• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam aktivitas kegiatan perkotaan telah didiskusikan sejak tahun 1970-an di negara maju sebagai strategi untuk mengurangi tingkat kemacetan, mengurangi komsumsi energi serta menurunkan tingkat polusi emisi kendaraan. Sekitar tahun 1990-an pemanfaatan teknologi dan informasi mulai dikembangkan diberbagai bidang untuk menunjang aktivitas kegiatan, diantaranya berupa bekerja jarak jauh (telecommuting/telework), belanja jarak jauh (teleshopping), belajar jarak jauh (telelearning) dan lain sebagainya. Dalam beberapa penelitian yang telah dilakukan di negara maju, menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan teknologi ini dibeberapa aktivitas kegiatan mampu mengurangi jumlah pergerakan ± 5 - 20 %.

Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global

Di Negara Indonesia, khususnya kota-kota besar, perkembangan TIK yang sangat pesat terjadi sekitar tahun 1995-an sebagai akibat adanya pengaruh dari negara-negara maju. Perkembangan teknologi ini mampu mempengaruhi/mengubah aktivitas kegiatan masyarakat di perkotaan. Sebelum ada perkembangan teknologi ini, bagi kebanyakan masyarakat perkotaan di

(2)

Indonesia pada umumnya, paradigma bekerja, belanja, sekolah harus dilakukan dengan cara berinteraksi dalam satu tempat atau tidak bisa dilakukan secara jarak jauh. Dengan adanya TIK memberikan berbagai kemudahan berkomunikasi, memberikan berbagai peluang kepada semua orang, serta memberikan pilihan-pilihan yang tidak tersedia sebelumnya. Sebagai contoh nyata dalam penggunaan TIK adalah bekerja dengan cara jarak jauh. Pemanfaatan teknologi ini memang mengubah persepsi tentang cara dan di mana bekerja. Dimensi ruang dan waktu yang mengharuskan bekerja dilakukan di kantor pada waktu yang ditentukan, untuk beberapa jenis pekerjaan sudah tidak berlaku lagi.

Namun demikian tidak semua aktivitas kegiatan di perkotaan dapat diganti/memanfaatkan teknologi tersebut, ada beberapa kegiatan yang harus menggunakan dimensi ruang dan waktu, sehingga masih menimbulkan pergerakan untuk keperluan aktvitas tertentu. Pada dasarnya pergerakan terjadi akibat adanya dua fungsi ruang dan jenis kegiatan yang berbeda dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Adanya beberapa jenis kegiatan yang dapat memanfaatkan teknologi ini pada akhirnya tidak menimbulkan pergerakan antara zona tersebut, sehingga jumlah pergerakan dalam suatu perkotaan akan menurun.

Dalam beberapa tahun belakang ini perkembangan TIK di kota-kota besar Indonesia memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, seperti government, commerce, education, emedicine, e-laboratory, dan lainnya. Bahkan perkembangannya sudah menjangkau daerah-daerah yang masih sulit terjangkau oleh sarana transportasi. Namun demikian dilihat dari pengguna teknologi ini masih terbatas pada kalangan dengan karakteristik tertentu.

Sebagian besar perkembangan sistem kegiatan kawasan perkotaan kurang diikuti dengan pengembangan sistem jaringan yang memadai, atau dengan kata lain permintaan pergerakan (demand) lebih besar dari penawaran pergerakan (supply). Akibat dari kondisi ini yang terjadi adalah sistem jaringan kurang mampu dalam menfasilitasi sistem kegiatan tersebut. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya gangguan pergerakan, diantaranya berupa kemacetan lalu lintas,

(3)

Salah satu cara untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan menggantikan ketergantungan terhadap ruang dengan memanfaatkan TIK.

Untuk melihat apakah peran Teknologi Informasi khususnya internet mempengaruhi karakteristik pola pergerakan maka perlu dilihat hubungan teknologi ini dengan karakteristik perjalanan. Karakteristik perjalanan dapat dilihat dari variabel jarak tempuh, biaya dan waktu tempuh perjalanan. Karakteristik ini juga berhubungan dengan jenis aktivitas yang dilakukan oleh pelaku perjalanan. Ada kemungkinan bahwa semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakin besar pula pergerakan yang dilakukan. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (khususnya internet) dapat menggantikan peran transportasi bagi aktivitas kegiatan tertentu. Dengan demikian karakteristik pergerakan antara pengguna dan non pengguna TIK akan berbeda baik dari segi jarak tempuh, biaya dan waktu perjalanan. Penelitian ini nantinya akan membuktikan beberapa karakteristik pola pergerakan antara pengguna dan non pengguna TIK dengan menggunakan metode hipotesis terhadap variabel-variabel pola pergerakan.

1.2 Identifikasi Masalah

Penggunaan internet yang semakin berkembang pesat di kota-kota besar di Indonesia dalam kurun waktu belakangan ini memungkinkan terjadinya perubahan pola pergerakan masyarakat. Berdasarkan fenomena di kota-kota bear global pada umumnya, penggunaan internet berimplikasi pada perubahan dalam aspek aspasial yang akhirnya mengarah pada perubahan aspek spasial. Menurut Bell (2000) telah terjadi kompresi ruang dan waktu dimana individu tidak harus melakukan perjalanan menuju suatu tempat untuk berkomunikasi.

Berdasarkan uraian diatas maka pertayaan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah :

1. Sampai sejauh mana penggunaan internet mampu mempengaruhi karakteristik pola pergerakan di suatu perkotaan?

(4)

2. Seberapa besar perubahan-perubahan karakteristik pola pergerakan akibat penggunaan internet?

1.3 Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari penelitan ini adalah mengkaji karakteristik pola pergerakan akibat pengaruh penggunaan internet di daerah perkotaan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka sasaran penelitian ini adalah:

1. mengetahui perbedaan jarak tempuh perjalanan harian antara pengguna dan non pengguna internet.

2. mengetahui perbedaan waktu tempuh perjalanan harian antara pengguna dan non pengguna internet.

3. mengetahui perbedaan biaya perjalanan harian antara pengguna dan non pengguna internet.

4. mengetahui perbedaan pola perjalanan dengan melihat pola perjalanan multi tujuan (trip chaining)

1.4 Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat dari penelitian tentang kajian karakteristik pola pergerakan akibat penggunaan internet adalah sebagai berikut:

1. Memberikan wacana lain tentang pemecahan permasalahan transportasi perkotaan diantaranya kemacetan lalu lintas, peningkatan polusi udara dan lain sebagainya.

2. efisiensi dan efektivitas dalam hal waktu tempuh, biaya dan jarak tempuh pergerakan, hal ini dikarenakan pergerakan yang terjadi bersifat pergerakan komunikasi (maya), bukan pergerakan fisik

3. Mengurangi jumlah pergerakan di perkotaan, hal ini dikarenakan sebagian besar perkembangan kegiatan tidak diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana transportasi

(5)

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Pada dasarnya untuk membatasi ruang lingkup penelitian ini sangatlah tidak mudah, hal ini dikarenakan pola pergerakan masyarakat perkotaan sangat tergantung pada sistem kegiatan (tata guna lahan). Untuk itu ruang lingkup dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Dasar penelitian

Penelitian ini berbasis pada personal pelaku pergerakan, bukan berbasis pada zona, hal ini mengingat sangat sulit untuk menemukan zona kegiatan dengan karakteristik yang sama.

2. Metode Penelitian

Metode penelitian ini menggunakan uji statistik terhadap dua sampel yang berbeda (pengguna dan non pengguna internet), dengan jenis uji statistik yaitu uji hipotesis komparatif (perbandingan).

3. Variabel Karakteristik Pergerakan

Variabel karakteristik pergerakan yang akan di uji hipotesis adalah waktu tempuh harian, jarak tempuh harian, perjalanan berbagai tujuan (trip Chaining) dan biaya yang dikeluarkan dalam perjalanan.

4. Perhitungan Variabel Karakteristik Pergerakan

Proses perhitungan variabel karakteristik pergerakan dari pengguna dan non pengguna internet adalah sebagai berikut:

Jarak tempuh perjalanan

Jarak tempuh perjalanan harian pengguna dan non pengguna internet merupakan total jarak yang ditempuh dalam sehari (waktu kerja) mulai pukul 07.00 WIB – 17.00 WIB dengan berbagai moda (jalan, motor, mobil maupun angkutan umum) dan dinyatakan dalam km/hari.

Waktu tempuh perjalanan

Waktu tempuh perjalanan harian pengguna dan non pengguna internet merupakan total waktu yang digunakan selama melakukan perjalanan

(6)

dalam sehari (waktu kerja) mulai pukul 07.00 WIB – 17.00 WIB dengan berbagai moda (jalan, motor, mobil maupun angkutan umum) dan dinyatakan dalam jam

Biaya perjalanan

Biaya perjalanan harian pengguna dan non pengguna internet merupakan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan perjalanan dalam sehari (waktu kerja) mulai pukul 07.00 WIB – 17.00 WIB dengan berbagai moda (jalan, motor, mobil maupun angkutan umum) dan dinyatakan dalam rupiah/hari Perjalanan multi tujuan

Merupakan perjalanan yang dilakukan oleh pengguna dan non pengguna internet dengan berbagai tujuan dalam sehari (waktu kerja) mulai pukul 07.00 WIB – 17.00 WIB dengan berbagai moda (jalan, motor, mobil maupun angkutan umum)

5. populasi penelitian ini adalah masyarakat pengguna internet dan non pengguna internet dengan karakteristik responden adalah bekerja dibidang pendidikan, berprofesi sebagai dosen perguruan tinggi dan tinggal di Kota Bandung. Pertimbangan-pertimbangan dalam penentuan populasi penelitian adalah interaksi antara aktivitas kegiatan dengan manfaat internet. untuk lebih jelasnya mengenai interaksi tersebut dapat dilihat pada tabel 1-1 berikut ini :

Gambar 1-1 Interaksi Kegiatan Perkotaan Dengan Teknologi Internet KEGIATAN PERKOTAAN Perdagangan Perkantoran Pendidikan Industri Jasa Dll TEKNOLOGI INTERNET Komunikasi Hiburan Informasi Browsing shoping Dll Interaksi

(7)

Tabel 1-1 Interaksi Antara KegiatanPerkotaan Dengan Teknologi internet INTERAKSI DENGAN TEKNOLOGI INTERNET No KEGIATAN

PERKOTAAN Rendah Sedang Tinggi

1 Perkantoran 2 Perdagangan ⊗ 3 Pendidikan 4 Jasa ⊗ 5 Hiburan Ο 6 Industri ⊗ 7 Bisnis ⊗ 8 Kegiatan Lainnya Keterangan :

= Interaksi sangat kuat ⊗ = Interaksi sedang

Ο = tidak ada Interaksi (tidak dapat digantikan)

Dari tabel 1-1 diatas terlihat bahwa hampir sebagian besar kegiatan perkotaan terdapat interaksi dengan teknologi internet. Kondisi ini juga didukung oleh perkembangan teknologi internet yang telah menjangkau berbagai aktivitas perkotaan. Pada dasarnya adanya interaksi ruang perkotaan dengan berbagai kegiatan perkotaan tersebut akan menimbulkan potensi pergerakan yang bervariasi dari kecil sampai besar. Jika berbagai kegiatan tersebut dapat digantikan oleh teknologi internet maka setidaknya jumlah pergerakan dalam perkotaan akan semakin berkurang.

Pada penelitian ini, studi kasus yang diambil hanya salah satu jenis kegiatan perkotaan yaitu kegiatan disektor pendidikan khusus untuk pendidikan perguruang tinggi. Populasi yang diamati adalah dosen perguruan tinggi, baik dosen tetap maupun dosen tidak tetap. Pemilihan populasi ini dikarenakan adanya interaksi yang kuat antara dosen dengan pemanfaatan teknologi internet, serta status pekerjaan yang jelas.

(8)

Tabel 1-2 Interaksi Antara Aktivitas Kegiatan Responden Dengan Manfaat internet

MANFAAT PENGGUNAAN INTERNET

Komunikasi Browsing Rekreatif NO

JENIS KEGIATAN

RESPONDEN

e-mail chatting messenger

Mencari Data Informasi baru Download Program e-shopping entertaiment Pendidikan Jarak Jauh A Kegiatan Formal 1 Mengajar Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο ⊗ 2 Belajar Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο ⊗ 3 Penelitian Ο Ο Ο ⊗ Ο Ο Ο 4 Diskusi Ο ⊗ ⊗ Ο Ο Ο Ο Ο Ο 5 Rapat Ο ⊗ ⊗ Ο Ο Ο Ο Ο Ο

6 Pencarian Data dan Informasi ⊗ Ο Ο Ο

B Kegiatan Non Formal

1 Olahraga Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο

2 Antar Jemput Anak Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο Ο

3 Silaturahmi Ο ⊗ ⊗ Ο Ο Ο Ο Ο Ο 4 Belanja Ο Ο Ο Ο ⊗ Ο Ο Ο 5 Hiburan Ο Ο Ο Ο Ο 6 Pertemuan informal Ο Ο Ο Ο Ο Ο 7 Kesehatan Ο Ο Ο ⊗ ⊗ Ο Ο Ο Ο 8 Bisnis ⊗ ⊗ ⊗ Ο Ο Ο Keterangan :

= Interaksi sangat kuat ⊗ = Interaksi sedang

(9)
(10)

1.6 Sistematika Penulisan

Penelitian ini disusun dengan menggunakan sistematikan penulisan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan dan sasaran, manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

Bab II Landasan Teori

Berisi teori tentang pola pergerakan, pemodelan pola pergerakan, kajian penelitian yang telah dilakukan dan dasar-dasar statistik terutama statistik uji hipotesis komparatif

Bab III Metode Penelitian

Berisi tentang ulasan model yang sudah ada (peta penelitian), batasan dan ruang lingkup wilayah studi, identifikasi variabel, metodologi dan tahap-tahap penelitian.

Bab IV Pengumpulan dan Pengolahan Data

Berisi gambaran umum sampel penelitian baik sebelum maupun setelah penggunaan internet, aktivitas kegiatan perkotan yang telah memanfaatkan teknologi ini serta kaitannya dengan karakteristik pergerakan perkotaan.

Bab V Analisis Hasil Pengolahan Data

Berisi tentang analisis data yang telah dikumpulkan, baik data sekunder maupun data primer. Uji hipotesi komparatif karakteristik pergerakan. Analisis karakteristik pergerakan baik sebelum dan sesudah pemanfaatan internet.

Bab VI Kesimpulan dan Rekomendasi

Berisi penaikan kesimpulan dari hasil analisis data, rekomendasi serta kelemahan dan kekurangan penelitian untuk penelitian selanjutnya.

Gambar

Gambar 1-1  Interaksi Kegiatan Perkotaan Dengan Teknologi Internet
Tabel 1-1  Interaksi Antara KegiatanPerkotaan Dengan Teknologi internet  INTERAKSI DENGAN TEKNOLOGI INTERNET  No  KEGIATAN
Tabel 1-2  Interaksi Antara Aktivitas Kegiatan Responden Dengan Manfaat internet

Referensi

Dokumen terkait

Logo merupakan lambang yang dapat memasuki alam pikiran/suatu penerapan image yang secara tepat dipikiran pembaca ketika nama produk tersebut disebutkan (dibaca),

Seperti halnya dengan pengetahuan komunikasi terapeutik perawat, kemampuan perawat yang sebagian besar pada kategori cukup baik tersebut kemungkinan karena adanya

Penelitian yang dilakukan di TK AndiniSukarame Bandar Lampung betujuan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan melalui media gambar pada usia

Ketersediaan informasi lokasi rumah sakit, fasilitas dan layanan yang tersedia di rumah sakit dan tempat kejadian dapat tersedia secara jelas dan terkini sehingga penentuan

Alhamdulillahirobbil’alamin segala puji syukur dan sembah sujud, penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah, dan kasih sayang-Nya sehingga penyusun

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan