• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

; Pada bulan Oktober 2010 terjadi inflasi sebesar 0,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,29. Dari 66 kota IHK, 32 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Batam 1,02 persen dengan IHK 119,53 dan terendah terjadi di Ternate 0,01 persen dengan IHK 124,12. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu 1,84 persen dengan IHK 125,86 dan terendah terjadi di Sibolga 0,01 persen dengan IHK 125,15.

; Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,48 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,36 persen; kelompok sandang 1,73 persen; kelompok kesehatan 0,24 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,44 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan 0,85 persen; dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,57 persen.

; Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2010 sebesar 5,35 persen dan laju inflasi year on year (Oktober 2010 terhadap Oktober 2009) sebesar 5,67 persen.

; Komponen inti pada bulan Oktober 2010 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Oktober) 2010 sebesar 3,58 persen dan laju inflasi komponen inti

year on year (Oktober 2010 terhadap Oktober 2009) sebesar 4,19 persen.

No. 64/11/Th. XIII, 1 November 2010  

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

OKTOBER 2010 INFLASI 0,06 PERSEN

 

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Oktober 2010 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 66 kota pada bulan Oktober 2010 terjadi inflasi 0,06 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,21 pada bulan September 2010 menjadi 123,29 pada bulan Oktober 2010. Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2010 sebesar 5,35 persen dan laju inflasi year on year (Oktober 2010 terhadap Oktober 2009) sebesar 5,67 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,48 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,36 persen; kelompok sandang 1,73 persen; kelompok kesehatan 0,24 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,44 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan 0,85 persen; dan kelompok transpor,

(2)

akademi/perguruan tinggi dan nasi dengan lauk. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: daging ayam ras, ikan segar, cabai merah, tarif angkutan antar kota, tarif angkutan udara, cabai rawit, daging sapi, telur ayam ras, kentang, tarif kereta api, wortel, kelapa, daging ayam kampung dan bawang putih.

Kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada bulan Oktober 2010, yaitu : kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,09 persen, kelompok sandang 0,13 persen; kelompok kesehatan 0,01 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen. Sedangkan kelompok komoditi yang memberikan andil/sumbangan deflasi adalah kelompok bahan makanan 0,19 persen, dan kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,09 persen.

Tabel 1

Laju Inflasi Gabungan 66 Kota Oktober 2010, Tahun Kalender 2010 dan Year on Year menurut Kelompok Pengeluaran (2007=100)

Kelompok Pengeluaran IHK Inflasi Bulan Oktober 2010 1) Laju Inflasi Tahun Kalender 2010 2) Inflasi Year on Year 3) Oktober 2009 Desember 2009 Oktober 2010 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m (Headline) 116,68 117,03 123,29 0,06 5,35 5,67 1 Bahan Makanan 128,68 127,46 141,25 -0,85 10,82 9,77

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau 122,50 123,96 131,50 0,48 6,08 7,35 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 114,60 115,09 119,24 0,36 3,61 4,05

4 Sandang 116,75 119,01 124,29 1,73 4,44 6,46

5 Kesehatan 112,94 113,38 115,58 0,24 1,94 2,34

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 113,95 114,11 117,68 0,44 3,13 3,27 7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa Keuangan 103,04 103,32 105,83 -0,57 2,43 2,71

     1) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya. 2) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009 3) Persentase perubahan IHK bulan Oktober 2010 terhadap IHK bulan Oktober 2009

Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Oktober 2010 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(%)

(1) (2)

U M U M 0,06

1.     Bahan Makanan -0,19

2.     Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,08 3.     Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0,09

4.     Sandang 0,13

5.     Kesehatan 0,01

6.     Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,03 7.     Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan -0,09

(3)

Gambar 1

Perkembangan IHK 66 Kota (2007=100), Oktober 2009–Oktober 2010   95,00 100,00 105,00 110,00 115,00 120,00 125,00 130,00 135,00 140,00 145,00

Okt-09 Nov-09 Des-09 Jan-10 Feb-10 Mrt-10 Apr-10 Mei-10 Jun-10 Jul-10 Ags-10 Sep-10 Okt-10

IHK

Umum Bahan Makanan Makanan Jadi Perumahan

Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor

 

Gambar 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Nasional (2007=100) Oktober 2010  -0,20 -0,15 -0,10 -0,05 0,00 0,05 0,10 0,15 0,20 A n dil (% )

Umum 1. Bhn.makanan 2. Makanan jadi 3. Perumahan

4. Sandang 5. Kesehatan 6. Pendidikan 7. Transpor

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Oktober 2010 mengalami deflasi 0,85 persen atau terjadi penurunan indeks dari 142,46 pada September 2010 menjadi 141,25 pada Oktober 2010.

Dari 11 subkelompok dalam kelompok bahan makanan, 5 subkelompok diantaranya mengalami deflasi sedangkan 6 subkelompok mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami deflasi tertinggi adalah subkelompok daging dan hasil-hasilnya yang mencapai 4,38 persen dan terendah terjadi pada subkelompok ikan diawetkan 0,19 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi adalah subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,62 persen dan terendah terjadi pada subkelompok lemak dan minyak 0,03 persen.

Kelompok ini pada Oktober 2010 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,19 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain : daging ayam ras 0,10 persen; ikan segar dan cabai merah masing-masing 0,07 persen; cabai rawit 0,03 persen; daging sapi, telur ayam ras dan kentang masing-masing 0,02 persen; wortel, kelapa, daging ayam kampung dan bawang putih masing-masing 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah bawang merah 0,10 persen; beras 0.04 persen; bayam 0,02 persen; sawi hijau, minyak goreng dan kangkung masing-masing 0,01 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Oktober 2010 mengalami inflasi 0,48 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 130,87 pada September 2010 menjadi 131,50 pada Oktober 2010.

Subkelompok yang ada pada kelompok ini pada bulan Oktober 2010 seluruhnya mengalami inflasi, yaitu : subkelompok makanan jadi 0,34 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,88 persen dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,48 persen.

Kelompok ini pada Oktober 2010 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,08 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu : gula pasir 0,02 persen; rokok kretek filter, rokok kretek, roti manis dan nasi dengan lauk masing-masing 0,01 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada Oktober 2010 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 118,81 pada bulan September 2010 menjadi 119,24 pada Oktober 2010.

Subkelompok yang ada pada kelompok ini pada bulan Oktober 2010 seluruhnya mengalami inflasi, yaitu : subkelompok biaya tempat tinggal 0,39 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air 0,02 persen; subkelompok perlengkapan rumah tangga 0,13 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,83 persen.

Pada Oktober 2010 kelompok ini secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah upah tukang bukan mandor, tarif sewa rumah dan upah pembantu rumahtangga 0,02 persen; jasa pembuangan sampah, tarif kontrak rumah dan biaya keamanan masing-masing 0,01 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Oktober 2010 mengalami inflasi 1,73 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 122,18 pada September 2010 menjadi 124,29 pada Oktober 2010.

(5)

Subkelompok yang ada pada kelompok ini pada bulan Oktober 2010 seluruhnya mengalami inflasi, yaitu : subkelompok sandang laki-laki 0,07 persen; subkelompok sandang wanita 0,03 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,11 persen dan subkelompok barang pribadi dan sandang lain 4,49 persen.

Secara keseluruhan kelompok sandang pada bulan Oktober 2010 memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,13 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah emas perhiasan 0,13 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Oktober 2010 mengalami inflasi 0,24 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 115,30 pada bulan September 2010 menjadi 115,58 pada Oktober 2010.

Pada bulan Oktober 2010 seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok jasa kesehatan 0,18 persen; subkelompok obat-obatan 0,26 persen; subkelompok jasa perawatan jasmani 0,48 persen dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,27 persen.

Kelompok ini pada Oktober 2010 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen. 6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Oktober 2010 mengalami inflasi 0,44 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 117,16 pada September 2010 menjadi 117,68 pada Oktober 2010.

Pada bulan Oktober 2010 seluruh subkelompok dalam kelompok ini mengalami inflasi, yaitu: subkelompok pendidikan 0,47 persen; subkelompok kursus-kursus/pelatihan 0,50 persen; subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,01 persen; subkelompok rekreasi 0,37 persen dan subkelompok olahraga 0,09 persen.

Secara keseluruhan kelompok ini pada bulan Oktober 2010 memberikan sumbangan inflasi 0,03 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah rekreasi dan uang kuliah akademi/perguruan tinggi masing-masing 0,01 persen.

7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Oktober 2010 mengalami deflasi 0,57 persen atau terjadi penurunan indeks dari 106,44 pada September 2010 menjadi 105,83 pada Oktober 2010.

Subkelompok yang mengalami deflasi, yaitu: subkelompok transpor 0,87 persen dan subkelompok komunikasi dan pengiriman 0,02 persen. Sedangkan subkelompok sarana dan penunjang transpor mengalami inflasi 0,10 persen. Kemudian subkelompok jasa keuangan pada bulan ini relatif stabil.

Kelompok ini pada pada bulan Oktober 2010 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi 0,09 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah tarif angkutan antarkota 0,05 persen; tarif angkutan udara 0,03 persen dan tarif angkutan kereta api 0,01 persen.

(6)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2010 sebesar 5,35 persen dan dan laju inflasi year on

year (Oktober 2010 terhadap Oktober 2009) sebesar 5,67 persen. Sedangkan laju inflasi pada periode

yang sama tahun kalender 2008 dan 2009 masing-masing 10,96 persen dan 2,48 persen. Sedangkan laju inflasi year on year untuk Oktober 2008 terhadap Oktober 2007 dan Oktober 2009 terhadap Oktober 2008 masing-masing sebesar 11,77 persen dan 2,57 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2008–2010

Inflasi 2008 2009 2010

(1) (2) (3) (4)

1. Oktober 0,45 0,19 0,06

2. (Januari–Oktober) tahun kalender 10,96 2,48 5,35 2. Oktober terhadap Oktober (year on year)

(tahun n) (tahun n-1)

11,77 2,57 5,67

Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (Januari-Oktober) 2008-2010

Jan-Okt Jan-Feb

Jan Jan-Mrt Jan-Apr Jan-Mei Jan-Jun Jan-Jul Jan-Ags Jan-Sep

-0,10 0,40 0,90 1,40 1,90 2,40 2,90 3,40 3,90 4,40 4,90 5,40 5,90 6,40 6,90 7,40 7,90 8,40 8,90 9,40 9,90 10,40 10,90 Inf la s i ( % ) 2008 2009 2010  

(7)

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Year On Year, 2008-2010

Jan-Jan Feb-Feb Mrt-Mrt Apr-Apr Mei-Mei Jun-Jun Jul-Jul Ags-Ags Sep-Sep Okt-Okt

0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00 11,00 12,00 13,00 In fl asi (% ) 2008 thd 2007 2009 thd 2008 2010 thd 2009

(8)

PERBANDINGAN ANTARKOTA

 

Pada bulan Oktober 2010 terjadi inflasi sebesar 0,06 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,29. Dari 66 kota IHK, 32 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Batam 1,02 persen dengan IHK 119,53 dan terendah terjadi di Ternate 0,01 persen dengan IHK 124,12. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu 1,84 persen dengan IHK 125,86 dan terendah terjadi di Sibolga 0,01 persen dengan IHK 125,15.

Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera

Pada bulan Oktober 2010 dari kota-kota IHK di wilayah pulau Sumatera yang berjumlah 16 kota, 9 kota diantaranya mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Batam 1,02 persen dengan IHK 119,53 dan inflasi terendah terjadi di Pematang Siantar 0,02 persen dengan IHK 122,13. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Bengkulu 1,03 persen dengan IHK 127,73 dan terendah terjadi di Sibolga 0,01 persen dengan IHK 125,15 (lihat Tabel 4).

Tabel 4

Perbandingan Indeks dan Inflasi/deflasi Oktober 2010 Kota-kota di Pulau Sumatera dengan Nasional

(2007=100) K O T A Oktober 2010 IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Banda Aceh 119,53 0,08 2 Lhokseumawe 121,52 0,28 3 Sibolga 125,15 -0,01 4 Pematang Siantar 122,13 0,02 5 Medan 122,93 0,45 6 Padang Sidempuan 121,99 0,26 7 Padang 123,48 0,06 8 Pekanbaru 120,08 -0,02 9 Dumai 125,83 0,41 10 Jambi 126,08 -0,02 11 Palembang 123,08 -0,06 12 Bengkulu 127,73 -1,03 13 Bandar Lampung 133,02 0,70 14 Pangkal Pinang 130,02 -0,17 15 Batam 119,53 1,02 16 Tanjung Pinang 123,86 -0,02 NASIONAL 123,29 0,06

(9)

Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa

Pada bulan Oktober 2010 dari kota-kota IHK di wilayah pulau Jawa yang berjumlah 23 kota, 19 kota diantaranya mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tangerang 0,61 persen dengan IHK 124,70 dan inflasi terendah terjadi di Semarang, Probolinggo dan Surabaya masing-masing 0,02 persen dengan IHK masing-masing 122,86; 127,25; dan 121,95. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep 0,70 persen dengan IHK 119,90 dan terendah terjadi di Tasikmalaya 0,02 persen dengan IHK 124,65 (lihat Tabel 5).

Tabel 5

Perbandingan Indeks dan Inflasi Oktober 2010 Kota-kota di Pulau Jawa dengan Nasional

(2007=100) K O T A Oktober 2010 IHK Inflasi (%) (1) (2) (3) 1 Jakarta 121,59 0,22 2 Bogor 124,97 0,09 3 Sukabumi 123,87 0,06 4 Bandung 119,07 -0,09 5 Cirebon 128,51 0,14 6 Bekasi 122,03 -0,09 7 Depok 122,16 0,25 8 Tasikmalaya 124,65 -0,02 9 Purwokerto 122,47 0,28 10 Surakarta 116,11 0,10 11 Semarang 122,86 0,02 12 Tegal 124,74 0,06 13 Yogyakarta 123,58 0,28 14 Jember 123,96 0,20 15 Sumenep 119,90 -0,70 16 Kediri 121,96 0,03 17 Malang 122,93 0,19 18 Probolinggo 127,25 0,02 19 Madiun 126,67 0,18 20 Surabaya 121,95 0,02 21 Serang 127,06 0,13 22 Tangerang 124,70 0,61 23 Cilegon 124,26 0,49

(10)

Perbandingan Antarkota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera

Pada bulan Oktober 2010 dari kota-kota IHK di wilayah luar pulau Jawa dan Sumatera yang berjumlah 27 kota, 4 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sampit 1,01 persen dengan IHK 124,40 dan inflasi terendah terjadi di Ternate 0,01 persen dengan IHK 124,12. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Palu 1,84 persen dengan IHK 125,86 dan terendah terjadi di Sorong 0,05 persen dengan IHK 145,67 (lihat Tabel 6).

Tabel 6

Perbandingan Indeks dan Inflasi/Deflasi Oktober 2010 Kota-kota di Luar Pulau Jawa dan Sumatera dengan Nasional

(2007=100) K O T A Oktober 2010 IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1 Denpasar 123,87 -0,08 2 Mataram 130,28 0,39 3 Bima 129,39 -0,42 4 Maumere 135,62 -0,20 5 Kupang 131,02 -0,18 6 Pontianak 129,27 -0,15 7 Singkawang 125,74 -1,65 8 Sampit 124,40 1,01 9 Palangkaraya 125,69 -0,59 10 Banjarmasin 127,89 -0,27 11 Balikpapan 126,44 -0,89 12 Samarinda 128,49 -0,50 13 Tarakan 138,61 -0,81 14 Manado 122,63 -0,70 15 Palu 125,86 -1,84 16 Bone 137,07 -0,82 17 Makassar 123,65 -0,45 18 Pare-Pare 125,34 -0,96 19 Palopo 130,71 -0,97 20 Kendari 127,45 -0,52 21 Gorontalo 125,20 -1,14 22 Mamuju 126,14 0,86 23 Ambon 126,88 -0,29 24 Ternate 124,12 0,01 25 Manokwari 134,79 -0,85 26 Sorong 145,67 -0,05 27 Jayapura 120,09 -1,52 NASIONAL 123,29 0,06

(11)

INFLASI KOMPONEN INTI OKTOBER 2010

Komponen inti pada bulan Oktober 2010 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 119,03 pada bulan September 2010 menjadi 119,46 pada bulan Oktober 2010, dan komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,08 persen, sedangkan komponen bergejolak mengalami deflasi 0,97 persen.

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk tahun kalender (Januari-Oktober) 2010 masing-masing 3,58 persen; 4,96 persen dan 12,09 persen dan inflasi year on year (Oktober 2010 terhadap Oktober 2009) masing-masing 4,19 persen; 5,79 persen dan 10,93 persen (lihat Tabel 7).

Tabel 7

Laju Inflasi Oktober 2010, Inflasi Tahun Kalender 2010 dan Inflasi Year on Year menurut Kelompok Komponen

Komponen Oktober 2009 IHK Desember IHK 2009

IHK

Oktober 2010 Oktober 2010 Inflasi

Laju Inflasi Tahun Kalender 2010 Laju Inflasi Year on Year (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Umum 116,68 117,03 123,29 0,06 5,35 5,67 Inti 114,66 115,33 119,46 0,36 3,58 4,19

Harga Diatur Pemerintah 112,34 113,23 118,85 0,08 4,96 5,79

Bergejolak 129,33 127,99 143,46 -0,97 12,09 10,93

Dari tiga kelompok komponen tersebut dua kelompok memberikan sumbangan inflasi terhadap inflasi nasional yaitu masing-masing : komponen inti 0,23 persen dan komponen yang harganya diatur pemerintah 0,01 persen. Sedangkan komponen bergejolak memberikan sumbangan deflasi 0,18 persen (lihat Tabel 8).

Tabel 8

Dekomposisi Andil Inflasi Nasional Oktober 2010 (persen)

Komponen Andil Inflasi (%)

(1) (2)

U m u m 0.06

1 Inti 0,23

Referensi

Dokumen terkait

Rumput lapang (ton) Rumput unggul (ton) Jerami padi (ton) Lahan marjinal (ha) Curah hujan (mm/th) Kepadatan ternak Kepadatan penduduk Pengalaman beternak Pendidikan peternak Pasar

Dosis bisoprolol untuk penderita dengan LFG 10 - 50 ml/menit adalah 75% dari dosis lazim.. Jadi regimen dosis bisoprolol untuk penderita tersebut menjadi 1,875-7,5 mg (1

Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, maka Majelis Hakim pada persidangan

Pada tahap ini data yang telah terkumpul dianalisis berdasarkan sistem sapaan dalam bahasa Dayak Iban yang berkenaan dengan masalah yang diteliti oleh peneliti yaitu

Adakah pengaruh tatanan interior studio gambar manual lantai 3 lab FPTK UPI terhadap motivasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan teknik arsitektur FPTK UPI angkatan 2004 dan

Hasil penelitian ini meliputi: (1) unsur pembangun novel Ibu karya Poerwadhie Atmodihardjo meliputi: (a) tema: kasih sayang seorang Ibu terhadap anaknya dan ketabahan dalam

Kestabilan emulsi lateks polistirena dengan penambahan deterjen komersil menggunakan uji densitas diperoleh perbandingan emulsi lateks PS : air yaitu 90:10 dengan nilai densitas

Berdasarkan uraian di atas, akan dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan judul peningkatan keterampilan proses dan hasil belajar