• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

NOMOR 27 2004 SERI D

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 11 TAHUN 2004

TENTANG

PEMBENTUKAN ORGANISASI KECAMATAN DAN KELURAHAN

DENGAN MENGHARAP BERKAT DAN RAHMAT ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA

BUPATI GARUT,

Menimbang : a. bahwa dengan telah berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah, maka untuk efektivitas dan efisiensi, Organisasi Kecamatan dan Kelurahan yang telah ada perlu disesuaikan;

b. bahwa untuk maksud tersebut huruf a di atas, perlu ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

(2)

Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Barat, (Berita Negara Tahun 1950);

2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);

3. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3839);

4. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 72,Tambahan Lembaran Negara Nomor 3848); 5. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang

Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3851);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4090);

(3)

8. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 14 , Tambahan Lembaran Negara Nomor 4262);

9. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1999 tentang Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-undangan dan Bentuk Rancangan Undang-undang, Rancangan Peraturan Pemerintah dan Rancangan Keputusan Presiden;

10. Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 24 Tahun 2000 tentang Visi Kabupaten Garut (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 38);

11. Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 25 Tahun 2000 tentang Pola Dasar Pembangunan Kabupaten Garut (Lembaran Daerah Tahun 2000 Nomor 39); 12. Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 5 Tahun

2002 tentang Kewenangan Daerah Kabupaten Garut (Lembaran Daerah Tahun 2002 Nomor 13).

Memperhatikan : 1. Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Menteri Dalam Negeri Nomor

2003 17 2003 / 4 / . / / 01 TAHUN PAN M SKB tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil;

(4)

2. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 158 Tahun 2004 tentang Pedoman Organisasi Kecamatan;

3. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 159 Tahun 2004 tentang Pedoman Organisasi Kelurahan.

Dengan persetujuan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN GARUT

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT

TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI

KECAMATAN DAN KELURAHAN.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan : a. Daerah adalah Kabupaten Garut;

b. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah beserta perangkat daerah Kabupaten Garut;

c. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut;

d. Bupati adalah Bupati Garut;

e. Camat adalah Kepala Kecamatan dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut;

f. Kecamatan adalah Wilayah Kerja Camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten;

(5)

g. Lurah adalah Kepala Kelurahan dalam lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut;

h. Kelurahan adalah Wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten di bawah Kecamatan;

i. Unit Pelaksana Teknis (UPT) adalah unsur pelaksana operasional Dinas atau Lembaga Teknis Daerah;

j. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, wewenang dan hak secara penuh oleh Pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan profesinya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas Pemerintah;

BAB II PEMBENTUKAN

Pasal 2

(1) Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Kecamatan dan Kelurahan; (2) Kecamatan dan Kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

terdiri dari : a. Kecamatan

1. Garut Kota; 22. Pasirwangi;

2. Wanaraja; 23. Sukaresmi; 3. Karangpawitan 24. Cisurupan; 4. Cilawu; 25. Bayongbong; 5. Pangatikan;. 26. Cigedug; 6. Sucinaraja; 27. Cikajang; 7. Limbangan; 28. Banjarwangi; 8. Selaawi; 29. Singajaya; 9. Malangbong; 30. Cihurip; 10. Kersamanah; 31. Peundeuy; 11. Cibatu; 32. Talegong; 12. Sukawening; 33. Cisewu; 13. Karangtengah; 34. Caringin; 14. Cibiuk; 35. Bungbulang; 15. Leuwigoong; 36. Mekarmukti;

(6)

16. Leles; 37. Pakenjeng

17. Kadungora; 38. Pamulihan;

18. Banyuresmi; 39. Cikelet;

19. Tarogong Kaler; 40. Cibalong; 20. Tarogong Kidul; 41. Cisompet

21. Samarang; 42. Pameungpeuk.

b. Kelurahan

1. Pakuwon; 11. Margawati

2. Paminggir; 12. Sukagalih;

3. Kota Wetan; 13. Pataruman;

4. Kota Kulon; 14. Sucikaler;

5. Ciwalen; 15. Lebakjaya; 6. Regol; 16. Sukamulya; 7. Sukamentri; 17. Jayawaras; 8. Muarasanding; 18. Sukakarya; 9. Cimuncang; 19. Sukajaya. 10. Sukanegla; BAB III

KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI KECAMATAN

Bagian Pertama Kedudukan

Pasal 3

(1) Kecamatan merupakan perangkat daerah Kabupaten yang mempunyai wilayah kerja tertentu, dan dipimpin oleh Camat;

(2) Kecamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berkedudukan sebagai koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerjanya berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.

(7)

Bagian Kedua Tugas dan Fungsi

Pasal 4

(1) Camat mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati;

(2) Pelimpahan Kewenangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati;

(3) Sebagian tugas Camat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) daan (2) dapat dilimpahkan pada Lurah.

Bagian Ketiga Susunan Organisasi

Pasal 5 (1) Struktur Organisasi Kecamatan terdiri dari :

a. Camat; b. Sekretariat;

c. Seksi Pemerintahan;

d. Seksi Ekonomi dan Pembangunan; e. Seksi Ketentraman dan Ketertiban; f. Seksi Pendidikan dan Kesehatan; g. Seksi Sosial dan Kesejahteraan Rakyat; h. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Struktur Organisasi Kecamatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Daerah ini.

Pasal 6

(1) Sekretariat Kecamatan dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Camat;

(8)

(2) Sekretaris Kecamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mempunyai tugas membantu Camat dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh perangkat/aparatur Kecamatan.

Pasal 7

(1) Seksi Pemerintahan mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan urusan pemerintahan dan Pertanahan;

(2) Seksi Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan urusan Ekonomi dan Pembangunan;

(3) Seksi Ketentraman dan ketertiban umum mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan urusan ketentraman dan ketertiban umum;

(4) Seksi Pendidikan dan Kesehatan mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan urusan Pendidikan dan Kesehatan;

(5) Seksi Sosial dan Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas membantu Camat dalam menyiapkan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan urusan Sosial dan Kesejahteraan Rakyat.

(9)

BAB IV

KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI KELURAHAN

Bagian Pertama

Kedudukan, Tugas dan Fungsi Pasal 8

(1) Kelurahan adalah merupakan wilayah kerja Lurah seabgai perangkat daerah Kabupaten dibawah Kecamatan;

(2) Kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh Lurah berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Camat.

Pasal 9

Kelurahan mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Camat serta melaksanakan tugas pemerintahan lainnya sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

Bagian Kedua Susunan Organisasi

Pasal 10 (1) Struktur Organisasi Kelurahan terdiri dari :

a. Lurah; b. Sekretariat;

c. Seksi Pemerintahan; d. Seksi Pembangunan; e. Seksi Kemasyarakatan;

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Bagan Struktur Organisasi Kelurahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Daerah ini.

(10)

BAB V

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 11

(1) Pada Kecamatan dapat dibentuk Kelompok Jabatan Fungsional; (2) Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya; (3) Jenis, jenjang dan jumlah jabatan fungsional ditetapkan oleh Bupati

berdasarkan kebutuhan dan beban kerja, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

BAB VI

HUBUNGAN KERJA KECAMATAN Pasal 12

(1) Hubungan kerja Kecamatan dengan perangkat daerah Kabupaten bersifat koordinasi teknis fungsional dan teknis operasional;

(2) Hubungan kerja Kecamatan dengan instansi vertical di wilayah kerjanya, bersifat koordinasi teknis fungsional;

(3) Hubungan kerja Kecamatan dengan pemerintahan Desa bersifat koordinasi dan fasilitasi;

(11)

BAB VII TATA KERJA

Pasal 13

(1) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Camat, Lurah, para pimpinan satuan organisasi dan kelompok jabatan fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungannya masing-masing maupun antar kesatuan organisasi dilingkungan pemerintah daerah serta instansi lain diluar pemerintah daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing;

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi Kecamatan dan Kelurahan bertanggungjawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahan masin-masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya;

(3) Setiap pimpinan satuan organisasi Kecamatan dan Kelurahan wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggungjawab kepada atasannya masing-masing serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya;

(4) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi Kecamatan dan Kelurahan dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut untuk memberikan petunjuk kepada bawahannya.

BAB VIII

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN KECAMATAN DAN KELURAHAN

Pasal 14

(1) Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi Camat dilaksanakan oleh Bupati;

(2) Camat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan Fungsi Kelurahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

(12)

BAB IX PEMBIAYAAN

Pasal 15

(1) Pembiayaan Organisasi Kecamatan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Garut;

(2) Pembiayaan Organisasi Kelurahan dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Garut dengan alokasi anggaran memperhatikan kemampuan keuangan daerah serta variable-variabel penentu, antara lain :

a. besaran kewenangan yang dilimpahkan; b. jumlah penduduk;

c. kepadatan penduduk; d. luas Wilayah

e. kondisi Geografis/karakteristik wilayah; f. jenis volume pelayanan.

BAB X

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 16

Organisasi Kecamatan dan Kelurahan yang ada pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini, tetap menjalankan tugas dan fungsinnya sampai dengan diadakan penyesuaian berdasarkan Peraturan Daerah ini.

BAB XI

KETENTUAN PENUTUP Pasal 17

(13)

(1) Penjabaran tugas pokok, fungsi kecamatan dan kelurahan, klasifikasi kecamatan, pembinaan dan pengawasan serta teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Bupati;

(2) Dengan ditetapkannya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Garut dan Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 6 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Garut dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 18

Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Garut.

Ditetapkan di Garut

pada tanggal 6 Agustus 2004 B U P A T I G A R U T,

t t d

A G U S S U P R I A D I Diundangkan di Garut

pada tanggal 6 Agustus 2004

SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN GARUT,

t t d

(14)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT TAHUN 2004 NOMOR 27 SERI D

Referensi

Dokumen terkait

Tarmizi (guru sekaligus ketua Program Pembinaan Pendidikan Akhlak Mulia SD Negeri 2 Palapa Bandar Lampung) menambahkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat

​ Results: The study found three themes in the mothers’ experiences related to emergency cesarean section: the perception of the mothers was associated with emergency

Dalam Perpres 68/2011 telah ditetapkan bahwa wilayah sembilan RT (4 RT di Kelurahan Siring, 2 RT di Kelurahan Jatirejo, dan 3 RT di Kelurahan Mindi) termasuk dalam wilayah

Selain itu, kinerja dinas juga dapat diketahui dari akuntabilitas organisasi, yaitu pertanggungjawaban anggaran yang digunakan berdasarkan alokasi dana yang diberikan oleh pemerintah

Pembahasan tentang status Keuangan Negara dan penyertaannya untuk dijadikan modal BUMN dengan menggunakan beberapa kriteria yakni jika seluruh modalnya berasal dari

Guru belum pernah menerapkan pembelajaran dengan bantuan media yang berorientasi pada pembelajaran konsep warna dan hanya terpaku pada buku kegiatan tanpa adanya praktek

ada operasi lain yang dapat dikenakan pada suatu matriks untuk mendapatkan..

Menurut Burns depresi adalah suatu gangguan yang selalu merupakan akibat pemikiran yang terdistorsi. Depresi menurut Angold secara khusus dioperasionalkan dalam tiga bentuk.