Headline Berita Hari Ini
Periode:
25/09/2014
Tanggal terbit:
25/09/2014
Sebaran Bidang
.
Berita media hari ini didominasi bidang
Polhukam sebanyak 90,9 persen. Selain itu,
bidang perekonomian diberitakan sebanyak 9,1
persen.
Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik
Kementerian Komunikasi dan Informatika Telp/fax: 021/352.1538 | Twitter: @ditppi
Sebaran Isu
.
Isu terbanyak hari ini adalah isu Vonis Korupsi
Anas (15 berita). Isu lainnya adalah isu FPI
Tolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta (2 berita),
isu Bentrok TNI Polisi di Batam (1 berita), isu
Fraksi Sampaikan Posisi di Rapat Panja (1
berita), isu Harga Pasar Saham (1 berita), isu
Kenaikan Suku Bunga (1 berita), dan isu RUU
Pilkada (1 berita).
Sebaran Tendensi
.
Isu terbanyak bertendensi netral sebesar 50
persen. Isu bertendensi positif sebesar 40,9
persen dan isu yang bertendensi negatif
sebesar 9,1 persen.
Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik
Kementerian Komunikasi dan Informatika Telp/fax: 021/352.1538 | Twitter: @ditppi
Sebaran Isu dan Tendensi
.
Isu bertendensi netral terdapat pada
pemberitaan isu Vonis Korupsi Anas, isu FPI
Tolak Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta, isu
Fraksi Sampaikan Posisi di Rapat Panja, dan isu
RUU Pilkada. Isu bertendensi positif dijumpai
pada isu Vonis Korupsi Anas, maupun isu
Bentrok TNI Polisi di Batam. Selanjutnya isu
bertendensi negatif dijumpai pada isu Harga
Pasar Saham dan Isu Kenaikan Suku Bunga.
CONCLUSION
Kesimpulan: Berita hari ini didominasi bidang
Polhukam (90,9 persen). Isu terbanyak yang
diberitakan media adalah isu Vonis korupsi Anas
(15 berita). Tendensi berita didominasi netral (50
persen). Isu yang diberitakan bertendensi
negatif adalah isu Harga Pasar Saham maupun
isu Kenaikan Suku Bunga.
Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik
Kementerian Komunikasi dan Informatika Telp/fax: 021/352.1538 | Twitter: @ditppi
CONCLUSION
Rekomendasi: Duduk perkara isu Vonis korupsi
Anas Urbaningrum adalah sebagai berikut.
Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana
Korupsi menyatakan Anas bersalah dan
diberikan vonis hukuman 8 tahun penjara. Anas
juga harus membayar denda senilai 300 juta,
dan harus mengembalikan uang senilai Rp 57
miliar dan US$ 5,2 juta. Jika dibandingkan
dengan politisi lain yang terjerat korupsi, vonis
Anas memang bukan yang tertinggi. Namun,
dari sisi denda yang harus dibayar, Anas
terbilang yang terbesar. Sementara itu Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) akan
mengajukan banding dalam perkara korupsi
penerimaan hadiah dari sejumlah proyek-proyek
pemerintah dan tindak pidana pencucian uang
(TPPU) dengan terdakwa mantan ketua umum
Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang
divonis 8 tahun penjara. Terdakwa Anas
Urbaningrum sendiri sempat merasa bahwa
putusan dari Majelis Hakim Tipikor tersebut tidak
adil. Karena menurut Anas, putusan tersebut
tidak sesuai dengan fakta-fakta persidangan
yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan
selama proses pemeriksaan saksi-saksi yang
ada. .
CONCLUSION
Berdasarkan duduk perkara tersebut di atas,
maka pemerintah sebaiknya dapat
menyelenggarakan kegiatan sosialisasi
mengenai efek negatif korupsi sebagai alat
pencegah tindakan korupsi dan pencucian uang
secara lebih efektif dan komprehensif di masa
mendatang. Rekomendasi ini disampaikan
karena semakin bertambahnya politikus yang
terjerat tidak pidana korupsi dalam beberapa
tahun terakhir.
Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik
Kementerian Komunikasi dan Informatika Telp/fax: 021/352.1538 | Twitter: @ditppi
1
Waspada Pembalikan Hot Money
Yellen kembali minta agar investor waspada. Sebab, The Feed akan mengumumkan kenaikan sukum bunga lebih cepat dari perkiraan. Bahkan, ada kemungkinan, kenaikan bunga tak dilakukan di kuartal pertama 2015, tapi akhir 2014.
2
Anas Terbukti Korupsi dan Cuci uang
majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang diketuai
Haswandi menghukum Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas urbaningrum dengan pidana selama delapan tahun. Anas Terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.
3
... Hancurkan Brimob Tak Kurang 10 Menit.
Jenderal Gatot Nurmantyo memuji prajuritnya yang bersikap tenang dan tidak melakukan pembalasan ke Markas Brimob. Kepala Staf TNI AD itu percaya investigasi kasus
bentrokan di Batam akan menghasilkan kebenaran yang adil. 4
Vonis Tanggung Anas
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tidak puas terhadap vonis Mejelis Hakim Pengadilan tindak pidana korupsi terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, 8 tahun penjara dan denda 300 juta subsider 3 bulan kurungan KPK akan mengajukan banding.
5
Investor Publik Menjerit
Pasar dikagetkan dengan harga rights issue PT BW Plantation yang ditetapkan jauh di bawah harga pasar. Ditambah lagi mayoritas dana hasil penerbitan saham baru itu akan dipakai untuk membeli aset Grup Rajawali yang dipatok pada harga jauh di atas
perusahaan sejenis. 6
Anas Divonis 8 Tahun Penjara
Terdakwa gratifikasi pada proyek Hambalang , Anas Urbaningrum divonis penjara delapan tahun. Anas terbukti korupsi dan melakukan pencucian uang, tapi hakim tidak mencabut hak politik Anas. Publik sendiri yang akan menentukan apakah akan memilih seseorang atau tidak.
8
Kubu Parabowo Ancam Para Pembelot
Sehari menjelang pengesahan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumpulkan anggota Koalisi Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dia hendak memastikan koalisi tidak koyak saat penentuan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui voting terbuka dalam Rapat Paripurna DPR hari ini.
9
KPK to appeal Anas sentence
The Corruption Eradication Commission (KPK) quickly challanged the sentence handed down by the Jakarta Corruption Court to former Democratic Party chairman Anas Urbaningrum, saying it would file an appeal as the sentence was too lenient. 10
Anas Dihukum 8 Tahun Penjara.
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis bersalah dengan hukuman penjara delapan tahun untuk mantan ketua umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Dalam sidang pembacaan putusan, Rabu (24/9), majelis hakim menilai, Anas terbukti melakukan korupsi secara berlanjut dan berulang.
11
Hakim: Korupsi Anas Berlanjut
Majelis Hakim pengadilan Tindak Pidana korupsi menyatakan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terbukti melakukan korupsi secara berlanjut dan pencucian uang secara berulang-ulang.
12
Membandingkan Denda Anas dan Politisi Lainnya yang Tersangkut Korupsi
Majelis hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi menyatakan Anas bersalah dan diganjar 8 tahun penjara. Anas juga harus membayar denda senilai Rp 575 miliar dan US$ 52 juta. Jika dibandingkan dengan politisi lain yang terjerat korupsi, vonis Anas memang bukan yang tertinggi. Namun, dari sisi denda yang harus dibayar, Anas terbilang yang terbesar.
13
KPK: Hakim Cerdas Antisipasi Manuver Anas
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto, menilai bahwa langkah yang diambil Majelis Hakim terkait permintaan Anas Urbaningrum untuk
melakukan mubahalah, atau sumpah kutukan atas putusan yang telah dijatuhkan sudah tepat.
Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik
Kementerian Komunikasi dan Informatika Telp/fax: 021/352.1538 | Twitter: @ditppi
14
Court Sentences Anas to 8 Yearr in Prison for Graft The Jakarta Anti- Corruption Court found ormer Democratic Party chairman Anas Urbaningrum guility of corruption and money laundering on Wednesday before sentencing him to eight years in prison.
15
Anas dan Jaksa KPK Akan Banding Vonis Tipikor Jakarta - Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, Anas
Urbaningrum akan melakukan banding atas vonis yang diterimanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
16
Hakim nilai Anas terbukti lakukan pencucian uang
Majelis hakim yang mengadili mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai Anas menyamarkan sumber harta kekayaan berupa rumah dan tanah sehingga terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang.
17
FPI Tolak Ahok Jadi Gubernur
Aksi penolakan yang dilakukan oleh Ormas FPI untuk penolakan Ahok jadi Gubernur DKI Jakarta dengan alasan selama menjabat Wakil Gubernur Ahok tidak bisa menjaga ucapannya seringkali jika bicara Ahok banyak menyinggung banyak pihak menanggapi hal ini, Ahok yang ditolak untuk jadi Gubernur tetap melaksanakan tugasnya seperti biasa karna sewaktu menjabat di Belitung
18
Muncul Dissenting Opinion, Pengamat: Vonis Anas Dipaksakan Munculnya pendapat berbeda atau dissenting opinion dari Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saat membacakan vonis Anas Urbaningrum, menunjukkan ada sesuatu yang janggal dalam putusan tersebut.
19
Anas Divonis 8 Tahun
Anas terbukti terima Gratifikasi, 2 hakim beda pendapat soal pencucian uang, Majelis Hakim tolak cabut Hak Politik Anas. Selain divonis 8 th penjara dan denda 300 jt, hakim pengadilan tipikor mengharuskan Anas membayar uang pengganti 57 milliar dan 5,2 jt
20
Sidang Vonis Urbaningrum
Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi, menetapkan pidana 8 (delapan) tahun penjara dan denda 300 juta rupiah terhadap mantan ketua umum parta Demokrat, Anas Urbaningrum. 21
FPI Tolak Ahok Jadi Gubernur DKI
Ratusan orang dari Front Pembela Islam berunjuk rasa didepan gedung DPRD DKI Jakarta, mereka menolak Basuki Cahaya Purnama atau Ahok menjadi Gubernur DKI menggantikan Joko Widodo, dengan membawa spanduk dan poster, ratusan orang yang tergabung dalam FPI melakukan aksi long march dari markas FPI di Petamburan menuju gedung DPRD DKI Jakarta
22 Tarik Ulur RUU Pilkada
Dalam Rapat panja RUU Pilkada hari ini Farkasi-fraksi menyampaikan pendapat mini terkait posisi akhir masing-masing rapat panja, RUU Pilkada siang ini yang dihadiri menteri Dalam Negri, Menteri Hukum dan Ham, dan Menteri Keuangan dan DPD. Fraksi-fraksi menyampaikan pendapat mini terkait posisi akhir kemudian disimpulkan untuk dibawa keparipurna, 5 fraksi mendukung Pilkada lewat DPRD, 4 fraksi mendukung Pilkada langsung.
Direktorat Pengolahan dan Penyediaan Informasi Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik
Kementerian Komunikasi dan Informatika Telp/fax: 021/352.1538 | Twitter: @ditppi