BPS PROVINSI LAMPUNG
No. 11/06/18/Th. V, 2 Juni 2017
P
ERKEMBANGANH
ARGAP
RODUSENG
ABAHD
ANH
ARGAB
ERAS DIP
ENGGILINGANA. RATA-RATA HARGA GABAH (GKP) DI PETANI NAIK 5,84 PERSEN
Selama Mei 2017, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas Gabah Kering Panen (GKP). Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas Gabah Kering Giling (GKG) dan kualitas rendah.
Harga gabah tertinggi di tingkat petani mencapai Rp. 5.000,00 per kg pada gabah kualitas GKP dengan Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Harga gabah terendah mencapai Rp. 4.000,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas IR64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Rp. 3.700,00 per kg.
Di tingkat penggilingan, harga gabah tertinggi Rp. 5.085,00 per kg pada gabah kualitas GKP yaitu Varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, sedangkan harga gabah terendah kelompok kualitas GKP yaitu Rp. 4.100,00 per kg dengan Varietas IR64 terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan. Harga tersebut berada di atas HPP yaitu Rp. 3.750,00 per kg.
Harga gabah di tingkat petani naik di bulan Mei. Hal ini disebabkan berlalunya masa panen raya. Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 5,84 persen dari Rp. 4.238,46 per kg menjadi Rp. 4.485,83 per kg. Dengan kelompok kualitas yang sama, harga gabah di tingkat penggilingan naik sebesar 5,79 persen dari Rp. 4.330,19 per kg menjadi Rp. 4.581,04 per kg.
Dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Mei 2017, pemantauan harga yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah dan Lampung Selatan masing-masing 9 observasi (37,50 %), Lampung Timur dan Kabupaten Pringsewu masing-masing 3 observasi (12,50 %)
Selama Mei 2017, Survei Harga Produsen Gabah mencatat 24 observasi. Observasi didominasi oleh kelompok gabah kualitas GKP. Tidak dijumpai kelompok gabah kualitas GKG dan kualitas rendah. (Tabel 1).
Tabel 1. Jumlah Observasi dan Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas, Mei 2017
Kelompok Kualitas
Jumlah Observasi
Harga Gabah di Petani
Harga Rata-rata di Penggilingan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Selisih Harga (Rp/kg) Kol (5)-(7)
(%) Terendah Tertinggi
Rata-rata (Rp/kg) (Rp/kg) (Rp/kg) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) GKG 0 (0 %) GKP 24 4.000,00 5.000,00 4.485,83 4.581,04 3.700,00 785,83 21,24 (100,00 %) (Kec. Penengahan) (Kec. Trimurjo) (Petani)
3.750,00 831,04 22,16 (Penggilingan) Keterangan: GKG : KA ≤ 14,00% dan KH ≤ 3,00% GKP : KA (14,01% - 25,00%) dan KH (3,01% - 10,00%) Di Luar Kualitas : KA > 25,00% atau KH > 10%
HPP berdasarkan Inpres No.5 Tahun 2015 tgl. 17 Maret 2015, diberlakukan mulai 17 Maret 2015 1. Harga Gabah Tertinggi dan Terendah
Harga gabah tertinggi di tingkat petani pada gabah kualitas GKP adalah Rp. 5.000,00 per kg terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, dengan Varietas Ciherang. Harga gabah tertinggi di tingkat penggilingan yaitu Rp. 5.085,00 per kg terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, dengan Varietas Ciherang. Sedangkan harga terendah di tingkat petani untuk kualitas GKP yaitu Rp. 4.000,00 per kg dan di tingkat penggilingan Rp. 4.100,00 per kg terdapat di Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan dengan Varietas IR64. (Grafik 1).
2. Rata-rata Komponen Mutu
Rata-rata komponen mutu hasil panen gabah yang diperjual belikan menunjukkan hasil yang cukup baik dilihat dari Kadar Air (KA) dan Kadar Hampa (KH). Dilihat dari rata-rata KA kelompok gabah kualitas GKP tercatat 17,13 persen pada April dan 15,43 persen pada Mei. Sedangkan rata-rata KH kelompok gabah kualitas GKP tercatat 5,02 persen pada April 5,00 persen pada Mei. (Tabel 2).
Tabel 2. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Gabah Maret s.d. Mei 2017
Kelompok Kualitas
Kadar Air (%) Kadar Hampa/Kotoran (%)
Maret April Mei Maret April Mei
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) GKG - - - - GKP 17,30 17,13 15,43 4,92 5,02 5,00 Kualitas Rendah - - - -
3. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kelompok Kualitas
Rata-rata harga gabah di petani mengalami peningkatan seiring dengan berlalunya panen raya pada Mei 2017. Peningkatan rata-rata harga kelompok kualitas GKP di tingkat petani sebesar 5,84 persen dari
Tabel 3. Rata-rata Harga Gabah di Petani dan Penggilingan Menurut Kelompok Kualitas Maret s.d. Mei 2017 Kelompok Kualitas Petani (Rp/Kg) Penggilingan (Rp/Kg)
Maret April Mei Selisih
Perubahan (4) thd (3)
(%)
Maret April Mei Selisih
Perubahan (9) thd (8) (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) GKG - - - - GKP 4.242,86 4.238,46 4.485,83 247,37 5,84 4.335,00 4.330,19 4.581,04 250,85 5,79 Kualitas Rendah - - - -
4. Rata-rata Harga Gabah Menurut Kecamatan
Selama Mei 2017, pergerakan rata-rata harga gabah tingkat petani dan penggilingan cenderung meningkat. Peningkatan harga gabah tertinggi di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah sebesar 22,69 persen atau Rp. 900,00 per kg. Diikuti Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah naik 17,07 persen atau Rp. 700,00 per kg, dan Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah yang mengalami kenaikan 6,67 persen atau Rp. 303,33 per kg. (Tabel 4).
Tabel 4. Rata-rata Harga Gabah di Petani Menurut Kecamatan,
Maret s.d. Mei 2017
Kabupaten Kecamatan Harga Gabah (Rp/kg) Selisih (5) thd (4)
Perubahan (5) thd (4)
Maret April Mei (Rp/kg) (%)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Lampung Tengah Punggur 4.500,00 4.100,00 4.800,00 700,00 17,07 Trimurjo 3.980,00 3.966,67 4.866,67 900,00 22,69
Sendang Agung 4.400,00 4.550,00 4.853,33 303,33 6,67
Lampung Timur Purbolinggo 4.230,00 4.600,00 4.853,33 253,33 5,51 Lampung Selatan Palas 4.033,33 4.066,67 4.066,67 0,00 0,00 Penengahan 4.000,00 3.833,33 4.000,00 166,67 4,35
Sragi 4.583,33 4.050,00 4.050,00 0,00 0,00
B. RATA-RATA HARGA BERAS DI PENGGILINGAN MEI 2017
Pemantauan harga beras dari keseluruhan observasi yang dilakukan selama Mei 2017 yang terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Tengah 8 observasi (38,10 %), Kabupaten Pringsewu dan Lampung Selatan masing-masing 4 observasi (19,05 %), Kabupaten Tanggamus 3 observasi (14,28 %), dan Kabupaten Lampung Timur 2 observasi (9,52 %). Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp. 9.300,00 per kg untuk kualitas Premium jenis beras Ciherang di Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Harga beras terendah yang diperjual belikan bulan ini mencapai harga Rp. 7.300,00 per kg untuk beras kualitas Asalan jenis beras Ciherang terdapat di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. (Tabel 5).
Tabel 5. Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Mei 2017
Kelompok Kualitas
Harga Beras (Rp/kg)
Harga Rata-rata di Penggilingan (Rp/kg) Terendah Tertinggi (1) (2) (3) (4) Premium 8.300,00 9.300,00 8.900,00 Medium 7.500,00 9.000,00 8.058,33
Selama Mei 2017, Survei Harga Beras di Penggilingan mencatat 21 observasi yang terdapat di 5 kabupaten terpilih. Berdasarkan kualitas beras, observasi yang dilakukan didominasi beras kualitas Medium. Berdasarkan jenis beras yang diperjual belikan didominasi oleh Ciherang.
Harga beras tertinggi di tingkat penggilingan mencapai Rp. 9.300,00 per kg untuk kualitas Premium. Sementara itu, harga beras terendah yang diperjual belikan bulan ini mencapai harga Rp. 7.300,00 per kg untuk beras kualitas Asalan.
Rata-rata Harga beras tingkat penggilingan kualitas Premium mengalami peningkatan sebesar 0,38 persen, kualitas Medium naik 1,66 persen, dan kualitas Asalan juga naik 1,96 persen.
Rata-rata Komponen Mutu
Rata-rata komponen mutu beras yang diperjual belikan pada Mei 2017 menunjukkan hasil yang cukup baik dibandingkan bulan sebelumnya dilihat dari rata-rata kadar air. Rata-rata kadar air tercatat 13,19 persen pada April dan 12,77 persen pada Mei. Rata-rata kadar broken tercatat 15,47 persen pada April dan 15,42 persen pada Mei. (Tabel 6).
Tabel 6. Rata-rata Komponen Mutu Menurut Kelompok Kualitas Beras Maret s.d. Mei 2017
Kelompok Kualitas
Kadar Air (%) Kadar Broken (%)
Maret April Mei Maret April Mei
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Premium 14,75 15,50 13,80 9,08 9,46 9,06 Medium 13,07 12,68 13,23 14,61 13,96 12,85 Asalan 12,53 11,39 11,28 22,10 23,00 24,35 Rata-rata 13,45 13,19 12,77 15,26 15,47 15,42
Rata-rata Harga Beras Menurut Kelompok Kualitas
Harga beras di tingkat penggilingan mengalami peningkatan pada seluruh kelompok kualitas. Rata-rata harga beras kualitas Premium naik sebesar 0,38 persen dari Rp. 8.866,67 per kg menjadi Rp. 8.900,00 per kg. Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas Medium naik sebesar 1,66 persen dari Rp. 7.926,67 per kg menjadi Rp. 8.058,33 per kg. Rata-rata harga beras kualitas Asalan juga naik 1,96 persen dari Rp. 7.650,00 per kg menjadi Rp. 7.800,00 per kg. (Tabel 7).
Tabel 7. Rata-rata Harga Beras di Penggilingan Gabah Menurut Kelompok Kualitas, Maret s.d. Mei 2017
Kelompok Kualitas
Harga Rata-rata di Penggilingan
(Rp/kg) Selisih (Rp/kg) Perubahan (4) thd (3) (%)
Maret April Mei
(1) (2) (3) (4) (5) (6) Premium 8.700,00 8.866,67 8.900,00 33,33 0,38 Medium 8.000,00 7.926,67 8.058,33 131,67 1,66 Asalan 7.850,00 7.650,00 7.800,00 150,00 1,96
BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI LAMPUNG
Jl. Basuki Rahmat No. 54 Teluk Betung Bandar Lampung 35215 Telepon (0721) 482909, 484329; Faksimili (0721) 484329
Email: [email protected]
Website: lampung.bps.go.id Keterangan lebih lanjut hubungi : Kepala Bidang Statistik Distribusi
Bambang Widjonarko, SP
Telpon (0721) 482909/484329 Email: [email protected]