9
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 SUSHI DAN SASHIMI
2.1.1 SUSHIMasakan Jepang ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia karena makanan ini sedang sangat mem-booming sekali terutama di Jakarta. Pada umumnya sushi merupakan makanan yang terbuat dari nasi yang dibentuk-bentuk yang didalamnya diberi lauk seperti,ikan,telut,udang,sayuran,dll. Makanan ini dapat langsung dimakan atau terkadang ada yang mencampurkannya kedalam saus yang berisi garam dan gula
10 2.1.2 SASHIMI
Makanan serupa salad disajikan dengan berbagai macam bahan mentah seperti sayuran (rumput laut, lobak, konnyaku) dan ikan atau daging sapi/ayam yang masih sangat segar.
Gambar 2.2 Sashimi
2.2 VEGETARIAN
Vegetarian merupakan sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan (sayuran) tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup (daging ,unggas), terkadang masih mengkonsumsi makanan laut seperti ikan, atau produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu. Nama 'vegetarian' diciptakan pada tahun 1847. Pertama kali digunakan secara formal pada tanggal 30 September tahun itu oleh Joseph Brotherton (Northwood Villa, Kent, Inggris). Kata Vegetarian berasal
11
dari bahasa Latin vegetus, yang berarti keseluruhan, sehat, segar, hidup. Pengertian dari 'vegetarian' adalah dengan atau tanpa telur dan hasil ternak atau perah.
2.2.1 JENIS VEGETARIAN
Ada pun beberapa kelompok vegetarian, diantaranya:
Semi vegetarian , yaitu kelompok vegetarian masih memakan ikan, susu dan telur
Lacto-ovo-vegetarian, yaitu kelompok vegetarian yang masih memakan susu dan telur
Lacto-vegetarian, yaitu kelompok vegetarian hanya mengonsumsi susu saja Vegan adalah Kelompok Vegetarian murni yang hanya mengkonsumsi
kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan
.
2.3 THE 9 BUILDING BLOCK
Merupakan kerangka utama yang harus dimiliki sebelum melakukan bisnis model tersebut.
2.3.1 CUSTOMER SEGMEN
Customer Segment merupakan berbagai kelompok orang atau organisasi bertujuan untuk menjangkau dan melayani Pelanggan. Tanpa keuntungan pelanggan, tidak ada perusahaan yang dapat bertahan lama. Dalam rangka untuk lebih memuaskan pelanggan, perusahaan dapat mengelompokkan mereka ke dalam segmen
12
yang berbeda dengan kebutuhan umum, perilaku umum, atau atribut lainnya. Sebuah model bisnis dapat mendefinisikan satu atau Segmen Pelanggan several large atau kecil. Suatu organisasi harus membuat keputusan tentang segmen untuk melayani dan yang segmen untuk diabaikan. Setelah keputusan ini dibuat, model bisnis dapat dirancang dengan cermat sekitar pemahaman yang kuat tentang kebutuhan pelanggan tertentu.
2.3.2 VALUE PROPOSITIONS
Value Propositions merupakan satu keunikan yang menentukan mengapa
produk atau jasa tersebut pantas dipilih oleh pelanggan. Value Propositions ini memberi tawaran untuk memecahkan masalah pelanggan atau semakasimum mungkin memenuhi keinginan pelanggan. Keunikan yang ditawarkan ini haruslah sesuatu yang menonjol berbeda dibanding dengan pesaing, namun juga harus sesuatu yang betul-betul didambakan oleh Customer Segment ini.
2.3.3 CHANNEL
Channels yaitu elemen yang menyatakan bagaimana organisasi berkomunikasi dengan pelanggan segmennya dan menyampaikan value proposition-nya. Komunikasi, distribusi, dan saluran penjualan adalah faktor-faktor yang memungkinkan perusahaan berinteraksi dengan pelanggannya. Channel
menggambarkan interaksi dengan pelanggan dan berperan penting dalam proses yang dialami oleh pelanggan. Channels meliputi cara-cara meningkatkan kesadaran
13
(awareness), memudahkan pelanggan menilai, membantu pelanggan membeli produk
atau jasanya, menyampaikan produk/jasanya, dan memberi bantuan purnajual.
2.3.4 CUSTOMER RELATIONSHIP
Customer Relationship merupakan pembinaan hubungan dengan pelanggan
bertujuan untuk mendapatkan pelanggan baru (akusisi), mempertahankan pelanggan lama (retention), dan menawarkan produk atau jasa lama dan baru pada pelanggan lama.
2.3.5 REVENUE STREAMS
Revenue Streams atau aliran dana masuk menggambarkan bagaimana
organisasi memperoleh uang dari dari setiap customer segment. Aliran dana inilah yang memungkinkan organisasi tetap hidup. Pada intinya ada dua jenis pendapatan yaitu yang bersifat transaksional dan yang berbentuk pengulangan (recurring).
2.3.6 KEY RESOURCES
Menggambarkan aset yang paling penting dibutuhkan untuk membuat sebuah karya bisnis. Setiap model bisnis memerlukan kunci sumber daya. Sumber daya ini memungkinkan perusahaan untuk membuat proposisi nilai, mencapai pasar, menjaga hubungan dengan pelanggan dan meningkatkan pendapatan.
14
2.3.7 KEY ACTIVITIES
Key Activities merupakan gambaran paling penting dari sebuah perusahaan
apabila ingin melakukan Bisnis Model. Hal-hal yang termasuk dalam Key Activities yaitu proposisi Nilai, menjangkau pasar, memelihara hubungan dnegan pelanggan,serta pendapatan. Untuk Key Activities ini tergantung dari jenis Bisnis Modelnya.
2.3.8 KEY PARTNERSHIP
Key Partnership atau kemitraan kunci merupakan mitra kerja sama
pengoperasian organisasi. Organisasi mebutuhkan kemitraan ini untuk berbagai motif yang umumnya adalah : penghematan karena tidak tercapainya ekonomi skala, mengurangi resiko, memperoleh sumebr daya atau pembelajaran.
2.3.9 COST STRUCTURE
Menggambarkan semua biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis model tersebut. Selain itu menggambarkan biaya yang paling besar ketika beroperasi dibawah bisnis model tertentu.
2.4 THE BUSINESS MODEL CANVAS
Sebuah model bisnis adalah gambaran mengenai manajemen strategis untuk pengembangan baru ataau mendokumentasikan bisnis model yang ada. Disini untuk
15
menggambarkan proposisi nilai perusahaan, infrastruktur,pelanggan serta keuangan. Proses ini sangat membantu perusahaan dalam menyeimbangkan kegiatan mereka.
Gambar 2.3 The 9 Building Blocks
2.5 BUSINESS MODEL ENVIROMENT
Business Model Environment adalah suatu business model didesain dan
dioperasikan pada lingkungan tertentu. Memahami lingkungan tersebut akan membantu perusahaan untuk lebih produktif, lebih terinformasi, dan menciptakan
business model yang lebih kompetitif.
Lingkungan tersebut diklasifikasikan ke dalam 4 area inti yang masing-masing terbagi lagi ke dalam beberapa sub-area seperti yang dijabarkan oleh Osterwalder dan Pigneur (2010) sebagai berikut :
16 2.5.1 MARKET FORCES
Market Forces terdiri dari : a. Market Issues
Mengidentifikasi kunci dari permasalahan yang ada dan mentransformasikan
market dari perspektif konsumen dan penawaran.
b. Market Segments
Mengidentifikasi market segmen yang besar, yang menggambarkan ketertarikan dan mencari segmen baru.
c. Needs and Demands
Menguraikan kebutuhan market dan menganalisa sebaik apakah mereka dilayani.
d. Switching Costs
Mendeskripsikan elemen-elemen yang berkaitan dengan konsumen yang mengalihkan bisnis untuk para kompetitor
e. Revenue Attractiveness
Mengidentifikasikan elemen-elemen yang berkaitan dengan daya tarik pendapatan dan kekuatan harga.
17 2.5.2 INDUSTRY FORCES
Industry forces terdiri dari :
a. Competitors (Incumbent)
Mengidentifikasi pemegang jabatan pada kompetitor dan kekuatan relatifnya. b. New Entrants (Insurgents)
Mengidentifikasi pemain baru di industri yang berusaha memasuki pasar. c. Substitute Products and Services
Menggambarkan pengganti atau substitute yang berpotensi terhadap penawaran termasuk mereka yang berasal dari market dan industri yang ada. d. Suppliers and Others Value Chain Actors
Menggambarkan kunci dari value chain incumbent di market dan menemukan pesaing atau pemain yang baru.
e. Stakeholder
Menspesifikasi aktor manakah yang mempengaruhi organisasi dan bisnis model
2.5.3 KEY TRENDS
Key Trends terdiri dari :
a. Technology Trends
Mengidentifikasi tren teknologi yang dapat mengancam bisnis model kita atau yang memungkinkan untuk mengembangkan atau meningkatkan bisnis.
18 b. Regulatory Trends
Menggambarkan tren regulasi yang mempengaruhi terhadap bisnis model. c. Societal and Cultural Trends
Mengidentifikasi tren yang ada di masyarakat yang mempengaruhi terhadap bisnis model.
d. Socio economic Trends
Menguraikan tren sosial ekonomi yang relevan terhadap bisnis model.
2.5.4 MARCO-ECONOMIC FORCES
Macro-Economic Forces terdiri dari :
a. Global Market Condition
Menguraikan kondisi saat ini secara keseluruhan dari perspektif ekonomi makro.
b. Capital Markets
Menggambarkan kondisi pasar modal saat ini karena hal tersebut berkaitan terhadap kebutuhan modal.
c. Commodities and Other Resources
Menandai harga-harga yang ada saat ini dan tren harga untuk kebutuhan sumber daya bisnis model.
d. Economic Infrastructure
Menggambarkan infrastruktur ekonomi di pasar atau market dimana bisnis kita akan beroperasi.
19
2.6 FEASIBILITY
Feasibility Study adalah dokumen yang berisi penjelasan kelayakan
suatu jenis usaha yang akan dikembangkan. Studi inl mencakup Business Plan yang menganalisa berbagai macam solusi dan rekomendasi terhadap berbagai kemungkinan persoalan dan tantangan sebelum usaha tersebut dijalankan. Dalam mempersiapkan Feasibility Study kita harus mengasumsikan bahwa pembaca tidak mengenal usaha kita dan perkembangan industrinya. Referensi - referensi mengenai industri dari usaha yang akan dikembangkan balk dalam bentuk kliping atau surat keputusan pemerintah perlu dilampirkan. Feasibility Study harus mencantumkan informasi mengenai operasi perusahaan
sebagai berlkut:
1. Tipe Organisasi atau Perusahaan yang berisi jenis perusahaan atau badan hukumnya,
2. Referensi Tanggal Informasi yang berupa tanggal informasi dikeluarkan atau diperoleh
3. Lokasi Usaha
4. Produk atau Jasa yang Dihasilkan 5. Ringkasan Sejarah Perusahaan.
6. Kegiatan Operasional Yang Diusulkan 7. Kompetisi Usaha
8. Pelanggan 9. Para Supplier
20
2.7 FINANCE
Finance mempelajari bagaimana individu, bisnis, dan/atau organisasi
meningkatkan, mengalokasikan, dan menggunakan sumber daya moneternya sejalan waktu serta menghitung resiko dalam menjalankan proyek mereka.
2.7.1 BIAYA
Menurut Mulyadi (2005), Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, sedang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.
Biaya Pemasaran
Menurut Mulyadi (2005), Biaya pemasaran dalam arti sempit dibatasi artinya sebagai biaya penjualan, yaitu biaya – biaya yang dikeluarkan untuk menjual produk ke pasar. Sedangkan biaya pemasaran dalam arti luas meliputi semua biaya yang terjadi sejak saat produk selesai diproduksi dan disimpan dalam gudang sampai dengan produk tersebut diubah kembali dalam bentuk uang tunai.
Biaya Promosi
Menurut Philip Kotler yang dialihbahasakan Benyamin Molan (2000), Biaya promosi adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk promosi.
21 Biaya Layanan Konsumen
Menurut Philip Kotler (2000), Biaya layanan konsumen adalah sekumpulan biaya yang dikeluarkan untuk mengevaluasi, mendapatkan, dan menggunakan produk atau jasa tersebut.
2.7.2 LAPORAN KEUANGAN
Menurut Munawir (1998), Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak – pihak yang berkepentingan yang menggunakan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Pihak – pihak yang berkepentingan tersebut dapat berupa manajemen perusahaan, pemilik perusahaan, kreditur, investor, karyawan, lembaga pemerintah dan masyarakat umum.
Menurut Tandelilin (2001), jenis – jenis laporan keuangan berdasarkan informasi yang dikandungnya dapat dibagi dalam tiga laporan keuangan, yaitu :
1. Neraca
Neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan kondisi finansial perusahaan pada suatu waktu tertentu.
Dalam kenyataannya, bisa saja satu hari setelah disusun kondisi keuangan perusahaan sudah mengalami perubahan. Neraca merupakan laporan mengenai aktiva, kewajiban dan ekuitas perusahaan pada suatu waktu tertentu, dimana penyusunan aset dalam neraca disusun berdasarkan likuiditasnya, sedangkan penyusunan kewajiban dalam neraca disusun berdasarkan jangka
22
waktu jatuh temponya. Laporan posisi keuangan harus seimbang antara total aktiva dan total gabungan dari kewajiban dan ekuitas.
2. Laporan Rugi Laba
Laporan rugi laba adalah ringkasan profitabilitas perusahaan selama periode waktu tertentu, yang menunjukkan penghasilan yang diperoleh, biaya yang dikeluarkan dan elemen – elemen lain pembentuk laba dalam periode waktu tertentu. Laporan ini mencerminkan perbedaan antara penghasilan dan biaya sehingga menghasilkan keuntungan ataupun kerugian bersih perusahaan.
Dalam laporan tersebut, ada pengelompokan biaya seperti : o Biaya produksi
Berkaitan dengan biaya – biaya yang langsung terkait dengan aktivitas produksi barang – barang dan jasa yang akan dijual perusahaan.
o Biaya administrasi dan umum
Berkaitan dengan biaya overhead, biaya gaji, pengiklanan, dan biaya lainnya yang tidak terkait langsung dengan biaya produksi barang dan jasa.
o Biaya bunga
Berkaitan dengan biaya yang harus dikeluarkan sebagai konsekuensi penggunaan utang.
23
Berkaitan dengan kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah pajak kepada pemerintah. Bagi investor, informasi laba tersebut dapat dijadikan sebagai dasar dalam menilai tingkat pengembalian investasi yang dilakukan (tingkat pengembalian terhadap investasi – ROI), atau seberapa besar pendapatan yang akan diperoleh dari setiap saham yang dibeli investor. Tetapi laporan rugi laba tersbeut tidak dapat menggambarkan kecenderungan keuangan perusahaan di masa yang akan datang, untuk itu diperlukan adanya perbandingan laporan beberapa tahun sebelumnya secara berurutan.
3. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas merupakan laporan yang memuat aliran kas yang berasal dari tiga sumber yaitu :
1. Operasional perusahaan
Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas seperti melunasi hutang, pembiayaan operasional perusahaan, pengumpulan kas yang berasal dari konsumen, dan arus kas baik masuk ataupun keluar lainnya dari aktivitas operasi perusahaan.
2. Investasi
Menunjukkan arus kas yang keluar dan masuk perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan investasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan di masa mendatang.
24
Menunjukkan arus kas yang keluar dan masuk perusahaan dari para investor, kreditur, atau pemilik perusahaan.
2.7.3 ALAT ANALISIS INVESTASI
Dalam menjalankan usaha pada umumnya menggunakan metode – metode penilaian investasi yang diantaranya adalah dengan menggunakan metode :
1. Payback Period
Menurut Husain Umar (2000), Payback period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi (initial
cash investment)
Menurut F Weston dan E. F Bringham (1993), Payback period adalah jumlah tahun yang dibutuhkan agar pengembalian – pengembalian yang diterima menyamai jumlah yang diinvestasikan.
Untuk mengetahui sejauh mana investasi itu kembali, maka dirumuskan sebagai berikut :
Payback Period = initial investment x 1 tahun cash flow
Jika payback period > umur ekonomis, investasi ditolak sedangkan jika payback period < umur ekonomis, investasi diterima.
25
Mengacu kepada pendapat Umar, H. (2007), Net Present Value yaitu selisih antara Present Value dari investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan – penerimaan kas bersih ( aliran kas operasional maupun aliran kas terminal ) di masa yang akan datang.
Warren, C.S., Reeve, J.M., Fess, P.E. (2002), berpendapat bahwa “Net
Present Value method analyzes capital investments proposals by comparing the initial cash with the present value of the net cash flows. It is sometimes called the discounted cash flow method”
Menurut Kasmir dan Jakfar (2003), Net Present Value (NPV) atau nilai bersih sekarang merupakan perbandingan antara PV kas bersih
(PV of Proceed) dengan PV investasi (Capital Outlays) selama umur
investasi. Selisih antara niai kedua PV itulah yang dikenal dengan Net
Present Value (NPV). Menurut Arthur J Keown (2005) Net Present Value dari proposal investasi yang sebanding dengan present value
dari free cash flow dikurangi initial outlay investasi.
Dimana :
CFt = Free Cash Flow per tahun dalam periode t r = Sesuai dicount rate (required rate of return) CFo = Initial Cash Outlay
26
Τ = The project’s expected life Kriteria NPV :
Jika NPV (+), investasi diterima Jika NPV (-), investasi ditolak
3. Internal Rate of Return
Mengacu kepada pendapat Umar, H. (2007), metode Internal Rate of
Return (IRR) adalah metode yang digunakan untuk mencari tingkat
bunga yang menyamakan 26 nilai sekarang dari arus kas yang diharapkan di masa datang, atau penerimaan kas, dengan mengeluarkan investasi awal.
Warren, C.S.,Reeve, J.M.,Fess, P.E. (2002), menyatakan bahwa
“Internal Rate of Return method uses present value concepts to compute the rate of return from the net cash flows expected from capital investment proposal. This method is sometimes called the time-ajdusted rate of return method.”
Net Present Value kadang kurang lengkap untuk digunakan sebagai
satu – satunya penilaian investasi. Karena dalam nilai sekarang penanaman lebih besar dari jumlah investasi awal. Tetapi kelebihan dari hasil di atas investasi awal secara presentase tidak diketahui, oleh karena itu perusahaan ingin mengetahui presentase dari pengambilan penanaman setelah dikonversi kedalam nilai sekarang.
27
Metode ini diterapkan dengan prosedur : 1. Mencari Net Present Value dari investasi.
2. Apabila nilai sekarang bersih positif, maka tingkat hasil dinaikkan sampai menunjukkan nilai sekarang bersih negatif. Atau sebaliknya apabila nilai sekarang bersih negatif, maka tingkat hasil sampai nilai sekarang bersih positif.
Menurut H.M Yacob ibrahim (1997), kriteria penilaian dengan menggunakan metode ini adalah bila nilai IRR yang didapat lebih besar dari tingkat bunga udang yang berlaku dalam masyarakat, maka investasi diterima. Dan sebaliknya, bila nilai IRR lebih kecil dari tingkat bunga yang berlaku dalam masyarakat, maka investasi ditolak.