• Tidak ada hasil yang ditemukan

By : Ms. Evy Anggraeny SMA Regina Pacis Jakarta. october

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "By : Ms. Evy Anggraeny SMA Regina Pacis Jakarta. october"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

By : Ms. Evy Anggraeny

SMA Regina Pacis Jakarta

(2)

Ciri-Ciri

1. Eukariot

2. Uniseluler atau Multiseluler sederhana

3. Organisme mikroskopik sampai

makroskopik

4. Autotrof atau heterotrof dengan cara

menyerap atau menelan makanan

5. Hidup di tempat lembab atau berkadar

air tinggi

6. Memiliki bentuk menyerupai organisme

tingkat tinggi

(3)

Protista

menyerupai jamur

Protista

menyerupai hewan

Protista

menyerupai

tumbuhan

(4)

 Merupakan :

◦ Jamur parasit (hidup di air  pengurai bersel 1)

◦ Jamur predator (mirip amoeba dan berlendir)

 Menghasilkan spora  Terdiri dari

◦ Jamur air (Oomycota)

◦ Jamur lendir tidak bersekat (Myxomycota)

◦ Jamur lendir bersekat (Acrasiomycota)

(5)

Jamur Air (Oomycota)

-Ada 580 tipe merupakan pengurai - Saprofit (pengurai)

- Parasit, Saprolegnia hidup di badan ikan dan membentuk selaput

-Beberapa patogen pada buah anggur berupa jamur putih

(Plasmopora viticola), busuk layu pada kentang dan tomat (Phytophthora infestans)

-Reproduksi

-Asexual = Membentuk spora -Sexual = Penyatuan gamet

(6)
(7)

Jamur Lendir Bersekat (Myxomycota)

-Hidup bebas

-Bentuknya seperti amoeba -Merupakan predator fagosit :

-bakteri, -hama,

-spora dan

-komponen organik lain

-Disebut lendir karena jika kelaparan

mengeluarkan lendir agar bisa bergerak pindah ke lingkungan yang

menguntungkan.

-Contoh : Dictyostelium discoideum (disebut juga dengan social amoeba)

(8)
(9)

 Jamur lendir bersekat  Membentuk agregat

 Bergerak secara amoeboid

 Kromosomnya haploid (n), hanya zigot

yang diploid (2n)

 Aseksual : mbentuk tubuh buah (fruiting

body)

(10)

1.

Dictyostelium discoideum

2.

Pholysphondylium sp

3.

Coenonia sp

4.

Acytostelium sp

(11)
(12)

Disebut juga Protozoa

 Cikal bakal hewan kompleks  Uniseluler

 Segala aktivitas hidup dilakukan sel tsb  Heterotrof

 Berkembang biak dengan membelah diri dan

konjugasi

(13)

No Pembeda Bakteri Protozoa 1 2 3 4 Pelindung tubuh Bahan pelindung Bentuk Tubuh Gerak

Dinding sel tebal Selulosa dan agak kaku Tetap Kurang banyak bergerak Selaput plasma tipis Lipoprotein yg lentur Mudah berubah Umumnya banyak bergerak

(14)

october 2014 14

Flagellata

Ciliata

Sporozoa

(15)

No Ciri Rhizopoda Cilliata Flagellata Sporozoa 1 Alat Gerak Kaki semu

(pseudopodia)

Rambut getar Bulu cambuk Tidak punya

2 Habitat Air laut, air tawar, parasit di tubuh hewan

Air tawar dan tempat yang lembab

Air laut, air tawar, parasit di

hewan/manusia

Hidup sbg parasit pada sel darah manusia/hewan

3 Cara Hidup Soliter Soliter / berkoloni

Soliter / berkoloni

Soliter / berkoloni

4 Reproduksi Membelah diri Membelah diri,

Konjugasi

Membelah diri Sporozoit, Gametosit 5 Contoh Protozoa Amoeba proteus, Enthamoeba ginggivalis, Enthamoeba disentriae, Foraminifera Paramecium caudatum, Didinium, Vorticella, Balantidium coli Euglena viridis, Trypanasoma vaginalis, Trypanasoma gambiense Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae, Plasmodium vivax

(16)

october 2014 16

Rhizo = akar, podos = kaki Sarco = daging

Bergerak dengan KAKI SEMU (Pseudopodia) untuk:

1. Alat gerak

2. Alat pemangsa makanan

Bersifat Heterotrof  memangsa alga uniseluler, bakteri, protozoa lain.

Jenis:

1. Rhizopoda Bercangkang  Globigerina 2. Rhizopoda Telanjang  Amoeba proteus

(17)
(18)

october 2014 18

Globigerina, cangkangnya sbg petunjuk adanya minyak bumi, gas alam dan mineral

(19)

Cilia = rambut kecil

Ciliophora = gerakan menggunakan rambut getar Infusoria = menuang (krn ditemukan di air buangan)

Silia berguna untuk: 1. Alat gerak

2. Alat bantu makan

Reproduksi  Pembelahan Biner (Asex), Konjugasi (Sex)

Ciri khusus:

1. Ada 2 nukleus

1) Makronukleus  fungsi: pertumbuhan dan perkembangbiakkan

2) Mikronukleus  fungsi: reproduksi yaitu konjugasi 2. Punya TRIKOKIS  pertahanan diri dari musuh

(20)
(21)
(22)

october 2014 22

(23)

Flagel = cambuk

Mastig = cambuk, phora = gerakan

Berkembang biak dengan Pembelahan biner.

Hidup

1. Parasit  dibawa oleh lalat Glossina moritans

a) Trypanosoma brucei (penyakit tidur di Afrika), b) Trypanosoma evansi (surra pada ternak)

c) Trichomonas vaginalis (penyakit pada alat kelamin)

d) Leishmania (penyebab penyakit kala-azar merusak eritrosit)

2. Simbiosis

Trichonympha campanula  hidup di usus rayap dan

(24)
(25)
(26)

october 2014 26

Spore = biji, zoa = hewan

Tidak punya alat gerak sehingga  Parasit di hewan dan manusia Reproduksi:

1. Asexual  pembelahan biner 2. Sexual  penyatuan gamet

Contoh:

1. Toxoplasma gondii  toksoplasmosis 2. Plasmodium:

1) P. vivax  Malaria tertiana (demam tiap dua hari sekali) 2) P. ovale  Malaria tertiana (demam tiap dua hari sekali) 3) P. malariae  Malaria kuartana (demam tiap tiga hari) 4) P. falciparum  Malaria tropikana (demam setiap saat)

(27)
(28)

october 2014 28

Menguntungkan:

Mengontrol  jumlah bakteri di alam karena predator bakteri

Merupakan zooplankton dan bentos sebagai sumber makanan hewan air

Foraminifera/Globigerina, cangkangnya sebagai petunjuk adanya minyak bumi, gas alam dan

mineral

Radiolaria, kerangkanya yang mengendap di dasar laut dapat digunakan sebagai bahan penggosok

(29)

Merugikan:

Enthamoeba histolyca, Enthamoeba disentriae, penyebab disentri

Trypanasoma brucei, penyakit tidur di Afrika

Trypanasoma evansi, penyakit pada hewan ternak Leishmania, penyebab penyakit kalaazar

Trichomonas vaginalis, parasit di vagina Balantidium coli, penyebab diare

Toxoplasma gondii, penyebab toksoplasmosis Plasmodium sp, penyebab malaria

(30)

 Disebut juga dengan ALGAE atau GANGGANG  Ukuran terkecil 25 m, Navicula sp, ada yang

besar/panjang 50 m, Macrocytis sp

 Uniseluler dan Multiseluler  Soliter dan koloni

 Memiliki kloroplas  Bersifat Autotrof

 Reproduksi : vegetatif (membelah diri, fragmentasi,

spora)

 Reproduksi : generatif (penyatuan sel kelamin,

metagenesis = pergiliran keturunan)

(31)

Euglenoid/Euglenophyta

Chrysophyta

Pyrrophyta/Dinoflagellata

Chlorophyta

Phaeophyta

Rhodophyta

(32)

october 2014 32

Macam-Macam Pigmen Pada Algae

Pigmen Fotosintetik Pigmen Non Fotosintetik

Klorofil

Fukosantin Xantofil

Fikoeritrin

Fikosianin Karoten Fikobilin

(33)

 Eu = sejati, glena = mata

 Bintik mata sebagai fotoreseptor yang

ditutupi lapisan pigmen merah. Bergerak menuju cahaya

 Uniseluler tidak punya dinding sel dan

hanya dibungkus oleh protein (polikel) yang lentur.

 Hidup di air tawar

 Reproduksi asexual : membelah diri  Contoh Euglenoid: Euglena sp

(34)
(35)

 Chrysos = emas, phyta = tumbuhan

 Pigmen dominan karoten berupa xantofil

(keemasan)

 Uniseluler soliter dan multiseluler berkoloni  Sebagian besar hidup di air tawar, di air laut  Reproduksi asexual : membelah diri

(36)
(37)
(38)

october 2014 38

(39)

 Disebut dengan ganggang api karena

◦ Mampu berpendar (fluoresence), bercahaya

◦ Warna merah kecoklatan bila jumlah 6-8 jt/liter

 Beberapa spesies dikenal sebagai :

◦ produsen fitoplankton laut (Noctiluca

scintillans)

◦ menghasilkan toksin (Gymnodinium breve  neurotoksin)

 Uniseluler

(40)

october 2014 40

(41)
(42)

 Disebut juga dengan ganggang hijau  Uniseluler dan multiseluler

 Hidup di air tawar terutama air kolam,

genangan air, dan air laut dangkal

 Reproduksi aseksual : membelah diri, spora,

fragmentasi

 Reproduksi seksual : oogami, anisogami dan

isogami

(43)
(44)

 Disebut juga dengan ganggang coklat.

 Pigmen dominan karoten yaitu fukosantin  Multiseluler

 Hidup di air laut, sekitar pantai atau daerah

pasang surut

 Reproduksi aseksual : fragmentasi, zoospora  Reproduksi seksual : oogami, anisogami dan

isogami

(45)
(46)

 Disebut juga dengan ganggang merah.  Pigmen dominan fikobilin jenis fikoeritrin  Multiseluler

 Hidup di laut dalam

 Reproduksi aseksual : spora

 Reproduksi seksual : oogami, anisogami dan

isogami

october 2014

4 6

(47)
(48)

Sumber makanan yang bergizi (Chorella sp)

Sumber makanan berupa sayur (Ulva sp, Caulerpa sp,

Enteromorpha sp)

Sebagai bahan pembuatan agar-agar (Eucheuma sp, Gelidium

sp)

 Sebagai bahan peledak, campuran semen, bahan penggosok,

bahan isolasi, pembuatan saringan (Diatome sp)

 Sebagai pupuk pertanian dan makanan ternak di pesisir pantai

karena mengandung K (Laminaria lavaniea)

Sebagai obat penyakit gondok (Laminaria digitalis)

 Sebagai bahan pengental pada es krim atau bahan pelekat

pada plastik, kosmetik dan tekstil (Macrocystis sp dan

Laminaria sp)

(49)
(50)

october 2014 50

Referensi

Dokumen terkait

penjaga terumbu karang di Pulau Rubiah Kecamatan Sukakarya Kota Sabang tahun 2015 tidak cukup aktivitas saat menyelam dan berjalan saat melihat terumbu karang tetapi

Pungutan liar yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah dan guru di sekolah di kota Bandung ini telah menyalahi peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah daerah seperti yang

Dalam menemukan lilitan garis antara dua x, orang normal akan menemukan garis yang menghubungkan warna ungu dan orange, dan penderita gangguan penglihatan

Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan total aset bank syariah di Indonesia, penulis menggunakan konsep kuantitatif, dimana Total Aset (TA)

Inflamasi kronik adalah dasar duri penyakit asma, oleh karena itu obat-obat antiinflamasi berguna untuk mengurangi inflamasi yang terjadi pada saluran napas.. Kortikosteroid adalah

Berapa kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir anak ibu menderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)a. Apakah gejala ispa yang terjadi muncul setiap bulan dan berturut-

Dari hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi peri- laku auditor terhadap penggunaan teknologi informasi pada proses audit serta berdasarkan

“....Pendekatan awal itu harus berkesan positif sehingga klien akan terus mengingat agency kami. Untuk tahap yang satu ini, kami memperlakukan klien lama dan klien