• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTANIAN. Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTANIAN. Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)

PERTANIAN

Sektor pertanian merupakan

sektor ekonomi paling dominan

bila

diperhatikan

berdasarkan

struktur

ekonomi

Kabupaten

Banyuwangi. Khusus dalam sektor

pertanian ini, terdapat dua sub

sektor didalamnya yang sangat

potensial,

yaitu

sub

sektor

tanaman bahan makanan dan sub

sektor perikanan laut.

Peranan sub sektor tanaman

bahan

makanan

dapat

menyumbang produksi padi Jawa

Timur, dikare-nakan Kabupaten

Banyuwangi me-rupakan salah satu

daerah lumbung padi. Sedang

peranan sub sektor perikanan laut

cukup

terbukti

bah-wa

di

Kecamatan Muncar merupa-kan

penghasil berbagai jenis biota laut

berskala nasional.

Kabupaten Banyuwangi

me-rupakan salah satu kabupaten di

Propinsi Jawa Timur yang

mempu-nyai luas wilayah terbesar,

sehing-ga densehing-gan adanya ketersediaan

luas daerah tersebut, kesempatan

untuk dijadikan sebagai lahan

pertanian

akan

mempunyai

peluang besar. Namun perlu

dipahami pula bahwa tidak semua

tanah

mempunyai

tingkat

kesuburan yang sama.

Berdasarkan

pemanfaatan

lu-as lahan yang digunakan oleh

para petani, mulai kawasan

Selatan ke arah Utara yang

melebar ke arah Barat merupakan

daerah potensi ta-naman bahan

makanan,terutama tanaman padi

banyak ditanam di kawasan ini,

bahkan

sebagain

besar

dari

kawasan tersebut pola tanam padi

dalam satu tahunnya bisa

dila-kukan hingga tiga kali.

Pada tahun 2011 produksi

padi telah mengalami penurunan

sebesar 8,71 persen dibanding

ta-hun 2010. Kalau diperhatikan trend

dari produksi padi pada tahun 2008

hingga 2010menunjukkan pola

meningkat, namun pola ini tidak

berlanjut pada tahun 2011.

Penu-runan ini perlu dijaga agar tidak

(2)

169

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

terus

terjadi

ditahun

2012.

Penurun-an yang terjadi tersebut,

akan

me-nimbulkan

banyak

penafsiran.

Diantara penafsiran yang ada

adalah, lahan pertanian setiap

tahun diduga telah mengalami

pengurang-an lahan sebagai akibat

digunakan untuk kepentingan lain.

Misalnya digunakan sebagai daerah

pemu-kiman maupun pemanfaatan

yang lain. Resikonya produksi

tanaman bahan makanan akan

menurun

se-banding

dengan

berkurangnya lah-an pertanian

tersebut.

Selama tiga tahun terakhir

ini, menurut catatan Dinas

Pertani-an KehutPertani-anPertani-an PerkebunPertani-an,

Peter-nakan dan Kehutanan Kabupaten

Banyuwangi diperoleh informasi

peningkatan produksi padi yang

di-ikuti dengan meningkatnya luas

pa-nen. Naiknya produksi jagung yang

diikuti dengan turunnya luas

panen. Adapun beberapa jenis

tanaman bahan makanan yang lain

mempu-nyai

produksi

yang

berfluktuasi.

Selain tanaman bahan

ma-kanan yang berpotensi tinggi di

Ka-bupaten Banyuwangi, tanaman

per-kebunan

juga

mempunyai

potensi

yang

tidak

kalah

pentingnya bila di-banding dengan

tanaman

bahan

ma-kanan.

Misalnya saja tanaman kela-pa dan

kopi, dua jenis tanaman

per-kebunan ini kontribusinya terhadap

kehidupan penduduk Kabupaten

Banyuwangi dapat dikatakan cukup

besar.

Potensi lain adalah produksi

hasil hutan, diduga sebagai akibat

dari luas dan potensi produksi

ke-hutanan yang dimiliki oleh

Kabu-paten Banyuwangi, institusi yang

menangani jumlahnya mencapai

tiga Perum, yaitu Perum Perhutani

Utara, Selatan dan Barat. Selain itu,

dengan mengingat letak geografis

Kabupaten Banyuwangi yang

mem-punyai garis pantai yang begitu

panjang bahkan sepanjang Selat

Bali, potensi ikan serta biota laut

lainnya sudah dikenal sejak dahulu

di negeri ini. Dalam penelitian yang

pernah dilakukan oleh Universitas

Gajah Mada yang bekerja sama

dengan Pemerintah Kabupaten

Banyuwangi, memberikan indikasi

tentang melimpahnya berbagai

(3)

je-nis ikan dan biota laut yang

terkan-dung didalamnya. Namun dalam

pengelolaannya masih jauh untuk

bisa dikatakan optimal.

Umumnya para nelayan yang

ada masih menggunakan cara-cara

tradisional, meski dengan cara-cara

tradisional, produksi yang telah

di-raih oleh para nelayan di kawasan

pantai Kabupaten Banyuwangi

da-pat dikategorikan sebagai jumlah

produksi yang besar. Bahkan bila

dihitung nilainya dalam setahun

bi-sa mencapai nominal miliaran

ru-piah. Selain produksi ikan dan biota

laut yang begitu melimpah ruah,

je-nis

ikan

air

tawar

juga

mempunyai produksi yang cukup

tinggi. Ikan air tawar ini umumnya

menyebar disetiap kecamatan.

(4)

171

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

(5)

AGRICULTURE

Agriculture is the dominant

sector of the economy when the

economic structure based on

observed Banyuwangi Regency.

Specialized in the agricultural

sector, there are two sub sectors in

it which is very potential, i.e. the

sub sectors of food plants and sub

sea fisheries sector.

The role of the sub sectors of

the food plants can donate rice

production in East Java; because of

Banyuwangi Regency is one of the

barns. Is the role of the sub sectors

of the marine fisheries is quite

evident that in the various types of

emitters Muncar marine national.

Banyuwangi is a Regency of

East Java province, which has the

largest land area, so by having a

broad availability of the area, the

opportunity to serve as agricultural

land will have great opportunities.

However it should be understood

that not all land has the same

fertility level.

Based on the utilization of

land area used by the farmers,

from the South to the North, which

widens towards the West is an area

of potential food crops, particularly

rice crops cultivated in this area a

lot, even filmed the area of rice

planting pattern in one year can be

done up to three times.

In 2011 the rice production

has experienced a decrease of 8.71

percent compared to the year

2010. If the rice production of the

trend observed in 2008 to

2010menunjukkan the pattern of

increases, but this pattern does not

continue in 2011. This reduction

need to be guarded so as not to

continue to occur in 2012. Decline

happens, will give rise to a lot of

interpretation.

Among

the

existing

interpretations are, farmland each

year is thought to have suffered a

reduction as a result of land used

for other interests. For example,

use as a residential area as well as

the utilization of the other. Are the

risks of food crop production will

decrease in proportion to the

degradation of the agricultural land

(6)

173

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

During the last three years,

according to records of the

Department

of

agriculture,

forestry, livestock and forestry

plantations of Banyuwangi Regency

retrieved information increased

production of rice, accompanied by

the increasing area of harvest. The

rise in corn production followed by

a decline in the harvest area. As for

some type of plant food to another

which has fluctuates production.

Other than plant food

high-potential

in

the

Banyuwangi

Regency, plantation plant also has

potential that is not less important

when compared with a plant

material food. Such as coconut

plants and coffee plant two kinds

of plant the plantation his

contributions to life inhabitant of

Banyuwangi Regency can be said to

be big enough.

Other

potential

is

production of forest produce,

allegedly as a result of vast and

potential

production

forestry

possessed by Banyuwangi Regency,

institution that handles reaching

three

perum,

namely

perum

perhutani north south and west.

Besides,

by

remembering

geographical location Banyuwangi

Regency that have a coastline such

a long throughout strait bali,

potential fish and other marine

biota been known since ancient in

this country. In the research ever

undertaken by the University of

Gajah Mada who is working with

the Government of Banyuwangi

Regency, give an indication about

the abundance of various types of

fish and sea life contained therein.

But the management has still a

long way to optimal can be argued.

Fishermen who are still using the

traditional

ways,

even

with

traditional ways, the production of

which has been gained by the

fishermen in the coastal area of

Banyuwangi Regency can be

categorized as large production

quantities. Even when measured in

value in a year could reach nominal

billions of rupiah. In addition to the

production of fish and sea life that

is

so

abundant,

species

of

freshwater fish also had a fairly

high production. Freshwater fish

typically spread in every town.

(7)
(8)

175

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Gambar 6.1

(9)
(10)

177

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Gambar/Figure 6.2

Luas Panen Padi, Jagung dan Kedelai Tahun 2004 – 2011 Harvest Area of Paddy, Corn, and Soybean, 2004-2011

(11)
(12)

179

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.1.1

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Padi Sawah Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Wetland Paddy per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Pesanggaran 4.133 67,48 27.888 2 Siliragung 3.887 67,48 26.230 3 Bangorejo 3.365 67,66 22.769 4 Purwoharjo 5.482 66,88 36.666 5 Tegaldlimo 2.801 67,65 18.950 6 Muncar 3.666 67,56 24.768 7 Cluring 8.086 66,65 53.895 8 Gambiran 5.382 67,35 36.250 9 Tegalsari 3.622 67,21 24.345 10 Glenmore 5.905 64,18 37.899 11 Kalibaru 3.553 64,34 22.859 12 Genteng 5.632 65,49 36.885 13 Srono 6.133 67,22 41.225 14 Rogojampi 8.034 63,48 50.998 15 Kabat 6.646 64,67 42.978 16 Singojuruh 8.230 64,40 52.999 17 Sempu 5.762 65,18 37.555 18 Songgon 8.212 64,41 52.895 19 Glagah 4.620 62,50 28.875 20 Licin 4.732 63,16 29.888 21 Banyuwangi 1.430 59,09 8.450 22 Giri 3.526 61,68 21.750 23 Kalipuro 1.344 62,87 8.450 24 Wongsorejo 2.545 62,28 15.850 Jumlah/Total 2011 116.728 65,22 761.317 2010 122.751 67,94 833.913 2009 120.675 62,51 754.339

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(13)

Tabel/Table : 6.1.2

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Padi Ladang Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Dryland Paddy per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Pesanggaran 810 53,42 4.327 2 Siliragung 30 53,33 160 3 Bangorejo 0 0,00 0 4 Purwoharjo 22 52,27 115 5 Tegaldlimo 1.555 54,32 8.446 6 Muncar 0 0,00 0 7 Cluring 0 0,00 0 8 Gambiran 0 0,00 0 9 Tegalsari 44 54,09 238 10 Glenmore 1 50,00 5 11 Kalibaru 0 0,00 0 12 Genteng 0 0,00 0 13 Srono 0 0,00 0 14 Rogojampi 0 0,00 0 15 Kabat 0 0,00 0 16 Singojuruh 0 0,00 0 17 Sempu 63 54,44 343 18 Songgon 0 0,00 0 19 Glagah 0 0,00 0 20 Licin 0 0,00 0 21 Banyuwangi 0 0,00 0 22 Giri 0 0,00 0 23 Kalipuro 0 0,00 0 24 Wongsorejo 340 54,41 1.850 Jumlah/Total 2011 2.865 54,05 15.484 2010 2.957 62,98 18.623 2009 2.649 52,70 13.961

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(14)

181

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.1.3

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Jagung Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Corn per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Pesanggaran 2.947 76,86 22.650 2 Siliragung 2.403 77,22 18.555 3 Bangorejo 377 70,27 2.649 4 Purwoharjo 449 61,89 2.779 5 Tegaldlimo 2.000 69,70 13.940 6 Muncar 687 62,46 4.291 7 Cluring 520 62,50 3.250 8 Gambiran 275 60,84 1.673 9 Tegalsari 861 61,85 5.325 10 Glenmore 540 61,83 3.339 11 Kalibaru 1.195 64,02 7.650 12 Genteng 52 60,58 315 13 Srono 559 62,08 3.470 14 Rogojampi 934 59,08 5.518 15 Kabat 937 59,28 5.555 16 Singojuruh 91 59,01 537 17 Sempu 419 60,60 2.539 18 Songgon 485 59,77 2.899 19 Glagah 199 60,55 1.205 20 Licin 138 59,35 819 21 Banyuwangi 107 55,14 590 22 Giri 112 55,80 625 23 Kalipuro 3.991 58,26 23.250 24 Wongsorejo 9.450 59,21 55.950 Jumlah/Total 2011 29.728 63,70 189.373 2010 32.494 71,92 233.698 2009 28.842 64,93 187.272

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(15)

Tabel /Table : 6.1.4

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Kedelai Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Soybean per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Pesanggaran 4.392 18,02 7.914 2 Siliragung 2.953 18,76 5.541 3 Bangorejo 2.507 18,51 4.641 4 Purwoharjo 7.570 18,17 13.752 5 Tegaldlimo 7.617 18,19 13.853 6 Muncar 3.778 18,04 6.817 7 Cluring 1.644 20,02 3.291 8 Gambiran 1.506 17,90 2.695 9 Tegalsari 991 16,46 1.631 10 Glenmore 0 0,00 0 11 Kalibaru 0 0,00 0 12 Genteng 84 18,93 159 13 Srono 1.106 19,90 2.201 14 Rogojampi 683 19,77 1.350 15 Kabat 250 19,08 477 16 Singojuruh 14 17,86 25 17 Sempu 300 19,00 570 18 Songgon 124 14,11 175 19 Glagah 0 0 0 20 Licin 0 0 0 21 Banyuwangi 4 17,50 7 22 Giri 0 0 0 23 Kalipuro 20 18,50 37 24 Wongsorejo 525 18,25 958 Jumlah/Total 2011 36.068 18,32 66.094 2010 36.912 17,57 64.857 2009 37.677 17,21 64.852

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(16)

183

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel /Table : 6.1.5

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Kacang Tanah Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Peanuts per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Pesanggaran 100 15,30 153 2 Siliragung 127 15,35 195 3 Bangorejo 21 15,24 32 4 Purwoharjo 2 15,00 3 5 Tegaldlimo 0 0,00 0 6 Muncar 0 0,00 0 7 Cluring 22 15,91 35 8 Gambiran 12 22,50 27 9 Tegalsari 25 17,60 44 10 Glenmore 100 16,20 162 11 Kalibaru 99 16,97 168 12 Genteng 14 16,43 23 13 Srono 13 15,38 20 14 Rogojampi 117 15,81 185 15 Kabat 106 15,66 166 16 Singojuruh 18 16,11 29 17 Sempu 35 14,57 51 18 Songgon 32 16,25 52 19 Glagah 182 15,33 279 20 Licin 84 16,07 135 21 Banyuwangi 11 14,55 16 22 Giri 54 15,74 85 23 Kalipuro 164 15,79 259 24 Wongsorejo 220 15,23 335 Jumlah/Total 2011 1.558 15,75 2.454 2010 1.710 11,51 1.969 2009 2.129 14,31 3.047

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(17)

Tabel/Table : 6.1.6

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Ubi Kayu Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Cassava per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Pesanggaran 0 0,00 0 2 Siliragung 175 188,46 3.298 3 Bangorejo 9 183,33 165 4 Purwoharjo 30 191,67 575 5 Tegaldlimo 30 188,33 565 6 Muncar 254 188,39 4.785 7 Cluring 44 185,23 815 8 Gambiran 72 197,92 1.425 9 Tegalsari 100 199,90 1.999 10 Glenmore 45 253,11 1.139 11 Kalibaru 70 253,86 1.777 12 Genteng 16 184,38 295 13 Srono 133 184,59 2.455 14 Rogojampi 19 179,47 341 15 Kabat 72 184,03 1.325 16 Singojuruh 28 198,21 555 17 Sempu 181 200,28 3.625 18 Songgon 54 187,22 1.011 19 Glagah 75 186,00 1.395 20 Licin 83 180,60 1.499 21 Banyuwangi 10 179,00 179 22 Giri 29 178,28 517 23 Kalipuro 31 188,06 583 24 Wongsorejo 850 191,27 16.258 Jumlah/Total 2011 2.410 193,28 46.581 2010 2.283 157,38 35.929 2009 2.928 166,60 48.781

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(18)

185

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.1.7

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Ubi Jalar Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Sweet Potatoes per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Pesanggaran 0 0,00 0 2 Siliragung 0 0,00 0 3 Bangorejo 7 242,86 170 4 Purwoharjo 0 0,00 0 5 Tegaldlimo 0 0,00 0 6 Muncar 0 0,00 0 7 Cluring 4 245,00 98 8 Gambiran 8 231,25 185 9 Tegalsari 0 0,00 0 10 Glenmore 42 236,90 995 11 Kalibaru 238 247,69 5.895 12 Genteng 4 245,00 98 13 Srono 86 232,44 1.999 14 Rogojampi 68 227,94 1.550 15 Kabat 35 224,29 785 16 Singojuruh 33 237,88 785 17 Sempu 48 247,71 1.189 18 Songgon 50 231,00 1.155 19 Glagah 79 227,22 1.795 20 Licin 0 0,00 0 21 Banyuwangi 9 216,67 195 22 Giri 12 220,83 265 23 Kalipuro 9 216,67 195 24 Wongsorejo 0 0,00 0 Jumlah/Total 2011 732 237,08 17.354 2010 789 223,54 17.637 2009 995 223,54 22 242

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(19)

Tabel/Table : 6.1.8

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Kacang Hijau Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Mung Beans per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Pesanggaran 0 0,00 0 2 Siliragung 10 13,00 13 3 Bangorejo 7 12,86 9 4 Purwoharjo 8 0,00 0 5 Tegaldlimo 0 0,00 0 6 Muncar 0 0,00 0 7 Cluring 14 12,86 18 8 Gambiran 0 0,00 0 9 Tegalsari 0 0,00 0 10 Glenmore 0 0,00 0 11 Kalibaru 0 0,00 0 12 Genteng 2 15,00 3 13 Srono 0 0,00 0 14 Rogojampi 0 0,00 0 15 Kabat 0 0,00 0 16 Singojuruh 0 0,00 0 17 Sempu 0 0,00 0 18 Songgon 0 0,00 0 19 Glagah 0 0,00 0 20 Licin 0 0,00 0 21 Banyuwangi 0 0,00 0 22 Giri 0 0,00 0 23 Kalipuro 12 13,33 16 24 Wongsorejo 3420 12,88 4405 Jumlah/Total 2011 3.473 12,85 4.464 2010 4.268 12,57 5.365 2009 5.085 12,57 6.390

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(20)

187

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.1.9

Luas Panen, Luas Tanaman dan Total Produksi Sayur-sayuran Menurut Jenis Sayuran Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Vegetables, 2011

No. Jenis Sayuran Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Bayam 69 19,50 134,55 2 Kangkung 83 78,83 654,29 3 Buncis 109 98,89 1.077,90 4 Kacang Panjang 291 72,84 2.119,64 5 Tomat 266 115,82 3.080,81 6 Ketimun 71 135,45 961,70 7 Kembang Kol 13 125,95 163,74 8 Terung 197 130,28 2.560,00 9 C a b e Besar 1854 89,27 16.550,66 10 C a b e Kecil 2663 47,56 12.665,23 11 Bawang Merah 85 91,13 774,61 12 Sawi / Petsai 82 124,87 1.023,93 13 Kubis 8 75,18 60,14 14 Lobak 0 0,00 0,00 15 Labu Siam 0 0,00 0,00 Jumlah/Total 2011 5.791 72,23 41.827,20 2010 4.371 50,84 22.224,20 2009 6.015 67,06 40.335,89

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(21)

Tabel/Table : 6.1.10

Luas Panen, Luas Tanaman dan Total Produksi Buah-buahan Menurut Jenis Buah Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Fruits, 2011

No. Jenis Buah Luas Panen (Ha) Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton)

1 Alpukat 180,22 123,97 2.234,19 2 Bilimbing 82,64 65,40 540,47 3 Duku / Langsat 23,70 107,27 254,23 4 Durian 591,49 700,21 41.416,72 5 Jambu Biji 107,06 93,35 999,41 6 Jambu Air 104,47 71,36 745,50 7 Jeruk Siam 10.726,70 172,07 184.574,33 8 Jeruk Besar 8,36 57,25 47,86 9 Mangga 2.654,07 85,06 22.575,52 10 Manggis 691,54 426,29 29.479,66 11 Nangka 541,36 486,06 26.313,34 12 Nanas 0,61 333,11 20,32 13 Pepaya 408,62 438,71 17.926,57 14 Pisang 4.236,94 254,66 107.897,91 15 Rambutan 2.040,04 236,24 48.193,90 16 Salak 389,88 325,80 12.702,29 17 Sawo 68,01 380,70 2.589,14 18 Markisa 0,25 53,60 1,34 19 Sirsak 54,79 179,71 984,63 20 Sukun 87,23 217,43 1.896,64 21 Anggur 0,29 141,03 4,09 22 Melinjo 476,80 3,71 176,89 23 Petai 156,67 934,26 14.637,05 24 Melon 517,00 235,85 12.193,45 25 Semangka 1.621,00 206,82 33.525,52 Jumlah/Total 2011 25.769,750 218,06 561.930,97 2010 50.022,30 70,39 352.118,70 2009 24.125,60 212,23 512.008,32

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency

(22)

189

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.1.11

Baku Sawah Menurut Sistem Irigasi dan Daerah Irigasi Tahun 2011 Raw Wetland by Systems and Region of Irrigation, 2011

No *Korek Air Sistem Irigasi Jumlah/Total Teknis Setengah Teknis Sederhana 1 Banyuwangi 4.121 60 176 4.357 2 Dadapan 3.778 1.205 18 5.001 3 Rogojampi 4.279 88 140 4.507 4 Singojuruh 6.609 - - 6.609 5 Glenmore 6.719 - - 6.719 6 Genteng 7.865 - - 7.865 7 Srono 7.385 - - 7.385 8 Bangorejo 5.981 - - 5.981 9 Cluring 5.945 - 57 6.002 10 Pesanggaran 4.381 728 - 5.109 11 Tegaldlimo 6.442 136 - 6.578 12 Baku Sawah Non PU - - - -

Jumlah/Total 2011 63.505 2.217 391 66.113 2010 63.589 1.888 830 66.487 2009 63.589 1.932 830 66.351

Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi Source : Infrastructure Irrigation Service of Banyuwangi Regency

(23)

Tabel /Table : 6.2.1

Luas Area dan Produksi Kelapa (Buah) Menurut Kecamatan Tahun 2011 Number of Area and Production of Coconuts per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas Jumlah/Total TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/Ha/Th) Petani 1 Pesanggaran 294 464 75 833 556,8 1.200,00 457 2 Siliragung 283 383 137 803 2.489,5 6.500,00 751 3 Bangorejo 320 613 30 963 3.065,0 5.000,00 563 4 Purwoharjo 149 668 46 863 3.340,0 5.000,00 264 5 Tegaldlimo 35 205 175 415 1.025,0 5.000,00 278 6 Muncar 314 1.292 101 1.707 8.398,0 6.500,00 689 7 Cluring 43 667 51 761 4.335,5 6.500,00 135 8 Gambiran 22 291 25 338 1.891,5 6.500,00 342 9 Tegalsari 25 620 14 659 4.030,0 6.500,00 357 10 Glenmore 43 371 23 437 2.597,0 7.000,00 279 11 Kalibaru 11 102 12 125 714,0 7.000,00 178 12 Genteng 7 187 114 308 1.309,0 7.000,00 238 13 Srono 377 990 93 1.460 6.930,0 7.000,00 589 14 Rogojampi 175 1.625 95 1.895 11.050,0 6.800,00 673 15 Kabat 176 2.798 30 3.004 19.586,0 7.000,00 689 16 Singojuruh 34 419 146 599 2.849,2 6.800,00 261 17 Sempu 34 113 42 189 768,4 6.800,00 178 18 Songgon 137 2.056 36 2.229 13.980,8 6.800,00 456 19 Glagah 64 779 11 854 5.453,0 7.000,00 546 20 Licin 62 1.206 8 1.276 8.442,0 7.000,00 238 21 Banyuwangi 20 312 9 341 1.872,0 6.000,00 285 22 Giri 75 750 10 835 4.875,0 6.500,00 103 23 Kalipuro 135 2.227 39 2.401 17.816,0 8.000,00 1.304 24 Wongsorejo 44 176 35 255 1.144,0 6.500,00 352 Jumlah/Total 2011 2.879 19.314 1.357 23.550 128.517,70 6.654,12 10.205 2010 2.697 19.314 2.714 24.725 156.420,50 6,3300 10.205 2009 2.665 19.314 1.357 23.336 147.483,52 6,3200 10.205

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(24)

191

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.2.2

Luas Area dan Produksi Kelapa Deres Menurut Kecamatan Tahun 2011 Area and Production of Sugar Coconut per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi (Ton) Protas (Kg/ha) Jumlah Petani TBM TM TT / TR Jumlah 1 Pesanggaran - 92,00 - 92,00 690,00 7.500,00 306,00 2 Siliragung - 45,00 - 45,00 337,50 7.500,00 128,00 3 Bangorejo - 32,00 - 32,00 240,00 7.500,00 171,00 4 Purwoharjo - 4,00 - 4,00 20,00 5.000,00 26,00 5 Tegaldlimo - 5,00 - 5,00 25,00 5.000,00 60,00 6 Muncar - 79,00 - 79,00 592,00 7.493,67 198,00 7 Cluring - 6,00 - 6,00 39,00 6.500,00 12,00 8 Gambiran - 10,00 - 10,00 65,00 6.500,00 28,00 9 Tegalsari - 9,00 - 9,00 58,50 6.500,00 23,00 10 Glenmore - 107,00 - 107,00 749,00 7.000,00 308,00 11 Kalibaru - 6,00 - 6,00 42,00 7.000,00 27,00 Kalibaru LMDH 12 Genteng - 62,00 - 62,00 465,00 7.500,00 216,00 13 Srono - 89,00 - 89,00 667,50 7.500,00 276,00 14 Rogojampi - 171,00 - 171,00 1.282,50 7.500,00 336,00 15 Kabat - 171,00 - 171,00 1.282,50 7.500,00 468,00 16 Singojuruh - - - - 17 Sempu - 304,00 - 304,00 2.280,00 7.500,00 301,00 18 Songgon - 23,00 - 23,00 172,50 7.500,00 47,00 19 Glagah - - - - 20 Licin - 15,00 - 15,00 105,00 7.000,00 58,00 21 Banyuwangi - - - - 22 Giri - - - - 23 Kalipuro - 43,00 - 43,00 322,50 7.500,00 68,00 24 Wongsorejo - - - - Jumlah/Total 2011 0,00 1.273 0,00 1.273,00 9.435,50 7.412,02 3.057 2010 - 1.273 - 1.273 8.741,50 6.866,85 3.057 2009 - 1.273 - 1.273 8.805,57 6.917,18 3.057

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(25)

Tabel/Table : 6.2.3

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Kopi Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Production of Coffee per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas Jumlah/Total TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha/th) Petani

1 Pesanggaran 1 50 13 64 20,00 400 346 2 Siliragung 3 224 47 274 67,20 300 467 3 Bangorejo 1 10 - 11 3,00 300 297 4 Purwoharjo - 3 - 3 0,60 200 8 5 Tegaldlimo - 2 - 2 0,40 200 16 6 Muncar - - - - 7 Cluring - - - - 8 Gambiran - - - 62 9 Tegalsari - 14 - 14 2,80 200 28 10 Glenmore - 112 6 118 78,40 700 345 11 Kalibaru 7 950 12 969 855,00 900 1.348 Kalibaru LMDH - 1.500 - 1.500 1.350,00 900 12 Genteng - 3 - 3 0,60 200 21 13 Srono - - - - 14 Rogojampi - - - - 15 Kabat - - - - 16 Singojuruh - 5 - 5 1,00 200 - 17 Sempu 4 36 - 40 12,60 350 87 18 Songgon 12 235 23 270 152,75 650 489 19 Glagah - 95 - 95 61,75 650 - 20 Licin 4 251 - 255 175,70 700 149 21 Banyuwangi - - - 158 22 Giri 8 8 2 18 4,00 500 41 23 Kalipuro 106 1.021 33 1.160 969,95 950 1.456 24 Wongsorejo - - - - Jumlah/Total 2011 146 4.519 136 4.801,00 3.755,75 831 5.318 2010 44 2.982 123 3.149,00 120.264,5 616 4.972 2009 44 2.982 123 3.149,00 2.193,8 616 4.972

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(26)

193

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.2.4

Luas Areal dan Produksi Tembakau Rajang Menurut Kecamatan Tahun 2011 Planted Areas and Production of Tobacco per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas Jumlah/Total TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha) Petani 1 Pesanggaran - 11,00 - 11,00 9,90 900,00 16 2 Siliragung - - - - 3 Bangorejo - - - - 4 Purwoharjo - 4,00 - 4,00 3,60 900,00 8 5 Tegaldlimo - 24,00 - 24,00 24,00 1.000,00 42 6 Muncar - 98,00 - 98,00 117,60 1.200,00 160 7 Cluring - 59,00 - 59,00 59,00 1.000,00 87 8 Gambiran - 6,00 - 6,00 - - 9 9 Tegalsari - - - - 10 Glenmore - - - - 11 Kalibaru - - - - Kalibaru LMDH - - - - 12 Genteng - - - - 13 Srono - 163,00 - 163,00 195,60 1.200,00 171 14 Rogojampi - 108,00 - 108,00 129,60 1.200,00 274 15 Kabat - 59,00 - 59,00 70,80 1.200,00 202 16 Singojuruh - - - - 17 Sempu - - - - 18 Songgon - - - - 19 Glagah - 12,00 - 12,00 10,80 900,00 25 20 Licin - - - - 21 Banyuwangi - 5,00 - 5,00 4,50 900,00 17 22 Giri - - - 9 23 Kalipuro - 53,00 - 53,00 58,30 1.100,00 53 24 Wongsorejo - 27,00 - 27,00 32,40 1.200,00 - Jumlah/Total 2011 - 629,00 - 629,00 716,10 1.138,47 1.073 2010 - 1.034,00 - 1.034,00 1.189,30 1.150,19 1.429 2009 - 756,00 - 756,00 545,54 725,00 1.076

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(27)

Tabel /Table : 6.2.5

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Panili Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Vanili per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas

Jml Petani TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha/th)

1 Pesanggaran 0 0 0 0 0 0 0 2 Siliragung 0 0 0 0 0 0 0 3 Bangorejo 0 0 0 0 0 0 0 4 Purwoharjo 0 0 0 0 0 0 0 5 Tegaldlimo 0 0 0 0 0 0 0 6 Muncar 0 0 0 0 0 0 0 7 Cluring 0 0 0 0 0 0 0 8 Gambiran 0 0 0 0 0 0 0 9 Tegalsari 0 0 0 0 0 0 0 10 Glenmore 0 0 0 0 0 0 0 11 Kalibaru 0 20 0 20 0 0 46 12 Genteng 0 0 0 0 0 0 0 13 Srono 0 0 0 0 0 0 0 14 Rogojampi 0 6 0 6 0 0 3 15 Kabat 10 23 0 33 0 0 43 16 Singojuruh 0 0 0 0 0 0 0 17 Sempu 0 0 0 0 0 0 0 18 Songgon 8 11 0 19 0 0 68 19 Songgon (LMDH) 78 238 0 316 0 0 190 20 Glagah 0 0 0 0 0 0 0 21 Licin 0 8 0 8 0 0 33 22 Banyuwangi 0 0 0 0 0 0 0 23 Giri 0 0 0 0 0 0 0 24 Kalipuro 5 10 0 15 0 0 30 25 Wongsorejo 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah/Total 2011 101 316 0 417 0 0 413 2010 132 519 - 651 - - 451 2009 125 530 - 655 22,92 350,00 456

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(28)

195

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.2.6

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Cengkeh Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Clove per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas

Jml Petani TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha/th)

1 Pesanggaran 0 0 0 0 0 0 0 2 Siliragung 0 0 0 0 0 0 0 3 Bangorejo 0 0 0 0 0 0 0 4 Purwoharjo 0 0 0 0 0 0 0 5 Tegaldlimo 0 0 0 0 0 0 0 6 Muncar 0 0 0 0 0 0 0 7 Cluring 0 0 0 0 0 0 0 8 Gambiran 0 0 0 0 0 0 0 9 Tegalsari 0 0 0 0 0 0 0 10 Glenmore 0 27 0 27 0 350 64 11 Kalibaru 0 42 0 42 0 500 78 Kalibaru LMDH 0 0 0 0 0 12 Genteng 0 16 0 16 0 350 64 13 Srono 0 0 0 0 0 0 0 14 Rogojampi 0 10 0 10 0 200 48 15 Kabat 0 0 0 0 0 0 0 16 Singojuruh 0 5 0 5 0 200 24 17 Sempu 0 56 0 56 0 450 89 18 Songgon 5 123 0 128 0 650 421 19 Glagah 17 21 0 38 0 600 103 20 Licin 60 42 0 102 0 600 112 21 Banyuwangi 0 0 0 0 0 0 0 22 Giri 0 6 0 6 0 300 18 23 Kalipuro 37 158 0 195 0 650 397 24 Wongsorejo 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah/Total 2011 119 506 0 625 0 4.850,00 1.418 2010 21 494 0 515 8.629,33 16.755,98 1.321 2009 6 494 0 500 2.929,00 5.658,00 1.321

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(29)

Tabel/Table : 6.2.7

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Kakao Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Cocoa per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas

Jml Petani TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha/th)

1 Pesanggaran 40 9 0 49 5,4 600 28 2 Siliragung 50 15 0 65 9 600 36 3 Bangorejo 5 0 0 5 0 0 16 4 Purwoharjo 6 0 0 6 0 0 8 5 Tegaldlimo 20 0 0 20 0 0 46 6 Muncar 0 0 0 0 0 0 0 7 Cluring 39 0 0 39 0 0 60 8 Gambiran 0 0 0 0 0 0 0 9 Tegalsari 0 0 0 0 0 0 0 10 Glenmore 8 0 0 8 0 0 16 11 Kalibaru 0 0 0 0 0 0 0 Kalibaru LMDH 12 Genteng 0 0 0 0 0 0 0 13 Srono 0 0 7 7 0 0 12 14 Rogojampi 29 0 5 34 0 0 79 15 Kabat 0 0 5 5 0 0 11 16 Singojuruh 0 0 0 0 0 0 0 17 Sempu 53 12 7 72 6 500 94 18 Songgon 68 35 0 103 17,5 500 76 19 Glagah 2 0 0 2 0 0 1 20 Licin 0 0 0 0 0 0 0 21 Banyuwangi 0 0 0 0 0 0 0 22 Giri 0 0 0 0 0 0 0 23 Kalipuro 3 0 0 3 0 0 0 24 Wongsorejo 0 0 0 0 0 0 0 Jumlah/Total 2011 323 71 24 418 37,9 533,80 483 2010 302 71 24 397 28,4 0,07 483 2009 199 71 24 294 261 316 249

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(30)

197

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.2.8

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Kapuk Randu Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Cottonwoods per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas Jumlah/Total TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha/th) Petani 1 Pesanggaran - 38,00 - 38,00 - - 78 2 Siliragung - 27,00 - 27,00 - - 98 3 Bangorejo - 15,00 3,00 18,00 - - 58 4 Purwoharjo - 11,00 2,00 13,00 - - 17 5 Tegaldlimo 10,00 50,00 3,00 63,00 - - 150 6 Muncar - 21,00 1,00 22,00 - - 41 7 Cluring - 35,00 5,00 40,00 - - 89 8 Gambiran - 18,00 7,00 25,00 - - 95 9 Tegalsari - 11,00 9,00 20,00 - - 45 10 Glenmore - - - - 11 Kalibaru - - - - Kalibaru LMDH - - - - 12 Genteng - - - - 13 Srono - 1,00 - 1,00 - - 21 14 Rogojampi - 3,00 - 3,00 - - 23 15 Kabat - - - - 16 Singojuruh - - - - 17 Sempu - - - - 18 Songgon - - - - 19 Glagah - - - - 20 Licin - - - - 21 Banyuwangi - 4,00 - 4,00 - - - 22 Giri - - - - 23 Kalipuro - 2,00 - 2,00 - - 24 24 Wongsorejo 54,00 156,00 65,00 275,00 - - 1.263 Jumlah/Total 2011 64,00 392,00 95,00 551,00 - - 2.002 2010 64,00 342,00 30,00 436,00 89,83 206,03 1.978 2009 64,00 392,00 30,00 486,00 82,32 273,00 2 002

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(31)

Tabel/Table : 6.2.9

Luas Panen, Rata-rata Produksi dan Total Produksi Tembakau Rajang Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of Chopped Tobacco per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas Jumlah/Total TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha/th) Petani 1 Pesanggaran - 11,00 - 11,00 9,90 900 - 2 Siliragung - - - - 3 Bangorejo - - - - 4 Purwoharjo - 4,00 - 4,00 3,60 900 - 5 Tegaldlimo - 24,00 - 24,00 24,00 1.000 - 6 Muncar - 98,00 - 98,00 117,60 1.200 - 7 Cluring - 59,00 - 59,00 59,00 1.000 - 8 Gambiran - 6,00 - 6,00 - - - 9 Tegalsari - - - - 10 Glenmore - - - - 11 Kalibaru - - - - Kalibaru LMDH 12 Genteng - - - - 13 Srono - 163,00 - 163,00 195,60 1.200 - 14 Rogojampi - 108,00 - 108,00 129,60 1.200 - 15 Kabat - 59,00 - 59,00 70,80 1.200 - 16 Singojuruh - - - - 17 Sempu - - - - 18 Songgon - - - - 19 Glagah - 12,00 - 12,00 10,80 900 - 20 Licin - - - - 21 Banyuwangi - 5,00 - 5,00 4,50 900 - 22 Giri - - - - 23 Kalipuro - 53,00 - 53,00 58,30 1.100 - 24 Wongsorejo - 27,00 - 27,00 32,40 1.200 74 Jumlah/Total 2011 - 629,00 - 629,00 716,10 1.138,47 74 2010 - - - - 2009 - - - -

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(32)

199

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel /Table : 6.2.10

Luas Panen, Rata-rata Prod. dan Total Produksi Tembakau White Burlye Menurut Kecamatan Tahun 2011 Harvest Area, Average Production, and Total Production of White Burlye Tobacco per Districts , 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas

Jml Petani TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha/th)

1 Pesanggaran - 9 - 9 10,80 1.200 13 2 Siliragung - 1 - 1 1,20 1.200 6 3 Bangorejo - 5 - 5 6,00 1.200 10 4 Purwoharjo - 1 - 1 1,20 1.200 5 5 Tegaldlimo - - - - 6 Muncar - - - - 7 Cluring - 9 - 9 10,80 1.200 23 8 Gambiran - 3 - 3 3,60 1.200 9 9 Tegalsari - 6 - 6 7,20 1.200 21 10 Glenmore - - - - 11 Kalibaru - 11 - 11 13,20 1.200 22 Kalibaru LMDH - - - - 12 Genteng - 16 - 16 19,20 1.200 25 13 Srono - 8 - 8 9,60 1.200 23 14 Rogojampi - 5 - 5 6,00 1.200 6 15 Kabat - 8 - 8 9,60 1.200 19 16 Singojuruh - 19 - 19 22,80 1.200 35 17 Sempu - 4 - 4 4,80 1.200 8 18 Songgon - 35 - 35 42,00 1.200 64 19 Glagah - 9 - 9 10,80 1.200 24 20 Licin - 7 - 7 8,40 1.200 9 21 Banyuwangi - 3 - 3 3,60 1.200 5 22 Giri - 4 - 4 4,80 1.200 7 23 Kalipuro - 18 - 18 21,60 1.200 35 24 Wongsorejo - - - - Jumlah/Total 2011 - 181 - 181 217 1.200 369 2010 - - - - 2009 - - - -

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(33)

Tabel /Table : 6.2.11

Luas Areal dan Produksi Tembakau Kasturi Menurut Kecamatan Tahun 2011 Area and Production of Kasturi Tobacco by Districts, 2011

No. Kecamatan/

Districts

Luas Area (Ha) Produksi Protas

Jml Petani TBM TM TT / TR Jumlah (Ton) (Kg/ha)

1 Pesanggaran - - - - - - - 2 Siliragung - - - - - - - 3 Bangorejo - - - - - - - 4 Purwoharjo - - - - - - - 5 Tegaldlimo - - - - - - - 6 Muncar - - - - - - - 7 Cluring - - - - - - - 8 Gambiran - - - - - - - 9 Tegalsari - - - - - - - 10 Glenmore - - - - - - - 11 Kalibaru - - - - - - - Kalibaru LMDH - - - - - - - 12 Genteng - - - - - - - 13 Srono - - - - - - - 14 Rogojampi - - - - - - - 15 Kabat - - - - - - - 16 Singojuruh - - - - - - - 17 Sempu - - - - - - - 18 Songgon - - - - - - - 19 Glagah - - - - - - - 20 Licin - - - - - - - 21 Banyuwangi - - - - - - - 22 Giri - - - - - - - 23 Kalipuro - - - - - - - 24 Wongsorejo - 537 - 537 644 1.200 74 Jumlah/Total 2011 - 537 - 537 644 1.200 74 2010 - - - - - - - 2009 - - - - - - -

Sumber : Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan Kab Banyuwangi Source : The Agriculture, Foresty, and Plantation Service of Banyuwangi Regency Keterangan/Annotation :

TBM : Tanaman Belum Menghasilkan/Immature Crops TM : Tanaman Menghasilkan/Productive Crops TT / TR : Tanaman Tua atau Rusak/Old Crops

(34)

201

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.3.1

Realisasi Penjualan Hasil Hutan KPH Banyuwangi Utara Menurut Jenis Produksi Tahun 2011 Selling Realitation of Forest Product by North Banyuwangi KPH by Kind of Product, 2011

No. Jenis Produksi Satuan Penjualan Nilai (000 Rp)

1 2 3 4 5 1 Kayu Pertukangan : - Jati M3 36.409,07 - Rimba M3 400,20 2 Kayu Bakar : - Jati Sm 564,00 - Rimba Sm 30,00

3 Getah Pinus Ton 555.126,00

4 Getah Damar / Kopal Ton

5 Kelapa Btr 6 Gondorukem Ton 7 Terpentin Ton 8 Kopi Ton\Oce 9 Rotan Btg

Sumber /Source: Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyuwangi Utara

Keterangan/Anotation: KPH tidak menjual hasil hutan Kayu,penjualan dilakukan oleh KBM/KPH doesn’t sale woods as forest production but KBM.

(35)

Tabel/Table : 6.3.2

Produksi Hasil Hutan KPH Banyuwangi Utara Menurut Jenis Produksi Tahun 2011 Forest Product of North Banyuwangi KPH By Kind of Product, 2011

No. Jenis Produksi Satuan Produksi

1 Kayu Pertukangan : - Jati M3 36.409 - Rimba M3 400 2 Kayu Bakar : - Jati Sm 564 - Rimba Sm 30

3 Getah Pinus Ton 555.126

4 Getah Damar / Kopal Ton

5 Kelapa Btr. 6 Gondorukem Ton 7 Terpentin Ton 8 Kopi Ton/Oce 9 Rotan Btg

(36)

203

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

(37)

Tabel/Table : 6.3.3

Luas Kawasan Hutan ( Ha ) KPH Banyuwangi Utara Menurut Fungsinya Tahun 2011 Forest Area of North Banyuwangi KPH by Function, 2011

No Fungsi Hutan Luas (Ha)

1 Hutan Produksi 30.738,00 - HP Tetap 33.746,56 - HP Terbatas - - HP Lain (KTL) 20.453,40 2 Hutan Lindung 1.678,50 3 Hutan Konservasi - Cagar Alam - Suaka Margasatwa - Taman Wisata - Taman Nasional 4 Hutan Rakyat 1,00 5 Hutan Lainnya Jumlah Kawasan Hutan

6 Reboisasi - Jati - Non Jati

7 Tanaman Tumpang Sari

- Jati 208,84 - Non Jati 10,10

8 Tanaman Banjar Harian

- Jati - - Non Jati -

9 Luas Kebakaran Hutan

10 Kawasan Lindung 20.247,50 - Hutan 1.678,50 - Non Hutan

(38)

205

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.3.4

Luas Kawasan Hutan ( Ha ) KPH Banyuwangi Barat Menurut Fungsinya Tahun 2011 Forest Area of West Banyuwangi KPH by Function, 2011

No Fungsi Hutan Luas (Ha)

1 Hutan Produksi - HP Tetap 15.107,70 - HP Terbatas - - HP Lain - 2 Hutan Lindung 27.599,46 3 Hutan Konservasi - - Cagar Alam - - Suaka Margasatwa - - Taman Wisata - - Taman Nasional - 4 Hutan Rakyat - 5 Hutan Lainnya - Jumlah Kawasan Hutan 42.707,16 6 Reboisasi

- Jati -

- Non Jati 297,90

7 Tanaman Tumpang Sari

- Jati -

- Non Jati 163,55

8 Tanaman Banjar Harian

- Jati -

- Non Jati 134,35

9 Luas Kebakaran Hutan - 10 Kawasan Lindung

- Hutan -

- Non Hutan -

(39)

Tabel/Table : 6.3.5

Produksi Hasil Hutan KPH Banyuwangi Barat Menurut Jenis Produksi Tahun 2011 Forest Production of West Banyuwangi KPH by Type of Product, 2011

No. Jenis Produksi Satuan Produksi

1 2 3 4 1 Kayu Pertukangan : - Jati M3 - - Rimba M3 46.049 2 Kayu Bakar : - Jati Sm - - Rimba Sm 3.517

3 Getah Pinus Ton 4.673

4 Getah Damar / Kopal Ton 85

5 Kelapa Btr. - 6 Gondorukem Ton - 7 Terpentin Ton - 8 Kopi Kg 53.594 9 Rotan Btg -

(40)

207

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.3.6

Realisasi Penjualan Hasil Hutan di KPH Banyuwangi Barat Menurut Jenis Produksi Tahun 2011 Selling Realitation of Forest Product by West Banyuwangi KPH

by Kind of Product, 2011

No. Jenis Produksi Satuan Penjualan Nilai (000 Rp)

1 2 3 4 5 1 Kayu Pertukangan : - Jati M3 - - - Rimba M3 - - 2 Kayu Bakar : - Jati Sm - - - Rimba Sm - -

3 Getah Pinus Ton - -

4 Getah Damar / Kopal Ton - -

5 Kelapa Btr - - 6 Gondorukem Ton - - 7 Terpentin Ton - - 8 Kopi Ton\Oce - - 9 Rotan Btg - -

Sumber /Source: Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyuwangi Barat

Keterangan/Anotation: KPH tidak menjual hasil hutan Kayu,penjualan dilakukan oleh KBM/KPH doesn’t sale woods as forest production but KBM.

(41)

Tabel/Table : 6.3.7

Realisasi Penjualan Hasil Hutan di KPH Banyuwangi Selatan Menurut Jenis Produksi Tahun 2011 Selling Realitation of Forest Product by South Banyuwangi KPH

by Kind of Product, 2011

No. Jenis Produksi Satuan Penjualan Nilai (000 Rp)

1 2 3 4 5 1 Kayu Pertukangan : - Jati M3 - - - Rimba M3 - - 2 Kayu Bakar : - Jati Sm - - - Rimba Sm - -

3 Getah Pinus Ton - -

4 Getah Damar / Kopal Ton - -

5 Kelapa Btr - - 6 Gondorukem Ton - - 7 Terpentin Ton - - 8 Kopi Ton\Oce - - 9 Rotan Btg - -

Sumber /Source: Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyuwangi Selatan

(42)

209

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.3.8

Produksi Hasil Hutan Menurut KPH Banyuwangi Selatan Menurut Jenis Produksi Tahun 2011 Forest Production of West Banyuwangi KPH by Type of Product, 2011

No. Jenis Produksi Satuan Produksi

1 2 3 4 1 Kayu Pertukangan : - Jati M3 8.892.064 - Rimba M3 6.699.330 2 Kayu Bakar : - Jati Sm 241,5 - Rimba Sm 32,5 3 Getah Pinus Ton 1.115.378

4 Getah Damar / Kopal Ton -

5 Kelapa Butir 17.667 6 Gondorukem Ton - 7 Terpentin Ton - 8 Kopi Ton 4.701 9 Rotan Batang -

(43)

Tabel/Table : 6.3.9

Luas Kawasan Hutan ( Ha ) KPH Banyuwangi Selatan Menurut Potensinya Tahun 2011 Forest Area of West Banyuwangi KPH by Potention, 2011

No BKPH RPH Kecamatan Luas (Ha) Hutan Produksi Luas (Ha) Hutan Lindung Luas (Ha) LDTI/TBP Bukan untuk Hutan Produksi Luas (Ha) Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 1 BKPH Genteng RPH Malangsari Kalibaru 1.423,90 2.710,40 - 4.134,30 BKPH Genteng RPH Pecinan Gambiran 2.128,80 97,50 259,50 2.485,80 RPH Karangharjo Gambiran 1.941,80 457,80 65,60 2.465,20 Pesanggara n 203,80 - - 203,80 5.698,30 3.265,70 325,10 9.289,10 2 BKPH Pesanggaran RPH Curahlele Pesanggara n 3.773,10 - 50,10 3.823,20 RPH Senepo Utara Pesanggara n 1.414,40 1.633,40 45,50 3.093,30 RPH Senepo Selatan Pesanggara n 1.355,10 - 112,70 1.467,80 6.542,60 1.633,40 208,30 8.384,30 3 BKPH Sukomade RPH Pulomerah Pesanggara n 4.384,80 94,20 123,50 4.602,50 RPH Kesilirbaru Pesanggara n 1.575,40 1.864,00 560,30 3.999,70 5.960,20 1.958,20 683,80 8.602,20 4 BKPH Pedotan RPH Tegalwagah Pesanggara n 412,00 - 10,90 422,90 RPH Pecemenga n Pesanggara n 1.582,50 - 54,40 1.636,90 RPH Purwosari Pesanggara n 1.504,70 - 99,30 1.604,00 3.499,20 - 164,60 3.663,80

(44)

211

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

No BKPH RPH Kecamatan Luas (Ha) Hutan Produksi Luas (Ha) Hutan Lindung Luas (Ha) LDTI/TBP Bukan untuk Hutan Produksi Luas (Ha) Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 5 BKPH Curahjati RPH Grajagan Purwoharjo 1.982,20 820,50 36,30 2.839,00 RPH Curahjati Purwosari 1.270,20 - 62,20 1.332,40 RPH Curahjati Tegaldlimo 290,00 - 58,50 348,50 RPH Tegalsari Tegaldlimo 920,90 - 183,20 1.104,10 4.463,30 820,50 340,20 5.624,00 6 BKPH Karetan RPH Sumber-jambe Pesanggaran 283,00 - 269,10 552,10 RPH Gaul Purwoharjo 1.540,20 - 261,00 1.801,20 RPH Karetan Purwoharjo 1.464,40 - 13,40 1.477,80 3.287,60 - 543,50 3.831,10 7 BKPH Blambangan RPH Kalipait Tegaldlimo 2.554,70 - 252,60 2.807,30 RPH Kedung-gebang Tegaldlimo 1.127,10 - 81,60 1.208,70 Muncar 305,00 - - 305,00 RPH Muncar Muncar 436,30 - - 436,30 RPH Purwo Tegaldlimo 960,50 - 68,40 1.028,90 5.383,60 - 402,60 5.786,20 34.834,80 7.677,80 2.668,10 45.180,70

(45)

Tabel/Table : 6.3.10

Luas Kawasan Taman Nasional Meru Betiri Menurut Wilayah Tahun 2011 Total Area of Meru Betiri National Park by Area, 2011

No. Kabupaten Kecamatan/Desa Luas (Ha)

1 2 3 4

1 Banyuwangi Pesanggaran / Sarongan 14.391,59 2 Jember Tempurejo / Andongrejo 27.279,00 Jumlah/Total 41.670,59

Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri Source : National Park Office of Meru Betiri

(46)

213

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.3.11

Luas Kawasan Taman Nasional Meru Betiri Menurut Zonasi Tahun 2011 Area of Meru Betiri National Park by Zonation, 2011

No. Zonasi Luas (Ha)

1 2 3

1 Zona Inti 28.707,70

2 Zona Rimba 20.897,20

3 Zona Perlindungan Bahari 2.603,00

4 Zona Pemanfaatan 273,30 5 Zona Tradisional 285,30 6 Zona Rehabilitasi 2.733,50 7 Zona Khusus 345,00 8 Enclave - Jumlah/Total 55.845,00

Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri Source : National Park Office of Meru Betiri

(47)

Tabel/Table : 6.3.12

Potensi Sumber Daya Air Taman Nasional Meru Betiri Tahun 2011 Potention of Water Resources, Meru Betiri National Park, 2011

No Potensi Sumber Air Lokasi Ciri Kecepatan

m/detik Kedalaman

1 2 3 4 5 6

1 Sungai Sukomade Sukamade Air Jernih 0,705 30-95

2 Sungai Kalisanen Baban,Senenrej

o Keruh Coklat 0,812 82-182

Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri Source : National Park Office of Meru Betiri

(48)

215

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.3.13

Penerimaan Karcis Masuk TN. Meru Betiri Tahun 2011 Admissions of Login Tickets, Meru Betiri National Park, 2011

Tahun Karcis (Lembar) Uang (Rp) Keterangan

1 2 3 4

2011 4.402 25.208.750 Pengunjung, peneliti, roda 2 & 4, pengambilan foto/gambar

Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri Source : National Park Office of Meru Betiri

(49)

Tabel/Table : 6.3.14

Distribusi Bulanan Telur Penyu yang Ditetaskan Tahun 2011 Monthly Distribution of Hatched Turtle Eggs, 2011

No Bulan/

Month

Jenis Penyu

Belimbing Hijau Sisik Selengkrah Jumlah/Total

M G M G M G M G M G 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 Januari - - 5.734 2.953 - - - - 5.734 2.953 2 Febuari - - 9.680 2.631 - - - - 9.680 2.631 3 Maret - - 12.134 4.634 213 87 - - 12.347 4.721 4 April - - 13.902 2.908 229 32 - - 14.131 2.940 5 Mei - - 6.770 2.412 - - 82 122 6.852 2.534 6 Juni - - 6.693 1.667 - - 177 180 6.870 1.847 7 Juli - - 5.596 1.674 - - 572 518 6.168 2.192 8 Agustus - - 3.505 1.176 - - 253 435 3.758 1.611 9 Sepember - - 5.942 1.864 - - 205 212 6.147 2.076 10 Oktober - - 6.390 1.758 - - - - 6.390 1.758 11 Nopember - - 1.147 2.085 - - - - 1.147 2.085 12 Desember - - 1.501 3.417 - - - - 1.501 3.417 Tahun/Year 2011 - - 78.994 29.179 442 119 1.289 1.467 80.725 30.765

Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri Source : National Park Office of Meru Betiri

(50)

217

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Tabel/Table : 6.3.15

Luas Kawasan Taman Nasional Alas Purwo Area of Alas Purwo National Park

No. Zona Luas(Ha)

1 2 3 1 Zona Inti 17.150 2 Zona Rimba 24.207 3 Zona Rehabilitasi 620 4 Zona Tradisional 783 5 Zona Pemanfaatan 660 Jumlah/Total 43.420

Sumber: Balai Taman Nasional Alas Purwo Source : National Park Office of Alas Purwo

(51)

Tabel/Table: 6.3.16

Fauna yang Dilindugi Berdasarkan PP NO. 7 Tahun 1999

Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa Di Taman Nasional Alas Purwo Protected Fauna Based on PP NO. 7 Tahun 1999

About Flora and Fauna Preservation in Alas Purwo National Park

No. Nama Lokal/Local Name Nama Ilmiah/Scientific Name Status IUCN A MAMALIA

1 Banteng Bos javanicus Endangered

2 Rusa Cervus timorensis Vulnerable

3 Ajag Cuon alpimus Endangered

4 Tando/Kubung/Walangkekes Cynocephalus variegatus Least Concern 5 Kucing Kuwuk Prionailurus bangalensis Sin Felis bangalensis Least Concern

6 Kucing Bakau Prionailurus viverrina Sin Felis viverrina Endangered 7 Bajing Tanah Bergaris Lariscus insignis Least Concern

8 Trenggiling Manis javanicus Endangered

9 Kijang Muntiacus muntjak Least Concern

10 Teledu Sigung Mydaus javanensis Least Concern 11 Macan Tutul Panthera pardus Near Threatened 12 Linsang/Musang Congkok Prionodon linsang Least Concern

13 Jelarang Ratufa bicolor Near Threatened

14 Kancil Tragulus javanicus Least Concern B AVES

1 Elang laut perut putih Haliaeetus leucogaster Least Concern 2 Elang Bondol Haliastur indus Least Concern 3 Elang-ikan kelabu Ichthyophaga ichthyaetus Near Threatened 4 Elang hitam Ictinaetus malayensis Least Concern 5 Elang-ular bido Spilornis cheela Least Concern 6 Elang Jawa Nisaetus bartelsi Sin. Spizaetus bartelsi Endangered 7 Elang brontok Nisaetus cirrhatus Sin. Spizaetus cirrhatus Least Concern 8 Elang-alap nipon Accipiter gularis Least Concern 9 Elang Alap Cina Accipiter solonensis Least Concern 10 Elang jambul Accipiter trivirgatus Least Concern 11 Elang tikus Elanus caeruleus Least Concern 12 Sikep-madu asia Pernis ptilorhynchus Least Concern

(52)

219

Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka Tahun 2012

Lanjutan Tabel /Continuation Table : 6.3.16 No. Nama Lokal/Local Name Nama Ilmiah/Scientific Name Status IUCN

13 Merak Pavo muticus Endangered

14 Madu Jawa Aethopyga mystacalis Least Concern 15 Pijantung gunung Arachnothera affinis Least Concern 16 Pijantung kecil Arachnothera longirostra Least Concern 17 Jalak Putih Sturnus melanopterus Critically Endangered 18 Ceceret Jawa Psaltria exilis Least Concern 19 Raja Udang Eurasia Alcedo atthis Least Concern 20 Raja Udang Biru Alcedo coerulescens Least Concern 21 Raja Udang-merah api Ceyx rufidorsa Least Concern 22 Cekakak jawa Halcyon cyanoventris Least Concern 23 Cekakak cina Halcyon pileata Least Concern 24 Cekakak suci Todirhampus sanctus Sin. Halcyon sancta Least Concern 25 Elang Perut-karat Lophotriorchis keinerii Sin. Hieraaetus keinerii Least Concern 26 Cekakak Sungai Todirhampus chloris Sin. Halcyon chloris Least Concern 27 Mentok Rimba Cairina scutulata Endangered 28 Pecuk-ular Asia Anhinga melanogaster Near Threatened 29 Kuntul Kerbau Bubulcus ibis Least Concern 30 Kuntul Besar Egretta alba Least Concern 31 Kuntul Kecil Egretta garzeta Least Concern 32 Kuntul Perak Egretta intermedia Least Concern 33 Kuntul Karang Egretta sacra Least Concern 34 Kangkareng Perut Putih Anthracoceros albirostris Least Concern 35 Rangkong Badak Buceros rhinoceros Near Threatened 36 Julang Emas Rhyticeros undulates Sin Aceros undulatus Least Concern 37 Wili-wili Besar Esacus masnirostris Sin. Esacus giganteus Near Threatened 38 Takor Tohtor Megalaima armillaris Least Concern 39 Takur Tulang Tumpuk Megalaima javanensis Near Threatened 40 Gajahan Besar Numenius arquata Near Threatened 41 Gajahan Timur Numenius madagascariensis Vulnerable

Referensi

Dokumen terkait

Kurangnya partisipasi aktif masyarakat dalm proses politik dimasa Orde Baru disebabkan oleh tekanan, monopoli kekuasaan, mobilisasi, besarnya peranan militer dan

Bu örgütün ne iş yaptığı konusunda, Amerikan EIR (Executive Intelligence Review) grubunun yazdığı 'The Ugly Druth About the ADL' (ADL Hakkındaki Çirkin Gerçek) adlı

Pengukuran bearing dari satu titik kawalan ke titik kawalan yang lain yang ditandakan di atas peta boleh dibuat melalui beberapa peringkat contohnya di antara titik K

Ketangguhan metode adalah derajat ketertiruan hasil uji yang diperoleh dari analisis sampel yang sama dalam berbagai kondisi uji normal, seperti laboratorium, analisis, instrumen,

Leli Nailul Muna, 11410015, Pengaruh Peran Ayah (Fathering) terhadap Determinasi Diri (Self Determination) Pada Remaja kelas X di SMAN 3 Malang, Skripsi, Fakultas

Coelom adalah rongga tubuh yang muncul di dalam mesoderm embrionik sehingga rongga terletak di antara dinding tubuh (integumen; ectoderm) dan usus (endoderm) dan dilapisi oleh

Tingkat kesesuaian antara critical success factors dan parenting opportunities yang dimiliki oleh masing-masing unit bisnis dengan parenting characteristics yang

Kemudahan transisi dari sistem kontrol sebelumnya (misalnya dari sistem kontrol berbasis relay mekanis) dan kemudahan trouble-shooting dalam konfigurasi sistem