ii
RENCANA STRATEGIS 2016-2021
PENYUSUN RENCANA STRATEGIS SKPD DINAS PERHUBUNGAN
KABUPATEN PACITAN 2016
i Rencana Strategis 2016-2021 Dinas Perhubungan ini disusun oleh:
Tim Penyusun Renstra Penanggung Jawab
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Ketua
Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Sekretaris
Kepala Sub Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan
Anggota
1. Staf Sekretariat
2. Staf Bidang Manajemen Lalu Lintas dan Angkutan 3. Staf Bidang Sarana dan Prasarana Transportasi 4. Staf Bidang Pos, Telekomunikasi dan Informatika
ii
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah di Kabupaten Pacitan sebagai langkah penyesuaian perkembangan dan kemajuan di berbagai aktivitas di berbagai bidang saat ini, maka diperlukan penyesuaian Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan 2016 - 2021 sebagai wujud penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) tahun 2016 – 2021 Kabupaten Pacitan.
Penyusunan Rencana Strategis SKPD telah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang
Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi
Pelaksanaan Pembangunan Daerah Hal ini dalam rangka mencapai
keterpaduan dan sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian kegiatan yang telah diprogramkan dapat dilakukan melalui regulasi, forum koordinasi dan musyawarah rencana pembangunan.
Rencana strategis Dinas perhubungan Komunikasi dan
Informatika Kabupaten Pacitan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik antara lain; efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas dan partisipasi. Selanjutnya dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program tahunan akan dievaluasi sebagai perwujudan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Dan diharapkan kualitas serta kuantitas kinerja yang telah ditetapkan sesuai indikatornya dapat terukur.
iii Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan ini masih diperlukan banyak masukan – masukan terkait situasi dan kondisi yang semakin berkembang, untuk itu saran dan kritik sangat diharapkan guna perbaikan dalam penyusunanya
Pacitan 2016
KEPALA DINAS PERHUBUNGAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
KABUPATEN PACITAN
WIDY SUMARDJI, Ssos.
Pembina Utama Muda NIP.19600525 198103 1 012
iv
DAFTAR ISI
JUDUL ... i
PENYUSUN RENCANA STRATEGIS SKPD ... ii
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... v
BAB 1 PENDAHULUAN... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Landasan Hukum ... 3
1.3 Maksud dan Tujuan ... 4
1.4 Sistematika Penulisan ... 5
BAB 2 GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERHUBUNGAN ... 7
2.1 Tugas Fungsi dan Struktur Organisasi ... 7
2.1.1 Uraian Tugas dan fungsi ... 8
1. Sekretariat ... 8
2. Bidang Manajemen Lalu Lintas dan Angkutan ... 12
3. Bidang Prasarana Transportasi ... 16
4. Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi ... 19
5. Kelompok Jabatan Fungsional ... 23
2.1.2 Struktur Organisasi ... 23
2.2 Sumber Daya SKPD ... 25
2.3 Kinerja Pelayanan SKPD ... 27
2.3.1 Jaringan jalan ... 27
2.3.2 Sarana dan prasarana perlengkapan jalan ... 38
2.3.3 Angkutan umum ... 41
1. Angkutan Pedesaan... 42
2. Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) ... 46
3. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) ... 46
4. Angkutan Antar Jemput ... 47
5. Angkutan Perbatasan ... 47
v
2.3.4 Sarana dan Prasarana Transportasi ... 49
1. Terminal ... 49
2. Tempat pemberhentian angkutan ... 53
3. Layanan Keselamatan transportasi ... 53
4. Layanan Pemeriksaan Kendaraan bermotor… ... 56
5. Layanan Parkir... 57
2.3.5 Peningkatan Pendapatan Asli Daerah ... 60
2.3.6 Peningkatan Mutu Pelayanan ... 64
2.3.7 Peningkatan Kesadaran Masyarakat ... 64
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan SKPD ... 66
2.4.1 Tantangan Pengembangan Pelayanan ... 66
2.4.2 Peluang Pengembangan Pelayanan ... 66
BAB 3 ISU ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI . 69 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi ... 69
3.3.1 Permasalahan Bidang Perhubungan ... 69
3.2 Telaahan Visi Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ... 70
3.3 Telaahan Renstra Kementerian/Lembaga ... 73
3.3.1 Renstra Kementerian Perhubungan ... 73
3.3.2 Renstra Kementerian Komunikasi dan Informatika ... 74
3.3.3 Renstra Dinas Perhubungan dan LLAJ Propinsi Jawa Timur . 77 1. Program ... 77
2. Prioritas Pembangunan ... 83
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 86
3.4.1 Kebijakan Tataran Transportasi Wilayah Jawa Timur ... 86
3.4.2 Telaahan Terhadap Strategi Penataan Ruang Wilayah Kabupaten Pacitan ... 87
3.5 Penentuan Isu Isu Strategis... 91
3.5.1 Arah pengembangan transportasi jalan ... 91
vi BAB 4 VISI MISI TUJUAN SASARAN STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 98 4.1 Visi dan Misi Kepala Daerah... 98 4.2 Tujuan Sasaran Jangka Menengah ... 99 4.3 Strategi Kebijakan SKPD ... 104 BAB 5 RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 105 BAB 6 INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD ... 120 BAB 7 PENUTUP ... 123
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 dalam pasal 1 mengenai ketentuan umum, Rencana Strategis SKPD yang selanjutnya disingkat Renstra SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 5 (lima) tahun.
Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan Tahun 2016 – 2021 disusun berdasarkan isu strategis dan rumusan permasalahan perhubungan yang terjadi di Kabupaten Pacitan. Rumusan permasalahan perhubungan diperoleh dari jaring aspirasi masyarakat yang dikumpulkan oleh anggota tim pengumpul Renstra Dinas Perhubungan dan rumusan hasil evaluasi pembangunan sektor perhubungan, serta mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pacitan
Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan Tahun 2016 – 2021 merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dalam kurun waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun, dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.
Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan Tahun 2016 – 2021 adalah jawaban konkrit terhadap terciptanya sistem transportasi yang efektif, efisien, dan berkualitas yang merupakan tuntutan masyarakat Kabupaten Pacitan. Dengan melakukan perbuatan nyata secara sistematis dan bertahap pada seluruh Program/Kegiatan yang telah ditetapkan, yang dirumuskan secara kolektif oleh pimpinan bersama tim kerja untuk dikomunikasikan kepada seluruh komponen organisasi dan diimplementasikan guna mencapai guna mencapai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pacitan.
2
1.2 Landasan Hukum
Sebagai landasan dalam menentukan rencana strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan disusun berdasarkan:
1. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2003 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem
Perencanaan Pembangunan Nasional
3. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
4. Undang-Undang Nomor 22Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
7. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan
8. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan
9. Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Insatansi Pemerintah
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan evaluasi Pelaksanaan Pembangunan Daerah
11. Peraturan Daerah Nomor -- Tahun ---- tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021
3
1.3 Maksud dan Tujuan
Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan ini merupakan bagian dari dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya 2016–2021. Penetapan Rencana Strategis dijadikan sebagai acuan dan pedoman dalam menentukan arah kebijakan dalam melaksanakan dan mengembangkan program dalam kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang.
Adapun tujuan rencana strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan adalah adalah:
1. Menerjemahkan menjabarkan rencana program dan kegiatan serta menetapkan target kinerja dan pendanaan indikatif sebagai bentuk komitmen organisasi bagi pencapaian kinerja yang optimal.
2. Mewujudkan perencanaan dan penganggaran terpadu yang berbasis hasil/kinerja yang terukur, transparan, dan akuntabel. 3. Menciptakan mekanisme pelaksanaan program dan kegiatan
SKPD yang fokus, tidak tumpang tindih, dan terintegrasi.
4. Menciptakan mekanisme pengendalian dan evaluasi
pelaksanaan pembangunan di bidang perhubungan yang efektif dan efisien, serta
5. Sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan Anggaran, Penetapan Kinerja serta Penilaian Kinerja Tahunan;
1.4 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan rencana strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan adalah sebagai berikut:
BAB I : Pendahuluan
Memuat latar belakang, landasan hokum, maksud dan tujuan, serta sitematika penulisan
4
BAB II : Gambaran Pelayanan Dinas Perhubungan
Memuat tugas, fungsi dan struktur organisasi , sumber daya, kinerja pelayanan, serta tantangan dan peluang SKPD
BAB III : Isu isu Strategis Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Memuat identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi, Telaahan visi misis dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Telaahan Renstra Kementerian dan Lembaga, telaahan rencana tata ruang wilayah dan kajian lingkungan strategis, penentuan isu isu strategis.
BAB IV : Visi Misi Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan
Memuat visi, misi, tujuan sasaran jangka menengah, strategi kebijakan SKPD.
BAB V : Rencana Program dan Kegiatan Indikator Konerja Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif
Memuat tentang program dan kegiatan lokalitas kewenangan SKPD, program dan kegiatan lintas SKPD dan program kegiatan kewilayahan
BAB VI : Indikator Kinerja SKPD Yang Mengacu Pada Tujuan Sasaran RPJMD
Memuat indikator yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD guna mendukung visi misi Kepala Daerah
BAB VII : Penutup
Berisi ringkasan singkat dari maksud dan tujuan penyusunan
dokumen Renstra SKPD, disertai dengan harapan bahwa dokumen ini mampu menjadi pedoman pembangunan 5 (lima) tahun kedepan oleh SKPD
5
BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD
Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan yang Peraturan Pelaksanaanya atau Peraturan Bupati tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan belum disahkan, akan tetapi kami telah memberikan usulan tentang Struktur Organisasi Tata Kerja. Dinas Perhubungan merupakan unsur pelaksana bidang perhubungan dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah.
Dinas Perhubungan dalam melaksanakan tugas urusan bidang perhubungan memiliki penyelenggarakan fungsi:
a. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi Lalu Lintas dan Angkutan;
b. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi
dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi Prasarana
Transportasi; dan
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya
Struktur organisasi Dinas Perhubungan terdiri dari : 1. Kepala Dinas;
2. Sekretariat;
a. Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan; b. Sub Bagian Program,Evaluasi, dan Pelaporan 3. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan;
a. Seksi Manajemen dan Rekayasa; b. Seksi Angkutan
6 c. Seksi Pengujian Sarana
4. Bidang Prasarana Transportasi;
a. Seksi Pembangunan Prasarana Transportasi;
b. Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana
Transportasi;
c. Seksi Penerangan Jalan Umum.
5. Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi; a. Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan; b. Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan; c. Seksi Keselamatan
6. Kelompok Jabatan Fungsional.
2.1.1 Uraian tugas dan fungsi 1. Sekretariat
Sekretariat berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan dipimpin oleh
seorang Sekretaris. Sekretariat mempunyai tugas
melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan bidang ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, program, evaluasi dan pelaporan sertamelaksanakan tugas-tugas lain yang di berikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Sekretariat dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi:
a) Penyelenggaraan dan pengelolaan rumah tangga, sarana dan perlengkapan;
b) Pelaksanaan surat-menyurat, kearsipan dan
perpustakaan;
c) Pembinaan dan pengembangan serta pengelolaan administrasi kepegawaian;
7 d) Penyelenggaraan dan pengelolaan administrasi
keuangan;
e) Penyusunan program kerja dan laporan serta pelaksanaan evaluasi dan pengendalian;
f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala DinasPerhubungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
1) Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan
Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab kepada sekretaris. Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan dipimpin oleh Kepala Sub Bagian. Sub Umum, Kepegawaian, dan Keuangan, mempunyai tugas :
a) Menyusun rencana kerja ketatausahaan,
keprotokolan, rumahtangga, pengadaan dan
kepegawaian;
b) Melaksanakan pengelolaan surat-menyurat, tata naskah dinas, tata kearsipan, urusan rumah tangga, keamanan kantor dan penyelenggaraan upacara, pertemuan, rapat dinas dan kepustakaan; c) Melaksanakan tugas-tugas keprotokolan dan
administrasi perjalanan dinas;
d) Melaksanakan analisa kebutuhan dan pengadaan serta pengadministrasian perlengkapan kantor dan perbekalan lain serta inventarisasi terhadap barang-barang;
e) Melaksanakan penyusunan laporan
8 f) Melaksanakan administrasi kepegawaian yang
meliputi pengumpulan data kepegawaian, buku induk pegawai, mutasi, kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, pembinaan karier, pengurusan penghargaan dan kesejahteraan pegawai serta pensiun pegawai;
g) Mengelola administrasi tentang kedudukan dan hak pegawai, menyusun administrasi dan evaluasi kepegawaian serta penyiapan bahan pembinaan pegawai;
h) Menyiapkan dan mengusahakan peningkatan
pengetahuan, ketrampilan dan disiplin pegawai;
i) Melaksanakan pengendalian dan evaluasi
ketatausahaan, keprotokolan, rumahtangga,
pengadaan dan kepegawaian;
j) Melaksanakan koordinasi pengembangan kualitas sumber daya aparatur dengan instansi pelaksana pendidikan dan pelatihan;
k) Melaksanakan pengelolaan anggaran;
l) Melaksanakan pembukuan perhitungan anggaran dan verifikasi serta perbendaharaan;
m) Menyiapkan keuangan perjalanan dinas dan biaya-biaya lain sebagai pengeluaran dinas;
n) Melaksanakan evaluasi, menyusun laporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan keuangan; o) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh
Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2) Sub Bagian Program,Evaluasi, dan Pelaporan
Sub Bagian Program,Evaluasi, dan Pelaporan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada sekretaris.
9 Sub Bagian Program,Evaluasi, dan Pelaporan dipimpin
oleh Kepala Sub Bagian. Sub Bagian
Program,Evaluasi, Pelaporan dan Keuangan,
mempunyai tugas:
a) Menyiapkan dan mengendalikan bahan dalam
rangka perumusan rencana dan program
pembangunan di bidang Perhubungan;
b) Melaksanakan tata laksana program, evaluasi dan pelaporan;
c) Mengadakan evaluasi dan pengendalian terhadap pelaksanaan program dan anggaran;
d) Menyusun laporan kegiatan Bidang Perhubungan; e) Mendokumentasikan data hasil pelaksanaan
program dan evaluasi bidang Perhubungan;
f) Melaksanakan pengelolaan data statistik bidang Perhubungan;
g) Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait tentang perencanaan kegiatan pembangunan dan rehabilitasi; Menghimpun dan mengolah data,
menyiapkan bahan penyusunan rencana
anggaran pendapatan dan belanja dinas;
h) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Bidang Lalu Lintas Dan Angkutan
Bidang Lalu Lintas dan Angkutan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan melalui sekretaris dinas. Bidang Lalu Lintas dan Angkutandipimpin oleh Kepala Bidang. Bidang Lalu Lintas dan Angkutan mempunyai tugas melaksanakan sebagian
10 tugas Dinas Perhubungan di bidang lalu lintas dan angkutan serta melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Lalu Lintas dan Angkutan.
Bidang Lalu Lintas dan Angkutan dalam melaksanakan tugas:
a) Penyusunan bahan perencanaan program bidang lalu lintas dan angkutan ;
b) Pelaksanaan perencanaan program pembangunan bidang lalu lintas dan angkutan;
c) Pelaksanaan pengendalian program pembangunan bidang lalu lintas dan angkutan;
d) Pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data statistik lalu lintas dan angkutan;
e) Pelaksanaan pengawasan evaluasi dan pelaporan program bidang lalu lintas dan angkutan
f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Perhubungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
1) Seksi Manajemen dan Rekayasa;
Seksi Manajemen dan Rekayasa berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Seksi Manajemen dan Rekayasa dipimpin oleh Kepala Seksi.
Seksi Manajemen dan Rekayasa mempunyai tugas menyiapkan penyusunan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Penetapan prioritas angkutan massal melalui penyediaan lajur atau jalur atau jalan khusus;
11 b) Pemberian prioritas keselamatan dan kenyamanan
pejalan kaki;
c) Pemberian kemudahan bagi penyandang cacat; d) Pemisahan atau pemilahan pergerakan arus lalu
lintas berdasarkan peruntukan lahan, mobilitas, dan aksesibilitas;
e) Pengendalian Lalu Lintas pada persimpangan; f) Pengendalian Lalu Lintas pada ruas Jalan; dan/atau g) Perlindungan terhadap lingkungan
h) Persetujuan hasil analisis dampak lalu lintas pada Jalan Kabupaten;
i) Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi lalu lintas jalan;
j) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2) Seksi Angkutan
Seksi Angkutan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Seksi Angkutan dipimpin oleh Kepala Seksi.
Seksi Angkutan mempunyai tugas menyiapkan
penyusunan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Penyediaan angkutan umum untuk jasa angkutan orang dan/atau barang dalam Daerah Kabupaten; b) Penetapan kawasan perkotaan untuk pelayanan
angkutan perkotaan dalam 1 (satu) Daerah Kabupaten;
c) Penetapan rencana umum jaringan trayek
12
d) Penetapan rencana umum jaringan trayek
pedesaan yang menghubungkan 1 (satu) daerah kabupaten;
e) Penetapan tarif kelas ekonomi untuk angkutan orang yang melayani trayek angkutan perkotaan dan perdesaan di wilayah kabupaten;
f) Penerbitan izin trayek penyelenggaraan angkutan sungai dan danau untuk kapal yang melayani trayek dalam daerah kabupaten;
g) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3) Seksi Pengujian Sarana
Seksi Pengujian Sarana berada dibawah dan
bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan. Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek dipimpin oleh Kepala Seksi.
Seksi Pengujian Sarana, mempunyai tugas menyiapkan penyusunan, pelaksanaan, pembinaan pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengujian berkala kendaraan bermotor; b) Rancang bangun kendaraan yang tidak diatur dalam
peraturan perundangan-undangan;
c) Pendataan perbengkelan umum dan perakitan kapal
Pemeliharaan dan pengembangan fasilitas
pendukung dan simpul transportasi
d) Penerbitan izin kelaikan terkait dengan perawatan dan perbaikan kapal;
13 e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Bidang Prasarana Transportasi
Bidang Prasarana Transportasi berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan melalui sekretaris dinas. Bidang Prasarana Transportasi
dipimpin oleh Kepala Bidang. Bidang Prasarana
Transportasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungandi bidang prasarana transportasi sertamelaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, serta evaluasi dan pelaporan di Bidang Prasarana Transportasi.
Bidang Prasarana Transportasi dalam
melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi:
a) Penyusunan bahan perencanaan program bidang bidangprasarana transportasi;
b) Pelaksanaan perencanaan program pembangunan bidangprasarana transportasi;
c) Pelaksanaan pengendalian program pembangunan bidangprasarana transportasi;
d) Pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data statistikbidang prasarana transportasi;
e) Pelaksanaan pengawasan evaluasi dan pelaporan program bidang prasarana transportasi
f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Perhubungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
14
1) Seksi Pembangunan Prasarana Transportasi
Seksi Pembangunan Prasarana Transportasi berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang
Prasarana Transportasi. Seksi Pembangunan
Prasarana Transportasi dipimpin oleh Kepala Seksi.
Seksi Pembangunan Prasarana Transportasi
mempunyai tugas menyiapkan penyusunan,
pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyediaan perlengkapan jalan di Jalan Kabupaten;
b) Penerbitan izin penyelengaraan dan
pembangunan simpul transportasi fasilitas parkir ; c) Pembangunan dan penerbitan izin pelabuhan
pengumpan lokal;
d) Pembangunan dan penerbitan izin pembangunan pelabuhan sungai dan danau;
e) Penerbitan izin pengerjaan pengerukan di wilayah perairan pelabuhan pengumpan lokal
f) Penerbitan izin reklamasi di wilayah perairan pelabuhan pengumpan lokal;.
g) Penerbitan izin reklamasi di wiayah perairan pelabuhan pengumpan lokal;
h) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Prasarana Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya
15
2) Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Transportasi
Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Transportasi berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Prasarana Transportasi. Seksi Pengoperasian dan Perawatan Prasarana Transportasi dipimpin oleh Kepala Seksi.
Seksi Pengoperasian dan Perwatan Prasarana
Transportasi, mempunyai tugas menyiapkan
penyusunan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Penerbitan izin pengelolaan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) di dalam Daerah Lingkungan Kerja) DLKR/(Daerah Lingkungan Kepentingan) DLKP pelabuhan pengumpan lokal:
b) Pengelolaan dan pengoperasian simpul
transportasi;
c) Monitoring dan pendataan prasarana simpul transportasi;
d) Pemeliharaan dan perbaikan prasarana simpul transportasi;
e) Penerbitan izin usaha di area simpul transportasi f) Pengoperasian dan penerbitan izin pengoperasian
pelabuhan, sungai, dan danau;
g) Penerbitan izin usaha badan usaha pelabuhan di pelabuhan pengumpan lokal;
h) Penerbitan izin pengoperasian pelabuhan selama 24 jam untuk pelabuhan pengumpan lokal;
i) Pengembangan sistem informasi manajemen pengoperasian prasarana transportasi;
16 j) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan
oleh Kepala Bidang Prasarana Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3) Seksi Penerangan Jalan Umum
Seksi Penerangan Jalan Umum berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Prasarana Transportasi. Seksi Penerangan Jalan Umum dipimpin oleh Kepala Seksi.
Seksi Penerangan Jalan Umum, mempunyai tugas menyiapkan penyusunan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Pelayanan penerangan jalan umum;
b) Melaksanakan pengelolaan dan perawatan
penerangan jalan umum;
c) Melaksanakan inventarisasi sarana dan prasarana penerangan jalan umum;
d) Melaksanakan pengawasan, pengendalian dan evaluasi kegiatan penerangan jalan umum;
e) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Prasarana Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi
Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Perhubungan melalui sekretaris dinas. Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi dipimpin oleh Kepala Bidang.
17 Bidang Pengembangan Keselamatan Transportasi mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan di bidang pengembangan dan keselamatan transportasi serta melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Perhubungan sesuai dengan
tugas dan fungsinya. Bidang Pengembangan dan
Keselamatan Transportasi dalam melaksanakan tugas dan menyelenggarakan fungsi:
a) Penyusunan bahan perencanaan program bidang
pemaduan moda, teknologi perhubungan, dan
keselamatan;
b) Pelaksanaan perencanaan program pembangunan bidang pemaduan moda, teknologi perhubungan, dan keselamatan;
c) Pelaksanaan pengendalian program pembangunan bidang pemaduan moda, teknologi perhubungan, dan keselamatan;
d) Pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data
statistik bidang pemaduan moda, teknologi
perhubungan, dan keselamatan;
e) Pelaksanaan pengawasan evaluasi dan pelaporan
program bidang pemaduan moda, teknologi
perhubungan, dan keselamatan;
f) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Perhubungan sesuai dengan tugas dan fungsinya.
18
1) Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan
Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan Transportasi. Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan dipimpin oleh Kepala Seksi.
Seksi Pemaduan Moda dan Teknologi Perhubungan ,
mempunyai tugas menyiapkan penyusunan,
pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Penyediaan angkutan pemaduan moda;
b) Rencana umum jaringan trayek pemaduan moda; c) Fasilitasi angkutan perintis dalam provinsi
d) Fasilitasi perizinan angkutan perkotaan dan pedesaan yang melampaui batas 1 (satu) daerah provinsi;
e) Pengelolaan data dan informasi transportasi;
f) Pengelolaan sistem informasi manajemen dan komunikasi transportasi serta pengembangan transportasi;
g) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan danKeselamatan Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2) Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan
Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang Pengembangan danKeselamatan Transportasi. Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha Angkutan dipimpin oleh Kepala Seksi.
19
Seksi Badan Usaha dan Jasa Usaha
Angkutanmempunyai tugas menyiapkan penyusunan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Perizinan usaha jasa terkait bongkar muat barang, jasa pengurusan transportasi, angkutan perairan pelabuhan, penyewaan peralatan angkutan laut atau peralatan jasa terkait dengan angkutan laut, tally mandiri dan depo peti kemas;
b) Perizinan usaha bongkar muat barang jasa pengurusan transportasi;
c) Penyelenggaraan fasilitasi perizinan bangunan dan peralatan serta klasifikasi perbengkelan umum; d) Penerbitan izin usaha jasa terkait dengan
perawatan dan perbaikan kapal
e) Penerbitan izin usaha angkutan laut pelayaran rakyat bagi orang perorangan atau badan usaha yang berdomisili dan yang beroperasi pada lintas pelabuhan dalam daerah Kabupaten;
f) Penerbitan izin usaha angkutan laut bagi badan usaha yang berdomisili dalam daerah Kabupaten dan beroperasi pada lintas pelabuhan di daerah Kabupaten
g) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pengembangan danKeselamatan Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.
20
3) Seksi Keselamatan.
Seksi Keselamatan berada dibawah dan bertanggung
jawab kepada Kepala Bidang Pengembangan
danKeselamatan Transportasi. Seksi Keselamatan dipimpin oleh Kepala Seksi.
Seksi Keselamatan, mempunyai tugas menyiapkan penyusunan, pelaksanaan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan:
a) Audit, inspeksi dan identifikasi lokasi potensi kecelakaan serta lokasi rawan kecelakaan, inspeksi keselamatan sarana dan prasarana, pengamatan dan pemantauan keselamatan transportasi serta kelaikan sarana transportasi;
b) Manajemen keselamatan transportasi;
c) Fasilitasi sarana dan prasarana keselamatan transportasi
d) Promosi dan kemitraan keselamatan tranportasi; e) Pengembangan teknologi dan sistem informasi
keselamatan transportasi;
f) Standardisasi, regulasi, dan harmonisasi bidang keselamatan transportasi;
g) Penertiban standar norma dan regulasi
keselamatan transportasi;
h) Pencegahan, penindakan dan Penegakan hukum bidang transportasi;
i) Penyidikan kasus hukum bidang transportasi;
j) Operasional lalu lintas dan angkutan, perparkiran, sarana dan prasarana tranportasi;
21 l) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Keselamatan Transportasi sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang diatur dan ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
Kelompok jabatan fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk. Jumlah tenaga fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Jenis dan jenjang jabatan fungsional diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional mempunyai tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian, dan Keuangan
Sekretaris
.
Kepala Sub Bagian Program, Evaluasi, dan Pelaporan
Kepala Seksi Penerangan Jalan Umum
Kepala Seksi Pengoperasian dan Perawatan
Prasarana Transportasi Kepala Seksi
Pembangunan Prasarana Transportasi
Kepala Bidang Prasarana Transportasi Kepala Seksi Pengujian Sarana Kepala Seksi Angkutan Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan
Kepala Seksi Keselamatan Kepala Seksi
Badan Usaha & Jasa Usaha Angkutan
Kepala Seksi
Pemanduan moda & teknologi perhubungan
Kepala Bidang Pengembangan Keselamatan
Transportasi
Kepala Dinas
.
Kelompok Jabatan Fungsional
23
2.2 Sumber Daya SKPD
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Dinas Perhubungan didukung dengan beberapa aparatur yang terdiri dari PNS, Tenaga Kontrak, dan Tenaga PP 31. Berdasarkan jumlah, golongan/ruang dan latar belakang pendidikan formal maupun struktural, aparatur diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Klasifikasi menurut golongan/ruang
Tabel II.1 Jumlah Sumber Daya Manusia Berdasarkan Golongan/Ruang No Golongan A B C D E 1 IV 3 1 1 2 III 1 9 6 6 3 II 3 4 14 8 4 I 1 Non PNS Jumlah Sumber: Dishubkominfo 2015
b. Kasifikasi menurut jabatan structural dan fungsional Tabel II.2 Jumlah Sumber Daya Manusia Berdasarkan Jabatan Struktural maupun Fungsional
Laki-laki Perempuan A Struktural
1 Kepala Dinas Eselon IIb Eselon IIb 1
2 Eselon IIIa Eselon IIIa 1
3 Eselon IIIb Eselon IIIb 3
4 Eselon Iva Eselon Iva 10 1
B Fungsional
1 Pengujian Kendaraan Bermotor Penyelia 1
Pelaksana 3
2 Pranata Komputer
No Jabatan Jenis kelamin
24
c. Klasifikasi menurut tingkat pendidikan formal dan pendidikan pelatihan struktural dam teknis
Tabel II.3 Jumlah Sumber Daya Manusia Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Laki-laki Perempuan A Pendidikan Formal 1 S3 2 S2 3 3 3 S1/D4 12 2 14 4 D3 3 2 5 5 D2 2 2 6 SMU/SMK 28 2 30 8 SMP 3 3 9 SD B Diklat Struktural 1 Diklatpim 2 1 1 2 Diklatpim 3 4 4 3 Diklatpim 4 10 10 C Diklat/Workshop/Bintek Teknis 1 Perencanaan transportasi 1 1 2 Manajamen Angkutan 0 3 Keselamatan transportasi 1 1 4 Manajemen terminal 2 2
5 Pengujian kendaraaan bermotor 4 4
6 PPNS 4 4
Sumber: Dishubkominfo 2016 Jenjang Pendidikan
No Jenis kelamin Jumlah
Dalam rangka peningkatan Sumber Daya Manusia perlu diupayakanpengiriman personel untuk diikutsertakan pendidikan dan pelatihanstruktural dan fungsional maupun bidang teknis lainnya. Sampai tahun 2016data pengiriman peserta pendidikan dan pelatihan Dinas Perhubungan Kabupaten Pacitan adalah sebagai berikut:
25
Tabel II.4Data Pendidikan dan Pelatihan Kebutuhan dan Yang telah DiiikutiOleh SDM Dinas Perhubungan
NO Nama Diklat Yang Ada Kebutuhan
1. Diklatpim 2 1 - 2. Diklatpim 3 4 - 3. Diklatpim 4 10 - 4. PPNS 4 - 5. PKB 4 - 6. Perencanaan Trasnportasi 1 - 7. Orientasi 2 LLAJ 2 - 8. Manajemen Bendahara 1 - 9. Perhubungan Laut 1 2 10. Motoris 1 4
11. Manajemen angkutan Umum 1 - Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2015)
2.3 Kinerja Pelayanan SKPD 2.3.1 Jaringan Jalan
Pelayanan moda angkutan jalan mempunyai karakteristik, antara lain dapat melayani sampai ke pelosok dan sangat fleksibel. Untuk jangka pendek investasinya lebih rendah. Moda ini efisien untuk melayani lintas yang tidak terlalu jauh dan dengan muatan relatif kecil, akan tetapi untuk lintas jauh dan muatan yang besar menjadi tidak efisien, dan dari segi kelestarian alam dan lingkungan hidup tidak menguntungkan. Kinerja pelayanan untuk transportasi jalan, yaitu selamat, aksesibilitas, terpadu, kapasitas, teratur, lancar dan cepat, kemudahan, tepat waktu, nyaman, tarif terjangkau, tertib, aman, polusi rendah dan efisien.
Mobilitas di Kabupaten Pacitan saat ini tertumpu pada keandalan dan tingkat pelayanan jaringan jalan. Angkutan penumpang maupun barang hampir seluruhnya diangkut melalui angkutan jalan. Penurunan tingkat pelayanan dan kapasitas jalan sangat mempengaruhi kelancaran pergerakan dan menyebabkan
26 biaya sosial yang tinggi terhadap pemakai jalan. Kondisi jaringan jalan yang lebih terinci dilihat pada tabel berikut:
Tabel II.5
Panjang jalan menurut keadaan jalan dan status jalan tahun 2013-2014
Keadaan
Status Jalan
Jalan Negara Jalan Provinsi Jalan Kabupaten 2013 2014 2013 2014 2013 2014 Jenis Permukaan a. Diaspal 98.136 131.134 97.270 97.270 713.665 720.227 b. Kerikil - 3.700 - - 81.132 76.573 c. Tanah - - - - 3.203 1.200 d. Tidak Dirinci - - - - Jumlah 98.136 134.834 92.270 97.270 798.000 798.000 Kondisi Jalan a. Baik 39.076 121.334 40.350 62.379 354.558 361.279 b. Sedang 38.060 13.500 31.600 27.441 61.362 74.553 c. Rusak 21.000 - 25.320 7.400 185.355 205.425 d. Rusak Berat - - - 50 196.725 156.763 Jumlah 98.136 134.834 92.270 97.270 798.000 798.000 Kelas Jalan a. Kelas I - - - - b. Kelas II - - - - c. Kelas III - - - - 798.000 798.000 d. Kelas III A - - - - e. Kelas III B - - - - f. Kelas III C - - - - g. Tidak Dirinci - - - - Jumlah - - - - 798.000 798.000
Sumber: Profil Statistik Kabupaten Pacitan (2015)
Luas prasarana jaringan jalan itu masih relatif kecil memiliki daya hubung pelayanan wilayah setiap satu kilometer jaringan jalan kabupaten melayani 0,575 kilometer persegi wilayah Kabupaten Pacitan.Aksesibilitas yang terukur dari pelayanan terhadap
27 penduduk Kabupaten Pacitan berkisar satu kilometer jaringan jalan mewakili lebih kurang 751 orang penduduk. Satu kilometer jaringan jalan yang ada memiliki kemampuan pelayanan sebesar daya hubung transportasi terhadap pelayanan jangkauan pusat-pusat pelayanan antara pusat pelayanan
Jaringan jalan di Kabupaten Pacitan terbentuk dari jaringan jalan primer dan sekunder maupun jaringan jalan lain dibawahnya yang memungkinkan terjadinya pergerakan eksternal dan internal di seluruh wilayah kabupaten Pacitan.
Jaringan jalan primer adalah jalur jalan Pacitan-Ponorogo, Pacitan -Solo dan Trenggalek. Jalur jalan Pacitan-Ponorogo merupakan jalan yang paling penting dalam menunjang pemerintahan maupun perekonomian terutama di wilayah utara. Sedangkan jalur Pacitan-Solo merupakan jalur ke pusat perekonomian terutama Solo dan Yogyakarta. Di kawasan barat Kabupaten Pacitan cukup banyak terdapat kawasan wisata yang sudah berkembang, sehingga jalan ini sangat vital keberadaannya karena merupakan akses menuju obyek wisata tersebut.
Prasarana jalan di Kabupaten Pacitan dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi jalan, yaitu:
1) Jalan Kolektor Primer
a). Kolektor 1 (K-1): jalan kolektor primer 1 yang melintasi
Kabupaten Pacitan adalah kolektor primer yang
menghubungkan Kabupaten Pacitan dengan kota Solo dan Yogyakarta dan menghubungkan Kabupaten Pacitan dengan kota Surabaya sebagai ibukota provinsi. Ruas jalan tersebut adalah ruas jalan Glonggong – Pacitan sepanjang 35,4 kilometer (dari arah Yogya/Solo) dan ruas jalan Pacitan – Batas Trenggalek sepanjang 54,54 kilometer (ke arah Surabaya).
28 b). Kolektor 2 (K-2): jalan kolektor primer 2 yang melintasi Kabupaten Pacitan adalah jalan kolektor primer yang menghubungkan Kabupaten Pacitan dengan Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Wonogiri. Ruas jalan tersebut adalah ruas jalan Pacitan – Arjosari – Batas Ponorogo sepanjang 45,17 kilometer (ke arah Ponorogo) dan ruas jalan Arjosari – Nawangan sepanjang 46,75 kilometer (ke arah Wonogiri)
2) Jalan Lokal Primer
Jalan lokal primer berfungsi menghubungkan kota jenjang I dengan persil atau kota jenjang II dengan persil atau kota jenjang III dengan jenjang III atau jenjang III dengan persil atau berfungsi menghubungkan antar kota kecamatan. Ruas jalan yang berfungsi sebagai jalan lokal primer adalah jalan-jalan yang menghubungkan antar kota kecamatan di Kabupaten Pacitan.
Tabel II.6 Daftar ruas Jalan Nasional di Kabupaten Pacitan Nama Ruas Panjang Kecamatan Baik Sedang Buruk Total
(km) (km) (km) (km) (km) Pacitan-Glonggong 7,685 Donorojo 7,685 - - 7,685 Pacitan-Glonggong 8,85 Punung 0,9 6,315 1,635 8,85 Pacitan-Glonggong 16,95 Pringkuku - 0,165 6,785 6,95 Pacitan-Glonggong 7,032 Pacitan - 6,272 0,76 7,032 40,517 Pacitan-Panggul 4,407 Pacitan 1,157 3,25 0 4,407 Pacitan-Panggul 13,45 Kebonagung - 13,309 0,141 13,45 Pacitan-Yogya -Panggul 12,35 Tulakan - 11,962 0,388 12,35 Pacitan-Panggul 16,825 Ngadirojo - 16,66 0,165 16,825 Pacitan-Panggul 11,575 Sudimoro 0,5 10,93 0,145 11,575
58,607
29
Tabel II.7Daftar ruas Jalan Provinsi di Kabupaten Pacitan Nama Ruas Panjang Kecamatan Baik Sedang Buruk Total
(km) (km) (km) (km) (km) Arjosari-Nawangan- Bandar 13,14 Arjosari 12,74 0,40 13,14 Arjosari-Nawangan- Bandar 31,14 Nawangan 15,74 10,00 5,40 31,14 Arjosari-Nawangan- Bandar 4,00 Bandar 3,28 0,72 4,00
48,28
Dengok-Pacitan 7,57 Pacitan 7,41 - 0,16 7,57 Dengok-Pacitan 13,40 Arjosari 13,40 - 13,40 Dengok-Pacitan 27,70 Tegalombo 17,88 9,72 0,10 27,70
48,67
Sumber: RTRW Kabupaten Pacitan (2010)
Tabel II.8 Daftar ruas jalan kabupaten di Kabupaten Pacitan No
Ruas Nama Ruas
Panjang Lebar Kecamatan (km) (km) 6 Tulakan-Tegalombo 16 3,5 Tulakan 7 Ketro-Siahung 5,1 3,5 Tulakan 11 Pentung-Jetak 8,5 3,5 Tulakan 12 Tulakan-Wonokerto 10,3 3,5 Tulakan 42 Ketro-Kasihan 8 3,5 Tulakan 54 Wonosidi-Tengul 5,1 3 Tulakan 48 Bonsiak-Sepang-Jetak 2 3 Tulakan 16 Jetak-Sidomulyo 8,1 3,5 Tulakan 17 Hadiwarno-Jetak 13 3,5 Tulakan 80 Ketrowonojoyo-Ngile 9 3,5 Tulakan 49 Genting-Padi 5 3,5 Tulakan 4 Punung-Arjosari 18,7 3,5 Arjosari 27 Mentoro-Gunungsari 7,3 4 Arjosari 44 Jatimalang-Karanggede 17,15 3,5 Arjosari 6 Tulakan-Tegalombo 16 3,5 Tegalombo 28 Gemaharjo-Watupatok 14,7 3,5 Tegalombo 26 Mangunharjo-Bandar 18 3,5 Tegalombo 42 Kerto-Kasihan 8 3,5 Tegalombo 43 Tegalombo-Bandar 11,2 3,5 Tegalombo 52 Tegalombo-Kemuning 11,2 3 Tegalombo
30
No
Ruas Nama Ruas
Panjang Lebar Kecamatan (km) (km) 61 Gemaharjo-Binade 1,45 3 Tegalombo 3 Jeruk-bandar 13 3,5 Bandar 8 Gemaharjo-Watupatok 14,7 3,5 Bandar 24 Watupatok-Bts.Badegan 8,5 3,5 Bandar 26 Mangunharjo-Bandar 18 3,5 Bandar 43 Tegalombo-Bandar 11,2 3,5 Bandar 47 Bangunsari-Watupatok 7,2 3 Bandar 52 Tegalombo-Kemuning 11,2 3 Bandar 58 Nawangan-Ngunut 8,5 3 Bandar 64 Bangunsari-Bts.Ponorogo 8,1 3,5 Bandar 14 Punung-Kalak 14 4 Donorojo 15 Sukodono-Kalak 14,4 3,5 Donorojo 23 Belah-Sukodono 2,96 3,5 Donorojo 46 Widoro-Cemeng 16,4 3 Donorojo
50 Sendang-Pantai Klanyar 5 3 Donorojo
63 Donorojo-Ploso 10,23 3 Donorojo 75 Punung-Mantren 4,5 3 Donorojo 77 Donorojo-Belah 9 3 Donorojo 10 Tokawi-Bts.Jateng 9,9 3,5 Nawangan 45 Penggung-Sidorejo 7 3,5 Nawangan 58 Nawangan-Ngunut 8,5 3 Nawangan 59 Sempu-ngromo 6,5 3,5 Nawangan 70 Nawangan-Petungsinarang 3 3 Nawangan 13 Sukorejo-Klepu 18,1 3,5 Sudimoro 51 Pagerlpr-Pagerkidul 7 3 Sudimoro 17 Hadiwarno-Jetak 13 3,5 Ngadirojo 39 Hadiwarno-Bogoharjo 11 3,5 Ngadirojo 41 Ngadirojo-Wonokarto 14,7 3,5 Ngadirojo 65 Cangkring-Sembowo 12,84 3 Ngadirojo 66 Wonokarto-Bts.Ponorogo 9 3 Ngadirojo 67 Kluwih-Hadiwarno 11,9 3 Ngadirojo 2 Kayen-Sidomulyo 8,095 4 Ngadirojo 16 Jetak-Sidomulyo 8,1 3,5 Kebonagung 35 Plumbungan-Sidomulyo 9,15 3 Kebonagung 36 Ketrowonojoyo-Sidomulyo 11,7 3,5 Kebonagung
31
No
Ruas Nama Ruas
Panjang Lebar Kecamatan (km) (km) 37 Sidomulyo-wawaran 4,7 3,5 Kebonagung 38 Ketrowonojoyo-Ngile 9 3,5 Kebonagung 53 Gunungpegat-Kb.agung 3,9 3 Kebonagung 1 bangunsari-Ngadirejan 6,7 4 Pacitan 27 Mentoro-Gunungsari 7,3 4 Pacitan 32 Sambong-Tamansari 4,95 3 Pacitan 34 Simoboyo-Plumbungan 3,5 3 Pacitan 53 Gunungpegat-Kb.agung 3,9 3 Pacitan 60 Sidoharjo-Sedeng 3,2 3 Pacitan 1 bangunsari-Ngadirejan 6,7 4 Pringkuku 4 Punung-Arjosari 18,7 3,5 Pringkuku 19 Dadapan-Watukarang 16 3,5 Pringkuku 22 Pringkuku-Darsono 10,2 3,5 Pringkuku 28 Punung-Ploso 9,5 3,5 Pringkuku 32 Sambong-Tamansari 4,95 3 Pringkuku 33 Candi-Srau 5,3 3,5 Pringkuku 56 Sugihwaras-Soko 2,5 3,5 Pringkuku 57 Pagah-Sebrok 4 3 Pringkuku 62 Jiubang-Darsono - 3 Pringkuku 79 Ngadirejan-Pringkuku 1,1 3 Pringkuku 4 Punung-Arjosari 18,7 3,5 Punung 14 Punung-Kalak 14 4 Punung 25 Wareng-Kendal 5,48 3,5 Punung 28 Punung-Ploso 9,5 3,5 Punung
29 Gondosari-Ploso-Batas Jateng 7,9 3,5 Punung 30 Gondosari-bts.Jateng 12 3 Punung 55 Klader-Piton 6 3 Punung 63 Donoharjo-Ploso 10,23 3 Punung 75 Punung-Mantren 4,5 3 Punung 76 Mantren-Donorojo 2,3 3 Punung Total panjang(km) 776,885 3,35 Lebar Rata-rata (m)
32
Tabel II.9 Daftar ruas jalan poros di Kabupaten Pacitan No
Nama Ruas Panjang Lebar Kecamatan Perkerasan
Ruas (km) (m)
936 Ketro-Pagutan-Arjosari 9,7 3,5 Arjosari Batu-Tanah 951 Tamanasri-Sedayu 4,6 3 Arjosari Batu-Tanah 952 Karangrejo-Tinatar 2,3 3,5 Arjosari Batu-Tanah 953 Karanggede-Temon 6,2 3 Arjosari Batu-Tanah 954 Borang-Kalikuning 2,8 3 Arjosari Batu-Tanah 956 Kedungbendo-Temon 3,3 3 Arjosari Batu-Tanah 960 Nawangan-Petusinarang 11,5 3 Bandar Aspal-Batu 967 Kledung-Ploso 6,2 3 Bandar Aspal-Batu 968 Panjing-Jeruk 8,7 3 Bandar Batu-Tanah 969 Tumpuk-Watupatok 4 3 Bandar Batu-Tanah 970 Tumpuk-Kledung 7,7 3 Bandar Batu-Tanah 973 Kendal-Gondanglegi 3,2 3 Bandar Batu-Tanah 901 Donorojo-Bts.Jateng 4,7 3 Donorojo Aspal-Batu 902 Klepu-Sawahan 3 3 Donorojo Aspal-Batu 903 Cemeng-Belah 5,7 3,5 Donorojo Aspal-Batu 904 Klepu-Gedompol 2,8 3 Donorojo Aspal-Batu 905 Klepu-Sekar 9 3,5 Donorojo Aspal-Batu 906 Donorojo-Sekar 8,3 4 Donorojo Aspal-Batu 907 Gedompol-Widoro 9,65 3,5 Donorojo Aspal-Batu 908 Kalak-Sawahan 4 3,5 Donorojo Aspal-Batu 911 Bomo-Sekar 4,8 3,5 Donorojo Aspal-Batu 914 Wareng-Sekar 1,7 3,5 Donorojo Aspal-Batu 924 Sirnoboyo-Kangen 3 3 Kebonagung Aspal-Batu 930 Karanganyar-Katipugal 2 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 931 Karanganyar-Waru 3,6 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 932 Katipugal-Pantai 4,5 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 933 Wonogondo-Punjun-Sanggrahan 4,2 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 934 Sanggrahan-Wonoanti 3 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 934 Sanggrahan-Punjung-Gembuk 4,9 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 936 ketro-Pagutan-Arjosari 9,7 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 938 Kalipelus-Pantai 2,9 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 940 Plumbungan-Mercusuar 4 3 Kebonagung Aspal-Tanah 941 Klesem-Pantai 4,4 3 Kebonagung Aspal-Tanah
33
No
Nama Ruas Panjang Lebar Kecamatan Perkerasan
Ruas (km) (m)
942 Ketepung-Tambakrejo 4,2 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 944 Gembuk-Gawang-Ps.Wati 5,9 3 Kebonagung Aspal-Batu 945 Gembuk-Worawari 1,4 3 Kebonagung Aspal-Batu 948 Karangnongko-Kalitani 4 3 Kebonagung Aspal-Batu 949 Plumbungan-Krajan 4 3,5 Kebonagung Aspal-Batu 950 Kalipelus-Krajan 2,4 3 Kebonagung Aspal-Batu 936 ketro-Pagutan-Arjosari 9,7 3,5 Nawangan Aspal-Batu 951 Tamanasri-Sedayu 4,6 3 Nawangan Batu 952 Karangrejo-Tinatar 2,3 3,5 Nawangan Batu 953 Karanggede-Temon 6,2 3 Nawangan Batu 954 Borang-Kalikuning 2,8 3 Nawangan Batu 956 Kedungbendo-Temon 3,3 3 Nawangan Batu 981 Wonokarto-Baosan kidul 3,4 3 Ngadirojo Aspal-Batu 982 Wonokarto- Wonodadikulon 9,5 3 Ngadirojo Aspal-Batu 983 Wonodadikulon-Cabe-wonokarto 7,5 3 Ngadirojo Aspal-Batu 984 Wonodadiwetan-Klepu 8 3 Ngadirojo Aspal-Batu 986 Nogosari-Wonosidi 1,6 3 Ngadirojo Batu 988 Bogoharjo-Pagerlor 2,2 3 Ngadirojo Batu 989 Pagerejo-Padi 5,9 4 Ngadirojo Batu 994 Bodak-Slora 4,5 Ngadirojo Aspal-Batu 916 Mendololor-Palem-Jaten 3,7 3,5 Pringkuku Aspal-Batu 920 Pringkuku-Poko 2,2 3,5 Pringkuku Aspal-Batu 951 Tamanasri-Sedayu 4,6 3 Pringkuku Batu-Tanah 909 Punung-Jatisari-Ploso 6 3,5 Punung Batu 911 Bomo-Sekar 4,8 3,5 Punung Aspal-Batu 914 Wareng-Sekar 1,7 3,5 Punung Batu 915 Punung-Nglebeng-Nampol 3,3 3,5 Punung Batu 916 Mendololor-Palem-Jaten 3,7 3,5 Punung Aspal-Batu 917 Bomo-Sugihwaras 5,5 3,5 Punung Batu 918 Ploso-Kebonsari 4,6 3,5 Punung Aspal-Batu
919 Piton-Bomo 4,2 4 Punung Batu
984 Wonodadiwetan-Klepu 8 3 Sudimoro Aspal-Batu 992 Sembowo-BTS.Ponorogo 4,6 4 Sudimoro Aspal-Batu 995 Pagerlor-Grabak 2,5 3 Sudimoro Batu-Tanah 996 Sudimoro-Karangsono 3,6 3,5 Sudimoro Aspal-Batu
34
No
Nama Ruas Panjang Lebar Kecamatan Perkerasan
Ruas (km) (m)
997 Ketanggung-Gupaan 3,6 3 Sudimoro Batu-Tanah 957 Tegalombo-Ploso 2 3 Tegalombo Batu-Tanah 967 Kedung-Ploso 6,2 3 Tegalombo Aspal-Batu 936 ketro-Pagutan-Arjosari 9,7 3,5 Tulakan Aspal-Batu 937 Gembuk-Wonoanti 4,1 3,5 Tulakan Batu 954 Borang-Kalikuning 2,8 3 Tulakan Batu 958 Kebondalem-Ngile 6 3 Tulakan Batu 974 Jatigunung-Gasang 3 3 Tulakan Aspal-Batu 976 Kluwih-Padi 6,6 3 Tulakan Aspal-Batu 980 Ngumpul-Tanjunglor 4,2 3 Tulakan Batu 823 Bolosingo-Sedayu 1,2 3,5 Pacitan Aspal 925 Gupit-Kembang 2,5 3,5 Pacitan Aspal-Batu 926 Bangusari-Sidoharjo 1,7 3 Pacitan Aspal 927 Bengkel-PLN-Sambong 6,7 3 Pacitan Aspal-Batu 928 Swmanten-Ponggok- 5,3 3,5 Pacitan Aspal-Batu
Tamansari
940 Plumbungan-Mercusuar 4 3 Pacitan Aspal-Batu 951 Tamansari-Sedayu 4,6 3 Pacitan Batu-Tanah Total Panjang Jalan Poros (km) 396,15
Rata-rata lebar jalan (m) 3,27 Sumber: RTRW Kabupaten Pacitan (2010)
Tabel II.10 Panjang jalan dan kerapatan jalan di Kabupaten Pacitan Kecamatan luas wilayah (km²) Panjang Jalan Nasional (km) Panjang Jalan Provinsi (km) Panjang Jalan Kabupaten (km) Panjang Jalan Poros (km) Panjang Jalan Kota (km) Total Panjang Jalan (km) Kerapatan jalan (km/km²) Pacitan 77,1 11,4 7,6 29,6 26,0 60,0 134,6 1,8 Kebonagung 124,9 13,5 0,0 54,6 68,1 0 136,2 1,1 Arjosari 117,1 0,0 26,5 43,2 28,9 0 98,6 0,8 Punung 108,8 8,9 0,0 90,6 33,8 0 133,3 1,2 Donorojo 109,1 7,7 0,0 76,5 53,7 0 137,9 1,3 Pringkuku 132,9 7,0 0,0 79,0 10,5 0 96,5 0,7 Ngadirojo 95,9 16,8 0,0 72,4 38,1 0 127,3 1,3 Tulakan 161,6 12,4 0,0 90,1 36,4 0 138,9 0,9 Sudimoro 71,9 11,6 0,0 25,1 22,3 0 59,0 0,8 Bandar 117,3 0,0 4,0 100,4 41,3 0 145,7 1,2 Tegalombo 149,3 0,0 27,7 80,6 8,2 0 116,5 0,8 Nawangan 124,1 0,0 31,1 34,9 28,9 0 94,9 0,8 Kab.Pacitan 1389,9 89,1 96,9 776,9 396,2 60,0 1419,1 1,0
- 36 - Sebagian besar ruas jalan di Kabupaten Pacitan sudah memiliki perkerasan aspal dengan presentase 90,25 persen, perkerasan kerikil 9,59 persen dan tanah sebesar 0,15 persen. Jalan-jalan dengan jenis permukaan yang belum beraspal seluruhnya merupakan jalan Kabupaten. Permasalahan jaringan jalan Kabupaten Pacitan adalah adanya kerusakan jalan akibat medan yang kritis sehingga rawan longsor dan tarse jalan yang curam karena mengikuti kontur tanah disamping hal tersebut sistem drainase yang kurang bagus sangat berpengaruh terhadap kondisi jalan. Selain itu masih banyak ruas jalan yang sempit, khususnya pada ruas jalan Kabupaten yang hanya memiliki rata-rata lebar hanya 3,5 meter. Khusus untuk jalan-jalan pendukung pariwisata, minimal lebar jalan yang diperlukan adalah 5,5 meter. Kondisi jaringan jalan nasional di Kabupaten Pacitan mengalami peningkatan di tahun 2014, jika dibandingkan dengan tahun 2013. Kenaikan ini dapat dilihat dari meningkatnya persentase jalan dalam kondisi baik sebesar lebih dari tiga ratus persen jika dibandingkan dengan tahun 2013. Kecenderungan ini juga terjadi di Jalan Provinsi dan Jalan Kabupaten.
Data lebih rinci tentang permukaan jalan dan kondisi jalan khususnya pada jalan kabupaten dan jalan poros bersumber dari Bappeda Kabupaten Pacitan. Jalan poros yang sebagian besar merupakan jalan kerikil dan tanah memiliki persentase yang cukup panjang yaitu 9,74 persen, jalan-jalan tersebut perlu ditingkat jenis permukaannya mengingat jalan poros adalah jalan pendukung jalan kabupaten yang memiliki fungsi besar pada aksesibilitas suatu wilayah.
2.3.2 Sarana dan prasarana perlengkapan jalan
Jaringan pelayanan jalan juga tidak terlepas kaitannya dengan perlengkapan fasilitas jaringan pelayanan jalan. Fasilitas jaringan pelayanan jalan ini meliputi rambu-rambu, marka jalan, pemberi isyarat lalu lintas dan fasilitas pendukung lainnya. Fasilitas tersebut sangat berpengaruh dalam menciptakan ketertiban dan keteraturan dalam berlalu lintas. Di Kabupaten Pacitan, fasilitas jaringan pelayanan jalan saat ini
- 37 - sudah sangat cukup untuk melayani dan mengatur lalu lintas, tetapi tidak menutup kemingkinan masih terdapat beberapa realisasi yang masih harus diperhatikan perencanaannya. berikut fasilitas jaringan prasarana jalan yang sudah ada maupun yang belum terealisasi dengan baik.
Tabel II.11 Sarana dan prasarana perlengkapan jalan No. Jenis Perlengkapan Jalan Kebutuhan Realisasi %
Pencapaian
1. Rambu-rambu 1603 513 32%
2. Marka Jalan 22.792 16.792 73%
3. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas 21 9 43% 4. Alat Pengendali & Pengamanan Pemakai Jalan 1.288 444 34% 5. Fasilitas Pendukung Lainnya 514 69 13% Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2015)
Jumlah kebutuhan rambu rambu lalu lintas mencakup seluruh jalan nasional, jalan propinsi dan jalan kabupaten. Berikut jumlah rambu dan kebutuhan pada jalan di seluruh wilayah Kabupaten Pacitan
Tabel II.12 Jumlah dan kebutuhan rambu lalu lintas Klasifikasi Jalan Jenis Rambu Jumlah dan Kondisi Kebutuhan
Baik Sedang Rusak
Jalan Nasional / Negara Dalam Kota Peringatan 59 - - 90 Perintah 18 - - 20 Larangan 62 - - 66 Petunjuk 54 - - 68 Luar Kota Peringatan 162 - - 1000 Perintah 1 - - 2 Larangan 7 - - 12 Petunjuk 55 - - 54 Jalan Propinsi Peringatan 220 - - 282 Perintah 4 - - 4 Larangan 16 - - 16 Petunjuk 52 - - 57 Jalan Kabupaten Peringatan 248 - - 604 Perintah 20 - - 22 Larangan 156 - - 193
- 38 - Petunjuk 178 - - 255 Jalan Kota Peringatan Perintah Larangan Petunjuk Total Peringatan 679 1976 Perintah 43 48 Larangan 241 287 Petunjuk 329 474
Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2015)
Tabel II.13 Jumlah dan Kebutuhan Delineator
Ruas Jalan Jumlah / Kondisi Kebutuhan Baik Sedang Rusak
Pacitan-Solo 500
Jalan Propinsi 5500
Jalan Kabupaten 100 1750
Jalan Kota
TOTAL 100 14750
Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2013)
Tabel II.14 Jumlah dan kebutuhan pagar pengaman Klasifikasi Jalan Jumlah / Kondisi Kebutuhan
Baik Sedang Rusak Jalan Nasional/Negara Dalam Kota
Luar Kota 5628 - 416 16.212 Jalan Propinsi 5384 - 754 26.283
Jalan Kabupaten 960 - 44 326.634
Jalan Kota - 0,000
TOTAL - 369.129
- 39 -
Tabel II.15 Jumlah dan kebutuhan marka jalan
Klasifikasi Jalan Jumlah/Kondisi Kebutuhan Baik Sedang Rusak
Jalan Nasional/Negara Dalam Kota
Luar Kota 40000 20000 113000
Jalan Propinsi 43000 32000 134000
Jalan Kabupaten 15000 18000 60000
Jalan Kota
Total 98000 70000 307000
Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2013)
Tabel II.16 Daftar Ruas Jalan yang telah dilengkapi Marka Klasifikasi Jalan Panjang Jalan yang telah
dilengkapi marka tepi (km)
Panjang Jalan yang telah dilengkapi marka tengah (km) Jalan Nasional/Negara Dalam
kota 14650 96090 Luar Kota - Jalan Propinsi 8200 97270 Jalan Kabupaten 13852 31575 Jalan Kota TOTAL 36702 224935
Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2013)
Tabel II.17 Jumlah dan kebutuhan APILL/traffic light, warning light Klasifikasi Jalan Jumlah / Kondisi Kebutuhan Keterangan
Baik Sedang Rusak Jalan Nasional/Negara Dalam Kota 13 4 15 WL=9;TL=6 Luar Kota 1 - - 12 WL=8;TL=4 Jalan Propinsi 6 - - 9 WL=7;TL=2 Jalan Kabupaten 4 - - 7 WL=4;TL=3 Jalan Kota - - - - TOTAL 24 4 - 43
- 40 -
2.3.3 Angkutan Umum
Pelayanan angkutan penumpang transportasi jalan belum sepenuhnya terpadu dengan transportasi lain. Konsumen yang ingin alih moda (intermoda) harus beberapa kali berganti kendaraan hal ini disebabkan kurang maksimumnya fungsi terminal. Keterpaduan angkutan jalan lainya juga dinilai dari belum adanya beberapa daerah yang terjangkau trayek yang ada terutama pada wilayah pedesaan. Selama ini masih sebatas usaha mandiri angkutan berpelat hitam, berikut data kendaraan berplat di Kabupaten Pacitan:
Tabel II.18 Banyaknya kendaraan bermotor plat hitam di Kabupaten Pacitan tahun 2011-2013
Kecamatan
Jenis Kendaraan Jumlah Sepeda Motor Jeep/Sedan Truck/ Pick-up Mini Bus/ Station Wagon Tahun 2013 97.625 460 3.062 3.170 Tahun 2012 87.853 142 2.824 2.660 Tahun 2011 74.052 298 2.597 1.945 Sumber: Kabupaten Pacitan Dalam Angka (2013)
Kelancaran arus lalu lintas jalan relatif cukup lancar. Hal ini tidak terlepas dari tidak terbatasnya daya dukung dan kondisi permukaan jalan serta kedisiplinan pemakai jalan. Tertib berlalu lintas pada Kabupaten Pacitan sudah sangat baik. Hal ini menumbuhkan jarang terlihat titik-titik kemacetan pada ruas jalan.Pelanggaran terhadap peraturan dan rambu-rambu lalu lintas jalan memiliki angka yang cukup rendah dibandingkan dengan kota-kota lainnya.
Topografi Kabupaten Pacitan sebagian besar merupakan wilayah yang datar (kecuali wilayah timur dan sebagian di selatan yang berbatasan dengan wilayah pegunungan), menyebabkan geometrik jalan dapat sedikit sulit dilewati berbagai moda transportasi termasuk kendaraan tak bermotor (becak dan sepeda).
- 41 - Untuk pelayanan angkutan penumpang masih menggunakan angkutan pedesaan dengan jumlah kurang lebih 900 angkutan yang terdiri dari angkutan “PLAT HITAM” dan juga angkutan Plat Kuning.
Gambar II.1 Kondisi Angkutan Pedesaan di Kab Pacitan 1. Angkutan Pedesaan
Untuk melayani jalur antar pedesaan maupun antar daerah kecamatan, di wilayah Kabupaten Pacitan telah tersedia angkutan pedesaan kelas ekonomi dengan menggunakan mobil penumpang umum. Pada tabel di bawah ini dapat dilihat jalur trayek yang melayani angkutan pedesaan di Kabupaten Pacitan.
- 42 -
Tabel II.19 Jalur trayek angkutan umum di Kabupaten Pacitan No
.
Kode
Jalur trayek Jarak (km) Tarif batas Traye k Bawah Atas 1. A Pacitan-Semanten-Arjosari-Kebondalem 20 6.075 10.800 Pacitan – Semanten 5 1.485 2.700 Pacitan – Arjosari 10 3.105 5.400 2. AB Pacitan-Sambong-Ponggok 10 3.105 5.400 Pacitan-Sambong 8 4.320 5.535 3. AC Kebondalem-Grenjeng-Petung Sinarang-Bandar 18 8.640 9.720 Kebondalem-Grenjeng 5 1.485 2.700 Kebondalem-Petung Sinarang 9 2.700 4.860 4. AD Tegalombo-Kledung-Bandar 11 3.375 5.940 Tegalombo-Kledung 6 1.890 3.240 5. AF Kebondalem-Tegalombo-Gemaharjo 25 7.695 13.500 Kebondalem-Tegalombo 13 4.050 7.020 6. B Pacitan-Semanten-Arjosari-Tremas-Mlati 14 4.320 7.560 Pacitan-Tremas 12 3.780 6.480 7. D Pacitan-Semanten-Arjosari-Nawangan 33 10.125 17.820 Pacitan-Semanten-Arjosari-Nawangan-Bandar 62 19.305 33.480 8. DA Arjosari-Gondang-Nawangan 23 10.260 12.420 Arjosari-Gondang 15 4.590 8.100 Pacitan-Semanten-Arjosari-Gayuhan-Karanggede 23 7.155 12.420 9. E Pacitan-Gayuhan 13 4.050 7.020 Pacitan-Mentoro-Purworejo-Tambakrejo-Gunungsari 13 4.050 7.020 10. C Pacitan-Purworejo 5 1.485 2.700 Pacitan-Tambakrejo 9 2.700 4.860 Pacitan-Ketro-Pentung-Wonanti-Jetak 25 7.695 13.500 11. G Pacitan-Ketro 15 4.590 8.100 Pacitan-Pentung 20 6.210 10.800 Pacitan-Wonanti 22 6.750 11.880 Pacitan Nglaran 23 10.260 12.420
- 43 -
No .
Kode
Jalur trayek Jarak (km) Tarif batas Traye k Bawah Atas Pacitan-Ketro-Sanggrahan-Gembuk 20 6.210 10.800 12. H Pacitan-Sanggrahan 17 5.265 9.180 Pacitan-Tulakan-Wonosidi-Wonokarto 48 14.850 25.920 13. K Pacitan-Tulakan 25 7.695 13.500 Pacitan-Wonosidi 40 12.420 21.600 Ngadirojo-Hadiwarno-Sidomulyo-Jetak 15 4.590 8.100 14. L Ngadirojo-Hadiwarno 5 1.485 2.700 Ngadiojo-Sidomulyo 10 3.105 5.400 Ngadirojo-hadiwarno-Sudimoro 13 4.050 7.020 15. M Ngadirojo-Sudimoro 5 1.485 2.700 Pacitan-Tulakan-Lorok 38 1.745 20.520 16. T Pacitan-Tulakan 25 7.695 13.500 Tulakan-Wonosidi-Wonokarto 23 10.260 12.420 17. TA Tulakan-Wonosidi 18 8.640 9.720 Tulakan-Bubakan-Ngile 10 3.105 5.400 18. TB Tulakan-Bubakan 7 2.160 3.780 Tulakan-Bubakan-Kasihan 12 3.780 6.480 19. TC Tulakan-Bubakan 7 2.160 3.780 Pacitan-Tulakan-Lorok-Sudimoro 50 15.390 7.000 20. TD Pacitan-Tulakan 25 7.695 13.500 Pacitan-Lorok 38 11.745 20.520 Pacitan-Kebonagung-Sidomulyo-Kalipelus-Karangnongko 17 5.265 9.180 21. I Pacitan-Kebonagung 7 2.160 3.780 Pacitan-Sidomulyo 13 4.050 7.020 Sidomulyo-Wora Wari-Jetak 11 3.375 5.940 22. IA Sidomulyo-Wora wari 7 2.160 3.780 Sidomulyo-Wawaran 5 1.485 2.700 23. IB Pacitan-Dadapan-Candi-Watukarang-Dersono-Kalak 35 10.800 18.900 24. O Pacitan-Dadapan 10 3.105 5.400
- 44 -
No .
Kode
Jalur trayek Jarak (km) Tarif batas Traye k Bawah Atas Pacitan-Candi 16 4.860 8.640 Pacitan-Watukarang 26 8.003 14.175 Pacitan-Dersono 28 8.640 15.120 Pacitan-Purwosari-Karangnongko-Plumbungan 19 5.805 10.260 25. U Pacitan-Purwosari 5 1.485 2.700 Pacitan-Karangnongko 16 4.860 8.640 Punung-Wareng-Sukodono-Klepu-Kalak 19 5.805 10.260 26. P Punung-Wareng 5 1.485 2.700 Punung-Sukodono 7 2.160 3.780 Punung-Klepu 5 4.590 8.100
Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2015)
Pada tabel di atas dapat diketahui untuk jalur Pacitan-Semanten-Arjosari-Nawangan-Bandar sejauh 62 kilometer merupakan trayek dengan tarif angkutan minimal dan maksimal yang tertinggi, yaitu Rp 19.305 sebagai batas bawah tarif dan Rp 33.480 sebagai batas atas tarif. Selain itu, ada beberapa jalur yang memiliki kesamaan batas bawah tarif, yaitu jalur trayek Pacitan-Semanten, Kebondalem-Grenjeng, Pacitan- Purworejo, Ngadirojo-Hadiwarno, Tulakan-Bubakan, dan Punung-Wareng, yaitu dengan tarif batas bawah sebesar Rp 1.485dan Rp 2.700untuk tarif batas atas.
Tabel II.21 Jumlah penumpang angkutan umum Kabupaten Pacitan Tahun 2010-2015
No Uraian 2010 2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah penumpang
bis 301.320 316.386 332.205 348.816 342.543 350.276
2 Jumlah penumpang
- 45 -
3 Total jumlah
penumpang 1.637.640 1.721.533 1.807.510 1.897.786 1.917.543 1.932.430 Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2015)
Tabel II.22 Jumlah penumpang angkutan umum menurut kecamatan Di Kabupaten Pacitan tahun 2015
No Kecamatan Jumlah penumpang Total jumlah penumpang
Bis MPU (1) (2) (3) (4) (5=3+4+5+6) 1 Donorojo - 2.921 2.921 2 Punung - 35.243 35.243 3 Pringkuku - 1.256 1.256 4 Pacitan - 819.943 819.943 5 Kebonagung - 13.159 13.159 6 Arjosari - 1.632 1.632 7 Nawangan - - - 8 Bandar - - - 9 Tegalombo - 1.452 1.452 10 Tulakan - 44.652 44.652 11 Ngadirojo - 12.763 12.763 12 Sudimoro - - -
Sumber: Dishubkominfo Kab. Pacitan (2013)
2. Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP)
Angkutan Antar Kota Antar Provinsi di Kabupaten Pacitan dilayani oleh empat jalur trayek dengan daya angkut penumpang 24–32 dan 50–55 orang. Jumlah armada terbanyak adalah jalur trayek Pacitan - Jakarta sebanyak 76 armada dengan dua armada cadangan, yang memiliki daya angkut 50–55 orang untuk setiap armada bus. Sedangkan jumlah armada paling sedikit adalah jalur