perlu
untuk menyampaikan fakta serta informasi mengenai pemakaman melalui sebuah karya dokumenter.
Naskah karya dokumenter “Bisnis Ilegal 2x1” ini dibangun berdasarkan hasil riset di lapangan. Dari beragam pertanyaan yang kami ajukan ke narasumber serta informasi dari berbagai sumber dan media, kami mencoba menyusun sebuah naskah dokumenter yang menarik untuk disajikan. Proses pencarian narasumber yang pernah menjadi korban “kenakalan” oknum-oknum pemakaman tidaklah mudah, hingga akhirnya penulis bersama tim teringat kepada salah satu rekan yang ibunya telah meninggal dalam waktu yang belum terlalu lama dan akhirnya kami bertemu dengan paman dari rekan kami tersebut selaku yang mengurus proses pemakaman. Setelah berkomunikasi, kami menentukan jadwal untuk melakukan wawancara kepada narasumber tersebut. Proses wawancara dilakukan di kediaman narasumber dengan dua unit kamera. Salah satu kamera penulis pakai sebagai kamera utama, dan satu unit lagi sebagai kamera tambahan untuk mengambil gambar narasumber dengan sudut dan shot size yang berbeda pada saat wawancara. Dari hasil wawancara tersebut kami gunakan sebagai panduan untuk mengembangkan naskah “Bisnis Ilegal 2x1” ini. Penulis bersama tim terus mencoba mencari narasumber lain, terutama para “oknum-oknum” nakal ini. Setelah berhasil mendapatkan beberapa calo tanah makam, penulis mendapat naskah yang telah dibuat oleh sutradara untuk selanjutnya menjadi pedoman penulis untuk menentukan gambar apa saja yang perlu diambil.
VIDEO AUDIO TEASER :
FOOTAGE JAKARTA
AKTIVITAS WARGA JAKARTA PEMAKAMAN
CUPLIK SOT NARASUMBER
MUSIK SUSPEND JUDUL BISNIS ILEGAL 2X1 SEGMEN 1 - EST. JAKARTA - FOOTAGE JAKARTA - WARGA JAKARTA - KEPADATAN WARGA JAKARTA
KEJAMNYA IBU TIRI TAK SEKEJAM IBU KOTA//
JAKARTA/ IBU KOTA NEGARA KITA DENGAN SEGALA
KEINDAHAN DITENGAH HIRUK PIKUKNYA//
(bridging) 5 – 10 second
ANGKA PERTUMBUHAN PENDUDUK TERBESAR DISUMBANG BUKAN DARI KELAHIRAN/ TAPI DARI
URBANISASI WARGA DAERAH YANG TINGGI//
(bridging) 5 – 10 second BAGI WARGA DAERAH / JAKARTA MASIH MENJADI TEMPAT MENGGIURKAN UNTUK MENGERUK KEKAYAAN// AKIBATNYA PERBEDAAN JUMLAH PENDUDUK DI INDONESIA SANGAT MENCOLOK// (bridging) 3- 5 second
- GFX DATA DINAS PEMAKAMAN - PEMUKIMAN WARGA - SEQ NIRWONO FILE : MVI_3129 - PROSESI PEMAKAMAN - GFX DATA HARGA MAKAM
DATA DINAS KEPENDUDUKAN MENYEBUTKAN BAHWA
TERJADI PENINGKATAN
JUMLAH PENDUDUK JAKARTA SEJAK TAHUN 2000 HINGGA 2014 SEBANYAK 15 PERSEN SETIAP TAHUNNYA//
(bridging) 5 – 10 second LAHAN UNTUK TEMPAT TINGGAL DI JAKARTA TAK SEBANDING DENGAN JUMLAH PENDUDUK//
TIDAK ADA LAGI LAHAN KOSONG UNTUK DITINGGALI// BISNIS DAN INVESTASI TINGGI MENJADI ALASAN MENGAPA JAKARTA KEHABISAN LAHAN// DAN BAHKAN ORANG MATIPUN TAK DAPAT TEMPAT//
SOT NIRWONO
CG : NIROWONO JOGA PAKAR TATA KOTA TC : 00.15 – 00.40
DITENGAH CARUT MARUT LAHAN PEMAKAMAN DI JAKARTA// WARGALAH YANG MENJADI KORBAN// SEWA
TANAH LAHAN PEMAKAMAN DI JAKARTA MENURUT
PERATURAN DAERAH TAHUN 2007 / BERKISAR NOL SAMPAI DENGAN 100 RIBU RUPIAH DENGAN LAMA SEWA 3 TAHUN//
- INTERVIEW AHLI WARIS File : MVI_ 2826 - SUASANA MAKAM - CANDID MENUJU KE PEMAKAMAN FILE : YDXJ0893 BAGAIMANA KENYATAANNYA?//
ANANG GUFRON NARASUMBER KAMI MENGATAKAN/ PIHAK PENGELOLA PEMAKAMAN TEMPAT IA MEMAKAMKAN KELUARGANYA MEMATOK HARGA 900 RIBU RUPIAH SOT ANANG GUFRON CG : ANANG GUFRON AHLI WARIS
“ setelah pemakaman baru saya Tanya ini biaya berapa
TC: 01.37 – 01.47 flash to
Ya yang biasa-biasanya sih antara 900, 1jt sampe 800 ribuh lah TC : 09.00-09.07
(bridging) 5 – 10 second DARI PENGAKUAN
NARASUMBER/ KAMI MENCOBA UNTUK MENGKONFIRMASI KEBENARANNYA//
(bridging) 5 – 10 second
LOKASI PEMAKAMAN KAMI DATANGI//
DISANA KAMI BERTEMU DENGAN PENGELOLA TPU// CANDID WWC
TC : 20.00 – 20.57 (BIAYA GRATIS) PENGAKUAN BERBEDA KAMI DAPATKAN//
BISNIS ILEGAL 2X1 SEGMEN 2 - CANDID MENUJU PEMAKAMAN JAKARTA SELATAN - FILE YDXJ 2946 - INFORMAN DI SUPERMARKET - FILE YDXJ 2947
- FILE PELAKU YDXJ 2948
KAMI DAPATKAN INFORMASI TERJADI PRAKTIK SERUPA DI TPU LAIN DI JAKARTA//
Bridging (5-10 second)
INFORMAN KAMI DAPATKAN// NATSOUND : FILE YDXJ 2947 TC : 04.14-04.30 FLASH TO TC : 05.12-06.20 DARI PENGAKUAN NARASUMBER / TERNYATA PRAKTIK PUNGUTAN LIAR SEPERTI ITU LAZIM TERJADI// FADE OUT
Bridging ke TPU Jakarta Selatan DENGAN BEKAL INFORMASI DARI INFORMAN/ KEESOKAN HARINYA DENGAN BERPURA-PURA MENYIAPKAN
PEMAKAMAN UNTUK
KELUARGA/ KAMI DAPATKAN HARGA FANTASTIS YANG DITAWARKAN PELAKU// NATSOUND : FILE YDXJ 2948 TC : 08.15-10.25 FLASH TO TC : 11.30-13.40
TIGA SETENGAH JUTA RUPIAH PELAKU MENAWARI KAMI/ LENGKAP DENGAN TENDA/
KURSI/ DAN BAHKAN SURAT-SURAT PEMAKAMAN//
HARGA YANG TINGGI// NATSOUND :
FILE YDXJ 2948 TC : 13.50-15.25 FLASH TO TC : 16.30-18.00
DENGAN HARGA TINGGI MEREKA MENJAMIN
TERSEDIANYA TEMPAT/ DAN BAHKAN KAMI BEBAS MEMILIH LOKASI MAKAM//
KAMI MEMINTA LOKASI STRATEGIS/ TAK JAUH DARI PINTU MASUK//
SUNGGUH SESUATU YANG DILUAR DUGAAN/ MEREKA MENGELABUI PETUGAS PEMAKAMAN DENGAN MENEMPATKAN PLAKAT/
HINGGA SEOLAH PETAK MAKAM TERSEBUT BERPENGHUNI//
BAK MARKETING PEMASARAN PROPERTI MEREKA
MEYAKINKAN BAHWA LOKASI YANG DITUNJUKKAN/ ADALAH TEMPAT STRATEGIS DENGAN BIAYA YANG TERJANGKAU// BUMP OUT
BISNIS ILEGAL 2X1 SEGMEN 3 - AKTIVITAS PEMAKAMAN
- INTERVIEW AHLI WARIS FILE : MVI_3129
PADA TAHUN 2013 PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA
MENGUMPULKAN PARA PEKERJA DI PEMAKAMAN/ UNTUK MENJADI TENAGA HARIAN LEPAS/ DENGAN UPAH MINUMUM PROVINSI SEBAGAI IMBALANNYA//
DENGAN JAM KERJA HINGGA SORE HARI/ DAN PENDAPATAN YANG SUDAH DITANGGUNG OLEH PEMERINTAH PROVINSI/ MASIH SAJA ADA CELAH
UNTUK PARA OKNUM MENCARI PENDAPATAN TAMBAHAN// DIBAWAH TANGAN
TENTUNNYA//
CARA TERSEBUT SALAH
SATUNYAN ADALAH JIKA ADA AHLI WARIS YANG HENDAK MEMAKAMKAN
KELUARGANYA PADA MALAM HARI// DENGAN DALIH SUDAH DILUAR JAM KERJA MEREKA PUN DENGAN LELUASA
MEMINTA UPAH KEPADA AHLI WARIS.
SOT SRI SUNARTI CG : SRI SUNARTI AHLI WARIS FENOMENA PRAKTIK
PERCALOAN DAN PUNGUTAN LIAR TERHADAP LAHAN PEMAKAMAN DI JAKARTA SEHARUSNYA TIDAK TERJADI
- INTERVIEW NIRWONO JOGA - INTERVIEW SUDIN PERTAMANAN DAN PEMAKAMAN JAKARTA SELATAN LAGI // LEMAHNYA PENGAWASAN MENYEBABKAN BANYAKNYA CELAH BAGI PARA PELAKU KEJAHATAN SOT NIRWONO JOGA
CG : NIRWONO JOGA PAKAR TATA KOTA
09.10 – 09.38 FLASH 09.49 – 10.00 (KELEMAHAN JAM KERJA) LANTAS BAGAIMANA PEMERINTAH MENYIKAPI KEJADIAN INI?//
KAMI BERHASIL
MEWAWANCARAI SATU
PEJABAT DINAS PERTAMANAN JAKARTA SELATAN
SOT SUTANDYO CG : SUTANDYO
KASI TPU JAKARTA SELATAN FILE : MVI_4536 TC : 00:02:47 – 00:03:05 FLASH TO MVI_4537 TC : 00:03:00 – 00:03:30 FLASH TO TC : 00:05:00 – 00:05:41
MERUBAH KEGIATAN YANG SUDAH MEMBUDAYA MEMANG TIDAK SEMUDAH
MEMBALIKKAN TELAPAK TANGAN//
NEGARA TIDAK BISA BERBUAT SENDIRI JIKA PRAKTIK INI MASIH DIDUKUNG OLEH MASYARAKAT//
Tabel 7. Naskah Bisnis Ilegal 2x1
4.1.2. Proses Produksi
Proses produksi ”Bisnis Ilegal 2x1” menggunakan kamera DSLR dan action camera yang memungkinkan melakukan pengambilan gambar secara tersembunyi (hidden). Kamera DSLR penulis gunakan pada saat melakukan wawancara terbuka dengan narasumber dan juga pada pengambilan gambar establish baik di pemakaman maupun di beberapa tempat publik di Jakarta. Lokasi pengambilan establish shot sendiri tersebar dibeberapa wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur. Sementara action camera digunakan ketika sutradara melakukan riset dengan cara bertemu dengan narasumber baik yang direncanakan ataupun tidak dan action camera tersebut diletakkan di dalam sebuah tas dengan lensa menghadap keluar. Penggunaan action camera ini bertujuan agar penulis bersama
PEMERINTAH PROVINSI DKI JAKARTA MASIH MEMILIKI PEKERJAAN RUMAH// DENGAN SISTEM BARU ATAU DENGAN CARA BARU?//
DAN KITA SEBAGAI WARGA NEGARA/ TUGAS KITA ADALAH HORMATI DAN PATUHI SEGALA PERATURAN YANG ADA//
KARENA SEJATINYA
PERATURAN DIBUAT UNTUK MELINDUNGI DAN
MEMUDAHKAN MASYARAKAT// CLOSING
tim dapat membuktikan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan apakah telah sesuai dengan peraturan atau justru sebaliknya.
Gambar 19. Proses pengambilan gambar
4.2. Konsep Pengambilan Gambar
Dalam proses pengambilan gambar, penulis membaginya ke dalam dua kelompok besar. Pertama adalah kelompok wawancara. Pada saat melakukan wawancara terbuka penulis menggunakan dua unit kamera DSLR dan tripod. Pengambilan gambar dilakukan secara still dan hanya fokus kepada narasumber. Sementara untuk wawancara tersembunyi penulis menggunakan action camera yang berukuran kecil dan disembunyikan di dalam sebuah tas. Kedua adalah
kelompok establish shot yang terdiri dari stok footage ibu kota jakarta seperti landmark, tempat-tempat publik, kemacetan, pembangunan, serta tidak ketinggalan kumpulan gambar dari beberapa TPU di Jakarta yang berhasil penulis kumpulkan bersama tim.
“Bisnis Ilegal 2x1” merupakan karya visual dengan genre dokumenter investigasi. Dalam konsep investigasi penggunaan kamera tersembunyi sangatlah dibutuhkan agar audien dapat menyaksikan peristiwa yang sebenarnya terjadi sesuai dengan kenyataan yang ada tanpa rekayasa yang dilakukan oleh pembuat film. Pada segmen dua dan tiga dari “Bisnis Ilegal 2x1” ini audien akan banyak disuguhi dengan gambar dari kamera tersembunyi yang direkam pada saat kami mencoba menelusuri dan mencari tahu pihak-pihak yang bermain dalam “bisnis” tanah makam ini.
Pengambilan gambar investigasi bukan berarti dapat mengesampingkan estetika visual. Karena itu penulis juga menyajikan beauty shot yang penulis rekam menggunakan kamera DSLR. Penulis berusaha menyajikan gambar-gambar yang menarik dari beragam obyek di Jakarta dengan tujuan menarik perhatian audien dan membuat audien tetap dapat menikmati film ini meski ber-genre investigasi yang terkesan berat dan membosankan.
Gambar 21. Sitting down interview
4.3. Kendala dan Solusi
Dari awal masa pembuatan “Bisnis Ilegal 2x1” penulis bersama tim merasa kendala terbesar yang akan kami temui adalah mencari narasumber yang merupakan korban dari praktik percaloan tanah makam di Jakarta, mengingat tidaklah mudah bagi seseorang yang mungkin tidak mengenal kami untuk kembali menceritakan hal yang membuatnya sedih. Karena itulah kami berusaha sedapat mungkin untuk mencari narasumber dari lingkungan sekitar kami hingga akhirnya kami berhasil mendapatkan narasumber dari salah satu teman kami. Tidak selesai sampai disitu, kami juga mengalami kendala ketika kami mencoba mewawancarai pejabat pemerintah DKI Jakarta dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Prosedur yang kami ikuti tidak menjamin kami mendapat persetujuan untuk mewawancari pejabat terkait. Faktor cuaca juga menjadi salah satu kendala kami di lapangan. Melakukan proses shooting di luar ruangan pada musim penghujan bukanlah hal mudah karena hujan bisa turun secara tiba-tiba.
Kami bersyukur memiliki komunikasi yang baik antar anggota tim, sehingga sekalipun banyak kendala yang kami hadapi tapi kami dapat mencari solusinya dengan menjalin komunikasi yang intens. Untuk faktor cuaca penulis selalu memantau perkembangan berita cuaca baik dari media maupun dari situs BMKG. Jika cuaca terlihat cerah penulis bergegas untuk melakukan proses produksi sebelum cuaca kembali tidak bersahabat.