SEMINAR NASIONAL
STANDAR TARIF DOKTER DAN RUMAH SAKIT
Hotel Century, Jl. Pintu Satu Senayan, Jakarta
Kamis, 4 Oktober 2012
Diselenggarakan oleh:
Perhimpunan Dokter Seminat Asuransi Indonesia (PDSAI) dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI)
Dikelola oleh: PT. Kalta Bina Insani
Latar Belakang
Dalam tiga dekade terakhir, praktik kedokteran dan rumah sakit di Indonesia menampilkan pola yang amat berbeda dengan yang praktik kedokteran dan rumah sakit di negara lain. Salah satu yang unik adalah bahwa tarif dokter dan tarif rumah sakit, untuk layanan yang sama, sangat berbeda antar kelas. Sebagai contoh, tarif jasa dokter spesialis di Jakarta bervariasi dari Rp 35.000 per kunjungan di sebuah RS pemerintah samap Rp 350 ribu per kunjungan di RS swasta. Jasa dokter mungkin berbeda karena perbedaan spesialisasi dan atau pengalaman. Anehnya, tarif pemeriksaan laboratorium dan atau radiologi, yang prosedurnya sama, bisa berbeda jauh di suatu rumah sakit untuk kelas yang berbeda. Hal ini tentu sangat membingungkan pasien dan pembayar/perusahaan asuransi.
Akibatnya, di banyak rumah sakit, dokter spesialis dan atau dokter senior tidak mau melayani pasien kelas III, pasien miskin atau berkantong rendah, baik yang dijamin Jamkesmas. Apakah kita mengenal kasta? Hal tersebut bisa jadi berdampak terhadap mutu layanan dan hasil pengobatan. Ketidak-pastian besaran biaya yang harus dibayar pasien dikeluhkan banyak pasien dan industri asuransi atau perusahaan yang menanggung biaya kesehatan bagi karyawannya. Hal itu akan menyulitkan perencanaan keuangan. Tetapi, bagaimana di negara lain? Misalnya di Malaysia, Muangtai, dan di negara maju? Banyak informasi beredar bahwa berobat di RS swasta di Malaysia lebih murah dari di Indonesia. Bagaimana mungkin?
Pasal 49 Undang-undang RS (44/2009) Mengharuskan Menkes menetapkan pola tarif nasional dan Pemda mengatur pagu tarif berdasarkan pola tarif Nasional. Sesungguhnya UU tersebut mengisyaratkan adanya kendali Pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari pembayaran layanan RS
dan pengawasan, merugikan pasien dan tenaga profesional yang memiliki integritas melayani rakyat. Perang tarif dapat merusak tatanan sistem kesehatan dan menyulitkan industri asuransi memprediksi perkiraan klaim untuk menentukan premi yang pantas. Kapan Pemerintah akan menjalankan UU RS? Kini Undang-Undang tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah disahkan dan akan beroperasi mulai tanggal 1 Januari 2014 yang bisa jadi menjadi titik awal pengaturan tarif. Pemerintah tengah menyiapkan peraturan pelaksanaan yang antara lain akan membayar Rumah Sakit dengan cara bayaran borongan INA-Casemix-Based Groups (CBG) yang relatif seragam untuk semua RS. Lalu, bagaimana dengan tarif untuk pasien yang belum dijamin BPJS atau pasien yang dijamin oleh perusahaan asuransi?
Bagaimana pula dengan layanan primer di dokter praktik swasta, klinik swasta, atau di puskesmas? Apakah BPJS akan membayar yang sama? Bagaimana sikap Ikatan Dokter/Dokter Gigi atas tarif-tarif yang bervariasi tersebut? Apakah asuransi kesehatan swasta bisa menambah bayaran (top up) agar penduduk berpenghasilan tinggi yang ikut BPJS bisa tetap dilayani dengan baik oleh dokter berkasta tinggi? Apakah memungkinkan pembayaran dengan tarif yang relatif sama untuk semua dokter primer, tarif yang relatif sama untuk dokter spesialis, dan tarif yang relatif sama untuk semua jenis pemeriksaan yang sama? Begitu juga dengan pembayaran obat, pemeriksaan laboratorium, dan tindakan medis? Apakah obat dengan dosis yang sama harus berharga sama? Seberapa besar faktor pajak pertambahan nilai dan pajak impor berpengaruh terhadap tarif RS?
Temukan jawabannya dalam Seminar Sehari. Temukan fakta-fakta sekarang, pengalaman di negara tetangga, dan bagaimana pengaturan tarif dokter dan RS di masa depan?
Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk mengkomunikasikan kondisi dan masalah pentarifan yang beragam dan korelasinya dengan kualitas layanan kedokteran.
1. Menyampaikan fakta dan masalah tarif dokter dan tarif RS yang belum berkeadilan.
2. Membahas dan mengidentifikasi proses penyamaan tarif untuk memungkinkan layanan yang berkeadilan bagi pasien di berbagai RS dan asal pasien, khususnya menjelang implementasi Jaminan Kesehatan Nasional.
3. Meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik untuk terwujudnya Jaminan Kesehatan Nasional yang baik untuk semua pihak.
Waktu dan Tempat Kegiatan
Kamis 4 Oktober 2012 bertempat di Hotel Century, Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta.
Jadwal Seminar
Waktu Topik Bahasan Pembiacara
08.00-08.30 WIB
Pendaftaran ulang peserta Panitia
08.30-09.30 WIB
Sesi I: Pembukaan
a) Laporan Ketua Pelaksana b) Sambutan Ketua PDSAI c) Sambutan Kedua PB IDI
d) Sambutan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial
e) Pembukaan dan Keynote Speech: Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Kementrian Kesehatan RI a) Emira Oepangat, dr b) Eddy Sulistijanto dr, MM c) Prio Sidipratomo, dr. SpR d) Sardan Marbun, e) Suprijantoro dr, SpP, MARS 09.30-10.00 WIB Coffee break 10.00-12.00 WIB
Sesi II: Pengalaman Lapangan (berbasis klaim)
a) Variasi tarif dokter dan tarif dokter ideal
b) Variasi tarif tindakan medis di berbagai RS
c) Variasi dan negosiasi tarif RS d) Konsep dan Revisi Pembayaran
INA-CBG
Moderator: Faustinus Wirasadi dr., PDSAI
a) Slamet Budi, dr SH, PBIDI
b) Didi Hartono dr, PDSAI
c) Rosa Ginting, Dr, InHealth
d) Bambang Wibowo dr, SpOG. Casemix Center Kemenkes
12.00-13.00 WIB
Lunch Break and presentasi Sponsor
13.00-15.00 WIB
Sesi III: Standardisasi tarif dokter dan RS di Negara Tetangga
Moderator: Hasbullah Thabrany, dr. DrPH
Waktu Topik Bahasan Pembiacara
b) Standar prices/tarriff for Capitation and DRG payment for hospitals in Thailand
c) Hospital standard prices for
PhilHealth and non PhilHealth, in the Philippine. University, Kuala Lumpur) b) Siripen Supakankunti, MPH, Ass Prof Chulalangkorn University, Thailand c) Eduardo Banzon, MD,
PhilHealth, the Philippine 15.00-15.30
WIB
Coffee break
15.30-17.00 WIB
Sesi IV: Solusi—Meningkatkan Akses layanan
a) Prospek Standardisasi Tarif RS: Peluang dan Tantangan
b) Standar tarif RS dan keterjangkauan premi asuransi swasta
c) Peluang insentif pajak terhadap obat dan alat medis untuk menjamin layanan rumah sakit yang terjangkau
Moderator: Zaenal Abidin, dr. MH, Ketua Terpilih PBIDI a) Sutoto, dr. Mkes, Dr. PERSI b) Kasir Iskandar, Aktuaris c) Ditjen pajak/Bea Cukai
17.00 – 17.15
Rangkuman dan penutupan Eddy Sulistijanto dr. Ketua
PDSAI
Pada hari Kedua, tanggal 5 Oktober 2012, akan diadakan workshop/training bersama dengan pembicara luar negeri untuk perwakilan peserta terbatas penentu kebijakan dan akademisi/peneliti dalam rangka menggali informasi lebih banyak dari pembicara luar negeri.
Peserta
Para eksekutif, manajer, dan pegawai industri asuransi, perusahaan besar yang menjamin kesehatan karyawannya, fasilitas kesehatan (RS, Klinik), praktisi kesehatan, industri farmasi, industri alat kesehatan, dan akademisi
Bahasa
Penyelenggara
Kegiatan ini diinisiasi oleh kolaborasi antara Perihumpunan Dokter Seminat Asuransi Indonesia (PDSAI) dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PBIDI)
Susunan Panitia:
1. Panitia Pengarah:Ketua : Hasbullah Thabrany, dr, MPH, DrPH
Ketua PB IDI : Prio Sidipratomo, dr, SpR
PDSAI : Eddy Sulistijanto, dr. MM
2. Panitia:
Ketua Panitia : Emira Oepangat dr
Sekretaris : Asri dr.
Wakil Sekretaris : Rosamala Dewi dr
Event Organizer : Roosyana dr. MPH
Sekretariat :Lenny Rachmawatie, Dinda Srikandi, Nenny, Lestari
Biaya Registrasi
Kategori Waktu Biaya, Rp
Perorangan Sd 30 September 12 1.500.000
Grup 3 orang atau lebih Sd 30 September 12 Diskon 10 %
Biaya pendaftaran harap ditransfer ke
Rekening: Bank Syariah Mandiri KCP Pondok Bambu
No: 701 772 3299 a/n Kalta Bina Insani QQ KlinikDK
Mohon bukti transfer di fax ke 021 – 8087 9364 dan atau email ke [email protected]
Sekretariat dan Pendaftaran:
PT. KALTA BINA INSANI
Jl. Dewi Sartika no.44 A, Cawang, Jakarta Timur Fax: 021 – 8087 9364
Contact : 021 8088 9663
Formulir Pendaftaran SEMINAR NASIONAL
Standar Tarif Dokter dan Rumah Sakit
ISILAH DENGAN BENAR DAN LENGKAP AGAR SERTIFIKAT YANG ANDA TERIMA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK KENAIKAN PANGKAT, PERPANJANGAN IJIN PRAKTIK,
DLL
Nama Depan : Nama Belakang:
Gelar yang ingin dicantumkan dalam sertifikat:
Instansi /kantor: Alamat Instansi/Kantor : Kode Pos : No Tel/Fax : Email Instansi : Email Pribadi :
Kategori pendaftaran : Perorangan/Grup:
Bukti setor/transfer mohon difax ke 021 8087 9364 atau email ke [email protected]
..., .../.../2012
Pendaftar/Penyetor biaya Pendaftar Tanda Tangan dan naman Lengkap