www.bpjs-kesehatan.go.id
MEKANISME KLAIM OBAT DAN PERBEKALAN
KESEHATAN UNTUK FKTP DAN FKRTL DALAM
SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL
DRG. FAJRIADINUR, MM. Direktur Pelayanan
Disampaikan Sosialisasi Perturan Perundang-Undangan Bidang Kefarmasian dan Alat Kesehatan Bandung, 28 November 2014
AGENDA
PENDAHULUAN
SISTEM PEMBAYARAN FASKES
MEKANISME PEMBAYARAN OBAT
MEKANISME KLAIM OBAT
TANTANGAN PELAYANAN OBAT
1
2
3
4
1. PENDAHULUAN
”1 JANUARI 2014, PT ASKES (PERSERO) MENJADI BPJS KESEHATAN”
UU SJSN dan UU BPJS
www.bpjs-kesehatan.go.id
Kegotong-royongan Nirlaba Keterbukaan Kehati-hatian Akuntabilitas Portabilitas Kepesertaan wajib Dana amanat Hasil pengelolaan dana digunakan seluruhnya untuk pengembangan program dan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta
9 Prinsip
Jaminan
Kesehatan
Jaminan
Kecelakaan Kerja
Jaminan Hari Tua
Jaminan Pensiun
Jaminan
Kematian
5 Program
Kemanusiaan
Manfaat
Keadilan sosial
bagi seluruh
rakyat
Indonesia
3 Azas
Sistem Jaminan Sosial Nasional
2013 2014 - 2019
Per.Pres. RI Nomor : 111 Tahun 2013 pasal 6 :
(1) Kepesertaan Jaminan Kesehatan bersifat WAJIB dan
mencakup SELURUH penduduk Indonesia
CAKUPAN
SEMESTA 2019
Badan Hukum PRIVATE
Di bawah Menteri BUMN
Semula Hanya Untuk Jaminan Kesehatan PNS dan Pensiunan TNI/POLRI + Prts Kem + Vet
Badan Hukum PUBLIK
Langsung Bertanggung Jawab Kepada PRESIDEN Untuk Mengelola Jaminan Kesehatan
SELURUH RAKYAT INDONESIA
www.bpjs-kesehatan.go.id
STAKE HOLDERS PROGRAM JAMINAN KESEHATAN
Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 Tentang BPJS
PESERTA
BPJS KESEHATAN
FASKES PEMERINTAH
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
Quoted from: Hidayat B et al,Health Financing
Pemerintah BPJS Faskes
Menetapkan paket manfaat Jaminan Kesehatan X Menetapkan besaran iuran premi X Menentukan dan mendaftarkan peserta PBI X
Menentukan Sistem Pembayaran Faskes X Mengembangkan clinical guidelines X
Melakukan dan/atau menerima pendaftaran Peserta X Memungut dan mengumpulkan Iuran dari Peserta dan Pemberi
Kerja X
Menerima Bantuan Iuran dari Pemerintah X Mengelola Dana Jaminan Sosial untuk kepentingan Peserta;
X Melakukan seleksi, credentialing, kontrak dengan Faskes (baik
Pemerintah dan Swasta) X
Melakukan proses tagihan klaim dan pembayaran kepada
Faskes X
Utilization/claim reviews X Memberikan informasi mengenai Program Jaminan Kesehatan
kepada Peserta X
Menyediakan Layanan Kesehatan X
Mengelola Sistem Rujukan X
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB STAKEHOLDERS
Bersifat pelayanan kesehatan perorangan, mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan obat, bahan medis habis pakai sesuai dengan
indikasi medis yang diperlukan
Medis
FKTP FKRTL
Non Medis
Akomodasi Ambulan
MANFAAT JAMINAN KESEHATAN
Perpres 12/2013 Pasal 20
terikat
dengan besaran
PELAYANAN KESEHATAN YANG DIJAMIN
Meliputi pelayanan kesehatan spesialistik dan subspesialistik yang mencakup
Pelayanan Tingkat Pertama
1. Administrasi pelayanan;
2. Pelayanan promotif dan preventif;
3. Pemeriksaan, pengobatan, dan konsultasi medis;
4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif;
5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
6. Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis;
7. Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama; dan 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai
dengan indikasi
Pelayanan Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan
Meliputi:
1. Administrasi pelayanan;
2. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh dokter spesialis dan subspesialis;
3. Tindakan medis spesialistik, baik bedah maupun non-bedah sesuai dengan indikasi medis;
4. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai;
5. Pelayanan penunjang diagnostik lanjutan sesuai dengan indikasi medis;
6. Rehabilitasi medis; 7. Pelayanan darah;
8. Pelayanan kedokteran forensik klinik;
9. Pelayanan jenazah (pemulasaran jenazah) pada pasien yang meninggal di fasilitas kesehatan (tidak termasuk peti jenazah);
10. Perawatan inap non-intensif;
11. Perawatan inap di ruang intensif; dan 12. Akupunktur medis
Meliputi pelayanan kesehatan non spesialistik yang mencakup:
Permenkes 28/2014
10 Perpres 12/2013 pasal 22
PERKEMBANGAN JUMLAH PESERTA JKN
S.D. 31 OKTOBER 2014
11 110 115 120 125 130 135 Ja n -14 Feb -14 Mar -14 Apr -14 Mei-14 Jun-14 Jul -14 Ag u st-14 Sep -14 O kt -14 M ill io n s Jumlah Peserta0% 21% 3% 12% 4% 55% 5%
TOTAL
DR KLINIK POLRI KLINIK PRATAMA KLINIK TNI PUSKESMAS RS D PRATAMA GIGI 1DOKTER PRAKTIK PERORANGAN 3,786
2 KLINIK POLRI 570 3 KLINIK PRATAMA 2,034 4 KLINIK TNI 753 5 PUSKESMAS 9,778 6 RS D PRATAMA 8 16,929 GIGI 887 Sub Total
NO JENIS FASKES TOTAL
Jumlah Faskes Per Jenis FKTP
Per Oktober 2014
JUMLAH FASKES RUJUKAN
PROVIDER BPJS KESEHATAN
RS Pemerintah 38% RS Khusus 9% RS Khusus Jiwa 2% RS TNI 6% RS POLRI 3% RS Swasta 38% Klinik Utama 4%1
RS Pemerintah
- Kelas A
18
- Kelas B
138
- Kelas C
300
- Kelas D
164
2
RS Khusus Non Jiwa
138
3
RS Khusus Jiwa
34
4
RS TNI
103
5
RS Polri
40
6
RS Swasta
610
7
Klinik Utama
67
Total
1.612
No
Uraian
Jumlah
Peserta
FKTP
FKRTL
Rujuk / Rujuk Balik
Emergency
Klaim
BPJS Branch Office
Alur Pelayanan Kesehatan
2. SISTEM PEMBAYARAN FASKES
Beberapa regulasi yang menjadi dasar pelaksanaan program
JKN:
1. UU No. 40 Tahun 2004
2. UU No. 24 Tahun 2011
3. Perpres No. 12 Tahun 2013
4. Perpres No. 111 Tahun 2013
5. Permenkes No. 71 Tahun 2013
6. Peraturan BPJS Kesehatan No. 1 Tahun 2014
8. Kepmenkes No 328 Tahun 2013
9. Kepmenkes No 159 Tahun 2014
10. Kepmenkes No. 455 Tahun 2013
11. Permenkes No.
27
Tahun 2014
12. Permenkes No.
28
Tahun 2014
13. Permenkes No
59
Tahun 2014
REGULASI
UU No 40 Tahun 2004
Tentang SJSN
DASAR HUKUM
Pasal 24
(3) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
mengembangkan
sistem pelayanan kesehatan, sistem kendali mutu
pelayanan, dan
sistem pembayaran pelayanan
, kesehatan
untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
Penjelasan Pasal 24
(3) Dalam pengembangan pelayanan kesehatan, Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial menerapkan sistem kendali
mutu dan kendali biaya termasuk menerapkan iuran
biaya untuk mencegah penyalahgunaan pelayanan
kesehatan.
Sistem Pembayaran
Dasar hukum Pelayanan Obat
UU No 40/2004 pasal 25
Daftar dan harga tertinggi obat-obatan, serta bahan medis habis pakai yang dijamin oleh Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
PerPres 111/2013 pasal 32
(1) Pelayanan obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai untuk Peserta Jaminan Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan berpedoman pada daftar dan harga obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang ditetapkan oleh Menteri.
(4) Daftar obat, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam Formularium Nasional dan Kompendium Alat Kesehatan
• Formularium Nasional
• (KMK 328/MENKES/SK/IX/2013) • (KMK 159/MENKES/SK/V/2014) Daftar Obat
• E-Catalogue Obat 2014
Plafon Harga Obat
UPDATE REGULASI
1. Permenkes No. 27 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Sistem INA
CBG’s
- Diundangkan pada tanggal 16 Juni 2014
- Berlaku tanggal 1 Januari 2014
2. Permenkes No. 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan
Program JKN
- Diundangkan pada tanggal
25 Juni 2014
- Berlaku sejak tanggal diundangkan
3.
Permenkes 59 Tahun 2014 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan
Dalam Penyelenggaaraan Jaminan Kesehatan
- Diundangkan pada tanggal
15 September 2014
- Berlaku sejak tanggal 1 September 2014
SISTEM PEMBAYARAN FKTP Permenkes No. 59/2014 SISTEM PEMBAYARAN KAPITASI FFS (DI LUAR KAPITASI) RJTP (Konsultasi, Obat, BMHP
Tindakan, Promotif Preventif
AKOMODASI RITP
DMP & PROGRAM RUJUK BALIK (Obat & LAB)
TRANSFUSI DARAH KEBIDANAN DAN
NEONATAL SCREENING KESEHATAN (DM, HT, Ca Cervix) AMBULANCE KELUARGA BERENCANA
GAWAT DARURAT NON FASKES KERJA SAMA
SISTEM PEMBAYARAN DI FKRTL Permenkes no. 59/2014
SI
ST
EM
PEMB
AYA
RAN
INA CBG’S KONSULTASI AKOMODASI, ALKES, OBAT, BMHP, DLL TINDAKAN MEDIS (OPERASI DAN NONOPERASI) DI LUAR PAKET INACBG’S OBAT KEMOTERAPI 7 ALAT BANTU KESEHATAN OBAT KRONIS NON
STABIL PET SCAN CAPD AMBULANS KETENTUAN KHUSUS: PASIEN THALASSEMIA PASIEN HAEMOPHILIA 22
MEKANISME PEMBAYARAN OBAT
DI LUAR PAKET KAPITASI DAN PAKET INA CBG’S
MEKANISME PEMBAYARAN OBAT
DILUAR KAPITASI DAN INA CBG’S
NO. URAIAN SEBELUM PMK 59/2014 SETELAH PMK 59/2014
1. Acuan Harga Dasar Obat PRB
1. E-Katalog
2. Jika obat E-Katalog tidak ada mengacu DPHO
3. Jika tidak ada di E-Katalog mengacu DPHO. Harga DPHO berlaku 6 bln setelah E-Katalog ditetapkan
4. Jika tidak ada di E-Katalog dan DPHO Harga Faktur Pembelian
5. Harga obat + Faktor Pelayanan Kefarmasian + Embalage sesuai SE Menkes No. 31/2014
1. Harga dasar obat sesuai E-Katalog + biaya pelayanan kefarmasian.
2. Biaya Pelayanan kefarmasian = Faktor Pelayanan x Harga Dasar obat E-Katalog
3. Ada peningkatan besaran Faktor Pelayanan. Tanpa biaya embalage 2. Acuan Harga Dasar Obat Kronis Belum Stabil di FKRTL 1. Mekanisme 7:23 2. E-Katalog
3. Jika obat E-Katalog tidak ada mengacu DPHO
4. Jika tidak ada di E-Katalog mengacu DPHO. Harga DPHO berlaku 6 bln setelah E-Katalog ditetapkan
5. Jika tidak ada di E-Katalog dan DPHO Harga Faktur Pembelian
6. Harga obat + Faktor Pelayanan Kefarmasian + Embalage sesuai SE Menkes No. 31/2014
1. Mekanisme 7: 23
2. Harga dasar obat sesuai E-Katalog + biaya pelayanan kefarmasian.
3. Biaya Pelayanan kefarmasian = Faktor Pelayanan x Harga Dasar obat E-Katalog
4. Ada peningkatan besaran Faktor Pelayanan. Tanpa biaya embalage
...lanjutan
NO. URAIAN SEBELUM PMK 59/2014 SETELAH PMK 59/2014
3. Acuan Harga Dasar Obat Kemoterapi
1. E-Katalog
2. Jika obat E-Katalog tidak ada mengacu DPHO
3. Jika tidak ada di E-Katalog mengacu DPHO. Harga DPHO berlaku 6 bln setelah E-Katalog ditetapkan
4. Jika tidak ada di E-Katalog dan DPHO Harga Faktur Pembelian
5. Harga obat + Faktor Pelayanan Kefarmasian + Embalage sesuai SE Menkes No. 31/2014
Pengajuan klaim pada
pemberian obat kemoterapi berlaku sesuai dengan tarif dasar INA-CBG’s ditambah dengan tarif obat
kemoterapi yang jenisnya sesuai dengan Formularium Nasional dan besarannya sesuai dengan E-Katalog.
TIDAK ADA BIAYA PELAYANAN KEFARMASIAN BPJS KESEHATAN AKAN TETAP MEMBAYAR OBAT
KEMOTERAPI SESUAI E-KATALOG TANPA BIAYA PELAYANAN KEFARMASIAN SAMPAI DILAKUKANNYA
REVISI PERMENKES 59/2014
• Rawat Jalantanpa obat kelasi Besi ditagihkan paket INA CBGs rawat Jalan tanpa Top Up obat • Rawat Jalan+ obat kelasi besi ditagihkan paket INA CBGs rawat Inap + Top Up obat
• Rawat Inap tanpa obat kelasi besi ditagihkan paket INA CBG’S rawat inap tanpa Top Up obat • Rawat Inap + obat kelasi ditagihkan paket INA CBG’S rawat inap + Top Up obat
• Pasien dirawat inap + transfusi darah tanpa obat
klaim rawat inap + prosedur tranfusi tanpaTop Up obat
• Top Up obat tidak ditagihkan Fee For Service tetapi merupakan tambahan dari Paket INA CBG’s (special CMG’s)
Pengajuan Klaim obat Thallasemia
PMK No. 27/2014
KLAIM THALASEMIA RAWAT JALAN YANG DIAJUKAN SEBAGAI KASUS RAWAT INAP
HANYA BISA DILAKUKAN 1 KALI SEBULAN
Pasien selain Thalasemia Mayor tidak
mendapatkan top-up special drug.
KASUS
PENAGIHAN KLAIM
PELAYANAN RAWAT JALAN/INAP + FAKTOR PEMBEKUAN DARAH
TARIF INA CBG’S RAWAT INAP + TAMBAHAN TARIF HEMOFILIA PELAYANAN RAWAT JALAN TANPA
FAKTOR PEMBEKUAN DARAH
TARIF INA CBG’S RAWAT JALAN PELAYANAN RAWAT INAP TANPA
FAKTOR PEMBEKUAN DARAH
TARIF INA CBG’S RAWAT INAP
TAMBAHAN TARIF HEMOFILIA SAMA UNTUK SEMUA TINGKAT KEPARAHAN KASUS DAN SEMUA KELAS PERAWATAN
REGIONAL
KELAS RUMAH SAKIT RSUPN (Rp) RSKRN (Rp) A (Rp) B (Rp) C (Rp) D (Rp) REG 1 12.178.400 10.898.800 9.908.000 7.914.200 6.298.800 5.272.750 REG 2 9.997.250 7.985.450 6.355.500 5.320.200 REG 3 10.026.950 8.009.200 6.374.400 5.336.000 REG 4 10.175.600 8.127.700 6.468.900 5.415.100 REG 5 10.264.750 8.199.150 6.525.550 5.462.550
Pengajuan Klaim Hemofilia A dan Hemofilia B
PMK No. 27/2014
Larangan menarik iur biaya untuk obat
PMK No. 28 Th 2014
• Penggunaan obat
di luar Formularium nasional
di
FKRTL hanya dimungkinkan setelah mendapat
rekomendasi dari Ketua Komite Farmasi dan Terapi
dengan persetujuan Komite Medik atau
Kepala/Direktur Rumah Sakit yang biayanya sudah
termasuk dalam tarif INA CBGs dan
tidak boleh
dibebankan kepada peserta
.
Fasilitas kesehatan
tidak
diperbolehkan meminta iur biaya
kepada peserta selama
mendapatkan manfaat pelayanan
kesehatan sesuai dengan haknya.
PMK No. 28 Th 2014
MEKANISME KLAIM OBAT
DI LUAR PAKET KAPITASI DAN PAKET INA CBG’S
(2) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial wajib membayar fasilitas kesehatan atas pelayanan yang diberikan kepada peserta paling lambat 15 (lima belas) hari sejak permintaan
pembayaran diterima
UU NO 40 TAHUN 2004 PASAL 24
(1) BPJS Kesehatan wajib membayar Fasilitas Kesehatan atas pelayanan yang diberikan kepada peserta paling lambat:
a. Tanggal 15 (lima belas) setiap bulan berjalan bagi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang menggunakan cara pembayaran pra upara berdasarkan kapitasi; dan
b. 15 (lima belas) hari sejak dokumen klaim diterima lengkap bagi Fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjutan
PERPRES 111/2013 PASAL 38
Kewajiban BPJS Kesehatan paling sedikit terdiri atas:
b. melakukan pembayaran klaim kepada Fasilitas Kesehatan atas pelayanan yang diberikan kepada Peserta paling lambat 15 (lima belas) hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap.
PERMENKES 71/2013 PASAL 12 AYAT (5)
DASAR HUKUM
Finalisasi Panduan Praktis Verifikasi Klaim
Penyesuaian proses verifikasi sesuai dengan kaidah INA CBGspada Juknis Sistem INA CBGs
Penyesuaian berkas pengajuan klaim sebagai dasar verifikasi
Panduan Praktis berubah menjadi
PETUNJUK TEKNIS VERIFIKASI KLAIM
PETUNJUK TEKNIS VERIFIKASI KLAIM dapat diakses melalui :
www.bpjs-kesehatan.go.id
Entri Data Klaim
Penyerahan Berkas Klaim
Verifikasi Klaim
Umpan Balik Klaim & Pembentukan FPK (Format
Pengajuan Klaim)
Tarik Data Klaim di Kantor Cabang
Approval & Pembayaran Klaim
Proses Pengajuan Klaim Obat
Petugas
Apotek/IF
RS
Petugas
BPJS Kes.
Apotek/
IFRS
BPJS
Kantor Cabang
15 Hari
3334
Verifikasi Administrasi :
1. Kuitansi Asli
2. Formulir Pengajuan Klaim 3. Rekap tagihan obat
4. Lembar resep
5. Hasil entrian Data tagihan pelayanan 6. Bukti pendukung (pemeriksaan lab,
protokol terapi)
7. Surat Elijibilitas Peserta lembar ke-3
Verifikasi Pelayanan :
1. Membandingkan data identitas peserta pada bukti pelayanan
2. Memastikan setting aplikasi pengihan obat 3. Memastikan referensi obat
4. Keabsahan dan kelengkapan resep
5. Keseuaian jenis penyakit dan restriksi persepan 6. Keseusaian dokumen
7. Kesesuaian harga, jenis & jumlah obat
8. Tanda terima obat oleh Pasien/Keluarganya
a. Klaim Kolektif
Batas waktu maksimal pengajuan klaim bagi Fasilitas
Kesehatan milik Pemerintah maupun Swasta, baik Tingkat
Pertama maupun Tingkat Lanjutan adalah
2 (dua) tahun
setelah pelayanan diberikan.
b. Klaim Perorangan
Batas waktu maksimal pengajuan klaim perorangan
adalah
2 (dua) tahun
setelah pelayanan diberikan, kecuali
diatur secara khusus.
PMK No. 28 Th 2014
Kadaluarsa Klaim
Klaim perorangan hanya untuk:
1. Klaim perorangan pada masa transisi (diatur secara khusus)
2. Klaim perorangan sebagai kompensasi daerah tidak ada Faskes memenuhi syarat
TANTANGAN PELAYANAN OBAT
BAGI PESERTA JAMINAN KESEHATAN
KENDALA LAPANGAN
• E-Catalogue Obat 2014
Plafon Harga Obat
Permasalahan:
1) E-catalog obat tahun 2014 dipublish pertama kali pada tanggal 17 Maret 2014 untuk 270-an item dari 913 item sediaan
2) Sampai saat ini (tanggal 15 November 2014) masih ada item obat Formularium Nasional yang belum memiliki plafon harga di e-catalog
3) Belum semua Apotek PRB dan RS Swasta dapat memesan obat E-katalog (Surat Pemesanan obat manual sering ditolak PBF)
Dampak:
a. Bagaimana Acuan nilai ganti harga obat di luar paket kapitasi dan INA-CBG’s yang harganya belum tercantum di dalam E-catalog? Surat Direksi BPJS Kesehatan No. 9482/III.2/2014, BPJS Kesehatan menunda penagihan obat-obatan di luar kapitasi dan INA CBG’s yang harga obatnyabelum ditetapkan di dalam E-Katalog dengan tetap mempertimbangkan kadaluarsa klaim.
b. Kendala ketersediaan obat untuk peserta
Notulen
pertemuan
evaluasi
Sistem
Rujukan
yang
dilaksanakan
di
Mercure
Bandung tanggal 25 Oktober,
yang
dihadiri
FKTP,
FKTRL,Dinkes Kab/ Kota
se-Bandung
Raya
dengan
Narasumber
BUKD,Dinkes
Provinsi :
1. Obat susah dipesan
2. Faskes swasta yang belum
memiliki login password
e-catalog tidak bisa memesan
obat melalui e-catalog
3. Jika memesan obat secara
langsung,
harga
yang
digunakan harga umum
Keluhan Klinik Griya Husada Karang Anyar
Notulen pertemuan benchmarking FKTP Klinik Pratama dan Klinik TNI Terbaik se Indonesia, tanggal 26 November 2014 di Solo
Klinik Andri Medistra Serang kesulitan mendapatkan obat PRB karena tidak dapat mengakses e-catalog (tidak punya login dan password), pembelian obat PRB
menggunakan harga umum,
sedangkan klaim ke BPJS
Kesehatan menggunakan harga e-catalog.
Kondisi Saat ini
Rujuk ke Rumah Sakit
KELUHAN RSUD
KELUHAN RS SWASTA
KELUHAN RSUD
KELUHAN APOTEK
Harapan
1. Semua obat yang tercantum dalam Fornas, harganya sudah diakomodir dalam E-Katalog 2014
2. Adanya sosialisasi mengenai pemesanan obat E-katalog 2014 secara SP Manual, khususnya kepada Industri farmasi dan distributor farmasi
3. Perlunya kepastian mengenai kuota yang telah terpenuhi dalam PKS antara LKPP dan Industri Farmasi
4. Adanya ketegasan kepada industri Farmasi dan distributor farmasi dalam komitmen melayani obat JKN kepada seluruh stakeholder
5. Adanya komunikasi aktif dan tanggapan segera atas permasalahan ketersediaan obat yang disampaikan melalui email maupun lewat telp
TERIMA KASIH
“Kami yakin dengan pertolongan Tuhan Yang Maha Esa kami dapat mencapai Cakupan Semesta sebagai warisan untuk Indonesia yang