OJL CAWAS -- 2014 Halaman 1
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 Tahun 2010 Tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah Dan Angka Kreditnya Jabatan fungsional Pengawas Sekolah adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan.
Sedangkan Tugas pokok Pengawas Sekolah adalah melaksanakan tugas pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanaan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan professional Guru, evaluasi hasil pelaksanaan program pengawasan, dan pelaksanaan tugas kepengawasan di daerah khusus. Untuk dapat melaksanakan tugas tersebut, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah dinyatakan bahwa Pengawas Sekolah harus memiliki enam dimensi kompetensi yang dipersyaratkan, yaitu: Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Supervisi Akademik, Kompetensi Supervisi Manajerial, Kompetensi Evaluasi Pendidikan, Kompetensi Penelitian dan Pengembangan, Kompetensi Sosial
Untuk mencapai keenam kompetensi yang dipersyaratkan bagi Pengawas itulah maka diperlukan berbagai upaya, diantaranya diklat penyiapan calon pengawas Pola Diklat calon pengawas sekolah yang harus dijalani oleh peserta adalah dalam kegiatan tatap muka (in servis-1) selama waktu 70 jam (meliputi mata diklat umum, merupakan modal awal untuk menjalani praktek lapangan on the job learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan atau 200 jam (150 jam di sekolah sendiri dan 50 jam) dilaksanakan di sekolah lain.
OJL CAWAS -- 2014 Page 2 Kegiatan OJL sebagai tindak lanjut dari In servis-1 merupakan implementasi dari materi yang disampaikan master trainer dari LPPKS Surakarta selama kurang lebih 1 minggu mulai dari tanggal 24 Februari sampai dengan 2 Maret 2014 sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi calon pengawas sekolah.
Porsi waktu OJL lebih besar karena calon pengawas sekolah/madrasah dituntut untuk belajar langsung di lapangan untuk melaksanakan Rencana Tindak Kepengawasan (RTK) yaitu untuk meningkatkan kompetensi diri calon pengawas sekolah berdasarkan hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) di sekolah sendiri (SMP Negeri 3 Pringkuku), yang terdiri dari kegiatan Sosial, melaksanakan observasi pembelajaran, melaksanakan supervisi akademik, supervisi manajerial di sekolah sendiri.
Disamping melaksanakan Rencana Tindak Kepengawasan, juga melaksanakan tugas mandiri yang terdiri dari kegiatan Pengembangan Silabus Mata Pelajaran , Observasi Pembelajaran Guru di Sekolah sendiri dan sekolah lain, Pengembangan Model Penilaian (PKG) di Sekolah sendiri dan sekolah lain, Pengkajian Program Kepengawasan baik Kajian Program Kepengawasan Manajerial maupun Kajian Program Kepengawasan Akademik,
Berdasar hasil penilaian Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) penulis sebagai peserta diklat calon pengawas sekolah, kelemahan yang paling menonjol yaitu pada Kompetensi Sosial maka penulis mengangkat tema yang terkait dengan Kompetensi Sosial dengan judul
“Mengembangkan kompetensi Sosial (kepramukaan) oleh Guru
dan optimalisasi program kepengawasan akademik dan
manajerial.
“.
B. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan OJL adalah:
1. Melaksanakan dan membuat laporan upaya peningkatan kompetensi Sosial Kepramkaan oleh guru ( berdasarkan hasil AKPK) baik secara mandiri maupun terprogram dan Rencana Tindakan Kepengawasan. (RTK) baik
OJL CAWAS -- 2014 Page 3 Akademik maupun Manajerial beradasarkan hasil AKPK Calon Pengawas (50 JPL)
2. Menyusun perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap (30 JP)
3. Menyusun laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap 1 orang guru dari sekolah sendiris dan 1 orang guru dari sekolah lain, dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan. Bukti pengarahan/ feedback yang sudah disetujui oleh guru di sekolah sendiri (SMP Negeri 3 Pringkuku ) maupun oleh guru sekolah lain ( SMP Negeri 1 Pringkuku) (30 JP)
4. Mengembangkan model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yg menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya, dalam bentuk Penilaian Kinerja Guru (30 JP)
5. Melaksanakan pengkajian terhadap program kepengawasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan berkenaan dengan Implementasi 8 standar Nasional Pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). (50 PL)
6. Menyusun laporan (10 JP)
C. Hasil Yang Diharapkan ( OJL )
1. Terlaksana dan terbuatnya laporan upaya peningkatan kompetensi penelitian dan pengembangan oleh guru (berdasarkan hasil AKPK) baik secara mandiri maupun terprogram dalam bentuk Rencana Tindakan Kepengawasan. (RTK) baik Akademik maupun Manajerial beradasarkan hasil AKPK Calon Pengawas (50 JPL)
2. Tersusunnya perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap (30 JP)
3. Tersusunnya laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap beberapa guru (minimal 1 org untuk minimal 2 sekolah) dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan. Bukti pengarahan / feedback yang sudah
OJL CAWAS -- 2014 Page 4 disetujui guru di sekolah asal calon pengawas dan oleh guru di sekolah magang (ada tandatangan guru bersangkutan) (30 JP)
4. Terkembangkannya model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yg menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya (30 JP) 5. Terlaksananya pengkajian terhadap program kepengawasan di dinas
pendidikan berkenaan dengan Implementasi 8 standar Nasional Pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). (50 PL)
6. Tersusunnya laporan (10 JP)
OJL CAWAS -- 2014 Page 5
BAB II
KONDISI NYATA TEMPAT OJL
A. Profil Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan
Dinas Pendidikan merupakan unsur pelaksana bidang pendidikan, dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Kepala Dinas mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan, melaksanakan urusan pendidikan berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah propinsi Jawa Timur. Tugas pokok dan fungsi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan mengacu pada Peraturan Bupati Pacitan Nomor: 45 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan.
Berikut fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan:
1. Fungsi Dinas Pendidikan:
a. Perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan;
b. Penyelenggaraan urusan pendidikan serta pelayanan umum sesuai dengan lingkup tugasnya;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan
Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan berdasarkan Peraturan Bupati Pacitan Nomor : 45 Tahun 2007 tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan terdiri dari:
a. Kepala Dinas; b. Sekretariat;
OJL CAWAS -- 2014 Page 6 d. Bidang Pendidikan SMP dan SM;
e. Bidang Tenaga Pendidikan; f. Bidang Pendidikan Luar Sekolah; g. Kelompok Jabatan Fungsional.
Struktur Organisasi secara garis besar dapat penulis uraikan seperti gambar 1 di bawah ini.
Gambar : 1
OJL CAWAS -- 2014 Page 7
B. Profil Tempat Magang Sekolah Sendiri (SMP NEGERI 3 PRINGKUKU)
1. Gambaran Umum
SMP Negeri 3 Pringkuku merupakan sekolah menegah yang berdomisili di desa Candi Kecamatan Pringkuku dengan kondisi Geografi yang berbukit kapur. Input siswa dari sekolah dasar(SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta yang tersebar di desa Dadapan, desa Poko, desa Candi, desa Jlubang, desa Watukarung dan desa Dersono dengan 11 SD dan MI, tingkat sosial ekonomi masyarakat di sekitar SMPN 3 Pringkuku sangat bervariatif menurut tingkat kesejahteraannya. Dari jumlah siswa 325, menurut data sekolah sekitar 85% yang dikategorikan miskin. Sehingga partisipasi masyarakat (donatur) belum maksimal, yang ditandai kontribusi RAPBS dari komite baru sekitar 30%. Faktor Politik dan keamanan di daerah Candi cukup kondusif terhadap penyelenggaraan pendidikan. Hal ini ditandai beberapa kali pelaksanaan pemilu tetap menunjukkan situasi kondusif terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Manfaat/ sisi positif kemajuan Iptek yang ada dan juga dirasakan masyarakat sekitar sekolah, membuka peluang bagi lembaga pendidikan (SMPN 3 Pringkuku) untuk mempercepat akses informasi berbagai hal terkait dengan dunia pendidikan, sehingga juga dirasakan manfaatnya oleh anak didik. Oleh karena itu penggunaan Iptek perlu dioptimalkan untuk menunjang guru dalam pengembangan bahan ajar agar proses pembelajaran semakin berkualitas. Keadaan gedung yang ada di SMP N. 3 Pringkuku sudah bisa dikatakan lengkap. Siswa SMP N. 3 Pringkuku terdiri dari 320 siswa.
2. Profil Sekolah:
1. Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Pringkuku 2. No. Statistik Sekolah / NPSN : 20510955
OJL CAWAS -- 2014 Page 8 4. Alamat Sekolah : Jln. Dadapan-Watukarung Km 05, Desa
Candi
: (Kecamatan) Pringkuku
: (Kabupaten/Kota) Pacitan
: (Propinsi) Jawa Timur
5. Telepon/HP/Fax : 0357-5101391
6. - Jarak Sekolah Ke Dinas Kabupaten/Kota : 15 Km
- Transportasi yang digunakan menuju sekolah Siswa/Guru : Jalan Kaki/ Sepeda Motor/angkutan
7. Status Sekolah : Negeri/Swasta (coret yang tidak perlu) 8. Nilai Akreditasi Sekolah : Amat Baik Skor = 87,55
9. Kepemilikan Tanah : Pemerintah a. Status Tanah : Pemerintah b. Luas Tanah : 5460 m2 10. Rekening Rutin Atas Nama Sekolah
a. Nomor : 0067-01-030694-50-4 b. Atas Nama : SMPN 3 Pringkuku
c. Nama Bank dan Cabang : BRI, Cabang Pacitan 11. Data Peserta Didik Baru 3 tahun terakhir :
Th. Pelajar an Jml Pendaftar (Cln Siswa Baru)
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jumlah (Kls. VII + VIII + IX)
Jml Siswa Jumlah Romb el Jml Siswa Jumlah Romb el Jml Siswa Jumlah Romb el Siswa Rombel 2011/2012 106 106 4 102 4 99 4 307 12 2012/2013 109 109 4 104 4 100 4 313 12 2013/2014 103 103 4 111 4 110 4 324 12
2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah
a. Visi
“BERIMAN DAN BERTAKWA, BERJIWA MANDIRI, DAN UNGGUL DALAM PRESTASI”
OJL CAWAS -- 2014 Page 9 1) Melaksanakan ajaran agama, dengan mengintensifkan
kehidupan beragama di sekolah dan di masyarakat.
2) Mentaati norma dan kedisiplinan yang berlaku di sekolah, serta menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan di masyarakat.
3) Mengembangkan kurikulum sekolah, sesuai dengan potensi, karakteristik, dan sosiall budaya masyarakat.
4) Melaksakan proses pembelajaran secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang, didukung oleh sumber daya pendidik yang kompetitif.
5) Melaksanakan penilaian otentik, dengan pengembangan prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa.
6) Meningkatkan tingkat kelulusan, dengan lulusan yang cerdas, kreatif, kompetitif, serta berakhlaq mulia.
7) Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik, dengan didukung oleh sarana prasarana yang memadai dan bakat minat siswa, agar bisa mencapai hasil yang optimal.
8) Mewujudkan penggalangan biaya pendidikan dari peran serta masyarakat yang memadai dan legal.
c. Tujuan Sekolah :
1) Mengembangkan kurikulum yang dilengkapi dengan perangkat pembelajaran (pemetaan, standar kompetensi dan kompetensi dasar, silabus, prota, promes, RPP) semua mata pelajaran serta mengembangkan kurikulum muatan lokal dan standar sistem penilaian.
2) Mengembangkan strategi pembelajaran kooperatif diantaranya pembelajaran model CTL, Pakem, kooperatif learning dan pembelajaran berbasis masalah dengan mengoptimalkan media pembelajaran.
OJL CAWAS -- 2014 Page 10 3) Mencapai standar ketuntasan belajar untuk semua mata pelajaran. 4) Memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas. 5) Menanamkan sikap sesuai dengan kepribadian yang dilandasi
keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME.
6) Memenuhi kebutuhan sarana prasarana kegiatan pembelajaran (Lab. IPA, Lab. Komputer, Perpustakaan,LCD, media pembelajaran matematika, bahasa Inggris, IPA dan pembangunan ruang Lab. Bahasa) dan fasilitas penunjang lain.
7) Melaksanakan manajemen berbasis sekolah dan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah secara demokratis, akuntabilitas dan terbuka
8) Membekali lulusan dengan kecakapan hidup sesuai bakat dan minat siswa.
9) Mengoptimalkan pelaksanaan program remidi dan pengayaan.
10) Menggalang pembiayaan pendidikan secara adil, demokratis dan memanfaatkan secara terencana serta dipertanggungjawabkan secara jujur, transparan memenuhi akutabilitas
C. Profil Tempat Magang Sekolah Lain (SMP N 1 PRINGKUKU) 1. Gambaran Umum
SMP Negeri 1 Pringkuku berada di desa Ngadirejan yang merupakan pusat pemerintahan kecamatan Pringkuku,
1. Nama Sekolah : UPT SMPN 1 PRINGKUKU
2. No. Statistik Sekolah : 201051206041 3. Tipe Sekolah : A
4. Alamat Sekolah : DESA NGADIREJAN
: (Kecamatan) PRINGKUKU
: (Kabupaten/Kota) PACITAN
: (Propinsi) JAWA TIMUR
5. Telepon/HP/Fax : (0357) 511128 Fax. (0357) 511543 6. Status Sekolah : Negeri
7. Nilai Akreditasi Sekolah : A Skor = 94 8. Luas Lahan, dan jumlah rombel : 18 Rombel
OJL CAWAS -- 2014 Page 11 Luas Lahan : 26.605 m2
jumlah ruang pada lantai 1 : 18
jumlah ruang pada lantai 2 : ... jumlah ruang pada lantai 3 : ...
Jumlah Rombel : 18 Nilai Akreditasi Sekolah : A
9. Prosentase ruang kelas yang sudah berbasis IT :
10. Data Siswa 4 (empat tahun terakhir):
Th. Pelajaran Jml Pendaftar (Cln Siswa Baru)
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jumlah (Kls. VII + VIII + IX)
Jml Siswa Jumlah
Rombel Jml Siswa
Jumlah
Rombel Jml Siswa
Jumlah
Rombel Siswa Rombel
2010/2011 161 161 6 162 6 161 6 484 18
2011/2012 164 164 6 161 6 163 6 488 18
2012/2013 165 165 6 162 6 156 6 482 18
2013/2014 132 132 6 167 6 161 6 460 18
2. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah a. Visi :
“ BERPRESTASI, BERBUDI PEKERTI DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN YANG BERLANDASKAN IMAN DAN TAQWA”
b. Misi .
1. Mewujudkan prestasi siswa dalam bidang akademik dan non akademik
2. Meningkatkan udaya baca dan tulis 3. Meningkatkan pembelajaran berbasis TI
4. Mewujudkan budaya disiplin, jujur, santun, tanggung jawab bagi seluruh warga sekolah
5. Menyelenggarakan kegiatan keagamaan
6. Mewujudkan budaya bersi, rindang, aman, sehat, indah pada lingkungan sekolah sehingga kondusif untuk belajar.
7. Memanfaatkan lingkungan untuk sumbe balajar
8. Menanamkan kepada seluruh warga sekolahtentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan
OJL CAWAS -- 2014 Page 12 9. Menunjukkan sikap peduli untuk mencegah pencemaaran lingkungan
atau kerusakan lingkungan
INDIKATOR
1. Terwujudnya Pengembangan Kurikulum SMPN 1 Pringkuku dan Kurikulum 2013
2. Terwujudnya peningkatan prestasisiswa dalam bidang akademik dan non akademik
3. Terwujudnya pembelajaran yang berbasis TI
4. Terwujunya pendidikan yang berkarakter pada seluruh komponen warga sekolah
5. Terwujudnya pelakasanaan kegiatan-kegiatan keagamaan
6. Terwujudna pengembangan budaya bersih, rindang, aman, sehat, indah pada lingkungan sekolah.
7. Terwujudnya kepedulian dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar
8. Terwujudnya kepedulian terhadap upaya kelestarian lingkungan 9. Terwujudnya kepedulian terhadap upayauntuk mengatasi
pencemaran atau kerusakan lingkungan.
MOTTO
KAWRUHING PUJANGGA AMBUKA BUDI
“Menurut Arti Kata Merupakan Lambang angka tahun berdiri sekolah yaitu tahun 1984”
Menurut makna kata : ilmu pengetahuan akan dapat membuka hati dan pikiran untuk mencapai kebahagiaan
TUJUAN
Dalam kurun waktu 5 tahun sekolah mempunyai tujuan yang ingin dicapai anatara lain:
OJL CAWAS -- 2014 Page 13 2. Terwujudnya inovasi kegiatan pembelajaran yang berbasis TI
3. Menerapkan budi pekerti luhur pada kehiduan sehari-hari baik di ingkungan sekolah atau di masyarakat
4. Menimpletaikan nilai-nilai IMTAQ dalam kehidupan sehari-hari 5. Mengembangkan udaya bersih,rindang, aman, sehat dan indah pada
lingkungan sekolah
6. Menerapkan kepedulian kelestarian alam dan pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar
7. Mengembangkan upaya mengatasi pencemaran dan atau kerusakan lingkungan
8. Tercapainya sekolah yang bersih, hijau dan nyaman untuk belajar.
D. Permasalahan Dilapangan.
Untuk memujudkan profsionalisme guru, perlu adanya pembinaan secara terus menerus melalui pendidikan dan latihan, seminar, workshop atau melanjutkan pendidikan ke lebih tinggi. Sedangkan kinerja guru dapat ditingkatkan melalui kedisiplinan, mengajar tepat waktu, pemberian motivasi, pemberian reward dan pemberian bimbingan melalui supervisi yang terpogram dengan baik.
Pada tahun ajaran 2013-2014 khususnya hasil pembelajaran ditemukan masih banyaknya tenaga pendidik yang hanya mementingkan aspek kognitif (pengetahuan) sedang aspek afektif dan psikmotor masih kurang diperhatikan, untuk itulah penulis menganalisa tentang pentingnya aspek psikomotor pada kegiatan Kompetensi Sosial Kepramukaan dan optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial, karena pada tahun ajaran 2013-2014 adanya guru sering dihadapkan dengan berbagai persoalan baik yang menyangkut strategi, metode pembelajaran, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), aspek penilaian.
OJL CAWAS -- 2014 Page 15
BAB III
RENCANA TINDAK KEPENGAWASAN
A. Tema/Judul RTK
Mengacu dari hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK), menunjukkan bahwa Kompetensi Sosial memperoleh hasil yang paling rendah yaitu 67, dan sebagai upaya peningkatan kompetensi diri, khususnya dibidang supervisi akademik dan Supervisi Manajerial, maka penulis mengambil tema “Mengembangkan kompetensi Sosial (kepramukaan) oleh Guru dan optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial.” sebagai Rencana Tindakan Kepengawasan (RTK) pada saat On The Job Learning (OJL) selama kurang lebih 3 bulan yang pelaksanaannya berada di dua sekolah, yaitu sekolah sendiri (SMP Negeri 3 Pringkuku) dan di sekolah yang lain (SMP Negeri 3 Pringkuku) dimulai pada tanggal 3 Maret 2014 sampai dengan 23 Mei 2014.
1. Evaluasi Diri Calon Pengawas (AKPK Calon Pengawas Sekolah)
Hasil pemetaan Calon Pengawas Sekolah berdasarkan Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) calon pengawas sekolah menunjukkan bahwa Kompetensi penulis adalah sebagai berikut : Kompetensi Kepribadian (76), Supervisi Manajerial (83), Supervisi Akademik (88), Evaluasi Pendidikan (77), Litbang (73) dan Kompetensi Sosial (67).
Data Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) seperti di bawah ini:
2. Evaluasi Diri Sekolah / analisis
konteks (SMPN 3
Pringkuku)
Kompetensi Kode Jumlah
Kepribadian 1 76 Supervisi Manajerial 2 83 Supervisi Akademik 3 88 Evaluasi Pendidikan 4 77 Litbang 5 73 Sosial 6 67 0 50 100 1 2 3 4 5 6 Kode Jumlah
OJL CAWAS -- 2014 Page 16 a. Análisis Kondisi
1) Analisis Lingkungan Strategi
Dengan semakin kondusifnya kondisi ekonomi,keamanan , kemajuan IPTEK akan semakin mendukung penyelenggaraan pendidikan di SMPN.3 Pringkuku, dalam 4 tahun mendatang. Hal ini di dukung pula oleh disetujuinya UUSPN NO 20 tahun 2003 tentang anggaran pendidikan sebesar 20 % dari APBN oleh mahkamah konstitusi. Disamping itu juga didukung Undang-Undang Pendidikan NO 20 tahun 2004 tentang SISDIKNAS dan diperjelas dengan PP No 19 tahun 2005 tentang SNP dan Permendiknas No 19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan.
SMP 3 Pringkuku terletak disebelah selatan Kabupaten Pacitan, dengan variabel input siswa bervariasi baik ekonomi orang tua, lingkungan yang mudah dijangkau sampai yang sangat sulit dijangkau. Menurut konsep pemerataan pendidikan perlu memikirkan strategi ini agar terjadi peningkatan mutu sehingga pemerataan terpenuhi tetapi mutu tetap terjaga.
2) Analisis Lingkungan Saat Ini.
Kondisi pendidikan Indonesia pada saat ini banyak mengalami kemajuan dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terhadap bidang pendidikan cukup tinggi, baik dalam hal upaya pemerataan memperoleh pendidikan, peningkatan sarana prasarana pendidikan, peningkatan kwalitas guru, dsb.
Namun mutu pendidikan (sekolah) secara umum masih rendah. Hal itu bisa dilihat dari batas standar lulus yang masih rendah, tingginya angka putus sekolah, serta kompetensi lulusan yang kurang baik.
Di sisi lain, pendidikan dituntut untuk senantiasa mengikuti dinamika yang terjadi dalam kehidupan sosial, ekonomi, informasi dan
OJL CAWAS -- 2014 Page 17 teknologi. Untuk itu pemerintah menetapkan standar nasional minimal yang harus dipenuhi oleh penyelenggara pendidikan/sekolah.
Kondisi sosial masyarakat di sekitar SMPN 3 Pringkuku sangat bervariatif menurut tingkat kesejahteraannya. Dari jumlah siswa 324, menurut data sekolah sekitar 80% yang dikategorikan miskin. Akan tetapi partisipasi masyarakat belum maksimal ditandai kontribusi RAKS dari komite baru sekitar 30%.
Faktor Politik dan keamanan di daerah Candi masih kondusif terhadap penyelenggaraan pendidikan. Hal ini ditandai beberapa kali pelaksanaan pemilu tetap menunjukkan situasi kondusif terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Manfaat/ sisi positif kemajuan Iptek yang ada dan juga dirasakan masyarakat sekitar sekolah, membuka peluang bagi lembaga pendidikan (SMPN 3 Pringkuku) untuk mempercepat akses informasi berbagai hal terkait dengan dunia pendidikan, sehingga juga dirasakan manfaatnya oleh anak didik. Oleh karena itu penggunaan Iptek perlu dioptimalkan untuk menunjang guru dalam pengembangan bahan ajar agar proses pembelajaran semakin berkualitas.
3) Analisis Lingkungan Masa yang akan Datang a) Identifikasi Tantangan Nyata 4 Tahun ke depan
Secara garis besar tedapat kesenjangan antara aspek sekolah Menurut PP 19/2005 dan Kondisi Sekarang Yaitu :
STANDAR IDEAL (SNP) RATING HASIL EDS KESEN-JANG AN STANDAR ISI 2,00 1,79 0,21 STANDAR PROSES 2,00 1,29 0, 71
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
2,00 1,98 0,02
STANDAR PTK
OJL CAWAS -- 2014 Page 18 STANDAR SARANA DAN
PRASARANA 2,00 1,56 0,44 STANDAR PENGELOLAAN 2,00 1,42 0,58 STANDAR PEMBIAYAAN 2,00 1,80 0,20 STANDAR PENILAIAN 2,00 1,47 0,53 RATA-RATA 2,00 1,64 0,35
4) Profil dan Rekomendasi
Sesuai dengan kesenjangan yang ada dan berdasarkan pada evaluasi diri sekolah, maka telah ditentukan program dan kegiatan untuk menghilangkan/meminimalisir kesenjangan yang ada, secara ringkas dapat penulis uraikan sebagai berikut (terlampir):
Standar Program Kegiatan
STANDAR KOMPET ENSI LULUSA N
Peningkatan sikap percaya diri pada siswa
Ekstra kurikuler
meningkatkan jumlah siswa yang mampu belajar secara mandiri menggunakan berbagai sumber belajar
Peningkatan kunjungan siswa ke perpustakaan,
mengoptimalkan
pemanfaatan lingkungan sekolah, pendirian warnet sekolah
Tingkat kelulusan 100% Tambahan pelajaran, tryout, pengadaan soal-soal, bimbingan belajar,paket mandiri
Mengenal pemanfaatan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
Mengadakan perkemahan
Pramuka, Jumbara PMR,
Outbound, Gerakan
penanaman pohon, Unit Warung Kejujuran
Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar dan aman
Pemaksimalan program 7-K, Penilaian mingguan kebersihan, Classmeeting, O2SN/FLSN, Ekstra , Jumat sehat dan bersih Penguasaan pengetahuan untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi
Konseling belajar, Bimbingan Belajar,
OJL CAWAS -- 2014 Page 19 Berkomunikasi baik lisan maupun
tulisan secara efektif dan santun
Ekstra Debat Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, Pengiriman Duta Kesehatan dan Duta Wisata, Lomba Pidato, Pelatihan Protokol, Dai remaja, Lomba sinopsis, lomba baca puisi Melaksanakan ajaran agama dan
akhlak mulia
Pembiasaan shalat jamaah dhuhur, shalat Jumat, dan Ekstra Kerohanian Islam, Maulid Nabi Muhammad, Isro' Mi'roj, Pondok Ramadhan, Tarawih dan Tadarus, Nuzulul Quran, Idhul Adha, Ekstra Baca Tulis Quran,
Mempertahankan kepemilikan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik setelah belajar akhlak mulia sesuai ajaran agama yang dianutnya
Melaksanakan Pembiasaan shalat jamaah dhuhur, shalat Jumat, dan Ekstra Kerohanian Islam, Maulid Nabi Muhammad, Isro' Mi'roj, Pondok Ramadhan, Tarawih dan Tadarus, Nuzulul Quran, Idhul Adha, Ekstra Baca Tulis Quran, Penambahan jumlah siswa yang
mentaati aturan sekolah dan norma social
Penegakan Tata Tertib sekolah
Memberikan pengalaman belajar iptek secara efektif.
Ekstra KIR, Lomba Kompetensi Siswa, Lomba Karya Tulis, Lomba Mading
Mengenali dan menganalisis gejala alam dan sosial.
MOS, Bakti sosial
Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya.
Ekstra Tari, Musik, Teater, OSN,O2SN, FLSN, Hadrah Mengembangkan dan memelihara
kebugaran jasmani serta pola hidup sehat
Ekstra Bola Voli,UKS, Gerakan Jumat sehat, Lomba Duta Kesehatan,
Merawat tubuh serta lingkungan, mengenal berbagai penyakit dan cara pencegahannya serta menjauhi narkoba
Penyuluhan Narkoba, miras dan Rokok, Penyuluhan Remaja, Duta Kesehatan
STANDAR ISI
merevisi cakupan Muatan Kurikulum dalam Pemenuhan Standar Isi
Workshop pengembangan kurikulum
Merevisi materi ajar sesuai dengan SKL (membentuk karakter, mengembangkan kreatifitas, mengembangkan kemampuan komunikatif, mengembangkan budaya dan kemampuan belajar)
Workshop pengembangan bahan ajar
Meningkatkan materi ajar yang relevan dengan kebutuhan
workshop penyusunan materi ajar
OJL CAWAS -- 2014 Page 20 Menyusun pedoman pelaksanaan
kegiatan bidang kurikulum
Workshop penyusunan kurikulum
Menyesuaikan jam belajar sesuai dengan SNP
tambahan jam pelajaran
STANDAR PROSES
Meningkatkan kepemilikan RPP untuk setiap mata pelajaran
workshop penyusunan RPP
Mempertahankan pemenuhan persyaratan proses pelaksanaan pembelajaran
workshop metode pembelajaran, pembuatan media pembelajaran/alat peraga Meningkatkan pelaksanaan
pembelajaran bermutu di sekolah
workshop pembuatan administrasi pembelajaran Meningkatkan PBM dan
mengembangkan kemampuan berkomunikasi efektif dan santun
Penerapan pendidikan karakter disekolah
Memberikan kesempatan kepada warga sekolah, untuk mudah mengakses informasi dalam PBM.
Pembuatan web site sekolah, Blog,E-mail,
Twiter/facebook, Mengikuti program komunitas provider
Meningkatkan budaya dan lingkungan sekolah kondusuf untuk pembelajaran
Pembiasaan diri berperilaku disiplin, jujur dan tanggap (Tiga pilar karakter) Meningkatkan Interaksi guru-siswa
mendukung efektifitas PBM
Seminar, bimbingan intensif
Meningkatkan suasana akademik di sekolah mendukung pembelajaran (kondusif)
Menyusun jadwal pelajaran, pengadaan buku pelajaran
Meningkatkan pelaksanaan pemantauan, pengawasan, dan Evaluasi (persiapan, proses, penilaian)
Supervisi kelas, penilaian portofolio
Meningkatkan program tindak lanjut Pelatihan guru, Pembuatan PTK, Workshop STANDAR PENILAI AN
Meningkatkan penilaian yang dilakukan secara holistik dan berkesinambungan untuk efisiensi PBM
workshop penyusunan program penilaian
Meningkatkan kesesuaian instrumen penilaian dengan kompetensi dan proses pembelajaran yang di ukur
workshop penyusunan program penilaian
Meningkatkan Evaluasi yang dilakukan berdasarkan penjaminan mutu
workshop penjaminan mutu
Meningkatkan jumlah Guru yang menganalisis hasil penilaian utk perbaikan PBM
Pelatihan, kegiatan MGMP
Melakukan penilaian dengan menerapkan aspek keadilan, transparansi dan akuntabilitas
evaluasi/penilaian, melakukan analisis STANDAR PTK
Memenuhi jumlah guru Mutasi dari sekolah lain Memiliki guru yang kualifikasi &
sertifikat sesuai SNP
Pelatihan/diklat pengembangan profesi dan kompetensi guru
OJL CAWAS -- 2014 Page 21
Memiliki guru mengajar sesuai bidang studinya
Pelatihan/Diklat alih fungsi
Meningkatkan jumlah guru yang bekerja secara efektif dan efisien dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu
MGMP, pelatihan
Meningkatkan kualitas guru secara profesional dalam bidangnya
Sertifikasi guru, pelatihan
Meningkatkan kedisiplinan guru dalam mengajar
Pengisian daftar hadir, pembinaan dari Kepala Sekolah
Meningkatkkan kualitas guru yang dapat dijadikan teladan oleh siswa
Pelatihan, workshop, pemberian motivasi
Meningkatan kompetensi PTK dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah
Pelatihan, workshop
Memenuhi Jumlah tenaga kependidikan mencukupi kebutuhan
Mutasi dari sekolah lain
Peningkatan kompetansi Kepala Sekolah
Diklat, MKKS, Rapat Koordinasi, Bintek
Meningkatkan kepemimpinan sekolah dan mampu menerapkan cirri-ciri kepemimpinan yang efektif.
Pelatihan kepemimpinan sekolah
Meningkatkan jumlah tenaga kependidikan yang bekerja secara efektif dan efisien dalam melaksanakan pembelajaran yang bermutu
workshop kependidikan, diklat, peningkatan pendidikan
Meningkatkan jumlah tenaga pendidikan profesional dalam bidangnya
Pelatihan, workshop, seminar
Meningkatan kompetensi PTK yang dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan sekolah Pelatihan, workshop STANDAR PENGEL OLAAN
Memiliki rumusan visi dan misi yang dipahami oleh semua komponen sekolah
Sosialisasi
Memiliki dokumen perencanaan yang berkualitas, mencakup peningkatan PBM, tenaga kependidikan, dan sarpras; yang dijalankan secara konsisten
Membuat dokumen, workshop, pembimbingan
Melibatkan semua komponen sekolah dalam pelaksanaan program sekolah yang dimuat dalam perencanaan
membuat program kerja, sosialisasi, menyusun jadual
Meningkatkan pelaksanaan perencanaan evaluasi sekolah berdasarkan capaian indikator
Membuat program kerja, RKS, RKAS
Meningkatkan pelaksanaan perencanaan evaluasi sekolah berdasarkan capaian indikator
Membuat program kerja, RKS, RKAS
OJL CAWAS -- 2014 Page 22 Meningkatkan dan melaksanakan
pengelolaan sekolah secara efektif dan efisien untuk peningkatan mutu sekolah
Membuat program kerja, RKS, RKAS, Rencana Anggaran
Meningkatkan kontribusi komite terhadap peningkatan mutu sekolah
Rapat Koordinasi dengan komite, menyusun program kerja bersama STANDAR SARANA DAN PRASAR ANA
Memenuhi rasio ruangan memadai
Identifikasi kebutuhan, mengatur ruang
Meningkatkan sarana dan prasarana yang cukup dan sesuai
Pengadaan sarana prasarana
Meningkatkan sarana dan prasarana digunakan secara efisien dan efektif untuk pelaksanaan PBM yang berkualitas
Penyediaan media pembelajaran
Meningkatkan perawatan sarana prasarana secara teratur
Mengoptimalkan tenaga, pengaturan tenaga kebersihan STANDAR PEMBIA YAAN Mengikutsertakan partisipasi masyarakat dalam rapat penetapan besaran pembiyaan yang harus ditanggung oleh Orang tua murid
Rapat pleno komite Dalam menentukan rencana anggaran dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi orang tua siswa
Melaksanakan Pembiayaan untuk PTK, sarpras, dan pengelolaan dilakukan secara proporsional
Pemberian Honorarium PTT, GTT, pengadaan sarana prasarana
Meningkatkan pembiayaan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk meningkatkan mutu sekolah dan PBM yang berkualitas
Pengguaan dana BOS sesuai dengan atuan yang ada
Melakukan penggunaan dan pelaporan pendanaan dilakukan secara akuntabel
pelatihan penyusunan laporan keuangan
3. Rencana Tindak Kepangawasan
Berdasarkan kondisi riil yang ada di sekolah, rekomendasi berdasarkan EDS, program kerja yang ada di sekolah serta hasil dari AKPK, maka penulis merumuskan Rencana Tindak Kepengawasan , dapat di uraikan secara ringkas sebagai berikut:
NO TUJUAN PROGRAM KEGIATAN OJL SKENARIO LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN WAKTU 1 Peningkatan kemamp uan pengem bangan kompete nsi Membimbing guru dalam menyusun program kerja kegiatan kepramukaan .
1. Membantu guru dalam mengidentifikasi masalah dalam pelatihan pramuka
2. Membimbing guru dalam mengisi instrumen observasi kepramukaan
3. Membimbing guru dalam
Minggu ke-2 s.d. mingg u ke 4 bulan Maret
OJL CAWAS -- 2014 Page 23 sosial
kepramu kaan
menyusun rencana kegiatan kepramukaan
4. Melaksanakan monitoring dan evaluasi dalam penyusunan program kegiatan sosial kepramukaan 2014 2 Optimali-sasi program kepenga -wasan akademi k di sekolah Induk 1. Pengawasan/moni toring standar isi, SKL, Standar Proses, Standar Penilaian 1. Sosialisasi program kepengawasan Akademik di sekolah Induk
2. Penyusunan program dan instrumen supervisi
3. Pelaksanaan supervisi Akademik di sekolah Induk
4. Penyusunan program tindak lanjut
5. Pelaksanaan program tindak lanjut
6. Evaluasi program pengawasan Akademik di sekolah binaan
minggu ke-4 bulan Maret 2014 s.d. Mingg u ke-1 bulan April 2014 3 Optimalisasi program kepenga wasan manajeri al di sekolah Induk 1. Pengawasan/ monitoring bidang manajerial di se-kolah binaan: a. standar pendidik dan tenaga kependidikan, b. standar sarana prasarana c. standar pengelolaan, d. standar pembiayaan
1. Sosialisasi program kepengawa-san manajerial di sekolah Induk 2. Penyusunan program dan
instrumen supervisi
3. Pelaksanaan supervisi manajerial di sekolah Induk
4. Penyusunan program tindak lanjut
5. Pelaksanaan program tindak lanjut
6. Evaluasi program pengawasan manajerial di sekolah Induk
Minggu ke-2 bulan April 2014 B. Kerangka Pemikiran
1. Deskripsi hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK)
Berdasarkan kesimpulan hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian menunjukkan hasil sebagai berikut : kompetensi kepribadian (76), Supervisi manajerial (83), Supervisi Akademik (88), Evaluasi Pendidikan (77), Litbang (73), dan Sosial (67). Dari kompetensi tersebut di atas yang menunjukkan nilai paling rendah sesuai hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian(AKPK) ada pada kompetensi Sosial dengan nilai 67.
OJL CAWAS -- 2014 Page 24 Oleh karena itu penulis memilih mengembangkan kompetensi sosial (kepramukaan) oleh guru dan optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial sebagai fokus Rencana Tindak Kepengawasan (RTK).
2. Dimensi kompetensi yang harus dimiliki oleh pengawas sekolah pada
Kompetensi Sosial (kepramukaan), Supervisi Manajerial dan Supervisi akademik
1. Dimensi kompetensi Sosial.
a. Mampu bekerja sama dalam tim
b. Mampu berkomunikasi dan menjaga lingkungan serta memiliki kepedulian sosial.
c. Menentukan masalah kepengawasan yang akan diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas.
d. Menyusun rencana tindakan kegiatan sosial kepramukaan. e. Melaksanakan tindakan kegiatan sosial kepramukaan.
f. Mengolah dan menganalisis data hasil pengamatan tindakan kegiatan sosial kepramukaan
g. Melakukan tindakan kegiatan sosial kepramukaan. h. Menyusun instrumen kegiatan sosial kepramukaan
i. Memberikan bimbingan kepada guru/pembina pramuka untuk melaksanakan tindakan kegiatan sosial kepramukaan di sekolah. 2. Dimensi Kompetensi Supervisi Manajerial
a. Menguasai metode, teknik dan prinsip-prinsip supervisi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah .
b. Menyusun program kepengawasan berdasarkan visi,misi, tujuan dan program pendidikan di sekolah .
c. Menyusun metode kerja dan instrumen yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan di sekolah . d. Menyusun laporan hasil-hasil pengawasan dan menindaklanjutinya
OJL CAWAS -- 2014 Page 25 e. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah .
f. Membina kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah .
g. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah .
h. Memantau pelaksanaan standar nasional pendidikan dan memanfaatkan hasil-hasilnya.
3. Dimensi Kompetensi Supervisi Akademik
a. Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah .
b. Memahami konsep, prinsip, teori/teknologi, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan proses pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah c. Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.
d. Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa melalui mata-mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan
e. Membimbing guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan .
f. Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/bimbingan (di kelas, laboratorium, dan atau di
OJL CAWAS -- 2014 Page 26 lapangan) untuk tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah .
g. Membimbing guru dalam mengelola, merawat, mengembangkan dan menggunakan media pendidikan dan fasilitas pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah .
h. Memotivasi guru untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran/bimbingan tiap mata pelajaran dalam rumpun mata pelajaran yang relevan di sekolah .
3. Penyusunan RTK
Pada tahap ini penulis menyusun Rencana Tindakan Kepengawasan yang meliputi : (1) tujuan ; (2) indikator keberhasilan ; (3) program kegiatan On teh Job Learning, (4) sumber daya ; (5) metode pengumpulan data : (kegiatan refleksi). Rencana Tindakan Kepemimpinan yang telah disusun selanjutnya dikonsultasikan dan dimintakan persetujuan kepada koordinator kegiatan On the Job Learning yaitu pejabat LPPKS. Untuk lebih lengkapnya RTK yang penulis susun. (lampiran)
4. Rencana Tindakan Kepengawasan yang telah dikonsultasikan dan disetujui oleh koordinator OJL selanjutnya dikomunikasikan kepada pihak-pihak terkait diantaranya Pengawas SMP/SM Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Kepala SMPN. 1 Pringkuku (sekolah magang) dan Guru dan TU di SMPN. 3 Pringkuku (sekolah sendiri) .
5. Secara garis besar Rencana Tindakan Kepengawasan yang dilakukan penulis bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sosial kepramukaan, optimalisasi program kepengawasan Akademik dan Manajerial.
6. Pelaksanaan
Kegiatan tindak kepengawasan terkait dengan peningkatan kompetensi Sosial Kepramukaan oleh Guru dan Optimalisasi Program Kepengawasan akademik dan Manajerial, dilakukan penulis mengacu
OJL CAWAS -- 2014 Page 27 pada perencanaan yang telah disusun, dikonsultasikan, dan disetujui oleh koordinator OJL (on the job learning).
7. Monev
Seluruh kegiatan On the Job Learning yang dilaksanakan selalu dalam monitoring dan evaluasi pengawas. Berdasarkan hasil evaluasi pengawas dapat dijelaskan bahwa penulis berhasil meningkatkan kompetensi yang diharapkan.
8. Refleksi
Pelaksanaan seluruh kegiatan On the Job Learning dapat berjalan dengan baik dan selalu mendapatkan monitoring dan evaluasi (pendampingan oleh pengawas sekolah) dijelaskan bahwa hasil kegiatan upaya peningkatan kompetensi calon kepala sekolah dapat dicapai dengan baik.
9. Hasil
Berdasarkan langkah-langkah dalam pelaksanaan On The Job Learning (OJL), khususnya rencana tindak kepengawasan terkait peningkatan kompetensi Sosial, Optimalisasi Program Kepengawasan Akademik dan Manajerial, hasil yang dicapai adalah:
a. Meningkatnya kepedulian sosial melalui program pramuka pada Pangkalan Gugus Depan SMPN. 3 Pringkuku (02-073/02-074). b. Meningkatnya ketrampilan dalam melakukan penyusunan program
kepengawasan akademik dan manajerial
Secara garis besar Rencana Tindakan Kepengawasan yang dilakukan penulis bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Sosial serta optimalisasi program kepengawasan akademik dan manajerial.
Sesuai dengan rencana tindakan maka penulis menggunakan rencana tindakan Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (action), monitoring dan evaluasi serta refleksi (reflection).
C. Implementasi RTK di Sekolah Sendiri
OJL CAWAS -- 2014 Page 28 a. Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 1)
Sebelum melaksanakan kegiatan, penulis membuat rancangan kegiatan kepramukaan sebagai berikut:
1) Menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan
2) Mengidentifiikasi masalah dalam kegiatan pramuka 3) Mengelompokkan masalah dan Merumuskan Masalah
4) Melakukan diskusi langkah-langkah penyusunan Program Kerja 5) Secara individual menyusun Program Kerja dibimbing oleh calon
pengawas
a. Pelaksanaan kegiatan (RTK 1)
1) Pada tahap ini penulis mengadakan pertemuan koordinasi dengan 3 orang guru sebagai pembina pramuka yaitu, 1. Sdr. Arif Triatmoko, S.Pd sebagai ketua pembina Pramuka. 2. Sdr. Mamik Hardiyono, S.Pd. sebagai urusan Kesiswaan dan 3. Sdr. Drs.Suyadi, pembina Pramuka. Menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan Sosial Kepramukaan sebagai salah satu kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh penulis pada saat OJL. Dan karena keterbatasan waktu serta banyaknya kegiatan akademik maka untuk peninkatan kompetensi Sosial Kepramukaan hanya sampai Program Kerja, sedang pelaksanaan Program Kerja Kepramukaan bidang Sosial akan dilaksanakan pada saat PERSAMI pada kegiatan akhir semester genap.
2) Langkah ke dua penulis mendiskusikan dan meng observasi pada pembina pramuka serta urusan kesiswaan tentang kegiatan kepramukaan, dengan menyusun instrumen (terlampir ), dari kegiatan pengisian instrumen ternyata secara administrasi kegiatan kepramukaan di Gudep 02-073/02-074 belum optimal.
OJL CAWAS -- 2014 Page 29 3) Selanjutnya penulis menyusun lembar kegiatan untuk mengetahui kegiatan mana yang bermanfaat bagi masyarakat secara langsung. (telampir)
4) Selanjutnya penulis menyusun program kerja dan penanggung jawab program (terlampir).
5) Langkah berikutnya penulis membuat kesimpulan bahwa kegiatan bakti sosial kepramukaan ternyata langsung bersentuhan dengan masyarakat dan dapat membantu meringankan beban masyarakat. b. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (RTK 1)
1) Pada tahap ini penulis mempersiapkan Instrumen Pengamatan Program Kerja Gudep, (terlampir).
2) Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi, penulis berdiskusi dengan pembina gudep untuk membahas bagian yang kurang dan perlu diperbaiki,
c. Melaksanakan refleksi
Berdasar hasil pengamatan, monitoring dan evaluasi kegiatan Program Kerja Sosial Kepramukaan ada kemajuan walaupun belum sesuai dengan harapan .
d. Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 2)
1) Mengidentifiikasi aspek-aspek yang masih perlu penyempurnaan berdasarkan hasil refleksi
2) Membimbing pembina, kesiswaan dalam menyempurnakan program kegiatan Pramuka Pangkalan gudep 02-073/02-074
3) Melaksanakan pengamatan dan penilaian terhadap program kerja kegiatan pramuka bidang sosial gudep 02-073/02-074
e. Pelaksanaan kegiatan (RTK 2)
1) Pada tahap ini penulis mengadakan koordinasi untuk mengidentifiikasi aspek-aspek yang masih perlu penyempurnaan berdasarkan hasil refleksi
2) Membimbing pembina Pramuka, Urusan kesiswaan dalam pelaksanaan program kerja gudep 02-073/02-074.
OJL CAWAS -- 2014 Page 30 f. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (RTK 2)
1) Pada tahap ini penulis mempersiapkan Instrumen Pengamatan Program Kerja Gudep, (terlampir).
2) Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan adanya kenaikan / keberhasilan pada program kerja pramuka
g. Melaksanakan refleksi (RTK 2)
Berdasar hasil monitoring dan evaluasi kegiatan penyusunan proposal penelitian tindakan kelas pada RTK 2 ini sudah diperoleh hasil sesuai dengan harapan, sehingga tidak perlu dilaksanakan RTK selanjutnya. (terlampir).
2. Optimalisasi Program Kepengawasan Akademik
a. Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 1) 1) Penyusunan Program Kepengawasan
2) Sosialisasi dan koordinasi program kepengawasan akademik 3) Penyusunan instrumen supervisi
4) Pelaksanaan supervisi akademik 5) Penyusunan program tindak lanjut 6) Pelaksanaan program tindak lanjut 7) Evaluasi program pengawasan akademik. b. Pelaksanaan kegiatan (RTK 1)
1) Pada tahap ini penulis mengadakan koordinasi dengan urusan kurikulum dan guru untuk menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan optimalisasi program kepengawasan Akademik, dan menyepakati waktu untuk melaksanakan diskusi/Fokus Group Discusion (FGD). Kegiatan ini penulis laksakanan di ruang Kepala Sekolah pada tanggal 10 Maret 2014
2) Penulis menyiapkan instrumen superrvisi akademik, yang terdiri dari instrumen pemantauan Standar Isi (terdiri dari aspek kepemilikan dokumen, muatan dokumen KTSP), Standar Proses (terdiri dari aspek Perangkat Pembelajaran, Proses Pembelajaran), Standar
OJL CAWAS -- 2014 Page 31 Kompetensi Lulusan (terdiri dari aspek dokumen Pencapaian target akademis, pencapaian prestasi non akademis, dokumen kelulusan dan catatan kepribadian) dan Standar Penilaian (terdiri dari aspek Perangkat Penilalian, Pelaksanaan Penilaian dan Hasil Penilaian. Instrumen pemantauan yang telah tersusun diserahkan kepada urusan kurikulum dan guru untuk dipahami dan disiapkan dokumem/bukti fisik yang harus dipenuhi
3) Penulis melaksanakan pemantauan terhadap lingkungan yang mendukung, diantaranya situasi dan kondisi lingkungan yang mendukung untuk proses pembelajaran, kondisi ruang, kebersihan, keindahan kelas, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.
4) selanjutnya melakukan observasi, diskusi (FGD) dengan urusan kurikulum dan 1 guru, wawancara Pendidik, Tenaga kependidikan dan siswa . disamping itu penulis juga melakukan studi dokumen, untuk mengetahui ketersediaan dokumen yang terkait dengan standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, dan standar penilaian. Kegiatan ini penulis lakukan pada tanggal 11 Maret 2014.
5) Pada tahap ini penulis mengisi instrumen pemantauan Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan dan standar penilaian,sesuai dengan hasil pemantauan terhadap lingkungan yang mendukung, wawancara dengan urusan kurikulum, siswa, pendidik, tenaga kependidikan, observasi terhadap dokumen pendukung dan bukti lain yang mendukung, selanjutnya menghitung nilai.
6) Setelah kegiatan pemantauan selesai, penulis berdiskusi dengan urusan kurikulum dan 1 guru untuk membahas aspek, indikator dan sub indikator mana yang perlu ditingkatkan. (Instrumen pemantauan terlampir). Berdasarkan hasil skoring, yang perlu ditingkatkan karena memperoleh skor 2 ada pada standar proses pada aspek Proses Pembelajaran pada indikator Guru menyediakan jadwal untuk konsulltasi mata pelajaran dan ada penasehat akademik yang mendeteksi peserta didik, selain itu terdapat skor 0 pada standar
OJL CAWAS -- 2014 Page 32 sarpras adalah pada aspek Ruang OSIS, Indikator Ruang, sub indikator Kelengkapan/perabot. Pada Standar Penggelolaan yang memperoleh skor 0 adalah pada aspek Pelaksanaan Rencana Kerja Budaya, Indikator Menjual buku pelajaran, seragam,pakaian atau peralatan sekolah, memunggut biaya dalam memberikan les, memunggut biaya baik langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan aturan memperoleh nilai 0 (nol) karena memang sekolah tidak mempunyai atau tidak melakukannya (terlampir)
7) Berdasarkan hasil Pemantauan Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Penilaian, maka diperoleh informasi-informasi untuk menentukan tindak lanjut, diantaranya : a) Perlu dibuat rancangan tindakan sebagai tindak lanjut dari
Pemamtauan 8 standar Pendidikan dalam bentuk program kepengawasan Akademik,
b) Melengkapi ketuntasan dengan rencana pencapaian ketuntasan ideal
c) Penyusunan Kalender Pendidikan sesuai dengan kegiatan sekolah d) Pengembangan bahan ajar dalam bentuk cetakan (modul, hand
out, LKS)
e) Pengembangan bahan ajar dalam bentuk Audio, visual dan Audio Visual,
f) Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran
g) Menugaskan guru sebagai penasehat akademik yang dapat mendeteksi potensi peserta didik.
h) Menyediakan Dokumen data kelulusan maupun dokumen data alumni
i) Dari beberapa kekurangan-kekurangan tersebut, penulis menentukan program “FGD Guru Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran
OJL CAWAS -- 2014 Page 33 8) Pelaksanaan FGD Guru Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran, dilaksanakan di SMPN. 3 Pringkuku, di ruang kurikulum/BK, pada hari Rabu tanggal. 2 April tahun 2014 . dengan 2 guru yakni sdr. Supriyadi, S.Pd,M.Pd dan sdr. Mamik Hardiyono,S.Pd.
c. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (RTK 1)
Dari kegiatan FGD disusun jadwal untuk konsultasi mata pelajaran bagi siswa.
JADWAL KONSULTASI MATA PELAJARAN
Dilakukan pada saat istirahat dan atau waktu luang pada jam kerja
No Mata pelajaran Waktu Penanggung jawab Skor
1 Pendidikan Agama Islam Senin, Jum’at Markum, S.PdI 3 2 PKn Selasa, Rabu Kun Wahananti, S.Sos 2 3 Matematika Senin, Selasa, Rabu, Jum’at Budi Prajetno, STP Mamik Hardiyono, S.Pd 4 4 Pendidikan Jasmani Senin, Selasa, Kamis, Sabtu Drs.M.Rizal Abadi,MM Sigit Wahyono,S.Pd Teguh Nurcahyo, S.Pd 3
5 Bahasa Inggris Selasa, Kamis,
Supriyadi,S.Pd,M.Pd Bakti Ekawati,S.Pd
OJL CAWAS -- 2014 Page 34 Jum’at 6 Bahasa Indonesia Rabu, Kamis, Sabtu Sri Noerhayati,S.Pd Gatot Lumban B, S.Pd 4 7 I P A Selasa, Kamis Wahyu Jatmiko, S.Pd Siswati, S.Pd 3
8 I P S Rabu, Sabtu Hadi S Atmodjo, S.Pd
Agus Setyo udi, S.Pd
Budiono, S.Pd
3
9 T I K Rabu, Kamis Rum Ariafendi,S.Pd Endang Ekowati, S.Pd Verry Ratnaningtyas,S. Pd 3
10 Muatan Lokal Kamis, Sabtu Endang Sujalmi, S.Pd Arif Triatmoko, S.Pd 1 d. Melaksanakan refleksi.
Sesuai dengan hasil monitoring dan evaluasi aspek yang perlu di perbaiki adalah aspek kesanggupan guru dalam meluangkan /menyediakan waktunya untuk konsultasi mata pelajaran. (terlampir) e. Rancangan Tindakan Kepengawasan(RTK 2)
1) Menentukan prioritas tindak lanjut dari hasil pemantauan
2) Membuat program Tindak Lanjut “Menyediakan jadwal untuk konsultasi mata pelajaran”.
OJL CAWAS -- 2014 Page 35 f. Pelaksanaan kegiatan (RTK 2)
1) Menentukan prioritas tindak lanjut dari hasil pemantauan
Berdasarkan hasil pemantauan, aspek yang masih perlu pembinaan adalah belum ada jadwal, tidak ada waktu. (terlampir).
2) Penugasan kepada guru untuk merevisi membuat jadwal (terlampir). g. Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan (RTK 2)
Dari kegiatan FGD disusun jadwal untuk konsultasi mata pelajaran bagi siswa.
JADWAL KONSULTASI MATA PELAJARAN
Dilakukan pada saat istirahat dan atau waktu luang pada jam kerja
No Mata pelajaran Waktu Penanggung jawab Skor
1 Pend Agama Islam Senin, Jum’at Markum, S.PdI 4 2 PKn Selasa, Rabu Kun Wahananti, S.Sos 3 3 Matematika Senin, Selasa, Rabu, Jum’at Budi Prajetno, STP Mamik Hardiyono, S.Pd 4 4 Pendidikan Jasmani Senin, Selasa, Kamis, Sabtu Drs.M.Rizal Abadi,MM Sigit Wahyono,S.Pd Teguh Nurcahyo, S.Pd 4
5 Bahasa Inggris Selasa, Kamis, Jum’at Supriyadi,S.Pd,M.Pd Bakti Ekawati,S.Pd 4 6 Bahasa Indonesia Rabu, Kamis, Sabtu Sri Noerhayati,S.Pd Gatot Lumban B, S.Pd 4
OJL CAWAS -- 2014 Page 36
Kamis S.Pd
Siswati, S.Pd 8 I P S Rabu, Sabtu Hadi S Atmodjo,
S.Pd
Agus Setyo udi, S.Pd
Budiono, S.Pd
4
9 T I K Rabu, Kamis Rum Ariafendi,S.Pd Endang Ekowati, S.Pd Verry Ratnaningtyas,S. Pd 4
10 Muatan Lokal Kamis, Sabtu Endang Sujalmi, S.Pd Arif Triatmoko, S.Pd 3 h. Melaksanakan refleksi (RTK 2)
Berdasar hasil monitoring dan evaluasi antara sebelum dilakukan FGD dengan setelah FGD ada peningkatan pada “penyediaan waktu/jadwal untuk konsultasi mata pelajaran” sebesar 58% .
3. Optimalisasi Program Kepengawasan Manajerial
Optimalisasi program kepengawasan manajerial penulis laksanakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta refleksi. Rancangan Tindakan Kepengawasan (RTK 1)
1) Penyusunan Program Kepengawasan
2) Sosialisasi dan koordinasi program kepengawasan Manajerial 3) Penyusunan instrumen supervisi
4) Pelaksanaan supervisi Manajerial 5) Penyusunan program tindak lanjut 6) Pelaksanaan program tindak lanjut
OJL CAWAS -- 2014 Page 37 7) Evaluasi program pengawasan Manajerial.
a. Pelaksanaan kegiatan (RTK 1)
1) Pada tahap ini penulis mengadakan koordinasi dengan urusan kurikulum (Sdr. Arif Triatmoko) dan 1 orang guru (sdr Supriyadi, S.Pd,M.Pd. , Kasubag TU (sdr. Mudjiono) dan bendahara BOS SMPN. 3 Pringkuku. (sdr. Wiyanto), Menjelaskan maksud dan tujuan kegiatan optimalisasi program kepengawasan Manajerial, dan menyepakati waktu untuk melaksanakan diskusi/Fokus Group Discusion (FGD)
2) Penulis menyiapkan instrumen supervisi Manjerial, yang terdiri dari instrumen pemantauan Standar Pendidik Tenaga Kependidikan, Standar Sarana Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Pembiayaan
3) Penulis melaksanakan pemantauan terhadap lingkungan yang mendukung, diantaranya situasi dan kondisi lingkungan yang mendukung untuk proses pembelajaran, kondisi ruang, kebersihan, keindahan kelas, perpustakaan, laboratorium dan sebagainya.
4) selanjutnya melakukan observasi dan wawancara dengan waksasek, Pendidik, Tenaga kependidikan dan siswa . disamping itu juga melakukan studi dokumen, untuk mengetahui ketersediaan dokumen yang terkait dengan standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, standar Sarana dan Prasarana , standar Pengelolaan, dan standar pembiayaan
5) Pada tahap ini penulis mengisi instrumen pemantauan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan dan standar Pembiayaan, sesuai dengan hasil pemantauan terhadap lingkungan yang mendukung, wawancara dengan urusan kurikulum, guru, siswa, dan tenaga kependidikan, observasi terhadap dokumen pendukung dan bukti lain yang mendukung, selanjutnya menghitung nilai.
OJL CAWAS -- 2014 Page 38
BAB IV TUGAS MANDIRI
A. Pengembangan Silabus Mata Pelajaran, RPP, Bahan Ajar dan Instrumen Penilaian
1. Pengembangan Silabus
Silabus adalah rencana guru dalam mengembangkan proses pembelajaran untuk satu mata pelajaran. Dalam suatu silabus terdapat berbagai komponen yang harus dikembangkan oleh guru. Komponen-komponen tersebut beragam sesuai dengan persepsi guru mengenai apa yang harus ada tetapi paling tidak komponen untuk suatu silabus adalah sebagai berikut :
a. Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar b. Standar Kompetensi Lulusan
c. Tujuan
d. Proses Pembelajaran
e. Persyaratan untuk Pembelajaran f. Assesment hasil Belajar
g. Pokok bahasan dan kaitannya dengan SK, KD, SKL.
Penyusunan Silabus mata pelajaran ini penulis laksanakan pada minggu ke-1 dan ke-2 bulan Maret 2014. Silabus Mata Pelajaran, RPP, Bahan Ajar dan Instrumen Penilaian yang penulis kembangkan pada OJL ini adalah Silabus mata pelajaran Permainan bola kecil untuk siswa kelas VII semester 2. Standar Kompetensi yang penulis pilih adalah “Mempraktekan berbagai tehnik dasar permainan dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya”, Kompetensi Dasar: Mempraktekkan tehnik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola kecil lanjutan dengan baik serta nilai kerjasama, toleransi, percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersdia berbagi tempat dan peralatan. (silabus, terlampir)
OJL CAWAS -- 2014 Page 39
2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajan (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar. RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD.
Setiap guru wajib menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi secara aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP memuat identitas mata pelajaran Standart Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator pencapaian, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan, atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. (RPP, terlampir)
3. Bahan Ajar
a. Pengertian
Bahan ajar adalah segala bentuk bahan ajar yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun tidak tertulis. Guru harus memiliki atau menggunakan bahan ajar sesuai dengan Kurikulum, Karakteristik, Tuntutan pemecahan masalah, Tujuan dan Manfaat Penyusunan Bahan Ajar
b. Tujuan penyusunan Bahan Ajar
1) Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik, yakni bahan
OJL CAWAS -- 2014 Page 40 ajar yang sesuai dengan karakteristik dan seting atau lingkungan sosial peserta didik.
2) Membantu peserta didik dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh.
c. Prinsip Pengembangan Bahan Ajar
Bahan ajar disusun berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan sebagai berikut:
1) Prinsip Pengembangan
2) Mulai dari yang mudah untuk memahami yang sulit, dari yang konkret untuk memahami yang abstrak.
3) Pengulangan dan memperkuat pemahaman.
4) Umpan balik positif akan memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta didik.
5) Motivasi belajar yang tinggi merupakan salah satu faktor penentuan keberhasilan belajar.
6) Mencapai tujuan ibarat naik tangga, setahap demi setahap akhirnya akan mencapai ketinggian tertentu.
7) Mengetahui hasil yang telah dicapai akan mendorong peserta didik untuk terus mencapai tujuan.
d. Cakupan Bahan Ajar
1) Judul mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tempat.
2) Petunjuk belajar.
3) Tujuan yang akan dicapai. 4) Informasi pendukung. 5) Latihan-latihan. 6) Petunjuk kerja. 7) Penilaian.
Bahan ajar penulis susun dalam bentuk Modul, yang memuat Peta Kedudukan Modul, Pengantar Modul, Prasyarat, Petunjuk Penggunaan
OJL CAWAS -- 2014 Page 41 Modul, Tujuan Akhir, Kompetensi, cek kemampuan, Materi Pembelajaran, Pelatihan Modul, Porto folio dan Pengayaan (modul, bahan ajar, terlampir)
4. Instrumen Penilaian
Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan penggolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar dilaksanakan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peseta didik untuk meningkatkan efektifitas kegiatan pembelajaran. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru adalah kompetensi pedagogik, yaitu kompetensi guru untuk melakukan penggelolaan nilai belajar siswa yaitu : 1) menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses hasil belajar siswa, 2) memanfaatkan hasil penilaian dan evalasi unuk kepentingan pembelajaan.
B. Observasi Pembelajaran Guru di Sekolah Binaan 1. Perencanaan
Kegiatan ini diawalai dengan konsultasi dengan Kepala Sekolah untuk menentukan guru yang akan disupervisi, dan dari pertemuan tersebut disepakati 1 guru yunior langkah berikutnya penulis membuat pererncanaan berupa Rencana Observasi, berupa Pra Observasi, Perencanaan Kegiatan Pembelajaran, Observasi Kelas dan Pasca Observasi.
Guru Yunior 1 (Sdr. Arif Triatmoko,S.Pd) 1. Pra Observasi
Sebelum kegiatan observasi terhadap guru yunior dilaksanakan, terlebih dahulu dilaksanakan pra observasi
a. Melakukan pertemuan dengan guru yunior (Sdr. Arif Triatmoko,S.Pd) yang akan diobservasi, untuk meyepakati waktu/jadwal observasi
b. Menyusun instrumen supervisi (pra observasi, observasi dan pasca observasi) dan melakukan observasi kepada guru yunior (Sdr. Arif
OJL CAWAS -- 2014 Page 42 Triatmoko,S.Pd)
c. Meminta guru yunior (Sdr. Arif Triatmoko,S.Pd) untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran,
2. Observasi Tahap Pertama
Pada tahap ini penulis mendampingi guru yunior dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, mengamati dan mengidentifikasi jalannya proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun dengan menggunakan instrumen observasi (terlampir) Hasil observasi pertama sudah menunjukkan bahwa pada kegiatan pendahuluan guru sudah memberi apersepsi dan motivasi yang cukup baik, naum belum menyampaikan tujuan pembelajaran pembelajaran sesuai dengan RPP, baik secara lisan maupun tertulis sehingga siswa kurang memahami pembelajaran yang dilakukan pada hari itu. Pada tahap elaborasi dan konfirmasi masih perlu ditingkatkan sehingga siswa akan lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada tahap penutup sudah baik guru mengakhiri pelajaran dengan memberi tugas, menggingatkan tentang hasil pemelajaran hari ini dan menutup pelajaran dengan salam.
3. Pasca Observasi Tahap I
Observer menemui guru yunior untuk diberi hasil dari pengamatan selama mengajar di kelas. Secara umum kegiatan pembelajaran pada tahap pertama sudah cukup baik, hanya pada di pendahuluan perlu ditigkatkan terutama guru perlu memberikan tujuan dari KD yang akan dicapai. Selain itu disarankan untuk menggunakan alat bantu/media pembelajaran, dan pada saat menutup pelajaran untuk mengingatkan tugas yang harus dikerjakan dan akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
Langkah berikutnya observer memberikan saran untuk perbaikan RPP . 4. Observasi tahap II
Pada tahap observasi yang ke dua guru (sdr. Arif Triatmoko,S.Pd) sudah merivisi perangkat pebelajaran (silabus dan RPP) berdasar saran dan
OJL CAWAS -- 2014 Page 43 masukan. Pada tahap ke dua ini guru sudah memberi apersepsi dan motivasi serta pada awal pembelajaran sudah memberikan tujuan pembelajaran.
Pada tahap ke dua ini, siswa juga sudah melakukan eksplorisasi dan siswa sudah banyak yang berani bertanya, hal ini dibuktikan dengan kemauan belajar . Secara umum proses pembelajaran yang sudah dilakukan oleh guru sudah berjalan cukup baik dan lebih meningkat dari kegiatan pembelajaran sebelumnya. Yang pelu dilakukan oleh guru adalah memberikan motivasi pada siswa untuk memanfaatkan Tehnologi Informatika (TI)
5. Pasca obsevasi Tahap Kedua.
Memberikan tidak lanjut hasil observasi tahap keda dengan memberikan kesan dan saran. Secara umum kegiatan pembelajaran sudah cukup baik dan lebih meningkat dari kegiatan pembelajaran sebelumnya. Hal yang perlu diperhatikan adlah mendorong sisa untuk memanfaatkan TI
Guru Yunior 2 (Sdr. Hasyim, S.Pd.) Pra Observasi
Sebelum kegiatan observasi terhadap guru yunior dilaksanakan, terlebih dahulu dilaksanakan pra observasi
a. Melakukan pertemuan dengan guru yunior (Sdr. Hasyim, S.Pd.) yang akan diobservasi, untuk meyepakati waktu/jadwal observasi
b. Menyusun instrumen supervisi (pra observasi, observasi dan pasca observasi) dan melakukan observasi kepada guru yunior (Sdr. Hasyim, S.Pd.)
c. Meminta guru yunior (Sdr. Hasyim, S.Pd.) untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran,
1. Observasi Tahap Pertama
Pada tahap ini penulis mendampingi guru yunior dalam melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, mengamati dan mengidentifikasi jalannya
OJL CAWAS -- 2014 Page 44 proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun dengan menggunakan instrumen observasi (terlampir) Hasil observasi pertama sudah menunjukkan bahwa pada kegiatan pendahuluan guru sudah memberi apersepsi dan motivasi yang cukup baik, naum belum menyampaikan tujuan pembelajaran pembelajaran sesuai dengan RPP, baik secara lisan maupun tertulis sehingga siswa kurang memahami pembelajaran yang dilakukan pada hari itu. Pada tahap elaborasi dan konfirmasi masih perlu ditingkatkan sehingga siswa akan lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Pada tahap penutup sudah baik guru mengakhiri pelajaran dengan memberi tugas, menggingatkan tentang hasil pemelajaran hari ini dan menutup pelajaran dengan salam.
2. Pasca Observasi Tahap I
Observer menemui guru yunior untuk diberi hasil dari pengamatan selama mengajar di kelas. Secara umum kegiatan pembelajaran pada tahap pertama sudah cukup baik, hanya pada di pendahuluan perlu ditigkatkan terutama guru perlu memberikan tujuan dari KD yang akan dicapai. Selain itu disarankan untuk menggunakan alat bantu/media pembelajaran, dan pada saatmenutup pelajaran untuk mengingatkan tugas yang harus dikerjakan dan akan dibahas pada pertemuan berikutnya.
Langkah berikutnya obseerver memberikan saran untuk perbaikan RPP . 3. Observasi tahap II
Pada tahap observasi yang ke dua guru (Sdr. Hasyim, S.Pd.) sudah merivisi perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) berdasar saran dan masukan. Pada tahap ke dua ini guru sudah memberi apersepsi dan motivasi serta pada awal pembelajaran sudah memberikan tujuan pembelajaran.
Pada tahap ke dua ini, siswa juga sudah melakukan eksplorisasi dan siswa sudah banyak yang berani bertanya, hal ini dibuktikan dengan kemauan belajar . Secara umum proses pembelajaran yang sudah