65
JPMP 1 (1) (2017) 65-71
JurnalPendidikan MIPA Pancasakti
http://e-journal.ups.ac.id/index.php/jpmpemail: [email protected]
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTU
MEDIA MICROSOFT POWER POINT TERHADAP PRESTASI BELAJAR
MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN NUMERIKMATERI
POKOK STATISTIKA
Mariska Mustikasari1, Isnani2, Purwo Susongko3
1Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Pancasakti Tegal, Indonesia 2Prodi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Pancasakti Tegal, Indonesia 3Prodi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti Tegal, Indonesia
Kata Kunci: Model Pembelajaran Talking Stick, Media Microsoft Power Point, Prestasi Belajar Matematika, Kemampuan Numerik
Abstrak
________________________________________________________________
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick telah mencapai target, (2) adanya perbedaan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point, Talking Stick biasa serta model konvensional, (3) adanaya perbedaan prestasi belajara peserta didik yang diajar dengan model Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point, Talking Stick biasa, serta model konvensional ditinjuau dari kemampuan numerik, (4) model pembelajaran yang paling efektif anatara model Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point, Talking Stick biasa, serta model konvensional ditinjau dari kemampuan numerik.Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ulujami Tahun Pelajaran 2016/2017.Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel yang diambil sebanyak 4 kelas yaitu satu kelas sebagai eksperimen 1, satu kelas sebagai kelas eksperimen 2, satu kelas sebagai kelas kontrol, dan satu kelas sebagai kelas uji coba. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Instrumen penelitian berupa tes yang telah teruji validitas dan reliabilitas pada taraf signifikansi 5%. Analisis data menggunakan uji proporsi satu pihak kanan, anava dua arah, RAK, dan benferoni.Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick telah mencapai target, (2) ada perbedaan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point, Talking Stick biasa, serta model konvensional, (3) ada perbedaan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point, Talking Stick biasa, serta model konvensional ditinjau dari kemampuan numerik, (4) model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point lebih baik dari model Talking Stick biasa serta model konvensional ditinjau dari kemampuan numerik.
© 2017 Universitas Pancasakti Tegal ISSN 2597-7024
Mariska Mustikasari, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 65-71
66
PENDAHULUANPendidikan sebagai bagian integral kehidupan mempunyai peran yang sangat penting untuk keberlangsungan individu untuk mempertahankan hidup dan mengembangkan diri secara terus-menerus. Menurut UUD 1945 pasal 31 (1) Amandemen menyatakan bahwa, “Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan”, dan (2) “Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Selanjutnya dipertegas dalam Sisdiknas antara lain menyebutkan bahwa : “Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pedidikan yang bermutu” Pasal 5 (1), dan “Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar” dalam pasal 6 (1) (Tri Jaka Kartana:3-4).
Penyelenggaraan pendidikan mempunyai peran yang sangat penting untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan dapat meningkatkan hidup serta kehidupan manusia dengan baik. Pendidikan tidak terlepas dari matematika, karena matematika akan selalu dipelajari bahkan dari tingkat Sekolah Dasar hingga tingkat Perguruan Tinggi.
Indrawati (2015:215-216), matematika adalah induk pengetahuan yang dibangun dari pengembangan konsep dasar menjadi bentuk yang lebih kompleks melalui penalaran dan kemampuan menganalisa masalah dengan mengkaitkan masalah pada konsep yang telah diakui kebenarannya. Sehingga kegagalan dalam menguasai konsep matematika akan berpengaruh terhadap penguasaan konsep lanjutan. Matematika adalah ilmu pengetahuan yang saling berkaitan dan sebagian pembelajaran matematika didasarkan pada perhitungan. Oleh karena itu, setiap peserta didik harus memiliki kemampuan dalam berhitung yang akan mempengaruhi prestasi belajar peserta didik, kemampuan tersebut adalah kemampuan numerik.
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti diketahui bahwa model yang digunakan guru kurang bervariasi dan inovatif. Sebagian peserta didik hanya mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru
sehingga peserta didik kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Statistika adalah materi pokok yang dipelajari peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Ulujami Kabupaten Pemalang, berdasarkan informasi dari guru matematika bahwa hasil prestasi belajar matematika peserta didik masih rendah. Batas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran matematika di SMP Negeri 1 Ulujami adalah 70. Dari informasi yang diperoleh dari Bapak Kusmanto selaku guru mate pelajaran matematika pada tanggal 30 Januari 2017 bahwa peserta yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minumum (KKM) minimal 70 hanya 31,76%, sedangkan 68,24% peserta didik belum mencapai KKM.
Model yang dapat menyenangkan peserta didik sehingga dapat mengaktifkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran serta melibatkan peserta didik untuk bekerja sama. Salah satu pembelajaran yang dapat mengaktifkan dan melibatkan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif menjadikan peserta didik terlibat secara langsung dalam kegiatan pembelajaran, dimana setiap anggota kelompok diskusi yang terdiri dari 4-6 orang yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda harus saling membantu dan saling bekerja sama untuk memahami materi yang dipelajari. Salah satu tipe model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran Talking Stick.
Model pembelajaran dilakukan dengan bantuan tongkat, siapa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan dari guru setelah peserta didik mempelajari materi (Aris Shoimin, 2014:194). Pembelajaran Talking Stick sangat cocok diterapkan bagi peserta didik SD, SMP, dan SMA/ SMK. Selain itu, untuk melatih berbicara, pembelajaran ini akan menciptakan suasana yang menyenangkan dan membuat peserta didik aktif. Dengan membentuk kelompok maka setiap peserta didik dituntut untuk bekerja sama dengan kelompoknya dan saling membantu antar kelompok.
Guru juga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika peserta didik dengan cara
Mariska Mustikasari, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 65-71
67
guru menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran yaitu Microsoft Power Point. Media ini dilakukan dengan bantuan alat proyektor yang menampilkan slide demi slide yang telah dibuat dengan Microsoft Power Point. Sehingga dapat menarik perhatian peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar.Rumusan masalah yang akan dijadikan fokus dalam penelitian ini adalah (1) Apakah ada perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa menggunakan media) memenuhi target? (2) Apakah ada perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Talking
Stickberbantu media Microsoft Power Point dan
peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa menggunakan media) serta model pembelajaran konvensional? (3) Apakah ada perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran
Talking Stick berbantu media Microsoft Power
Point dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa menggunakan media) serta model pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan numerik? (4) Manakah model pembelajaran yang paling efektif antara yang menggunakan model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking
Stick biasa (tanpa menggunakan media) serta
model pembelajaran konvensional terhadap prestasi ditinjau dari kemampuan numerik?
Melalui penelitian ini guru diharapkan dapat mengembangakan variasi model pembelajaran yang tepat dalam kegiatan pembelajaran sehingga pembelajaran tidak monoton dan peserta didik tidak bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
METODE
Penelitian ini dilaksanakan pada peserta didik kelas VIII semester genap Tahun
Pelajaran 2016/2017 di SMP Negeri 1 Ulujami Kabupaten Pemalang dengan jenis penelitian eksperimen dimana terjadi hubungan sebab akibat antara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan, kelas eksperimen 1 yang diajar dengan menggunakan model pembelajaaran
Talking Stick berbantu media Microsoft Power
Point, kelas eksperiemen 2 yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick biasa, sedangkan kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik.
Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII I SMP Negeri 1 Ulujami Kabupaten Pemalang yang berjumlah 37 orang, terdiridari 17 peserta didik perempuan dan 20peserta didik laki-laki.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian meliputi 2 teknik yaitu teknik dokumentasi dan teknik tes. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar dan tes kemampuan numerik. Teknik analisis instumen menggunakan : (1) Uji validitas, penggunaan validitas tes kemampuan numerik dan tes prestasi menggunakan rumus korelasi Point Biserial, (2) Uji reliabilitas digunakan rumus KR-20, (3) Tingkat kesukaran, ditentukan atas banyaknya peserta didik yang menjawab benar butir soal dibanding jumlah seluruh peserta didik yang mengikuti tes, (4) Daya pembeda suatu item, ditentukan dari proporsi test kelompok atas yang dapat menjawab dengan benar butir item yang bersangkutan dikurangi proporsi test kelompok bawah yang dapat menjawab dengan benar butir item tersebut.
Uji hipotesis menggunakan uji analisis satu arah (ANAVA). Uji prasyarat meliputi uji normalitas menggunakan metode Liliefors dan uji homogenitas dengan metode Bartlet. HASIL
Penelitian ini menunjukkan hasil analisis hipotesis sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan analisis uji proporsi satu pihak kanan diperoleh hasil z_hitung=2,819. Selanjutnya hasil tersebut dikonsultasikan dengan nilai z_tabel
Mariska Mustikasari, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 65-71
68
dengan kriteia pengujian 5% didapatkan ztabel=z(0,05;73)=0,240. Karena zhitung>ztabelmaka Ho ditolak, jadi prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa menggunkan media) yang nilainya lebih dari 70 melampaui 40%.
2. Dari hasil perhitungan menggunakan analisis anava dua arah diperoleh hasil Fhitung=11,157. Selanjutnya hasil tersebut
dikonsultasikan dengan nilai Ftabel=3,927,
maka Fhitung (11,257)≥ Ftabel (3,927).
Sehingga Ho ditolak atau dengan kata lain ada perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran
Talking Stick biasa (tanpa menggunakan
media) serta model pembelajaran konvensional.
3. Dari hasil perhitungan menggunakan analisis RAK diperoleh hasil F1=
KTK/KTG1=48,498 dengan db=((1,105)) dan
α=5% diperoleh Ftabel=18,513 maka Fhitung (
48,498 )>Ftabel (18,513).
F2=KTP/KTG1=22,421 dengan db=((1,105))
dan α=5% diperoleh Ftabel=19,000 maka
Fhitung (22,421)>Ftabel (19,000). Sehingga
Ho ditolak atau dengan kata lain ada perbedaan prestasi belajar matematik pada peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran
Talking Stick biasa (tanpa menggunakan
media) serta model pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan numerik.
Tabel 1. Uji Benferoni
Kelompok Uji Beda
Beda
(Selisih)
Nilai S
Nilai B
CV
Keterangan
1.
𝜇
1− 𝜇
35,843
1,572
1,157
0,123
Terdapatperbedaan
yang berarti
2.
𝜇
1− 𝜇
510,210
2,572
1,157
0,143
Terdapatperbedaan
yang berarti
3.
𝜇
3− 𝜇
54,367
1,198
1,157
0,175
Terdapatperbedaan
yang berarti
4.
𝜇
2− 𝜇
42,184
0,634
1,157
0,150
Tidakterdapatperbe
daan yang berarti
5.
𝜇
2− 𝜇
66,425
2,019
1,157
0,160
Terdapatperbedaan
yang berarti
6.
𝜇
4− 𝜇
64,240
1,243
1,157
0,178
Terdapatperbedaan
yang berarti
4. Berdasarkan tabel maka dapat disimpulkan :
a. Ada perbedaan rata-rata antara model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dengan model pembelajaran
Talking Stick biasa (tanpa
menggunakan media) terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik tinggi. b. Ada perbedaan rata-rata antara
model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dengan model pembelajaran
Mariska Mustikasari, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 65-71
69
konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik tinggi.c. Ada perbedaan rata-rata antara model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa menggunkan media) dengan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik tinggi.
d. Tidak ada perbedaan rata-rata antara model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dengan model pembelajaran
Talking Stick biasa (tanpa
menggunakan media) terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik rendah. e. Ada perbedaan rata-rata antara
model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dengan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik rendah.
f. Ada perbedaan rata-rata antara model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa menggunakan media) dengan pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik rendah.
PEMBAHASAN
Dari pengujian hipotesis di atas menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika peserta didik pokok bahasa Statistika yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick berbantu media pembelajaran, Talking Stick biasa dan model pembelajaran konvensional ditinjuan dar kemampuan numerik peserta didik.
Prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick berbantu media lebih baik dari model pembelaran Talking Stick biasa serta model konvensional yang ditinjau dari kemampuan
numerik. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata hasil tes peserta didik. Hasil pengujian dapat dilihat pada hipotesis ketiga.
Model pembelajaran Talking Stick berbantu media pembelajaran dapat membuat peserta didik aktif dalam kegiatan pembelajaran dan menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Model pembelajaran Talking
Sick adalah model pembelajaran dimana peserta
didik dibentuk kelompok secara heterogen dan mendiskusikan materi yang akan di pelajari, sehingga peserta didik terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.
Selain penggunaan model, penggunaan media pembelajaran juga dapat membantu peserta didik dalam memahami materi yang dipelajari. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah media Microsoft Power Point yang menayangkan slide-slide materi yang akan dipelajari peserta didik sebelum peserta didik berdiskusi dengan kelompoknya. Dengan adanya media Microsoft Power Point peserta didik tidak merasa bosan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesisi pertama, didapat bahwa ada perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara model pembelajaran Talking Stick bantu media Microsoft Power Point dan model pembelajaran Talking Stick biasa terhadap prestati belajar matematika.
Hasil pengujian hipotesisi kedua, didapat bahwa terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan model pembelajaran Talking Stick biasa serta model pembelajaran konvensional.
Hasil pengujian hipotesis keempat didapat bahwa nilai CV yang terkecil ditinjau dari kemampuan numerik tinggi adalah model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point lebih kecil dari model pembelajaran Talking biasa dan model pembelajaran Konvensional. Sedangkan nilai CV yang terkecil ditinjau dari kemampuan numerik rendah adalah adalah model pembelajaran Talking Stick berrbantu media Microsoft Power Point lebih kecil dari model
Mariska Mustikasari, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 65-71
70
pembelajaran Talking Stick biasa dan model pembelajaran Konvensional.Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika pokok bahasan Statistika yang diajar menggunakan model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point yang ditinjau dari kemampuan numerik lebih baik dibandingkan model pembelajaran Talking Stick biasa dan model pembelajaran konvensional.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Ada perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa menggunakan media) terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan Statistika pada peserta didik kelas VIII semester genap SMP Negeri 1 Ulujami Kabupaten Pemalang Tahun Pelajaran 2016/2017, (2)Terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa media), serta model pembelajaran konvensional, (3)Terdapat perbedaan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point dan model pembelajaran Talking Stick biasa (tanpa media) serta model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditnjau dari kemampuan numerik, (4) Model pembelajaran Talking Stick berbantu media Microsoft Power Point adalah model yang paling efektif dari pada model pembelajaran
Talking Stick biasa (tanpa menggunakan media)
dan model pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan numerik.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2007. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Asri. 2014. “Meningkatkan Kemampuan
Pemecahan Masalah Dan Komunikasi Mtematis Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada Siswa Sekolah Menengah Atas”. 1(2). 2355-4185.
Fathani, Abdul Halim. 2009. Matematika Hakikat dan Logika. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Fathurrohman, Sulistyorini. 2012. Balajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Penerbit Teras.
Hamalik, Omer. 2015. Proses balajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Hamdani, Wigi. 2016. “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Berbantu Media Microsoft Power Point Terhadap Prestasi Belajar Matematika Pada Materi Pokok Segi Empat (Studi Penelitian pada Siswa Kelas VII Semester Genap di SMP Negeri 1 Lebaksiu Kabupaten Tegal Tahun Ajaran 2015/2016)”. Skripsi Universitas Pancasakti Tegal.
Huda, Miftahul. 2014. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Indrawati. 2015. “Pengaruh Kemampuan Numerik dan Cara Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika”. Universitas Indraprasta PGRI. 3(3).215-223.
Kartana, Tri Jaka. 2015. Profesi dan Etika Guru. Yogyakarta: Pustaka Rihama. Mentari. 2016. “Keefektifan Model
Pembelajaran Team Assisted Individually dan Model Pembelajaran Teams Games Tournament Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau Dari Kemampuan Numerik (Studi Penelitian pada Pokok Bahasan Statistika dan Peluang Kelas VII Semester II SMP Negeri 19 Kota Tegal Tahun Pelajaran 2015/2016)”. Skripsi Universitas Pancasakti Tegal.
Mariska Mustikasari, dkk / JPMP 1 (1) (2017) 65-71
71
Nurhidayat, Oki, Eram Tunggal P, danBambang Wahyono. 2012. “Perbandingan Media Power Point Dengan Flip Chart Dalam Meningkatkan Pengetahuan kesehatan Gigi Dan Mulut”. Unnes Journal of Public Health.1(1).32-35.
Ponoharjo. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Penerbit Universitas Pancasakti Tegal.
Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Sudjana. 2005. Metode Stastitika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suprijono, Agus. 2014. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Susongko, Purwo. 2014. Penilaian Hasil Belajar. Tegal: Universitas Pancasakti Tegal.
Tampake, Mart Heart. 2015. “Peningkatan Keterampilan Proses dan Hasil Belajar IPA Dengan Pendekatan Pembelajaran Jelajah Alam Sekitar Di Sekolah Dasar”. VIII(1). 108-118.
Trianto.2009. Mendesain Model Pembelajaran Inofatif Progresif. Jakarta: Kencana. Vincent. 2005. Teknik Analisis Dalam
Penelitian Percobaan Jilid 1. Bandung: Tarsito.
Vincent. 1995. Teknik Analisis dalam Penelitian. Bandung: Tarsito.
Yudah, Andre Indra Sukma. 2015. “Keefektifan Metode Pembelajaran Resitasi Terhadap Prestasi Dan Keaktifan Belajar Matematika (Studi Eksperimen pada Materi Pokok Kubus dan Balok Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 2 Tarub Kabupaten Tegal Tahun Pelajaran 2014/2015 )”. Skripsi UPS Tegal.
Yuliana, Winda. 2015. Keefektifan Model Pembelajaran Talking Stick Ditinjau dari Kemampuan Numerik Terhadap Prestasi Belajar Matematika pada Materi Pokok
Segi Empat. Skripsi Universitas Pancasakti Tegal.