• Tidak ada hasil yang ditemukan

sistem pendukung penilaian kinerja karyawan(04523186).pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "sistem pendukung penilaian kinerja karyawan(04523186).pdf"

Copied!
196
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENDUKUNG PENILAIAN KINERJA KARYAWAN

(Studi kasus di PT Multiterminal Indonesia Jakarta)

TUGAS AKHIR

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana

Jurusan Teknik Informatika

oleh:

Nama : Bambang Eka Putra

No. Mahasiswa : 04 523 186

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA

(2)

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING

SISTEM PENDUKUNG PENILAIAN KINERJA KARYAWAN (Studi kasus di PT Multiterminal Indonesia Jakarta)

TUGAS AKHIR

Oleh :

Nama : BAMBANG EKA PUTRA

No. Mahasiswa : 04 523 186

Yogyakarta, November 2009

(3)

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI

SISTEM PENDUKUNG PENILAIAN KINERJA KARYAWAN (Studi kasus di PT Multiterminal Indonesia Jakarta)

TUGAS AKHIR Oleh :

Nama : BAMBANG EKA PUTRA

No. Mahasiswa : 04 523 186

Yogyakarta, November 2009

Mengetahui,

Ketua Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia

(Yudi Prayudi, S.Si, M.Kom)

Telah Dipertahankan di Depan Sidang Penguji Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Jurusan Teknik Informatika

(4)

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN

HASIL TUGAS AKHIR

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, Nama : Bambang Eka Putra No. Mahasiswa : 04 523 186

Menyatakan bahwa seluruh komponen dan isi dalam laporan Tugas Akhir ini adalah hasil karya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti bahwa ada beberapa bagian dari karya ini adalah bukan hasil karya saya sendiri, maka saya siap menanggung resiko dan konsekuensi apapun.

Demikian pernyataan ini saya buat, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Yogyakarta, November 2009

(5)

PERSEMBAHAN

Rasa puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya saya bisa menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik dan semoga akan dapat bermanfaat dikemudian hari atau bagi orang lain. Sholawat dan Salam tak lupa saya haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, karena beliau semoga saya menjadi orang yang selalu benar langkahnya dan diridloi oleh Allah... Untuk Ayah dan Ibuku, , adikku Diva dan semua keluarga besar...Terima kasih untuk semuanya sehingga selalu menjadikanku yang terbaik... Untuk Avril Sulstianingrum, yang telah memberikan waktu dan semangatnya agar aku terus terpacu dalam penyelesaian tugas akhir ini...Tank You Very Much.... Semua kawan, sobat, teman dan relasi ..terima kasih atas persahabatan n motivasinya. Pihak-pihak kedua dan ketiga...ke-n...Terima kasih.

(6)

HALAMAN MOTTO

“ Jadilah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar“. ( Q.S. Al Baqarah ayat 153 ) “... Allah akan meninggikan orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat... ...” ( Q.S.Al-Mujaadilah ayat 11 ) “ Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan ; Maka apabila kamu telah selesai ( dari suatu urusan ), kerjakanlah dengan sunguh-sungguh ( urusan ) yang lain ”. ( Q.S. Asy Syarh ayat 6 dan 7 ) “ Kemuliaan adalah milik Allah, dan Rasul-Nya, dan orang – orang Mukmin “. (Q.S. al-Munafiqun[63]: 8)

(7)

KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahnya. Sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat, serta orang-orang yang bertaqwa, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul Sistem Pendukung Penilaian Kinerja Karyawan.

Laporan tugas akhir ini disusun sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknik Informatika pada Universitas Islam Indonesia. Dan juga sebagai sarana untuk mempraktekkan secara langsung ilmu dan teori yang telah diperoleh selama menjalani masa studi di Jurusan Teknik Informatika FTI UII.

Penulis menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan, bimbingan dan dukungan dari berbagai pihak yang ikut serta demi kelancaran pelaksanaan Tugas Akhir kepada :

1. Bapak Fathul Wahid ST, MSc selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia dan sebagai dosen pembimbing memberikan pengarahan, bimbingan, serta masukan selama pelaksanaan tugas akhir dan penulisan laporan.

2. Bapak Yudi Prayudi, M.Kom selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia.

(8)

3. Bapak dan ibu dosen yang mengajar di Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, terima kasih atas bimbingan dan pelajaran yang telah diberikan.

4. Untuk Ayah dan Ibuku, adikku Prasetya Diva arwanda,dan semua keluarga besarku. Terima kasih untuk semuanya sehingga selalu menjadikanku yang terbaik.

5. Untuk Avril Sulistianingrum, yang telah memotivasi agar aku terus terpacu dalam penyelesaian tugas akhir ini. Karena kamu aku tegak berdiri.

6. Untuk teman-temanku Arief, Ikbal, Imam, Mas Ogi, Ofi, Wisan, Alfons yang selama empat tahun kuliah selalu bersama dalam suka dan duka. Terima kasih untuk semuanya.

7. Teman-teman yang mengisi hari-hariku terutama saat aku penat yang tidak bisa aku tuliskan satu persatu

8. Team vb-bego.net yang selalu memberikanku pencerahan ketika aku berada dalam kesulitan dalam coding Visual basic. You are The best.

.

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan laporan tugas akhir ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan tugas akhir ini masih banyak terdapat kekeliruan dan kekurangan. Untuk itu penulis menyampaikan permohonan maaf sebelumnya serta sangat diharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk penyempurnaan di masa mendatang.

(9)

Akhir kata semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pembaca.

Wassalamu‟alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, 14 Oktober 2009

(10)

SARI

Perkembangan keberadaan dan kebutuhan terhadap informasi dewasa ini sangat pesat. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi adalah mendukung penilaian kinerja karyawan di kalangan perusahaan.

Sistem pendukung keputusan didefenisikan sebagai sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode untuk membantu menyusun suatu prioritas dari berbagai pilihan dengan menggunakan beberapa kriteria (multi-kriteria).

Aplikasi Sistem Pendukung Penilaian Kinerja Karyawan dengan Metode AHP ini dibangun dengan bahasa pemrograman Visual Basic dan SQL Server 2000 sebagai databasenya. Sistem yang berjalan Client-Sever ini akan menghasilkan output berupa pengolahan penilaian kinerja karyawan dengan metode AHP dan pengolahan tugas karyawan. Sistem ini diharapkan dapat membantu manager dan direksi untuk mengetahui prestasi kerja karyawan

Kata kunci : Sistem, Sistem Pendukung Keputusan, penilaian kinerja karyawan dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

(11)

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING ... i

LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PENGUJI ... ii

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

KATA PENGANTAR ... vi

SARI ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR TABEL ... xxii

I. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Batasan Masalah ... 3 1.4 Tujuan Penelitian ... 3 1.5 Manfaat Penelitian ... 4 1.6 Metodologi Penelitian ... 4 1.7 Sistematika Penulisan ... 6

(12)

II. BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Informasi ... 8

2.2 Sistem Pendukung Keputusan ... 9

2.3 Sistem Penilaian dan Penilaian Kinerja karyawan ... 11

2.4 Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) ... 13

III. BAB III METODOLOGI 3.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak ... 20

3.1.1 Gambaran Umum Sistem ... 20

3.1.2 Metode Analisis ... 21

3.1.3 Hasil Analisis ... 21

3.1.3.1 Analisis Kebutuhan Proses ... 22

3.1.3.2 Analisis Kebutuhan Input ... 25

3.1.3.3 Analisis Kebutuhan Output ... 27

3.1.4 Kebutuhan Antar Muka ... 30

3.1.5 Perangkat Lunak yang Dibutuhkan ... 30

3.1.6 Perangkat Keras yang Dibutuhkan ... 30

3.2 Perancangan Perangkat Lunak ... 31

3.2.1 Metode Perancangan ... 31

3.2.2 Hasil Perancangan ... 31

3.2.2.1 Perancangan Data Flow Diagram ... 32

(13)

3.2.2.3 Perancangan Tabel Basis Data ... 44

3.2.2.4 Perancangan Antar Muka ... 50

IV. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Implementasi Perangkat Lunak ... 84

4.1.1 Batasan Implementasi ... 84

4.1.2 Implementasi ... 80

4.1.3 Implementasi Prosedural ...144

4.2 Pengujian Program ... 145

4.3 Analisis Kinerja Sistem ... 145

4.3.1 Penanganan Kesalahan ... 145

4.3.2 Pengujian Perangkat Lunak ... 161

V. BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 173

5.2 Saran ………..173

DAFTAR PUSTAKA ………... 175

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.0 Komponen DSS...……..………...……… 10

Gambar 2.1 Dekomposisi masalah……..………...…....……. 15

Gambar 3.0 Diagram Logika sistem level 0……… 33

Gambar 3.1 Diagram Logika sistem level 1 ……….. 33

Gambar 3.2 Diagram Fisik Level 0 ……..………….……… 34

Gambar 3.3 Diagram Fisik Level 1 ……..………….……… 35

Gambar 3.4 Diagaram Fisik Level 2 Pengolahan User.………. 36

Gambar 3.5 Diagaram Fisik Level 2 Pengolahan Tugas .……. ……… 37

Gambar 3.6 Diagaram Fisik 2 Pengolahan Nilai dengan AHP……..… 38

Gambar 3.7 Hirarkhi dekomposisi masalah..……..….……… 39

Gambar 3.8 Flow Chart Pengolahan Tugas….…..…....……….. 42

Gambar 3.9 Flow Chart Pengolahan Nilai dengan AHP..………... 44

Gambar 3.10 Relasi Antar Tabel ..……….……….. 49

Gambar 3.11 Rancangan antarmuka menu utama..………..………. 52

Gambar 3.12 Rancangan antarmuka submenu proses login…... 53

Gambar 3.13 Rancangan antarmuka submenu proses pendaftaran……… 54

Gambar 3.14 Rancangan antarmuka submenu proses display berita …… 55

Gambar 3.15 Rancangan antarmuka submenu proses petunjuk penggunaan ……….. 56

Gambar 3.16 Rancangan antarmuka sub menu proses about ……… 56

(15)

Gambar 3.18 Rancangan antarmuka submenu proses display tugas

manager…………...……… ……….. 59 Gambar 3.19 Rancangan antarmuka submenu proses display

Pengesahan tugas………...……….. 60 Gambar 3.20 Rancangan antarmuka submenu proses display

statistik tugas manager..……....………. 61 Gambar 3.21 Rancangan antarmuka submenu proses display tugas

karyawan…...………. 62 Gambar 3.22 Rancangan antarmuka submenu proses display

statistik tugas karyawan…...………. 63 Gambar 3.23 Rancangan antarmuka submenu proses display

pengolahan penilaian kinerja karyawan…………... 64 Gambar 3.24 Rancangan antarmuka submenu display statistik

Penilaian kinerja karyawan……… 65 Gambar 3.25 Rancangan antarmuka submenu display nilai kinerja

karyawan………...………. 66

Gambar 3.26 Rancangan antarmuka submenu proses preview

laporan admin …..…....………. 67 Gambar 3.27 Rancangan preview cetak laporan data user …………..… 68 Gambar 3.28 Rancangan preview cetak laporan data bobot kriteria…… 68 Gambar 3.29 Rancangan preview cetak laporan data subkriteria …….. 69 Gambar 3.30 Rancangan antarmuka submenu proses preview laporan

(16)

Gambar 3.31 Rancangan preview cetak laporan berita per period ... 70 Gambar 3.32 Rancangan preview cetak laporan per berita ... 71 Gambar 3.33 Rancangan antarmuka submenu proses preview laporan

penilaian... 72 Gambar 3.34 Rancangan preview cetak laporan penilaian kinerja

karyawan... 72 Gambar 3.35 Rancangan preview cetak laporan penilaian total

karyawan... 73 Gambar 3.36 Rancangan antarmuka submenu proses laporan tugas per

periode... 74 Gambar 3.37 Rancangan preview cetak laporan daftar tugas

karyawan... 74 Gambar 3.38 Rancangan preview cetak laporan pengesahan

tugas... 75 Gambar 3.39 Rancangan antarmuka submenu proses preview laporan

tugas per periode... 76 Gambar 3.40 Rancangan preview cetak laporan tugas

karyawan………….……… 76 Gambar 3.41 Rancangan antarmuka submenu proses preview laporan

penilaian kinerja karyawan ... 77 Gambar 3.42 Rancangan preview cetak laporan penilaian kinerja

karyawan ……...……….. 78 Gambar 3.43 Rancangan antarmuka submenu proses pengelolaan

(17)

Pengguna ………. 79

Gambar 3.44 Rancangan antarmuka submenu proses pengelolaan bobot kriteria ………. 80

Gambar 3.45 Rancangan antarmuka submenu proses pengelolaan subkriteria …………....……….………. 81

Gambar 3.46 Rancangan antarmuka submenu proses pengelolaan Berita ……….. 82

Gambar 3.47 Rancangan antarmuka submenu proses edit berita ………. 83

Gambar 4.1 Form proses menu utama …………..………..…….……… 87

Gambar 4.2 Form proses login ………...………. 88

Gambar 4.3 Form proses pendaftaran …………..………..………. 90

Gambar 4.4 Proses logout ………….…………....………. 92

Gambar 4.5 Proses keluar sistem …………..…………....……….. 92

Gambar 4.6 Form proses display berita ………….…………...……… 93

Gambar 4.7 Form proses petunjuk penggunaan……….. 95

Gambar 4.8 Form proses about ……….………. 95

Gambar 4.9 Form proses display pengolahan profile ………….……… 97

Gambar 4.10 Form proses display tugas manager ………….………….. 99

Gambar 4.11 Form proses display pengesahan tugas ……….. 101

Gambar 4.12 Form proses display statistik tugas manager ……...…….. 103

Gambar 4.13 Form proses display tugas karyawan ……….……… 105

(18)

Gambar 4.15 Form proses display pengolahan penilaian kinerja

karyawan………...…………..……… 108 Gambar 4.16 Form proses display statistik penilaian

kinerja karyawan ………. 111

Gambar 4.17 Form proses display nilai kinerja karyawan ………. 113 Gambar 4.18 Form proses pencarian ………...………… 114 Gambar 4.19 Form proses preview laporan admin …………..……….. 117 Gambar 4.20 Preview cetak laporan data user ………..…………. 118 Gambar 4.21 Preview cetak laporan data bobot ………. 118 Gambar 4.22 Preview cetak laporan data subkriteria ………. 119 Gambar 4.23 Form proses preview laporan berita per periode………... 120 Gambar 4.24 Preview cetak laporan berita per periode …..…………... 120 Gambar 4.25 Form proses preview laporan per berita ………... 121 Gambar 4.26 Preview cetak laporan per berita ...……… 122 Gambar 4.27 Form proses preview laporan tugas per periode .……….. 123 Gambar 4.28 Preview cetak laporan daftar tugas karyawan per periode 124 Gambar 4.29 Preview cetak laporan pengesahan tugas per periode ... 125 Gambar 4.30 Form proses preview laporan penilaian ………. 126 Gambar 4.31 Preview cetak laporan penilaian kinerja karyawan ……... 126 Gambar 4.32 Preview cetak laporan penilaian total ………….………... 127 Gambar 4.33 Form proses preview laporan tugas per periode …..…….. 128 Gambar 4.34 Preview cetak laporan tugas per periode ………..………. 129 Gambar 4.35 Form proses preview laporan penilaian karyawan ………. 130

(19)

Gambar 4.36 Preview cetak laporan penilaian karyawan ..……….. 130

Gambar 4.37 Form proses pengelolaan pengguna …..………. 132

Gambar 4.38 Form proses pengelolaan bobot kriteria ………. 135

Gambar 4.39 Form proses pengelolaan subkriteria ……..……… 140

Gambar 4.40 Form pengelolaan berita ……..……… 141

Gambar 4.41 Form proses edit berita ………... 143

Gambar 4.42 Sukses login …………..……….. 145

Gambar 4.43 field pengisian kosong …..………..……… 146

Gambar 4.44 Password salah……..………..………. 146

Gambar 4.45 User belum terdaftar………..……….. 146

Gambar 4.46 Input pendaftaran berhasil……..………..………… 147

Gambar 4.47 Field pendaftaran kosong ……..……….. 147

Gambar 4.48 NIP sudah digunakan……..………..……….. 147

Gambar 4.49 Username sudah digunakan ………..……….. 148

Gambar 4.50 Proses logout …..……… 148

Gambar 4.51 Konfirmasi proses keluar sistem..……… 148

Gambar 4.52 Input tugas berhasil ……..………..………. 149

Gambar 4.53 field pengisian tugas kosong ………..……… 149

Gambar 4.54 Tanggal akhir kurang dari tanggal awal tugas ……… 149

Gambar 4.55 Input nilai berhasil ……..………..……….. 150

Gambar 4.56 field penilaian kosong ……….…..……….. 150

Gambar 4.57 Item penilaian belum dipilih …………..………. 150

(20)

Gambar 4.59 Masukan nilai salah ……..………..……… 151

Gambar 4.60 Input kriteria berhasil ……..………..………. 151

Gambar 4.61 Input pembandingan berhasil ……..………..……. 152

Gambar 4.62 Sukses menghitung bobot ……..………..……….. 152

Gambar 4.63 Kriteria A/B belum dipilih ……..………..…………. 152

Gambar 4.64 Opsi pembandingan belum dipilih ………..………... 153

Gambar 4.65 Kriteria A dan B yang dipilih sama ………..………. 151

Gambar 4.66 Sudah melakukan pembandingan ………..……… 153

Gambar 4.67 Jumlah pembandingan tidak sesuai.………. 153

Gambar 4.68 Input subkriteria berhasil ……..………. 154

Gambar 4.69 field subkriteria kosong ………..………. 154

Gambar 4.70 Nama subkriteria sudah ada …..………. 154

Gambar 4.71 Input berita berhasil ………..………. 155

Gambar 4.72 field pengisian berita kosong..………. 155

Gambar 4.73 edit data profile berhasil ………..……….. 156

Gambar 4.74 Password baru tidak diisi ………..………. 156

Gambar 4.75 Password baru tidak sama dengan password lama ……… 156

Gambar 4.76 Edit data tugas berhasil ………..……… 157

Gambar 4.77 Edit koreksi status tugas berhasil ……..………. 157

Gambar 4.78 List tugas belum dipilih ………..……… 157

Gambar 4.79 Edit status tugas berhasil ……..……….. 158

Gambar 4.80 Status tugas belum dipilih …..……… 157

(21)

Gambar 4.82 Sukses update nilai kinerja ……..………..……… 159

Gambar 4.83 Edit data user berhasil ……..………..…………... 159

Gambar 4.84 Edit data kriteria berhasil ……..………..……….. 160

Gambar 4.85 Edit data sub-kriteria berhasil ……….. 160

Gambar 4.86 Edit data berita berhasil ………. 160

Gambar 4.87 Antarmuka masukan pendaftaran ………..……… 161

Gambar 4.88 Antarmuka masukan login admin ……….. 161

Gambar 4.89 Antarmuka masukan login manager ……….. 163

Gambar 4.90 Antarmuka masukan login karyawan ………. 163

Gambar 4.91 Antarmuka masukan kelola tugas ……….. 164

Gambar 4.92 Antarmuka masukan pengolahan kriteria ……..………… 165

Gambar 4.93 Antarmuka masukan pengolahan subkriteria …..……….. 165

Gambar 4.94 Antarmuka masukan pengolahan berita …..……….. 166

Gambar 4.95 Antarmuka pengujian penilaian tugas ……….…..……… 167

Gambar 4.96 Antarmuka pengujian perhitungan bobot ……….. 169

Gambar 4.97 Antarmuka pengujian perhitungan nilai kinerja ..……… 170

(22)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tabel contoh sederhana kriteria dan nilai penilaian …... 16 Tabel 2.2 Tabel perbandingan skala penilaian antar

elemen kriteria …….. ……… 17 Tabel 2.3 Tabel perbandingan antar kriteria..………. 17 Tabel 2.4 Tabel sintesa penilaian ……….……… 19 Tabel 3.1 Tabel analisa kebutuhan proses, input dan

output sistem ….………….……….. 29

Tabel 3.2 Tabel perbandingan skala penilaian antar elemen kriteria.. 40 Tabel 3.3 Tabel Pengguna ………...………..………… 45

Tabel 3.4 Tabel Bobot ……….………….………. 45

Tabel 3.5 Tabel Tugas ……….………….………. 46

Tabel 3.6 Tabel Subkriteria ……….………….………. 46

Tabel 3.7 Tabel Nilai ……….………….……… 47

Tabel 3.8 Tabel Berita ……….………….………. 47

Tabel 3.9 Tabel Ntugas ……….………….……… 47

Tabel 3.10 Tabel Temp ……….………….………. 48

Tabel 3.11 Tabel perancangan antar muka ……….………….… 51 Tabel 4.1 Tabel implementasi perangkat lunak ……….……… 86 Tabel 4.2 Tabel List Kriteria …….……… 134 Tabel 4.3 Tabel contoh pembandingan kriteria ……….……… 134

(23)

Tabel 4.5 Tabel pembandingan elemen kriteria …….………. 168 Tabel 4.6 Tabel nilai pembandingan kriteria ……….………. 168 Tabel 4.7 Tabel perhitungan nilai total ……….………….……. 171

(24)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan keberadaan dan kebutuhan terhadap informasi dewasa ini sangat pesat. Dan hal ini membutuhkan adanya perkembangan teknologi informasi yang inovatif dan tinggi. Oleh karena itu, semakin banyak kebutuhan terhadap suatu sistem yang berbasis teknologi informasi. Perkembangan yang pesat di dalam teknologi informasi pada saat ini merupakan hal yang tidak dapat dihindari baik di kalangan masyarakat pelaku ekonomi maupun para pengambil keputusan di instansi pemerintah maupun swasta. Kemajuan teknologi komputer dan telekomunikasi yang begitu cepat, semakin mengukuhkan keberadaan bidang informasi tersebut. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung terciptanya kinerja perusahaan yang optimal sangatlah dibutuhkan. Untuk menjawab tantangan tersebut maka ketersediaan data dan informasi menjadi sangat penting.

Sistem yang berbasis informasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk implementasi dari kebutuhan terhadap suatu informasi yang mengharuskan sistem menangani kebutuhan informasi tersebut secara cepat, akurat dan dinamis. Salah satu cara untuk mensosialisasikan dan mengaplikasikan kebutuhan tersebut adalah dengan menggunakan sistem informasi berbasis desktop, artinya sistem informasi tersebut hanya dapat menangani suatu kebutuhan informasi secara lokal atau ruang lingkup tertentu. Konsep dari suatu sistem berbasis desktop adalah penekanan terhadap suatu ruang, dimana lingkup yang biasa ditangani sangat kecil. Idealnya konsep ini memungkinkan terjadinya keefektifan dan pendayagunaan informasi secara maksimal. Salah satu bentuk dari sistem informasi yang berkembang dan banyak diimplementasikan pada sistem yang berbasis informasi adalah sistem pendukung keputusan.

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) diperkenalkan pertama kali oleh Michael S. Scoott Morton pada tahun 1970-an dengan istilah Management Decision System

(25)

(Sparague & watson, 1993). SPK dirancang untuk mendukung seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, dan menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif. SPK dipergunakan oleh para pengambil keputusan misalnya dalam hal memberikan penilaian kinerja karyawan untuk mengetahui karyawan berprestasi agar hasil/keputusan yang diambil lebih baik. Sistem Penilaian adalah sistem atau sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dari beberapa kriteria atau ukuran dengan tujuan melakukan peniliaian atau memberikan nilai dari suatu objek. Salah satu contoh objek dari penilaian yaitu penilaian kinerja karyawan. Penilaian kinerja karyawan dapat didefinisikan sebagai cara sistematis untuk mengevaluasi prestasi, kontribusi, potensi dan nilai dari seorang karyawan oleh orang-orang yang diberi wewenang perusahaan sebagai landasan pengembangan dan sebagainya.

Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) adalah suatu model pengambilan keputusan yang komprehensif dengan memperhitungkan hal-hal yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Metode AHP dapat membantu menyusun suatu prioritas maupun tujuan dari berbagai pilihan dengan menggunakan beberapa kriteria (multi criteria). Metode AHP sering digunakan dalam berbagai penilaian objek pada penelitian. Misalnya dalam penilaian kinerja karyawan. Metode ini meliputi proses penilaian kinerja yang dimulai dari pembobotan perspektif untuk mengetahui bobot kepentingan masing-masing indikator kemudian penjabaran tujuan strategis ke dalam indikator kinerja. Dari pembobotan indikator yang bersifat kualitatif dan kuantitatif kemudian dapat memberikan penilaian score sebagai hasil kinerja tersebut, dalam hal ini adalah penilaian kinerja karyawan.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1. Sistem penilaian kinerja karyawan yang ada di perusahaan sebelumnya

(26)

2. Pemberian tugas karyawan masih diberikan secara lisan, sehingga tugas-tugas karyawan tidak didokumentasikan dengan baik.

1.3 Batasan Masalah

Pembuatan sistem ini terbatas pada:

1. Tidak mengolah history/sejarah penilaian kinerja karyawan

2. Pengesahan tugas dilakukan dengan asumsi manager telah menerima bukti fisik bahwa tugas telah selesai dikerjakan oleh karyawan.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah membangun sebuah sistem pendukung penilaian kinerja karyawan yang dapat mengolah penilaian kinerja dan tugas-tugas karyawan agar dapat didokumetasikan dengan baik dan dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh dewan direksi atau manager dalam hal memberikan penilaian kinerja karyawan, Sehingga diharapkan sistem ini dapat meningkatkan keefektifan dan kedisiplinan karyawan.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang didapat dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mendokumentasikan penilaian kinerja karyawan (tugas-tugas karyawan) dalam sebuah perusahaan sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara subjektif.

2. Membantu atasan (manager) untuk mengetahui kinerja karyawan di bawahnya dan sebagai bahan analisa kenaikan jabatan melalui penilaian kinerja karyawan.

3. Meningkatkan kedisplinan karyawan dalam menjalakan aktifitas pekerjaan.

4. Membuat sistem yang efektif dan efisien yang mudah diakses oleh karyawan di dalam perusahaan (PT Multiterminal Indonesia).

(27)

1.6 Metodologi Penelitian

Metode penelitian yang dipakai dalam pembuatan tugas akhir ini adalah: 1. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian dan penyelesaian tugas akhir. Metode yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

a. Data Primer

Data atau informasi yang diperoleh secara langsung dari pihak perusahaan (PT Multiterminal Indonesia). Teknik pengumpulan data sebagai berikut: 1. Telaah dokumen

Metode pengumpulan data dengan cara mencari, mengumpulkan dan mempelajari dokumen-dokumen dari perusahaan yang diperlukan dalam penelitian ini.

2. Metode wawancara ( interview ).

Metode wawancara, dengan cara melakukan wawancara langsung dengan pihak perusahaan seperti manager dan supervisor bagian IT untuk mendapatkan sumber-sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini.

3. Metode observasi

Metode observasi adalah pengamatan langsung suatu kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan. Pada waktu melakukan observasi dapat pula melakukan pengujian terhadap data-data yang diberikan pada saat wawancara. Dengan observasi dapat juga melihat secara langsung keadaan fisik sistem yang diinginkan.

b. Data Sekunder

Data sekunder ini didapat dengan cara pengumpulan data menggunakan metode:

(28)

Adalah tahapan awal yang dilakukan sebagai proses pembelajaran untuk lebih memahami tentang teori dan metode penilaian yang nantinya akan digunakan dalam penelitian.

2. Metode kepustakaan

Metode kepustakaan, dengan cara mengumpulakan data-data yang dibutuhkan melalui buku-buku referensi yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, dalam hal ini tentang sistem pendukung keputusan dan metode AHP.

2. Metode Pengembangan Sistem

Metode pengembangan sistem disusun berdasarkan hasil dari data yang telah diperoleh, yang meliputi:

a. Analisis kebutuhan perangkat lunak

Analisis kebutuhan perangkat lunak merupakan sebuah proses untuk mendapatkan informasi, model, spesifikasi tentang perangkat lunak yang diinginkan. Analisis dilakukan untuk mengolah bahan yang sudah didapat yang kemudian dilanjutkan ke tahap perancangan.

b. Perancangan

Tahap yang dilakukan untuk membuat sebuah rancangan program berdasarkan input dan output yang diinginkan. Setelah variable yang merupakan data-data indikator kinerja sesuai metode telah diketahui, maka variable yang relevan antara teorema dan kenyataan selanjutnya digunakan untuk pembuatan model dan program yang menyangkut hal-hal penetapan input dan output.

c. Implementasi

Setelah pembuatan perancangan maka dapat dipresentasikan hasil perancangan yang telah dibuat. Setelah data siap, maka data dimasukkan ke dalam program. Jika penerapan sistem sudah berjalan dengan lancar maka sistem ini dapat diujikan secara langsung.

(29)

Setelah program selesai dibuat, maka pada tahap ini merupakan uji coba terhadap program tersebut.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun dari beberapa BAB yang berurutan yang dimulai dari penjelasan konsep awal pembuatan sistem hingga dibangunnya aplikasi ini yaitu sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Pendahuluan memuat permasalahan umum yang meliputi latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Landasan teori ini menjelaskan tentang dasar teori yang berfungsi sebagai sumber dalam memahami permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini yaitu sistem informasi, sistem pendukung keputusan, sistem penilaian dan metode AHP.

BAB III METODELOGI

Metodelogi ini berisi analisis kebutuhan dan perancangan. Analisis kebutuhan, yaitu berisi tentang kebutuhan masukan, kebutuhan keluaran dan kebutuhan antar muka perangkat lunak. Perancangan meliputi arus data, perancangan tabel basis data dan perancangan antarmuka.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini memuat pembahasan tentang implementasi perangkat lunak dan analisis kinerja. Implementasi perangkat lunak membahas tentang pembuatan sistem, evaluasi perangkat lunak dan memuat tampilan form-form yang telah dibuat. Analisa kinerja, yaitu data simulasi dan analisa keluaran yang merupakan dokumentasi hasil pengujian perangkat lunak terhadap data yang diperoleh dengan menggunakan

(30)

metode AHP yang dibandingkan kebenaran dan kesesuaiannya dengan kebutuhan perangkat lunak yang telah dituliskan dalam bagian sebelumnya.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi kesimpulan-kesimpulan yang merupakan rangkaian dari hasil analisis kinerja pada bab sebelumnya dan saran untuk pengembangan lebih lanjut pada penelitian tugas akhir ini.

(31)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Informasi

Sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling terintegrasi dan bekerja sama untuk mencapai sasaran tertentu. Semua sistem harus bisa mengarahkan semua bagian-bagiannya agar tercapai sasaran yang telah ditetapkan dan melakukan proses pengaturan yang digunakan untuk mengoreksi setiap penyimpangan dari suatu jalur dan mengarahkan kembali ke jalur yang tepat (Mulyono, 2007).

Fitzgerald mendeskripsikan sistem sebagai “Suatu jaringan kerja dari

prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul dan bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu. Sistem juga dapat diartikan sebagai kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu” (Fitzgerald, 1981).

Informasi adalah data yang diolah, dibentuk atau dimanipulasi sesuai dengan keperluan tertentu. Informasi juga berarti data yang telah diproses menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan dapat berupa fakta, suatu nilai yang bermanfaat. Informasi dapat juga dibuat untuk keperluan manajemen sesuai dengan unit kerjanya pada tingkatnya masing-masing. Informasi mempunyai tingkat kwalitas, yang ditentukan beberapa hal antara lain (Mulyono, 2007):

a. Akurat, informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan

b. Tepat pada waktunya, informasi yang datang tidak boleh terlambat pada penerima

c. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi pemakainya d. Lengkap, informasi berisi informasi yang dibutuhkan

e. Jelas, isi informasi sesuai dengan keperluan pemakai

Sistem informasi merupakan sekumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain untuk membentuk satu kesatuan yang menggabungkan data, memproses, menyimpan, dan mendistribusikannya, sehingga dapat digunakan

(32)

sebagai bahan dalam pengambilan keputusan dan mengendalikannya. Sistem informasi juga memiliki arti sebuah sistem terintegrasi atau sistem manusia-mesin, untuk menyediakan informasi, mendukung operasi, dan manajemen dalam suatu organisasi (Agungsr, 2005).

Pengertian sistem informasi menurut Nash dan Robert adalah “Suatu

kombinasi dari orang-orang, fasilitas teknologi, media, prosedur-prosedur dan pengendalian ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar untuk pengambilan keputusannya yang cerdik” (Nash & Robert, 1984).

2.2 Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)

Sistem Pendukung Keputusan/Decision Support System (DSS) secara umum didefenisikan sebagai sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Efraim, 2001). DSS bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik.

DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management

science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian

masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat .

Sprague dan Watson mendefinisikan DSS dengan cukup baik, sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama (Sprague & Watson, 1993) yaitu:

(33)

b. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan

c. Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual

d. Melalui cara simulasi yang interaktif

e. Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama Secara umum DSS dibangun oleh tiga komponen besar yaitu: a. Database Management

b. Model Base

c. Software System/User Interface

Komponen DSS tersebut dapat digambarkan seperti gambar 2.0.

Gambar 2.0 komponen DSS

Komponen pada gambar 2.1 diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

a) Database Management. Merupakan subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk keperluan DSS, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.

(34)

b) Model Base. Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk di dalamnya tujuan dari permasalahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.

c) User Interface/pengelolaan dialog. Terkadang disebut sebagai Subsistem Dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya direpresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti komputer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukkan dari pemakai ke dalam Sistem Pendukung Keputusan.

DSS dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil dari DSS adalah:

a) DSS memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data/ informasi bagi pemakainya.

b) DSS membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama berbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.

c) DSS dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.

d) Walaupun suatu DSS, mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya, karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.

2.3 Sistem Penilaian dan penilaian kinerja karyawan

Sistem Penilaian adalah sistem atau sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi dari beberapa kriteria atau ukuran dengan

(35)

tujuan melakukan penilaian atau memberikan nilai dari suatu objek. Salah satu contoh objek dari penilaian yaitu penilaian kinerja karyawan.

Penilaian kinerja karyawan adalah adalah suatu proses penilaian prestasi kinerja pegawai yang dilakukan pemimpin perusahaan secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya (Dessler, 1997). Menurut Simamora penilaian prestasi kerja adalah “suatu alat yang berfaedah tidak hanya untuk mengevaluasi

kerja dari para karyawan, tetapi juga untuk mengembangkan dan memotivasi kalangan karyawan” (Simamora, 2001).

Penilaian kinerja karyawan biasanya menggunakan bobot dalam setiap indikator yang terkait dengan derajat kepentingan dari item tersebut. Beberapa contoh dari metode penilaian karyawan adalah pendekatan daftar periksa, metode pilihan dan metode pendekatan. Pada setiap metode difokuskan pada hubungan faktor-faktor potensi individu karyawan (mutu SDM) dengan kinerjanya yang kemudian dilakukan pembobotan sesuai dengan besar kepentingannya. Manfaat penilaian kinerja karyawan adalah sebagai berikut (Handoko, 1994), (Siagian, 1995):

a) Perbaikan prestasi kerja b) Penyesuaian kompensasi c) Keputusan penempatan

d) Kebutuhan latihan dan pengembangan e) Perencanaan dan pengembangan karier f) Memperbaiki penyimpangan proses staffing g) Mengurangi ketidak-akuratan informasi h) Memperbaiki kesalahan desain pekerjaan i) Kesempatan kerja yang adil

Sistem penilaian kinerja karyawan nantinya akan menghasilkan output penilaian kinerja karyawan dalam bentuk tertentu. Bantuk tersebut misalnya adalah score penilaian yang terdiri dari angka-angka yang menunjukkan kualitas kerja karyawan. Untuk mengetahui karyawan yang berprestasi, konsep perangkingan/peringkat nilai dapat menjadi salah satu alternatif pemilihan. Perangkingan dapat dilihat dari

(36)

jumlah nilai penilaian. Dimana karyawan dengan jumlah nilai penilaian tertinggi dapat diasumsikan sebagai karyawan dengan kinerja yang baik. Demikian juga sebaliknya karyawan yang mempunyai penilaian rendah dapat diasumsikan mempunyai kinerja yang buruk.

2.4 Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

AHP merupakan salah satu metode untuk membantu menyusun suatu prioritas dari berbagai pilihan dengan menggunakan beberapa kriteria (multi-kriteria). Karena sifatnya yang multi kriteria, AHP cukup banyak digunakan dalam penyusunan prioritas. AHP merupakan model hirarki fungsional dengan input utamanya adalah persepsi manusia. Dengan adanya hirarki masalah yang kompleks atau tidak terstruktur dipecah dalam sub-sub masalah kemudian disusun menjadi suatu bentuk hierarki (Bourgeois, 2005).

Prinsip kerja AHP adalah penyederhanaan suatu persoalan kompleks yang tidak terstruktur, stratejik, dan dinamik menjadi bagian-bagiannya serta menata dalam suatu hirarki. Kemudian tingkat kepentingan setiap variabel diberi nilai numerik secara subjektif tentang arti penting variabel tersebut secara relatif dibandingkan dengan variabel lain. Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian dilakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut (Marimin, 2004).

Menurut Ma‟arif dan Tanjung beberapa keuntungan metode AHP, sebagai alat bantu pengambilan keputusan adalah sebagai berikut (Ma‟arif & Tanjung, 2003):

a) Kesatuan (unity). AHP membuat permasalahan yang luas dan tidak terstruktur menjadi suatu model yang fleksibel dan mudah dipahami.

b) Kompleksitas (complexity), AHP memecahkan permasalahan yang kompleks melalui pendekatan sistem dan pengintegrasian secara deduktif.

c) Saling ketergantungan (inter dependence). AHP dapat digunakan pada elemen-elemen sistem yang saling bebas dan tidak memerlukan hubungan linier.

(37)

d) Struktur hirarki (hierarchy structuring). AHP mewakili pemikiran alamiah yang cenderung mengelompokkan elemen sistem ke level-level yang berbeda dari masing-masing level berisi elemen yang serupa (kriteria dan sub-kriteria). e) Pengukuran (measurement). AHP menyediakan skala pengukuran dan metode

untuk mendapatkan prioritas.

f) Konsistensi (consistency). AHP mempertimbangkan konsistensi logis dalam penilaian yang digunakan untuk menentukan prioritas.

g) Sintesis (synthesis). AHP mengarah pada perkiraan keseluruhan mengenai seberapa diinginkannya masing-masing alternatif.

h) Tawar menawar (trade off). AHP mempertimbangkan prioritas relatif faktor-faktor pada sistem sehingga orang mampu memilih altenatif terbaik berdasarkan tujuan mereka.

i) Penilaian dan konsensus (judgement and consensus). AHP tidak mengharuskan adanya suatu konsensus, tapi menggabungkan hasil penilaian yang berbeda. j) Pengulangan proses (process repetition). AHP mampu membuat orang

menyaring definisi dari suatu permasalahan dan mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui proses pengulangan.

Penggunaan AHP dalam alat bantu pengambilan keputusan dengan multi kriteria sangat mudah dimengerti dan dipahami dengan efektif. Pendekatan metode AHP pertama sekali dikembangkan oleh Prof. Thomas L. Saaty dari Wharton School of Business, University of Pennsylvania pada tahun 1970. Saat ini, AHP banyak diterapkan pada berbagai bidang yang menghendaki adanya pengambilan keputusan multi-kriteria, perencanaan dan produksi, alokasi sumberdaya, penyusunan matrik input koefisien, penentuan prioritas dari strategi-strategi yang dimiliki dalam situasi konflik, pengukuran performance dan lain sebagainya.

AHP dalam sistem ini digunakan untuk mencari bobot setiap indikator dan perspektif dengan cara menggunakan matriks perbandingan berpasangan yang didapatkan dari konsensus berkelompok atau melalui tabel perbandingan yang sering digunakan dan diterapkan pada perhitungan AHP. AHP mampu menguraikan permasalahan yang komplek dengan kriteria yang banyak kedalam susunan hierarki,

(38)

yang mana setiap setiap level disusun oleh elemen-elemen yang spesifik dengan tujuan untuk menentukan prioritas. Secara garis besar, ada tiga tahapan AHP dalam penyusunan prioritas, yaitu (Susila & Munadi, 2007):

a) Dekomposisi dari masalah.

Dalam menyusun prioritas, maka masalah penyusunan prioritas harus mampu didekomposisi menjadi tujuan (goal) dari suatu kegiatan, identifikasi pilihan-pilihan (options) dan perumusan kriteria (criteria) untuk memilih prioritas. Pada dekomposisi masalah perlu merumuskan tujuan dari penyusuan prioritas,seperti digambarkan pada gambar 2.1.

Gambar 2.1 Dekomposisi masalah

Kriteria seleksi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kriteria penilaian yang digunakan oleh organisasi/perusahaan dalam menentukan penilaian kinerja pegawai. Misalnya kedisiplinan, pengalaman kerja, pretasi kerja dan perilaku. Masing-masing kriteria ini memiliki nilai berupa range nilai yang dipakai seperti tampak pada tabel 2.1 berikut (Kusrini & Ester, 2006):

Tujuan/goal

kriteria 1 kriteria 2 kriteria 3

(39)

Tabel 2.1 Tabel Contoh sederhana kriteria dan nilai penilaian. Kriteria penilaian Nilai kriteria

Kedisiplinan - Baik - Cukup - Kurang Pengalaman Kerja - Baik - Cukup - Kurang Prestasi kerja - Baik - Cukup - Kurang Perilaku - Baik - Cukup - Kurang Sumber: Kusrini (2006)

b) Penilaian/ pembandingkan elemen

Setelah masalah terdekomposisi, langkah selanjutnya yaitu pembandingan antar elemen yaitu kriteria. Perbandingan antar kriteria dimaksudkan untuk menentukan bobot untuk masing-masing kriteria. Dengan kata lain, penilaian ini dimaksudkan untuk melihat seberapa penting suatu pilihan kriteria dilihat dari kriteria yang ada. Tabel 2.2 merupakan contoh pembobotan dengan memperhatikan perbandingan antar elemen kriteria yang paling sering digunakan karena dinilai lebih logis (Bourgeois, 2005).

(40)

Tabel 2.2 Tabel perbandingan skala penilaian antar elemen kriteria

Hasil penilaian Kriteria A Kriteria B

A sangat jauh lebih penting dari B 1,9 0,1

A jauh lebih penting dari B 1,6 0,4

A sedikit lebih penting dari B 1,3 0,7

A dan B sama penting 1,0 1,0

A sedikit kurang penting dari B 0,7 1,3

A jauh kurang penting dari B 0,4 1,6

A sangat jauh kurang penting dari B 0,1 1,9 Sumber : Bourgeois (2005)

Dengan menggunakan penilaian seperti Tabel 2.2, maka perbandingan antar kriteria akan menghasilkan Tabel 2.3 di bawah ini. Untuk memudahkan, dalam tabel diasumsikan hanya ada empat kriteria.

Tabel 2.3 Tabel perbandingan antar kriteria Kriteria 1 CR CR2 CR3 CR4 jumlah bobot 1 CR - C12 C13 C14 C 1 BC1 C1/C 2 CR C21 - C23 C24 C 2 BC2 C2/C 3 CR C31 C32 - C34 C3 BC3 C3/C 4 CR C41 C42 C43 - C 4 BC4 C4/C C

Dari tabel 2.3 diatas dapat dirangkum sebagai berikut:

(41)

b)

c

i merupakan penjumlahan nilai yang dimiliki kriteria ke i c)

c

merupakan penjumlahan semua nilai Ci

d) Bobot kriteria ke I (BCi) diperoleh dengan membagi nilai Ci dengan nilai C.

Dari perhitungan table diatas maka dapat diketahui nilai bobot untuk masing-masing kriteria. Untuk pembobotan sendiri terdapat banyak pilihan. Untuk kasus tertentu semua indikator mempunyai bobot yang sama. Tetapi pada kasus kasus dengan tahap seperti diatas, maka tiap indikator mempunyai bobot yang berbeda sesuai dengan kepentingannya seperti tahap-tahap diatas.

c) Sintesis dari prioritas/ Sintesis penilaian

Sintesis hasil penilaian merupakan tahap akhir dari AHP. Pada dasarnya, sintesis ini merupakan penjumlahan dari bobot yang diperoleh setiap pilihan pada masing-masing kriteria setelah diberi bobot dari kriteria tersebut. Secara umum, nilai suatu pilihan dapat dilihat pada persamaan 2.1 .

n i j ij

Bcr

Bo

n

Bop

1

*

)

(

……….……… (2.1)

Bop (n) = Nilai/bobot pilihan ke (n) (sub-kriteria) Bo(ij) = Nilai option (nilai sub-kriteria) ke (ij) Bcr (j) = Bobot Kriteria ke (j)

Untuk nilai option/pilihan biasanya menggunakan range nilai sesuai persetujuan yang telah disepakati. Bisa menggunakan range nilai 0-9, 0,0 - 0,9 10-100 atau nilai-nilai lainnya. Semakin tinggi nilai suatu pilihan, semakin tinggi prioritasnya/penilaian total, dan sebaliknya. Formula tersebut juga dapat disajikan dalam bentuk tabel. Untuk memudahkan, diasumsikan ada empat kriteria dengan empat pilihan seperti tabel 2.4. Sebagai contoh nilai prioritas/bobot pilihan 1 (BOP1) diperoleh dengan mengalikan nilai bobot pada

(42)

kriteria dengan nilai yang terkait dengan kriteria tersebut(nilai option untuk sub kriteria) untuk pilihan 1 dapat dilihat pada persamaan 2.2.

1 , 1 ( ) 1 ( Bo BOP *Bcr ) + (1 21 Bo * Bcr ) + (1 Bo31* Bcr ) 1 + . . . + (Bo * ij Bcr ) ……… (2.2) j

Tabel 2.4 Tabel sintesa penilaian

1 CR CR 2 CR3 CR 4 Prioritas total 1 Bcr Bcr 2 Bcr3 Bcr 4 Bcr j 1 OP Bo11 Bo 12 Bo13 Bo 14 Bo1j 2 OP Bo 21 Bo 22 Bo23 Bo 24 Bo2j 3 OP Bo31 Bo32 Bo33 Bo34 Bo3j 4 OP Bo 41 Bo 42 Bo43 Bo 44 Bo4J 1

BOP BOP 2 BOP3 BOP 4 jumlah Total BOP

OP 1,2,3dan 4 sebenarnya adalah option/pilihan (sub kriteria) dari

masing-masing criteria (CR) yang berkaitan, nilai dari OP tersebut akan dikalikan dengan bobot kriterianya sehingga menghasilkan nilai Bo[ij]. Semakin tinggi nilai BOP maka semakin baik pula tingkat prioritas dari total BOP.

Dalam perhitungan bobot kriteria terdapat pengujian apakah data bobot tersebut dinyatakan valid. Pengujian ini dilakukan dengan menjumlahkan semua nilai bobot dari kriteria yang ada. Nilai penjumlahan dari bobot harus mempunyai nilai 1,0. Misalkan ada 4 kriteria yang digunakan maka:

1

(43)

BAB III METODOLOGI

3.1 Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak 3.1.1 Gambaran Umum Sistem

Sistem informasi yang efektif dan efisien saat ini saat dibutuhkan dikalangan instansi perusahaan maupun pemerintah. Demikian juga yang terjadi di PT Multiterminal Indonesia(MTI) sebagai salah satu perusahaan Service Provider penyimpanan muatan berupa lapang dan gudang juga memerlukan sebuah sistem informasi tepat guna agar segala kegiatan dapat berjalan efektif dan efisisen. Pada PT MTI seringkali seorang manager tidak bisa berada di kantor selama waktu tertentu. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja karyawan dibawahnya karena tidak ada pengawasan dan tugas yang diberikan oleh manager. Olah karena itu diperlukan sistem informasi yang dapat mengolah tugas, sehingga ketika manager tidak dapat berada di kantor/perusahaan dia bisa memberikan tugas pada karyawan dan dapat didokumentasikan sehingga tidak perlu disampaikan secara lisan. Artinya dibutuhkan sistem yang dapat mendokumentasikan tugas karyawan dan dapat mengolah informasi tugas tersebut sampai tahap pengerjaan tugas oleh karyawan dan manager mendapatkan informasi dari hasil pengerjaan tugas karyawan.

Selain masalah pengelolaan tugas, PT MTI juga memerlukan sebuah sistem yang dapat mengolah penilaian kinerja karyawan. Pada periode sebelumnya penilaian kinerja karyawan masih bersifat abstrak dan belum terdokomentasi secara baik. Metode penilaian kinerja karyawan PT MTI sebelumnya adalah dengan memberikan score nilai pada item-item penilaian tertentu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan perusahaan. Score penilaian diberikan pada masing-masing karyawan kemudian dilakukan penjumlahan score dan menghitung rata-rata dari nilai tersebut. Karyawan dengan nilai rata-rata tertinggi pada setiap divisi dapat diasumsikan sebagai karyawan dengan kinerja terbaik, begitu pula sebaliknya. Sistem penilaian ini masih bersifat manual dan hanya didokumentasikan pada sebuah laporan setiap manager. Oleh karena itu diperlukan sebuah sistem pengolahan nilai kinerja sehingga perhitungan yang sebelumya dilakukan manual dan belum didokumentasikan dengan

(44)

baik dapat dikelola dengan lebih mudah dan efisien melalui sistem informasi pengolahan nilai yang efektif.

Karena metode penilaian sebelumnya berkaitan erat dengan kriteria-kriteria penilaian, terdiri dari beberapa elemen penilaian yang saling berkaitan dan pada penerapannya dapat memecahkan masalah penilaian kinerja karyawan, maka penulis akan merancang sistem ini dengan pendekatan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP ini sendiri tersusun dari beberapa kriteria dan kriteria ini dapat diambil dari sistem pengolahan nilai sebelumnya. Diharapkan dengan menggunakan metode AHP ini dapat membantu memberikan output penilaian yang lebih baik. Dari gambaran umum sistem di atas penulis akan membuat Sistem pendukung penilaian kinerja karyawan, dimana nantinya pengolahan nilai disusun dengan pendekatan metode AHP.

3.1.2 Metode Analisis

Sistem pendukung penilaian kinerja karyawan merupakan sebuah sistem yang dapat merepresentasikan persepsi manusia dalam hal penilaian kinerja para karyawan (PT Multiterminal Indonesia) dan pengolahan tugas–tugas karyawan ke dalam sebuah aplikasi berbasis dekstop, sehingga penilaian yang selama ini bersifat abstrak dapat didokumentasikan dan dipertanggungjawabkan secara subjektif. Sistem penilaian kinerja dibangun dengan metode AHP.

Untuk melihat proses pembuatan sistem ini, yang mencakup proses input/masukan dan proses output/keluaran dinyatakan dengan Data flow diagram (DFD). Pada tahap ini digunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus data dimana akan sangat membantu dalam proses komunikasi dengan pemakai.

3.1.3 Hasil Analisis

Secara umum sistem pendukung penilaian kinerja karyawan dengan metode AHP akan memberikan beberapa informasi sebagai hasil output yaitu:

(45)

b) Informasi tugas dan nilai tugas karyawan

c) Informasi berita atau pengumuman dari perusahaan

Dari informasi output sistem seperti diatas, dan hasil analisis maka dapat diketahui apa saja yang menjadi masukan dan keluaran sistem, desain interface, serta apa saja yang menjadi kebutuhan perangkat lunak dan perangkat keras sistem.

3.1.3.1 Analisis Kebutuhan Proses

Kebutuhan proses utama dalam sistem pendukung penilaian kinerja karyawan dengan metode AHP yaitu:

a) Proses Pengolahan User/Pengguna

Proses ini merupakan tahap pengolahan data–data user yang menggunakan sistem. Terdapat 3 tingkatan user yang berbeda yaitu admin, manager dan karyawan. Semua user tersebut dapat mengolah data pribadi ketika sudah terdaftar di sistem. Terdapat 2 tahap dalam proses pengolahan user yaitu:

1. Proses Pendaftaran User. Proses ini merupakan tahap awal agar user dapat mengakses sistem. User memasukkan data user yang nantinya akan dikelola oleh sistem. Secara default proses pendaftaran user akan terdeteksi sebagai karyawan biasa.

2. Proses Manage Profile. Pada proses ini user/pengguna dapat mengubah data-data pribadinya seperti nama, alamat, telepon dan pengubahan password. Untuk manager perubahan status akses dari karyawan ke manager dilakukan oleh admin.

b) Proses Autentikasi User/pengguna (Login)

Proses ini merupakan tahap autentikasi data user ketika masuk ke sistem. Proses ini disebut juga proses login. Seteleh user login maka user dapat mengakses menu sesuai dengan hak akses masing-masing user.

(46)

Proses ini merupakan tahap pengolahan tugas-tugas karyawan dari atasan (manager). Proses pengolahan tugas terdiri dari beberapa tahapan proses yaitu: 1. Proses Kelola Tugas. Proses ini merupakan tahap awal dari proses

pengelolaan tugas. Proses ini dimulai dengan pemberian tugas dari manager kepada karyawan. Manager mengisikan data tugas dan menyimpan data tugas tersebut ke database. Tugas yang baru dikirimkan ke karyawan mempunyai status pengerjaan default yaitu ‟belum‟. Setelah karyawan menerima tugas ini dia mempunyai kewajiban untuk mengubah status pengerjaan tugas sesuai dengan yang telah dikerjakannya. Status-status tersebut adalah ‟rencana, mulai, proses, tunda, dan selesai‟. Pada masa ini manager dan karyawan dapat memantau status pengerjaan tugas. Jika tugas telah selesai dan karyawan mengubah status menjadi ‟selesai‟, maka data tugas tersebut siap dikoreksi/disahkan oleh manager.

2. Proses Pengesahan Tugas. Proses ini adalah tahap setelah proses pemberian tugas dari manager dan status pengerjaan tugas ‟selesai‟. Pengesahan tugas oleh manager dilakukan dengan mengganti status pengerjaan tugas menjadi

‟setuju‟ atau ‟tidak setuju‟. Pada tahap ini, manager dapat melihat tugas

tersebut sudah deadline atau bahkan melebihi dari tanggal deadline. Jika karyawan dalam jangka waktu pengerjaan tugas tidak dapat menyelesaikan tugasnya maka akan mempengaruhi penilaian tugas karyawan tersebut, tetapi semua sesuai dengan kebijakan manager/atasannya.

3. Proses Penilaian Tugas. Proses ini merupakan tahap akhir dari pengolahan tugas karyawan. Setelah dilakukan pengesahan, sistem akan menghitung nilai dari tugas-tugas karyawan. Manager dan dan karyawan dapat melihat nilai tugas ini sebagai hasil pengolahan tugas tersebut. Penilaian ini mempunyai aturan yang telah disepakati oleh pihak perusahaan (PT Multiterminal Indonesia) yaitu:

(47)

Tugas dikoreksi adalah tugas yang telah disahkan atau mempunyai status „setuju‟ dan „tidak setuju‟. Tugas gagal adalah tugas yang telah dikoreksi dan statusnya „tidak setuju‟.

d) Proses Pengolahan Nilai dengan metode AHP

Proses ini merupakan tahap pengelolaan nilai kinerja karyawan. Dalam sistem ini terdapat beberapa tahap pengolahan nilai yaitu:

1. Pengolahan kriteria. Pada tahap ini admin memasukkan data bobot kriteria yang nantinya akan digunakan dalam tahap pembandingan elemen.

2. Pembandingan elemen. Merupakan tahap melakukan pembandingan elemen kriteria yang akan menghasilkan nilai pembandingan dari masing-masing kriteria. Tahap ini dilakukan oleh admin.

3. Perhitungan nilai bobot. Merupakan tahap dimana sistem akan melakukan perhitungan bobot dari nilai pembandingan elemen yang telah dilakukan. Dari tahap ini menghasilkan nilai bobot kriteria dari masing-masing kriteria. 4. Pengolahan sub-kriteria. Merupakan tahap dimana admin memasukkan data sub-kriteria penilaian yang digunakan sebagai indikator penilaian kinerja karyawan.

5. Pengolahan nilai kinerja. Merupakan tahap dimana manager memasukkan data penilaian kinerja tiap-tiap karyawan divisinya. Penilaian dilakukan dengan melakukan perkalian antara bobot kriteria dengan nilai option/sub kriteria karyawan yang dinilai. Tahap ini merupakan sintesa/sintesis penilaian dari metode AHP.

e) Proses Pengolahan Nilai Total

Proses ini merupakan tahap pengelolaan nilai yang terakhir. Pada proses ini sistem akan menghitung nilai total penilaian dari nilai tugas dan nilai kinerja karyawan.

f) Proses Pencarian

Proses ini merupakan tahap pencarian terhadap data yang dibutuhkan. Proses ini meliputi pencarian data pengguna dan filter data sesuai yang diinginkan oleh user/pengguna.

(48)

Proses ini merupakan tahap pengelolaan berita atau pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh perusahaan. Proses ini dilakukan sepenuhnya oleh admin.

3.1.3.2 Analisis Kebutuhan Input

Input atau masukan dari sistem pendukung penilaian kinerja karyawan dengan metode AHP terdiri dari 3 bagian masukan sesuai dengan perbedaan hak akses pengguna, yaitu:

a) Input oleh Admin

Merupakan kebutuhan masukan yang diberikan oleh admin, yaitu: 1. Data admin

Data admin adalah data yang berhubungan dengan data pribadi admin yang nantinya akan dikelola oleh sistem. Data ini memuat NIP (Nomor Induk Pegawai), nama, jabatan, divisi, alamat, nomor telepon, username dan password.

2. Data bobot kriteria

Data bobot kriteria adalah data yang berhubungan dengan kebutuhan pengelolaan bobot kriteria dengan metode AHP. Data bobot memuat nama kriteria, bobot dan tanggal setting.

3. Data temp

Data temp adalah data yang berhubungan dengan kebutuhan pengelolaan nilai pembandingan elemen kriteria dengan metode AHP. Data ini berupa masukan sementara nilai dari pembandingan elemen. Data temp memuat nilai.

4. Data subkriteria

Data subkriteria adalah data yang berhubungan dengan kebutuhan pengelolaan nilai kinerja karyawan. Data subkriteria digunakan selanjutnya pada proses sintesa penilaian. Data subkriteria memuat nama subkriteria dan id kriteria.

(49)

5. Data manager

Data manager adalah data yang berhubungan dengan data pribadi manager yang nantinya akan dikelola oleh sistem. Data manager memuat NIP, nama, jabatan, divisi, level, alamat, nomor telepon, username dan password. 6. Data berita

Data berita adalah data yang berisi berita dan pengumuman-pengumuman dari perusahaan. Data berita memuat NIP, nama, isi berita, topik dan tanggal.

b) Input oleh Manager

Merupakan kebutuhan masukan yang diberikan oleh manager yaitu: 1. Data nilai kinerja

Data nilai kinerja adalah data yang berhubungan dengan penilaian kinerja karyawan. Data nilai memuat NIP, nama dan nilai option/sub kriteria.

2. Data tugas

Data tugas adalah data yang berhubungan dengan pengolahan tugas–tugas karyawan. Data tugas memuat NIP pengirim, NIP penerima, jenis tugas, tanggal mulai, tanggal selesai, isi tugas dan status.

c) Input oleh Karyawan

Merupakan kebutuhan masukan yang diberikan oleh karyawan yaitu: 1. Data karyawan

Data karyawan adalah data yang berhubungan dengan data pribadi karyawan. Data karyawan memuat NIP, nama, jabatan, divisi, alamat, nomor telepon, username dan password.

2. Data tugas

Data tugas adalah data yang berhubungan dengan pengolahan tugas–tugas karyawan. Karyawan dalam proses input ini hanya bisa mengubah status pengerjaan tugas. Data tugas memuat NIP dan status.

(50)

Untuk kebutuhan data keluaran menampilkan hasil pengolahan dari data karyawan, data tugas, laporan, berita dan data penilaian yang sebelumnya telah diolah dengan metode AHP. Output pengolahan sistem secara umum terdiri dari:

a) Nilai kinerja karyawan

Merupakan keluaran/output sistem yang memberikan informasi nilai-nilai kinerja karyawan. Nilai ini berupa score nilai dari hasil perhitungan sintesa penilaian kinerja. Selain itu dapat diketahui score total penilaian kinerja dan peringkat nilai total karyawan.

b) Nilai tugas

Merupakan keluaran/output sistem dari pengolahan tugas karyawan yang memberikan informasi nilai tugas.

c) Nilai bobot kriteria

Merupakan keluaran/output sistem dari pengolahan bobot kriteria penilaian kinerja karyawan dengan metode AHP yang menghasilkan nilai bobot kriteria. d) Berita

Merupakan keluaran/output sistem yang memuat informasi berita dan pengumuman dari pihak perusahaan.

e) Laporan

Merupakan keluaran/output sistem yang berbentuk laporan sesuai kebutuhan data. Laporan ini dapat dicetak sesuai kebutuhan penggunanya sebagai bahan pertimbangan oleh atasan.

Dari analisis kebutuhan proses, input dan output diatas dapat dirangkum dalam sebuah tabel 3.1. dibawah ini. Tabel ini dapat memperjelas kebutuhan-kebutuhan yang telah dijelaskan sebelumnya.

(51)

Tabel 3.1 Tabel analisa kebutuhan proses, input dan output sistem

Proses Input Output

1. Proses Pengolahan User/pengguna Proses pendaftaran user

Proses Manage Profile

Data admin, manager, karyawan

Info data admin, manager, karyawan

2. Proses autentikasi User/pengguna Data admin, manager, karyawan

Menu user setelah autentikasi

3. Proses Pengolahan Tugas Proses kelola tugas Proses pengesahan tugas Proses penilaian tugas

Data tugas Info data tugas, nilai tugas

4. Proses Pengolahan Nilai dengan AHP

Data bobot kriteria, temp, nilai kinerja, subkriteria

Info data bobot kriteria, nilai kinerja karyawan

(52)

Pengolahan kriteria Pembandingan elemen Perhitungan nilai bobot Pengolahan sub-kriteria Pengolahan nilai kinerja

5. Proses Pengolahan Nilai Total Data tugas, nilai kinerja

Info nilai total

6. Proses Pencarian Data

tugas, admin, manager, karyawan

Info data yang dicari

7. Proses Pengolahan Berita Data berita Info berita 3.1.4 Kebutuhan Antar Muka

Antar muka pengguna atau lebih dikenal dengan user interface adalah bagian penghubung antara sistem dengan pengguna atau user dalam hal ini adalah karyawan. Pada bagian ini akan terjadi komunikasi antara keduanya. Program dimulai dari login karyawan. Terdapat beberapa menu yang berbeda yang diperoleh user sesuai dengan level masing-masing karyawan setelah melakukan login user. Sistem ini berupa pengolahan data user, data tugas dan data penilaian kinerja karyawan dengan metode AHP

Antar muka/user interface di titik beratkan pada interface yang bersifat user

friendly yang berarti tidak sulit digunakan atau memudahkan pengguna.

3.1.5 Perangkat Lunak yang Dibutuhkan

Perangkat lunak yang dibutuhkan untuk pengembangan dan implementasi sistem pendukung penilaian kinerja karyawan dengan metode AHP adalah:

1. Visual basic 6.0 adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk interkoneksi dengan database, dan sebagai aplikasi pembuatan interface.

Gambar

Tabel 2.3  Tabel perbandingan antar kriteria  Kriteria  CR 1 CR 2 CR 3 CR 4 jumlah  bobot  CR   1 -  C 12 C 13 C 14 C  1 B C 1 C 1 / C CR   2 C 21 -  C 23 C 24 C  2 B C 2 C 2 / C CR 3 C 31 C 32 -  C 34 C 3 B C 3 C 3 / C CR   4 C 41 C 42 C 43 -  C  4 B C 4
Tabel  pengguna  digunakan  untuk  menyimpan  data  pengguna.  Struktur  tabel  pengguna ditunjukkan pada Tabel 3.3
Tabel  berita  digunakan  untuk  menyimpan  data  berita  dan  pengumuman  dari  perusahaan
Gambar 3.18. Rancangan antar muka sub-menu proses display tugas manager
+7

Referensi

Dokumen terkait

2.2.1.12 Fungsi Tampil Nilai Kinerja Karyawan Harian Gambar 12 Sequence Diagram: Fungsi Tambah Nilai Kinerja

Dengan dibangun sistem pendukung keputusan proses penilaian kinerja karyawan dalam menentukan karyawan terbaik ini maka diharapkan dapat membantu atau

Banyaknya kriteria (multiple criteria) yang digunakan dalam proses penilaian kinerja karyawan menyulitkan pihak manajemen untuk memberi bobot setiap kriteria oleh

Banyaknya kriteria (multiple criteria) yang digunakan dalam proses penilaian kinerja karyawan menyulitkan pihak manajemen untuk memberi bobot setiap kriteria oleh karena

Dengan melibatkan karyawan dalam proses penyusunan dan penerapan sistem penilaian kinerja maka karyawan akan memiliki kejelasan tujuan penilaian kinerja, mengetahui dengan

(Persero) Angkasa Pura I diharapkan dapat membantu proses penilaian kinerja menjadi lebih cepat dan mengurangi subyektifitas dalam proses penilaian serta membantu

Masalah yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana mengimplementasikan metode MOORA untuk mendukung keputusan penilaian kinerja karyawan di PT.SUPRACO INDONESIA-Rokan Hilir

Banyaknya kriteria multiple criteria yang digunakan dalam proses penilaian kinerja karyawan menyulitkan pihak manajemen untuk memberi bobot setiap kriteria oleh karena itu dibutuhkan