• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Kompetensi Dasar : 1.1 Membaca Q.S. al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109].

Indikator : 1.1.1 Mampu membaca Surah al-Lahab [111] dengan lancar. 1.1.2 Mampu membaca Surah al-Kafirun [109] dengan lancar.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu membaca Surah al-Lahab [111] dengan lancar.

2. Siswa mampu membaca Surah al-Kafirun [109] dengan lancar.

Materi Pembelajaran :

1. Surah al-Lahab [111]

2. Surah al-Kafirun [109]

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang Surah al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109].

2. Driil (Latihan)

Siswa berlatih membaca Surah al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109] dengan bimbingan guru.

3. Praktek

Siswa praktik membaca Surah al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109] di depan kelas.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membac abasmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

(2)

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca Surah al-Lahab [111].

b. Siswa membaca Surah al-Lahab [111] dengan bimbingan guru.

c. Siswa membaca Surah al-Lahab [111] di depan kelas secara bergantian.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mencari dan membaca ayat dalam Surah al-Lahab [111]. b. Siswa besama-sama membaca surah al-Lahab [111] sebagai penutup kegiatan.

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membac basmalah dan berdoa.

b. menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca Surah al-Kafirun [109].

b. Siswa membaca Surah al-kafirun [109] dengan bimbingan guru.

c. Siswa membaca susah al-Kafirun [109] di depan kelas secar bergantian.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas untuk mencari dan membaca ayat dalam Surah al-Kafirun [109]. b. Siswa bersama-sama membaca Surah al-Kafirun [109] sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Al-Qur’an al-Karim. 3. Alat-alat tulis.

4. Buku-buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah pertanyaan di bawah ini!

1. Bagaimana bunyi ayat kedua Surah al-Ma’un [107]? 2. Tulislah Surah al-Ma’un [107] ayat pertama!

3.

Tulislah kembali lengkap dengan harakatnya!

4. Bagaimana bunyi Surah al-Kafirun [109] ayat ketiga? 5. Terdiri atas berapa ayatkah Surah al-Kafirun [109] itu? B. Penugasan

(3)

Kompetensi Dasar : 1.2 Mengartikan Q.S al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109].

Indikator : 1.2.1 Mampu mengartikan Surah al-Lahab [111]. 1.2.2 Mampu mengartikan Surah al-Kafirun [109].

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu mengartikan Surah al-Lahab [111].

2. Siswa mampu mengartikan Surah al-Kafirun [109].

Materi Pembelajaran :

1. Arti Surah al-Lahab [111]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

a. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! b. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa dia usahakan. c. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).

d. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar atau (penyebar fitnah). e. Dilihernya ada tali dari sabut yang dipintal.

2. Arti Surah al-Kafirun [109]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. a. Katakanlah (Muhammad), ”Wahai orang-orang kafir! b. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, c. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,

d. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, e. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. f. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang arti Surah al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109].

2. Driil (Latihan)

Siswa berlatih mengartikan Surah al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109] dengan bimbingan guru.

3. Praktek

Siswa memraktikkan mengartikan Surah al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109].

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

(4)

a. Siswa mengartikan Surah al-Lahab [111].

b. Siswa melakukan kegiatan mengartikan Surah al-Lahab [111].

3. Kegiatan Penutup

Siswa bersama-sama membaca arti Surah al-Lahab [111].

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa mengartikan Surah al-Kafirun [109].

b. Siswa melakukan kegiatan mengartikan Surah al-Kafirun [109].

3. Kegiatan Penutup

Siswa bersama-sama membaca arti Surah al-Kafirun [109].

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Al-Qur’an al-Karim. 3. Alat-alat tulis.

4. Buku-buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah pertanyaan di bawah ini!

1. Tulislah arti Surah al-Lahab [111] ayat ketiga!

2. Bagaimana arti Surah al-Kafirun [109] ayat keempat? B. Penugasan

Belajarlah mengartikan Surah al-Lahab [111] dan al-Kafirun [109] di rumah!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(5)

Kompetensi Dasar : 2.1 Menyebutkan nama kitab-kitab Allah swt.

Indikator : 2.1.1 Mendifinisikan kitab suci Allah swt. 2.1.2 Menyebutkan nama kitab-kitab Allah swt.

2.1.3 Menjelaskan persamaan isi pokok kitab Allah swt. 2.1.4 Meyakini dan mempercayai adanya kitab Allah swt.

Alokasi Waktu : 3 × 35 menit (1 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mendifinisikan kitab Allah swt.

2. Siswa dapat menyebutkan nama kitab-kitab Allah swt.

3. Siswa dapat menjelaskan persamaan isi pokok kitab Allah swt. 4. Siswa dapat meyakini dan mempercayai adanya kitab Allah swt.

Materi Pembelajaran :

Pengertian Kitab

Secara bahasa, kitab berarti ”tulisan” atau ”buku”. Kamu mungkin pernah mendengar istilah kitab fikih, kitab hadis, maupun kitab tafsir. Nah, kata ”kitab” pada kitab fikih berarti ”buku yang berisi tulisan”. Dengan demikian, kitab fikih adalah buku yang berisi tulisan tentang fikih, kitab hadis adalah buku yang berisi kumpulan hadis-hadis, dan kitab tafsir adalah buku yang berisi tafsir Al-Qur'an. Jadi, istilah ”kitab” berarti ”buku yang terdapat tulisan-tulisan”, atau ”tulisan-tulisan yang dibukukan (dijilid)”. Adapun secara istilah, kitab berarti firman-firman Allah swt. kemudian ditulis dan dibukukan. Firman (wahyu) Allah yang kemudian terkumpul menjadi sebuah kitab adalah Taurat, Zabur, Injil, dan Al-Qur'an.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang kitab Allah swt.

2. Ceramah

Guru menjelaskan pengertian kitab Allah swt.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa mengadakan tanya jawab tentang kitab Allah swt. b. Guru menjelaskan pengertian dan nama kitab-kitab Allah swt. c. Guru menjelaskan dari masing-masing kitab-kitab Allah swt.

(6)

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk menceriterakan dari masing-masing nama kitab-kitab Allah swt.

b. Siswa bersama-sama menghafal nama kitab-kitab Allah swt. sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Al-Qur’an al-Karim.

3. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Jelaskan pengertian kitab Allah swt. 2. Sebutkan nama kitab-kitab Allah!

3. Kepada siapakah kitab Al-Qur’an diturunkan? 4. Kepada siapakah kitab Zabur diturunkan? 5. Untuk apakah kitab Allah itu diturunkan?

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(7)

Kompetensi Dasar : 2.2 Menyebutkan nama rasul yang menerima kitab-kitab Allah swt.

Indikator : 2.2.1 Menyebutkan nama-nama rasul yang menerima kitab-kitab Allah swt.

2.2.2 Menjelaskan masa berlakunya dari masing-masing kitab Allah swt. 2.2.3 Membedakan umat dari masing-masing kitab Allah swt. itu

di-turunkan.

Alokasi Waktu : 3 × 35 menit (1 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menyebutkan nama-nama rasul yang menerima

kitab-kitab Allah swt.

2. Siswa dapat menjelaskan masa berlakunya dari masing-masing kitab Allah swt.

3. Siswa dapat membedakan dari masing-masing kitab Allah itu ditujukan.

Materi Pembelajaran : Kitab-kitab Allah swt.

Rasul yang menerima Kitab Allah yaitu:

1. Nabi Daud a.s. menerima kitab Zabur, ditujukan kepada umat Bani Israil. 2. Nabi Musa a.s. menerima kitab Taurat, ditujukan kepada umat Bani Israil. 3. Nabi Isa a.s. menerima kitab Injil, ditujukan kepada umat Bani Israil.

4. Nabi Muhammad saw. menerima kitab Al-Qur’an, ditujukan kepada seluruh umat manusia dan jin.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang kitab Allah swt.

2. Ceramah

Guru menjelaskan tentang empat kitab Allah swt.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa mengadakan tanya jawab tentang empat kitab Allah swt. b. Guru menjelaskan nama-nama rasul yang menerima kitab Allah swt.

(8)

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk menceriterakan dari masing-masing nama kitab-kitab Al-lah swt.

b. Siswa bersama-sama menghafal nama rasul yang menerima kitab Allah swt. sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Al-Qur’an al-Karim.

3. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Sebutkan nama-nama rasul yang menerima kitab-kitab Allah swt.! 2. Kitab Taurat berlaku pada masa Nabi . . . .

3. Kitab Injil ditujukan kepada kaum . . . . 4. itab Al-Qur’an ditujukan kepada . . . . 5. Nabi Musa a.s. menerima kitab . . . .

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(9)

Kompetensi Dasar : 2.3 Menyebutkan Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir.

Indikator : 2.3.1 Menjelaskan pengertian kitab suci Al-Qur’an. 2.3.2 Menyebutkan isi pokok kandungan Al-Qur’an. 2.3.3 Menyebutkan nama lain Al-Qur’an.

2.3.4 Meyakin Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian Al-Qur’an.

2. Siswa dapat menyebutkan isi kandungan Al-Qur’an. 3. Siswa dapat menyebutkan nama lain Al-Qur’an.

4. Siswa dapat meyakini Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir

Materi Pembelajaran : Kitab-kitab Allah swt.

Pengertian kitab suci Al-Qur’an

Kitab suci Al-Qur’an adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammas saw. melalui malaikat Jibril yang berisi petunjuk-petunjuk bagi umat manusia, membacanya merupakan ibadah, Al-Qur’an merupakan kitab yang terakhir.

Isi kandungan Al-Qur’an yaitu:

a. Tauhid yaitu: yang mengajarkan keimanan kepada Allah swt. b. Ibadah yaitu: ajaran pengabdian hamba kepada Allah swt.

c. Mu’amalah yaitu: ajaran yang mengatur hubungan manusia dengan manusia.

d. Janji dan ancaman yaitu: yang mengajarkan bahwa orang yang beriman dan beramal sholeh mendapat pahala dan orang yang kafir dan durhaka mendapat siksa.

e. Kisah sejarah umat masa lampau.

Al-Qur’an mempunyai beberapa nama, yaitu:

a. Al Furqan artinya: yang membedakan yang hak dengan yang batil. b. Az Zikra artinya: petunjuk atau peringatan.

c. Al Bayan artinya: penjelas.

d. Al Huda artinya: petunujuk bagi manusia yang bertaqwa.

e. Asy Syifa’ artinya: penawar berfungsi sebagai obat penyembuh bagi orang yang sakit rohani.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang kitab suci Al-Qur’an.

2. Ceramah

(10)

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa mengadakan tanya jawab tentang kitab Allah swt. b. Guru menjelaskan pengertian Al-Qur’an.

c. Guru menjelaskan isi kandungan Al-Qur’an.

3. Kegiatan Penutup

Guru memberi tugas siswa sebagai evaluasi.

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru menjelaskan isi kandungan Al-Qur’an.

b. Guru menjelaskan Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir.

3. Kegiatan Penutup

Guru memberi tugas siswa sebagai evaluasi.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Kitab suci Al-Qur’an.

3. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Jelaskaan pengertian kitab suci!

2. Bagaimana kaum muslimin menjaga keaslian Al-Qur’an? 3. Untuk apakah kitab suci diturunkan?

4. Sebutkan isi kandungan Al-Qur’an!

(11)

Kompetensi Dasar : 3.1 Menceritakan kisah Nabi Ayub a.s.

Indikator : 3.1.1 Menceriterakan bahwa Nabi Ayub a.s. seorang yang kaya dan selalu bersyukur.

3.1.2 Menjelaskan bahwa Nabi Ayub a.s. seorang yang baik dan derma-wan.

3.1.3 Menyimpulkan bahwa harta, anak dan kesehatan adalah cobaan Allah.

Alokasi Waktu : 3 × 35 menit (1 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menceritakan kisah Nabi Ayub a.s.

2. Siswa dapat menjelaskan bahwa Nabi Ayub a.s. seorang yang baik dan dermawan.

3. Siswa dapat menyimpulkan bahwa harta, anak dan kesehatan meru-pakan cobaan Allah.

Materi Pembelajaran : Kisah Nabi Ayub a.s.

Nabi Ayub adalah hamba Allah swt. yang sholeh dan memiliki kekayaan yang melimpah ruah. Binatang ternaknya banyak, tanahnya luas serta mempunyai banyak anak. Meskipun hartanya melimpah namun Nabi Ayub a.s. dermawan. Hartanya selalu disedekahkan untuk membangun masjid dan untuk menyediakan hidangan bagi fakir miskin.

Nabi Ayub a.s. selalu bersyukur kepada Allah, bagi Nabi Ayub a.s. harta yang diberikaan merupakan cobaan dari Allah, harta memang dapat menyilaukan mata dan membutakan hati bagi siempunya. Namun, semua itu tidak berlaku bagi Nabi Ayub. Beliau tetap mempertahankan jati dirinya sebagai hamba Allah yang beriman.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang kisah Nabi Ayub a.s.

2. Ceramah

Guru menceriterakan kisah Nabi Ayub a.s. ketika kaya raya.

3. Penugasan

Memberikan tugas untuk menmceritakan secara singkat kisah Nabi Ayub a.s.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

(12)

c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa mengadakan tanya jawab tentang kisah Nabi Ayub a.s.

b. Guru menceriterakan keuntungan orang yang terguh imannya dalam menghadapi godaan setan.

c. Guru menceritakan kisah Nabi Ayub a.s. dalam menggunakan hartanya.

3. Kegiatan Penutup

Guru memberi tugas siswa untuk menceriterakan secara singkat tentang kisah Nabi Ayub a.s.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Buku kisah 25 Rasul.

3. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Bagaimana sikap Nabi Ayub a.s. ketika dikaruniai harta yang banyak? 2. Bagaimana Nabi Ayub a.s. menggunakan harta yang banyak itu? 3. Mengapa iblis selalu berusaha meyusahkan Nabi Ayub a.s.? 4. Sebutkan musibah-musibah yang menimpa Nabi Ayub a.s.!

5. Bagaimana keimanan Nabi Ayub a.s. ketika menghadapi godaan setan?

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(13)

Kompetensi Dasar : 3.2 Menceritakan kisah Nabi Musa a.s.

Indikator : 3.2.1 Menceritakan masa kanak-kanak Nabi Musa a.s.

3.2.2 Menjelaskan tentang keberanian Nabi Musa a.s. dalam berdakwah.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menceritakan masa kanak-kanak Nabi Musa a.s.

2. Siswa mampu menjelaskan tentang keberanian Nabi Musa a.s. dalam berdakwah.

Materi Pembelajaran :

Nabi Musa dilahirkan di Mesir yang diperintah oleh seorang raja bernama Fir’aun. Raja Fir’aun adalah raja yang zalim dan kejam. Ia memerintah dengan sewenang-wenang. Taja Fir’aun bahkam memproklamirkan dirinya sebagai Tuhan yang harus disembah oleh rakyatnya. Di negeri itulah Nabi Musa dilahirkan dan dibesarkan.

Setelah diangkat menjadi rasul, Musa diperintah oleh Allah untuk mengajakFir’aun beriman kepada Allah. Bersama Musa, Allah juga mengutus Harun sepupunya. Akhirnya, Nabi Musa dan Nabi Harun berdakwah kepada Fir’aun.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang kisah Nabi Musa a.s.

2. Ceramah

Guru menceritakan kisah Nabi Musa a.s.

3. Penugasan

Memberikan tugas untuk menceritakan kisah nabi Musa a.s.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca dan menelaah masa kanak-kanak Nabi Musa a.s. b. Siswa bertanya jawab tentang masa kanak-kanak Nabi Musa a.s.

3. Kegiatan Penutup

(14)

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca dan menalaah kisah dakwah Nabi Musa a.s. b. Siswa bertanya jawab tentang kisah dakwah Nabi Musa a.s.

3. Kegiatan Penutup

Siswa menyimpulkan kisah dakwah Nabi Musa a.s.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Alat-alat tulis.

3. Buku-buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah Pertanyaan di bawah ini!

1. Bagaimana cara Yukabad menyelamatkan Musa sewaktu masih bayi? 2. Di manakah Nabi Musa menerima wahyu yang pertama? Jelaskan! 3. Bagaimana sikap Fir’aun ketika menerima dakwah Nabi Musa? 4. Azab apa yang ditimpakan Allah kepada Fir’aun?

B. Penugasan

Bacalah kisah Nabi Musa di rumah!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(15)

Kompetensi Dasar : 3.3 Menceritakan kisah Nabi Isa a.s.

Indikator : 3.3.1 Menceritakan masa kelahiran Nabi Isa a.s. 3.3.2 Menjelaskan dakwah Nabi Isa a.s.

3.3.3 Menjelaskan sikap penolong Nabi Isa.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menceritakan masa kelahiran Nabi Isa a.s.

2. Siswa mampu menjelaskan tentang dakwah Nabi Isa a.s. 3. Siswa mampu menjelakan sikap penolong Nabi Isa a.s.

Materi Pembelajaran :

Pada suatu hari, Maryam sedang berdoa di Mihrab. Tiba-tiba seorang pemuda yang tidak diketahui dari mana datangnya menghampirinya. Melihat Maryam ketakutan, pemuda itu berkata, ”Wahai Maryam, engkau tidak perlu takut. Aku adalah malaikat utusan Allah. Aku membawa kabar gembira bahwa Allah akan mengaruniaimu seorang bayi laki-laki yang suci.” Dengan heran, Maryam bertanya, ”Bagaimana mungkin aku akan memperolehy anak, sedangkan aku tidak bersuami?” Malaikat Jibril kembali berkata, ”Hal itu adalah mudah bagi Allah.”

Terbukti apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Maka, perut Maryam kian hari kian bertambah besar. Untuk menghindari ejekan orang, Maryam meninggalkan Baitulmakdis. Ia menuju tempat kelahir-annya, sebuah desa bernama Nasirah. Ketika tiba waktu melahirkan dan perutnya terasa sakit, Maryam meninggalkan rumah mencari tempat yang jauh dari keramaian. Ia berhenti di bawah sebatang pohon kurma. Tidak lama kemudian, lahirlah bayinya dengan selamat. Bayi tersebut kemudian diberi nama Isa. Adapun tempat melahirkan itu disebut Baitullaham (Betlehem) yang artinya ”tempat lahir”.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang kisah Nabi Isa a.s.

2. Ceramah

Guru memberi ceramah tentang kisah Nabi Isa a.s.

3. Penugasan

Siswa diberi tugas untuk menceritakan kembali kisah Nbai Isa a.s.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

(16)

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca dan menelaah kisah kelahiran Nabi Isa a.s. b. Siswa bertanya jawab tentang kisah kelahiran Nabi Isa a.s.

3. Kegiatan Penutup

Siswa membuat kesimpulan tentang kisah Nabi Isa a.s.

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca dan menalaah kisah dakwah dan sifat penolong Nabi Isa a.s. b. Siswa bertanya jawab tentang kisah dakwah dan sifat penolong Nabi Isa a.s.

3. Kegiatan Penutup

Siswa menyimpulkan kisah dakwah dan sifat penolong Nabi Isa a.s.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Alat-alat tulis.

3. Buku-buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah Pertanyaan di bawah ini!

1. Maryam adalah seorang wanita yang suci dan mulia. Tunjukkan buktinya! 2. Ketika masih bayi, Nabi Isa dapat berbicara. Apa yang dikatakannya? 3. Jelaskan sikap Bani Israil ketika Nabi Isa menyampaikan ajaran Allah. B. Penugasan

Bacalah kisah Nabi Isa di rumah!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(17)

Kompetensi Dasar : 4.1 Meneladani kesabaran Nabi Ayub a.s.

Indikator : 4.1.1 Menunjukkan sikap meneladani ketabahana Nabi Ayub a.s. ketika menderita sakit.

4.1.2 Menunjukkan sikap meneladani kesabaran Nabi Ayub a.s. ketika semua anaknya meninggal.

4.1.3 Menyimpulkan dan meyakini bahwa orang yang sabar akan di-sayang Allah swt.

Alokasi Waktu : 3 × 35 menit (1 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menunjukkan sikap meneladani ketabahan Nabi Ayub

a.s. ketika menderita sakit.

2. Siswa dapat menunjukkan sikap meneladani kesabaran Nabi Ayub a.s. ketika semua anaknya meninggal.

3. Siswa dapat menyimpulkan bahwa orang sabar itu disayang Allah swt.

Materi Pembelajaran :

Keteladanan yang dapat diambil dari kisah Nabi Ayub antara lain: 1. Pandai bersyukur.

2. Tidak menyia-nyiakan kesempatan. 3. Rajin menjaga kesehatan.

4. Sabar ketika sakit menimpa. 5. Suka menjenguk orang yang sakit.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang kisah Nabi Ayub a.s.

2. Ceramah

Guru menceritakan kisah Nabi Ayub a.s. ketika diuji dengan berbagai ujian dari Allah swt.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca Basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

(18)

2. Kegiatan Inti

a. Siswa mengadakan tanya jawab tentang kisah Nabi Ayub a.s.

b. Guru menceriterakan keuntungan orang yang teguh imannya serta sabar dalam menerima ujian Allah swt.

c. Guru menceritakan kisah Nabi Ayub a.s. ketika dicoba oleh Allah swt. musnah semua ke-kayaannya dan sakit yang berkepanjangan.

3. Kegiatan Penutup

Guru memberi tugas siswa untuk menceritakan secara singkat tentang cobaan Nabi Ayub a.s.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Buku kisah 25 Rasul.

3. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Apa yang harus dilakukan ketika kamu dalam keadaan sakit? 2. Mengapa seseorang wajib mensyukuri nikmat kesehatan? 3. Bagaimana cara bersikap tabah ketika sakit?

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(19)

Kompetensi Dasar : 4.2 Meneladani perilaku Nabi Musa a.s.

Indikator : 4.2.1 Menjelaskan tentang keberanian Nabi Musa dalam berdakwah ke-pada Fir’aun dan Qarun.

4.2.2 Meneladani keberanian Nabi Musa a.s. dalam kehidupan sehari-hari.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu memahami tentang keberanian Nabi Musa daamm

ber-dakwah.

2. Siswa mampu meneladani keberanian Nabi Musa a.s. dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pembelajaran :

Adapun beberapa sikap yang harus kita teladani dari Nabi Musa adalah: 1. Bersikap teguh dan taat kepada Allah.

2. Berani menyampakan kebenaran. 3. Siap menghadapi resiko.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang keteladanan Nabi Musa.

2. Ceramah

Guru menceritakan kisah Nabi Musa a.s. dalam berdakwah.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membac abasmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca materi tentang keberanian Nabi Musa dalam berdakwah. b. Siswa bertanya jawab tentang keberanian Nabi Musa dalam berdakwah.

c. Siswa menceritakan tentang keberanian Nabi Musa dalam berdakwah di depan kelas.

3. Kegiatan Penutup

(20)

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membac basmalah dan berdoa.

b. menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca Keteladanan Nabi Musa dalam kehiduapn. b. Siswa bertanya jawab tentang keteladanan Nabi Musa a.s.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas untuk mencari dan membaca ayat dalam Surah al-Kafirun [109]. b. Siswa bersama-sama membaca Surah al-Kafirun [109] sebagai penutup kegiatan

pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Alat-alat tulis

3. Buku-buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah Pertanyaan di bawah ini!

1. Apa keteladanan yang didapat dari kisah Nabi Musa? 2. BAgaimana cara meneladani Nabi Isa dalam kehidupan? 3. Mengapa sikap pemberani sangat penting?

B. Penugasan

Teladanilah sikap Nabi Musa dalam kehidupan sehari-hari!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(21)

Kompetensi Dasar : 4.3 Meneladani perilaku Nabi Isa a.s.

Indikator : 4.3.1 Menjelaskan tentang sifat penolong Nabi Isa a.s.

4.3.2 Meneladani sifat penolong Nabi Isa a.s. dalam kehidupan sehari-hari.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu memahami tentang sifat penolong Nabi Isa a.s.

2. Siswa mampu meneladani sifat penolong Nabi Isa a.s. dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pembelajaran :

Keteladanan Nabi Isa antara lain:

1. Selalu mengajak untuk kembali ke ajaran yang benar. 2. Suka menolong semua orang.

Kita diperintahkan untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan menghentikan kemak-siatan. Dengan saling tolong-menolong antarsesama, akan terwujud kerukunan dan ketentraman di masyarakat.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang keteladanan Nabi Isa.

2. Ceramah

Guru menceritakan sifat penolong Nabi Isa a.s.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca materi tentang sifat penolong nabi Isa b. Siswa bertanya jawab tentang sifat penolong Nabi Isa a.s.

c. Siswa menceritakan tentang sifat penologn Nbai Isa a.s. di depan kelas.

3. Kegiatan Penutup

(22)

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membac basmalah dan berdoa.

b. menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca Keteladanan Nabi Isa dalam kehiduapn. b. Siswa bertanya jawab tentang keteladanan Nabi Isa a.s.

3. Kegiatan Penutup

Siswa diminta untuk meneladani sifat penolong Nabi Isa a.s. dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Alat-alat tulis

3. Buku-buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah Pertanyaan di bawah ini!

1. Berikan satu contoh sikap penolong Nabi Isa? 2. Apa yang dapat kamu teladani dari kisah Nabi Isa? 3. Bolehkah kita tolong-menolong dalam kemaksiatan?

4. Dakwah apa yang diserukan oleh Nabi Isa kepada kaumnya? B. Penugasan

Teladanilah sikap penolong Nabi Isa dalam kehidupan sehari-hari!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(23)

Kompetensi Dasar : 5.1 Menghafal lafal azan dan iqamah.

Indikator : 5.1.1 Melafalkan bacaan azan dengan benar. 5.1.2 Melafalkan bacaan Iqamah dengan benar. 5.1.3 Menunjukkan hafal lafal azan dan Iqamah.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat melafalkan bacaan azan.

2. Siswa dapat melafalkan bacaan Iqamah. 3. Siswa mempratekkan hafal azan dan Iqamah

Materi Pembelajaran :

Lafal azan Lafal Iqamah

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang hafalan azan.

2. Driil (Latihan)

(24)

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk membaca dengan baik lafal azan, kemudian hafalkan dalam hati. b. Siswa latihan menghafal dengan temannya semeja, saling menyimak dan membetulkan bila

salah secara bergantian.

c. Setelah hafal dipandu guru untuk menghafal didepan kelas.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk menghafal bacaan azan.

b. Siswa bersama-sama menghafal bacaan azan sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk membaca dengan baik lafal Iqamah kemudian hafalkan dalam hati.

b. Siswa latihan menghafal dengan temannya semeja, saling menyimak dan membetulkan bila salah secara bergantian.

c. Setelah hafal dipandu guru untuk menghafal didepan kelas.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk menghafal bacaan Iqamah

b. Siswa bersama-sama menghafal bacaan Iqamah sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

Praktek:

Hafalkan lafal azan satu per satu didepan kelas! Hafalkan lafal Iqamah satu per satu didepan kelas!

(25)

Kompetensi Dasar : 5.2 Menghafal lafal azan dan Iqamah.

Indikator : 5.2.1 Mengumandangkan azan ketika masuk waktu shalat. 5.2.2 Mengumandangkan Iqamah ketika shalat hendak dimulai. 5.2.3 Melakukan shalat ketelah dikumandangkan azan.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mengumandangkan azan dan iqamah.

2. Siswa dapat mengumandangkan iqamah dan iqamah.

3. Siswa segera melakukan salat setelah mendengarkan azan dan iqamah.

Materi Pembelajaran : Mengumandangkan azan dan iqamah

Orang yang mengumandangkan azan dinamakan Muazin, sedang orang yang mendengarkan dan mengikuti bacaan azan disebut Mustami’.

Adzan dikumandangkan dengan tujuan: Memberitahukan kepada umat Islam bahwa waktu salat fardu telah tiba dan memanggil umat Islam untuk menunaikan shalar fardu berjamaah.

Cara mengumandangkan azan dan iqamah yaitu dengan berdiri, menghadap kiblat, tidak sambil berjalan, tidak sambil berbicara dan dalam keadaan suci. Iqamah diucapkan lebih cepat daripada azan.

Azan dikumandangkan apabila waktu salat fardu telah tiba dan Iqamah dikumandangkan apabila salat berjamaah akan segera dimulai.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang hafalan azan dan iqamah.

2. Driil (Latihan)

Siswa berlatih mengumandangkan azan dan iqamah.

3. Praktek

Siswa mempraktekkan azan dan iqamah.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca nasmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk menghafal dengan baik lafal azan. b. Siswa menjelaskan sikap dan cara mengumandangkan azan.

(26)

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mengumandangkan azan.

b. Siswa bersama-sama mengumandangkan bacaan azan sebagai penutup kegiatan pem-belajaran.

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk menghafal dengan baik lafal iqamah. b. Guru menjelaskan sikap dan cara mengumandangkan iqamah. c. Siswa mempraktekkan mengumandangkan iqamah didepan kelas.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa mengumandangkan Iqamah.

b. Siswa bersama-sama mengumandangkan bacaan iqamah sebagai penutup kegiatan pem-belajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

Praktek

Praktekkan cara mengumandangkan azan di depan kelas. Praktekkan cara mengumandangkan iqamah di depan kelas.

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(27)

Kompetensi Dasar : 6.1 Membaca Q.S. al-Ma’un [107] dan al-Fil [105].

Indikator : 6.1.1 Melafalkan bacaan Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105].

6.1.2 Lancar membaca Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] dengan harahat dan makhroj yang benar.

6.1.3 Menunjukkan bacaan al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] ayat demi ayat. 6.1.4 Mengulang-ulang bacaan al-Ma’un [107] dan al-Fil [105].

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat melafalkan bacaan al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] dengan

fasih.

2. Siswa dapat membaca al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] dengan harahat dan makhroj yang benar.

3. Siswa dapat menunjukkan bacaan al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] ayat demi ayat.

4. Siswa dapat mengulang-ulang bacaan al-Ma’un [107] dan al-Fil [105].

Materi Pembelajaran :

1. Bacaan Surah al-Ma’un [107]

(28)

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang Surah al-Ma’un [107].

2. Driil (Latihan)

Dengan bimbingan guru siswa berlatih membaca Surah al-Ma’un [107] ayat demi ayat.

3. Praktek

Siswa mempraktekkan membaca Surah al-Ma’un [107] dan Surah al-Fil [105]. (klasikal atau perorangan).

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru menunjuk seorang siswa untuk membaca salah satu surat pilihan dari Al-Qur’an. b. Dengan bimbingan guru siswa membaca Surah al-Ma’un [107] ayat 1 s/d 3.

c. Memberi penjelasan tentang cara melafalkan bacaan Surah al-Ma’un [107] dengan fasih. d. Secara bergantian siswa membaca Surah al-Ma’un [107] ayat 1 s/d 3.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mencari dan membaca ayat dalam Surah al-Ma’un [107] secara acak.

b. Siswa bersama-sama membaca Surah al-Ma’un [107] ayat 1 s/d 3 sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat. c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru menunjuk seorang siswa untuk membaca Surah al-Fil [105]. b. Dengan bimbingan guru siswa membaca Surah al-Fil [105]. c. Siswa melafalkan dengan fasih ayat demi ayat.

d. Secara bergantian siswa membaca Surah al-Fil [105].

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mencari dan membaca ayat dalam Surah al-Ma’un [107] secara acak.

(29)

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(30)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/1

Standar Kompetensi : 6. Menghafal Al-Qur’an surat pendek pilihan. Kompetensi Dasar : 6.2 Mengartikan Q.S. al-Ma’un [107] dan al-Fil [105].

Indikator : 6.2.1 Melafalkan bacaan Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] dengan fasih. 6.2.2 Lancar membaca Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] dengan

harahat dan makhroj yang benar.

6.2.3 Menunjukkan bacaan Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] ayat demi ayat.

6.2.4 Mengulang-ulang bacaan Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105].

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat melafalkan bacaan Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105]

dengan fasih.

2. Siswa dapat membaca Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] dengan harahat dan makhroj yang benar.

3. Siswa dapat menunjukkan bacaan Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105] ayat demi ayat.

4. Siswa dapat mengulang-ulang bacaan Surah al-Ma’un [107] dan al-Fil [105].

Materi Pembelajaran :

1. Terjemahan Surah al-Ma’un [107]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang a. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? b. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, c. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. d. Maka celakalah orang yang salat,

e. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, f. yang bertaubat ria,

g. dan enggan (memberikan) bantuan. 2. Terjemahan Surah al-Fil [105]

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

a. Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

(31)

b. Dengan bimbingan guru siswa membaca arti Surah al-Ma’un [107].

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mencari dan membaca ayat dan arti Surah al-Ma’un [107]. secara acak.

b. Siswa bersama-sama membaca arti Surah al-Ma’un [107] sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat. c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru menunjuk seorang siswa untuk mengartikan Surah al-Fil [105] ayat 4 s/d 5 dengan fasih.

b. Dengan bimbingan guru siswa membaca arti Surah al-Fil [105].

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mencari dan membaca ayat dan arti Surah al-Fil [105] secara acak.

b. Siswa bersama-sama membaca arti Surah al-Fil [105] sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Kitab Al-Qur’an.

3. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

A. Jawablah pertanyaan dibawah ini!

1. Ceritakan kisah yang diceritakan dalam Surah al-Fil [105] dengan bahasamu sendiri! 2. Tulislah Surah al-Ma’un [107] ayat pertama!

B. Penugasan

Bacalah Surat Al Fiil berulang-ulang dirumahmu!

Mengetahui,

(32)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/2

Standar Kompetensi : 7. Mengenal rasul-rasul Allah swt.

Kompetensi Dasar : 7.1 Menyebutkan nama rasul-rasul Allah swt.

Indikator : 7.1.1 Mendifinisikan pengertian rasul Allah swt. 7.1.2 Menyebutkan nama rasul-rasul Allah swt. 7.1.3 Menjelaskan tugas rasul Allah swt.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mendifinisikan pengertian rasul Allah swt.

2. Siswa dapat menyebutkan nama rasul-rasul Allah swt. 3. Siswa dapat menjelaskan tugas rasul Allah swt.

Materi Pembelajaran : Rasul Artinya utusan

Rasul Allah swt. adalah seorang laki-laki pilihan Allah swt. yang mendapat wahyu dari Allah swt. untuk dirinya dan para umatnya. Jumlah rasul yang wajib kita percayai ada 25 rasul yaitu :

1. Adam a.s. 10. Ya’qub a.s. 19. Sulaiman 2. Idris a.s. 11. Yusuf a.s. 20. Ilyas a.s. 3. Nuh a.s. 12. Ayyub a.s. 21. Yunus a.s. 4. Hud a.s. 13. Syu’ib a.s. 22. Zakaria a.s. 5. Sholeh a.s. 14. Harun a.s. 23. Yahya a.s. 6. Ibrahim a.s. 15. Musa a.s. 24. Isa a.s.

7. Luth a.s. 16. Ilyas a.s. 25. Muhammad saw. 8. Ishaq a.s. 17. Zulkifli a.s.

9. Ishaq a.s. 18. Daud a.s.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang Rasul Allh swt.

2. Ceramah

Menjelaskan pengertian dan Nama Rasul-rasul Allah swt.

3. Penugasan

(33)

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk berdiskusi tentang tugas para ulama sebagai warisatul ambiya. b. Guru menjelaskan tentang tugas rasul.

c. Siswa merangkum atau menyimpulkan tugas rasul-rasul Allah swt.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa mencatat tugas dari ulam sebagai warisatul ambiya’.

b. Siswa bersama-sama membaca bacaan hamdalah sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Siapakah rusul Allah itu?

2. Sebutkan nama rasul-rasul Allah swt.! 3. Siapakah rasul yang pertama?

4. Sebutkan tugas rasul Allah swt.! 5. Siapakah rasul yang terakhir?

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(34)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/2

Standar Kompetensi : 7. Mengenal rasul-rasul Allah swt.

Kompetensi Dasar : 7.2 Menyebutkan nama nama Ulul ‘Azmi dari para rasul.

Indikator : 7.2.1 Mendifinisikan pengertian Ulul ‘Azmi.

7.2.2 Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul ‘Azmi.

7.2.3 Meneladani ketabahan Rasul Ulul ‘Azmi dalam melaksanakan perintah Allah swt.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mendifinisikan pengertian Ulul ‘Azmi.

2. Siswa dapat menyebutkan nama-nama Rasul Uluil ‘Azmi.

3. Siswa dapat meneladani ketabahan Rasul Ulul ‘Azmi dalam melak-sanakan perintah Allah.

Materi Pembelajaran :

Rasul Ulul ‘Azmi adalah rasul yang mempunyai ketabahan yang luar biasa melebihi para rasul lainnya dalam berdakwah terhadap umatnya. Dari ke 25 Rsul Allah swt. yang meraih derajat Rasul Ulul ‘Azmi ada 5, yaitu:

1. Nabi Nuh a.s. 2. Nabi Ibrahim a.s. 3. Nabi Musa a.s. 4. Nabi Isa a.s.

5. Nabi Muhammad saw.

Dalam melaksanakan tugas dalam berdakwah para rasul menghadapi berbagi rintangan, gangguan, hambatan dan ancaman, oleh karena itu para rasul dituntut kesabaran dan ketabahannya. Maka ada sejumlah rasul yang perjalanan hidupnya dikenang lebih istimewa oleh karena Allah memberikan kepadanya mu’jizat untuk membuktikan kerasulannya.

Mu’jizat artinya kejadian luar biasa yang dialami oleh seorang rasul/nabi. Diantara Nabi yang diberi mu’jizat oleh Allah yaitu:

1. Nabi Nuh a.s. : Berupa mendatangkan banjir yang menghanyutkan kaumnya yang ingkar.

2. Nabi Ibrahim a.s. : Kebal api sehingga ketika dibakar oleh Raja Namrud dia tidak hangus terbakar.

(35)

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat. c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk berdiskusi tentang pengertian Rasul Ulul ‘Azmi.

b. Siswa menjelaskan berbagai rintangan yang dihadapi para rasul dalam berdakwah. c. Siswa menghafal nama Rasul Ulul ‘Azmi.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk menghafal nama Rasul Ulul ‘Azni.

b. Siswa bersama-sama membaca bacaan hamdalah sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Pertemuan II

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat. c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk berdiskusi tentang pengertian Ulul ‘Azmi.

b. Guru menjelaskan tentang berbagai rintangan yang dihadapi para rasul ketika berdakwah. c. Siswa menceritakan ketabahan Rasul Ulul ‘Azmi.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mengerjakan evaluasi.

b. Siswa bersama-sama membaca bacaan hamdalah sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih. 2. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Sebutkan pengertian Rasul Ulul ‘Azmi! 2. Sebutkan nama-nama Rasul Ulul ‘Azmi!

Mengetahui,

(36)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/2

Standar Kompetensi : 7. Mengenal rasul-rasul Allah swt. Kompetensi Dasar : 7.3 Membedakan Nabi dan Rasul.

Indikator : 7.3.1 Menyebutkan perbedaan Nabi dan Rasul. 7.3.2 Menyebutkan sifat wajib bagi rasul. 7.3.3 Meneladani perilaku para nabi atau Rasul.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menyebutkan perbedaan Nabi dan Rasul.

2. Siswa dapat menyebutkan sifat wajib bagi Rasul. 3. Siswa dapat meneladani perilaku para Nabi dan Rasul.

Materi Pembelajaran : Rasul-rasul Allah swt.

Perbedaan antara Nabi dan Rasul:

No. Nabi Allah swt. Rasul Allah swt.

1. Belum tentu Rasul Pasti Nabi

2. Tidak memiliki sifat Tablig Memiliki sifat Tablig

3. Bertugas untuk dirinya sendiri Bertugas untuk dirinya dan orang lain 4. Tidak memiliki umat atau pengikut Memiliki umat atau pengikut

Sifat wajib bagi Rasul ada 4: 1. Sidiq artinya benar, jujur.

2. Amanah artinya dapat dipercaya. 3. Tablig artinya menyampaikan wahyu. 4. Fatanah artinya cerdas.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa mengadakan tanya jawab tentang perbedaan Nabi dan Rasul.

2. Ceramah

(37)

singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan buku Pandidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk berdiskusi tentang sifat wajib bagi rasul. b. Guru menjelaskan sifat wajib bagi rasul.

c. Siswa mencari contoh sifat rasul dalam kehidupan sehari-hari.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mengamalkan perilaku nabi dalam kehidupan sehari-hari. b. Siswa bersama-sama membaca bacaan hamdalah sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Sebutkan perbedaan antara nabi dan rasul! 2. Sebutkan sifat wajib bagi rasul!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(38)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/1

Standar Kompetensi : 8. Menceritakan kisah sahabat nabi. Kompetensi Dasar : 8.1 Menceritakan kisah Khalifah Abu Bakar.

Indikator : 8.1.1 Menceritakan kisah Khalifah Abu Bakar. 8.1.2 Menceritakan kepemimpinan Abu Bakar.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menceritakan kisah Khalifah Abu Bakar.

2. Siswa mampu menceritakan kepemimpinan Abu Bakar.

Materi Pembelajaran :

Abu Bakar adalah khalifah pertama dalam pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Nama Lengkapnya Abdullah bin Abi Kuhafah at-Tamami. Sejak kecil Abu Bakar dikenal sebagai anak yang baik dan sabar. Ia juga memiliki sifat jujur dan lemah lembut. Karena sifat-sifatnya itu Abu Bakar disenangi oleh masyarakat. Abu Bakar merupakan sahabat Rasulullah sejak mereka masih remaja. Abu Bakar termasuk sahabat yang banyak mendermakan hartanya bagi kepentingan dakwah Islam.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang kisah Abu Bakar.

2. Ceramah

Guru berceramah tentang kisah Abu Bakar.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca dan menelaah kisah Abu Bakar. b. Siswa bertanya jawab tentang kisah ABu Bakar.

(39)

2. Alat-alat tulis.

3. Buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah pertanyaan dibawah ini! 1. Siapakah Abu Bakar as-Siddiq itu?

2. Jelaskan sikap Abu Bakar terhadap pemberontak?

3. Jelaskan beberapa keberhasilan Abu Bakar selama memimpin? B. Penugasan

Siswa diberi tugas untuk membaca kiah Abu Bakar di rumah!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(40)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/1

Standar Kompetensi : 8. Menceritakan kisah sahabat nabi. Kompetensi Dasar : 8.2 Menceritakan kisah Umar bin Khattab.

Indikator : 8.2.1 Menceritakan kisah Khalifah Umar bin Khattab. 8.2.2 Menceritaka kepemimpinan Umar bin Khattab.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mampu menceritakan kisah Umar bin Khattab.

2. Siswa mampu menceritakan masa kepemimpinan Umar bin Khattab.

Materi Pembelajaran :

Umar bin Khattab adalah khalifah kedua setelah Abu Bakar. Umar berpostur tubuh tegap dan kuat, wataknya keras, dan berdisiplin tinggi. Umar bin Khattab merupakan seorang sahabat yang berani mengemukakan pikiran-pikiran dan pendapatya di hadapan Rasulullah. Umar merupakan sahabat pertama yang mencetuskan ide tentang perlunya dilakukan pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an. Ketika menjabat sebagai khalifah, Umar bin Khattab sangat dekat dengan rakyatnya. Umar juga hidup dalam kesederhanaan.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang kisah Umar bin Khattab.

2. Ceramah

Guru menceritakan kisah Umar bin Khattab dan kepemimpinannya.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membac abasmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk menyiapkan Al-Qur’an dan buku paket Pendidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Siswa membaca dan menelaah kisah Umar bin Khattab. b. Siswa bertanya jawab tentang kisah Umar bin Khattab.

(41)

3. Buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah pertanyaan dibawah ini! 1. Siapakah Umar bin Khattab itu?

2. Ceritakan dengan singkat sejarah masuk Islamnya Umar?

3. Apa ide Umar bin Khattab yang dapat kita nikmati sampai sekarang? B. Penugasan

Bacalah kisah Umar bin Khattab di rumah!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(42)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/1

Standar Kompetensi : 9. Membiasakan perilaku terpuji Kompetensi Dasar : 9.1 Meneladani perilaku Abu Bakar

Indikator : 9.1.1 Menjelaskan keteladanan Abu Bakar.

9.1.2 Menerapakan keteladanan Abu Bakar dalam kehidupan sehari-hari.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mengetahui keteladanan Abu Bakar.

2. Siswa mampu meneladani Abu Bakar dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pembelajaran :

Keteladanan yang dapat diambil dari kisah Abu Bakar as-Siddig antara lain: 1. Kesegeraannya membenarkan ajaran Rasulullah.

2. Kecintaan kepada rasul.

3. Kedermawaan dalam menggunakan harta. 4. Ketegasan dalam memimpin.

5. Perhatian kepada rakyat.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang keteladanan Abu Bakar.

2. Ceramah

Guru memberikan ceramah tentang keteladanan Abu Bakar.

3. Praktek

Siswa meneladani Abu Bakar dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

(43)

3. Kegiatan Penutup

a. Siswa membuata kesimpulan tentang keteladanan Abu Bakar dalam kehidupan sehari-ahri. b. Guru memberi tugas siswa untuk meneladani Abu Bakar dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Alat-alat tulis.

3. Buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah pertanyaan dibawah ini!

1. Bagaimana kedermawaan yang dimiliki oleh Abu Bakar?

2. Jelaskan sikapmu sebagai peneladanan terhadap kedermawaan Abu Bakar! 3. Jelaskan tentang sikap Abu Bakar terhadap rakyat!

B. Penugasan

Bacalah keteladanan Abu Bakar di rumah!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(44)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/1

Standar Kompetensi : 9. Membiasakan perilaku terpuji

Kompetensi Dasar : 9.2 Meneladani perilaku Umar bin Khattab.

Indikator : 9.2.1 Menjelaskan keteladanan Umar bin Khattab.

9.2.2 Menerapkan keteladanan Umar bin Khattab dalam kehidupan sehari-hari.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa mengetahui keteladanan Umar bin Khattab.

2. Siswa mampu meneladani Umar bin Khattab dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pembelajaran :

Keteladanan yang dapat diambil dari kisah Umar bin Khattan antara lain: 1. Keberanian dalam membela kebenaran.

2. Perhatian terhadap rakyat.

3. Kesederhanaan dalam kehidupan.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

Siswa bertanya jawab tentang keteladanan Umar bin Khattab.

2. Ceramah

Guru memberikan ceramah tentang keteladanan Umar bin Khattab.

3. Praktek

Siswa meneladani Umar bin Khattab dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

(45)

3. Kegiatan Penutup

a. Siswa membuata kesimpulan tentang keteladanan Umar bin Khattab dalam kehidupan sehari-hari.

b. Guru memberi tugas siswa untuk meneladani Umar bin Khattab dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Alat-alat tulis.

3. Buku lain yang mendukung.

Penilaian

A. Jawablah pertanyaan dibawah ini!

1. Apa yang akan kamu lakukan untuk meneladani keberanian Umar bin Khattab? 2. Jelaskan tentang kesederhanaan Umar bin Khattab!

3. Apa yang akan kamu lakukan untuk meneladani kesederhanaan Umar bin Khattab? B. Penugasan

Bacalah keteladanan Umar bin Khattab di rumah!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(46)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/2

Standar Kompetensi : 10. Mengenal puasa wajib.

Kompetensi Dasar : 10.1 Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadhan.

Indikator : 10.1.1 Menjelaskan pengertian puasa Ramadhan. 10.1.2. Menyebutkan rukun puasa ramadhan.

10.1.3. Menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa ramadhan.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat menjelaskan pengertian puasa Ramadhan.

2. Siswa dapat menyebutkan rukun puasa ramadhan.

3. Siswa dapat menjauhi hal-hal yang membatalkan puasa ramadhan.

Materi Pembelajaran :

Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum dan segala yang membatalkan puasa dari fajar sidiq sampai tenggelam matahari.

Puasa Ramadhan yaitu puasa yang harus dilaksanakan dibulan Ramadan, dan hukumnya wajib. Rukun puasa ada 2 yaitu:

1. Niat di malam harinya.

2. Menahan diri dari makan dan minum dan segala yang membatalkan puasa. Hal-hal yang membatalkan puasa antara lain:

1. makan dan minum dengan sengaja 2. keluar darah haid dan nifas

3. melakukan hubungan seksual 4. hilang akal 5. murtad Sunah-sunah puasa: 1. menyegerakan berbuka 2. mengakhiri sahur 3. memperbanyak sedekah

4. tadarus Al-Qur’an, Dzikir dan I’tikaf

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab

(47)

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

c. Meminta siswa untuk mentiapkan buku Pandidikan Agama Islam.

2. Kegiatan Inti

a. Guru meminta siswa untuk berdiskusi tentang sunah-sunah puasa ramadan. b. Siswa menyebutkan sunah-sunah puasa ramadhan.

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk menyebutkan sunah-sunah puasa ramadan.

b. Siswa bersama-sama membaca bacaan hamdalah sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Sebutkan pengertian puasa! 2. Sebutkan rukun puasa ramadan!

3. Sebutkan hal-hal yang membatalkan puasa! 4. Sebutkan sunah-sunah puasa ramadan!

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

(48)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

(RPP)

SD/MI :

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Kelas/Semester : V/2

Standar Kompetensi : 10. Mengenal puasa wajib. Kompetensi Dasar : 10.2 Hikmah puasa.

Indikator : 10.2.1 Menjelaskan hikmah puasa ramadan. 10.2.2 Mempraktekkan puasa ramadhan. 10.2.3. Melakukan amalan-amalan ramadan.

Alokasi Waktu : 6 × 35 menit (2 × pertemuan)

Tujuan Pembelajaran : 1. Siswa dapat mempraktekkan puasa ramadhan.

2. Siswa dapat melakukan amalan-amalan ramadhan.

3. Siswa dapat menjauhi hal-hal yang merusak pahala puasa ramadhan.

Materi Pembelajaran :

Hikmah puasa antara lain:

1. Mendekatkan diri kepada Allah. 2. Menjaga kesehatan.

3. Melatih kepekaan terhadap penderitaan orang lain. 4. Sarana yang disediakan Allah untuk mencapai takwa. 5. Sarana pendidikan dan latihan.

Metode Pembelajaran

1. Tanya Jawab/diskusi

Siswa mengadakan tanya jawab tentang amalan-amalan ramadan.

2. Ceramah

Menjelaskan tentang hal-hal yang harus dijauhi waktu puasa.

3. Penugasan

Siswa mempraktekkan puasa ramadan.

Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I

1. Kegiatan Pendahuluan

a. Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdo’a.

b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi yang akan dicapai secara singkat.

(49)

3. Kegiatan Penutup

a. Guru memberi tugas siswa untuk mempraktekkan puasa ramadhan dengan baik.

b. Siswa bersama-sama membaca bacaan hamdalah sebagai penutup kegiatan pembelajaran.

Sumber Belajar

1. Tim Penyusun. Aku Anak Muslim; Pendidikan Agama Islam untuk SD Kelas V. Klaten: Cempaka Putih.

2. Buku-buku lain yang relevan.

Penilaian

1. Apa yang kamu lakukan bila menyaksikan bulan ramadhan?

2. Untuk memperbanyak pahala puasa kita memperbanyak membaca . . . . 3. Bertengkar dengan teman akan merusak pahala . . . .

4. Shalat malam yang dikerjakan dimalam bulam ramadhan disebut shalat . . . . 5. Menyegerakan berbuka puasa merupakan . . . puasa.

Mengetahui,

Kepala SD/MI . . . . Guru Pendidikan Agama Islam

Referensi

Dokumen terkait

(sumber: Jurnal Persepsi Masyarakat terhadap Upacara rambu Solo’ berdasarkan stratifikasi sosial studi kasus kel. Makale Tana Toraja, 2012 ) berdasarkan jurnal tersebut

Bilik Sumber Jabatan Sejarah yang merupakan sebuah bilik yang istimewa dan tertua di Fakulti Sastera dan Sains Sosial telah mendapat tempat dalam buku terbitan Universiti

Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan sosiologi dengan menggunakan logika-logika dan teori-teori sosiologi baik

Bedakan apakah hipertensi emergensi atau urgensi dengan menilai adanya kerusakan organ target, telusuri riwayat penyakit sebelumnya, adakah hipertensi serta pengobatannya,

Pada penelitian ini diambil prediksi kebutuhan menara untuk jaringan 2G dan 3G dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan akses data dan suara bagi pelanggan seluler

Nilai rata-rata Cu total pada kedalaman pengambilan contoh uji 100 cm lebih tinggi dari nilai rata-rata Cu pada kedalaman 50 cm pada semua ketebalan gambut.Gambaran

Sejauh ini, kita telah banyak membicarakan tentang cara – cara mengefisienkan waktu dan uang kita untuk membangun saluran – saluran pipa yang amat menguntungkan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap budaya organisasi clan pada perusahaan keluarga (studi pada