• Tidak ada hasil yang ditemukan

SARANA & PRASARANA MASJID AGUNG BAITURRAHMAN BANYUWANGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SARANA & PRASARANA MASJID AGUNG BAITURRAHMAN BANYUWANGI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

SARANA & PRASARANA MASJID AGUNG BAITURRAHMAN

BANYUWANGI

SUKSESNYA pembangunan Masjid Agung Baiturrahman juga merupakan kesuksesan pembangunan Banyuwangi. Karena Masjid Agung Baiturrahman adalah ikon Kabupaten Banyuwangi, milik umat Islam se-Kabupaten Banyuwangi, dan wajah Kabupaten Banyuwangi adalah Masjid Agung Baiturrahman, yang merupakan simbol hati dan kekuatan umat Islam. Siapa saja yang datang ke Banyuwangi yang menjadi pusat perhatian pertama adalah masjidnya! “Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, menegakkan shalat, mengeluarkan zakat dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Karena itu semoga mereka termasuk orang-orang yang mendapat hidayah.” (Qs. At-Taubah: 18). “Barang siapa yang membangun Masjid karena mengharap ridha Allah SWT yang di dalamnya diingat (disebut) nama Allah, maka Allah akan membangun untuknya di surga.” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hiban). Masjid Agung Baiturrahman adalah Rumah Allah, sebagai tempat sujud dan mengabdikan diri kepada Allah SWT, masjid mesti senantiasa terjaga dengan baik, kesucian maupun kebersihannya. Sebab, kebersihan itu sebagian dari iman.

1. RUANG LIWAN (UTAMA)

Masjid Agung Baiturrahman yang megah-berwibawa ini merupakan bangunan berlantai dua. Lantai pertama untuk shalat jama’ah pria dan lantai dua untuk shalat jama’ah wanita, namun saat shalat Jum’at lantai dua ini juga digunakan untuk shalat jama’ah pria. Ruang utama ini adalah ruang yang cukup sakral, di samping untuk rutinitas shalat rawatib dan shalat sunnah, ruang ini paling difavoritkan untuk akad nikah. Titik pusat kegiatan pengajian juga bertumpu di ruang liwan ini, baik itu Pengajian Dhuha (termasuk shalat Ad-Dhuha setiap Ahad pagi), Pengajian Hajat (termasuk shalat Hajat setiap malam Jum’at, khusus malam Jum’at Legi digelar shalat Tasbih), Pengajian Tasbih (termasuk shalat Tasbih khusus malam ganjil bulan Ramadhan), Pengajian Ba’da Maghrib, Pengajian Ba’da Shubuh, dan masih banyak kegiatan lainnya yang mendukung bagi kemakmuran masjid. Di ruang utama masjid, tampak kaca grafir

(2)

nangkring dengan sempurna di lantai II mihrab, kanan mihrab juga kiri mihrab. Ukuran kaca-kaca grafir ini termasuk sangat besar bahkan raksasa, insya Allah terbesar di Banyuwangi dan Jawa Timur, bisa jadi juga di Indonesia. Betapa Allah Maha Besar, kebesaran-Nya tak bisa ditandingi oleh kebesaran apapun di muka bumi ini, dan kita merasa kecil dan sampai kapanpun terus mengharap ridha Allah SWT atas apa yang kita perbuat di muka bumi ini juga mengharap syafa’at Rasulullah Muhammad SAW. Ruang utama ini memiliki luas 309,72 m2 dengan

panjang 17,80 m dan lebar 17,40 m sekaligus mampu menampung jama’ah shalat kurang lebih 400 orang.

Ruang Liwan (Utama) Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

2. MIMBAR

Mimbar Masjid Agung Baiturrahman terletak di sebelah kanan mihrab. Mimbar ini terdiri dari tiga anak tangga dan sebuah tempat duduk untuk khatib. Bahan mimbar ini terbuat dari kayu jati yang halus, bagus, dan kokoh. Mimbar Masjid Agung Baiturrahman ini tampak indah-menawan dan megah-berwibawa dengan ukiran motif Gajah Oling asli Banyuwangi.

(3)
(4)

3. MIHRAB

Kemegahan Masjid Agung Baiturrahman sangat terasa ketika menatap ruang mihrab (pengimaman) yang cukup luas dan tinggi menjulang sampai menembus atap mihrab. Pilar kokoh tak tertandingi menghiasi pintu masuk mihrab, bagai penjaga Imam Masjid, apalagi dipadu dengan warna keteduhan hijau terang, pilar dan mihrab menyatu dalam kekhusyukan. Mihrab ini memiliki luas 20,30 m2 dengan panjang 5,80 m dan lebar 3,50 m.

Mihrab Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

4. RUANG SHALAT UTARA

Masjid Agung Baiturrahman termasuk masjid yang memiliki arsitektur yang mungkin tidak dimiliki oleh masjid lainnya, Masjid Kabupaten ini luasnya memanjang ke samping kanan dan kiri bahkan sangat panjang yang kedua-duanya (kanan-kiri) sama atau kembar, kondisi ruangan yang memanjang ke samping kanan-kiri ini bertujuan untuk memaksimalkan ruangan masjid agar lebih luas dan tentunya megah. Di samping ruang utama (liwan) Masjid Agung Baiturrahman ada beberapa ruang shalat yang cukup luas, salah satunya ruang shalat utara. Ruang shalat utara ini terdiri dari dua lantai, lantai 1 dan lantai 2

(5)

yang juga sama-sama luasnya. Ruang shalat utara lantai 1 ini khusus digunakan untuk jama’ah pria, sementara ruang shalat utara lantai 2 khusus digunakan untuk jama’ah wanita namun saat shalat Jum’at digunakan untuk jama’ah pria. Di ruang shalat utara lantai 2 sebelah barat tampak kaca grafir dan warna berbentuk relung hollow berjumlah tiga unit yang masing-masing bertuliskan Subhanallah, Allahu Akbar, La Haula Wala Quwwata Illa Billah yang dikelilingi ornamen batik Gajah Oling. Di sebelah timur juga ada kaca grafir dan warna berbentuk relung hollow bertuliskan Allah Muhammad juga bintang berjumlah sembilan yang dikelilingi juga dengan ornamen batik Gajah Oling. Sementara ruang shalat utara lantai 1 sebelah barat ada ruangan Perpustakaan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi dan ruang operator (sound system dan multimedia). Ruang shalat utara lantai 1 dan lantai 2 ini masing-masing memiliki luas sama 377,36 m2 dengan

panjang 21,20 m dan lebar 17,80 m sekaligus mampu menampung jama’ah shalat kurang lebih 490 orang. Jadi luas total lantai 1 dan lantai 2 adalah 754,72 m2

sekaligus mampu menampung jama’ah shalat kurang lebih 980 orang (lantai 1 dan lantai 2).

(6)

Ruang Shalat Utara Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi (Lantai 2)

5. RUANG SHALAT SELATAN

Secara garis besar ruang shalat selatan Masjid Agung Baiturrahman sama persis (kembar) dengan ruang shalat utara, baik lantai 1 maupun lantai 2 termasuk ornamen yang menghiasi masing-masing ruangan. Ruang shalat selatan lantai 1 ini khusus digunakan untuk jama’ah pria, sementara ruang shalat selatan lantai 2 khusus digunakan untuk jama’ah wanita namun saat shalat Jum’at digunakan untuk jama’ah pria. Di ruang shalat selatan lantai 2 sebelah barat juga tampak kaca grafir dan warna berbentuk relung hollow berjumlah berjumlah tiga unit yang masing-masing bertuliskan Subhanallah, Allahu Akbar, La Haula Wala Quwwata Illa Billah yang dikelilingi ornamen batik Gajah Oling. Seperti ruang shalat utara lantai 2, di sebelah timur ruang shalat selatan lantai 2 juga ada kaca grafir dan warna berbentuk relung hollow bertuliskan Allah Muhammad disertai bintang berjumlah sembilan yang dikelilingi dengan ornamen batik Gajah Oling. Di sebelah barat ruang shalat selatan lantai 1 ada ruangan imam/muadzin/khatib/muballigh termasuk juga gudang, ruang panel listrik, dan ruang wudhu/kamar mandi. Ruang shalat selatan lantai 1 dan lantai 2 ini

(7)

masing-masing memiliki luas sama 377,36 m2 dengan panjang 21,20 m dan lebar

17,80 m sekaligus mampu menampung jama’ah shalat kurang lebih 490 orang. Jadi luas total lantai 1 dan lantai 2 adalah 754,72 m2 sekaligus mampu

menampung jama’ah shalat kurang lebih 980 orang (lantai 1 dan lantai 2).

Ruang Shalat Selatan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi (Lantai 1)

(8)

6. RUANG SERAMBI DAN KORIDOR

Demi menampung ribuan jama’ah yang seringkali membeludak, Masjid Kabupaten ini memperluas ruangan sampai ke ujung utara dan ujung selatan, bukan hanya lantai 1 tapi juga lantai 2. Secara keseluruhan ruangan serambi ini terdiri dari ruang serambi utara lantai 1 dan 2 serta ruang serambi selatan lantai 1 dan 2. Untuk menuju ruang serambi utara dan selatan ini dibatasi oleh koridor atau lorong masjid yang berbentuk U, koridor yang cukup luas ini terletak di sayap utara, timur, dan selatan, yang sayap utara merupakan pembatas antara ruang shalat utara dan serambi utara, koridor sebelah timur letaknya persis di timur ruang utama (liwan), sementara koridor di sebelah selatan masjid letaknya persis di antara ruang shalat selatan dan serambi selatan. Sementara itu di sebelah barat atau persis di depan ruang serambi utara lantai 1 terdapat ruang Pemuda-Remaja Masjid Agung Baiturrahman (PR-MAB). Sedang di sebelah barat ruang serambi selatan lantai 1 ada ruang wudhu/toilet/kamar mandi/WC untuk jama’ah pria. Kalau di sebelah barat ruang shalat selatan lantai 2 terdapat ruang Muslimat Baiturrahman yang di sebelahnya ada ruang wudhu/kamar mandi untuk jama’ah wanita. Ruang serambi utara lantai 1 memiliki luas 162,08 m2 dan

lantai 2 memiliki luas 159,31 m2 sekaligus mampu menampung jama’ah shalat

kurang lebih 420 orang (untuk lantai 1 dan lantai 2). Sementara ruang serambi selatan lantai 1 memiliki luas 91,10 m2 dan lantai 2 memiliki luas 138,80 m2

sekaligus mampu menampung jama’ah shalat kurang lebih 300 orang (untuk lantai 1 dan lantai 2). Sedang keseluruhan koridor dari utara, timur, dan selatan masing-masing memiliki luas 388,03 m2 (lantai 1) dan luas 243,83 m2 (lantai 2)

sekaligus mampu menampung jama’ah shalat kurang lebih 820 orang (lantai 1 dan lantai 2).

(9)

Ruang Serambi Selatan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi (Lantai 1)

(10)

7. RUANG AULA

Ruang (gedung) aula serbaguna ini terletak paling selatan Masjid Agung Baiturrahman, gedung ini memang dipersiapkan untuk pengembangan Masjid Agung Baiturrahman menuju Masjid Paripurna. Gedung aula ini terdiri dari 2 lantai, lantai 1 untuk kegiatan pendidikan dan ekonomi termasuk perkantoran, di antaranya; Pendidikan TK/RA Baiturrahman beserta kantornya, Kantor Sekretariat, Kantor Takmir/Yayasan, Kantor KBIH, Ruang Tamu/Rapat, Ruang Klinik, Ruang Stasiun Radio Baiturrahman, Ruang Stasiun Baiturrahman Televisi, Toko Baiturrahman, Dapur Umum, Kamar Mandi/WC. Sementara gedung aula lantai 2 digunakan untuk ibadah shalat dan pendidikan termasuk perkantoran, di antaranya; Pendidikan TPQ beserta kantornya, Kantor Madin, Kantor Seni Hadrah, Kantor Pencak Silat. Di samping untuk ibadah shalat Jum’at dan shalat Id’, aula serbaguna lantai 2 juga digunakan untuk rapat-rapat besar, resepsi pernikahan, dan lain-lain. Gedung aula serbaguna lantai 1 ini memiliki luas 570,15 m2 dan lantai 2 (khusus ruang shalat) memiliki luas 393,60 m2 yang mampu

menampung jama’ah shalat kurang lebih 510 orang.

(11)

8. KUBAH

Secara keseluruhan Masjid Agung Baiturrahman memiliki 11 kubah (1 kubah utama, 2 kubah sayap (utara dan selatan), 2 kubah berjalan (serambi utara dan serambi selatan), dan 6 kubah kecil.

a. KUBAH UTAMA (TENGAH)

Kubah utama Masjid Agung Baiturrahman ini posisinya terletak di tengah dan menyanggah ruang liwan (utama) MAB, kubah utama ini memiliki diameter lingkar 13,5 m, luas kerucut 17 x 17 m, tinggi kubah 11,5 m. Sementara elevasi (ketinggian) puncak kubah utama MAB jika diukur mulai dari lantai dasar adalah 31,33 m, adapun rincian elevasinya; tinggi lantai 2 MAB 4,55 m, tinggi lantai 3 (atap) MAB 12,55 m, tinggi (paling bawah) kubah utama 15,55 m, tinggi kubah utama 29,33 m, dan tinggi puncak kubah utama 31,33 m.

Kubah Utama (Tengah) Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

b. KUBAH SAYAP (UTARA & SELATAN)

Kubah sayap utara dan selatan Masjid Agung Baiturrahman ini posisinya terletak di samping kanan dan kiri kubah utama, kubah sayap ini adalah kubah

(12)

kembar yang sama bentuknya juga ukurannya. Kubah sayap ini memiliki diameter lingkar 9 m, luas kerucut 17 x 17 m, dan tinggi kubah 7,5 m.

Kubah Sayap Utara Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

(13)

c. KUBAH BERJALAN (UTARA & SELATAN)

Kubah berjalan atau kubah geser Masjid Agung Baiturrahman posisinya ada di bagian utara dan bagian selatan atau tepatnya di atas serambi utara lantai 2 dan serambi selatan lantai 2. Menurut informasi, kubah berjalan yang menggunakan rel sleeding ini adalah yang pertama di Jawa Timur bahkan bisa jadi di Indonesia. Kubah yang bergeser atau berjalan di atas rel dari barat ke timur saat membuka dan dari timur ke barat saat menutup adalah sebentuk atap masjid yang memiliki keindahan tersendiri, di samping sebagai ventilasi terbuka raksasa agar sirkulasi udara dalam ruangan benar-benar terjaga dengan baik. Apalagi di saat menara Masjid Agung Baiturrahman mengumandangkan adzan, kubah berjalan membuka pintu cahaya, langit mempersembahkan berjuta bintang-gemintang, Subhanallah! Jama’ah Baiturrahman benar-benar bisa menyaksikan sekaligus menikmati keindahan kubah geser pertama di Indonesia. Seperti menyaksikan keindahan kubah berjalan di Masjid Nabawi, Madinah, Saudi Arabia, karena sistem kerjanya tidak jauh berbeda. Semoga kehadiran kubah berjalan ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat Banyuwangi, khususnya bagi jama’ah Baiturrahman sekaligus memunculkan sebuah kerinduan tersendiri untuk menikmati sesuatu yang lain daripada yang lain, yang paling penting membuat jama’ah Baiturrahman lebih kerasan lagi dalam shalat berjama’ah, berlama-lama di dalam masjid untuk berdzikir juga mengikuti pengajian rutin, dan berbagai aktifitas keislaman lainnya. Bisa jadi, kubah geser pertama di Indonesia ini akan menjadi jujugan wisata spiritual tersendiri, di samping pesarean para Bupati Banyuwangi yang semasa hidupnya memakmurkan Masjid Agung Baiturrahman sekaligus memakmur-kan Banyuwangi yang terletak di barat Masjid Agung Baiturrahman. Kehadiran kubah berjalan ini juga akan semakin mempertegas bahwa Masjid Agung Baiturrahman memang layak menjadi ikon Kabupaten Banyuwangi, dan menjadi masjid teladan sekaligus rujukan masjid-masjid lain di Kabupaten Banyuwangi. Diameter lingkar kubah geser/berjalan serambi utara dan selatan ini sedikit agak berbeda, kubah berjalan serambi utara berdiameter lingkar 6,60 m, sementara kubah berjalan serambi selatan memiliki diameter lingkar 6,70 m.

(14)

Kubah Berjalan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi (Sebelah Utara)

d. KUBAH KECIL (VARIASI)

Kubah kecil atau disebut juga kubah variasi Masjid Agung Baiturrahman ini posisinya terletak di timur kubah utama/kubah sayap utara dan selatan 4 unit, sementara sisanya 2 unit terletak di barat kubah sayap utara dan selatan MAB. Kubah variasi ini semuanya memiliki bentuk dan luas yang sama, yaitu 15 m2.

(15)

9. TANGGA

Untuk akses menuju lantai 2, Masjid Agung Baiturrahman memiliki 6 unit tangga, yang kesemuanya tersebar di timur, utara, dan selatan masjid;

a. TANGGA UTAMA

Di sebelah timur ruang utama ada tangga utama masjid yang juga tampak megah-berwibawa bak tangga kerajaan besar menunggu jama’ah Baiturrahman untuk beribadah di lantai 2 masjid yang sejuk dengan ditemani semilir angin sepoi-sepoi basah dari timur. Demi keamanan dan kenyamanan jama’ah juga sudah terpasang railling tangganya dan railling balkon berbentuk perahu yang melambangkan Sunan Giri saat masih bayi berlayar di tengah lautan berteman ombak. Di trap tangga, jama’ah Baiturrahman bisa duduk-duduk santai sembari menyaksikan terbitnya matahari pagi maupun merasakan sejuknya udara sore saat matahari terbenam atau menyaksikan keramaian kota Banyuwangi dari atas ketinggian. Tangga utama ini merupakan akses jama’ah dari areal parkir depan masjid menuju lantai 2.

(16)

b. TANGGA UTARA

Tangga utara ini merupakan akses jama’ah dari lantai 1 masjid menuju lantai 2 ruang shalat utara atau juga menuju serambi utara lantai 2. Tangga utara ini diperuntukkan bagi jama’ah yang sudah berada di dalam ruangan masjid kemudian ingin ke lantai 2, karena posisi tangga utara ini menjorok ke barat atau tepatnya di koridor masjid sebelah utara dan melewati banyak jama’ah yang sedang beribadah.

Tangga Utara Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

c. TANGGA SERAMBI UTARA

Tangga serambi utara ini merupakan akses jama’ah dari areal parkir depan masjid menuju lantai 2 serambi utara yang selanjutnya bisa menuju lantai 2 ruang shalat utara. Posisi masuk tangga serambi utara ini tepat di depan teras terbuka masjid sebelah paling utara.

(17)

d. TANGGA SELATAN

Posisi tangga selatan ini sama persis dengan tangga utara yang membedakan hanya posisinya terletak di sebelah selatan. Tangga selatan ini merupakan akses jama’ah dari lantai 1 masjid menuju lantai 2 ruang shalat selatan atau juga menuju serambi selatan lantai 2 yang selanjutnya bisa ke ruang aula Baiturrahman lantai 2. Tangga selatan ini diperuntukkan bagi jama’ah yang sudah berada di dalam ruangan masjid kemudian ingin ke lantai 2, karena posisi tangga selatan ini menjorok ke barat atau tepatnya di koridor masjid sebelah selatan dan melewati banyak jama’ah yang sedang beribadah.

Tangga Selatan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

e. TANGGA SERAMBI SELATAN

Sedikit berbeda dengan tangga serambi utara, untuk sampai ke tangga serambi selatan harus melewati jama’ah yang sudah berada di dalam masjid namun tidak terlalu jauh karena tangga serambi selatan berdekatan dengan ruang penitipan sandal/sepatu juga ruang wudhu/toilet/kamar mandi/WC sebelah selatan.

(18)

Tangga Serambi Selatan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

f. TANGGA AULA

Tangga aula Baiturrahman adalah tangga terakhir (keenam) yang dimiliki Masjid Agung Baiturrahman. Tangga aula ini merupakan akses jama’ah dari teras aula atau areal parkir menuju lantai 2 aula serbaguna, selanjutnya bisa juga menuju ruang shalat serambi selatan dan juga ruang shalat selatan.

(19)

10. LANTAI

Kesejukan bangunan Masjid Agung Baiturrahman sangat terasa sekali, di samping konstruksi bangunannya yang megah dan kokoh, ditambah lagi tempat sujud berlantai marmer hijau merk verde patricia yang khusus di-import dari India. Jama’ah Baiturrahman juga bisa berdzikir sambil bersandar di (variasi) pilar/kolom masjid yang sejuk dan kokoh-berwibawa. Insya Allah dengan bersandar langsung di kubah marmer putih bisa memunculkan spirit baru untuk terus berdzikir (mengingat) Allah SWT dan bershalawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Lantai Marmer Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

11. TEMPAT WUDHU’, TOILET, KAMAR MANDI/WC

Tempat wudhu’, toilet, kamar mandi/WC merupakan fasilitas pendukung yang sangat penting bagi sebuah masjid. Di Masjid Agung Baiturrahman, fasilitas ini menyebar di beberapa titik, antara lain; Tempat Wudhu’, Toilet, Kamar Mandi/WC khusus jama’ah pria di sebelah selatan masjid atau dekat ruang serambi selatan lantai 1, Tempat Wudhu’ dan Kamar Mandi di bawah tangga utama masjid atau di timur ruang utama (liwan),

(20)

Tempat Wudhu’ dan Kamar Mandi/WC khusus jama’ah wanita di sebelah selatan masjid atau dekat ruang serambi selatan lantai 2, Tempat Wudhu’ dan Kamar Mandi di depan ruang shalat selatan paling selatan (khusus muballigh/khotib/imam/muadzin), Kamar Mandi/WC di gedung aula lantai 1 (khusus murid-murid TK/RA), dan Kamar Mandi/WC di gedung aula lantai 1 paling utara (untuk umum/perkantoran/pertokoan).

Tempat Wudhu’, Toilet, Kamar Mandi/WC

12. RUANG PERKANTORAN

Demi mewujudkan Masjid yang benar-benar Paripurna, untuk masing-masing lembaga dan unit kegiatan-usaha di bawah naungan Masjid Agung Baiturrahman telah memiliki sarana kantor atau pun tempat kegiatan yang menyebar di lantai 1 dan 2 ruangan masjid maupun aula serbaguna; a. Kantor Sekretariat

(21)

b. Kantor Takmir/Yayasan

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (sebelah utara). c. Kantor TPQ

Lokasinya di gedung aula lantai 2 (sebelah utara). d. Kantor Madin

Lokasinya di gedung aula lantai 2 (sebelah selatan). e. Kantor TK/RA

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (tengah). f. Kantor Seni Hadrah

Lokasinya di gedung aula lantai 2 (sebelah selatan). g. Kantor Pencak Silat

Lokasinya di gedung aula lantai 2 (sebelah selatan). h. Kantor LAZIS

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (sebelah selatan). i. Kantor Koperasi

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (sebelah selatan). j. Ruang Tamu/Rapat

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (sebelah utara). k. Ruang Muballigh/Khotib/Imam/Muadzin

Lokasinya di selatan mihrab. l. Ruang Perpustakaan

Lokasinya di utara mihrab. m. Ruang Pemuda-Remaja

Lokasinya di depan serambi utara lantai 1. n. Ruang Muslimat

Lokasinya di depan serambi selatan lantai 2. o. Ruang Klinik

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (sebelah selatan). p. Ruang Stasiun Radio Baiturrahman

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (sebelah selatan). q. Ruang Stasiun Baiturrahman Televisi

(22)

r. Toko Baiturrahman

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (sebelah selatan). s. Dapur Baiturrahman

Lokasinya di gedung aula lantai 1 (sebelah selatan). t. Gudang

Lokasinya di berbagai tempat, ada di bawah tangga utama, serambi, dll. u. Tempat Penitipan Sandal/Sepatu

Lokasinya di serambi selatan, bawah tangga utama, dan serambi utara. v. Pos Keamanan

Lokasinya di pintu gerbang utara dan pintu gerbang selatan.

Ruang Perpustakaan Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

Di samping lembaga dan unit kegiatan-usaha di lingkungan Masjid Agung Baiturrahman serta aula Baiturrahman, ada juga lembaga yang berkantor di gedung Islamic Center Baiturrahman: pusat kajian Islam, tempat pelatihan, dan pusat peristiwa budaya. Gedung ICB merupakan bangunan berlantai 2 yang cukup megah, berdiri sejak tahun 1998 di atas tanah milik

(23)

MAB seluas 7.880 m2 di tengah kota atau tepatnya di Jalan Ahmad Yani No.

49, Banyuwangi, jaraknya kurang lebih 1 km dari MAB menuju ke selatan. Beberapa lembaga yang berkantor dan melakukan kegiatan di gedung ICB adalah KBIH, LPIB, TPQ Baiturrahman 2, TK/RA Baiturrahman 2, Pendidikan Perguruan Tinggi, dan lain-lain.

Gedung Islamic Center Baiturrahman Banyuwangi

13. TERAS TERBUKA

Di atas dan kanan-kiri tangga utama Masjid Agung Baiturrahman terdapat teras terbuka yang juga digunakan untuk berbagai kegiatan, dan kalau jama’ah membeludak digunakan untuk shalat. Bordes tangga utama ini berlantai marmer hijau yang berbeda dengan marmer di dalam ruangan masjid karena agak kasar, luasnya 34,04 m2 yang bisa menampung jama’ah

shalat sampai kurang lebih 45 orang. Sementara teras terbuka di kanan-kiri tangga utama berlantai granito luasnya 253,65 m2 (utara tangga) yang bisa

menampung jama’ah shalat sampai kurang lebih 330 orang dan sebelah selatan tangga luasnya 46,68 m2 yang bisa menampung jama’ah shalat

(24)

Teras Terbuka Masjid Agung Baiturrahman

14. PAGAR DAN PINTU GERBANG

Masjid Agung Baiturrahman bagian depan di kelilingi oleh pagar dan pintu gerbang, sementara bagian belakang dan samping dikelilingi pagar tembok. Secara keseluruhan pintu gerbang masjid ada 5 unit, khusus jama’ah yang berjalan kaki disediakan 2 unit pintu yang posisinya persis di depan masjid. Sementara jama’ah yang menggunakan kendaraan roda dua disediakan 1 unit pintu, posisinya di sebelah selatan masjid atau depan pertokoan dan perkantoran yang dilengkapi juga dengan pos pengamanan, jama’ah yang berjalan kaki juga bisa melewati pintu ini. Sedang jama’ah yang menggunakan kendaraan roda empat disediakan 2 unit pintu, posisinya di sebelah utara dan selatan masjid, pintu ini juga bisa untuk jama’ah yang berjalan kaki maupun naik kendaraan roda dua. Pintu sebelah utara juga dilengkapi dengan pos pengamanan. Pagar dan pintu gerbang ini menggunakan bahan BRC (besi) yang dihiasi pula dengan lampu kota berjarak antar lampu 5 m, sehingga bisa dibayangkan saat malam hari halaman masjid tampak bercahaya-berkilauan.

(25)

Pagar dan Pintu Gerbang (Halaman) Masjid Agung Baiturrahman

15. TAMAN, HALAMAN, TEMPAT PARKIR & AIR MANCUR

Taman, halaman, tempat parkir, dan air mancur Masjid Agung Baiturrahman adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dari sini sumber kesejukan masjid, taman yang rindang, halaman dan tempat parkir yang rapi sekaligus air mancur yang menyejukkan hati menjadi sebuah kerinduan tersendiri. Ratusan kembang berjejer harum mewangi menyapa jama’ah ditambah dengan pohon palm ekor tupai berjajar di depan dan selatan masjid. Ba’da shalat Jum’at, 19 Agustus 2011 Takmir/YMAB menggelar kegiatan penanaman 19 pohon palm di halaman dan parkir Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi. Secara simbolis Ketua Umum YMAB (KH. Habib M. Mahdi Hasan) didampingi Sekretaris Umum (Iwan Aziez Siswanto S.) dan Bendahara Umum (Nur Hasan) melakukan penanaman pohon palm jenis ekor tupai di timur tangga utama MAB berhadapan dengan lampu-lampu kota. Penanaman 19 pohon palm ini di samping untuk menambah keindahan Masjid Agung Baiturrahman, menjaga paru-paru kota agar senantiasa hijau juga untuk menyukseskan program lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi: Banyuwangi Green & Clean atau Banyuwangi Hijau dan Bersih, kadhung basa Usinge: Banyuwangi Ijo lan Rijig.

Tempat parkir jama’ah Baiturrahman dibagi menjadi dua tempat, di halaman aula Baiturrahman (khusus kendaraan roda dua) dan di halaman

(26)

depan masjid yang bisa digunakan untuk kendaraan roda dua maupun roda empat, namun lahan untuk parkir kendaraan ini seringkali tidak memadai. Apalagi saat Pengajian Hajat setiap malam Jum’at, kendaraan yang tidak cukup di parkir di areal masjid ditaruh di luar pagar, kondisi ini pun cukup membahayakan bagi keamanan kendaraan jama’ah. Ke depan, semoga ada solusi, sehingga Masjid Kabupaten ini memiliki halaman dan lahan parkir yang luas-representatif sekaligus aman. Luas halaman samping selatan aula 82,50 m2 sedang di depan aula 219,20 m2 jika ruangan masjid tidak cukup

digunakan juga untuk shalat dan bisa menampung jama’ah sampai kurang lebih 290 orang. Trotoar depan masjid yang luasnya 106,50 m2 di samping

untuk parkir kendaraan juga bisa digunakan untuk shalat yang bisa menampung jama’ah sampai kurang lebih 140 jama’ah. Tak ketinggalan juga halaman/lahan parkir depan masjid yang luasnya 1.367,05 m2 di samping

untuk parkir kendaraan juga digunakan untuk shalat pada saat-saat tertentu seperti Idul Fitri dan Idul Adha, bisa menampung jama’ah sampai kurang lebih 1.760 orang.

Sementara untuk menjaga kesejukan, ada air mancur bernama Dzikir Cinta di depan aula MAB yang terbilang unik dan menarik, dibuat menyerupai bunga anturium raksasa, di ujung-ujung bunga anturium paling bawah berjumlah sembilan memancar air yang bisa digunakan untuk berwudhu’. ©

Referensi

Dokumen terkait

Analisa hasil yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier yang menggunakan aplikasi SPSS versi 25, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penambahan 1 % limbah

ditujukan oleh aparatur dinas sosial dan tenaga kerja kabupaten Kampar berada pada kategori yang cukup baik. Berdasarkan analisa tabel maka dapat dikatakan bahwa

Siten tutkimukseni taustalla on sosiokonstruktivistinen ajatus siitä, että ihminen ennen kaikkea tuottaa kuin löytää tietoa ja että tämä tieto on konteksti- ja

Berdasarkan pada pola sebaran permukaan yang telah dipetakan oleh Wyrtki (1961) dapat dilihat bahwa massa air dari Samudera Pasifik bergerak terus mencapai Laut

Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru (PT Remaja Rosdakarya, 2013), 106. Di MAN II Pamekasan, bentuk penerapan media yang diterapkan oleh guru fikih

Tanpa analisa yang jelas terhadap seluruh kekuatan atau institusi yang mungkin mengharapkan sesuatu dari proses penganggaran, upaya advokasi dapat terhalang oleh

1. Berkonsultasi dengan guru pembimbing mengenai hasil dan praktik proses pembelajaran yang dilaksanakan. Dalam berkonsultasi dengan guru pembimbing mahasiswa

Dari latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah Hari Besar Islam berpengaruh Terhadap Komoditas Utama