1 | P a g e
GERAK MAJU PENDIDIKAN MENENGAH
SMK NEGERI 10 MEDAN
CABANG DINAS PENDIDIKAN MEDAN SELATAN
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA UTARA
Jl. TEUKU CIK DITIRO NO 57
MEDAN
2 | P a g e
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
1. Penyelengara pendidikan termasuk pendidikan menengah secara konseptual dan faktual harus senantiasa meningkatkan kualitas sesuai dengan perkembangan peradaban
2. Secara nasional pendidikan di SMK Negeri 10 Medan perlu percepatan kemajuan guna sejajar dengan pendidikan di SMK Negeri lain,
3. Pemajuan pendidikan SMK Negeri 10 Medan dilakukan dengan meningkatkan, mengoptimalkan dan merevitalisasi unsur dan fungsi manajemen pendidikan 4. Peningkatan, optimalisasi dan revitalisasi fungsi dan unsur manajemen
dilakukan secara proporsional sesuai potensi situasi dan kondisi
5. Pemajuan pendidikan di SMK Negeri 10 Medan harus dilakukan oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di SMK negeri 10 Medan.
B. Permasalahan
1. Apa yang menjadi faktor untuk memajukan pendidikan di SMK Negeri 10 Medan.
2. Siapa yang melakukan kemajuan pendidikan di SMK Negeri 10 Medan 3. Kapan kegiatan pemajuan pendidkan di SMK Negeri 10 Medan dilakukan C. Maksud dan Tujuan
1. Maksud
Pemajuan pendidikan di SMK Negeri 10 Medan dimaksudkan sebagai bagian dari komitmen perwujudan Sumatera Utara yang maju, aman dan bermartabat di bidang pendidikan
2. Tujuan
Pemajuan pendidikan di SMK Negeri 10 Medan bertujuan untuk :
a. Meningkatkan kompetensi (pengetahuan), keterampilan dan integritas penyelenggaran pendidikan di SMK Negeri 10 Medan
b. Meningkatkan kompetensi aparatur (tenaga pendidikan dan tenaga non kependidikan di SMK Negeri 10 Medan
c. Meningkatkan kompetensi peserta didik dan alumni SMK Negeri 10 Medan d. Meningkatkan kapabilitas dan integritas kelembagaan SMK Negeri 10 Medan
D. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Provinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Provinsi Sumatera Utara;
2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019;
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 6. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3 | P a g e
8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sisitem Pengendalian Intern Pemerintah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2008 tentang Guru;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pemerintah; 12. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020;
14. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
15. Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ;
16. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Agama Nomor 05/X/PB/2011, Nomor SPB/03/M.PAN-RB/10/2011, Nomor 48 Tahun 2011, Nomor 158/PMK.01/2011, Nomor 11 Tahun 2011 tanggal 3 Oktober 2011 tentang Penataan dan Pemerataan Guru Pegawai Negeri;
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011; 18. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2020 tentang
Pedoman Pengadaan Barang/Jasa oleh Satuan Pendidikan;
19. Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Sumatera Utara;
20. Peraturan Gubernur Nomor 38 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi Dinas-Dinas Daerah Provinsi Sumatera Utara;
21. Peraturan Gubernur Nomor 3 Tahun 2019 tentang Tugas, Fungsi, Uraian Tugas dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
4 | P a g e BAB II
SIKAP DAN PERILAKU KERJA
JAJARAN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN SMK NEGERI 10 MEDAN
A. Sikap
Sesuai dengan hakekat pendidikan senantiasa mewujudkan kemajuan serta dalam rangka mewujudkan Sumatera Utara yang maju, aman dan bermartabat melalui pendidikan yang berkarakter, cerdas, mandiri, berdaya saing unggul dan kompetitif, maka jajaran SMK Negeri 10 Medan memahami dan melaksanakan sikap dalam menjalankan tugas kedinasan sebagai berikut :
1. Jujur; 2. Benar; 3. Tulus; 4. Ikhlas; 5. Cerdas; 6. Responsif; 7. Berintegritas; 8. Tanggap; dan 9. Antisipatif; B. Perilaku
Implementasi sikap dan perilaku bagi seluruh jajaran SMK Negeri 10 Medan dalam pelaksanaan tugas kedinasan sebagai berikut:
1. Berani; 2. Sopan; 3. Santun; 4. Kolaboratif;
5. Tidak koruptif; dan
6. Selalu mengembangkan diri;
7. Berprilaku hidup sebagaimana layaknya PNS;
8. Mempelajari secara hati-hati, teliti, cermat dan akurat setiap dokumen kedinasan; 9. Mengoreksi atau menolak setiap pelaksanaan tugas yang tidak sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
10. Melaporkan proses, kemajuan dan penyelesaian tugas kedinasan.
Sikap dan perilaku tersebut di atas merupakan bagian dari pondasi dan rujukan keteladanan dalam penyelenggaraan pendidikan menengah sesuai dengan kewenangan Provinsi Sumatera Utara oleh seluruh jajaran SMK Negeri 10 Medan. Sikap tersebut dipahami, dilaksanakan dan dilakonkan pada setiap pelaksana tugas kedinasan SMK Negeri 10 Medan sesuai kedudukan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing.
Untuk pemahaman, pelaksanaan dan pelakonan sikap kerja tersebut di atas setiap jajaran SMK Negeri 10 Medan terlebih dahulu harus mengerti dan memahami hal-hal sebagai berikut :
1. Kedudukan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing;
2. Teori atau konsep akademis yang terkait dengan kedudukan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing;
3. Peraturan perundang-undangan terkait dengan kedudukan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing;
4. Kemungkinan resiko dari pelaksanaan kedudukan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing;
5 | P a g e
5. Hirarki dan rentang kendali organisasi Pemerintah dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara;
6. Mitra kerja atau kolega kerja kedudukan, tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing;
7. Substansi setiap tugas kedinasan yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan; dan
8. Laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan setiap tugas kedinasan.
C. Jajaran SMK Negeri 10 Medan
Yang menjadi pelaksana Gerak Maju Pendidikan Menengah SMK Negeri 10 Medan adalah seluruh jajaran SMK Negeri 10 Medan yang meliputi :
1. Lingkup Tenaga Pendidik a. Kepala Sekolah
b. Wakil Kepala Sekolah c. Ketua Program Keahlian d. Wali Kelas
e. Guru BK
f. Seluruh Guru baik PNS maupun Non PNS 2. Lingkup Tenega Kependidikan
a. Kepala Tata Usaha
b. Seluruh Pegawai baik PNS Maupun Honorer c. Kepala Perpustakaan
d. Petugas Keamanan e. Petugas Kebersihan f. Penjaga Sekolah g. Petugas Kantin
6 | P a g e BAB III
FOKUS KEMAJUAN
A. Kompetensi Manajemen SMK Negeri 10 Medan
Kompetensi manajemen sekolah adalah tingkat pengetahuan, keterampilan dan integritas Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua Jurusan, Kepala Laboratorium, Perpustakaan, dan Ruang Praktek/Workshop, Wali Kelas dan Tata Usaha yang mampu menjamin :
1. Kebersihan, keteraturan, ketertiban, keasrian, keindahan, keamanan dan kenyamanan termasuk kehijauan sekolah dan lingkungannya;
2. Kelancaran, kehangatan, kesahajaan, efektivitas dan objektivitas komunikasi internal sekolah;
3. Kualitas dan kuantitas kegiatan belajar-mengajar;
4. Kecepatan, ketepatan, kemudahan, dan kepastian administrasi sekolah; 5. Keharmonisan sekolah dengan lingkungan sekitar;
6. Kepatutan, tertib dan disiplin pengelolaan keuangan sekolah; 7. Kepatutan, tertib dan disiplin pengelolaan barang/aset sekolah;
8. Kelancaran dan keberlanjutan pengembangan kompetensi guru dan tenaga non kependidikan termasuk kenaikan pangkat; dan
9. Penerapan standar kompetensi guru dan tenaga non kependidikan. B. Kompetensi Guru
Kompetensi guru adalah tingkat pengetahuan, keterampilan dan integritas setiap guru PNS dan guru Non PNS yang mampu menjamin:
1. Harkat, martabat, kehormatan dan kemuliaan profesi guru;
2. Perhatian, keterpanggilan dan kepedulian guru terhadap peningkatan kompetensi peserta didik;
3. Tanggung jawab guru terhadap kuantitas dan kualitas kegiatan belajar-mengajar; 4. Tanggung jawab, kemauan dan kemampuan guru untuk meningkatkan
kompetensi diri secara mandiri;
5. Tanggung jawab, kemauan dan kemampuan guru untuk mengurusi dokumen persyaratan kenaikan pangkat;
6. Integritas guru dalam mendidik, megajar, membimbing, melatih, memfasilitasi, dan melayani peserta didik;
7. Integritas guru dalam melakukan penilaian dan memberikan nilai;
8. Perhatian, keterpanggilan dan kepedulian guru dalam menerapkan standar pendidikan; dan
9. Integritas guru dalam memberikan keteladanan. C. Kompetensi Peserta Didik
Kompetensi peserta didik adalah tingkat pengetahuan, keterampilan dan integritas setiap peserta didik yang meliputi:
1. Semangat, kemauan dan kemampuan mengikuti kegiatan belajar-mengajar; 2. Semangat, kemauan dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah; 3. Semangat, kemauan dan kemampuan memahami materi pelajaran;
4. Semangat, kemauan dan kemampuan mengikuti ujian;
5. Semangat, kemauan dan kemampuan menyelesaikan masa studi;
6. Semangat, kemauan dan kemampuan untuk memperoleh nilai terbaik; dan 7. Kesadaran menerima hasil/prestasi yang dicapai/diraih.
D. Integritas Jajaran SMK Negeri 10 Medan
Integritas jajaran SMK Negeri 10 Medan adalah komitmen dan konsistensi setiap jajaran SMK Negeri 10 Medan untuk menjaga, mempertahankan dan mengembangkan moralitas terhormat serta mulia untuk menjamin tidak melakukan: 1. Tindakan tercela dalam tugas kedinasan;
7 | P a g e
2. Pelanggaran norma susila dalam tugas kedinasan; 3. Pelanggaran norma sosial dalam tugas kedinasan; 4. Pelanggaran hukum dalam tugas kedinasan; 5. Kesalahan administrasi dalam tugas kedinasan; 6. Pelanggaran prosedur dalam tugas kedinasan; dan 7. Kekeliruan fakta dalam tugas kedinasan.
E. Disiplin dan Tertib Pengelolaan Dana BOS
Tertib pengelolaan keuangan sekolah maksudnya setiap penganggaran, penerimaan, pencatatan, pembukuan, penyimpanan, pengeluaran/pembayaran, pendokumen, pelaporan dan pertanggungjawaban seluruh keuangan s ekolah baik yang bersumber dari dana BOS, BOP dan orang tua peserta didik harus dapat dipertanggungjawabkan secara: 1. Hukum; 2. Jumlah; 3. Kualitas; 4. Fisik; 5. Prosedur; dan 6. Administrasi. F. PPDB
Dalam pelaksanaan PPDB setiap tahun ajaran di SMK Negeri 10 Medan dilakukan: 1. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
2. Sesuai standar/daya tampung sekolah; 3. Secara obyektif;
4. Terhindar dari rekayasa;
5. Tidak ada suap dan/atau pungutan liar; dan 6. Terbuka secara umum.
G. Mutasi Peserta Didik
Mutasi peserta didik antar SMK Negeri, dari SMK Negeri ke SMK Swasta dilaksanakan:
1. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan; 2. Sesuai daya tampung sekolah;
3. Terhindar dari suap atau pungutan liar; 4. Tidak ada rekayasa; dan
5. Sesuai kompetensi peserta didik. H. Pemerataan Penugasan Guru
Sekolah merupakan lembaga inti pendidikan menengah dan guru menjadi bagian utama penentu kemajuan pendidikan menengah. Untuk bisa memastikan SMK Negeri 10 Medan berfungsi sebagai inti pendidikan menengah dan guru sebagai bagian penentu utama pendidikan menengah harus bisa dipastikan bahwa penugasan guru sesuai dengan formasi kebutuhan nyata. Untuk itu penataan penugasan guru mutlak dilakukan secara proporsional. Proporsional dalam pengertian diselaraskan dengan faktor tempat tinggal dan keseimbangan formasi. Pemerataan guru akan dilakukan untuk:
1. Meniadakan kelebihan guru pada SMK Negeri 10 Medan
2. Meniadakan atau paling tidak mengurangi kuantitas kekurangan guru pada SMK Negeri 10 Medan
3. Mengurangi atau meminimalkan kesenjangan penugasan guru antara perkotaan dengan pedesaan;
4. Mengembalikan penugasan guru sebagai profesi mulia dengan tingkat kepedulian dan keterpanggilan perjuangan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui peserta didik; dan
8 | P a g e
5. Mewujudkan penugasan guru sesuai kebutuhan dan ketentuan, bukan sesuai kepentingan dan keinginan.
I. Ketertiban, Keteraturan, Keamanan, Kebersihan, Keindahan, Keasrian, Kehijauan dan Kenyamanan Sekolah :
Manajemen sekolah dipimpin Kepala Sekolah harus mampu mewujudkan ketertiban, keteraturan, keamanan, kebersihan, keindahan, keasrian, kehijauan dan kenyamanan sekolah:
1. Meliputi halaman, ruang belajar, ruang guru, perpustakaan, ruang laboratorium, ruang praktek, ruang workshop, kantor Kepala Sekolah, ruang BP, ruang UKS/P3K, ruang Wakil.Kepala Sekolah, selasar, kamar mandi, selokan/saluran air, ruang rapat, Aula/Auditorium dan lain-lain sebagainya.
2. Dilakukan oleh seluruh komponen sekolah yakni Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Guru BP, Wali Kelas, Kepala Perpustakaan, Kepala Laboratorium, Ketua Jurusan, Guru Piket, Seluruh Guru, Tata Usaha, Petugas Keamanan, Petugas Kebersihan, Tenaga Nonguru, Peserta Didik, Komite Sekolah dan pihak lain yang terkait atau sedang beraktivitas dalam lingkungan SMK Negeri 10 Medan.
3. Dilakukan setiap saat dan terus-menerus tidak hanya dalam waktu tertentu tetapi sepanjang waktu;
4. Dimonitor dan dievaluasi setiap hari guna menjaga konsistensi dan kemajuan; dan
5. Bagian dari penilaian kinerja utama manajerial Kepala Sekolah. J. PAK dan Kenaikan Pangkat Guru dan Non Guru
Kenaikan pangkat guru sebagai profesi dilakukan:
1. Berdasarkan capaian angka kredit sesuai kinerja pelaksanaan tugas guru; 2. Secara obyektif tanpa rekayasa angka kredit;
3. Bersih dari suap dan pungutan liar;
4. Persyaratan penetapan angka kredit dilakukan sendiri oleh guru yang bersangkutan misalnya penulisan paper ilmiah; dan
5. Tepat waktu tidak lambat dan tidak berbelit-belit. K. Pengadaan Barang/Jasa
Pengadaan barang/jasa sekolah dilakukan:
1. Sesuai prinsip dan ketentuan pengadaan barang/jasa sekolah misalnya Permendikbud Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pengadaan Barang/Jasa Satuan Pendidikan;
2. Tidak ada fiktif;
3. Tidak ada mark up harga; 4. Tidak ada meansrea; 5. Tidak ada suap;
6. Tidak ada pungutan liar; 7. Tidak ada komisi;
8. Tidak ada kick back; 9. Tidak gratifikasi;
10. Sesuai kebutuhan nyata; dan 11. Tidak afiliasi.
L. Sertifikasi Guru
Sertifikasi guru dilakukan:
1. Sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan profesi guru; 2. Berkesinambungan dengan target;
9 | P a g e
4. Berdasarkan persyaratan dan kompetensi; 5. Tidak ada suap; dan
6. Tidak ada pungutan liar. M. Komite Sekolah
Komite Sekolah berperan dalam kemajuan pendidikan menengah di SMK Negeri 10 Medan dengan:
1. Kemiteraan positif dengan Manajemen SMK Negeri 10 Medan 2. Komunikasi positif dengan seluruh komponen sekolah;
3. Tertib, disiplin dan dinamis sesuai masa bakti;
4. Memberikan kesempatan yang luas kepada pihak yang peduli dan terpanggil untuk kemajuan sekolah secara positif; dan
5. Obyektif dan sesuai dengan ketentuan peraturan dalam memberikan saran/masukan kepada sekolah.
N. Pemetaan Pelaksana
Pemetaan pelaksana maksudnya adalah penugasan pejabat administrasi tingkat pelaksana pada jajaran SMK Negeri 10 Medan rangka memajukan pelaksanaan tugas-tugas administrasi.
Pemetaan pejabat administrasi pelaksana dilakukan dengan:
1. Penugasan PNS Pelaksana sesuai formasi, jabatan dan kebutuhan nyata; 2. Mengoptimalkan PNS yang ada pada jajaran Dinas Pendidikan;
3. Menerima mutasi PNS dari Perangkat Daerah lain untuk mengisi kebutuhan nyata;
4. Pendayagunaan Tenaga Non PNS sesuai formasi dan berdasarkan kriteria/syarat kompetensi yang mumpuni; dan
5. Pendayagunaan Tenaga Non PNS harus terkoordinasi dengan baik antara Sekolah, Cabang Dinas dan Dinas Pendidikan.
O. Peningkatan Alokasi APBD
Peningkatan alokasi APBD untuk kemajuan pendidikan di SMK Negeri 10 Medan dilakukan:
a. Sesuai kemampuan keuangan provinsi;
b. Untuk mengurangi beban keuangan orang tua peserta didik;
c. Bagian dari usaha peningkatan tanggung jawab dan komitmen provinsi terhadap kemajuan pendidikan menengah;
d. Bagian dari pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pengurangan beban keuangan orang tua peserta didik dalam membayar Sumbangan Pendanaan Pendidikan setiap bulan; dan
e. Diikuti dengan peningkatan kualitas, akurasi, pembinaan, kepatuhan, disiplin, kepastian dan pengawasan pengelolaan keuangan sekolah, serta peningkatan pemberian sanksi terhadap setiap penyimpangan dan pelanggaran.
P. Peningkatan Kompetensi Pelaksana
Peningkatan kompetensi pelaksana dilakukan untuk mendukung kualitas tugas administrasi sekolah, dalam rangka percepatan pemajuan pendidikan menengah Provinsi Sumatera Utara bermartabat. Peningkatan kompetensi pelaksana dilakukan: 1. Untuk operasional komputer;
2. Untuk menyusun konsep kebijakan dan surat-menyurat; 3. Percepatan, akurasi dan kepastian tugas administrasi;
4. Dilakukan secara mandiri oleh setiap pelaksana atau difasilitasi Dinas Pendidikan; dan
5. Pembinaan atasan langsung masing-masing. Q. Kecepatan, Akurasi, Tertib dan Kepastian Administrasi
10 | P a g e
Kemajuan pendidikan di SMK Negeri 10 Medan harus didukung kecepatan, akurasi, tertib dan kepastian administrasi. Kecepatan, akurasi, tertib dan kepastian adminitrasi dilakukan:
1. Pembagian tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab seluruh jajaran SMK Negeri 10 Medan
2. Tidak ada suap;
3. Tidak ada pungutan liar;
4. Meminimalkan pertemuan langsung antara yang melayani dengan yang dilayani; 5. Mendayagunakan Sistem Teknologi Informasi; dan
6. Memulai pelayanan terpadu satu pintu di internal SMK Negeri 10 Medan R. Tertib, Disiplin dan Kepastian Masa Jabatan Kepala Sekolah
Jabatan Kepala Sekolah merupakan tugas tambahan yang dipercayakan kepada seorang guru untuk memimpin sekolah. Sesuai hakekat pendidikan yang memajukan, obyektif, jujur, iklas, bermartabat, terhormat dan mulia, maka tertib, disiplin dan kepastian masa jabatan Kepala Sekolah harus diimplementasikan sebagai bagian pemberian contoh, teladan dan pendidikan publik di bidang kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Tertib, disiplin dan kepastian masa jabatan Kepala Sekolah dilaksanakan:
1. Sebagai bagian dari keteladanan, obyektivitas dan pendidikan publik; 2. Secara taat hukum;
3. Berdasarkan evaluasi obyektif; 4. Dalam rangka kemajuan pendidikan;
5. Sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme guru; 6. Sebagian dari pengembangan manajemen terhormat; dan 7. Untuk meningkatkan profesionalisme manajemen sekolah.
11 | P a g e BAB IV
KOMITMEN PELAKSANAAN
Gerak Maju Pendidikan Menengah di SMK Negeri 10 Medan merupakan suatu komitmen untuk senantiasa bekerja, berbuat dan berkarya terbaik sepanjang waktu guna memajukan pendidikan di SMK Negeri 10 Medan.
Gerak Maju Pendidikan Menengah di SMK Negeri 10 Medan dirancang untuk menjadi sikap dan tindak seluruh komponen pendidikan di SMK Negeri 10 Medan.
Komponen tersebut mencakup setiap sumber daya manusia yang bertugas di SMK Negeri 10 Medan.
Komitmen pelaksanaan Gerak Maju Pendidikan Menengah di SMK Negeri 10 Medan menjadi tanggung jawab individu, institusional dan kolektif jajaran SMK Negeri 10 Medan. Secara individual, institusional dan kolektif jajaran SMK Negeri 10 Medan baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama bekerja, berbuat dan berkarya dalam tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab masing-masing untuk memajukan pendidikan menengah. Komitmen tersebut dilaksanakan:
1. Sebagai kepedulian, kehormatan dan kemuliaan tugas; 2. Secara sadar untuk perjuangan terbaik;
3. Untuk melakonkan kompetensi terbaik;
4. Mewujudkan jati diri sebagai pejuang pendidikan; 5. Guna kebaikan diri, keluarga dan masyarakat; 6. Sebagai bagian warisan bagi generasi penerus;
7. Dalam rangka perwujudan diri sebagai insan paling mulia; 8. Bagian dari rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; 9. Bagian dari pengabdian bagi negeri; dan
10. Sebagai bagian dari terima kasih kepada orang tua, guru, pahlawan dan generasi pendahulu.
12 | P a g e BAB V
PERNYATAAN KOMITMEN
Kami seluruh jajaran SMK Negeri 10 Medan, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dengan ini menyatakan komitmen untuk melaksanakan Gerak Maju Pendidikan Menengah di SMK Negeri 10 Medan Cabang Dinas Pendidikan Medan Selatan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara sebagai panggilan, kepedulian, dan tanggung jawab tulus, iklas dan bersih.